Anda di halaman 1dari 109

KERTAS KERJA NERACA

Dibuat Oleh : Ni Kadek Dwi Lestari


Direview Oleh : Ni Kadek Dwi Lestari
Nama Perusahaan : PT Bimantara
Objek Pemeriksaan : Kertas Kerja Neraca
Tahun Buku : 2017

Saldo Sebelum Audit Koreksi


Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
Aktiva
Aktiva Lancar
1 Kas Kecil Rp 30,000,000 A Rp 2,000,000 A
2 Kas di Bank - Umum Rp 249,306,000 A
3 Kas di Bank - Dana Gaji Rp 4,000,000
4 Surat Berharga Rp 200,500,000 C
5 Piutang Dagang Rp 397,380,000 D
5A Cadangan Kerugian Piutang Rp 11,592,000 D Rp 7,680,600 D
7 Piutang Pegawai Rp - D Rp 2,700,000
8 Piutang Bunga Rp - C Rp 1,500,000 C
9 Persediaan Bahan Baku 31-12-2017 Rp 537,840,000 E Rp 580,280,000 E
10 Persediaan Barang Dalam Proses 31-12-2017 Rp 196,910,000 E Rp 315,500,000 E
11 Persediaan Barang Jadi 31-12-2017 Rp 122,970,000 Rp 201,164,000
12 Uang Muka Pembelian Rp - E Rp 9,400,000
13 Uang Muka Asuransi Rp 21,600,000
14 Uang Muka Penghasilan (P.Ph) Rp 300,000,000
22 Investasi Sinking Fund Rp 132,743,000
Total Aktiva Lancar Rp 2,193,249,000 Rp 11,592,000 Rp 1,120,224,600
Aktiva Tetap
31 Tanah Rp 258,400,000
32 Gedung Rp 1,731,250,000 D
32A Akumulasi Depresiasi Gedung Rp 248,976,000 F
33 Mesin Pabrik Rp 910,700,000 F Rp 55,281,000 F
33A Akumulasi Depresiasi Mesin Pabrik Rp 456,924,000 F
34 Peralatan Kantor Rp 19,400,000
34A Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor Rp 10,036,000 F
Total Aktiva Tetap Rp 2,919,750,000 Rp 715,936,000 Rp 55,281,000
Total Akitva Rp 5,112,999,000 Rp 727,528,000
Rp 4,385,471,000
Pasiva
Kewajiban
51 Hutang Dagang Rp 662,244,000
53 Hutang Wesel Rp -
54 Hutang Bunga Wesel Rp -
55 Hutang Sewa Rp -
56 Hutang P.Ph Karyawan Rp 30,332,000
57 Hutang Biaya Pensiun Rp -
61 Hutang Pajak Penghasilan (P.Ph) Rp -
62 Hutang Obligasi Rp 600,000,000
Total Kewajiban Rp - Rp 1,292,576,000 Rp -
Equitas
71 Modal Saham Rp 200,000,000
72 Laba Yang Ditahan Rp 1,785,336,000
Laba Tahun Berjalan Rp 1,107,559,000
Total Equitas Rp - Rp 3,092,895,000 Rp -
Total Pasiva Rp - Rp 4,385,471,000 Rp -

Rp 4,385,471,000
Rp -
KERTAS KERJA LABA (RUGI)

Dibuat Oleh : Ni Kadek Dwi Lestari


Direview Oleh : Ni Kadek Dwi Lestari
Nama Perusahaan : PT Bimantara
Objek Pemeriksaan : Kertas Kerja Laba (Rugi)
Tahun Buku : 2017

Saldo Sebelum Audit Koreksi


Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
Pendapatan
81 Penjualan Rp 10,077,046,000 D Rp 1,160,000
82 Pendapatan Bunga Rp 6,000,000 C Rp 500,000 C
84 Pendapatan Sinking Fund Rp -
85 Macam-macam Pendapatan Rp 1,640,000
Total Pendapatan Rp - Rp 10,084,686,000 Rp 1,660,000
Biaya
101 Pembelian Bahan Baku, Neto Rp 5,511,252,000 E
102 Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 1,446,930,000 E
103 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Rp 324,900,000
104 Biaya Pemeliharaan Mesin Rp 29,880,000
105 Biaya Pemeliharaan Gedung Rp 10,540,000 A Rp 2,500,000 F
106 Listrik dan Penerangan Rp 53,734,000
107 Biaya Supplies Pabrik Rp 35,980,000
108 Depresiasi Mesin Pabrik Rp 81,964,000
109 Depresiasi Gedung Rp 25,992,000 F Rp 46,208,000 F
110 Biaya Asuransi Mesin Pabrik Rp 13,200,000
111 Biaya Asuransi Kecelakaan Kerja Rp 11,440,000
112 Pajak Atas Bumi dan Bangunan (PBB) Rp 43,793,000
113 Biaya Pensiunan Pabrik Rp 85,060,000
121 Gaji Bagian Penjualan dan Pegangkutan Rp 399,300,000
122 Advertensi Rp 106,186,000 A Rp 3,000,000
123 Biaya Operasi Alat Pengangkutan Rp 39,300,000
124 Biaya Sewa Alat Pengangkutan Rp 13,900,000
125 Biaya Perjalanan-Penjualan Rp 35,974,000
126 Macam-macam Biaya Penjualan Rp 18,460,000
127 Biaya Pensiun - Penjualan Rp 14,188,000
141 Gaji Direksi dan Staff Rp 560,840,000
142 Kerugian Piutang Rp - D Rp 8,010,000 D
143 Biaya Supplies Kantor Rp 5,824,000
144 Biaya Umum Kantor Rp 7,680,000
145 Asuransi Kantor Rp 1,200,000
146 Depresiasi Peralatan Kantor Rp 1,746,000 F Rp 304,000
147 Biaya Jasa Konsultan Rp 30,800,000
148 Biaya Pensiun Administrasi Rp 25,464,000
151 Biaya Sewa - EDP Rp 4,800,000
161 Biaya Bunga Wesel Rp 800,000
162 Biaya Bunga Obligasi Rp 36,000,000
163 Laba/Rugi Penjualan Aktiva Tetap Rp - F
165 Pajak Penghasilan (P.Ph) Rp -
166 Harga Pokok Bahan Rp - E
167 Biaya Bahan Baku yang dipakai Rp - E Rp 5,476,012,000 E
168 Harga Pokok Produksi Rp - E Rp 7,513,635,000 E
169 BOP Rp - E
170 Harga Pokok Penjualan Rp - E Rp 7,435,441,000
F Rp 81,025,667
Total Biaya Rp 8,977,127,000 Rp 20,566,135,667
Laba Rp 1,107,559,000
eksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit

Rp 3,000,000 Rp 29,000,000
Rp 2,000,000 Rp 247,306,000
Rp 4,000,000
Rp 500,000 Rp 200,000,000
Rp 10,980,000 Rp 386,400,000
Rp 8,010,000 Rp 11,921,400
Rp 2,700,000
Rp 500,000 Rp 1,000,000
Rp 537,840,000 Rp 580,280,000
Rp 196,910,000 Rp 315,500,000
Rp 122,970,000 Rp 201,164,000
Rp 9,400,000
Rp 21,600,000
Rp 300,000,000
Rp 132,743,000
Rp 882,710,000 Rp 2,431,093,000 Rp 11,921,400

Rp 258,400,000
Rp 2,500,000 Rp 1,728,750,000
Rp 46,208,000 Rp 295,184,000
Rp 47,640,000 Rp 918,341,000
Rp 34,127,667 Rp 491,051,667
Rp 19,400,000
Rp 304,000 Rp 10,340,000
Rp 130,779,667 Rp 2,924,891,000 Rp 796,575,667
Rp 5,355,984,000 Rp 808,497,067
Rp 4,547,486,933

Rp 9,400,000 Rp 671,644,000
Rp -
Rp -
Rp -
Rp 30,332,000
Rp -
Rp -
Rp 600,000,000
Rp 9,400,000 Rp - Rp 1,301,976,000

Rp 200,000,000
Rp 1,785,336,000
Rp 1,262,093,933
Rp - Rp - Rp 3,247,429,933
Rp 9,400,000 Rp - Rp 4,549,405,933
eksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit

Rp 10,075,886,000
Rp 1,000,000 Rp 6,500,000
Rp -
Rp 1,640,000
Rp 1,000,000 Rp - Rp 10,084,026,000

Rp 5,511,252,000 Rp -
Rp 1,446,930,000 Rp -
Rp 324,900,000
Rp 29,880,000
Rp 250,000 Rp 12,790,000
Rp 53,734,000
Rp 35,980,000
Rp 81,964,000
Rp 46,208,000 Rp 25,992,000
Rp 13,200,000
Rp 11,440,000
Rp 43,793,000
Rp 85,060,000
Rp 399,300,000
Rp 109,186,000
Rp 39,300,000
Rp 13,900,000
Rp 35,974,000
Rp 18,460,000
Rp 14,188,000
Rp 560,840,000
Rp 560,600 Rp 7,449,400
Rp 5,824,000
Rp 7,680,000
Rp 1,200,000
Rp 2,050,000
Rp 30,800,000
Rp 25,464,000
Rp 4,800,000
Rp 800,000
Rp 36,000,000
Rp 5,281,000 Rp 5,281,000
Rp -
Rp 7,200,000 Rp (7,200,000)
Rp 5,476,012,000 Rp -
Rp 7,513,635,000 Rp -
Rp 716,483,000 Rp (716,483,000)
Rp 2,800,000 Rp 7,513,666,667

Rp 20,726,611,600 Rp 8,821,932,067 Rp 5,281,000


Rp 1,262,093,933
PT. BIMANTARA
Sistem Penerimaan Kas
Kekuatan dari Pengawasan Intern
1. A
No Kekuatan - Kekuatan Pengujian Substantif
1 Pemisahan Fungsi : Observasi:
Terdapat pemisahan fungsi antara Dengan telusur transaksi pelunasan
pencatatan kas, penjagaan kas, piutang dan penjualan tunai
pencatatan piutang, penyetoran kas, melalui sistem
dan pembuatan rekonsiliasi

2 Karyawan yang cakap: Observasi:


Dengan telusur kinerja karyawan
Karyawan yang terlibat dalam
pelaksanaan sistem cukup kompeten
3 Pelaksanaan Transaksi:
Penerimaan kas seluruhnya disetorkan Bandingkan jumlah dalam jurnal
ke bank penerimaan kas dengan laporan
bank
4 Otorisasi: Observasi:
Penyetoran kas ke bank dilakukan Inquiry
oleh karyawan yang independen
5 Pencatatan: Observasi:
Review rekonsiliasi di periksa dan
ditandatangani oleh Kepala Bagian
Penerimaan melalui pos dicatat oleh
karyawan, selain karyawan yang
bertanggung jawab terdapat kas prelist
kas direkonsiliasi oleh karyawan yang
independen. Duplikat bukti setor bank
diterima oleh karyawan penyusun
rekonsiliasi
6 Pembanding: Observasi:
Penjualan tunai dicatat dalam catatan Review rekonsiliasi penjualan
tersendiri dengan rekonsiliasi terpisah tunai, periksa tanda tangan
(random sampel)

