Anda di halaman 1dari 34

FORMAT PENGKAJIAN LANSIA

ADAPTASI TEORI MODEL CAROL A MILLER

Nama wisma : Bougenvile Tanggal Pengkajian : 28 januari


2020

1. IDENTITAS :
KLIEN
Nama : Tn.M
Umur : 92 tahun
Agama : Islam
Alamat asal : Yogyakarta
Tanggal datang : - Lama Tinggal di Panti : ±7 tahun

2. DATA :
KELUARGA
Nama : Ny. F
Hubungan : Istri
Pekerjaan : -
Alamat : Jawa Telp : -
3. STATUS KESEHATAN SEKARANG :
Keluhan utama: sesak, batuk, lemas, konstipasi
Pengetahuan, usaha yang dilakukan untuk mengatasi keluhan: Tn. M meminta bantuan teman satu
ruangan untuk membelikan obat
Obat-obatan: - bodrek

4. AGE RELATED CHANGES (PERUBAHAN TERKAIT PROSES MENUA) :

FUNGSI FISIOLOGIS

1. Kondisi Umum
Ya Tidak
Kelelahan : Tn. M mengatakan ia
lelah
Perubahan BB : BB sebelum 50 kg/ BB
sekarang 45 kg
Perubahan nafsu : Tn.M mengatakan ia
mau makan nanti saja
makan
Masalah tidur : Tidak ada masalah
Kemampuan ADL : Penurunan
kemampuan ADL
KETERANGAN : Tn.M mengalami perubahan nafsu makan dan adanya
penurunan berat badan

2. Integumen
Ya Tidak
Lesi / luka : Tidak ada masalah
Pruritus : Tidak ada masalah
Perubahan pigmen : Tidak ada masalah
Memar : Terdapat memar pada
punggung bawah
Pola penyembuhan lesi : Tidak ada masalah
KETERANGAN : Terdapat kemerahan pada bagian punggung akibat tirah
baring yang terlalu lama

3. Hematopoetic
Ya Tidak
Perdarahan abnormal : Tidak ada masalah
Pembengkakan kel. : Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
limfe
Anemia : Tidak ada masalah
KETERANGAN : Tidak ditemukan adanya masalah atau gangguan

4 Kepala
.
Ya Tidak
Sakit kepala : Tn.M mengatakan
terkadang ia mengalami
sakit kepala
P :-
Q : seperti tertimpa beban
R : kepala belakang
S : skala nyeri 3
T : kadang - kadang
Pusing : Tidak ada masalah
Gatal kulit : Tn.
pada M mengatakan
terkadang kulit kepalanya
kepala
terasa gatal
KETERANGAN : Gangguan rasa nyaman

5 Mata
.
Ya Tidak
Perubahan : Tidak ada masalah
Baik/masih jelas
penglihatan
Pakai kacamata : Tidak ada masalah
Kekeringan : Tidak ada masalah
mata
Nyeri : Tidak ada masalah
Gatal : Tidak ada masalah
Photobobia : Tidak ada masalah
Diplopia : Tidak ada masalah
Riwayat infeksi : Tidak ada masalah
KETERANGA : Tidak ditemukan masalah/gangguan pada mata
N

6. Telinga
Ya Tidak
Penurunan pendengaran : Tidak ada masalah
Discharge : Terdapat secret
Tinitus : Tidak ada masalah
Vertigo : Tidak ada masalah
Alat bantu dengar : Tidak ada masalah
Riwayat infeksi : Tidak ada masalah
Kebiasaan membersihkan : Tn.M mengatakan
sering membersihkan
telinga
telinganya
Dampak pada ADL : Tidak ada gangguan keseimbangan
KETERANGAN : Tidak ditemukan adanya masalah atau
gangguan pada telinga

7. Hidung sinus
Ya Tidak
Rhinorrhea : Tidak ada masalah
Discharge : Terdapat secret
Epistaksis : Tidak ada masalah
Obstruksi : Tidak ada masalah
Snoring : Tidak ada masalah
Alergi : Tidak ada masalah
Riwayat infeksi : Tidak ada masalah
KETERANGAN : Tidak ditemukan adanya masalah atau gangguan pada
hidung

8. Mulut, tenggorokan
Ya Tidak
Nyeri telan : Tn.M mengatakan
merasa nyeri saat
menelan makanan
P : kontak makanan
dengan tekstur keras
dengan mukosa
Q : nyeri seperti
tertekan
R : kerongkongan
S : skala nyeri 3
T : saat makan
makanan yang terlalu
keras
Kesulitan menelan : Tn.M mengatakan
nyeri saat menelan
Lesi : Tidak ada masalah
Perdarahan gusi : Tidak ada masalah
Caries : Tidak ada masalah
Perubahan rasa : Tidak ada masalah
Gigi palsu : Tidak ada masalah
Riwayat Infeksi : Tidak ada masalah
Pola sikat gigi : Tn.M membersihkan mulut setiap setelah makan
KETERANGAN : Tidak ditemukan adanya masalah atau gangguan pada
mulut

9 Leher
.
Ya Tidak
Kekakuan : Tidak ada masalah
Nyeri tekan : Tidak ada masalah
Massa : Tidak ada masalah
KETERANGA : Tidak ditemukan adanya masalah atau gangguan pada leher
N

10 Pernafasan
.
Ya Tidak
Batuk : Tn.M mengatakan ia sudah
lama megalami batuk
berdahak
Nafas pendek : 30x/menit
Hemoptisis : Tidak ada masalah
Wheezing : Tidak ada masalah
Asma : Tidak ada riwayat asma
KETERANGA : Bersihan jalan napas tidak efektif
N

11. Kardiovaskuler
Ya Tidak
Chest pain : Tn.M mengatakan
dadanya kadang
terasa sakit
Palpitasi : Tidak ada masalah
Dipsnoe : Tn.M merasa sesak
setelah beraktifitas
Paroximal nocturnal : Tidak ada masalah
Orthopnea : Tidak ada masalah
Murmur : Tidak ada masalah
Edema : Tidak ada masalah
KETERANGAN : Nyeri akut

12. Gastrointestinal
Ya Tidak
Disphagia : Tn.M mengatakan
nyeri saat menelan
Nausea / vomiting : Tidak ada masalah
Hemateemesis : Tidak ada masalah
Perubahan nafsu : Tn.M mengatakan
sudah 3 hari tidak
makan
makan nasi
Massa : Tidak ada masalah
Jaundice : Tidak ada masalah
Perubahan pola BAB : Tn.M tidak BAB
sudah 7 hari
Melena : Tidak ada masalah
Hemorrhoid : Tidak ada masalah
Pola BAB : Tn.M mengalami perubahan pola BAB dan sudah tidak
BAB sejak 7 hari lalu
KETERANGAN : Deficit nutrisi, dan konstipasi

13 Perkemihan
.
Ya Tidak
Dysuria : Tidak ada masalah
Frekuensi : 5-6x/ hari
Hesitancy : Tidak ada masalah
Urgency : Tidak ada masalah
Hematuria : Tidak ada masalah
Poliuria : Tidak ada masalah
Oliguria : Tidak ada masalah
Nocturia : Tidak ada masalah
Inkontinensia : Tidak ada masalah
Nyeri berkemih : Tidak ada masalah
Pola BAK : Pola BAK teratur
KETERANGAN : Tidak ada masalah atau gangguan pada perkemihan

14 Reproduksi (laki-laki)
.
Ya Tidak
Lesi : Tidak ada masalah
Disharge : Tidak ada masalah
Testiculer pain : Tidak ada masalah
Testiculer massa : Tidak ada masalah
Perubahan gairah sex : Tidak ada masalah
Impotensi : Tidak ada masalah

