Anda di halaman 1dari 16

Tugas Sistem Pengendalian Manajemen

tentang
“SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN APPLE
INC”

Disusun Oleh :
DWI MAYRANI
(1662201023)
5.3 Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU – RIAU
Sebelum membantu mendirikan Apple, Steve Wozniak adalah seorang hacker elektronik.
Pada tahun 1975, dia bekerja di Hewlett-Packard dan membantu temannya Steve
Jobs mendisain video game untuk Atari. Pada saat itu, Wozniak telah membeli computer
time pada bermacam jenisminicomputer yang di-host oleh Call Computer, sebuah
perusahaan timesharing. Terminal komputer pada saat itu mayoritas berbasis kertas; thermal
printer seperti Texas Instruments Silent 700 adalah terminal yang paling maju. Wozniak melihat
sebuah artikel di majalah bernama Popular Electronics edisi 1975 yang berisikan bagaimana cara
untuk membuat terminal komputer sendiri. Menggunakan alat-alat yang dapat dibeli di toko,
Wozniak merancang dan membuat komputer bernama Computer Conversor, sebuat video
teletype yang bisa dipakai untuk mengakses minicomputer di Call Computers. Disainnya
kemudian dibeli oleh Call Computers dan beberapa unit terjual.
Pada tahun 1975 Wozniak mulai menghadiri pertemuan sebuah klub bernama Homebrew
Computer Club. Microcomputer baru seperti Altair 8800 dan IMSAI menginspirasinya untuk
memasang sebuah mikroprosesor pada video teletype-nya untuk menjadikannya sebuah unit
komputer yang lengkap.
Pada saat itu CPU yang banyak tersedia adalah Intel 8080 seharga $US 179 dan Motorola
6800 seharga $US 170. Wozniak lebih tertarik pada Motorola 6800 tetapi harganya terlalu
mahal. Dia pun kemudian sadar dan hanya mendisain komputer di atas kertas.
Ketika MOS Technology memproduksi chip 6502 pada tahun 1976 dengan harga $US
20, Wozniak membuat sebuah versi BASIC untuk chip tersebut dan mulai mendisain sebuah
komputer untuk menjalankannya. Chip 6502 didisain oleh orang yang sama yang telah
mendisain Motorola 6800. Wozniak kemudian berhasil membuat komputer tersebut dan
membawanya ke pertemuan-pertemuan Homebrew Computer Club untuk dipamerkan. Pada satu
pertemuan Wozniak bertemu teman lamanya Steve Jobs yang tertarik akan potensi
komersialisasi komputer-komputer kecil.
Steve Jobs dan Steve Wozniak sudah berteman sejak lama. Bertemu pertama kali pada
tahun 1971 ketika seorang teman memperkenalkan Wozniak yang saat itu berumur 21 tahun
kepada Jobs yang saat itu baru berumur 16 tahun. Jobs berhasil membujuk Wozniak untuk
membuat komputer dan menjualnya. Jobs mendekati sebuat toko komputer lokal The Byte
Shop yang tertarik untuk membeli komputer tetapi hanya komputer yang sudah terpaket lengkap,
pemilik toko tersebut Paul Terrell mengatakan ia siap membeli 50 unit seharga $US 500 satunya.
Komputer buatan Wozniak hanya memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya dapat
menggunakan TV sebagai monitor di mana saat itu banyak komputer tidak memiliki monitor
sama sekali. Monitor ini bukanlah seperti monitor modern dan hanya menampilkan teks dengan
kecepatan 60 karakter per detik. Komputer ini bernama Apple I dan memiliki
kode bootstrap pada ROM-nya yang membuatnya lebih mudah untuk dihidupkan. Akhirnya
dengan paksaan Paul Terrell Wozniak juga mendisain sebuah mekanisme kaset untuk membuka
dan menyimpan program dengan kecepatan 1,200 bits/detik, sebuah kecepatan yang cukup tinggi
