Anda di halaman 1dari 15

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK )

Program : Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan


Pengairan Lainnya

Kegiatan : Studi Pola Pengelolaan Wilayah Sungai Kubu


.
Pekerjaan : Perencanaan Studi Pola Pengembangan Wilayah Sungai Kubu

Lokasi : Kabupaten Rokan Hilir.

I. LATAR BELAKANG
Sungai Kubu merupakan salah satu sungai besar yang melintasi Kabupaten Rokan
Hilir yang berada di WS Kubu yang juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi
air. Selain itu kondisi tanah di sepanjang sisi aliran sungai cukup subur sehingga
dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam dan berkebun. WS Kubu
merupakan salah satu WS Lintas Kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah
Kabupaten Rokan Hilir. Dengan adanya degradasi lingkungan mulai dari kondisi
hutan dan lahan di bagian hulu, pengikisan tanah akibat penebangan hutan dan
penambangan liar serta pendangkalan di beberapa titik Sungai Kubu, pada akhirnya
Sungai Kubu mengalami penurunan manfaat selain juga berpotensi mendatangkan
potensi bencana banjir dan kerusakan muara sehingga diperlukan perencanaan
secara menyeluruh di Sungai Kubu untuk mengembalikan fungsi, meningkatkan
potensi manfaat dan mengurangi potensi bencana akibat luapan Sungai Kubu.

Untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan sumber daya air yang dapat


memberikan manfaat yang sebesar - besarnya bagi kepentingan masyarakat dalam
segala bidang kehidupan, sesuai dengan Permen PUPR No. 10 Tahun 2015 Tentang
Rencana Teknis Tata Pengaturan Air dan Tata Pengairan maka diperlukan Rencana
Pengelolaan Sumber Daya Air yang yang terencana dan terukur, sebagai pedoman
dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber
daya air, dan pengendalian daya rusak air.

Rancangan rencana pengelolaan sumber daya air disusun setelah pola pengelolaan
sumber daya air pada wilayah sungai telah ditetapkan atau dalam proses penetapan.
Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa tidak terjadi perubahan kondisi
dan permasalahan pada wilayah sungai yang bersangkutan. Jika sesuatu hal,
misalnya terjadi bencana alam yang menyebabkan terjadinya perubahan kondisi
wilayah sungai disertai dengan munculnya berbagai permasalahan baru pada
wilayah sungai yang bersangkutan maka perlu dilakukan perbaikan atau revisi
terhadap rancangan pola pengelolaan sumber daya air yang telah disusun.

Rancangan rencana pengelolaan sumber daya air disusun secara terpadu pada setiap
wilayah sungai berdasarkan strategi pengelolaan sumber daya air yang dipilih dari
alternatif strategi yang terdapat dalam pola pengelolaan sumber daya air. Strategi
tersebut dipilih oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah
sungai yang bersangkutan, tahapan ini merupakan langkah awal yang memiliki nilai
strategis dalam penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air. Berdasarkan
uraian di atas maka secara umum tahapan yang ditetapkan dalam penyusunan
rancangan rencana pengelolaan sumber daya air meliputi:
1) Inventarisasi Sumber Daya Air;
2) Penyusunan; dan
3) Penetapan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air.

Pada tahap inventarisasi sumber daya air dan tahap penyusunan rencana
pengelolaan sumber daya air dilakukan secara terkoordinasi dengan instansi yang
terkait, masyarakat dan dunia usaha melalui konsultasi publik untuk menjaring
masukan, permasalahan, dan/atau keinginan dari para pemilik kepentingan.
Rancangan rencana pengelolaan sumber daya air yang telah dibahas, diserahkan
kepada Menteri, Gubernur atau Bupati / Walikota sesuai dengan kewenangannya
dalam pengelolaan wilayah sungai untuk ditetapkan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan


Ruang Kabupaten Rokan Hilir memandang perlu untuk melakukan suatu kegiatan
perencanaan menyeluruh dan terpadu untuk memanfaatkan dan menjaga potensi
sumber daya air yang berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir agar tepat sasaran
dalam mengatasi permasalahan dan menjaga efisiensi dalam tindakan pada tahapan
kegiatan selanjutnya. Atas dasar latar belakang tersebut di atas, Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan kegiatan dalam
bentuk Studi Pola Pengelolaan Wilayah Sungai Kubu pada Tahun Anggaran 2019.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud kegiatan ini adalah melaksanakan studi masterplan pengelolaan Wilayah
Sungai Kubu sebagai upaya pengelolaan sungai secara terpadu di Kabupaten Rokan
Hilir.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh dokumen Rencana Pengelolaan
Wilayah Sungai Kubu dalam bentuk kegiatan - kegiatan yang harus dilakukan di
sepanjang sisi aliran Sungai Kubu dan WS Kubu dalam kurun waktu 20 tahun
mendatang.

