Anda di halaman 1dari 9

BUDIDAYA IKAN GOLDEN BLACK MOLLY

MAKALAH
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Budidaya Hewan
yang dibimbing oleh Bapak Agung Wijtoro, S.Pd., M.Kes dan Bapak Dr. Abdul
Gofur, M.Si

Oleh :
Yunita Nur Agutiningsih 140342601774
OFF HP

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Budidaya ikan hias air tawar ternyata mampu memberikan kehidupan bagi
banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan
hias ,banyak pula orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan
dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa
petani yang semula menekuni budidaya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila,
gurami dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias (Bayu, 2008).
Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomis budidaya ikan
hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola
pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi,
budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena
harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan
senang di dalam memeliharanya.

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan konsumsi pemeliharaanya


hampir sama sedangkan masalah penjualan biasanya ikan konsumsi dihargai
dengan sistem kiloan, sedangkan ikan hias dihargai dengan sistem per ekor
(Gusto, 2009). Pada bisnis budidaya ikan konsumsi lebih menekankan pada
kuantitas, sehingga memerlukan lahan yang luas dan sarana yang lebih banyak.
Sedangkan pada hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa
dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak
memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium
atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus
lebih selektif dalam memelihara ikan hias (Fahri, 2011).

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana klasifikasi dan morfologi ikan Golden Black Molly?


2. Bagaimana cara budidaya ikan Golden Black Molly?
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi dan Morfologi Ikan Golden Black Molly (Poecilia sphenops)
a. Klasifikasi

Menurut Saanin (1995), klasifikasi ikan Golden Black Molly adalah sebagai
berikut :
Phyllum : Chordata
Class : Ostheichthyes
Ordo : Cyprinodontoidei
Family : Poecilidae
Genus : Poecilia
Species : Poecilia sphenops
b. Morfologi
Ikan Black Molly merupakan ikan hias yang berasal dari luar Indonesia. Ikan
ini berasal dari aliran Sungai Amazon, Brasil dan sungai-sungai Amerika Selatan.
Ikan ini hidup disela-sela akar tanaman air dan menetaskan telurnya di sela-sela
akar tersebut pula (Bayu, 2008). Ikan Black Molly mempunyai jenis yang
berbeda-beda yaitu: black molly balloon, marble molly balloon, black molly line
tile. Varietas yang terkenal adalah black molly balloon. Ikan ini mempunyai
bentuk tubuh yang unik (Dewa, 2008). Ukurannya lebih pendek dari molly
lainnya dan bentuknya yang membulat seperti kelereng seperti pada gambar 1.
Pada ikan Golden Black Molly mempunyai bentuk morfologi tubuh ikan
menyerupai ikan guppy karena masih satu keluarga yaitu Poecilidae. Panjang
tubuhnya sekitar 5–7 cm. Tubuh ikan Golden Black Molly berwarna kuning
keemasan. Biasanya, bagian berwarna keemasan ini terletak pada bagian depan
ikan dan bagian belakangnya tetap berwarna hitam sempurna. Sirip ekor
berbentuk sabit dan sirip punggung menjuntai ke belakang hingga mencapai
pangkal ekor (Dewa, 2008). Ikan Golden Black Molly mempunyai daya tahan
tubuh yang kuat terhadap kondisi lingkungan. Ikan ini dapat hidup pada perairan
tawar, laut, dan payau. Selain itu ikan Golden Black Molly ini merupakan salah
satu jenis ikan hybrid ataau persilangan dari dua jenis ikan Molly yang berbeda.
Yang pertama adalah Molly dengan warna golden atau emas dan yang kedua
adalah Molly dengan warna hitam. Sehingga menghasilkan jenis ikan perpaduan
dengan nama Golden Black Molly.

Gambar 1: Ikan Black Molly Ballon kiri) dan Ikan Golden Black Molly (kanan)

2.2 Budidaya Ikan Golden Black Molly


A. Persiapan Peralatan
Sebelum melakukan budidaya ikan Golden Black Molly maka harus
dipersiapkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk budidaya, seperti
(Daelami, 2002):
1. Akuarium
Akuarium digunakan sebagai wadah pemijahan, penetasan dan pemeliharaan
larva. Jumlah akuarium yang dipakai untuk ikan Golden Black Molly, 3 buah
akuarium ( 2 akuarium pemijahan dan 1 akuarium pemeliharaan larva )
2. Sekopnet
Digunakan untuk menangkap induk dan digunakan untuk menyaring kuning
telur.
3. Aerasi
Digunakan sebagai suplai oksigen pada media. Digunakan sebanyak 1 titik
airasi pada tiap akuarim.
4. Pipa paralon
Pipa parlon ber diameter ± 10 cm dan panjang ± 20 cm, digunakan sebagai
substrat pada pemijahan ikan manfish.
5. Selang sipon
Digunakan untuk menyipon sisa pakan dan kotoran pada wadah pemeliharaan.
6. Induk ikan Golden Black Molly
Induk ikan black molly digunkan sebanyak 3 pasang induk yang matang
gonad.
B. Pemilihan induk