pada saat itu. Walaupun komputer tersebut cukup sederhana disainnya adalah
sebuah masterpiece, menggunakan jumlah komponen yang jauh lebih sedikit dengan komputer-
komputer sejenisnya dan berhasil memberi reputasi kepada Wozniak sebagai seorang master
designer dengan cepat.
Dibantu oleh satu orang lagi teman Ronald Wayne, bertiga mereka mulai memproduksi
komputer tersebut. Dengan menggunakan berbagai cara termasuk meminjam ruangan dari teman
dan keluarga, menjual bermacam harta pribadi (seperti kalkulator dan sebuah mobil VW Combi),
memulung dan sedikit menipu. Jobs berhasil mendapatkan komponen-komponen yang
dibutuhkan untuk produksi sementara Wozniak dan Wayne membuat komputer-komputer
tersebut. Selesai dan dikirim pada bulan Juni, mereka dibayar sesuai janji oleh Paul Terrell. Pada
akhirnya, 200 unit Apple I diproduksi.
Tapi Wozniak sudah lebih maju daripada Apple I. Banyak elemen design Apple I dibuat
karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh mereka untuk membuat sebuah prototype. Tapi
dengan pendapatan dari penjualan Apple I, dia bisa memulai produksi komputer yang lebih
canggih, Apple II; Apple II diperkenalkan kepada publik pada West Coast Computer Faire pada
bulan April 1977.
Perbedaan utama dengan Apple I adalah tampilan TV yang didesign total, di mana
tampilan disimpan di memori. Dengan cara ini monitor tidak hanya bisa menampilkan teks juga
bisa menampilkan gambar dan pada akhirnya warna. Pada saat yang sama Jobs menekankan
disain casing dan keyboard yang lebih baik dengan pemikiran bahwa komputer tersebut harus
lengkap dan siap langsung dinyalakan. Apple I hampir bisa seperti itu namun pengguna masih
harus memasang berbagai macam komponen dan menulis kode untuk menjalankan BASIC.
Menyadari membuat komputer seperti itu akan memakan banyak biaya. Jobs mulai
mencari uang tunai namun Wayne sedikit ragu karena ia pernah mengalami kegagalan
perusahaan empat tahun sebelumnya dan akhirnya keluar dari perusahaan. Jobs akhirnya bertemu
dengan Mike Markkula yang menjamin pinjaman bank sebanyak $US 250.000 dan mereka
bertiga membentuk perusahaan Apple Computer pada 1 April 1976. Dengan dana dan disain
bentuk yang baru, Apple II dilepas pada tahun 1977 dan menjadi komputer yang biasanya
diasosiasikan dengan munculnya pasar PC. Jutaan unit terjual sampai tahun 1980an. Ketika
Apple go public pada tahun 1980, mereka menghasilkan dana terbanyak sejak Ford go public
pada tahun 1956. Berbagai jenis model Apple II diproduksi, termasuk Apple IIe dan Apple IIgs.
Apple Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan
multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California dan bergerak dalam bidang
perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik konsumen,
komputer
perangkat lunak komputer, serta pribadi. Apple Inc. didirikan pada tanggal 1 April, 1976
dan diinkonporasikan menjadi Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977. Pada 9
Januari, 2007, kata “Computer” dihapus untuk mencerminkan fokus Apple terhadap bidang
elektronik konsumen pascapeluncuran iPhone.
Apple dikenal akan jajaran produk perangkat lunak diantaranya sistem operasi OS
X dan iOS, pemutar musik iTunes, serta peramban web Safari, dan perangkat keras diantaranya
komputer meja iMac, komputer jinjing MacBook Pro, pemutar lagu iPod, serta telepon
genggam iPhone.