1. B
No
Kelemahan-Kelemahan Kesalahan yang dapat terjadi
1 Pemisahan Fungsi :
Pencatat surat masuk dapat membuka Ketidaktepatan jumlah kas,
surat sebelum dibuat prelist oleh orang tanggung jawab tidak segera
kedua diketahui, lapping. Prelist harus
dibuat oleh orang yang pertama
kali membuat surat

2 Karyawan yang cakap: Observasi:


Karyawan yang menangani kas Lapping, penghapusan piutang
memiliki akses terhadap catatan kas sebagai piutang tak tertagih

3 Pelaksanaan Transaksi:
Penerimaan kas tidak disetor ke bank Kehilangan atau kecurian kas
setiap hari
4 Otorisasi: Observasi:

5 Pencatatan: Observasi:

6 Pembanding: Observasi:

2. A
No Kekuatan - Kekuatan Pengujian Substantif
1 Pemisahan Fungsi :

2 Karyawan yang cakap:


Karyawan memperoleh pelatihan Observasi
secara memadai
3 Pelaksanaan Transaksi:
Terdapat sistem tanda tangan ganda Menguji cek yang dibatalkan dan
untuk cek dan semua pengeluaran dilakukan observasi
dilakukan dengan menggunakan cek,
kecuali kas kecil

4 Otorisasi:
Penandatanganan cek diotorisasi oleh Memeriksa kutipan rapat Dewan
Dewan Komisaris Komisaris, meminta laporan Bank

5 Pencatatan:
Cek bernomor urut tercetak dan cek Menguji nomor seri cek dan cek
kosong ditandatangani secara kosong
memadai
6 Pembanding:
Rekening bank di rekonsiliasi setiap Menguji rekonsiliasi Bank (random
bulan, dan laporan bank dikirim sampel)
langsung ke karyawan penyusun
rekonsiliasi

2.B
No
Kelemahan-Kelemahan Kesalahan yang dapat terjadi
1 Pemisahan Fungsi :
Pemisahan tugas antara Kepala Bagian Direktur Akuntansi dapat
Akuntansi dan Direktur Keuangan melakukan pengeluaran kas dengan
tidak memadai serta Direktur memalsukan tandatangan Direktur
Akuntansi tidak boleh Keuangan
menandatangani cek

2 Karyawan yang cakap:

3 Pelaksanaan Transaksi:
Tidak ada pengawasan yang memadai Cek dicuri dan tidak dicatat
terhadap cek kosong

4 Otorisasi:

5 Pencatatan: Observasi:
Direktur Akuntansi memposting cek Ketidaktepatan posisi kas, Direktur
ke rekening buku besar Akuntansi dapat mengubah saldo
buku besar

6 Pembanding: Observasi:
Rekening bank direkonsiliasi oleh Direktur Akuntansi dapat
Direktur Akuntansi yang juga mempengaruhi saldo kas dengan
menandatangani cek menarik cek untuk biaya lain-lain
atau menghapus cek dari
rekonsiliasi bank untuk menutup
kekurangan kas atau dengan
memasukkan setoran dalam
perjalanan fiktif, kitting, post dated
checks
Pengujian substantif
yang dapat ditempuh
Menguji rincian
penerimaan kas,
konfirmasi piutang,
melakukan penghitungan
kas mendadak,
menganalisis hubungan
antara penjualan, piutang
dan pelunasan piutang
(pengujian analitis)

Konfimasi piutang,
Menguji rincian
penerimaan kas,
konfirmasi piutang,
melakukan penghitungan
kas mendadak,
menganalisis hubungan
antara penjualan, piutang
dan pelunasan piutang
(review analitis) dan
analisis seluruh piutang
yang dihapus

Pengujian Analitis
Pengujian substantif
yang dapat ditempuh

Menguji keaslian
tandatangan cek, menguji
cutoff laporan Bank untuk
mengetahui adanya cek
yang tidak dicatat, dan
menguji pengeluaran kas

Menelusur cek-cek ke
cutoff laporan Bank,
membuat proof of cash,
dan menguji nomor seri
cek kosong
Menguji pengeluaan kas,
mereview catatan
pengeluaran kas,
memeriksa hal-hal luar
biasa yang mempengaruhi
rekening kas

membuat proof of cash,


menguji keaslian tanda
tangan cek, menguji
rekonsiliasi ,
menggunakan cuttof
lapotan bank untuk
menguji pengeluaran kas,
membuat schedule
transfer antar bank , dan
memeriksa ada tidaknya
post date check
PT. BIMANTARA
Berita Acara Pemeriksaan Kas Kecil
Per 31 Desember 2017
Jenis Uang Kuantitas Jumlah
Uang Kertas :
Rp 100,000 an 147 n
Rp 50,000 an 50 n
Rp 20,000 an 70 n
Rp 10,000 an 80 n
Rp 5,000 an 97 n
Rp 2,000 an 54 n
Jumlah Uang Kertas Rp 187,000 498
Uang Logam :
Rp 1,000 an 6 n
Rp 500 an 2 n
Jumlah Uang Logam Rp 1,500 8
Total Uang Tunai
Tambahan
Voucher no. CV 230 Untuk PT Wijaya

Catatan
Cek UDLain
Bina Karya u/ penjualan barang sisa
bahan yang tidak terpakai Rp 2,000,000 xx
Voucher no 190 u/ reparasi pintu Rp 2,500,000 (x)

Terdapat selisih terhadap kas kecil sebesar Rp 2.500.000

Keterangan :
n : telah dilakukan penghitungan fisik kas kecil
√ : Perkalian dan penjumlahan sudah benar
ᴧ : Sesuai dengan buku besar
x : jumlah tersebut merupakan pembayaran biaya advertensi kepada PT Wijaya (Lihat adj 1)
xx : cek tersebut merupakan hasil penjualan bahan yang tidak terpakai (Lihat adj 2)
(x) : perusahaan salah mengalokasikan biaya(biaya reparasi pintu dicatat di akun gedung ) (Lihat adj 3)
Kecil

Total

Rp 14,700,000 √
Rp 2,500,000 √
Rp 1,400,000 √
Rp 800,000 √
Rp 485,000 √
Rp 108,000 √
Rp 19,993,000 √

Rp 6,000 √
Rp 1,000 √
Rp 7,000 √
Rp 20,000,000 √

Rp 3,000,000 x
Rp 23,000,000 √

Rp 27,500,000

Wijaya (Lihat adj 1)

di akun gedung ) (Lihat adj 3)


Kas Kecil
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
1 Kas Kecil Rp 30,000,000

Jumlah Rp 30,000,000 Rp -

Setelah kami mengadakan pemeriksaan terkait dengan kas fisiknya kamu menemukan bahwa fisik yang ada adalah s
di A-1 Terdapat selisihRp 2.500.000, maka kami mengajukan jurnal koresi sebagai berikut
Jurnal Koreksi
1 Kas Kecil

Macam-macam Penapatan
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Macam-macam Pendapatan Rp 1,640,000

Jumlah Rp - Rp 1,640,000

Biaya Advertensi
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Biaya Advertensi Rp 106,186,000

Jumlah Rp 106,186,000 Rp -

Biaya Pemeliharaan Gedung


Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Biaya Pemeliharaan Gedung Rp 10,540,000

Jumlah Rp 10,540,000 Rp -

Gedung
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Gedung Rp 1,731,250,000

Jumlah Rp 1,731,250,000 Rp -
Koreksi Saldo Setelah Audit
Debet Kredit Debet Kredit
Rp 2,000,000 Rp 3,000,000 Rp 29,000,000

Rp 2,000,000 Rp 3,000,000 Rp 29,000,000 Rp -

hwa fisik yang ada adalah sebesarn Rp 27.500.000, berdasarkan hasil perhitungan tersebut yang terdapat pada
t

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 2,000,000 Rp 3,640,000

Rp - Rp 2,000,000 Rp - Rp 3,640,000

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 3,000,000 Rp 109,186,000

Rp 3,000,000 Rp - Rp 109,186,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 2,500,000 Rp 13,040,000

Rp 2,500,000 Rp - Rp 13,040,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 2,500,000 Rp 1,728,750,000

Rp - Rp 2,500,000 Rp 1,728,750,000 Rp -
PT. Bimantara
Jurnal Koreksi
2017
No. Tanggal Keterangan Debet
1 12/31/2017 Kas Kecil 1 Rp 2,000,000
- Macam-Macam Pendapatan 85
(Untuk mencatat penjualan sisa bahan baku)

2 12/31/2017 Biaya Advertensi 122 Rp 3,000,000


- Kas Kecil 1
(Untuk mencatat biaya advertensi)

3 12/31/2017 Biaya Pemeliharaan Gedung 105 Rp 2,500,000


- Gedung 32
(untuk kesalahan pencatatan)
Kredit

Rp 2,000,000

Rp 3,000,000

Rp 2,500,000
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan k
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan kami per 31
agar dikembalikan kepada Kantor Akuntan Publik Ekajaya & Rekan, beralamat Jalan Nangka 27a Denpasar, dengan

seandainya ada perbedaan, mohon dijelaskan angka menurut catatan anda (transaski sesudah tanggal 31 D
tidak perlu diperhitungkan )

Atas kerjasama anda kami ucapkan terimakasih.

Menurut Catatan kami, saldo kas PT. Bimantara pada Bank Nasional per Tanggal 31 Desember 2017 sebe
adalah tidak benar. Saldo yang benar adalah sebesar Rp. 274.336.000
Denpasar, 5 Januari 2018
Kepada Yth,
Pimpinan Bank Nasional

ami terhadap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.


ap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.
n Nangka 27a Denpasar, dengan menggunkan amplop jawaban terlampir

(transaski sesudah tanggal 31 Desember 2017.