Reproduksi
(perempuan)
Lesi :
Discharge :
Postcoital bleeding :
Nyeri pelvis :
Prolap :
Riwayat menstruasi : ..............................................................................................
Aktifitas seksual :
Pap smear :
KETERANGAN : Tidak ditemukan masalah atau gangguan pada reproduksi

15 Muskuloskeletal
.
Ya Tidak
Nyeri Sendi : Tn.M mengatakan
kakinya terasa sakit
jika berdiri terlalu
lama
P :-
Q : seperti tertimpa
beban
R : sendi lutut dan
pinggang belakang
S : skala nyeri 3
T : kadang - kadang
Bengkak : Tidak ada masalah
Kaku sendi : Tidak ada masalah
Deformitas : Tidak ada masalah
Spasme : Tidak ada masalah
Kram : Tidak ada masalah
Kelemahan otot : Kekuatan otot
4 4 4 4 4 4
4 4 4 4 4 4
Masalah gaya berjalan : Tidak ada masalah
Nyeri punggung : Tn.M mengatakan
punggung bawah
terasa nyeri
Pola latihan : Tn.M tidak pernah melakukan latihan
Dampak ADL : Terjadi penurunan kemampuan ADL
KETERANGAN : Tn.M tidak mengikuti kegiatan PSTW dan sering berada di
dalam kamar
..................................................................................................
.........

16 Persyarafan
.
Ya Tidak
Headache : Tidak ada masalah
Seizures : Tidak ada masalah
Syncope : Tidak ada masalah
Tic/tremor : Tidak ada masalah
Paralysis : Tidak ada masalah
Paresis : Tidak ada masalah
Masalah memori : Tidak ada masalah
KETERANGAN : Tidak ditemukan adanya masalah atau ganggguan pada
persyarafan

5. POTENSI PERTUMBUHAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL :


Psikososial YA Tidak
Cemas : Tidak ada masalah
Depresi : Tn.M mengatakan
tidak ingin
membebani orang
lain
Ketakutan : Tidak ada masalah
Insomnia : Tidak ada masalah
Kesulitan dalam mengambil : Tidak ada masalah
keputusan
Kesulitan konsentrasi : Tidak ada masalah
Mekanisme koping : Tn.M jarang bercerita tentang masalah yang
di alaminya pada orang lain
Persepsi tentang kematian : Tn.M mengatakan takut akan kematian dan takut pada
neraka
Dampak pada ADL : Tn.M jarang melakukan aktifitas di panti dan banyak berdiam
dikamar

Spiritual
● Aktivitas ibadah :Tn.M melakukan ibadah sholat 5 waktu dikamar

● Hambatan : Tn.M mengatakan merasa sesak jika banyak beraktifitas

KETERANGAN : intoleransi aktifitas

6. LINGKUNGAN :

● Kamar : tidak bersih dan tidak rapi

● Kamar mandi : cukup bersih, lantai tidak licin

● Dalam rumah.wisma : cukup bersih, lantai tidak licin, penerangan cukup

● Luar rumah : bersih, terdapat kebun di area perkarangan wisma

7. NEGATIVE FUNCTIONAL CONSEQUENCES

1. Kemampuan ADL
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)
No Kriteria Dengan Mandir Skor
Bantuan i Yang
Didapat
1 Makan 5 10 10
2 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, atau 5-10 15 15
sebaliknya
3 Personal toilet (cuci muka, menyisir rambut, gosok 0 5 5
gigi)
4 Keluar masuk toilet (mencuci pakaian, menyeka 5 10 10
tubuh, menyiram)
5 Mandi 0 5 5
6 Berjalan di permukaan datar (jika tidak bisa, dengan 0 5 5
kursi roda )
7 Naik turun tangga 5 10 5
8 Mengenakan pakaian 5 10 10
9 Kontrol bowel (BAB) 5 10 10
10 Kontrol Bladder (BAK) 5 10 5

2. Aspek Kognitif

MMSE (Mini Mental Status Exam)

No Aspek Nilai Nilai Kriteria


Kognitif maksimal Klien
1 Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar :
Tahun : 2020 Hari : Selasa
Musim : ............................ Bulan :
.............................................
Tanggal : 28
2 Orientasi 5 5 Dimana sekarang kita berada ?
Negara: Indonesia Panti : Sosial
Propinsi: Bengkulu Wisma : Bougenvile
Kabupaten/kota : Bengkulu
3 Registrasi 3 3 Sebutkan 3 nama obyek (misal : kursi, meja,
kertas), kemudian ditanyakan kepada klien,
menjawab :
1) Kursi 2). Meja 3). Kertas
4 Perhatian dan 5 - Meminta klien berhitung mulai dari 100 kemudia
kalkulasi kurangi 7 sampai 5 tingkat.
Jawaban :
1). 93 2). 86 3). 79 4). 72 5). 65
5 Mengingat 3 3 Minta klien untuk mengulangi ketiga obyek pada
poin ke- 2 (tiap poin nilai 1)
6 Bahasa 9 9 Menanyakan pada klien tentang benda (sambil
menunjukan benda tersebut).
1) Pena
2). Gelas
3). Minta klien untuk mengulangi kata berikut :
“ tidak ada, dan, jika, atau tetapi )
Klien menjawab :

Minta klien untuk mengikuti perintah berikut


yang terdiri 3 langkah.
4). Ambil kertas ditangan anda
5). Lipat dua
6). Taruh dilantai.
Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila
aktifitas sesuai perintah nilai satu poin.
7). “Tutup mata anda”
8). Perintahkan kepada klien untuk menulis
kalimat dan
9). Menyalin gambar 2 segi lima yang saling
bertumpuk

Total nilai 30 25
Interpretasihasil :
24 – 30 : tidak ada gangguan kognitif
18 – 23 : gangguan kognitif sedang
0 - 17 : gangguan kognitif berat
Kesimpulan : tidak ada gangguan kognitif
1. Tes Keseimbangan
Time Up Go Test
No Tanggal Pemeriksaan Hasil TUG (detik)
1 28 – 01 – 2020 10

2 29 – 01 – 2020 15

3 30 – 01 – 2020 10

Rata-rata Waktu TUG 11,6

Interpretasi hasil Resiko Jatuh

Interpretasi hasil:
Apabila hasil pemeriksaan TUG menunjukan hasil berikut:
>13,5 detik Resiko tinggi jatuh
>24 detik Diperkirakan jatuh dalam kurun waktu
6 bulan
>30 detik Diperkirakan membutuhkan bantuan
dalam mobilisasi dan melakukan ADL
(Bohannon: 2006; Shumway-Cook,Brauer & Woolacott: 2000; Kristensen, Foss & Kehlet:
2007: Podsiadlo & Richardson:1991)
2. Kecemasan, GDS
Pengkajian Depresi
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tdk Hasil
1. Anda puas dengan kehidupan anda saat ini 0 1 1
2. Anda merasa bosan dengan berbagai aktifitas dan kesenangan 1 0 1
3. Anda merasa bahwa hidup anda hampa / kosong 1 0 0
4. Anda sering merasa bosan 1 0 1
5. Anda memiliki motivasi yang baik sepanjang waktu 0 1 1
8. Anda takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada anda 1 0 0
7. Anda lebih merasa bahagia di sepanjang waktu 0 1 0
8. Anda sering merasakan butuh bantuan 1 0 1
9. Anda lebih senang tinggal dirumah daripada keluar melakukan 1 0 1
sesuatu hal
10. Anda merasa memiliki banyak masalah dengan ingatan anda 1 0 0
11. Anda menemukan bahwa hidup ini sangat luar biasa 0 1 0
12. Anda tidak tertarik dengan jalan hidup anda 1 0 0
13. Anda merasa diri anda sangat energik / bersemangat 0 1 1
14. Anda merasa tidak punya harapan 1 0 0
15. Anda berfikir bahwa orang lain lebih baik dari diri anda 1 0 1
Jumlah
(Geriatric Depressoion Scale (Short Form) dari Yesafage (1983) dalam Gerontological
Nursing, 2006)
Interpretasi :
Jika Diperoleh skore 5 atau lebih, maka diindikasikan depresi