 Visi
Apple di setiap meja.

 Misi
Apple memicu revolusi komputer pribadi pada tahun 1970an dengan Apple II dan diciptakan
kembali komputer pribadi pada tahun 1980 dengan Macintosh. Apple berkomitmen untuk
membawa pengalaman komputasi personal terbaik kepada siswa, pendidik, profesional kreatif
dan konsumen di seluruh dunia melalui inovatif software, hardware dan persembahan internet.
 Sasaran Pasar Yang Dibidik
Pasar yang dibidik Apple inc antara lain kalangan pelajar, pekerja, pemerintahan, serta
masyarakat internasional. Apple menyadari bahwa kaum profesional muda yang jumlahnya terus
berkembang (terutama mereka yang sukses lewat bisnis online) akan menjadi konsumen alat
komunikasi canggih yang setia. Oleh karena itu, kampanye pemasaran produk iPhone sejak seri
pertama selalu menonjolkan hal-hal yang akan menarik perhatian kaum muda dan profesional
yaitu produk yang canggih, trendi dan serba bisa.

 Tujuan
Steve Jobs mengatakan bahwa tujuan Apple didirikan bukanlah untuk mendapatkan uang.
Tujuan kami adalah mendesain dan membangun lalu memberikan barang-barang bagus ke
masyarakat. Kami percaya dengan cara begitu, orang-orang akan menyukai kami, dan sebagai
gantinya,kami akan mendapatkan uang. Tapi kami memahami betul mengenai tujuan-tujuan
yang kami miliki.

 Sistem Budaya Organisasi yang Dilakukan oleh Apple


Apple membentuk tim budaya, melakukan assesment budaya, lalu membuat rumusan
value dan slogan baru. Lalu, serangkaian poster, pamfle, spanduk dan buku disusun dan
sebarluaskan. Tak jarang, Apple mengundang pakar atau motivator handal untuk berbicara
didepan karyawannya tentang budaya baru dan perubahan. Awalnya semua nampak senang
sampai kemudian memasuki implementasi budaya baru dalam perilaku kerjadan proses bisnis,
semua menjadi ragu dan terjadilah resistensi.
Adanya resistensi menunjukkan proses pembentukan budaya yang disusun tidak berdasar pada
praktek-praktek keseharian dalam organisasi Apple.
Organisasi Apple melalui hari demi hari dengan banyak aktivitas. Banyak cara telah
digunakan oleh organisasi ini untuk mencapai tujuan. Mulai dengan berjalan normal, merangkak
sampai jungkir balik pun dilakukan. Steve Jobs, pemimpin karismatik Apple Computer,
menginvestasi perusahaan dengan cara menemukan mangsa pasar yang baru untuk alat music
digital iPod.
Visi Jobs adalah menciptakan alat pemutar musik yang bisa dibawa kemana pun dan
mencoba untuk tampil baik dalam semua dimensi strategis.
Tetapi karena berbagai dimensi strategis memerlukan cara pengelolaan perusahaan yang
berbeda dan kadang kala tidak konsisten, perusahaan-perusahaan ini akhirnya bekerjasama atau
dua perusahaan bersama-sama memasarkan produk mereka yang saling melengkapi atau
menciptakan suatu produk baru. Sebagai contoh : Apple bekerjasama dengan Digital Vax untuk
bersama merancang, memproduksi, dan memasarkan suatu produk baru.
Organisasi Apple menentukan target yang melampui kapasitasnya. Namun, komitmen
pada organisasi membuat Apple mengerahkan seluruh daya upaya yang bersumber dari
kekuatan-kekuatan unik yang dimilki para karyawannya. Kebersamaan membuat Apple bertahan
dalam ketegaran mengatasi kesulitan demi kesulitan.

