Anda di halaman 1dari 10

TARUTUNG

ANALISA STRUKTUR

PEMBANGUNAN TUGU

A. MODEL STRUKTUR

Analisis struktur bangunan Gedung Kantor Bupati Simalungun dilakukan


dengan berbasis elemen hingga (finite element) untuk berbagai kombinasi
pembebanan yang meliputi beban mati dan beban hidup dengan pemodelan struktur
3-D (space frame). Pemodelan struktur dilakukan dengan Program SAP 2000
(Stuctur Analisys Program) seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Model Struktur Tugu

| Halaman 1
TARUTUNG

B. PERATURAN DAN STANDAR

1. Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung

(SNI 03-1727-1989-F).

2. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung

(SNI 03-2847-2002).

C. BAHAN STRUKTUR

1. Beton

Untuk semua elemen struktur kolom, balok dan plat digunakan beton dengan kuat
tekan beton yang disyaratkan, fc´ = 30 Mpa.

Modulus elastis beton, Ec = 4700. √ f c ´ = 30000 Mpa = 257429.60 kN/m².

Angka poison, 0,2 = ‫ט‬.

Modulus geser, G = Ec / [2.(1+ ‫ = ])ט‬107262.33 kN/m².

2. Baja Tulangan

Untuk baja tulangan dengan ø > 12 mm digunakan baja tulangan ulir (deform)
BJTD 40 dengan tegangan leleh, f y = 400 Mpa = 400000 kN/m².

Untuk baja tulangan dengan ø < 12 mm digunakan baja tulangan polos BJTP 24
dengan tegangan leleh, fy = 240 Mpa = 240000 kN/m².

| Halaman 2
TARUTUNG

D. DIMENSI ELEMEN STRUKTUR

1. Data Balok dan Kolom

Dimensi balok yang diinput dalam SAP 2000 ada beberapa macam yaitu :

Data Balok :

1. Balok 35 cm x 75 cm
2. Balok 40 cm x 20 cm

Data Kolom :

1. Kolom Dia 60 cm.


2. Kolom 30 cm x 20 cm (K1).
3. Kolom 30 cm x 60 cm (K2).

2. Data Pelat Atap

Untuk pelat lantai digunakan pelat dengan tebal 120 mm.

| Halaman 3
TARUTUNG

E. JENIS BEBAN

1. Beban Mati (Dead Load)

Beban mati tambahan (MATI) yang bukan merupakan elemen struktur seperti
finishing lantai, dinding, partisi, dll. Dihitung berdasarkan berat satuan (specific
gravity) menurut Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung
(SNI 03-1727-1989-F) sebagai berikut :

No. Konstruksi Berat Satuan


1 Beton bertulang 24.00 kN/m³
2 Beton 22.00 kN/m³
3 Dinding pasangan ½ bata 2.50 kN/m²
4 Curtain wall kaca + rangka 0.60 kN/m²
5 Cladding metal sheet + rangka 0.20 kN/m²
6 Pasangan batu kali 22.00 kN/m³
7 Finishing lantai (tegel) 22.00 kN/m³
8 Marmer, granit per cm tebal 0.24 kN/m²
9 Langit-langit + penggantung 0.20 kN/m²
10 Mortar 22.00 kN/m³
11 Tanah, pasir 17.00 kN/m³
12 Air 10 kN/m³
13 Kayu 9.00 kN/m³
14 Baja 78.50 kN/m³
15 Aspal 14.00 kN/m³
16 Instalasi plumbing (ME) 0.25 kN/m²

2. Beban Hidup (Live Load)


| Halaman 4
TARUTUNG

Beban hidup (HIDUP) yang bekerja pada lantai bangunan tergantung dari fungsi
ruang yang digunakan. Besarnya beban hidup lantai bangunan menurut Tata Cara
Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F),
adalah sebagai berikut :

No. Lantai Bangunan Beban Hidup Satuan


1 Ruang kantor 2.50 kN/m²
2 Hall, coridor, balcony 3.00 kN/m²
3 Ruang arsip 6.00 kN/m²
4 Tangga dan bordes 4.00 kN/m²
5 Atap bangunan 1.00 kN/m²

G. KOMBINASI PEMBEBANAN

Semua komponen struktur dirancang memiliki kekuatan minimal sebesar kekuatan


yang dihitung berdasarkan kombinasi beban sesuai dengan SNI 03-2847-2002
sebagai berikut :

Kombinasi 1 : 1,4.DL

Kombinasi 2 : 1,2.DL + 1,6.LL

Keterangan :

DL = beban mati (Dead load)

LL = beban hidup (Live load)

H. KONTROL PEMBESIAN TERHADAP HASIL ANALISIS

| Halaman 5
TARUTUNG

1. PEMBESIAN KOLOM

a. Kolom dia 60 cm

A. Menentukan tulangan longitudinal

Luas tulangan longitudinal kolom yang diperlukan = 65 cm 2, digunakan tulangan


deform D22 mm,

maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 2,22

= 3,7994 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 65/3,7994 = 17,107 buah.

