Anda di halaman 1dari 18

TUGAS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran IPA dan Biologi
Dosen pengampu:
Ainun Nikmati Laily, S.Pd, M.Si.

Di susun oleh:
Mamila Putri Hapsari 12208183165

JURUSAN TADRIS BIOLOGI 3B


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
SEPTEMBER 2019

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA NEGERI 1 KEDIRI
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Kingdom Protista
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuwan.

B. Kompetensi Dasar
3.6 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan perannya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti
dan sistematis
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses pembelajaran discovery learning, peserta didik dapat mengelompokkan protista berdasarkan ciri – ciri umum kelas dan mengaitkan peranannya dalam
kehidupan dan menyajikan laporan hasil investigasi, sehingga peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya, mengembangakan sikap
teliti, tanggung jawab dan kerja sama, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas
D. Indikator
 Mengidentifikasi ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan
 Mengelompokkan Protista mirip tumbuhan berdasarkan ciri-cirinya.
 Menjelaskan peranan Protista mirip tumbuhan bagi kehidupan.
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Approach
Metode : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi, Studi pustaka, dan Presentasi
Model : Discovery Learning
F. Media Pembelajaran
1. Bahan :
 Gambar Spyrogirra, Ulva lactuca, Spirullina sp, Euchema spinossum, Gelidium sp, Agardhiella sp, Fucus sp, diatom, Sargassum sp, Laminaria sp.
 Video Euglena sp.
2. Alat :
 Spidol, papan tulis
 Laptop
 LCD dan proyektor
3. Sumber belajar :
 Buku Biologi untuk SMA Kelas X, D.A Pratiwi dkk, Erlangga
 Buku Campbell N.A. Mitchell LG, Reece JB, Taylor MR, Simon EJ. 2006. Biology, 5th ed. Benjamin Cummings Publishing Company, Inc., Redword City,
England.
G. Materi Pembelajaran
 Ciri-ciri umum Protista
 Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga)
 Cara Reproduksi Protista mirip tumbuhan
 Peranan Protista mirip tumbuhan dalam kehidupan
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan Alokasi waktu
- Guru memberi salam dan peserta didik menjawab salam dari guru.
- Guru meminta salah satu peserta didik/ketua kelas untuk berdoa memohon kepada Allah swt semoga diberi
kelancaran dan kemudahan dalam belajar.
Apersepsi
- Guru menanyakan absensi peserta didik, peserta didik menjawab pertanyaan guru.
- Guru memberi apersepsi tentang materi yang diajarkan pada pertemuan sebelumnya yaitu Kingdom Bacteria
dengan bertanya “Ingatkah kalian bakteri yang berperan dalam pembuatan Nata de coco/yoghurt?”
Kegiatan Awal - Guru mengarahkan siswa pada materi yang dituju dengan memberi pertanyaan: 10 menit
“Ada yang pernah mengalami sembelit?”
“Bagaimana cara mengatasinya?”
Motivasi “Ada yang mengatasinya dengan rutin mengkonsumsi agar-agar?”
“Apa bahan dasar pembuatan agar-agar?
“Rumput laut termasuk ke dalam tumbuhan atau bukan?”