 Struktur Organisasi Perusahaan Apple


Perusahaan ini memiliki target pasaran kepada negara-negara berkembang yang jumlah
anak mudanya bisa dibilang mayoritas. Seperti Amerika, Indonesia, Eropa, dan negara-negara
lainnya. Dibuktikan dengan desain produk-produknya yang lebih catchy untuk digunakan oleh
kaum muda-mudi.
 Fokus
Kelebihan lain dari Apple adalah fokus kepada beberapa hal saja dalam satu waktu. Sulit
dibayangkan hal ini bisa dilakukan oleh sebuah organisasi korporat seperti Apple.
Kuncinya? Saying NO. Jobs selalu menekankan pentingnya memilah hal-hal yang tidak perlu
dilakukan. Dengan demikian, Apple bisa tetap fokus terhadap hal-hal yang benar-benar kritikal
dan penting dengan sangat baik dan dalam waktu yang lama.
 Top 100
Ada sekumpulan orang di Apple yang bekerja langsung dengan Jobs. Mereka disebut
sebagai Top 100. Isinya tak hanya para eksekutif Apple, melainkan juga orang-orang yang
dipilih langsung oleh Jobs atas pertimbangan tertentu. “Keanggotaannya” tidak permanen,
karena seseorang bisa saja baru diundang tahun lalu, tapi “ditendang” di tahun berikutnya. Dan
terlempar dari kelompok elit ini adalah suatu hal yang memalukan. pentingnya peran ke-100
orang ini, sampai-sampai mereka dianggap sebagai orang-orang yang akan selalu dibawa oleh
Steve Jobs seandainya dia mendirikan perusahaan baru.
Setiap tahun, Jobs mengadakan rapat dengan Top 100 ini untuk membicarakan hal-hal yang
strategis. Uniknya, keterlibatan dalam rapat ini dan lokasi rapat sangat dijaga kerahasiaannya.
Bahkan para peserta tidak diperbolehkan menyetir sendiri kendaraannya. Alih-alih, mereka akan
naik bis dari kantor pusat Apple di Cupertino, California, menuju ke sebuah tempat yang telah
disetujui oleh Jobs. Gilanya lagi, ruang rapat tersebut juga di-sweeping untuk menghindari
kemungkinan penyadapan oleh pihak lain.
Dalam rapat rahasia inilah, Steve Jobs biasanya akan memaparkan kembali visi-visinya di
hadapan para pemimpin masa depan Apple. Jadi selain merupakan rapat strategis, kegiatan ini
juga merupakan ajang regenerasi buat Apple.
 Memilih SDM yang tepat
Apple bukanlah sebuah perusahaan yang punya banyak SDM yang mumpuni. Oleh
karenanya, sangat penting bagi mereka untuk memilih orang yang benar-benar tepat untuk
bekerja pada suatu proyek tertentu. Bagi mereka, hal ini lebih penting dibandingkan dengan
uang. Toh, Apple tak segan merogoh kocek mereka jika memang mereka merasa perlu untuk
melakukannya.
Apple biasanya akan membentuk tim yang kecil untuk sebuah proyek. Misalnya ketika
mereka hendak mempersiapkan peramban Safari untuk iPad, Apple hanya menunjuk 2 orang
engineer saja untuk menuliskan kode-kodenya.
 Spesialisasi
Para pegawai di Apple terkenal sangat mumpuni dalam bidangnya dan tidak pernah
terekspos oleh hal lain di luar keahliannya. Spesialiasi seperti ini sangat terasa dalam organisasi
Apple. Jennifer Bailey, VP Online Store, tidak punya wewenang terhadap foto-foto yang
terpampang pada website Apple. Foto-foto itu ditangani secara khusus oleh sebuah tim untuk
grafis.Ron Johnson yang jabatannya Senior VP untuk urusan ritel tidak punya wewenang untuk
mengurusi masalah inventory di toko ritel. Semua urusan inventory adalah tanggung jawab Tim
Cook, sang COO, yang membawahi supply-chain management.
Menurut Jobs, dengan spesialisasi seperti inilah dia bisa mendapatkan orang-orang kelas
dunia untuk setiap posisi di Apple. Jobs tidak percaya dengan struktur General Manager yang
banyak dipakai oleh hampir seluruh perusahaan di dunia. Seorang pegawai yang cemerlang di
Apple bisa saja diundang untuk menghadiri sebuah rapat para eksekutif hanya agar dia bisa
belajar tentang proses pengambilan sebuah keputusan.
 Pengertian Menetapkan Tujuan dan Mengembangkan Rencana
Penetapan tujuan adalah suatu hasil akhir, titik akhir atau segala sesuatu yang akan
dicapai tujuannya oleh organisasi tersebut. Sebelum organisasi menentukan tujuannya, maka
terlebih dulu untuk menetapkan misi atau maksud organisasi.
Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan
misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk
dan pasar.
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk
mencapai tujuan itu dengan penentuan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan bagaimana
cara terbaik untuk melakukan hal tersebut. Adapun pengembangan rencana yaitu
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain; pengorganisasian,
pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Rencana informal adalah rencana yang
tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi.

