Anda di halaman 1dari 5

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


1. Pra Siklus
Jumlah keseluruhan siswa kelas 2 SDN 2 Kendit Kecamatan
Kendit Kabupaten Situbondo sebanyak 14 orang siswa. Pra siklus ini
dilakukan dengan alasan peneliti dapat melaksanakan perbaikan
pembelajaran hal ini di lihat dari nilai hasil rata-rata yang di peroleh siswa
yang mencapai 21%.

2. Siklus I
a. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I
Hasil belajar siswa yang diperoleh setelah siklus I
berlangsung. Dari pengamatan tersebut hasil belajar dari 14 siswa,
yang bisa mencapai nilai KKM sejumlah 5 siswa, dengan rincian : 1
siswa mendapat nilai 80-100 dan 4 siswa memperoleh nilai antara
70-60. Sebanyak 9 siswa belum bisa mencapai nilai KKM dengan
nilai 50-0.
Hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat secara
intensif dan tuntunan observasi diperoleh informasi bahwa daya
serap siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus 1
ini adalah 36%.
b. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II
Hasil Belajar diperoleh dengan mengadakan Pre-tes setelah
siklus II selesai dilaksanakan. Pada siklus II tentang hasil belajar
menunjukkan data sebagai berikut bahwa dari 14 siswa yang bisa
mencapai nilai KKM sejumlah 12 siswa, dengan rincian : 3 siswa
mendapat nilai 80-100 dan 9 siswa memperoleh nilai antara 70-60.
Sebanyak 2 siswa belum bisa mencapai nilai KKM dengan nilai
50-0.

17
Hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat secara
intensif dan tuntunan observasi diperoleh informasi bahwa daya
serap siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus 1
ini adalah 86%.

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Setelah dipaparkan hasil penelitian perbaikan pembelajaran, maka
akan dibahas hasil penelitian tersebut sebagai berikut :
1. Pembahasan Hasil Penelitian Siklus I
Hasil penelitian perbaikan pembelajaran pada siklus I ada
beberapa hal yang perlu dibahas sebagai bahan kajian dengan melakuakn
diskusi secara intensif dengan teman sejawat. Adapun hasil diskusi dapat
dikatakan bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus
I, pada dasarnya sudah dikatakan baik walaupun hasilnya belum
maksimal. Hasil belajar siswa pada siklus I bila dibandingkan dengan pra
siklus (sebelum terapkannya metode diskusi). Hal ini ditunjukkan dengan
semakin bertambahnya siswa yang mampu memperoleh nilai Pre-tes
dengan mencapai nilai diatas KKM, yaitu sebanyak 21% pada pra siklus
meningkat hingga 36% pada siklus 1.
Tabel 4.1 Data Rekapitulasi Hasil Pre-test Siswa Siklus I

No Kriteria Frekuensi KKM Prosentasi % Tuntas


1 80 - 100 1 60 7%
2 70 - 60 4 60 29 %
3 50 - 0 9 - -
Jumlah siswa 14 60 36 %

Tentang nilai perolehan saat diadakan Pre-tes mata pelajaran


matematika penekanan pada berhitung pokok bahasan berat, dimana
jumlah siswa yang mendapat nilai harian yang melebihi KKM sebanyak
5 siswa dan 9 orang siswa masih dibawah KKM. Kondisi ini lebih baik
bila dibandingkan dengan sebelum diterapkannya metode diskusi (pra

18
siklus) dimana siswa yang mampu meraih nilai melebihi KKM hanya
sebanyak 3 siswa dan 11 siswa memperoleh nilai dibawah KKM.
Pada pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran disiklus I
guru sudah menerapkan metode diskusi dengan baik, namun dari hasil
pengamatan teman sejawat cara pendekatan guru pada siswa masih
belum maksimal sehingga pada saat proses pembelajaran siswa belum
bisa menerima materi yang diajarkan/dijelaskan oleh guru. Sehingga
dapat disimpulkan bahwasanya daya serap siswa belum meningkat sesuai
dengan harapan guru.
Berdasarkan keberadaan siswa saat mengikuti kegiatan belajar
mengajar dapat dikatakn bahwa belum maksimal, sehingga tindakan
perbaiakn pembelajaran di siklus I masih perlu dilanjutkan ke tahapan
siklus II. Yang menjadi fokus pada siklus II ini adalah memperbaiki hasil
yang kurang maksimal pada siklus I yang meliputi penyempurnaan
penggunaan metode diskusi agar siswa bisa terlibat secara aktif pada saat
kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan harapan siswa dapat
memahami dan menerima materi yang diajarkan guru sehingga hasil
belajar siswa bisa maksimal dan bisa mencapai KKM baik secara
individu maupun secara klasikal.