III. SASARAN
Sasaran pekerjaan ini untuk memperoleh data Rencana Pengelolaan Wilayah Sungai
Kubu yang memiliki 8 (Delapan) Daerah Aliran Sungai, yaitu: DAS Panipahan,
DAS Pasir Limau Kapas, DAS Sungai Daun, DAS Pasir Limau, DAS Teluk Piyai,
DAS Sei. Segajah, DAS Sei. Kubu dan DAS Pulau Halang Besar.

IV. LOKASI KEGIATAN


Lokasi kegiatan / pekerjaan konsultansi ini adalah di Wilayah Sungai Kubu
Kabupaten Rokan Hilir.

V. SUMBER PENDANAAN
Untuk Pelaksanaan pekerjaan ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Rokan Hilir Tahun
Anggaran 2019, melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPA – SKPD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Rokan Hilir. Dengan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) Rp. 630.580.000,- (Enam
Ratus Tiga Puluh Juta Lima Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah). Biaya
dimaksud telah pula memperhitungkan PPN sesuai peraturan yang berlaku.

VI. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Nama Kuasa Pengguna Anggaran : WELLY ZUKIAR, ST
Organisasi Pengguna Jasa : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang
Kabupaten Rokan Hilir.
VII. DATA DASAR
Data dasar yang diperlukan sebagai data penunjang berupa data sekunder seperti
data curah hujan, iklim, catatan debit air di sekitar lokasi kegiatan, berikut data
kondisi sosial - ekonomi, tata ruang, daftar harga satuan bahan dan upah setempat.
Data dasar digunakan baik untuk pelaksanaan survei lapangan maupun untuk
analisis dan perhitungan desain.
VIII. REFERENSI HUKUM
Referensi hukum digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi
sehingga tidak keluar dari jalur - jalur hukum dan peraturan - peraturan yang
berlaku. Referensi Hukum yang diperlukan :
1. Undang - Undang RI No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan
2. Undang - Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.
3. Undang - Undang RI No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4. Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan
Pengendalian Pencemaran Air;
5. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan;
6. Peraturan Menteri PUPR No. 4 tahun 2015 tentang Wilayah Sungai;
7. Peraturan Menteri PUPR No. 6 tahun 2015 tentang Eksploitasi Dan
Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan;
8. Peraturan Menteri PUPR No. 7 tahun 2015 tentang Pantai;
9. Peraturan Menteri PUPR No. 8 tahun 2015 tentang Penetapan Garis
Sempadan Jaringan Irigasi;
10. Peraturan Menteri PUPR No. 9 tahun 2015 tentang Penggunaan Sumber
Daya Air;
11. Peraturan Menteri PUPR No. 10 tahun 2015 tentang Rencana Teknis Tata
Pengaturan Air dan Tata Pengairan;
12. Peraturan Menteri PUPR No. 11 tahun 2015 tentang Eksploitasi dan
Pemeliharaan Rawa;
13. Peraturan Menteri PUPR No. 12 tahun 2015 tentang Eksploitasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi;
14. Peraturan Menteri PUPR No. 13 tahun 2015 tentang Penanggulangan
Bencana Akibat Daya Rusak Air;
15. Peraturan Menteri PUPR No 14 tahun 2015 tentang Kriteria Penetapan
Status Irigasi;
16. Peraturan Menteri PUPR No. 16 tahun 2015 tentang Eksploitasi Dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi Rawa Lebak;
17. Peraturan Menteri PUPR No. 18 tahun 2015 tentang Iuran Eksploitasi Dan
Pemeliharaan Bangunan Pengairan;
18. Peraturan Menteri PUPR No. 21 tahun 2015 tentang Eksploitasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tambak;
19. Peraturan Menteri PUPR No. 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Aset
Irigasi:
20. Peraturan Menteri PUPR No. 26 tahun 2015 tentang Pengalihan Alur Sungai;
21. Peraturan Menteri PUPR No. 27 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air
Minum;
22. Peraturan Menteri PUPR No. 28 tahun 2015 tentang Sempadan Sungai dan
Danau;
23. Peraturan Menteri PUPR No. 29 tahun 2015 tentang Rawa;
24. Peraturan Menteri PUPR No. 30 tahun 2015 tentang Pengembangan dan
Pengelolaan Sistem Irigasi;
25. Keputusan Presiden No. 57 tahun 1993 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan
Tata Ruang Nasional;