Pemberian stimulus
 Guru menayangkan gambar protista dari kelas protista mirip tumbuhan, mengarahkan siswa agar mengamati
gambar yang sudah ditayangkan, kemudian
Kegiatan Inti  Guru menayangkan video Euglena sp., peserta didik mengamati dengan seksama 65 menit
 Kemudian guru mengajukan pertanyaan
“Apa yang kalian pikirkan tentang gambar tersebut?”
Identifikasi masalah
 Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi masalah sebanyak mungkin dari gambar
dan video yang telah disajikan
 Peserta didik menyampaikan permasalahan yang ditemukan. Permasalahan yang diharapkan muncul adalah:
“Adakah kesamaan stuktur tubuh pada organisme tersebut?”
“Ciri-ciri apa saja yang nampak dari gambar atau video yang disajikan?”
“Bagaimana organisme tersebut hidup?”
“Apakah organisme tersebut punya peranan bagi kehidupan?”
Mengumpulkan data
 Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok
 Peserta didik bersama kelompoknya mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang
telah diidentifikasi melalui kegiatan studi pustaka
 Guru mengamati dan melakukan penilaian sikap dan keterampilan
Pengolahan data
 Peserta didik menganalisis data yang telah di dapatkan kemudian mencatat hasil pengamatan dan hasil
pengumpulan informasi dalam selembar kertas seperti sebuah laporan
Pembuktian
 Peserta didik bersama kelompoknya mendiskusikan hasil pengamatan dan memverifikasi hasil pengamatan
dengan data-data atau teori dari literatur yang sudah atau memverifikasikan kebenarannya dengan bertanya pada
guru
 Peserta didik bersama kelompoknya mempresentasikan hasil pengamatan dan kelompok lain menanggapinya
Menarik kesimpulan
 Peserta didik dan guru bersama menyimpulkan hasil temuan
 Peserta didik mencatat kesimpulan
 Peserta didik dengan kelompoknya mempresentasikan hasil temuan
 Guru memberikan penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada kelompok
yang berkinerja baik.
 Guru memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami
Kegiatan Penutup  Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk menggambar satu contoh dari Protista mirip tumbuhan 15 menit
beserta strukturnya, kemudian dikumpulkan pada pertemuan berikutnya
 Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan mengucapkan doa bersama-sama dengan membaca surat Al
Ashr dan doa Kafaratul Majelis.

I. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Sikap : Observasi dan jurnal
b. Pengetahuan : Tes tulis
c. Keterampilan : Unjuk Kerja
2. Bentuk Instrumen
a. Sikap : Sikap pada mata pelajaran ini sebagai dampak setelah mempelajari materi protista yang diamati melalui pengamatan pada gambar atau video
yang disajikan
b. Pengetahuan : Tes Uraian
c. Keterampilan : Rubrik Unjuk Kerja
Lampiran

1. Materi Protista mirip tumbuhan (Alga)

PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (Alga)


Ilmu yang mempelajari alga disebut fikologi. Alga biasanya berupa fitoplankton yang hidup melayang didalam air, ada pula yang hidup di dasar perairan. Beberapa
jenis alga dapat bersimbiosis dengan organisme lain. Misalnya, Chlorella sp. hidup bersama Paramecium, Hydra atau Mollusca , alga Platymonas sp. hidup bersama cacing
pipih Convoluta roscoffensis.

Alga ada yang uniseluler, ada juga multiseluler yang membentuk koloni berupa filamen atau lembaran. Alga uniseluler ada yang dapat bergerak atas kekuatan sendiri
(motil) dan ada yang tidak dapat bergerak (nonmotil).

1. Reproduksi Alga
Alga bereproduksi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual terjadi melalui pembelahan biner, fragmentasi, pembentukan zoospora. Reproduksi secara seksual
terjadi melalui isogami, anisogami dan oogami

a. Reproduksi aseksual
 Pembelahan biner. Pembelahan biner terjadi pada alga uniseluler contoh Chlorella sp. pada pembelahan biner, sel induk membelah menjadi dua bagian yang
sama kemudian tumbuh menjadi alga baru.
 Fragmentasi. Fragmentasi terjadi pada alga multiseluler berbentuk filamen dan talus. Fragmentasi adalah terpecah – pecahnya koloni menjadi beberapa
bagian.
 Pembentukan zoospora. Zoospora merupakan sel tunggal yang diselubungi oleh selaput dan dapat bergerak berenang bebas dengan flagel. Setiap zoospora
merupakan calon individu baru.
b. Reproduksi seksual