Fungsi Tujuan dan Tahap Dasar Perencanaan


Adapun Fungsi tujuan sebagai berikut :
 Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan
datang.Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa
yang harus dan tidak harus dilakukan.
 Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan
sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya.
 Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan
memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan organisasi.
 Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang
penting.Dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para
anggota.
 Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan
organisasi.
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini :
Tahap 1 : Menetapkan Tujuan atau Serangkaian Tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan
organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan
sumber dayanya secara tidak efektif.
Tahap 2 : Merumuskan Keadaan Saat Ini
Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau
sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena
tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat
ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.
Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik yang didapat
melalui komunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : Mengidentifikasi Segala Kemudahan dan Hambatan


Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan
untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui
faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai
tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi
keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang
adalah bagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : Mengembangkan Rencana atau Serangkaian Kegiatan untuk Pencapaian Tujuan


Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif
kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif
terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.
Apple memiliki sebuah misi yaitu Apple merancang Mac, sebuah PC terbaik di dunia,
bersama dengan OS X, iLife, iWork dan perangkat lunak profesional. Apple memimpin revolusi
musik digital dengan iPod dan iTunes toko online miliknya. Apple telah menciptakan kembali
mobile phone dengan iPhone dan app store yang revolusioner, dan hal tersebut menjelaskan
masa depan mobile media dan computing devices dengan iPad. Melihat visi dan misi yang baru
tersebut, Tim Cook merancang beberapa rencana strategis bagi Apple untuk kedepannya, yaitu:
1. Bertanggung Jawab dalam Pemeliharaan Lingkungan Hidup.
Strategi ini merupakan perwujudan dari visi Apple yaitu berfokus pada inovasi. Apple
berusaha untuk memfokuskan diri terhadap pemanfaatan energi yang dapat diperbarui pada
kantor dan tokonya. Hingga saat ini pemnafaatan energi yang dapat diperbarui tersebut
mencapai 94% pada kantornya. Tantangan yang ditemui Apple yaitu energi yang dapat
diperbarui tersebut belum tersedia untuk seluruh tokonya. Selain itu Apple berusaha untuk
menyingkirkan zat-zat beracun dari proses produksi dan produk mereka.
2. Pemanfaatan Kemampuan untuk Perancangan dan Pengembangan Produk.
Strategi ini sedang dijalankan secara terus menerus karena dalam rangka perusahaan
untuk mempertahankan keuntungan dalam persaingan, Apple harus menawarkan inovasi
yang unggul dibanding merk lain dan integrasi seluruh produknya. Pemanfaatan kemampuan
ini akan memungkinkan Apple untuk berada di atas pesaing-pesaingnya.
3. Meningkatkan dan Mengembangkan Produk Apple.
Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan produk-produknya secara terus
menerus, Apple menginvestasikan dalam jumlah yang besar pada divisi Research and
Development (R&D) miliknya. Selama empat tahun terakhir ini Apple meningkatkan
investasinya dari 2,4 miliar dollar hingga 4,5 miliar dollar di tahun 2013. Investasi ini
membuktikan begitu pentingnya peningkatan dan pengembangan produk Apple. Apple
meyakini pembeli akan pengalaman pembelian produk yang berkualitas tinggi, karena itu
strategi perusahaan juga termasuk dalam perluasan ritel dan toko onlinenya untuk
menyediakan penjualan yang berkualitas tinggi.
4. Memberi Dukungan kepada Komunitas Apple.
Apple memberi dukungan lebih bagi komunitasnya untuk mengembangkan perangkat
lunak third-party dan produk perangkat keras Apple.
5. Strategi Target Pemasaran.
Apple memiliki empat target pasar yang jelas bagi produknya. Target pasar pertama
mereka adalah remaja karena mereka menggunakan produk Apple untuk bersosialisasi,
hiburan dan lain-lain. Target pasar berikutnya yaitu mahasiswa dan siswa, yang mana
mennggunakan produk Apple untuk mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah mereka.
Penggunaan produk Apple seperti laptop membuat kehidupan mereka lebih fleksibel. Target
pasar berikutnya adalah pengusaha dan eksekutif perusahaan, yang mana mereka selalu
menggunakan produk Apple untuk melakukan presentasi, urusan bisnis dan kerjasama