3. Status Nutrisi

Pengkajian determinan nutrisi pada lansia:


No Indikators score Pemeriksaan
1. Menderita sakit atau kondisi yang mengakibatkan perubahan 2 2
jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi
2. Makan kurang dari 2 kali dalam sehari 3 3
3. Makan sedikit buah, sayur atau olahan susu 2 -
4. Mempunyai tiga atau lebih kebiasaan minum minuman 2 -
beralkohol setiap harinya
5. Mempunyai masalah dengan mulut atau giginya sehingga tidak 2 2
dapat makan makanan yang keras
6. Tidak selalu mempunyai cukup uang untuk membeli makanan 4 -
7. Lebih sering makan sendirian 1 1
8. Mempunyai keharusan menjalankan terapi minum obat 3 kali 1 -
atau lebih setiap harinya
9. Mengalami penurunan berat badan 5 Kg dalam enam bulan 2 1
terakhir
10. Tidak selalu mempunyai kemampuan fisik yang cukup untuk 2 2
belanja, memasak atau makan sendiri
Total score 11
(American Dietetic Association and National Council on the Aging, dalam Introductory
Gerontological Nursing, 2001)
Interpretasi:
0 – 2 : Good
3 – 5 : Moderate nutritional risk
6 ≥ : High nutritional risk
(Yang di centangaja yang dijumlah)

4. Hasil pemeriksaan Diagnostik


No Jenis pemeriksaan Tanggal Hasil
Diagnostik Pemeriksaan

1. Test Gene-expert - Negatif


5. Fungsi sosial lansia

APGAR KELUARGA DENGAN LANSIA


Alat Skrining yang dapat digunakan untuk mengkaji fungsi sosial lansia
NO URAIAN FUNGSI SKORE
1. Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman- ADAPTATION 2
teman) saya untuk membantu pada waktu sesuatu
menyusahkan saya
2. Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman)saya PARTNERSHI 2
membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan P
masalah dengan saya
3. Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya GROWTH 2
menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan
aktivitas / arah baru
4. Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya AFFECTION 2
mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi-emosi
saya seperti marah, sedih/mencintai
5. Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya RESOLVE 2
meneyediakan waktu bersama-sama
Kategori Skor: TOTAL 10
Pertanyaan-pertanyaan yang dijawab:
1). Selalu : skore 22). Kadang-kadang : 1
3). Hampir tidak pernah : skore 0
Intepretasi:
< 3 = Disfungsi berat
4 - 6 = Disfungsi sedang
> 6 = Fungsi baik
Smilkstein, 1978 dalam Gerontologic Nursing and health aging 2005
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
KEPERAWATAN
1. Ds : Tn.M mengatakan ia tidak nafsu Keengganan untuk makan Defisit Nutrisi
makan dan tidak makan nasi yang ketidakmampuan menelan
disediakan panti, + 1 minggu tidak makanan
BAB, nyeri tekan
Tn.M sudah 3 hari tidak makan nasi yang
disediakan
Do : BB saat ini
BB sebelumya
Bising usus 15 x/m
Tn.M hanya memakan buah yang
disediakan dipanti
TD : 90/80 mmHg
N : 88 x/m
S : 37,20 C
P : 24 x/m
2. Ds : Tn.M mengatakan ia jarang keluar Ketidakseimbangan antara Intoleransi Aktivitas
kamar karena ia sering merasa lelah, suplai dan kebutuhan
sesak setelah beraktivitas berat, nyeri bila oksigen, kelemahan, gaya
berdiri lama hidup monoton
Do : Tn.M sesak setelah berjalan kekamar
mandi dan kembali kekamarnya
P : 30 x/m
TD setelah beraktivitas 110/90 mmHg
Tn.M jarang keluar kamar dan
beraktivitas
Aktivitas dilakukan dikamar
Riwayat asma bronchitis,TB, jantung
Tn.M memiliki riwayat jatuh dikamar
mandi
3. Ds : Tn.M mengatakan sebelumnya sering Kelemahan, penurunan Defisit perawatan diri
jatuh di kamar mandi motovasi/ minat
Do : Tn. M mengurangai frekuensi
kekamar mandi
Tn. M memiliki kuku panjang dan hitam
Tn. M melakukan aktivitas perawatan diri
(mandi) dan eliminasi (BAK) di kamar
mandi, cukup dekat dengan tempat tidur
Jendela kamar tidak dibuka
Penerangan dalam kamar remang-remang
(kurang pencahayaan)