2. Pembahasan Hasil Penelitian Siklus II


Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II setelah
dievaluasi hasilnya melalui diskusi dengan teman sejawat dapat
disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi menunjukkan hasil yang
signifikan dalam meningkatkan daya serap dan hasil belajar siswa. Hal
ini tampak bahwa perolehan hasil belajar siswa dari Pre-tes yang
memperoleh nilai diatas KKM semakin bertambah bila dibandingkan
dengan perolehan nilai pada siklus I.

Tabel 4.2 Data Rekapitulasi Hasil Post-Test Siswa Siklus II

19
No Kriteria Frekuensi KKM Prosentasi % Tuntas
1 80 - 100 3 60 22 %
2 70 - 60 9 60 64 %
3 50 - 0 2 - -
Jumlah siswa 14 60 86 %

Tabel 4.3 Data Rekapitulasi Hasil Pre-Test Siswa Siklus I Dan Post-Test
Siswa Siklus II

No Kriteria KKM % siklus I % siklus II


1 80 - 100 60 7% 22 %
2 70 - 60 60 29 % 64 %
3 50 - 0 - - -
Jumlah siswa 60 36 % 86 %

Tentang nilai Pre-tes yang dicapai oleh siswa pada siklus I


menjelaskan bahwa siswa yang memperoleh nilai diatas KKM sebanyak
5 siswa dan dibawah KKM sebanyak 9 siswa. Tetapi setelah dilanjutkan
pada siklus II menunjukkan peningkatakn hasil belajar yang signifikan,
dimana siswa yang mampu meraih nilai diatas KKM sebanyak 12 siswa
dan dibawah KKM sebanyak 2 siswa. Hal ini, menunjukkan bahwa
peningkatan hasil belajar siswa sangat signifikan.
Perwujudan peningkatan hasil belajar siswa dikarenakan
ditunjang oleh kemampuan guru melakukan pendekatan diri dengan para
siswa sehingga guru mampu menerapkan metode diskusi dalam proses
pembelajaran.
Hasil perbaikan pembelajaran pada siklus II dapat dirinci sebagai
berikut :
1) Adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan yang dimulai dari
pra siklus menuju siklus I dan akhirnya pada siklus II. Jika
dibandingkan dengan siklus I terdapat kenaikan menjadi 86% atau
sebanyak 12 orang siswa yang mampu memperoleh nilai diatas
KKM yang berarti telah jauh melampaui indikator nilai minimal

20
secara klasikal yaitu 75%. Artinya ketuntasan minimal belajar secara
klasikal tercapai.
2) Aspek kemampuan guru dalam memilih sekaligus menggunakan
metode pembelajaran (metode diskusi) menunjukan kemampuan
yang berarti karena pada saat kegiatan belajar mengajar guru mampu
menarik perhatian siswa untuk berperan secara aktif sehingga proses
pembelajaran bisa menyenangkan dan inovatif.
3) Aspek motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
menunjukkan peningkatan yang signifikan, dikarenakan penggunaan
metode diskusi ini dapat melibatkan siswa secara aktif pada saat
kegiatan belajar mengajar.
Secara keseluruhan hasil perbaikan pembelajaran yang
dilaksanakan melalui siklus I dan siklus II dapat disimpulkan berhasil
secara maksimal dan dapat dikatakan bahwa penggunaan metode diskusi
pada mata pelajaran matematika penekanan pada berhitung pokok
bahasan berat dapat meningkatkan daya serap dan hasil belajar siswa
kelas 2 SDN 2 Kendit Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo Tahun
Pelajaran 2014/2015.

21