IX. RUANG LINGKUP


A. Kajian Studi Pola Pengelolaan SDA WS Kubu
Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kubu, perlu dikaji untuk
mendapatkan gambaran awal tentang skenario pengelolaan Sumber Daya
Air.
Kegiatan kajian dilakukan untuk mendapatkan data dan dokumen sebagai
berikut :
1. Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Air,
2. Dasar - dasar pengelolaan sumber daya air (asumsi, standar dan
kriteria)
3. Alternatif skenario dan strategi untuk mencapai tujuan
4. Konsepsi kebijakan dasar pengelolaan sumber daya air
B. Kajian Studi Masterplan Pengelolaan SDA WS Kubu
Kajian studi masterplan dimaksudkan untuk mengetahui rencana pengelolaan
SDA WS Kubu secara menyeluruh untuk ditetapkan dan sebagai dokumen
perencanaan pengelolaan SDA WS Kubu.
Adapun kajian Studi Masterplan meliputi :
1. Model penentuan strategi
2. Penilaian kelayakan dan desain dasar
3. Penilaian lokasi dan waktu pelaksanaan
C. Penguatan strategi terpilih masterplan
Strategi pengelolaan sumber daya air dipilih dari alternatif strategi yang
terdapat dalam pola pengelolaan sumber daya air yang paling mendekati
kondisi 20 (dua puluh) tahun yang akan datang sesuai dengan asumsi -
asumsi yang dipergunakan ( ekonomi, politik dan perubahan iklim ).
Pemilihan strategi pola pengelolaan sumber daya air wilayah sungai
lintas kabupaten / kota dilakukan oleh wadah koordinasi pengelolaan
sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten / kota. Strategi terpilih
dituangkan dalam bentuk berita acara / surat persetujuan yang ditanda
tangani oleh Ketua wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah
sungai lintas kabupaten / kota. Dalam hal wadah koordinasi di atas belum
terbentuk maka berita acara / surat persetujuan ditanda tangani oleh
Gubernur bersama Bupati / Walikota. Strategi yang dipilih oleh wadah
koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai terkait akan
ditetapkan dengan melakukan tinjauan terhadap :
- Kecenderungan pertumbuhan ekonomi provinsi, kabupaten / kota
pada wilayah sungai yang bersangkutan;
- Kecenderungan pertumbuhan anggaran pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten/kota pada wilayah sungai yang bersangkutan;
- Kecenderungan pertumbuhan investasi swasta terkait dengan
pengelolaan sumber daya air pemerintah daerah pada wilayah sungai
yang bersangkutan;
- Kecenderungan tata kelola pemerintahan dan dukungan politik;
- Kecenderungan perubahan kondisi lingkungan dan perubahan iklim.
D. Konsolidasi Data dan Informasi Sumber Daya Air
Konsolidasi data sumber daya air ditujukan untuk pengecekan ulang data dan
informasi sumber daya air sebagai dasar penyusunan rencana pengelolaan
sumber daya air serta dilakukan pada setiap wilayah sungai di seluruh
wilayah Indonesia, antara lain meliputi:
1. Konsolidasi Data Hidrologis, Hidrometeorologis dan Hidrogeologis;
2. Konsolidasi Data Kuantitas dan Kualitas sumber daya air (kuantitas
sumber daya air termasuk kuantitas penggunaan, ketersediaan dan
kebutuhan, serta kontinuitas sumber daya air. Kualitas sumber daya
air, mencakup parameter fisik, kimia dan biologi);
3. Konsolidasi Data lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya
air (kondisi daerah tangkapan air, tingkat erosi, daerah rawan banjir,
keanekaragaman hayati pada sumber air, kondisi daerah resapan air
dan kondisi sanitasi lingkungan);
4. Konsolidasi Data Potensi yang terkait dengan sumber daya air
(misalnya: potensi untuk pengembangan irigasi, industri, perkotaan,
ketenagaan dan pariwisata);
5. Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan sumber daya
air.
Apabila data dari konsolidasi kurang memenuhi bahan analisa maka
perlu dilakukan inventarisasi data ulang sehingga diharapkan
hasilnya sesuai dengan kondisi yang ada