DIAGNOSA KEPERAWATAN :
1. Defisit nutrisi berhubungan dengan keenganan untuk makan, keridakmampuan menelan
makanan
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen, kelemahan, gaya hidup monoton
3. Defisit perawatan diri (mandi) berhubungan dengan kelemahan, penurunan
motivasi/minat
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN
Rencana Tindakan Keperawatan
Diagnosa
NO Tujuan Kriteria Hasil Rasional
Keperawatan Intervensi Keperawatan (NIC)
(NOC)
1 Ketidak seimbangan Setelah diberikan NIC: Manajemen Nutrisi
nutirisi: kurang dari intervensi keperawatan Aktivitas keperawatan:
kebutuahan tubuh selama 3x24 jam, 1. Tentukan status gizi lansia 1. Pengkajian penting dilakukan
berhubungan dengan diharapkan lansia mampu dan kemampuan lansia untuk untuk mengetahui status nutrisi
 Ketidakmampuan menujukkan memenuhi kebutuhan gizi. lansia sehingga dapat
mengabsorbsi NOC: status Nutrisi menentukan intervensi yang
nutrien  Dipertahankan pada 4 diberikan.
 Ketidakmampuan  Ditingkatkan pada 5 2. Lakukan atau bantu lansia 2. Mulut yang bersih dapat
mencerna makanan  1= sangat terkait dengan perawatan meningkatkan nafsu makan
 Ketidakmampuan menyimpang dari mulut sebelum makan
makan rentang normal 3. Anjurkan lansia untuk duduk 3. Pada posisi duduk tegak
 Gangguan  2= banyak pada posisi tegak, jika memudahkan makanan masuk
psikososial menyimpng dari memungkinkan ke lambung karena saluran
yang ditandai dengan rentang normal pencernaan pada posisi lurus
 BB menurun 20%  3= cukup 4. Berikan informasi yang tepat 4. Informasi yang diberikan dapat
atau lebih dari BB menyimpang dari terhadap lansia tentang memotivasi lansia untuk
ideal rentang normal kebutuhan nutrisi yang tepat meningkatkan intake nutrisi.
 Cepat kenyang  4= sedikit dan sesuai. 5. Lingkungan yang nyaman dapat
setelah makan menyimpang dari 5. Ciptakan lingkungan yang menimbulkan efek relaksasi dan
 Kram/nyeri abdomen rentang normal optimal pada saat membuat lansia nyaman saat
 Nafsu makan  5= tidak menyimpang mengkonsumsi makanan mengonsumsi makanan.
menurun dari rentang normal (misalnya bersih, berventilasi,
 Bisisng usus Dengan kriteria hasil: santai, dan bebas dari bau 6. Makanan yang disajikan dalam
hiperaktif  Status nutrisi yang menyengat) suhu hangat bisa meningkatkan
 Otot pengunyah 1/2/3/4/5 nafsu makan lansia
6. Pastikan makanan disajikan
lemah
dengan cara yang menarik dan
 Otot menelan lemah
pada suhu paling cocok untuk
 Sariawan
dikonsumsi secara optimal
 Diare 7. Zat besi dapat membantu tubuh
7. Anjurkan lansia untuk
sebagai zat penambah darah
mengkonsumsi makanan
sehingga mencegah terjadinya
tinggi zat besi seperti sayuran
anemia atau kekurangan darah
hijau
8. Pada lansia gagal ginjal sangat
diperlukan diet cairan, karena
Anjurkan lansia terkait dengan
apabila cairan yangdikonsumsi
kebutuhan diet untuk kondisi
berlebih akan menyebabkan
sakit (yaitu lansia ddengan
edema tungkai, asitess, bahkan
panyakit ginjal diperlukan
edema paru.
pembatasan natrium, kalium,
9. Konstipasi harus dicegah jangan
protein dan cairan
sampai terjadi, karena saat
8. Pastikan diet mencakup
terjadi konstipasi perut akan
makanan tinggi serat untuk
terasa penuh dan menurunkan
mencegah konstipasi
nafsu makan.
10. Makan sedikit tapi sering
dianjurkan karena dapat
9. Anjurkan lansia makan memenuhui kebutuhan nutrisi
sedikit tapi sering. lansia tanpa membuat lansia
kembung
2 Intoleran aktivitas b.d Setelah diberikan NIC: Terapi aktivitas 1. Mengetahui keterbatasan
ketidakseimbangan intervensi keperawatan Aktivitas Keperawatan: aktivitas klien
antara suplai dan selama 3 x 24 jam, 1. Pertimbangkan kemampuan 2. Lansia dapat memilih dan
kebutuhan oksigen, intoleran aktivitas teratasi klien dalam berpartisipasi merencanakannya sendiri
imobilitas, tidak dengan: melalui aktivitas spesifik berdasarkan aktifitas yang
pengalaman dengan NOC: Toleransi terhadap 2. Bantu klien untuk biasa dilakukan
suatu aktivitas, fisik aktivitas mengeksplorasi tujuan 3. Aktivitas yang tepat dapat
tidak bugar, gaya  Dipertahankan pada 4 personal dari aktivitas yang melatih kekuatan dan irama
hidup kurang gerak.  Ditingkatkan pada 5 biasa dilakukan jantung
 1= Sangat terganggu 3. Dorong aktivitas kreatif 4. Mencegah terjadi nya cedera
Batasan karakteristik:  2= Banyak yang tepat 5. Mempermudah klien dalam
 Respon TD 4. Ciptakan lingkungan aman aktivitas
abnormal terhadap terganggu untuk dapat melakukan 6. Keluarga dapat memantau
aktivitas  3= Cukup terganggu pergerakan otot secara klien secara penuh
 Respon frekuensi  4= Sedikit terganggu berkala sesuai dengan 7. Meningkatkan motivasi dan
jantung abnormal  5= Tidak terganggu indikasi harga diri klien
terhadap aktivitas Dengan kriteria hasil: 5. Bantu untuk mendapatkan 8. Mengetahui setiap
 Perubahan EKG  Toleransi terhadap alat bantuan aktivitas seperti perkembangan yang muncul
 Ketidaknyamanan aktivitas 1/2/3/4/5 kursi roda segera setelah terapi aktivitas.
setelah aktivitas - SaO2 ketika 6. Berikan kesempatan 9. Mengkaji sejauh mana
 Dispnea setelah beraktivitas keluarga untuk terlibat perbedaan peningkatan selama
aktivitas - Frekuensi nadi ketika dalam aktivitas dengan cara aktivitas
 Keletihan beraktivitas yang tepat 10. Aktifitas mempengaruhi kerja
 Kelemahan umum - Frekuensi pernapasan 7. Berikan reinforcement jantung sehingga lansia
ketika beraktivitas positif bagi partisipasi klien dengan gangguan jantung
- TD ketika dalam aktivitas dapat menyebabkan
beraktivitas 8. Monitor respon fisik, emosi, peningkatan kerja jantung dan
- Kekuatan tubuh sosial dan spiritual terhadap dapat menyebabkan henti
- Kemudahan dalam aktivitas jantung mendadak
melakukan aktivitas 9. Bantu klien dan keluarga 11. Latihan yang dilakukan harus
hidup harian memantau perkembangan mengimbangi kerja janutng
- Kemampuan klien terhadap pencapaian sehingga latihan yang
berbicara ketika tujuan dilakukan semaksimal
melakukan aktivitas mungkin dengan beban kerja
fisik NIC: Perawatan jantung: janutng yang terkontrol
Rehabilitatif 12. Menjaga pola makan dan
Aktivitas Keperawatan: laithan akan menjaga
10. Monitor toleransi lansia kestabilan kerja jantung.
terhadap aktivitas 13. Latihan pada lansia fengan
11. Pertahankan jadwal ganggguan janutng memiliki
ambulasi sesuai toleransi aturan latihan untuk menjaga
lansia kerja jantug tetap stabil
12. Instruksikan pada lansia dan 14. Mencegah penggunaan energi
keluarga mengenai yang berlebihan karena dapat
modifikasi faktor resiko menimbulkan kelelahan.
jantung 15. Memudahkan klien untuk
13. Instruksikan lansia dan mengenali kelelahan dan
keluarga mengenai aturan waktu untuk istirahat
berolahraga sebagaimana 16. Menyamakan persepsi
mestinya perawat-klien mengenai tanda-
tanda kelelahan dan
NIC: Manajemen energi menentukan kapan aktivitas
Aktivitas Keperawatan: klien dihentikan
14. Tentukan pembatasan 17. Mempertahankan dan
aktivitas fisik pada klien meningkatkan toleransi latihan
15. Tentukan persepsi klien dan 18. Mengoptimalkan kapasitas
perawat mengenai kelelahan. fisik tubuh
16. Anjurkan klien untuk 19. Meningkatkan fleksibilitas
membatasi aktivitas yang sendi anggota gerak
cukup berat seperti berjalan 20. Memulihkan dan
jauh, berlari, mengangkat meningkatkan kondisi otot,
beban berat, dll tulang, jantung dan paru-paru
menjadi lebih baik
Evidance base:
17. Terapi latihan home based
exercise training (Budiyarti,
2013)
18. Terapi mobilisasi (Susanto,
2016)
19. Pemberian latihan rentang
gerak (Gusti, 2014)
20. Terapi latihan pembebanan
(Harsanti, 2014)
3 Defisit perawatan diri Setelah diberikan NIC: Bantuan Perawatan diri
b.d gangguan intervensi keperawatan Aktivitas Keperawatan: 1. Nilai-nilai budaya memiliki
musculoskeletal, selama 3 x 24 jam, 1. Pertimbangkan budaya pengaruh dalam pengambilan
gangguan perawatan diri meningkat lansia ketika meningkatkan keputusan lansia untuk
neuromuskuler, NOC: Perawatan diri : aktifitas perawatan diri meningkatkan perawatan diri
kelemahan, gangguan Aktifitas sehari-hari 2. meningkatkan aktivitas
psikologis, penurunan  Dipertahankan pada 2 2. Pertimbangkan usia lansia perawatan diri pada lansia
motivasi, yang  Ditingkatkan pada 4 ketika meningkatkan dengan usia dewasa
ditandai dengan:  1= Sangat terganggu aktifitas perawatan diri membutuhkan privasi dalam
- Menolak melakukan  2= Banyak 3. Monitor kebutuhan lansia pelaksanaannya
perawatan diri terganggu terkait dengan alat-alat 3. alat perawatan diri yang tidak
- Tidak mampu  3= Cukup terganggu kebersihan diri, alat bantu memadai mempengaruhi
mandi/mengenakan  4= Sedikit terganggu untuk berpakaian, aktivitas pemenuhan perawatan
pakaian/makan/ke  5= Tidak terganggu berdandan, eliminasi, dan diri lansia.
toilet/berhias secara Dengan kriteria hasil : makan.
mandiri  Perawatan diri 1/2/3/4/5 4. Berikan lingkungan yang 4. Kondisi lingkungan yang tidak
- Makan teraupertik dengan memdai(tidak bersih) dan tidak
- Memakai baju memastikan lingkungan menjaga privasi mempengaruhi
- Mandi yang hangat, santai, aktivitas perawatan diri mandi,
- Berpakaian tertutup. eliminasi, berpakaian, makan
kebersihan mulut 5. Lansia dengan kelemahan otot,
- Berpindah 5. Bersedia memberikan membutuhkan bantuan dalam
- Mobilisasi bantuan dalam berpakaian, aktivitas perawatan diri
sesuai kebutuhan. 6. Keadaan lansia yang bersih dan
6. Fasilitasi lansia untuk rapih meningkatkan rasa
menyisir rambut. nyaman lansia selama masa
perawatan di rumah sakit
7. Bersedia memberikan 7. Pada lansia terjadi penurunan
bantuan dalam fungsi tubuh sehingga
membersihkan diri sesuai memerlukan bantuan dalam
kebutuhan. perawatan diri
8. Kebiasaan yang salah dapat
8. Fasilitasi lansia untuk memberikan efek cedera pada
menggosok gigi dengan mukosa atau kurang efektifnya
tepat. pembersihan gigi dan mulut
9. Kuku yang panjang dan tidak
9. Monitor kebersihan kuku bersih menunjukkan kurangnya
sesuai dengan kemampuan aktivitas pemenuhan kebersihan
merawat diri lansia. diri lansia
10. Posisi duduk sambil bersandar