Hormat kami,

(…................................)
Accounting Manager

Konfimasi no :

Tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp. 249.306.000

Nama :
Bank Nasional
TTD
Jabatan :
PT BIMANTARA
REKONSILIASI DANA BANK UMUM
PER 31 DESEMBER 2017

Saldo Awal 1
Keterangan Penerimaan
Desember 2017
Saldo Menurut Laporan Bank Rp 353,820,000 √ Rp 710,558,000
- Saldo Dalam Perjalanan Rp 20,960,000
-Cek yang beredar
Wednesday, November 29, 2017 Rp 52,740,000 (x)
Sunday, December 31, 2017
Saldo yang benar Rp 301,080,000 √√ Rp 731,518,000

Saldo Menurut Laporan Perusahaan Rp 301,080,000 (nn) Rp 731,518,000


Dikurangi
Biaya administrasi

Saldo yang Benar Rp 301,080,000 √√ Rp 731,518,000

PT Bimantara
Jurnal Koreksi
2017
4 12/31/2017 Biaya Umum Kantor
- Kas di Bank Umum
(Untuk mencatat biaya administrasi bank)

Keterangan :
√ : Sesuai dengan rekening koran bank bulan november dan desember 2017
x : Setelah dicocokan antara jurnal penerimaan kas bulan desember 2017 dengan rekening koran bulan janu
(x) : setelah dicocokan antara jurnal pengeluaran kas bulan desember 2017 dengan rekening koran bulan ja
√√ : penjumlahan atau pengurangan sudah benar
(nn) : sudah sesuai dengan buku besar akhir bulan november 2017
nn : sudah sesuai dengan jurnal penerimaan kas bulan desember 2017
n : sudah sesuai dengan jurnal pengeluaran kas bulan desember 2017
ᴧ : Sesuai dengan buku besar
q : sesuai dengan rekening koran bulang desember 2018 (lihat jurnal koreksi 4)
A
ANK UMUM
2017

Saldo Akhir 31
Pengeluaran
Desember 2007
√ Rp 790,042,000 √ Rp 274,336,000 √
x Rp 20,960,000 x

Rp 52,740,000 (x) Rp -
Rp 46,090,000 (x) Rp (46,090,000) (x)
√√ Rp 783,392,000 √√ Rp 249,206,000 √√

nn Rp 783,292,000 n Rp 249,306,000

Rp 100,000 q Rp (100,000) q

√√ Rp 783,392,000 √√ Rp 249,206,000 √√

144 Rp 100,000
2 Rp 100,000

kening koran bulan januari 2018


rekening koran bulan januari 2018
Kas di Bank Umum
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet
Kas di Bank Umum Rp 249,306,000

Jumlah Rp 249,306,000

Biaya Umum Kantor


Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet
Biaya Umum Kantor Rp 7,680,000

Jumlah Rp 7,680,000
Saldo Sebelum Audit Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit Debet
Rp 100,000 Rp 249,206,000

Rp - Rp - Rp 100,000 Rp 249,206,000

Saldo Sebelum Audit Koreksi Saldo Setelah Audit


Kredit Debet Kredit Debet
Rp 100,000 Rp 7,780,000

Rp - Rp 100,000 Rp - Rp 7,780,000
Saldo Setelah Audit
Kredit

Rp -

Saldo Setelah Audit


Kredit

Rp -
Surat Berharga
Saldo Sebelum Audit Kor
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Surat Berharga Rp 200,500,000

Jumlah Rp 200,500,000 Rp -

Piutang Bunga
Saldo Sebelum Audit Kor
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Piutang Bunga Rp - 5
8

Rp - Rp -

Pendapatan Bunga
Saldo Sebelum Audit Kor
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
Pendapatan Bunga Rp 6,000,000

Rp - Rp 6,000,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Debet Kredit Debet Kredit
Rp - Rp 500,000 Rp 200,000,000

Rp - Rp 500,000 Rp 200,000,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 500,000 6 Rp 500,000 Rp 1,000,000
Rp 1,000,000

Rp 1,500,000 Rp 500,000 Rp 1,000,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 500,000 Rp 1,000,000 \ Rp 6,500,000

Rp 500,000 Rp 1,000,000 Rp - Rp 6,500,000


PT. Bimantara
Rekonsiliasi Kas di Bank- Dana Gaji
Per 31 Desember 20017
Saldo Menurut Laporan Bank Rp 40,570,000
Dikurangi :
Chek yang masih beredar :
1950 Nyoman Budiarta Rp 7,080,000 √
1958 Darma Surya Rp 5,180,000 √
1960 Jika Wahyudi Rp 4,980,000 √
1961 Wayan Arya Rp 4,280,000 √
1972 Adi Susanto Rp 3,840,000 √
1975 Kadek Rudianto Rp 3,830,000 √
1976 Surya Adikarya Rp 3,720,000 √
1977 Adiatmika K. M. Rp 3,660,000 √
Rp 36,570,000
Saldo yang benar Rp 4,000,000

Keterangan :
C : Sesuai dengan surat konfrimasi bank
√ : Sudah dicocokan dengan jurnal pengeluaran kas bulan desember 2017 dengan rekening koran bank bulan
Januari 2018
√√ : Penjumlahan dan Pengurangan sudah benar
^ : sudah sesuai dengan buku besar
C

√√
√√

koran bank bulan


Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan k
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan kami per 31
agar dikembalikan kepada Kantor Akuntan Publik Ekajaya & Rekan, beralamat Jalan Nangka 27a Denpasar, dengan

seandainya ada perbedaan, mohon dijelaskan angka menurut catatan anda (transaski sesudah tanggal 31 D
tidak perlu diperhitungkan )

Atas kerjasama anda kami ucapkan terimakasih.

Menurut Catatan kami, saldo kas PT. Bimantara pada Bank Nasional per Tanggal 31 Desember 2017 sebe
adalah tidak benar. Saldo yang benar adalah sebesar Rp. 40.570.000
Denpasar, 5 Januari 2018
Kepada Yth,
Pimpinan Bank Nasional

ami terhadap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.


ap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.
n Nangka 27a Denpasar, dengan menggunkan amplop jawaban terlampir

(transaski sesudah tanggal 31 Desember 2017.

Hormat kami,

(…................................)
Accounting Manager

Konfimasi no :

Tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp. 4.000.000

Nama :
Bank Nasional
TTD
Jabatan :
PT Bimantara
Surat -surat Berharga
Per 31 Desember 2017

Saldo surat-surat berharga menurut perusahaan Rp 200,500,000


Piutang bunga (0,5%) Rp (500,000)
Saldo yang benar Rp 200,000,000

Keterangan :
√ : Pengurangan sudah benar
^ : Sesuai dengan buku besar
q : Jumlah tersebut merupakan bunga obligasi untuk setengah bulan yang dibayar dimuka (lihat Jurnal Koreksi 5)

Jurnal Koreksi
5 Piutang Bunga 8 Rp 500,000
- Surat-surat berharga 4 Rp 500,000
(Untuk mencatat piutang bunga pada perusahaan di bebankan ke surat-surat berharga)

PT BIMANTARA
Pendapatan Bunga
PER 31 DESEMBER 2017
Saldo menurut perusahaan Rp 6,000,000
dikurangi : ^
Piutang Bunga (lihat jurnal koreksi 6) Rp (500,000)
Rp 5,500,000

Tambahan :
Pendapatan Bunga Bulan Desember (lihat jurnal koreksi 7) Rp 1,000,000
Saldo yang benar Rp 6,500,000

Keterangan :
√ : pengurangan dan penambahan sudah benar
^ : Sesuai dengan buku besar
x : Jumlah tersebut untuk mengkoreksi kelebihan pengakuan oleh perusahaan (lihat Jurnal Koreksi 6)
n : Jumlah tersebut untuk mencatat pendapatan bunga obligasi yang belum diakui oleh perusahaan (Lihat Koreksi 7

Jurnal Koreksi:
6 Pendapatan Bunga 82 Rp 500,000
Piutang Bunga 8 Rp 500,000
(untuk mengoreksi kelebihan pengakuan bunga oleh perusahaan)
7 Piutang Bunga 8 Rp 1,000,000
Pendapatan Bunga 82 Rp 1,000,000
(untuk mencatat pendapatan bunga bulan desember 2017 yang belum diakui oleh perusahaan )

q

(lihat Jurnal Koreksi 5)

n

Koreksi 6)
rusahaan (Lihat Koreksi 7)
Piutang Dagang
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
5 Piutang Dagang Rp 397,380,000

Jumlah Rp 397,380,000 Rp -

Cadangan Kerugian Piutang


Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
5A Cadangan Kerugian Piutang Rp 11,592,000

Jumlah Rp - Rp 11,592,000

Piutang Pegawai
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
7 Piutang Pegawai Rp -

Jumlah Rp - Rp -

Penjualan
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
81 Penjualan Rp 10,077,046,000

Jumlah Rp - Rp 10,077,046,000

Kerugian Piutang
Saldo Sebelum Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit
142 Kerugian Piutang Rp -

Jumlah Rp - Rp -
Koreksi Saldo Setelah Audit
Debet Kredit Debet Kredit
Rp 7,120,000 Rp 386,400,000
Rp 1,160,000
Rp 2,700,000

Rp - Rp 10,980,000 Rp 386,400,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 7,120,000 Rp 8,010,000 Rp 11,921,400
Rp 560,600
Rp 7,680,600 Rp 8,010,000 Rp - Rp 11,921,400

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 2,700,000 Rp 2,700,000

Rp 2,700,000 Rp - Rp 2,700,000 Rp -

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 1,160,000 Rp 10,075,886,000

Rp 1,160,000 Rp - Rp - Rp 10,075,886,000

Koreksi Saldo Setelah Audit


Debet Kredit Debet Kredit
Rp 8,010,000 Rp 560,600 Rp 7,449,400

Rp 8,010,000 Rp 560,600 Rp 7,449,400 Rp -


PT Bimantara
Daftar Piutang Dagang
31-Dec-17

No. Nama Debitur Tanggal Faktur Saldo Ref


1 PT. Argo Mulyo 11/12/2017 Rp 980,000 √√
2 PT. Argo Mulyo 12/12/2017 Rp 38,700,000 √√
3 UD Kencana 12/12/2017 Rp 5,800,000 √√
4 CV Bayumas 11/10/2017 Rp 40,400,000 √√
5 PT Cemerlang 12/25/2017 Rp 1,700,000 √√
6 CV. Erlangga 10/16/2017 Rp 7,540,000 √√
7 PT Etsu Jaya 2/26/2017 Rp 7,120,000 √√
8 PT Fajar 6/15/2017 Rp 610,000 √√
9 PT. Gala Madya 11/6/2017 Rp 26,160,000 √√
Rp 25,000,000
10 Jika Wahyudi 12/14/2017 Rp 2,700,000 √√
11 UD Lima Sekawan 12/7/2017 Rp 82,800,000 √√
12 PT Marabunta 12/3/2017 Rp 40,800,000 √√
13 PT Miranda 12/10/2017 Rp 59,200,000 √√
14 PT Nakula 12/11/2017 Rp 19,290,000 √√
15 PT Harmoni 6/12/2017 Rp 3,900,000 √√
16 PT Tambora 12/10/2017 Rp 13,080,000 √√
17 PT. Triyaka 11/18/2017 Rp 28,800,000 √√
18 PT Waskita 4/6/2017 Rp 3,500,000 √√
19 UD Wage Trito 10/29/2017 Rp 14,300,000 √√
Total Rp 397,380,000 √