perusahaan. Target pasar yang terakhir yaitu dewasa, mereka menggunakan produk Apple
untuk terus menjaga relasi dan berkomunikasi dengan sahabat dan temannya serta
menikmati hidup dengan bersosialisasi dengan orang lain.
6. Strategi Produk.
Produk yang diproduksi Apple dibuat lebih fleksibel mudah untuk dibawa, memakan
sedikit waktu dan dirancang dengan sebaik mungkin dan selalu lebih baik dari produk versi
sebelumnya.
7. Strategi Tempat.
Apple meletakkan toko onlinenya pada tempat yang mudah untuk ditemui, sehingga
orang-orang da pat menuju ke toko dengan cepat dan membeli produk yang
diinginkannya.
8. Strategi Promosi.
Sarana promosi awal Apple melalui pengiklanan. Apple secara besar-besaran
mempromosikan produk dan perbaruan produknya melalui saluran televisi, majalah
teknologi, internet dan aplikasi.
9. Strategi Harga.
Apple merancang produk yang tidak terlalu murah, produk Apple dijual dengan harga
yang tinggi mengacu kepada survei mereka yang menyatakan bahwa pembelian produk
dengan harga yang tinggi adalah sebuah cara yang layak untuk menghabiskan uang dan
produk tersebut mampu memuaskan kebutuhan konsumen.
Apple dan Keuntungan Strategi Masa Depan
Jika kita berpikir tentang apa yang membuat strategi Apple lebih unggul dibanding para
pesaingnya maka biasanya jawaban yang dikemukakan adalah karena Apple memiliki orang-
orang seperti Steve Jobs dan Jonathan Ive yang namanya sudah mendunia. Memang benar bahwa
memiliki “otak” seperti mereka di jajaran atas sebuah perusahaan akan memberikan keuntungan
lebih untuk dapat bersaing dengan kompetitor. Tapi akan menjadi suatu kesalahan jika kita
berpikir bahwa kesuksesan dan rencana jangka panjang Apple akan selesai tanpa adanya orang-
orang tersebut. Menurut saya kesuksesan Apple bukan lah dari individu saja tapi dari usaha
kolaborasi mereka yang memiliki visi berbeda dan unik.
Kalau kita lihat dari produk produk Apple yang beredar dipasaran, inti tujuan dari Apple
dalam membuat sebuah produk adalah untuk selalu membuat produk yang bisa bersaing paling
tidak untuk dua tahun kedepan, bukan saat ini. Untuk melakukan hal tersebut ratusan orang di
Apple melakukan pekerjaan, penelitian dan lain-lain. Mengerjakan sesuatu yang sebagian besar
pesaingnya tidak melakukan hal tersebut, yaitu melakukan visualisasi dari apa yang pelanggan
inginkan dalam dua sampai lima tahun ke depan, berikut dengan arsitektur detail dari tiap visi
yang dibuat. Kemudian dari detil tersebut tiap divisi akan merancang lebih detil lagi untuk dapat
memastikan produk mereka terpakai di masa depan, bukan saat ini.
Sebuah contoh menarik yang mendeskripsikan proses di atas adalah pengembangan
iPhone. Percaya atau tidak, menurut rumor, pengembangan iPhone ini dimulai dikisaran 2004
ketika beberapa insinyur Apple menunjukan design iPod dengan menggunakan touch screen
yang lebih besar. Steve Jobs sangat terkesan dengan hasil research para insinyur itu, kemudian
Steve Jobs menantang mereka untuk dapat membuat produk seperti tablet PC, dan menjejalkan
semua fungsinya ke dalam sebuah iPod layar besar tersebut. Maka jadilah konsep iPod dengan
layar besar menjadi sebuah handphone dengan layar sentuh dan design seperti tablet PC.
Namun pengembangannya tidak berhenti disitu, setalah adanya proses peninjauan
kebutuhan pelanggan, maka Apple menginginkan iPod layar besar tersebut digunakan lebih dari
sekedar untuk multimedia ataupun komunikasi. Mereka menyadari bahwa iPhone tersebut harus
bisa menjadi PC dalam saku pelanggan untuk melayani penggunaan PC secara mobile di masa
depan.
Butuh waktu tiga tahun untuk si iPhone ini hingga akhirnya dipasarkan di pasaran. Waktu
yang cukup lama untuk membuat sebuah produk. Pada tahun 2007 Apple memperkenalkan
iPhone beserta ekosistem aplikasi atau yang sekarang sering disebut “Mobile Apps”. Seperti
yang kita tahu peluncuran iPhone ini seperti merubah perjalanan smartphone hingga saat ini.
Walaupun dengan respon pesimis dari pasar pada awalnya tetapi akhirnya iPhone bisa menjadi
salah satu penguasa smartphone di dunia.
Sejak saat itu para vendor handphone lainnya berlomba-lomba untuk membuat produk
pesaing Apple. Walaupun banyaknya pesaing, tetapi start mereka terlambat, sehingga hingga saat
ini para vendor masih berusaha untuk menyaingi iPhone bukan fokus untuk menciptakan produk
yang berguna di masa depan. Sementara itu Apple pada waktu itu terus mengeluarkan update
baru dari produk iPhone mereka secara berkala hingga saat ini.
Berikutnya Apple memperkenalkan iPad. Konsep tablet dari Apple sendiri bukanlah
konsep baru karena pada tahun 1989 Apple pernah membuat konsep serupa di produk Newton
MessagePad dan produk-produk MessagePad lainnya (biasa disingkat MP). Bedanya, perhatian
Apple masih belum fokus ke detail desain, aplikasi dan layanan-layanan yang digunakan iPad
pada saat ini. Jadilah produk MP tersebut kurang sukses dan tidak booming di pasaran.