10. Pastikan posisi lansia yang di tempat tidur atau posisi semi
tepat ujtuk mempasilitasi fowler akan memudahkan
mengunyah dan menelan. lansia menelan makanan dan
mencegah terjadinya refluk
makanan.
11. Makanan lunak dan lembut
11. Bersedia memberikan akan membantu lansia dengan
bantuan dalam pemberian kesulitan mengunyah
makan sesia kebutuhan. memmenuhi kebutuhan nutrisi
12. Penempatan benda sesuai
12. Berikan bantuan sampai dengan jaungkauan akan
lansia mampu melakukan membantu lansia dengan
perawatan diri mandiri. kelemahan untuk mengurangi
pemakaian energi
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : RABU/29-01-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul : 08.30 WIB Pukul : Pukul : 9.45 WIB
S : Tn.M mengatakan ia tidak nafsu makan dan
08.45 WIB : 1. Mengukur status gizi Tn.M dengan mengukur berat badan S : Tn.M mengatakan ia suka makan bubur
tidak mau memakan nasi yang disediakan saat ini dengan mengukur LILA
panti RH : Berat badan saat ini 45 O : - Tn.M menghabiskan makanan (bubur) yang
Pegawai panti mengatakan Tn. M suda 3 ari Berat badan sebelumnya 50 disediakan
tidak memakan nasi yang disedikan LILA 12 - Tn.M makan dalam posisi duduk
IMT 14,4 - Tn.M mendapatkan informasi tentang
O : Tn.M hanya memakan buah yang disediakan 11.30 WIB :2 menganjurkan lansia untuk makan sedikit tapi sering kebutuhan nutrisi untuk mengatasi
panti RH : Tn.M mengatakan ia terkadang menyisahkan buah konstipasi
 TD : 90/80 mmHg yang disediakan saat makan sering untuk di makan setelah
 N : 88 x/ menit sore hari / setelah ashar A : Status nutrisi pada level 3
 P : 24 x/ menit 12.00 WIB 3. Mengganti nasi dengan bubur sukoi untuk makan siang Tn
 S : 37.2OC M P :lanjutkan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi
 Berat badan saat ini 45 RH : - Tn.M menghabiskan makanan yang di sediakan untuk
 Berat badan sebelumnya 50 makan siang
 Bising usus 21 x/menit 12.15 WIB 4. Memposisikan Tn M untuk makan dalam posisi duduk
dengan bantal
A : Status nutrisi pada level 3 RH : Tn.M makan didalam kamar dengan posisi duduk
dengan bantal
P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen 13.00 WIB 5. Menganjurkan perubahan menu makanan Tn.M ke bagian
dapur
nutrisi
RH : pegawai dapur mengatakan sulit mengubah menu untuk
1 orang
12.30 WIB 6. Memberikan informasi nutrisi untuk mengatasi konstipasi
RH : Tn.M mengangguk dan mengatakan “iya”
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : KAMIS/30-01-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul : 08.30 WIB Pukul : Pukul : 13.45 WIB
S : Tn.M mengatakan ia senang mendapat 08.30 WIB 1. Mengevaluasi pola makan Tn.M S : Tn.M mengatakan ia ingin berobat ke
rezeki makan bubur RH : Tn.M mengatakan kemarin sore ia makan buah klinik
kates (pepaya) dan pagi ini ia makan roti yang masih
O : Tn.M memakan buah pisang sebagai ia simpan di dalam lemarinya O : - Tn.M menghabiskan ¼ makanan yang
sarapan 08.45 WIB 2. Menganjurkan Tn.M banyak minum air putih disediakan panti sosial untuk makan siang
 TD : 90/60 mmHg RH : Tn.M mengatakan ia banyak minum air putih, - Tn.M masih makan di dalam kamar
 N : 80 x/ menit Tn.M mengatakan tenggorokannya muda terasa - Tn.M makan dalam posisi duduk
 S O
: 37.5 C kering dan sakit bila tidak minum air putih - Tn.M tidak di periksa secara langsung
 P : 24 x/ menit 11.30 WIB 3.menganjurkan Tn.M untuk makan diluar kamar dan saat pemeriksaan kesehatan dan hanya
 Berat badan saat ini duduk diruang tengah wisma bougenville mendapat obat.
 Bising usus 25 x/ menit RH : Tn.M mengatakan besok ia akan duduk diluar dan
berjemur A : Status nutrisi pada level 3
A : Status nutrisi pada level 3 11.45 WIB 4. Memodifikasi makan siang Tn.M dengan
menganjurkan air pada nasi yang disediakanpanti P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen
P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen RH : Tn.M mengatakan ia akan makan setelah sholat
13.30 WIB 5. Memerlukan konsultasi kesehatan Tn.M ke klinik
mingguan yang selalu di adakan setiap hari kamis di
panti
RH : pegawai klinik mengatakan belum ada perubahan
pada kondisi Tn.M dan hanya memberikan obat dexa,
pct, untuk Tn.M
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Jumat/31-01-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul : 08.30 WIB Pukul : Pukul : 9.45 WIB
S : Tn.M mengatakan ia senang mendapat 10.30 WIB 1. Mengajak Tn.M Untuk keluar kamar dan duduk di S : Tn.M mengatakan ia senang mendapat
buah duku ruang tengah wisma bougenville buah duku
10.35 WIB 2. Memberikan Tn.M buah duku
O : Tn.M memakan duku yang diberikan RH : Tn.M mengatakan ia sering mendapat buah duku O : - Tn.M menghabiskan duku yang disediakan
 TD : 100/60 mmHg 11.00 WIB 3. Memotong kuku Tn.M - Tn.M keluar dari kamar dan duduk di
 N : 83 x/ menit RH : Tangan Tn.M bersih dan rapi ruang tengah wisma bougenville
 P : 26 x/ menit 12.20 WIB 4. Memberikan Tn.M susu sebagai menu tambahan - Tn.M terlihat senang saat di aak
 Berat badan saat ini makan siang mengobrol di ruang tengah wisma
 Berat badan sebelumnya RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan ia suka bougenville
minum susu - Tn.M mendapatkan tambahan menu
A : Status nutrisi pada level 3 13.00 WIB 5. Menganjurkan Tn.M untuk makan sedikit tapi sering. makanan siang berupa susu.
RH : Tn.M mengatakan iya
P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen 13.30 WIB 6. Mengukur status gizi Tn.M dengan mengukur berat A : Status nutrisi pada level 3
nutrisi badan saat ini dan mengukur LILA
RH : BB saat ini 45 P : Lanjutkan aktivitas keperawatan manajemen
BB Sebelumnya 50 nutrisi
LILA 12
IMT 14,4
13.45 WIB 7. Melakukan Pemeriksaan TTV
RH : TD 100/90 mmHg P.22 x/menit
N 80 x/menit
S 37,1 oC
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Sabtu/01-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul : 08.30 WIB Pukul : Pukul : 13.45 WIB
S : Tn.M mengatakan ia merasa 08.30 WIB : 1. Mengukur tanda-tanda vital Tn.M S : Tn.M mengatakan senang dengan
keadaannya seperti itulah dan tidak RH : TD : 90/60 mmHg pemberian getuk
begitu sehat N : 80 x/ menit
S : 37.2 o C O : - Tn.M keluar kamar dan makan olahan ubi
O : Tn.M masih sering berada di dalam P : 24 x/ menit kayu (getuk)
kamar Dn mengunci pintu kamar 09.30 WIB :2 menganjurkan Tn.M untuk berkumur sebelum dan - Tn.M terlihat senang
 TD : 90/60 mmHg sesudah makan - Tn. M menghabiskan makanan yang
 N : 80 x/ menit RH : Tn.M berkumur dengan aqua sebelum makan. disiapkan.
 S o
: 37.2 C 10.00 WIB 3. Melakukan aktivitas membuat olahan ubi kayu - Tn.M mengikuti ROM aktif
 P : 24 x/ menit bersama lansia bougenville
RH : - lansia bersemangat membuat olahan ubi kayu A : Status nutrisi pada level 3
A : Status nutrisi pada level 3 (getuk)
- Tn.M terliat senang saat di tawarkan ubi kayu P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen
P :Berikan aktivitas keperawatan manajemen (getuk) nutrisi
11.30 WIB 4. Menganjurkan Tn.M duduk di luar kamar dan
memakan olahan ubi kayu
RH : Tn.M duduk di luar kamar dan memakan olahan
ubi kayu yang disiapkan
12.00 WIB 5. Menganjurkan Tn.M untuk banyak beraktivitas
(Mengajarkan ROM aktif) untuk mengatasi konstipasi
RH : Tn.M menggerakkan ekstremitas seperti yang
diajarkan
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Rabu, 05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Menawarkan Tn.M untuk menambah sarapan dengan lontong atau
S : Tn.M mengatakan ia tadi pagi sarapan dengan roti S : Tn.M mengatakan ia senang mendapat lontong
memakan mie instan dan masih ada sisa untuk RH : Tn.M mengatakan ia mau makan lontong
nanti siang O:
2. Menganjurkan Tn.M untuk memberitahukan jika ia ingin makan  Tn.M mengahabiskan lontong yang disediakan
O: sesuatu yang lain dan separuh porsi mie instan
 BB saat ini 45 kg RH : Tn.M mengatakan iya  Tn.M mau mengatakan keinginannya untuk
 BB sebelumnya 50 kg makan lontong
 Bising usus 20 x/menit 3. Menganjurkan Tn.M untuk meminta tolong pegawai ruangan (cs),  Tn.M mengahbiskan 3 sendook makan siang
 Tn.M mengahabiskan separuh sarapan mahasiswa, atau teman 1 ruangan jika ingin membeli makanan yang disediakan
paginya berupa mie instan dari luar panti
 TTV : TD : 100/90 mmhg RH : Tn.M mengatakan akan meminta tolong jika ia sedang A : Status nutrisi pada level 3
N : 79 x/menit berselera makan sesuatu.
P : 24x/menit P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi
S ; 37,3 ℃ 4. Mengevaluasi makan siang Tn.M
RH : - Tn.M mengatakan ia sudah makan sedikit dan masih
A : Status nutrisi pada level 3 kenyang setelah makan lontong, Tn.M mengatakan ia akan
makan lagi nanti
P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi - Tn.M makan siang didalam kamar
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Kamis, 05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Menawarkan Tn.M untuk menambah sarapan dengan lontong atau
S : Tn.M mengatakan ia suka kemarin makan lontong roti S : Tn.M mengatakan teman 1 ruangannya sering
RH : Tn.M terlihat senang dan menghabiskan lontong yang membantu dirinya, (Tn.W dan Ny.P)
O: disediakan
 BB saat ini 45 kg O:
 BB sebelumnya 50 kg 2. Menganjurkan Tn.M untuk banyak minum air putih  Tn.M mengahabiskan lontong yang disediakan
 Bising usus 20 x/menit RH : Tn.M mengatakan ia minum air putih sebanyak 1 botol ukuran  Tn.M mau mengatakan keinginannya untuk
 Tn.M sarapan pagi dengan 1 potong roti ....L makan lontong
 Tn.M mengahabiskan buah dan 5 sendok
A : Status nutrisi pada level 3 3. Mengevaluasi makan siang Tn.M makan nasi
RH : Tn.M menghabiskan 1 potong buah pepaya dan 5 sendok  Tn.M mengahbiskan buah di luar ruangan
P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi nasi yang disediakan panti
A : Status nutrisi pada level 3
4. Meminta teman 1 ruangan Tn.M membantu Tn.M membelikan
makanan jika mahasiswa dan pegawai panti tidak sedang berada P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi
ruangan
RH : Teman 1 ruangan Tn.M mengatakan ia mau membantu Tn.M