Reproduksi seksual terjadi peleburan dua gamet yang menghasilkan zigot kemudian tumbuh menjadi individu baru. Terdapat dua tipe reproduksi seksual yaitu
isogami dan oogami.Pada tipe isogami, gamet jantan dan gamet betina berukuran sama dan umumnya dapat bergerak. Jika zigot hasil peleburan mengalami dormansi,
maka disebut zigospora. Pada tipe oogami, ukuran gamet jantan berbeda dengan gamet betina. Gamet betina berukuran besar dan tidak bergerak, sedang gamet jantan
berukuran kecil dan bergerak. Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah tetapi mengalami dormansi, maka disebut oospora.
2. Klasifikasi Alga
Pengelompokan Alga berdasarkan dominansi pigmennya dibedakan menjadi alga coklat, alga merah, alga keemasan, diatom dan alga hijau.

a. Alga coklat (Phaeophyta).


Warna alga coklat ditimbulkan oleh pigmen coklat (fukosantin). Selain fukosantin juga mengandung pigmen lain seperti klorofil a, klorofil c, karoten. Dinding sel
alga coklat mengandung pektin dan algin.

Ciri – ciri alga coklat:

 Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai makroskopis. Berbentuk tegak bercabang atau filamen tidak bercabang
 Memiliki kloroplas tunggal. Ada kloroplas yang berbentuk cakram dan berbentuk benang.
 Memiliki pirenoid yang terdapat di dalam kloroplas. Pirenoid merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan pada alga ini berupa
laminarin.
Alga coklat hampir semuanya hidup di laut, daerah sekitar pantai atau daerah pasang surut. Ada yang mengapung dan ada yang melekat pada batuan.

Reproduksi berlangsung secara aseksual melalui fragmentasi dan zoospora. Reproduksi seksual melalui isogami atau oogami.

Alga coklat diperkirakan ada sekitar 1.000 spesies. Misalnya, Sargassum vulgare, Laminaria, Fucus sp. Turbinaria decurrens. Macrocystis dan Nereocytis
adalah alga raksasa yang dapat mencapai panjang 50 m.
b. Alga merah (Rhodophyta)
Alga merah mengandung pigmen dominan fikobilin jenis fikoeritrin. Alga merah juga memiliki klorofil a, klorofil d, karoten dan fikosianin. Dinding sel alga
merah mengandung selulosa dan pektin. Cadangan makanan berupa tepung florid.

Alga merah hidup di laut dalam. Alga merah berkembang biak secara aseksual dengan spora dan secara seksual dengan oogami. Daur hidup alga merah mengalami
pergiliran keturunan antara gametofit dan sporofit.

Alga merah diperkirakan mencapai 5.000 spesies. Contohnya adalah Eucheuma spinosum, Gelidium robustum, Gracillaria verrucosa, Corallina mediterrania,
Palmaria palmata dan Polysiphonia sp.

c. Alga keemasan (Chrysophyta)


Alga keemasan memiliki pigmen dominan karoten berupa santofil (keemasan). Pigmen lainnya adalah klorofil a, klorofil c dan fukosantin.

Ciri – ciri alga keemasan :

 Bentuk talus ada yang berupa batang atau telapak tangan.


 Alga keemasan bersel satu ada yang memiliki 2 flagel heterodinamik, yaitu sebagai berikut.
- Satu flagel memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema. Flagel seperti ini disebut pleuronematik. Pleuronematik mengarah ke anterior.
- Satu flagel lagi tidak memiliki tonjolan seperti rambut disebut akronematik, mengarah ke posterior.
- Pada kloroplas alga keemasan jenis tertentu ditemukan pirenoid. Cadangan makanan berupa krisolaminarin. Selain itu di dalam vakuola terdapat tetes-tetes
minyak.
Alga keemasan sebagian besar hidup di air tawar, meskipun ada yang di laut. Reproduksi dilakukan secara aseksual dengan membelah diri menghasilkan
spora motil berflagel yang di sebut zoospora. Reproduksi seksual dengan cara membentuk sel khusus yang disebut auksospora yaitu zigot yang dilindungi
oleh suatu dinding sel yang berbeda dengan dinding sel pada umumnya.

