Anda di halaman 1dari 2

1.

Latar Belakang
NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah
bahan/zat/obat jika masuk kedalam tubuh manusia akan memengaruhi tubuh
terutama otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan
kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan
(adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. (BNP Jabar,
2010).
Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya
(NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA
(Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya) merupakan masalah yang sangat
kompleks, yang memerlukan upaya pencegahan serta penanggulangan secara
komprehensif.
Berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama
dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) tahun 2014 telah
melahirkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara umum sebesar
2,18%. Berdasarkan hasil survey tersebut telah dilakukan perhitungan proyeksi
angka prevalensi, dimana tahun 2016 telah diproyeksikan angka prevalensi
penyalahgunaan narkoba secara umum sebesar 2,21% atau setara dengan
4.173.633 orang (BNN, 2017).
Meningkatnya jumlah pemakai NAPZA, terutama yang menggunakan
jarum suntik, telah menambah jumlah penderita penyakit menular seksual
seperti HIV/AIDS. HIV/AIDS adalah penyakit yang mematikan, mudah menular,
dan belum ada obatnya. Penyakit itu awalnya menular diantara sesama pemakai
NAPZA, namun akhirnya dapat menular kepada keluarganya dan masyarakat
luas (Partodiharjo, 2008).
Penting adanya pemberian edukasi kepada masyaraka awam tentang
efek bahaya yang ditimbukan oleh pemakian napza, salah satu faktor yang
berpengaruh terhadapa penyalahgunaan NAPZA adalah pengetahuan, dimana
dalam suatu kondidi jika seseorang itu tahu bahwa hal yang akan dilakukannya
akan berakibat buruk terhadap dirinya. Peningkatan pengetahun dapat dilakukan
dengan cara pemberian penyuluhan kepada masyarakat.
Perlu adanya kesadaran dan peran pro aktif masyarakat dalam
mencegah dan menanggulangi pemakaian napza, serta dukungan peran serta
pemerintah untuk membuat perncangan program penanggulangan napza yang
diharapakan akan menekan laju prevalensi pemakaian napza dari waktu ke
waktu.

2. Tujuan
a. Mengetahui zat-zat serta bahan kimia yang tergolong ke dalam jenis NAPZA
sehingga dapat membedakannya antara zat yang satu dengan yang lainnya.
b. Mengetahui dampak pengaruh serta penyebab yang ditumbulkan dari
penyelahgunaan NAPZA
c. Mengetahui serta mengenal cara mencegah dampak penyalahgunaan
NAPZA.

3. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian dari NAPZA ?
b. Apa saja jenis – jenis NAPZA ?
c. Apa pengaruh dan efek dari penggunaan NAPZA ?
d. Apa penyebab dari penggunaan NAPZA ?
e. Bagaimana cara pencegahan dari penyalahgunaan NAPZA ?
f. Apa saja peran Pemerintah untuk menurunkan angka NAPZA di Indonesia ?

4. Manfaat
a. Bagi Masyarakat, makalah ini diharapkan menjadi informasi yang berguna
untuk mencegah penggunaan NAPZA dilingkungan keluarga dan sekitar.
b. Bagi Profesi, Sebagai masukan dan tambahan pengetahuan dalam
memeberikan tindakan promotif dan preventif kepada masyarakat serta
pasien pengguna NAPZA NAPZA.
c. Bagi lingkungan akademisi, makalah ini sebagai informasi yang dapat
memperkaya khasanah pengetahuan tentang bahaya dan pencegahan
kekambuhan pengguna NAPZA.