5. Menganjurkan teman 1 ruangan Tn.M untuk sering menawarkan


Tn.M bila ada makanan lebih (buah dan kue)
RH : Teman 1 ruangan Tn.M mengatakan ia sering menawarkan
dan memberitahukan Tn.M bila ada makanan dengan mengetuk
pintu Tn.M
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Jumat, 06-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengevaluasi sarapan pagi Tn.M
S : Tn.M mengatakan ia tadi malam tidak makan dan RH : Tn.M mengatakan ia menghabiskan lontong sayur tanpa telur S : Tn.M mengatakan teman 1 ruangannya sering
sudah makan pagi dengan lontong sayur banyak kuah dan banyak kerupuk sebagai sarapan pagi. membantu dirinya, (Tn.W dan Ny.P)
O:
 BB saat ini 45 kg 2. Mengevaluasi cara makan Tn.M O:
 BB sebelumnya 50 kg RH : Tn.M mengatakan ia mengikuti cara makan yang telah  Tn.M mengahabiskan lontong yang disediakan
 Bising usus 15 x/menit diajarkan sebelumnya, makan dalam posisi duduk dan  Tn.M mau mengatakan keinginannya untuk
mencuci tangan sebelum makan makan lontong
A : Status nutrisi pada level 3  Tn.M mengahabiskan 5 sendok makan nasi
3. Mengevaluasi makan siang Tn.M  Tn.M mengahbiskan buah di luar ruangan
P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi RH : Tn.M tidak menghabiskan nasi yang disediakan dan hanya
memakan sayurnya saja. A : Status nutrisi pada level 3

4. Menganjurkan Tn.M menambahkan air hangat ke nasi yang P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi
disediakan panti agar lebih mudah dimakan
RH : Tn.M menambahkan air hangat ke nasinya dan memakan 5
sendok makan nasi yang disediakan