iOS (sebelum ini iPhone OS) adalah sistem pengendalian peranti bergerak yang
dibangun dan diedarkan oleh Apple Inc. Pertama kali dikeluarkan pada tahun 2007 untuk iPhone
dan iPod Touch, penggunaannya diperluaskan kepada iPad dan juga Apple TV. Tidak seperti
sistem pengendalian peranti bergerak yang lain, Apple tidak memberi lesen untuk menggunakan
iOS selain peranti Apple.
iOS berasal dari OS X, di mana ia juga berkongsi dengan asas Darwin, dan kerana ini
boleh dikatakan sebagai sistem pengendalian Unix. iOS juga boleh dikatakan sebagai OS X versi
peranti bergerak Apple.
Ia mempunyai 4 lapisan pengabstrakan. Lapisan sistem pengoperasian Core, lapisan Core
Services, lapisan media dan lapisan Cocoa Touch
Analisi SWOT Perusahaan Apple

Kekuatan.
Apple adalah perusahaan yang sangat sukses. Penjualan dari pemutar musik iPod telah
meningkatkan laba kuartal kedua hingga $ 320 (Juni 2005). Persepsi merek yang
menguntungkan juga meningkat penjualan komputer Macintosh. Jadi iPod perusahaan
memberikan akses ke seluruh seri baru segmen yang membeli ke bagian lain dari merek
Apple. Penjualan dari produk-produk notebook juga sangat kuat, dan merupakan kontribusi
besar untuk pendapatan untuk Apple.
Merek adalah yang paling penting. Apple adalah salah satu yang paling mapan dan sehat
merek IT di Dunia, dan memiliki seperangkat sangat setia antusias pelanggan yang
mendukung merek. Kesetiaan yang begitu kuat berarti bahwa tidak cukup hanya merekrut
pelanggan baru, hal itu tetap mereka yaitu mereka datang kembali untuk lebih banyak produk
dan jasa dari Apple, dan perusahaan ini juga memiliki kesempatan untuk memperluas produk-
produk baru kepada mereka, misalnya iPod.