E. Analisis Strategi Terpilih Dari Masterplan


Analisis terhadap strategi terpilih digunakan sebagai dasar pertimbangan
dalam menyusun desain dasar dan prakiraan kelayakan dari upaya fisik
dan nonfisik dalam pengelolaan sumber daya air selama 20 (dua puluh)
tahun ke depan. Seluruh strategi terpilih yang digunakan dalam penyusunan
pola pengelolaan sumber daya air dan data tambahan pada tahun terakhir
pada saat penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air WS Kubu
serta data - data baru yang lebih rinci / detail tingkat kedalamannya akan
dianalisis sesuai dengan aspek utama pengelolaan sumber daya air dan aspek
pendukung pengelolaan sumber daya air.
F. Menyusun Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air WS Kubu
Setelah dilakukan analisis dari strategi terpilih, maka seluruh upaya fisik dan
nonfisik disusun dalam sebuah matrik program upaya fisik dan nonfisik.
Matrik Upaya Fisik dan Non fisik tersebut menjadi dasar bagi instansi dan
stakoholder yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air WS Kubu
menyusun program dan kegiatan dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.
Adapun aspek utama pengelolaan sumber daya air, yaitu:
1. Konservasi sumber daya air;
2. Pendayagunaan sumber daya air; dan
3. Pengendalian daya rusak air.
Sedangkan aspek pendukung pengelolaan sumber daya air, yaitu:
1. Sistem informasi sumber daya air; dan
2. Pemberdayaan dan pengawasan.
Matrik upaya fisik dan nonfisik tersebut juga dicantumkan perkiraan biaya
yang dibutuhkan serta rencana lokasi yang akan dilakukan pembangunan
fisik yang selanjutnya dimasukan ke dalam materi Dokumen Rencana
Pengelolan WS. Kubu.
G. Melaksanakan Sosialisasi Masyarakat
Sosialisasi masyarakat dilaksanakan untuk menyampaikan strategi terpilih
program dan kegiatan dari pengelolaan sumber daya air selama 20 (dua
puluh) tahun ke depan yang telah disesuaikan dengan isu dan permasalahan
yang ada. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperoleh masukan, tanggapan,
koreksi, klarifikasi sesuai harapan dan keinginan para pemilik kepentingan
dalam pengelolaan sumber daya air untuk kemudian disusun dalam suatu
kesepakatan bersama yang akan digunakan sebagai masukan dalam
menyusun Masterplan Pengelolaan Sumber Daya Air WS Kubu yang akan
dipublikasikan kepada masyarakat.
H. Penetapan Peraturan Bupati
Dari hasil sosialisasi dan perbaikan terhadap dokumen Rencana Pengelolaan
WS Kubu selanjutnya dimasukkan ke dalam Draft Peraturan Bupati untuk
selanjutnya dapat ditetapkan menjadi Peraturan Bupati.
I. Keluaran
a. RMK
b. Laporan Pendahuluan
c. Laporan Pertengahan
d. Laporan Akhir
e. Executive summary (Draft Masterplan Pengelolaan Sumber Daya Air
WS Kubu).
f. Laporan Pendukung yang terdiri dari;
- Buku 1 Standar dan Kreteria Perencanaan;
- Buku 2 Analisis Hidrologi;
- Buku 3 Gambar PETA Tematik A3
- Foto Dokumentasi kegiatan
h. Soft copy seluruh laporan dalam hard disk exsternal

X. FASILITAS DARI KUASA PENGGUNA ANGGARAN


Kuasa Pengguna Anggaran akan membantu menyediakan data dan laporan lainnya
(bila ada) yang berhubungan dengan pekerjaan, memfasilitasi Konsultan dengan
instansi terkait baik secara langsung maupun melalui surat menyurat.

