Anda di halaman 1dari 2

Nama : Siti Alicia Anara

NRP : 10411910000033

MEDIA DAN JURNALISME DALAM PERKEMBANGAN ERA DIGITAL


Media merupakan sumber informasi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
masyarakat umum. Mayoritas orang mengetahui mengenai aplikasi ide, alat, dan proses
baru lewat koran, radio, televisi, atau media lain. Kritikus media sering dihadapkan
dengan kenyataan bahwa informasi dan pemahaman publik mengenai dampak
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting bagi pertumbuhan
dan perkembangan sebagai individu, komunitas, dan bangsa secara keseluruhan di masa
depan. Di abab ke 21 ini perkembangan teknologi semakin canggih dan modern. Hal ini
berbanding lurus dengan aktivitas sehari – hari yang senantiasa menggunakan peralatan
serba modern. Semua orang di abad ke 21 ini dituntut agar melek teknologi dan selalu
haus akan informasi. Dahulu ketika seseorang ingin berkomunikasi, mereka
menggunakan alat yang serba manual dan membutuhkan proses yang memakan waktu.
Namun sekarang semuanya berubah sesuai dengan arus perkembangan zaman, dimana
teknologi mempunyai peran besar dalam perubahan itu. Semua aspek turut berubah dan
beradaptasi, termasuk jurnalistik. Jurnalistik tidak terlepas dengan perkembangan
teknologi informasi dan publikasi. Sejarah perkembangan teknologi jurnalistik dimulai
dari sekitar tahun 1880-an dimana surat kabar telah menggunakan mesin cetak uap
dalam penerbitannya. Lalu diikuti dengan surat-surat kabar yang mulai menggunakan
tinta warna pada tahun 1893, teknologi perekaman ke dalam pita pada tahun 1899, dan
pada era 1970-1980-an perkembangan teknologi percetakan dengan komputer ikut
mengubah cara dan dan proses produksi berita. Hal ini menjadikan perubahan teknologi
yang sangat besar terjadi di era ini karena penggunaan komputer di industri media
massa. Memasuki era 1990-an, penggunaan teknologi internet berpengaruh sangat luar
biasa dalam dunia jurnalistik. Tugas wartawan yang awalnya sulit pun semakin mudah
dan cepat karena pengiriman teks, foto, dan video bisa melalui internet atau via satelit.
Sampai sekarang pun teknologi masih terus semakin canggih dan modern. Perubahan
yang terjadi di era digital ini mengharuskan kita untuk beradaptasi, baik individu
maupun instansi. Seperti yang Charles Darwin katakan, bahwa bukan spesies yang
terkuat yang akan bertahan, tetapi dia yang lebih responsif terhadap perubahan yang
akan bertahan. Menurut ahli jurnalisme asal Amerika Serikat James C. Foust dalam
bukunya, Online Journalism: Principles and Practices of News for The Web
(2005), keunggulan jurnalisme online dibandingkan dengan yang lainnya adalah audiens
Nama : Siti Alicia Anara
NRP : 10411910000033

lebih leluasa dalam memilih berita. Selain itu, berita yang disampaikan dapat berdiri
sendiri atau tidak berurutan, berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah,
jumlah berita jauh lebih lengkap daripada media lainnya, cepat dan langsung, adanya
peningkatan partisipasi pembaca, dan yang paling besar adalah berita bisa menyertakan
teks, suara, gambar, video, dan komponen lainnya ke dalamnya. Berita yang awalnya
berupa teks panjang sekarang mulai dilengkapi dengan banyak ilustrasi visual yang
membuat pembaca/audiens lebih memahami masalah. Di era digital ini, semua orang
menjadi telah menjadi wartawan. Biasanya, setiap pagi banyak yang membuat status, itu
juga termasuk berita. Yang jadi pembeda adalah cara menyampaikan informasinya.
Wartawan harus membuat informasi yang jelas, ringkas, benar, lengkap, informasinya
harus kuat dan disampaikan dengan cara yang baik. Tugas wartawan adalah sebagai
verifikatornya. Selain itu, sebaiknya media pembawa berita juga mulai mengembangkan
agar laporan-laporan jurnalistiknya agar bisa dinikmati dalam berbagai platform secara
cepat baik melalui news letter, suara, video, dan platform lain yang sedang
dikembangkan. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa saat ini menggapai pembaca
dengan laporan berbasis teks saja tidak cukup. Meski sekarang jurnalistik online sedang
di puncak-puncaknya, namun jurnalistik media cetak masih bertahan dan tidak sampai
kehilangan pembacanya karena alasan tertentu. Dengan adanya perkembangan internet
yang semakin cepat dan mudah, muncul situs-situs pribadi (blog) yang juga memuat
laporan jurnalistik pemiliknya. Meski tidak semua blog berisikan laporan jurnalistik.
Tapi banyak yang memang berisi laporan jurnalistik bermutu. Senior Editor Online
Journalism Review, J.D Lasica seperti yang dikutip pikiran-rakyat.com pernah menulis
bahwa blog merupakan salah satu bentuk jurnalistik dan bisa dijadikan sumber untuk
berita. Walaupun era digital ini membuat semuanya menjadi lebih mudah, namun tak
bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi juga diikuti munculnya banyak pesaing
baru pembawa berita yang menjadi “angin segar” dan membuat penikmat berita lebih
tertarik kepadanya. Pilihan bagi industri media dan jurnalisme menghadapi fenomena
sunset media industri, tiada lain harus kreatif, inovatif dengan strategi konvergensi
media. Menurut pengalaman industri media dan jurnalisme menggunakan teknologi
digital antara lain membantu pengembangan bisnis, dengan mengembangkan outlet-
outlet multiplatform. Selain itu, penayangan kembali berita-berita terdahulu dan materi
yang diunggah kembali secara singkat/jelas dapat menambah pemasukan industri media.