5. Menganjurkan Tn.M meminta air hangat dari teman 1 ruangan bila


air hangatnya habis dan mahasiswa tidak sedang berada di
tempat.
RH : Tn.M mengatakan Iya
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit nutrisi berhubungan dengan keengganan untuk makan, ketidakmampuan menelan makanan.
HARI/TANGGAL : Sabtu,, 07-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengevaluasi sarapan pagi Tn.M dan makan malam Tn.M
S : Tn.M mengatakan teman sekamarnya sedang RH : - Tn.M mengatakan ia menghabiskan lontong sayur tanpa S : Tn.M mengatakan teman 1 ruangannya sering
membantunya membeli lontong telur banyak kuah dan banyak kerupuk sebagai sarapan membantu dirinya, (Tn.W dan Ny.P)
O: pagi.
 Tn.M datang membawa lontong sayur - Tn.M mengatakan tadi malam ia makan kates dan sudah O:
 BB saat ini 45 kg BAB 1 kali dengan karakteristik lembek  Tn.M mengahabiskan lontong yang disediakan
 BB sebelumnya 50 kg  Tn.M mau mengatakan keinginannya untuk
 Bising usus 15 x/menit 2. Menganjurkan Tn.M banyak minum makan lontong
 Tn.M menghabiskan lontong RH : Tn.M mengatakan iya  Tn.M mengahabiskan ¼ porsi makan siang
 Tn.M BAB 1x dengan karekteristik konsistensi
A : Status nutrisi pada level 3 3. Mengevaluasi makan siang Tn.M lembek dan berwarna kecoklatan
RH : Tn.M menambahkan aiir hangat dengan nasi makan siangnya
P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi dan menghabiskan ¼ porsi makan siang. A : Status nutrisi pada level 2

4. Menganjurkan Tn.M untuk mempertahankan porsi maka saat ini P : Berikan aktivitas keperawatan manajemen nutrisi
RH : Tn.M mengatakan iya

5. Menganjurkan Tn.M makan makanannya sesering mungkin


RH : Tn.M mengatakan iya
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Senin, 03-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
5. Mengukur toleransi lansia terhadap aktivitas dengan mengatur TTV
S : Tn.M mengatakan ia jarang keluar kamar karena sebelum dan setelah aktivitas S : Tn.M mengatakan ia sering terjatuh beberapa kali
sering merasa lelah, sesak setelah beraktivitas RH : TTV Sebelum aktivitas : TD 90/60 MMHg dikamar mandi
N : 80 x/m
O: P : 22 x/m O:
 Tn.M sesak setelah bejalan kekamar mandi TTV sesudah aktivitas : TD 110/60 MMHg  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
dan kekamarnya N : 92 x/m  Tn.M tampak berhati-hati saat kekamar mandi
 Frekuensi pernafasan 33x/m P : 34 x/m  Tn.M tampak sesak setelah beraktivitas
 Setelah beraktivitas TD 110/90 MMHg  TD 110/60 MMHg
 Aktivitas dilakukan dikamar 6. Menganjurkan Tn.M untuk mempertahankan aktivitas sesuai N : 92 x/m
 Riwayat asma, bronkitis,TB, jantung tolerasni (duduk, berdiri dengan pegangan sholat) P : 34 x/m
 Tn.M memiliki riwayat jatuh RH : Tn.M mengatakan mengerti
A : toleransi aktivitas pada level 3
7. Mengekaji persepsi Tn.M terhadap kelelahan
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 RH : Tn.M mengatakan kelelahan adalah ketidakmampuan P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
beraktivitas perawatan jantung, manajemen energi
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri 8. Mengkaji aktivitas harian yang biasa dilakukan Tn.m
RH : Tn.M mengatakan ia sering mendengar radio di kamarnya

9. Mengkaji alasan Tn.M jarang keluar kamar dan sering mengunci


pintu kamar
RH : Tn.M mengatakan tidak suka suara berisik dan ribut
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Selasa,04-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengukur TTV Tn.M
S : Tn.M mengatakan hari ini belum ke kamar mandi RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg S : Tn.M mengatakan hari ini ia beraktivitas dikamar
dan beraktivitas di dalam kamar N : 81 x/m (duduk ditempat tidur, sholat)
S : 37.1 oc
O: P : 24 x/m O:
 Tn.M mendengarkan radio di dalam kamr  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 24x/m 2. Menganjurkan Tn.M untuk mempertahankan aktivitas  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg RH : Tn.M mengatakan mengerti aktif
 Tn.M banyak tidur di tempat tidur  Tn.M sering mengunci pintu dikamar
3. Mengajarkan latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran dan
mempertahankan kemampuan sendi gerak A : toleransi aktivitas pada level 3
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan
P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, 4. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena perawatan jantung, manajemen energi
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih

5. Menganjurkan Tn.M untuk mengubah pola aktivias dengan makan


dluar kamar
RH : Tn.M mengatakan iya
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Rabu,05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:
1. Mengukur TTV Tn.M
S : Tn.M ia beraktivitas didalam kamar dengan jenis RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg S : Tn.M mengatakan hari ini ia beraktivitas dikamar
kegiatan sholat, duduk di atas tempat tidur makan N : 81 x/m (duduk ditempat tidur, sholat) dan mendengarkan
dan mendengarkan radio S : 37.1 oc radio
P : 24 x/m
O: O:
 Tn.M mendengarkan radio di dalam kamr 2. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 24x/m RH : Tn.M mengatakan ia lupa cara melakukan rom aktif yang  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg diajarkan aktif
 Tn.M banyak tidur di tempat tidur
 Tn.M belom keluar kamar 3. Mengajarkan ulang latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran A : toleransi aktivitas pada level 3
 Tn.M belom mengaplikasikan terapi rom aktif dan mempertahankan kemampuan sendi gerak
RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 4. Memononitor respon fisik, emosional sosial dan spritual terhadap
aktivitas
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, RH : Tn.M mengatakan mudah merasa lelah setelah beraktivitas
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri sholat dan berdoa

5. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena


telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Kamis,06-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia tidak jatuh dikamar mandi 1. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M S : Tn.M mengatakan ia istrirahat bila merasa lelah
RH : Tn.M mengatakan ia lupa cara melakukan rom aktif yang
O: diajarkan O:
 Setelah beraktivitas TD 90/80 MMHg  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m 2. Mengajarkan ulang latihan ROM aktif untuk menjaga kebugaran  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Tn.M tampak kelelahan dan mempertahankan kemampuan sendi gerak aktif
RH : Tn.M mampu mendemonstrasikan ROM aktif yang di ajarkan  Tn.M tidak sesak setelah melakukan aktivitas
ROM aktif
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 3. Memonitor respon fisik, emosional sosial dan spritual terhadap
aktivitas A : toleransi aktivitas pada level 3
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas, RH : Tn.M mengatakan mudah merasa lelah setelah beraktivitas
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri sholat dan berdoa P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
4. Memberikan pujian dan dukungan positif kepada Tn.M karena
telah melakukan ROM aktif
RH : Tn.M terlihat senang dan mengatakan iya terimakasih

5. Memodifikasi lingkungan dengan meletakan alas kaki kering di


depan pintu kamar mandi
RH : alas kaki di letakan di depan pintu kamar mandi
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Jumat,07-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia menggunakan alas kaki 1. Mengevaluasi penerapan aktivitas latihan ROM aktif pada Tn.M S : Tn.M mengatakan akan mencoba menerapkan
untuk mengelap lantai yang basah RH : Tn.M mampu melakukan rom aktif yang diajarkan informasi yang diberikan

O: 2. Memberikan informasi kepada Tn.M tentang penyakit asam urat O:


 Setelah beraktivitas TD 90/60 MMHg RH : Tn.M menganguk dan banyak bertanya tentang penyakit  Tn.M melakukan aktivitas dikamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m asam urat  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Nadi 80x/m aktif
 Tn.M melakukan aktivitas didalam kamar 3. Mengajarkan Tn.M mengkompres jahe untuk mengurangi nyeri  Tn.M mampu mendemonstrasikan kompres jahe
 Riwayat asma, TB, bronkitis, dan jantung asam urat
 Tn.M memiliki riwayat jatuh dari kamar mandi RH : Tn.M mengatakan merasa hangat saat dikompres jahe pada A : toleransi aktivitas pada level 3
persendian
P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 perawatan jantung, manajemen energi