Saldo Peraudit Rp 386,400,000 √

Jurnal Koreksi
8 Cadangan Kerugian Piutang 5A Rp 7,120,000
- Piutang Dagang 5
(untuk mencatat penghapusan piutang dagang)

9 Kerugian Piutang 142 Rp 8,010,000


- Cadagan kerugian piutang 5A
(untuk mencatat piutang yang disangsikan penagihannya)

10 Pejualan 82 Rp 1,160,000
- Piutang Dagang 5
(Untuk mencatat retur penjualan kepada PT Gala Madya)

11 Piutang Pegawai 7 Rp 2,700,000


- Piutang Dagang 5
(Untuk mengoreksi piutang pegawai yang dicatat sebagai piutang dagang pada perusahaan )
gang

Keterangan : dibuat per 5/2/2008 Keterangan :


Belum dibayar √√ : Sudah dicocokan dengan buku pembantu piutang dagang
Belum dibayar (A) : Piutang tidak dapat ditagih karena PT Etsu Jaya Bangkrut lihat jur
Bayar Rp. 2.900.000, - tgl 3-1-2018 (B) : piutang tersebut disangsikan pelunasannya lihat Jurnal koreksi 9
Dilunasi tanggal 21-1-2018 ( C) : piutang sejumlah 1.160.000 dikurangi karena barang diretur lihat
Dilunasi tanggal 14-01-2018 (D) : piutang tersebut merupakan piutang pegawai atas nama jika Wahy
Bayar Rp. 3.000.000 Tgl 16-1-2018 √ : Penjumlahan sudah benar
Tidak dapat ditagih, bangkrut (A) ᶺ : Sudah sesuai dengan buku besar
Disangsikan (B)
Retur Rp. 1.160.000 tidak dicatat (C )

Piutang pegawai, Tidak berbunga (D)


Dilunasi tanggal 7-1-2018
Belum dibayar
Belum dibayar
Dilunasi tanggal 3-2-2018
Disangsikan (B)
Dilunasi tanggal 14-1-2018
Belum dibayar
Disangsikan (B)
Dilunasi tanggal 13-1-2018

Rp 7,120,000

Rp 8,010,000

Rp 1,160,000

Rp 2,700,000
ng pada perusahaan )
bantu piutang dagang
T Etsu Jaya Bangkrut lihat jurnal koreksi 8
sannya lihat Jurnal koreksi 9
ngi karena barang diretur lihat jurnal koreksi 10
pegawai atas nama jika Wahyudi
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan k
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan kami per 31
agar dikembalikan kepada Kantor Akuntan Publik Ekajaya & Rekan, beralamat Jalan Nangka 27a Denpasar, dengan

seandainya ada perbedaan, mohon dijelaskan angka menurut catatan anda (transaski sesudah tanggal 31 D
tidak perlu diperhitungkan )

Atas kerjasama anda kami ucapkan terimakasih.

Menurut Catatan kami, saldo kas PT. Bimantara pada Bank Nasional per Tanggal 31 Desember 2017 sebe
adalah benar. Namun terdapat retur Rp. 1.160.000 sehingga jumlah hutang kami menjadi Rp. 25.000.000
Denpasar, 5 Januari 2018
Kepada Yth,
Pimpinan Bank Nasional

ami terhadap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.


ap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.
n Nangka 27a Denpasar, dengan menggunkan amplop jawaban terlampir

(transaski sesudah tanggal 31 Desember 2017.

Hormat kami,

(…................................)
Accounting Manager

Konfimasi no :

Tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp. 26.160.000


njadi Rp. 25.000.000

Nama :
Bank Nasional
TTD
Jabatan :
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan k
Sehubungan dengan pemerikasaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik kami terhadap laporan keuangan kami per 31
agar dikembalikan kepada Kantor Akuntan Publik Ekajaya & Rekan, beralamat Jalan Nangka 27a Denpasar, dengan

seandainya ada perbedaan, mohon dijelaskan angka menurut catatan anda (transaski sesudah tanggal 31 D
tidak perlu diperhitungkan )

Atas kerjasama anda kami ucapkan terimakasih.

Menurut Catatan kami, saldo kas PT. Bimantara pada Bank Nasional per Tanggal 31 Desember 2017 sebe
adalah benar. Namun saldo tersebut tidak dapat di tagih karena bangkrut.

Nama :

TTD
Jabatan :
Denpasar, 5 Januari 2018
Kepada Yth,
Pimpinan Bank Nasional

ami terhadap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.


ap laporan keuangan kami per 31 Desember 2017.
n Nangka 27a Denpasar, dengan menggunkan amplop jawaban terlampir

(transaski sesudah tanggal 31 Desember 2017.

Hormat kami,

(…................................)
Accounting Manager

Konfimasi no :

Tanggal 31 Desember 2017 sebesar Rp. 7.120.000

Bank Nasional
PT Bimantara
Cadangan Kerugian Piutang
Per 31 Desember 2017
Saldo Piutang per audit Rp 397,380,000
Saldo Cadangan piutang menurut perusahaan Rp 11,592,000 ^
Ditambah : (Lihat Jurnal Koreksi 9) Rp 8,010,000
Rp 19,602,000 √
Dikurangi : (Lihat Jurnal Koreksi 8) Rp 7,120,000
Rp 12,482,000 √
Cadangan Kerugian Piutang seharusnya
(3% X Rp. 386.400.000) Rp 11,921,400 x
Kelebihan Pencadangan Rp 560,600 √#

Keterangan :
√ : Penjumlahan Sudah Benar
^ : Sudah sesuai dengan buku besar
x : perkalian sudah benar
√# : Kelebihan Cadangan (lihat Jurnal Koreksi 12)

Jurnal Koreksi
12 12/31/2017 Cadangan kerugian piutang Rp 560,600
- Kerugian piutang
(untuk mengkoreksi kelebihan pembukuan
cadangan kerugian piutang)
Rp 560,600
Persediaan Bahan Baku Rp 537,840,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
9 Persediaan Bahan Baku Rp 537,840,000
14 Rp 573,080,000 14 Rp 537,840,000 Rp 573,080,000
15 Rp 7,200,000 Rp 580,280,000
Rp 580,280,000
Jumlah Rp 580,280,000 Rp 537,840,000 Rp 580,280,000

Persediaan Barang Dalam Proses Rp 196,910,000


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
10 Persediaan Barang Dalam Proses Rp 196,910,000
16 Rp 315,500,000 16 Rp 196,910,000 Rp 315,500,000

Jumlah Rp 315,500,000 Rp 196,910,000 Rp 315,500,000

Persediaan Barang Jadi Rp 122,970,000


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
11 Persedian Barang Jadi Rp 122,970,000
17 Rp 201,164,000 17 Rp 122,970,000 Rp 201,164,000
Jumlah Rp 201,164,000 Rp 122,970,000 Rp 201,164,000

Uang Muka Pmbelian Rp -


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
12 Uang Muka Pembelian Rp -
13 Rp 9,400,000 Rp 9,400,000
Jumlah Rp 9,400,000 Rp - Rp 9,400,000

Hutang Dagang Rp 662,244,000


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
51 Hutang Dagang
13 Rp 9,400,000
Jumlah Rp - Rp 9,400,000

Pembelian Rp 5,511,252,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
101 Pembelian Rp 5,511,252,000
14 Rp 5,511,252,000 Rp -
Jumlah Rp - Rp 5,511,252,000 Rp -

Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 1,446,930,000


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
102 Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp 1,446,930,000
16 Rp 1,446,930,000 Rp -
Jumlah Rp - Rp 1,446,930,000 Rp -

Harga Pokok Bahan Rp -


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
166 Harga Pokok Bahan
15 Rp 7,200,000
Jumlah Rp - Rp 7,200,000

Biaya Bahan Baku yang Dipakai Rp -


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
167 Biaya Bahan Baku yang dipakai Rp -
14 Rp 5,476,012,000 15 Rp 7,200,000 Rp 5,468,812,000
16 Rp 5,468,812,000 Rp -
Jumlah Rp 5,476,012,000 Rp 5,476,012,000 Rp -

Harga Pokok Produksi Rp -


Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
168 Harga Pokok Produksi Rp -
16 Rp 7,513,635,000 17 Rp 7,513,635,000 Rp -
Jumlah Rp 7,513,635,000 Rp 7,513,635,000 Rp -

BOP Rp -
Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
169 BOP Rp -
16 Rp 716,483,000
Jumlah Rp - Rp 716,483,000
Harga Pokok Penjualan Rp -
Koreksi Saldo Setelah Audit
Index Nama Akun Ref
Debet Kredit Debet
170 Harga Pokok Penjualan Rp -
17 Rp 7,435,441,000 Rp 7,435,441,000
Jumlah Rp 7,435,441,000 Rp - Rp 7,435,441,000
Saldo Setelah Audit
Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit
Saldo Setelah Audit
Kredit
Rp 662,244,000
Rp 671,644,000
Rp 671,644,000

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit
Rp -
Rp 7,200,000
Rp 7,200,000

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit

Saldo Setelah Audit


Kredit

Rp 716,483,000
Rp 716,483,000
Saldo Setelah Audit
Kredit
Kuesioner Pengendalian Intern Persediaan

No Pertanyaan Ya
1 Apakah perhitungan fisik persediaan dilakukan minumum setahun sekali? √
Apakah perusahaan membuat instruktur tertulis untuk perhitungan fisik √
2
persediaan?
Apakah instruksi tersebut diikuti pada waktu dilakukan perhitungan fisik √
3
persediaan?
Apakah perhitungan fisik persediaan dilaksanakan oleh pihak yang bebas √
4
(independen)?
5 Apakah persediaan cukup dilindungi dan diawasi? √
6 Apakah setiap penerimaan barang selalu dibuatkan laporan penerimaan barang? √

7 Apakah fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan dan akuntansi?

8 Apakah perusahaan menggunakan surat permintaan pembelian? √


Apakah perusahaan menggunakan surat pesanan pembelian bernomor urut √
9
tercetak?
10 Apakah pembelian diotorisasi oleh manajemen yang bertanggungjawab? √
Apakah semua barang yang diterima dihitung dan dicek terhadap kelengkapan dan √
11
sebagainya?
12 Apakah perusahaan menyelenggarakan catatan persediaan secara perpetual? √
13 Apakah catatan tersebut diselenggarakan oleh karyawan yang tidak bertugas
melindungi persediaan?
Apakah perusahaan secara periodik menilai lebih lanjut selisih yang terjadi antara √
14
hasil perhitungan fisik dengan catatan?