Anggota Chrysophyta dibedakan menjadi 3 kelas yaitu:


1) Xanthophyceae (alga hijau kuning), memiliki pigmen hijau dan kuning (xantofil), misalnya Vauceria.
2) Chrysophyceae (alga coklat keemasan), memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Misalnya Ochromonas, Synura.
3) Bacillariophyceae (Diatome)
Sebagian besar diatom bersifat uniseluler, tetapi ada juga yang berkoloni. Inti sel dan kloroplas berwarna coklat keemasan, hijau kekuningan atau coklat tua.
Hidup di air tawar, laut dan daratan yang lembab.

Talus bersel satu memiliki struktur yang terdiri dari dua bagian yaitu wadak (kotak) disebut hipoteka dan tutupnya disebut epiteka. Epiteka berukuran lebih
besar dari pada hipoteka. Di antara kotak dan tutup terdapat rafe atau celah, dindingnya mengandung zat kersik (silika). Inti sel berada di pusat sitoplasma.
Kloroplasnya mempunyai bentuk bervariasi, yaitu seperti cakram, pipih dan seperti huruf H.

Reproduksi diatom terjadi secara seksual dan aseksual. Pada saat diatom bereproduksi secara aseksual melalui mitosis, hipoteka dan epiteka memisah. Setiap
bagian akan membentuk bagian baru di dalam bagian yang lama. Artinya hipoteka sel lama menjadi epiteka sel baru dan epiteka sel lama tetap menjadi
epiteka sel baru. Jadi salah satu sel anakan berukuran tetap, sedangkan satu sel anakan lainnya berukuran lebih kecil dari sel induk. Pembelahan mitosis terus
berlangsung sampai terbentuk sel anakan yang berukuran sekitar 30% dari besar sel aslinya. Setelah mencapai ukuran minimum diatom kemudian
bereoroduksi secara seksual. Sel diatom menghasilkan sperma dan telur. Sperma bergabung dengan telur membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang
menjadi berukuran normal, diatom akan kembali melakukan reproduksi aseksual melalui pembelahan.

d. Alga hijau (Chlorophyta)


Alga hijau memiliki pigmen dominan berupa klorofil dengan jenis klorofil a dan klorofil b, juga mengandung pigmen karoten. Alga hijau ada yang uniseluler
dan ada yang multiseluler. Alga hijau uniseluler ada yang memiliki flagel sehingga dapat bergerak. Bentuk tubuhnya ada yang bulat, filamen, lembaran dan
ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Bentuk dan ukuran kloroplas bervariasi ada yang seperti mangkok, busa, jala atau bintang dan di dalamnya terdapat
pirenoid sebagai tempat cadangan makanan yang berupa amilum dan lemak. Organ lainnya adalah badan golgi, mitokondria, retikulum endoplasma dan
vakuola kontraktil yang berfungsi sebagai alat osmoregulasi.

Pada sel yang motil terdapat fotoreseptor yang berfungsi menerima rangsang cahaya yang disebut stigma (bintik mata merah). Alga hijau hidup di air
tawar, air laut dan tempat-tempat basah. Ada pula yang hidup bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
Reproduksi ganggang hijau secara aseksual dengan membentuk zoospora, yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah tempat. Reproduksi seksual
berlangsung secara konjugasi yaitu bersatunya zigospora. Zigospora tidak memiliki alat gerak. Proses konjugasi pada Spirogyra : Spirogyra yang berbeda
jenis berdekatan, kemudian muncul tonjolan yang saling mendekati hingga bersatu membentuk pembuluh. Protoplasma dari Spirogyra jenis (+) pindah ke sel
Spirogyra jenis (-) sehingga terjadi persatuan plasma (plasmogami) yang kemudian diikuti persatuan inti (kariogami). Hasil persatuan ini berupa zigospora
diploid. Contoh beberapa jenis alga hijau antara lain Spirogyra , Volvox, Chlamydomonas, Ulva dan Chlorella.

