Anda di halaman 1dari 2

SIFILIS

No.Dokumen : SOP/ C/ VII/ 21/ I/


2017
SOP Tgl terbit :
No. Revisi :
Halaman : 1-2
Kepala UPT Puskesmas Tasikmadu
UPT. PUSKESMAS
TASIKMADU dr. Kristanto Setyawan
NIP. 19700716 200012 1 002

1. Pengertian Penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Treponema


pallidum dan bersifat sistemik
2. Tujuan Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan sifilis
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Tasikmadu no 445.4/A/I/SK/01/2017
tentang jenis jenis pelayanan yang disediakan di UPT Puskesmas
Tasikmadu
4. Referensi Keputusan Menkes RI no HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Tingkat Pertama
Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular
Seksual,Kemenkes.2011

5. Prosedur Subjective
Keluhan
 Sifilis stadium 1 : Lesi/luka tanpa nyeri
 Sifilis stadium 2/sekunder : beruntus pada kulit dan dapat
menjadi luka dimanapun, demam, kelelahan, pembesaran
kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, luka di mulut atau
genital
 Sifilis stadium tersier :gumma
sifilis kardiovaskuler ( dapat tanpa gejala ), neuro sifilis
faktor resiko :
berganti ganti pasangan seksual
homoseksual dan PSK
bayi dengan ibu menderita sifilis
hubungan seks dengan penderita tanpa kondom

Objective
Pemeriksaan Fisik
Ulkus
papul
Pembesaran kelenjar getah bening
Gumma

Pemeriksaan penunjang
Pengambilan darah vena untuk rapid tes sifilis

Assessment
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan pemeriksaan mikroskopis
Diagnosis Banding: -

Plan
Penatalaksanaan
1. Pasien diberikan pemahaman tentang penyakit, penularan serta
penatalaksanaan
2. Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual
selama penyakit belum tuntas diobati
3. pasangan perlu diperiksa
4. dianjurkan untuk scek HIV

Kriteria Rujukan
Semua pasien yang telah ditegakkan diagnosa sifilis dirujuk

6. Dokumen terkait  Rekam Medis