PT BIMANTARA
MENILAI EFEKTIFITAS KUESIONER-PERSEDIAAN
Kekuatan
No Kekuatan Pengendalian Intern Pengujian substantif yang dapat ditempuh
Perhitungan fisik persediaan dilakukan minumum setahun sekali Melakukan pemeriksaan fisik persediaan,
1 antara kenyataan dengan perhitungan yang
tercatat.
Perusahaan membuat instruktur tertulis untuk perhitungan fisik persediaan Dilakukan pemeriksaan apakah instruktur
2 tertulis tersebut sudah diterapkan oleh seluruh
pegawai.
Instruksi tersebut diikuti pada waktu dilakukan perhitungan fisik persediaan Dilakukan pengamatan untuk memastikan
3 bahwa instruksi sudah dilakukan dengan baik.

Perhitungan fisik persediaan dilaksanakan oleh pihak yang bebas (independen) Melakukan wawancara apakah pihak
independen harus mengamati dalam
perhitungan persediaan fisik untuk
4 menentukan apakah persediaan yang tercatat
memang ada pada tanggal neraca dan dihitung
dengan benar oleh klien.

Persediaan cukup dilindungi dan diawasi Mengontrol persediaan yang masuk dan
5 keluar, agar sesuai dengan jumlah yang
dicatat.
Setiap penerimaan barang selalu dibuatkan laporan penerimaan barang Mengecek laporan penerimaan barang,
6 apakah sudah sesuai dengan laporan yang
ada.
Perusahaan menggunakan surat permintaan pembelian Melakukan pemeriksaan terhadap surat
permintaan pembelian, apakah surat-surat
8 tersebut sudah sesuai dengan transaksi
pembelian yang dilakukan
Perusahaan menggunakan surat pesanan pembelian bernomor urut tercetak Melakukan pengecekan terhadap surat
9 pesanan pembelian
Pembelian diotorisasi oleh manajemen yang bertanggungjawab Melakukan wawancara terhadap manajemen
10 mengenai kebenaran transaksi pembelian
Semua barang yang diterima dihitung dan dicek terhadap kelengkapan dan Melakukan pengecekan kebenaran barang
11 sebagainya yang dibeli oleh perusahaan
Perusahaan menyelenggarakan catatan persediaan secara perpetual Melakukan pengecekan secara langsung dan
12 melakukan observasi
Catatan tersebut diselenggarakan oleh karyawan yang tidak bertugas melindungi peMelakukan observasi terhadap pemisahan
13 fungsi
Perusahaan secara periodik menilai lebih lanjut selisih yang terjadi antara hasil Melakukan pemeriksaan terhadap hasil
14 perhitungan fisik dengan catatan perhitungan fisik dengan catatan

PT BIMANTARA
MENILAI EFEKTIFITAS KUESIONER-PERSEDIAAN
Kelemahan

No
Kelemahan Pengendalian Intern Kesalahan yang dapat terjadi
7 Terjadi kesalahan pencatatan antara fungsi
Fungsi pembelian tidak terpisah dari fungsi penerimaan dan akuntansi. pembelian, penerimaan, dan akuntansi
Tidak Keterangan

Penerimaan dan pembelian


√ berada di bagian yang
sama

IAAN
Karakterisitik Pengawasan Intern
Pencatatan

Pemisahan fungsi

Pelaksanaan transaksi

Otorisasi

Pelaksanaan transaksi

Pencatatan

Pelaksanaan transaksi

Pelaksanaan transaksi

Otorisasi

Pencatatan
Pencatatan

Pemisahan fungsi

Pembandingan

IAAN

Pengujian Substantif yang dapat Karakteristik


ditempuh Pengawasan Intern
Melakukan pemisahan antara ketiga Pemisahan Fungsi
fungsi tersebut
PT BIMANTARA
Berita Acara Perhitungan Fisik- Persediaan Bahan Baku
Per 31 Desember 2017

Nomor
Persediaan Menurut Persediaan
Menurut Jenis Persediaan Kuantitas Harga Perolehan Harga Pasar
Perusahaan Menurut Audit
Daftar

1-8 Besi Batangan 0,05 400 ton Rp. 470.000/ton Rp 475,000 Rp 188,000,000 Rp 188,000,000
9-14 Besi Batangan 0,025 50 ton Rp. 450.000/ton Rp 440,000 Rp 22,500,000 Rp 22,000,000
15-22 Besi Lembaran 26,ga 600 ton Rp. 18.000/100lbs Rp 21,000 Rp 216,000,000 Rp 216,000,000
23-32 Besi Lembaran 24,ga 200 ton Rp. 17.000/100lbs Rp 19,000 Rp 68,000,000 Rp 68,000,000
33-38 Cat 4000 gal 15.000/gal Rp 14,000 Rp 60,000,000 Rp 56,000,000
39-45 Handles 40000 55.000/1000 Rp 52,000 Rp 2,200,000 Rp 2,080,000
46-49 Engsel 140000 160.000/1000 Rp 150,000 Rp 22,400,000 Rp 21,000,000
Dibebankan sebagai biaya saat
50-57 Batang 800 lbs pembelian

Total Rp 579,100,000 Rp 573,080,000


Jurnal Koreksi
13 Uang Muka pembelian Rp 9,400,000
- Hutang dagang Rp 9,400,000
(Untuk mengkoreksi utang dagang yang bersaldo debet karena uang muka pembelian barang)

Catatan : Hutang bersaldo debet sebesar Rp. 9.400.000 itu merupakan pembelian barang stock 20 ton @470.000/ton
Pehitungan Harga Pokok Bahan Baku yang dipakai :
Persediaan bahan baku awal Rp 537,840,000
Pembelian Rp 5,511,252,000
Harga Pokok bahan baku yang siap dipakai Rp 6,049,092,000
persediaan bahan baku akhir Rp 573,080,000
Harga pokok bahan baku yang dipakai Rp 5,476,012,000

Jurnal Koreksi
14 Persediaan Bahan Baku Akhir 9 Rp 573,080,000
Harga Pokok Bahan Baku yang Dipakai 167 Rp 5,476,012,000
- Pembelian 101 Rp 5,511,252,000
- Persediaan Bahan Baku Awal 9 Rp 537,840,000
(Keterangan Untuk mencatat persediaan akhir bahan baku, harga pokok
bahan baku yang dipakai dan untuk mengkreditkan pembelian dan
persediaan bahan baku awal)
PT. BIMANTARA
Biaya Overhead Pabrik
Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2017

Biaya Tenaga kerja tak langsung Rp 324,900,000


Pemeliharaan gedung Rp 10,540,000
Pemeliharaan Mesin Rp 29,880,000
Listrik dan Penerangan Rp 53,734,000
Biaya Perlengkapan Pabrik Rp 35,980,000
Depresiasi Mesin Pabrik Rp 81,964,000
Depresiasi Gedung Rp 25,992,000
Asuransi Pabrik Rp 13,200,000
Asuransi tenaga kerja Rp 11,440,000
Pajak Atas Bumi dan Bangunan Rp 43,793,000
Biaya pensiun - Pabrik Rp 85,060,000
Jumlah Biaya overhead pabrik Rp 716,483,000
PT. BIMANTARA
PERSEDIAAN BARANG DALAM PROSES
PER 31 DESEMBER 2017

ORDER NO. 9222 Keterangan :


Jenis : Panci Presto No. 84 √: Perkalian dan penjumlahan sudah benar
x: Orderan No. 9222 sudah selesai dikerjakan da
Departemen : Restrike barang jadi
Unit : 4,000 n n: Sudah dilakukan perhitungan fisik
xx : Ada kesalahan pengambilan bahan baku seb
koreksi 15)
Bahan Rp 2,750 Rp 11,000,000 √
Tenaga Kerja Rp 4,800 Rp 19,200,000 √ Perhitungan Harga Pokok Produksi
Overhead Rp 1,920 Rp 7,680,000 √ Persediaan Barang dalam Proses Awal :
Jumlah, Order No. 9222 Rp 9,470 Rp 37,880,000 √ x Harga Pokok Bahan Baku Yang Dipakai :
Biaya Tenaga Kerja Langsung
ORDER NO. 9223 Biaya Overhead Pabrik
Jenis : Filling Cabinet, No. 82
Departemen : Pemotongan Persediaan Bahan Dalam Proses Akhir
Unit : 28,000 n Harga Pokok Produksi

Bahan Rp 2,000 Rp 56,000,000 √ Rp 48,800,000 xx


Tenaga Kerja Rp 1,500 Rp 42,000,000 √
Overhead Rp 600 Rp 16,800,000 √
Jumlah, Order No. 9223 Rp 4,100 Rp 114,800,000 √ Rp 107,600,000

ORDER NO. 9224


Jenis : Display Cabinets, No.80
Departemen : Pengelasan
Unit : 22,000 n

Bahan Rp 3,850 Rp 84,700,000 √


Tenaga Kerja Rp 4,000 Rp 88,000,000 √
Overhead Rp 1,600 Rp 35,200,000 √
Jumlah, Order No. 9224 Rp 9,450 Rp 207,900,000 √
Jumlah barang dalam proses Rp 360,580,000 √
Saldo Per Audit : Rp 315,500,000

Jurnal Koreksi
15 Persediaan Bahan Baku 9 Rp 7,200,000
- Harga Pokok Bahan Baku Yang Dipakai 167 Rp 7,200,000
(Untuk mengoreksi kesalahan pengembalian bahan baku pada
orderan No. 9223)
16 Persediaan Barang Dalam Proses Akhir (31 Desember 2007) 14 Rp 315,500,000
Harga Pokok Produksi 168 Rp 7,513,635,000
- Harga Pokok bahan Baku yang Dipakai 167 Rp 5,468,812,000
- Biaya Tenaga Kerja Langsung 102 Rp 1,446,930,000
- Biaya Overhead Pabrik 169 Rp 716,483,000
- Persediaan Barang Dalam Proses 14 Rp 196,910,000
(Untuk mencatat harga pokok dalam proses akhir, harga pokok
produksi dan mengkreditkan biaya produksi serta harga pokok
barang dalam proses awal)
Rp 7,829,135,000 Rp 7,829,135,000
alian dan penjumlahan sudah benar
eran No. 9222 sudah selesai dikerjakan dan sudah ditransfer ke gudang
jadi
ah dilakukan perhitungan fisik
a kesalahan pengambilan bahan baku sebesar Rp. 7.200.000 (Lihat Jurnal
15)

ungan Harga Pokok Produksi


aan Barang dalam Proses Awal : Rp 196,910,000
Pokok Bahan Baku Yang Dipakai : Rp 5,468,812,000
Tenaga Kerja Langsung Rp 1,446,930,000
Overhead Pabrik Rp 716,483,000
Rp 7,829,135,000
aan Bahan Dalam Proses Akhir Rp 315,500,000
Pokok Produksi Rp 7,513,635,000
PT BIMANTARA
PERSEDIAAN BARANG JADI
PER 31 DESEMBER 2017