e. Euglenophyta
Euglenophyta memiliki ciri sebagai berikut:

 Memiliki ciri mirip hewan karena selnya tidak berdinding, dapat bergerak bebas dan berbintik mata
 Memiiki ciri mirip tumbuhan karena memiliki klorofil sehingga dapat berfotosintesis
 Habitatnya diair tawar, permukaan tanah, dan ditempat yang lembab.
Contohnya : Euglena viridis
 Reproduksinya: Pembelahan biner

f. Alga Api (Pyrrhophyta)


Alga api memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 Struktur tubuhnya tersusun atas satu sel, dapat bergerak aktif, selnya berdinding.
 Disebelah luar sel terdapat celah dan alur, masing-masing memngandung satu flagel
 Dinding sel berupa lempengan selulosa berbentuk poligonal yang bersambungan sangat rapat.
 Didalam sel terdapat plastida yang mengandung klorofil dan pigmen coklat kekuning-kuningan
 Berkembang biak dengan membelah diri
 Habitatnya kebanyakan dilaut, sebagian kecil gidup diair tawar. Alga api yang hidup dilaut bersifat fosforesensi, yaitu memiliki fosfor yang dapat
memancarkan cahaya, aleh karena itu disebut alga api.
3. Manfaat alga bagi manusia :

 Chlorella, sebagai sumber makanan suplemen bergizi tinggi


 Ulva, Caulerpa dan Enteromorpha, sebagai sumber makanan berupa sayur.
 Ganggang merah Eucheuma dan Gelidium, sebagai penghasil gelatin yang digunakan untuk pembuatan agar – agar dan untuk campuran pembuatan kue kering.
 Diatom, digunakan sebagai bahan peledak, campuran semen, bahan penggosok, bahan isolasi, dan pembuatan saringan.
 Alga coklat Laminaria lavaniea, sebagai pupuk pertanian dan makanan ternak di daerah pesisir karena mengandung kalium. Laminaria digitalis, sebagai
penghasil yodium untuk obat penyakit gondok. Macrocystis dan Laminaria, sebagai penghasil asam alginat yang digunakan untuk bahan pengental pada industri
makanan misalnya pembuatan es krim.
Berikut ini beberapa gambar Protista mirip tumbuhan:

Fucus sp. Spirogyra Euceuma sp. Diatom

4. Instrumen penilaian pengetahuan : Tes Uraian

Materi Teknik Bentuk soal / Instrumen


Indikator Indikator Soal
Pembelajaran Penilaian
1. Mengidentifikasi ciri-ciri Ciri umum Diberikan gambar tentang protista, Tes ESSAY
umum protista. protista siswa dapat mengidentifikasi nama Tertulis Perhatikan gambar spesies alga dibawah ini!
bagian tubuh protista dan fungsinya.

1. Sebutkan struktur bagian pada organisme tersebut


pada kolom!
2. Jelaskan fungsi bagian-bagian tersebut!
3. Apa nama spesies tersebut?

2. Mengklasifikasikan Diberikan gambar Protista siswa


protista berdasarkan dapat mengklasifikasikan Protista.
karakteristiknya

4. Termasuk ke dalam divisi apakah alga pada gambar


disamping? Jelaskan!

5. Budidaya rumput laut banyak ditemukan di


sepanjang pantai selatan pulau Sumatra, jawa, nusa
tenggara, kepulauan Maluku. Jelaskan manfaat
3. Menjelaskan peran Protista Diberikan contoh spesies Protista budidaya rumput laut ini bagi lingkungan!
dalam kehidupan siswa dapat menjelaskan peran
protista

Skor
Benar 20
Salah diisi 1
Kosong 0
Jumlah (maksimal 100)

4. Instrumen penilaian keterampilan


Skor
Ketepatan
Kreativitas
Jumlah (maksimal 90)

5. PPT yang digunakan untuk pembelajaran


6. Foto-foto sumber belajar
7. Foto-foto peralatan dalam pembelajaran

Proyektor LCD Spidol Papan Tulis