XI. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN


Jasa Konsultan ini harus sudah selesai dalam waktu 120 (Seratus Dua Puluh) hari
kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan/diberlakukan.
XII. PERSONIL
1. Team Leader
Minimal Sarjana Strata 2 pada Magister Perencanaan Wilayah dan Kota
dengan pengalaman kerja minimal 6 (enam) tahun pada pekerjaan
perencanaan penataan ruang untuk kegiatan terkait dan memiliki Sertifikat
Keahlian sebagai Ahli Perencana dari Asosiasi Profesi yang teregistrasi oleh
LPJK dengan kualifikasi minimal sebagai Ahli Madya. Ketua Tim tersebut
harus mempunyai motivasi yang tinggi, berkemampuan mengkoordinir
semua kegiatan pekerjaan konsultansi dan dapat bekerja sama dengan pihak-
pihak lain.
Tugas dan tanggung jawabnya meliputi:
a. Bertanggung jawab untuk keseluruhan manajemen proyek,
hubungan dengan pemberi tugas, dan semua wewenang
mengenai hal - hal yang berhubungan dengan pekerjaan ini,
serta melaporkan kemajuan pekerjaan yang dilaksanakan
secara periodik.
b. Bertanggung jawab untuk pengumpulan data dan informasi
yang diperlukan, penentuan kebutuhan survei, organisasi
personil, dan penyampaian serta pembahasan laporan untuk
mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas.
c. Mengorganisasi personil dan manajemen tim tenaga ahli dan
staf penunjang dalam setiap aktifitas pekerjaan.
d. Memimpin presentasi kepada pengguna jasa dan instansi
terkait.
2. Ahli Hidrologi/Hidrolika/Hidrometri
Minimal Sarjana Strata 2 pada Magister Teknik Sipil/Pengairan dengan
pengalaman sekurang - kurangnya 4 (empat) tahun dalam pekerjaan sejenis
dan mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam analisis
Hidrologi/Hidrolika/Hidrometri serta memiliki sertifikat keahlian sekurang -
kurangnya Ahli Madya Sumber Daya Air dari asosiasi dan teregistrasi di
LPJK.
Tugas dan tanggung jawab Ahli hidrologi, adalah sebagai berikut:
a. Melakukan analisa hidrologi/hidrolika/hidrometri terkait dengan
debit banjir serta efeknya terhadap lingkungan sekitar
b. Bersama - sama dengan tenaga ahli lain menyusun alternatif
konstruksi pengendalian banjir dan pemeliharaan dasar sungai serta
penyusunan rekomendasi teknis desain pengendalian banjir dan
pemeliharaan dasar Sungai Kubu.
c. Membantu Team Leader dalam menyusun laporan.
3. Ahli Sungai/Pantai
Minimal Sarjana Teknik Sipil/Pengairan dengan pengalaman sekurang -
kurangnya 3 (tiga) tahun dalam pekerjaan sejenis dan mempunyai
pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam analisis karakteristik
sungai/pantai serta memiliki sertifikat keahlian sekurang - kurangnya Ahli
Muda Sumber Daya Air dari asosiasi dan teregistrasi di LPJK.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Sungai/Pantai, adalah sebagai berikut :
a. Mengkoordinir pengumpulan data sekunder dan data primer sungai
dilapangan
b. Melakukan inventarisasi dan identifikasi bangunan pengendali banjir
sungai
c. Merekomendasikan aspek teknis perencanaan normalisasi sungai
dalam program pengembangan dan pengelolaan wilayah sungai kubu
4. Ahli Irigasi dan Rawa
Minimal Sarjana Teknik Sipil/Pengairan dengan pengalaman sekurang -
kurangnya 3 (tiga) tahun dalam pekerjaan sejenis dan mempunyai
pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam analisis teknis terkait
Irigasi/Rawa serta memiliki sertifikat keahlian sekurang - kurangnya Ahli
Muda Sumber Daya Air dari asosiasi dan teregistrasi di LPJK.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Irigasi dan Rawa adalah sebagai berikut :
a. Menerapkan Peraturan Perundang Undangan Konstruksi Lepas
Pantai, Sistem Manajemen Mutu (SMM), dan Sistem Keselamatan
dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan ( SMK3L)
b. Menerapkan Prinsip Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Air
c. Mengumpulkan Data Perencanaan Irigasi
d. Merencanakan Layout Daerah Irigasi
e. Merencanakan Saluran dan Bangunan Irigasi
f. Menerapkan Parameter Standar Pengambaran Irigasi
g. Melaksanakan pembangunan bangunan utama, bangunan, dan saluran
h. Melakukan aplikasi model matematis Jaringan Irigasi
i. Membuat laporan pekerjaan
5. Ahli Lingkungan
Minimal Sarjana Teknik Lingkungan dengan pengalaman sekurang -
kurangnya 3 (tiga) tahun dalam pekerjaan sejenis dan mempunyai
pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam melakukan kajian Lingkungan
serta memiliki sertifikat keahlian sekurang - kurangnya Ahli Muda Teknik
Lingkungan dari asosiasi dan teregistrasi di LPJK.
Tugas dan tanggung jawab Ahli Teknik Lingkungan, adalah sebagai berikut :
a. Mengelola kesehatan dan keselamatan kerja prasarana lingkungan.
b. Mengidentifikasi kebutuhan prasarana lingkungan
c. Merumuskan rencana umum pembangunan prasarana lingkungan
d. Menyusun rencana konstruksi prasarana lingkungan
e. Menyusun dokumen teknis konstruksi prasarana lingkungan