Jenis Seluruhnya Jumlah Biaya Bahan Per unit Biaya Tenaga kerja PerBOP Per Harga
Unit Unit Unit Pokok Per
Unit
Wajan, 15 i 4,800 Rp 1,920 Rp 700 Rp 380 Rp 3,000
Pemanas Air
4 liter i 5,000 Rp 1,800 Rp 2,440 Rp 960 Rp 5,200
Filling Cabinet
No. 82 i 4,480 Rp 2,010 Rp 1,600 Rp 640 Rp 4,250
Kotak Peralatan
No. 12 i 2,000 Rp 5,250 Rp 3,000 Rp 1,250 Rp 9,500
Kemasan Tahan Air
No. 61 i 2,960 Rp 1,520 Rp 840 Rp 440 Rp 2,800
Kotak Alat
Pancing i 2,400 Rp 5,300 Rp 3,000 Rp 1,200 Rp 9,500
Filing Cabinet,
9,0 x 12,0 i 840 Rp 18,800 Rp 7,000 Rp 2,800 Rp28,600
Filing Cabinet,
9,0 x 15,0 i 800 Rp 20,100 Rp 8,000 Rp 3,400 Rp31,500
Tempat Rekaman 640 q Rp 4,000 Rp 4,500 Rp 1,800 Rp10,300
i 440
Jumlah
Jumlah Per Audit
Panci Presto No. 84 x 4,000 Rp 2,750 Rp 4,800 Rp 1,920 Rp 9,470
Jumlah Per Audit

Keterangan :
√ : Perkalian Sudah Benar
i : Telah dilakukan stok opname (secara fisik)
q : Dua Ratus Unit sudah terjual
x : ditransfer dari pabrik (gudang barang dalam proses)

Perhitungan Harga Pokok Penjualan :


Persediaan Barang Jadi 1-1-2017 Rp 122,970,000
Harga Pokok Produksi Rp 7,513,635,000
Barang yang siap dijual Rp 7,636,605,000

Persediaan Barang Jadi 31-12-2017 Rp 201,164,000


Harga Pokok Penjualan Rp 7,435,441,000

Jurnal Koreksi
17 Persediaan Barang Jadi akhir 31-12-2017 11 Rp 201,164,000
Harga Pokok Penjualan 170 Rp 7,435,441,000
- Harga Pokok Produksi 168 Rp 7,513,635,000
- Persediaan Barang Jadi Awal 1-1-2017 11 Rp 122,970,000
(Untuk mencatat persediaan barang dagang akhir dan harga
pokok penjualan serta untuk mengkredit harga pokok produksi Rp 7,636,605,000 Rp 7,636,605,000
dan persediaan barang jadi awal)
Jumlah Harga Per Unit

Rp 14,400,000

Rp 26,000,000

Rp 19,040,000

Rp 19,000,000

Rp 8,288,000

Rp 22,800,000

Rp 24,024,000

Rp 25,200,000
Rp 6,592,000
Rp 4,532,000
Rp 165,344,000
Rp 163,284,000
Rp 37,880,000
Rp 201,164,000
PT. BIMANTARA
PENGENDALIAN INTERN - AKTIVA TETAP
Kekuatan-kekuatan Pengawasan Intern
Kekuatan-kekuatan Pengujian Substantif yang dapat ditempuh
Pembelian dilakukan oleh agen 1. Wawancara
1 pembelian. 2. Observasi
Seluruh pembelian aktiva tetap 1. Observasi
2 harus mendapat persetujuan 2. Wawancara
dewan komisaris
3. Pengecekan dokumen terkait
Penghentoan aktiva tetap 1. Observasi
4 diotorisasi oleh pejabat yang 2. Konfirmasi ke pihak yang terkait
berwenang
3. Pengecekan dokumen
adanya prosedur yang menjamin 1. Observasi
5 bahwa semua transaksi 2. Wawancara
penghentian aktiva tetap telah
Perusahaan menyelenggarakan 1. Vouching
6 rekening pembantu aktiva tetap 2. Pengecekan dokumen
3. Observasi
Rekonsiliasi secara periodik 1. Pengecekan dokumen
terhadap rekening pembantu 2. Vouching
7 aktiva tetap dengan rekening
kontrolnya 3. Rekalkulasi
4. Observasi
Rekening pembantu aktiva tetap 1. Vouching
8 dengan aktiva yang bersangkutan 2. Pengecekan dokumen
dicocokkan secara periodik
3. Observasi

PT BIMANTARA
PENGENDALIAN INTERN - AKTIVA TETAP
Kelemahan-kelemahan Pengawasan Intern
Kelemahan-kelemahan Kesalahan yang Dapat Terjadi
Perusahaan tidak memiliki Adanya kemungkinan tergabungnya
kebijakan yang membedakan pengeluaran dikapitalisasi dengan beban
3 suatu pengeluaran dikapitalisasi reparasi dan pemeliharaan karena tidak
atau diperlakukan sebagai beban dibedakan
reparasi dan pemeliharaan
KTIVA TETAP
wasan Intern
Pengujian Substantif yang Dapat Ditempuh
1. Observasi akun terkait
2. Pengecekan dokumen
3. Rekalkulasi
4. Vouching
akm. Depresiasi Gedung
Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
32A Akm. Depresiasi Gedung
19

Jumlah Rp -

Mesin Pabrik
Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
33 Mesin Pabrik
20 Rp 55,281,000 20

Jumlah Rp 55,281,000

akm. Depresiasi Mesin pabrik


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
33A Akm. Depresiasi Mesin Pabrik
23
Jumlah Rp -

akm. Depresiasi peralatan kantor


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
34A Akm. Depresiasi Peralatan Kantor
24
Jumlah Rp -

Biaya Pemeliharaan Gedung


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
105 Biaya Pemeliharaan Gedung
18
Jumlah Rp -
Depresiasi Gedung
Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
109 Depresiasi Gedung
19 Rp 46,208,000 19
Jumlah Rp 46,208,000

Depresiasi Peralatan Kantor


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
146 Depresiasi Peralatan Kantor
24 Rp 304,000
Jumlah Rp 304,000

Laba Penjualan Aktiva Tetap


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
163 Laba Penjualan Aktiva Tetap
15
Jumlah Rp -

Harga Pokok Penjualan


Koreksi
Index Nama Akun Ref
Debet
170 Harga Pokok Penjualan
18 Rp 250,000 22
19 Rp 46,208,000
21 Rp 440,000
23 Rp 34,127,667
Jumlah Rp 81,025,667
Rp 248,976,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 248,976,000
Rp 46,208,000 Rp 295,184,000
Rp 295,184,000
Rp 295,184,000
Rp 46,208,000 Rp 295,184,000

Rp 910,700,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 910,700,000
Rp 47,640,000 Rp 918,341,000

Rp 47,640,000 Rp 918,341,000

Rp 456,924,000
Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 456,924,000
Rp 34,127,667 Rp 491,051,667
Rp 34,127,667 Rp 491,051,667

Rp 10,036,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 10,036,000
Rp 304,000 Rp 10,340,000
Rp 304,000 Rp 10,340,000

Rp 10,540,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 10,540,000
Rp 250,000 Rp 10,290,000
Rp 250,000 Rp 10,290,000
Rp 25,992,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 25,992,000
Rp 46,208,000 Rp 25,992,000
Rp 46,208,000 Rp 25,992,000

Rp 1,746,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 1,746,000
Rp 2,050,000
Rp - Rp 2,050,000

Rp -
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp -
Rp 5,281,000 Rp 5,281,000
Rp 5,281,000 Rp 5,281,000

Rp 7,435,441,000
Koreksi Saldo Setelah Audit
Kredit Debet Kredit
Rp 7,435,441,000
Rp 2,800,000 Rp 7,432,891,000
Rp 7,479,099,000
Rp 7,479,539,000
Rp 7,467,018,667
Rp 2,800,000 Rp 7,513,666,667
PT BIMANTARA
TANAH
PER 31 DESEMBER 2017

Jenis Aktiva Tetap Tanggal Perolehan


Tanah 1 Februari 2005

Catatan
*Harga Tanah per 10 Desember 2016 sebesar Rp. 300.000.000
*Sertifikat Tanah tersimpan di safety deposit box

Keterangan
^ Sesuai dengan buku besar
(x) Harga perolehan sudah termasuk biaya notaris Rp. 6.400.000

PT BIMANTARA
GEDUNG
31 DESEMBER 2017

Tanggal Keterangan
31 Des 2016 Saldo
4 Okt 2017 Vo.810, Gedung No.2, CV Surya Kencana
11 Okt 2017
Vo.821, Gedung No.2, CV Surya Kencana Pembayaran Terakhir
5 Mei 2017
Voucher kas 190, Gedung No.1, PT Baratna Perbaikan Pintu
24 Des 2017
Vo.940, Gedung No.1, PT Baratna, Tempat Landasan Mesin
31 Des 2017 Saldo

Keterangan
ü Penjumlahan Sudah Benar
(x) Biaya tersebut seharusnya di bebankan pada periode 2017 (Adj 18)
^ Sesuai dengan buku besar

Jurnal Koreksi
18 Biaya Produksi
Biaya Pemeliharaan Gedung
Harga Pokok Produksi
Biaya Produksi
Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Produksi
(Untuk membebankan harga pemeliharaan gedung ke harga pokok penjualan)

PT BIMANTARA
PEMERIKSAAN AKUMULASI DEPRESIASI GEDUNG
31 DESEMBER 2017

Tanggal Keterangan
31 Des 2016 Saldo Rp 222,984,000
31 Des 2017 Pembebanan biaya depresiasi Rp 25,992,000
31 Des 2017 Saldo Rp 248,976,000 ˅
^

Keterangan
(˅) : hasil penjumlahan sudah benar
^ : sesuai dengan buku besar
Perhitungan Depresiasi
5% x Rp 1,363,000,000 = Rp 68,150,000 Rp 68,150,000
Rp 324,000,000 x 5% x 3/12 = Rp 4,050,000 Rp 4,050,000
Pembebanan biaya depresiasi Rp 72,200,000 Rp 72,200,000
Pembebanan biaya depresiasi menurut perusahaan Rp 25,992,000 Rp 25,992,000
Pembebanan biaya depresiasi menurut audit Rp 46,208,000 Rp 46,208,000