Maka digunakan tulangan 18 D22 mm.

B. Menentukan tulangan geser

Luas tulangan geser kolom arah sumbu kuat = arah sumbuh lemah = 0,165 cm 2,
digunakan tulangan polos ø12 mm, maka luas sengkang :

= 2 x π/4 x 1,22

= 2,2608 cm2.

Jarak sengkang yang diperlukan = 2,2608 /0,165 = 13,701 cm.

Maka digunakan sengkang 2 ø12 mm – 125 mm.

b. Kolom 30 cm x 60 cm (K2)
| Halaman 6
TARUTUNG

A. Menentukan tulangan longitudinal

Luas tulangan longitudinal kolom yang diperlukan = 52 cm 2, digunakan tulangan


deform D16 mm,

maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 2,22

= 3,7994 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 52/3,7994 = 13,686 buah.

Maka digunakan tulangan 22D14 mm.

B. Menentukan tulangan geser

Luas tulangan geser kolom arah sumbu kuat = arah sumbuh lemah = 0,099 cm 2,
digunakan tulangan polos ø10 mm, maka luas sengkang :

= 2 x π/4 x 1,02

= 1,571 cm2.

Jarak sengkang yang diperlukan = 1,571/0,099 = 15,87 cm.

Maka digunakan sengkang 2 ø10 mm – 150 mm.

2. PEMBESIAN BALOK
| Halaman 7
TARUTUNG

a. Balok 35 cm x 75 cm

Menentukan tulangan longitudinal

Luas tulangan atas longitudinal balok yang diperlukan = 22,35 cm 2, digunakan


tulangan deform D16 mm, maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 1,62

= 2,0096 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 22,35/2,0096 = 11,12 buah.

Maka digunakan tulangan 12D16 mm.

Luas tulangan bawah longitudinal balok yang diperlukan = 6,87 cm 2, digunakan


tulangan deform D16 mm, maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 1,62

= 2,0096 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 6,87/2,0096 = 3,41 buah.

Maka digunakan tulangan 4 D16 mm.

Menentukan tulangan geser

Luas tulangan geser kolom arah sumbu kuat = arah sumbuh lemah = 0,093 cm 2,
digunakan tulangan polos ø10 mm, maka luas sengkang :

= 2 x π/4 x 1,02

= 1,571 cm2.

Jarak sengkang yang diperlukan = 1,571/0,093 = 16,89 cm.

Maka digunakan sengkang 2 ø10 mm – 150 mm.

| Halaman 8
TARUTUNG

a. Balok 40 cm x 20 cm (SL)

Menentukan tulangan longitudinal

Luas tulangan atas longitudinal balok yang diperlukan = 14,55 cm 2, digunakan


tulangan deform D16 mm, maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 1,62

= 2,0096 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 14,55/2,0096 = 7,24 buah.

Maka digunakan tulangan 8 D16 mm.

Luas tulangan bawah longitudinal balok yang diperlukan = 6,87 cm 2, digunakan


tulangan deform D16 mm, maka luas 1 tulangan :

= π/4 x 1,62

= 2,0096 cm2.

Jadi jumlah tulangan yang diperlukan :

= 6,87/2,0096 = 3,41 buah.

Maka digunakan tulangan 4 D16 mm.

Menentukan tulangan geser

Luas tulangan geser kolom arah sumbu kuat = arah sumbuh lemah = 0,093 cm 2,
digunakan tulangan polos ø10 mm, maka luas sengkang :

= 2 x π/4 x 1,02

= 1,571 cm2.

Jarak sengkang yang diperlukan = 1,571/0,093 = 16,89 cm.

| Halaman 9
TARUTUNG

Maka digunakan sengkang 2 ø10 mm – 150 mm.

3. PEMBESIAN LANTAI

a. Lantai Atap Tebal 120 mm

Mu = 8,35 kNm.

Tebal pelat = 120 mm.

Tebal penutup = 40 mm.

Diameter tulangan utama (ød) = 10 mm.

Tinggi efektif (d) adalah :

d = h – p - ½. Ød = 120 - 40 - ½.10 = 75 mm.

Mu 8,35
k= = = 1484,45 kN/ m² = 1,4845 MPa.
b.d² 1. 0, 075 ²

Jadi di dapat rasio tulangan (ρ) = 0,0058, dengan k = 1,3463 MPa.

Maka luas tulangan, As = ρ.b.d = 0,0058.1000.105 = 609 mm² = 6,09 cm2.

Jadi gunakan tulangan ø10 mm – 125 mm (As = 628 mm²).

| Halaman 10

Anda mungkin juga menyukai