6. Ahli Planologi
Minimal Sarjana Planologi dengan pengalaman sekurang - kurangnya 3
(tiga) tahun dan berpengalaman luas dalam bidang perencanaan wilayah.
Serta memiliki sertifikat keahlian sekurang - kurangnya ahli muda planologi
(perencanaan Wilayah dan Kota) dari asosiasi dan teregistrasi di LPJK.
Tugas dan tanggung jawab ahli Planologi adalah:
a. Konsolidasi data sekunder,
b. Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan survey pemanfaatan lahan;
c. Melakukan pengolahan dan analisis data sekunder pemanfaatan ruang
di wilayah studi;
d. Menyusun rekomendasi penyusunan pengaturan tata ruang di wilayah
studi;
e. Membantu Team Leader dalam menyusun laporan.
f. Membantu team leader melaksanakan presentasi hasil pekerjaan
kepada pengguna jasa dan instansi terkait.
g. Melaksanakan pengumpulan peta - peta penggunaan lahan dan
peruntukan lahan di wilayah studi;
h. Melaksanakan Analisis spasial pemanfaatan lahan di wilayah studi;
i. Menyusun rekomendasi pemanfaatan lahan berdasarkan hasil analisis
data;
j. Membuat peta - peta tematik rencana pengelolaan WS Kubu;

Tenaga ahli tersebut dibantu oleh sub professional staff


1. Surveyor Lapangan : DIII Teknik Sipil/DIII Geodesi ( SKT Juru
Ukur/Teknisi
Survey Pemetaan, KTP, NPWP dan CV. 2 Tahun)
2. Juru Gambar/Drafter : DIII Teknik Sipil ( SKT Juru Gambar/Draftman –
Sipil,
KTP, NPWP dan CV. 2 Tahun)
3. Operator Komputer : DIII Komputer (KTP, NPWP dan CV. 2 Tahun)
4. Administrasi : DIII Ekonomi (KTP, NPWP dan CV. 2 Tahun)

XIII. SUB BIDANG PERUSAHAAN


Klasifikasi bidang usaha yang dibutuhkan adalah Perencanaan Penataan Ruang
dengan sub kualifikasi perusahaan adalah Jasa Perencanaan Wilayah (PR 102).

XIV. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


Penyedia Jasa wajib membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan/Kegiatan yang antara
lain paling sedikit memuat:
1. Jenis / butir - butir pekerjaan yang dilakukan
2. Diagram batang yang menunjukkan waktu pelaksanaan tiap jenis pekerjaan
jenis pekerjaan dengan satuan kolom waktu mingguan)
3. Lengkung-S mulai awal pekerjaan (kemajuan pekerjaan 0 %) sampai dengan
akhir pekerjaan (kemajuan pekerjaan 100 %).
4. Absensi Personil.
Pembagian waktu kerja harus dibuat mingguan dan setiap bulan dibagi
dalam empat minggu.

