Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia yang
berfungsi untuk menghasilkan energi bagi tubuh manusia. Karbohidrat sebagai zat
gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul
yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan
fungsinya. Semua karbohidrat terdiri atas unsur Carbon (C), hidrogen (H), dan
oksigen (O) (Nurhamida Sari Siregar, 2014).
Berdasarkan jumlah rantai karbon yang menyusunnya, karbohidrat dibagi
menjadi 3 golongan yaitu monosakarida, olisakarida, dan polisakarida (Hart,1983).
1. Monosakarida
Monosakarida adalah molekul karbohidrat yang tidak dapat dipecah lagi menjadi
molekul karbohidrat yang lebih sederhana melalui proses hidrolisis. Molekul ini
sering disebut sebagai gula sederhana (Whistler dkk, 1996). Menurut Lehninger (1982)
monosakarida tidak berwarna, bentuk kristanya larut dalam air tetapi tidak larut
dalam pelarut nonpolar. Monosakarida digolongkan menurut jumlah karbon yang ada
dan gugus fungsi karbonilnya yaitu aldehida (aldosa) dan keton (ketosa). Yang
termasuk monosakarida yaitu : glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
2. Oligosakarida
Oligoskarida terdiri dari dua atau lebih monosakarida yang pengaruh asamnya
dapat mengalami hidrolisis menjadi bentuk-bentuk monosakarida penyusunnya.
Apabila oligosakarida merupakan gabungan dari 2 molekul monosakarida disebut
disakarida, dan apabila tersusun dari tiga molekul monosakarida disebut trisakarida.
Ikatan antara dua molekul monosakarida disebut glikosidik. Ikatan ini terbentuk
antara dua gugus hidroksi dari atom C nomor 1 (disebut karbon anomerik) dengan
gugus hidroksi dari atom C molekul lain (biasanya atom C nomor 4) atau dengan
melepas 1 mol air (Lehninger, 1982). Yang termasuk oligosakarida adalah : sukrosa,
maltosa, dan laktosa.
Sukrosa → gabungan antara glukosa dan Fruktosa
Maltosa → gabungan antara glukosa dan glukosa
Laktosa → gabungan antara glukosa dan galaktosa
3. Polisakarida
Polisakarida seringkali terdiri dari monosakarida dan disakarida dalam jumlah besar
(Rahmawati, 2014). contohnya : selulosa, hemiselulosa, pektin, dan lignin, pati,
dekstrin, dan glikogen.
Monosakarida dan sakarida umumnya disebut “gula-gula” karena memiliki rasa
yang manis disebabkan gugus hidroksidanya, sedangkan polisakarida tidak terasa
manis karena ukuran molekulnya besar sehingga tidak dapat masuk ke dalam sel-sel
kunci yang terdapat pada permukaan lidah (Sudarmadji, dkk, 1996).
Pengetahuan tentang struktur dan sifat-sifat karbohidrat yang mempunyai makna
fisiologis penting diperlukan untuk memahami peranannya dalam pengelolaan
berbagai fungsi tubuh manusia (Mayes,1990).

I-1
I.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara mengetahui jenis karbohidrat dengan uji kelarutan?
2. Bagaimana cara mengetahui jenis karbohidrat dengan reaksi pengenalan?
I.3 Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui jenis karbohidrat dengan uji kelarutan.
2. Untuk mengetahui jenis karbohidrat dengan reaksi pengenalan.

I-2