Kelemahan.
Hal ini melaporkan bahwa iPod Nano Apple mungkin memiliki layar rusak. Perusahaan
telah berkomentar bahwa batch dari produk layar yang patah di bawah pengaruh, dan
perusahaan menggantikan semua item rusak. Hal ini merupakan tambahan masalah dengan
iPod awal baterai yang rusak, di mana perusahaan menawarkan pelanggan bebas kasus
baterai.
Ada tekanan pada Apple untuk meningkatkan harga dari musik download file, dari
industri musik itu sendiri. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini membuat lebih banyak
uang dari iTunes (yaitu musik download file) dari dari penjualan CD asli mereka. Apple telah
menjual sekitar 22 juta iPod pemutar musik digital dan lebih dari 500 juta lagu meskipun toko
musik iTunes. Bertanggung jawab atas 82% dari semua musik download secara legal di
AS. Perusahaan ini tegas, tetapi jika menyerah pada produser musik, hal itu dapat dianggap
sebagai kelemahan komersial.
Awal tahun 2005 Apple mengumumkan bahwa itu adalah untuk mengakhiri hubungan
lama dengan IBM sebagai pemasok chip, dan bahwa itu akan beralih ke Intel.Beberapa ahli
industri berkomentar bahwa swap bisa membingungkan konsumen Apple.

Kesempatan.
Apel memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemutar musik iTunes dan teknologi
ke dalam ponsel format. Para perangkat ponsel Rokr dikembangkan oleh Motorola. Ini
memiliki layar warna, speaker stereo dan sebuah sistem kamera muka. Sebuah versi dari
Apple toko musik iTunes telah dikembangkan untuk telepon sehingga pengguna dapat
mengelola trek toko mereka di atasnya. Download yang tersedia melalui kabel USB, ands
perangkat lunak pada handset musik jeda jika telepon panggilan masuk baru aliansi strategis
teknologi dan menawarkan kesempatan untuk Apple.
Podcast di-download acara radio yang dapat di-download dari Internet, dan kemudian
diputar ulang pada iPod dan perangkat MP3 lainnya pada kenyamanan pendengar.Para
pendengar dapat berlangganan Podcast gratis, dan pada akhirnya pendapatan dapat dihasilkan
dari dibayar untuk berlangganan atau melalui pendapatan yang dihasilkan dari penjualan
download lainnya.

Ancaman.
Ancaman terbesar bagi perusahaan-perusahaan IT seperti Apple adalah sangat tinggi
tingkat kompetisi di pasar teknologi. Sukses kompetisi menarik, dan Apple bekerja sangat
keras untuk penelitian dan pengembangan dan pemasaran dalam rangka untuk
mempertahankan posisi kompetitif. Popularitas iPod dan Apple Mac tunduk pada permintaan,
dan akan terpengaruh jika ekonomi mulai goyah dan permintaan jatuh untuk produk mereka.
Ada juga produk tinggi efek substitusi dalam inovatif dan bergerak cepat habis pakai TI
pasar. Jadi iPod dan MP3 aturan hari ini, tapi baru kemarin itu CD, DAT, dan
Vinyl.Teknologi Besok mungkin akan sama sekali berbeda. Teknologi nirkabel dapat
menggantikan kebutuhan fisik pemutar musik.
Pada tahun 2005 Apple memenangkan kasus hukum yang memaksa nama Blogger untuk
sumber-sumber informasi yang empted pra-peluncuran produk Apple baru. Itu menduga
bahwa karyawan Apple sendiri telah membocorkan informasi rahasia tentang produk asteroid
baru mereka. Tiga orang dituntut, semua milik Apple upeti situs, dan penggemar berat produk
perusahaan. The blog telah muncul di situs mereka, dan mereka dipaksa untuk
mengungkapkan sumber mereka. Yang berkuasa melihat kerahasiaan komersial lebih penting
sebagai hak untuk pidato individu. Apple rentan terhadap kebocoran yang dapat merugikan
mereka keuntungan.

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Apple_Inc.
https://ms.wikipedia.org/wiki/IOS
https://mihok.my.id/tinjauan-pelaporan-keuangan-apple/
Abdul Halim, dkk. 2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Yogyakarta: Unit Penerbit dan
Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
Anthony, Robert N dan Govindarajan, Vijay. 2002. Sistem Pengendalian Manajemen. Jakarta:
Salemba Empat.
https://egiluckyano.wordpress.com/2014/10/21/sistem-organisasi-dan-manajemen-perusahaan-
apple-inc/
http://www.teknologiterbaru.tk/2015/06/sejarah-apple-dan-perkembangan.html
https://dokumen.tips/documents/manajemen-strategik-apple-inc.html