XV. LAPORAN-LAPORAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah berupa buku laporan
antara lain :
1. Draft Laporan Pendahuluan dan Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan ini harus disampaikan oleh Konsultan sebanyak 3
rangkap, paling lambat 1 bulan setelah dikeluarkannya SPMK, dan berisi
antara lain:
a. Penjelasan secara garis besar kondisi lokasi pekerjaan.
b. Program dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Laporan ini harus didiskusikan dengan Pihak Pemilik Pekerjaan.
Masukanmasukan dari diskusi ini oleh Konsultan digunakan sebagai
dasar untuk melaksanakan pekerjaan ini.
2. Laporan Bulanan
Berisi laporan tiap bulan kemajuan pekerjaan tentang pekerjaan yang telah
dilaksanakan dan rencana kegiatan bulan berikutnya sebanyak 3 rangkap.
3. Draft Laporan Antara (Interim) dan Laporan Antara (Interim)
Laporan Interim ini harus disampaikan oleh Konsultan sebanyak 3 rangkap,
paling lambat pertengahan bulan ketiga setelah dikeluarkannya SPMK, dan
berisi antara lain:
1. Hasil-hasil pengumpulan data sekunder dan survei lapangan.
2. Hasil pengolahan data yang telah dilakukan sampai dengan
disusunnya laporan ini.
3. Hasil analisis yang telah dilakukan.
4. Penentuan masalah definitif dan alternatif penanganan yang diajukan
oleh konsultan.
Laporan ini harus didiskusikan dengan Pihak Pemilik Pekerjaan.
Masukan dari diskusi ini oleh Konsultan digunakan sebagai dasar
untuk melaksanakan pekerjaan lebih lanjut.
4. Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir
Laporan Final harus disampaikan pada saat berakhirnya Pekerjaan, sebanyak
3 rangkap.
Secara garis besar Laporan Final/Utama ini berisi:
- Rangkuman informasi kondisi lokasi pekerjaan;
- Hasil identifikasi masalah;
- Hasil Analisis data-data dan informasi;
- Pemodelan dan hasil pemodelan yang dilakukan;
- Standar dan Kriteria perencanaan;
- Hasil Prakelayakan upaya fisik dan nonfisik;
- Matrik Masterplan pengelolaan sumber daya air.
Laporan ini harus didiskusikan dengan Pihak Pemilik Pekerjaan.
Masukan dari diskusi ini oleh Konsultan digunakan sebagai dasar
perbaikan laporan akhir final dan draft masterplan/rencana
pengelolaan SDA WS Kubu.
5. Ringkasan Eksekutif (Draft Master Plan Pengelolaan SDA WS Kubu)
Berisi Rencana Pengelolaan SDA WS Kubu, matrik upaya fisik dan fisik,
standar dan kriteria perencanaa. Serta hasil pra kelayakan upaya fisik dan
non fisik yang diusulkan.
6. Laporan pendukung
Laporan Penunjang memuat data hasil survei fisik, yang merupakan data
dasar dalam kegiatan perencanaan ini. Laporan Penunjang terdiri dari:
- Buku 1 Standar dan Kriteria Perencanaan
- Buku 2 Analisis Hidrologi
- Buku 3 Laporan Dokumentasi
- Buku 4 Gambar PETA Tematik A3
7. Soft copy seluruh laporan dalam hard disk exsternal

XVI. DISKUSI
1. Ekspose Laporan Pendahuluan
2. Ekspose Laporan Interim
3. Ekspose Laporan Akhir
4. Konsultasi Kemen PUPR di Jakarta
5. Sosialisasi dengan masyarakat

XVII. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan
sistem manajemen K3 dan menyusun Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Kontrak (RK3K). Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus
mempertimbangkan mencakup aspek-aspek K3.

Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dijadikan pedoman dan petunjuk dalam
pelaksanaan dan apabila terdapat kekurangan dan kekeliruan akan diadakan perubahan/revisi
kemudian.

Bagansiapiapi, ………………. 2019

KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN ROKAN HILIR

WELLY ZUKIAR, ST
NIP. 1975130 200212 1 004
Bagansiapiapi, ………………. 2019

KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN
RUANG KABUPATEN ROKAN HILIR

WELLY ZUKIAR, ST
NIP. 1975130 200212 1 004