Jurnal Koreksi
19 Depresiasi gedung Rp 46,208,000
Akm depresiasi gedung Rp 46,208,000
Biaya overhead pabrik Rp 46,208,000
Depresiasi gedung Rp 46,208,000
Harga pokok produksi Rp 46,208,000
Biaya overhead pabrik Rp 46,208,000
Harga Pokok Produksi Rp 46,208,000
Biaya produksi Rp 46,208,000
Harga pokok penjualana Rp 46,208,000
Harga pokok produksi Rp 46,208,000
ANTARA
AH
EMBER 2017

ehan Nilai Perolehan


005 Rp 258,400,000 (x)
^

ANTARA
UNG
BER 2017

Saldo
Rp 1,363,000,000
Rp 54,000,000

hir Rp 270,000,000
Rp 250,000 (x)
(Tdk boleh dikapitalisasi)
Rp 44,000,000
Rp 1,731,250,000
Rp 1,731,000,000 ü

Rp 250,000
Rp 250,000
Rp 250,000
Rp 250,000
Rp 250,000
Rp 250,000
PT BIMANTARA
MESIN PABRIK
Per 31 Desember 2017
Tanggal Keterangan Debit Kredit
31/12/16 Saldo
4/1/2017 Peralatan ringan (Vo.220) Rp 240,000
1/7/2017 Mesin Bor (Vo. 402) Rp 26,000,000
1/7/2017 Mesin pemotong dijual Rp 10,000,000
Harga perolehan Rp 57,200,000
20/12/17 Mesin press (Vo. 928) Rp 8,060,000
27/12/18 Reparasi (Vo. 960) Rp 200,000
3/9/2018 Radio Rp 2,800,000

Akumulasi depresiasi 6 bulan = 1 jan - 1 juli


6/12 x 12,5 x 57,200,000
3,575,000 + 48,906,000
52,481,000
Laba = 57,200,000 - 52,481,000 = 5,281,000

Menurut Perusahaan
Kas Rp 10,000,000
Mesin pabrik Rp 10,000,000

Jurnal Koreksi
Kas Rp 10,000,000
Akm depresiasi mesin pabrik Rp 52,481,000
- Mesin Pabrik Rp 57,200,000
- Laba Penjualan Rp 5,281,000

20 Depresiasi Mesin Pabrik Rp 52,481,000


- Mesin Pabrik Rp 47,200,000
- Laba Penjualan Aktiva Tetap Rp 5,281,000

21 Biaya supplies pabrik Rp 240,000


Biaya pemeliharaan gedung Rp 200,000
- Mesin Pabrik Rp 440,000
Biaya overhead pabrik Rp 440,000
- Biaya supplies pabrik Rp 240,000
- Biaya pemeliharaan gedung Rp 200,000
Harga pokok produksi Rp 440,000
- Biaya overhead pabrik Rp 440,000
Harga Pokok Penjualan Rp 440,000
- Harga Pokok Produksi Rp 440,000

22 Mesin pabrik Rp 2,800,000


- Biaya pemeliharaan mesin pabrik Rp 2,800,000
Biaya opemeliharaan mesin pabrik Rp 2,800,000
- Biaya overhead pabrik Rp 2,800,000
Biaya overhead pabrik Rp 2,800,000
- Biaya produksi Rp 2,800,000
Biaya produksi Rp 2,800,000
- Harga pokok produksi Rp 2,800,000
Harga pokok produksi Rp 2,800,000
- Harga pokok penjualan Rp 2,800,000
Saldo Saldo per audit
Rp 886,200,000 Rp 886,200,000
Rp 886,440,000 Rp 886,200,000
Rp 912,440,000 Rp 912,200,000
Rp 902,440,000 Rp 845,000,000

Rp 910,500,000 Rp 853,060,000
Rp 910,700,000
Rp 855,860,000
PT BIMANTARA
Akumulasi Depresiasi Mesin Pabrik
Per 31 Desember 2017

Akumulasi Depresias Peralatan Kantor


12/31/2016 Saldo Rp 374,960,000
12/31/2016 Depresiasi (910.000.000 -91.070.000) x 10% Rp 81,964,000
12/31/2017 Saldo Rp 456,924,000

√ : Penjumlahan sudah benar
ᶺ : Sudah Sesuai dengan buku besar
q : perusahaan kurang membebankan biaya depresiasi mesin pabrik sebesar Rp 34.127.667(lihat koreksi 23)

Pembuktian perhitungan Akm. Depresiasi Mesin Pabrik :


12,5% x Rp 886.200.000 Rp 110,775,000
6/12x12,5%xRp 26.000.000 (broacher) Rp 1,625,000
6/12x12,5%xRp 57.000.000 (high speed cutter) Rp 3,575,000
6/12x12,5%xRp 2.800.000 (new band) Rp 116,667
Depresiasi Mesin Pabrik Per Audit Rp 116,091,667
Menurut Perusahaan Rp 81,964,000
Selisih Rp 34,127,667

Jurnal Koreksi
23 Harga Pokok Penjualan Rp 34,127,667
- Akm, Depresiasi Mesin Pabrik
rik

34.127.667(lihat koreksi 23)

Rp 34,127,667
PT BIMANTARA
Akumulasi Depresiasi Mesin Pabrik
Per 31 Desember 2017

Tanggal Keterangan
12/31/2016 Saldo
12/31/2016 Depresiasi Tahun 2017
12/31/2017 Saldo

√ : Penjumlahan sudah benar


ᶺ : Sudah Sesuai dengan buku besar
q : perusahaan kurang membebankan biaya depresiasi Peralatan Kantor sebesar Rp 304.000 (lihat koreksi 23)

Pembuktian perhitungan Akm. Depresiasi Mesin Pabrik :


Harga perolehan yang disusutkan Rp 19.400.000 - Rp 3.000.000
Depresiasi Tahun 2017 (12,5%x Rp16.400.000)
Depresiasi Menurut perusahaan Rp 1,746,000
Depresiasi PerAudit Rp 2,050,000
Kurang pembebanan Rp 304,000

Jurnal Koreksi
24 Depresiasi Peralatan Kantor Rp 304,000
- Akum, Depresiasi Peralatan Kantor
n Pabrik
7

Saldo
Rp 8,290,000
Rp 1,746,000
Rp 10,036,000 √

Rp 304.000 (lihat koreksi 23)

Rp 16,400,000
Rp 2,050,000

Rp 304,000
PT BIMANTARA
Hutang Dagang
Per 31 Desember 1999
Tanggal Keterangan Termin Jumlah
10-Dec-17 PT. Baja Mataram n/30 Rp 156,744,000.0 i
14-Dec-17 PT.Merapi Steel n/60 Rp 128,400,000.0 i
24-Dec-17 PT.Prasada Raya 2/10,n/30 Rp 94,000,000.0 i
28-Dec-17 PT. Sinar logam 2/10,n/30 Rp 48,000,000.0 i
28-Dec-17 PT.Nirwana Baja 1/10,n/30 Rp 37,500,000.0 i
28-Dec-17 PT.Sinar Logam 2/10,n/30 Rp 180,000,000.0 i
31-Dec-17 PT. Intan Perkasa n/60 Rp 9,400,000.0 * (D -1)
Jumlah Rp 635,244,000.0
Rp 644,644,000.0 √
31-Dec-17 PT.Sinar Logam n/30 Rp 7,520,000.0 q
Saldo Per Audit Rp 652,164,000.0

Keterangan
√ : Penjumlahan dan pngurangan sudah benar
i : Sudah Dicek/ditelusuri ke buku pembantu hutang
* : Jumlah tersebut merupakan saldo debet yang merupakan pembayaran uang muka
pembelian bahan baku (jurnal koreksi 13)
q : Jumlah tersebut merupakan pembelian 16 ton Bar Stock Kepada PT.Sinar Logam
@ Rp.470.000 belum dicatat oleh perusahaan (lihat Adj.25)

jurnal koreksi
25 Pembelian Rp 7,520,000.00
Hutang Dagang Rp 7,520,000.00
Biaya Bahan Baku Rp 7,520,000.00
Pembelian Rp 7,520,000.00
Harga Pokok Produksi Rp 7,520,000.00
Biaya Bahan Baku Rp 7,520,000.00
Harga Pokok Penjualan Rp 7,520,000.00
Harga Pokok Produksi Rp 7,520,000.00
(Untuk mencatat pembelian 16 tonbar stock kepada PT. Sinar Logam)
PT BIMANTARA
Hutang Wesel
Per 31 Desember 2017

Tanggal Keteranga Jangka WaPresentasi Saldo


1-Jul-17 PT. Nirwan6 Bulan 8% Rp 16,000,000.00
1-Oct-17 PT.Bangun6 Bulan 8% Rp 26,000,000.00 ,+
Rp 42,000,000.00 √
^
Keterangan
√ : Penjumlahan sudah benar
^ : Sudah sesuai dengan buku besar
PT Bimantara
Biaya Bunga Wesel
Per 31 Desember 2017
Bunga PT. Nirwana Baja
8% x Rp 16.000.000 x 6/12 = Rp 640,000 √√

Bunga PT. Bangun Karya


8% x Rp 26.000.000 x 3/12 = Rp 520,000 √√
Saldo Biaya Bunga per Audit Rp 1,160,000 √

Keterangan :
√√ : Perkalian Sudah Benar
√ : Penjumlahan / Pengurangan sudah benar

Jurnal Koreksi
26 Biaya Bunga Wesel Rp 1,160,000
- Hutang Wesel Rp 1,160,000
PT Bimantara
Pemeriksaan Atas Hutang Sewa Kendaraan
Per 31 Desember 2017

Tgl. Mulai Jenis Kendaraan Pembayaran Tanggal Pembayaran Pembayaran


5/30/2005 Truk Kecil Rp 227,000 12/31/2017 Rp 2,724,000
2/1/2008 Truk Sedang Rp 250,000 12/1/2017 Rp 3,000,000
4/30/2008 Truk Gandeng Rp 552,160 12/31/2017 Rp 6,626,000
6/1/2009 Truk Besar Rp 300,000 12/1/2017 Rp 1,800,000
Rp 14,150,000

√ : Pembukuan Sudah Benar

Jurnal Koreksi
27 Biaya Sewa Kendaraan Angkutan Rp 550,000
- Utang Sewa Kendaraan Angkutan Rp 550,000
Nilai Peraudit
Rp 2,724,000 √
Rp 2,750,000 √
Rp 6,626,000 √
Rp 1,800,000 √
Rp 13,900,000 √
PT BIMANTARA
Hutang Pajak Penghasilan Dan Pajak Penghasilan
Per 31 Desember 2017