P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,


perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai kebutuhan oksigen, kelemahan, gaya hidip monoton
HARI/TANGGAL : Sabtu ,08-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia jarang keluar kamar karena 1. Mengukur TTV Tn.M S : Tn.M mengatakan merasa senang berbincang-
merasa lelah RH : TTV sesudah aktivitas : TD 90/80 MMHg bincang
N : 81 x/m
O: S : 37.1 oc O:
 Setelah beraktivitas TD 90/60 MMHg P : 24 x/m  Tn.M merasa senang di luar kamar
 Frekuensi pernafasan 34x/m  Tn.M masih mengunci pintu setelah masuk
 Nadi 80x/m 2. Mengevaluasi penerapan ROM aktif pada Tn.M dan kompres jahe kamar
 Tn.M melakukan aktivitas didalam kamar RH : Tn.M mengatakan ia mempraktikan ROM aktif setelah sholat  Tn.M mempertahankan aktivitas dengan rom
 Tn.M membuka pintu saat pintu diketuk dan dan belum mampu mengaplikasikan kompes jahe aktif
kembali mengunci pintu setelah mengobrol  Tn.M mampu mendemonstrasikan kompres jahe
 Tn.M memiliki riwayat jatuh dari kamar mandi 3. Menganjurkan Tn.M untuk keluar kamar dan duduk diruang depan
RH : Tn.M keluar kamar, duduk diruang tamu dan memakan kue A : toleransi aktivitas pada level 3

A : Toleransi terhadap aktivitas pada level 3 P : Lanjutkan aktivitas keperawatan terapi aktivitas,
perawatan jantung, manajemen energi
P : Berikan aktivitas keperawatan terapi aktvitas,
perawatan jantung rehabilitatif, menejemen nyeri
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, penurunan motivasi/minat
HARI/TANGGAL : Rabu, 05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia mandi dengan posisi duduk 10. Menganjurkan Tn.M untuk meletakkan tempat makanan diluar S : Tn.M mengatakan ia mempertahankan kebersihan
di kamar dan menggunakan lap basah kamar diri
RH : Tn.M mengatakan iya
O:
O: 11. Menganjurkan Tn.M membuka jendela kamar  Tn.M mampu mendemontrasikan cara mencuci
 Tn.M sedikit beraroma tidak sedap RH : jendela kamar di buka, cahaya masuk ke dalam kamar tangan
 Kamar Tn.M lembab  Jendela Tn.M terbuka
 Bekas makanan masih ada dikamar Tn.M 12. Mengevaluasi kemampuan Tn.M mencuci tangan dengan 6  Tn.M berkumur sebelum dan setelah makan
langkah
RH : Tn.M mampu mendemontrasikan cara mencuci tangan 6
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4 langkah A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4

13. Menginformasikan pada Tn.M waktu mencuci tangan


P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan RH : Tn.M mengatakan iya P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan
diri diri
14. Mengajarkan Tn.M untuk berkumur dan membersihkan gusi dan
lidah
RH : Tn.M mengatakan tenggorokannya sakit bila menelan
makanan keras
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, penurunan motivasi/minat
HARI/TANGGAL : Kamis, 05-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan sebelumnya sering jatuh di 1. Mengkaji persepsi Tn.M terhadap kebersihan diri S : Tn.M mengatakan ia mempertahankan kebersihan
kamar mandi RH : Tn.M mengatakan ia berusaha menjaga kebersihan diri diri

2. Mengkaji budaya dan kebiasaan Tn.M dalam memberikan O:


O: perawatan diri  Kuku Tn.M tampak panjang dan hitam
 Tn.M mengurangi frekuensi ke kamar mandi RH : Tn.M mengatakan ia akan melakukannya sendiri dan tidak  Alat kebersihan yang dimiliki Tn.M cukup
 Tn.M memiliki kuku yang panjang mau merepotkan orang lain. lengkap
 Tn.M melakukan aktivitas perawatan diri di  Kamar Tn.M tidak rapih dan bersih
dalam kamar tidur 3. Memonitor kebutuhan Tn.M terkait dengan alat-alat kebersihan diri
 Kamar Tn.M kurang bersih, bau dan lembab RH : Tn.M memiliki alat-alat kebersihan diri yang cukup lengkap
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4
4. Memonitor kebersihan kuku lansia
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4 RH : Kuku Tn.M panjang dan berwarna hitam
P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan
5. Mengkaji kemampuan Tn.M memotong kuku diri
P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan RH : Tn.M mengatakan akan memotong kukunya sendiri nanti
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, penurunan motivasi/minat
HARI/TANGGAL : Jumat, 06-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia merasa senang akan 1. Memotongkan kuku Tn.M di dalam kamar Tn.M S : Tn.M mengatakan ia merasa sang diperhatikan
dipotongan kuku nya RH : Tn.M meminta jangan memotong kuku jempolnya karena
digunakan untuk membuka plastik O:
 Kuku Tn.M bersih dan pendek
O: 2. Merapikan kuku Tn.M pada bagian Jempol  Tn.M mampu mendemontrasukan cara mencuci
 Kuku Tn.M tampak panjang dan hitam RH :kuku Tn.M pendek dan bersih tangan
 Alat kebersihan yang dimiliki Tn.M cukup  Tn.M terlihat senang
lengkap 3. Menganjurkan Tn.M untuk sering mencuci tangan nya
 Tn.M memiliki potong kuku sendiri RH : Tn.M mengantakan mengerti
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4 4. Mengajarkan Tn.M cara mencuci tangan dengan 6 langkah
RH : Tn.M mampu mendemontrasikan cara mencuci tangan 6
langkah P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan
P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan diri
perawatanaktivitas keperawatan bantuan 5. Menganjurkan Tn.M menjaga lingkungan kamar tetap kering
perawatan diri RH : Tn.M mengatakan mengerti
IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN

NAMA PASIEN : Tn. M Diagnosa Keperawatan:


RUANGAN : Bougenvile Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, penurunan motivasi/minat
HARI/TANGGAL : Sabtu,, 07-02-2020

PENGKAJIAN-DIAGNOSIS-INTERVENSI EVALUASI
IMPLEMENTASI & RESPON HASIL
(S-O-A-P) (S-O-A-P)
Pukul: Pukul: Pukul:

S : Tn.M mengatakan ia sudah mandi 1. Mengajurkan Tn.M berpakaian dan duduk di luar S : Tn.M mengatakan ia merasa senang
RH : Tn.M mengantakan iya

O: 2. Membantu Tn.M mengenakan kaos O:


 Jendela Tn.M tertutup RH :Tn.M menggunakan baju bersih  Jendela Tn.M terbuka
 Kamar Tn.M gelap dan lembab  Tn.M keluar kamar dan duduk diruang tamu
 Tn.M tidak menggunakan pakaian karena 3. Membantu Tn.M menyisir rambut ruang bougenvile
merasa panas RH : Rambut Tn.M rapi  Rambut Tn.M rapi
 Tangan Tn.M bersih  Tn.M menggunakan pakaian bersih
4. Mengevaluasi kemampuan Tn.M mencuci tangan dengan 6
A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 4 langkah
RH : Tn.M mampu mendemontrasikan cara mencuci tangan 6
langkah A : Perawatan diri aktivitas sehari-hari pada level 5
P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan
diri 5. Menganjurkan Tn.M untuk sering duduk diluar kamar
RH : Tn.M mengatakan iya P : Berikan aktivitas keperawatan bantuan perawatan
diri