Anda di halaman 1dari 3

PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN OBAT

Nomor : C/VIII/SOP/ /2019/


No.Revisi :
SOP Tgl.Diberlakukan :
Halaman : 1/2

Ditetapkan ENNY ROZANTY


Plt. Kepala Penata
Puskesmas Lanjut NIP. 197107191995032004

A. Pengertian Penyediaan dan penggunaan obat adalah suatu kegiatan untuk


memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan
strategi, kebutuhan dan program dan kebutuhan obat yang telah
ditetapkan dalam unit layanan.
B. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar tidak terjadi kelebihan
dan kekosongan OBHP di unit pelayanan Puskesmas Lanjut.
C. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Lanjut Nomor : /KPTS/PKM/ /2019
Tentang Penilaian, Pengendalian dan Penggunaan Obat
D. Referensi 1. Buku Pedoman Pengelolaan OBHP Publik dan Perbekalan
Kesehatan di Puskesmas di Daerah Kepulauan, Direktorat Bina
OBHP Publik dan Perbekalan Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Depkes RI Jakarta,2007
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 tahun 2016 Tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
E. Alat dan Bahan 1. Alat tulis
2. Buku tulis
3. Komputer
4. Printer
F. Langkah- 1. Penyediaan :
Langkah  Petugas Farmasi menghitung pemakaian rata-rata per bulan
(menggunakan metoda konsumsi per bulan) di Puskesmas Induk
berupa jumlah pemakaian per lembar resep dan seluruh unit
pelayanan dibawahnya (polindes) menggunakan data jumlah
permintaan pada LPLPO untuk menentukan jumlah kebutuhan
pertahun.
 Petugas Farmasi memperkirakan waktu tunggu dari OBHP
dipesan sampai OBHP diterima dan menambahkan dalam jumlah
kebutuhan pertahun
 Petugas Farmasi mengirimkan usulan kebutuhan tersebut ke
UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) dalam bentuk RKO
(yang disampaikan minimal 1 kali dalam setahun) dan LPLPO
(untuk permintaan setiap bulannya)
 Petugas Farmasi menyampaikan semua usulan kebutuhan
tersebut ke Kepala Puskesmas untuk disetujui

2. Penggunaan/ pemakaian OBHP dinilai dengan melihat kesesuaian


resep dan catatan bantu dalam penggunaan dan pemakaian OBHP :
 Penggunaan OBHP dapat dikeluarkan dengan menggunakan
resep yang ditulis oleh dokter disetiap unit layanan ditujukan
kepada pasien
 Gudang OBHP Puskesmas Induk dapat mengeluarkan OBHP
menggunakan dokumen catatan yang disebut LPLPO dan SBBK
dari Petugas Farmasi (APJ) ke pengelola OBHP di sub unit
layanan
 Kesesuaian antara resep dan kartu stok menjadi penilaian dalam
penggunaan OBHP di Puskesmas Induk.
G. Diagram Alur (-)

H. Hal-hal yang (-)


perlu diperhatikan

I. Unit Terkait 1. Ruang Farmasi


2. Semua unit pelayanan
J. Rekaman historis No Yang berubah Isi perubahan Tanggal mulai
perubahan diberlakukan
Standard Operasional Procedure (SOP)
PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN OBAT

Nomor : C/VIII/SOP/ /2019/

Revisi Ke : 00

Berlaku Tgl : 2019

Ditetapkan
Ditetapkan
Plt. Kepala Puskesmas Lanjut

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA


DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK
DAN KELUARGA BERENCANA
PUSKESMAS LANJUT
Jln. Air Pelangi, Desa Lanjut, Kec. Singkep Pesisir
Email : puskesmas.lanjutprima@gmail.com, Kode pos 29871