Laba Sebelum Pajak


Pph th 2017 (25%x 1,256,174,333)
Laba Bersih Setelah Pajak

Keterangan:
√ : Perkalian dan Penjumlahan sudah benar

jurnal koreksi
28 Pajak Penghasilan Rp 314,043,583.00
Uang Muka Pph Rp 300,000,000.00
Utang Pajak Penghasilan Rp 14,043,583.00
( Untuk mencatat pajak penghasilan dan utang pajak penghasilan)
k Penghasilan

Rp 1,256,174,333.00
Rp 314,043,583.00 √
Rp 942,130,750.00 √
No. Tanggal Keterangan Debet
1 12/31/2017 Kas Kecil 1 Rp 2,000,000
- Macam-Macam Pendapatan 85
(Untuk mencatat penjualan sisa bahan baku)

2 12/31/2017 Biaya Advertensi 122 Rp 3,000,000


- Kas Kecil 1
(Untuk mencatat biaya advertensi)

3 12/31/2017 Biaya Pemeliharaan Gedung 105 Rp 2,500,000


- Gedung 32
(untuk kesalahan pencatatan)

4 12/31/2017 Biaya Umum Kantor 144 Rp 100,000


- Kas di Bank Umum 2
(Untuk mencatat biaya administrasi bank)

5 12/31/2017 Piutang Bunga 8 Rp 500,000


- Surat-surat berharga 4
(Untuk mencatat piutang bunga pada perusahaan di bebankan ke surat-surat berharga)

6 12/31/2017 Pendapatan Bunga 82 Rp 500,000


Piutang Bunga 8
(untuk mengoreksi kelebihan pengakuan bunga oleh perusahaan)

7 12/31/2017 Piutang Bunga 8 Rp 1,000,000


Pendapatan Bunga 82
(untuk mencatat pendapatan bunga bulan desember 2017 yang belum diakui oleh perusahaan )

8 12/31/2017 Cadangan Kerugian Piutang 5A Rp 7,120,000


- Piutang Dagang 5
(untuk mencatat penghapusan piutang dagang)

9 12/31/2017 Kerugian Piutang 142 Rp 8,010,000


- Cadagan kerugian piutang 5A
(untuk mencatat piutang yang disangsikan penagihannya)

10 12/31/2017 Pejualan 82 Rp 1,160,000


- Piutang Dagang 5
(Untuk mencatat retur penjualan kepada PT Gala Madya)

11 12/31/2017 Piutang Pegawai 7 Rp 2,700,000


- Piutang Dagang 5
(Untuk mengoreksi piutang pegawai yang dicatat sebagai piutang dagang pada perusahaan )

12 12/31/2017 Cadangan kerugian piutang Rp 560,600


- Kerugian piutang
(untuk mengkoreksi kelebihan pembukuan cadangan
kerugian piutang)
13 12/31/2017 Uang Muka pembelian Rp 9,400,000
- Hutang dagang
(Untuk mengkoreksi utang dagang yang bersaldo debet karena uang muka pembelian barang)

14 12/31/2017 Persediaan Bahan Baku Akhir 9 Rp 573,080,000


Harga Pokok Bahan Baku yang Dipakai 167 Rp 5,476,012,000
(Keterangan Untuk mencatat persediaan akhir bahan
- Pembelian 101
baku, harga pokok bahan baku yang dipakai dan
-untuk
Persediaan Bahan Baku
mengkreditkan Awal dan persediaan
pembelian 9
bahan baku awal)

15 12/31/2017 Persediaan Bahan Baku 9 Rp 7,200,000


- Harga Pokok Bahan Baku Yang Dipakai 167
(Untuk mengoreksi kesalahan pengembalian bahan baku pada orderan No. 9223)

16 12/31/2017 Persediaan Barang Dalam Proses Akhir 14 Rp 315,500,000


Harga Pokok Produksi 168 Rp 7,513,635,000
- Harga Pokok bahan Baku yang Dipakai 167
- Biaya Tenaga Kerja Langsung 102
- Biaya Overhead Pabrik 169
- Persediaan Barang Dalam Proses 14
(Untuk mencatat harga pokok dalam proses akhir, harga
pokok produksi dan mengkreditkan biaya produksi serta
harga pokok barang dalam proses awal)

17 12/31/2017 Persediaan Barang Jadi akhir 31-12-2017 11 Rp 201,164,000


Harga Pokok Penjualan 170 Rp 7,435,441,000
- Harga Pokok Produksi 168
- Persediaan Barang Jadi Awal 1-1-2017 11
(Untuk mencatat persediaan barang dagang akhir dan
harga pokok penjualan serta untuk mengkredit harga
pokok produksi dan persediaan barang jadi awal)
18 12/31/2017 Biaya Produksi Rp 250,000
-Biaya Pemeliharaan Gedung
Harga Pokok Produksi Rp 250,000
- Biaya Produksi
Harga Pokok Penjualan Rp 250,000
- Harga Pokok Produksi
(Untuk membebankan harga pemeliharaan gedung ke
harga pokok penjualan)

19 12/31/2017 Depresiasi gedung Rp 46,208,000


- Akm depresiasi gedung
Biaya overhead pabrik Rp 46,208,000
-Depresiasi gedung
Harga pokok produksi Rp 46,208,000
-Biaya overhead pabrik
Harga Pokok Produksi Rp 46,208,000
-Biaya produksi
Harga pokok penjualana Rp 46,208,000
- Harga pokok produksi
20 Depresiasi Mesin Pabrik Rp 52,481,000
- Mesin Pabrik
- Laba Penjualan Aktiva Tetap

21 Biaya supplies pabrik Rp 240,000


Biaya pemeliharaan gedung Rp 200,000
- Mesin Pabrik
Biaya overhead pabrik Rp 440,000
- Biaya supplies pabrik
- Biaya pemeliharaan gedung
Harga pokok produksi Rp 440,000
- Biaya overhead pabrik
Harga Pokok Penjualan Rp 440,000
- Harga Pokok Produksi

22 Mesin pabrik Rp 2,800,000


- Biaya pemeliharaan mesin pabrik
Biaya opemeliharaan mesin pabrik Rp 2,800,000
- Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik Rp 2,800,000
- Biaya produksi
Biaya produksi Rp 2,800,000
- Harga pokok produksi
Harga pokok produksi Rp 2,800,000
- Harga pokok penjualan

23 Harga Pokok Penjualan Rp 2,800,000


- Akm, Depresiasi Mesin Pabrik

24 Depresiasi Peralatan Kantor Rp 304,000


- Akum, Depresiasi Peralatan Kantor

25 Pembelian Rp 7,520,000.00
Hutang Dagang
Biaya Bahan Baku Rp 7,520,000.00
Pembelian
Harga Pokok Produksi Rp 7,520,000.00
Biaya Bahan Baku
Harga Pokok Penjualan Rp 7,520,000.00
Harga Pokok Produksi
(Untuk mencatat pembelian 16 tonbar stock kepada PT. Sinar Logam)

26 Biaya Bunga Wesel Rp 1,160,000


- Hutang Wesel
27 Biaya Sewa Kendaraan Angkutan Rp 550,000
- Utang Sewa Kendaraan Angkutan

28 Pajak Penghasilan Rp 314,043,583.00


Uang Muka Pph
Utang Pajak Penghasilan
( Untuk mencatat pajak penghasilan dan utang pajak penghasilan)
Kredit

Rp 2,000,000

Rp 3,000,000

Rp 2,500,000

Rp 100,000

Rp 500,000
urat berharga)

Rp 500,000

Rp 1,000,000
akui oleh perusahaan )

Rp 7,120,000

Rp 8,010,000

Rp 1,160,000

Rp 2,700,000
g pada perusahaan )

Rp 560,600
Rp 9,400,000
ka pembelian barang)

Rp 5,511,252,000
Rp 537,840,000

Rp 7,200,000

Rp 5,468,812,000
Rp 1,446,930,000
Rp 716,483,000
Rp 196,910,000

Rp 7,513,635,000
Rp 122,970,000

Rp 250,000

Rp 250,000

Rp 250,000

Rp 46,208,000

Rp 46,208,000

Rp 46,208,000

Rp 46,208,000

Rp 46,208,000
Rp 47,200,000
Rp 5,281,000

Rp 440,000

Rp 240,000
Rp 200,000

Rp 440,000

Rp 440,000

Rp 2,800,000

Rp 2,800,000

Rp 2,800,000

Rp 2,800,000

Rp 2,800,000

Rp 2,800,000

Rp 304,000

Rp 7,520,000.00

Rp 7,520,000.00

Rp 7,520,000.00

Rp 7,520,000.00

Rp 1,160,000
Rp 550,000

Rp 300,000,000.00
Rp 14,043,583.00
EKAJAYA & REKAN
KANTOR AKUNTAN PUBIK
JL. Papandayan No 1 A, Yogtakarta

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Yth. Denpasar, 3 Maret 2018


Direksi dan Dewan Komisaris
PT. BIMANTARA
JL. Gatot Subroto Timur No. 213 X
Denpasar

Kami telah mengaudit Neraca PT Bimantara tanggal 31 Desember 2017, Laporan Laba-Rugi dan
Laporan Laba Ditahan, serta Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan Keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami
terletak pada pernyataan pendapat atas Laporan Keuangan berdasarkan audit kami.

Tanggungjawab manajemen atas laporan keuangan


Kami melakukan audit berdasarkan standart auditing yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia. Standart tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar
kami memperoleh keyakinan memadai bahwa Laporan Keuangan bebas dari salah saji material.
Audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah - jumlah
dan pengungkapan dalam Laporan Keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi
yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap
penyajian Laporan Keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa Audit kami memberikan
dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Tanggungjawab auditor

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan ini
berdasarkan audit kami. Kami melakanakan audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi
ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material. Suatu audit
melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan
pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan
auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
konsolidasian, baik disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Opini

Menurut pendapat kami, Laporan Keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar
dalam semua hal yang material, posisi Keuangan PT Bimantara tanggal 31 Desember 2017 dan
hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Kantor Akuntan Publik

Ayumas Saraswati Bhujangga


r, 3 Maret 2018

oran Laba-Rugi dan


da tanggal tersebut.
jawab kami
kami.

eh Ikatan Akuntan
nakan audit agar
salah saji material.
g jumlah - jumlah
tas prinsip akuntansi
nilaian terhadap
ami memberikan

ngan ini
yang ditetapkan oleh
k mematuhi
eh keyakinan
aterial. Suatu audit
a-angka dan
da pertimbangan
poran keuangan
kan secara wajar
esember 2017 dan
uai dengan prinsip-

untan Publik

swati Bhujangga