Anda di halaman 1dari 4

III.

PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subyek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu


Tindakan perbaikan pembelajaran ini dilakukan dalam mata pelajaran
PPKn, khususnya dalam materi pokok tentang menyebutkan buah kesukaan
temannya. Tempat pelaksanaan di kelas I SDN 1 Balung sebagai tempat
peneliti mengabdikan diri.
Jumlah siswa di kelas I SDN 1 Balung, Kecamatan Kendit seluruhnya 14
orang. Adapun karakteristik siswa di kelas I SDN 1 Balung Kecamatan Kendit
sebagai berikut :
1. Jumlah siswa 14 orang, 7 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki;
2. Tempat duduk memadai;
3. Fasilitas penunjang kurang memadai (alat peraga, media pembelajaran, buku
pelajaran maupun buku penunjang).
Pelaksanaan penelitian direncanakan bulan Oktober sampai bulan
Nopember 2014. Pihak yang membantu dalam penelitian adalah supervisor 2
dan kepala sekolah di SDN 1 Balung.

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran


Pra Siklus

Dengan penyampaian materi yang hanya lewat buku saja tanpa


penerapan langsung melalui media pembelajaran sangat mengurangi minat
anak juga penyampaian guru menggunakan metode ceramah akan
mengakibatkan anak-anak sulit menyampaikan pendapat tentang buah
kesukaan temannya secara lisan atau tulisan dengan baik dan benar.

Berdasarkan permasalahan yang di hadapi peneliti merasa perlu


melaksanakan perbaikan pembelajaran, maka dibantu oleh teman senior
peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran, dengan desain berikut :

10
11

Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan Hopkins

I. Siklus Pertama
a. Planing ( Perencanaan)
Melihat dari data yang di peroleh, perbaikan perlu di laksanakan
karena tingkat keberhasilan yang hanya 57%. 8 siswa yang hasilnya diatas
Kriteria Ketuntasan Minimal, dan 6 siswa lainnya masih di bawah Kriteria
Ketuntasan Minimal. Langkah-langkah yang dilaksanakan pada siklus I
adalah :
1. Menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator
yang berhubungan dengan menyebutkan buah kesukaan temannya;
2. Membuat rencana perbaikan pembelajaran;
3. Mempersiapkan media/alat bantu penbelajaran;
4. Melakukan simulasi.

b. Action ( Tindakan)
Pelaksanaan perbaikan pada siklus I ini di amati oleh teman senior
sebagai pengamat yang bertugas memberikan masukan informasi tentang
kelemahan dan kekurangan penelitian dalam melaksanakan proses belajar
mengajar. Adapun langkah-langkah perbaikan yang dilaksanakan adalah:
1. Guru memberi apersepsi
2. Guru menjelaskan materi dengan alat peraga
3. Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang materi
12

4. Siswa diberi tugas kelompok untuk mendiskusikan permasalahan


“menyebutkan buah kesukaan temannya”
5. Siswa perkelompok mempresentasikan hasil kerjanya
6. Siswa diberi soal-soal sebagai alat evaluasi.

c. Observation (pengamatan)
Bersama teman senior sebagai observer, peneliti mengamati dan
mendokumentasikan hasil pembelajaran serta mendiskusikan kekurangan,
kelemahan serta apa yang perlu di perbaiki supaya proses belajar mengajar
mencapai hasil yang maksimal.

d. Reflektion (refleksi)
Dalam siklus ini siswa masih terlihat bingung untuk berdiskusi dengan
teman satu kelompoknya. Begitu pula hasil yang dicapai berupa ulangan
formatif belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Masih 64% siswa
yang mencapai hasil di atas Kriteria Ketuntasan Minimal. Karena itu
peneliti dan observer sepakat untuk melanjutkan siklus berikutnya.

II. Siklus Kedua


Pada tahapan ini apabila hasil belajar pada proses perbaikan
pembelajaran siklus I tidak tuntas, maka penelitian perbaikan pembelajaran
dilanjutkan pada kegiatan siklus II. Namun disertai dengan perbaikan sesuai
hasil refleksi siklus I. Jika siklus I sudah tuntas, maka siklus II dilaksanakan
sebagai pemantapan.

C. TEKNIK ANALISIS DATA


Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik
kuantitatif yang berupa perhitungan dan teknik kualitatif yang berupa uraian.
Data yang diperoleh dan hasil penelitian dianalisis melalui pengukuran hasil
belajar siswa pada pelajaran PPKn kelas 1 SDN 1 Balung. Maka Tekhnik
Analisis data ini digunakan untuk menyusun dan mengolah data yang
13

terkumpul dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini agar mendapatkan


hasil dari suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk menjawab rumusan masalah yaitu Bagaimana Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SDN 1 Balung Tahun Pelajaran 2014 / 2015
melalui Metode diskusi disertai media buah-buahan pada indicator
menyebutkan buah kesukaan temannya, maka peneliti akan mengukur hasil
belajar siswa dengan menggunakan gunakan rumus sebagai berikut :
n
P= x 100 ( Depdiknas ( 2004 : 17 )
N

Keterangan :
P = Pencapaian nilai
n = Skor yang diperoleh siswa
N = Skor maksimal dalam tes

Hasil Belajar Siswa


Kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh pihak sekolah tempat
penelitian untuk mata pelajaran matemtika adalah sebagai berikut:
a. Daya serap individual
Siswa dikatakan tuntas apabila mencapai skor 65 dan skor
maksimal 100 artinya setiap siswa harus mendapatkan nilai
b. Daya serap klasikal
Suatu kelas dikatakan tuntas apabila minimal 75% dan siswa di
kelas mencapai skor 65.