Untuk memilih induk yang baik dapat dilihat dari jantan dan betina. Untuk
jantan dapat dilihat dari ciri–ciri: berbadan ramping dengan sirip panjang,
penampilan menarik, gerakan lincah dan gesit, serta memiliki alat kelamin yang
disebut gonopodium. Sedangkan untuk betina antara lain: badan gemuk, perut
buncit, alat kelamin berupa urogenital. Untuk memilih induk harus diperhatikan
warna ikan, yaitu hendaknya memilih warna ikan yang berwarna emas kehitam an
mengkilap. Umur ikan dapat berbeda antara jantan dan betina. Untuk pemilihan
induk sebaiknya tidak kurang dari 6 bulan dengan panjang betina minimal 5 cm,
dan jantan 3 cm (Gusto, 2009).

C. Persiapan Pemijahan
Persiapan pemijahan berupa bak tembok atau plastik dengan ukuran 1x1x0,5
m dan 2x1x0,5 dengan ketinggian air 25- 40 cm, diaerasi lemah. Kemudian air
harus steril dan jernih dengan pH 6-7, suhu 24 - 28 0 C, harus tersedia substrat
hydrilla untuk tempat memijah dan menempelkan telur ( suhu 25- 27 0 C, pH basa)
(Bayu, 2008).

D. Pemijahan Induk
Proses pemijahan induk diawali dengan pemilihan induk. Pilihlah induk yang
berukuran relatif besar,bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna
yang indah. Induk dimasukkan ke dalam tempat pemijahan sebanyak 150 – 250
ekor (induk jantan 1/3 induk betina). Proses pemijahan ditandai dengan kejar–
kejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil
menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4 – 7 hari. Setelah seminggu,
benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak.
Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan.
Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir,anak-anak ikan harus
cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh
induknya (Gusto, 2009).
Kemampuan ikan Golden Black Molly dalam menghasilkan anak cukup tinggi
bila dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar lainnya yaitu 80 – 125 ekor.
Untuk itu perlu dijaga ketahanan produktivitasnya dengan pemberian pakan yang
cukup. Pakan yang diberikan adalah berupa kutu air 3 kali sehari (Fahri, 2009).

E. Perawatan Telur Dan Larva


Menurut Bayu (2008), perawatan larva dilakukan untuk menghasilkan
benih yang berkualitas. Untuk perlu diperhatikan hal sebagai berikut :
- Benih ikan dipindahkan ke akuarium untuk dipelihara dan ditangani secara
baik,
- Pada permukaan bak diberi pupuk dalam kain kasa yang di gantung dan diberi
tanaman air berupa : hydrilla atau eceng gondok sebagai pelindung anak ikan.

F. Pemeliharaan Benih
Untuk pemeliharaan benih dapat ditentukan dengan bentuk ukuran bak
pemeliharaan. Bak ukuran 6-9 meter dipelihara sebanyak 5.000- 6.000 benih.
Untuk mendapatkan ukuran yang seragam, perlu dilakukan penyeleksian dan
dipisahkan berdasarkan ukuran. Anak-anak ikan yang baru lahir belum
membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg).
Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang
sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan. Setelah
mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian
setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan (Bayu, 2008).
Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa
cacing kering, agar-agar dll. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari,
hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat
merusak kualitas air. Pergantian air dalam bak atau aquarium jangan sampai
kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat
dibersihkan setiap 2 ~3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada
waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru (Dewa,
2008).
G. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemeliharaan
a. Air yang diperlukan adalah air yang cukup mengandung Oksigen (O 2) dan
jernih.
b. Suhu air berkisar antara 15-270C.
c. pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7-8.
d. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cacing, kutu air) dan
makanan buatan, diberikan secukupnya.

H. Aspek Budidaya Penjualan Ikan


Untung Rugi Budidaya , Analisa Usaha :

1. Biaya Produksi
Aquarium + Aerator + Jaring  40.000
Indukan betina siap beranak 5 x Rp 1.000,00/ekor  Rp 5.000,00
Indukan pejantan 5 x Rp 3.000,00/ekor  Rp 5.000,00
Pakan Hatari 1x Rp 10.000,00  Rp10.000
Hydrilla  Rp. 5000,00
Total  Rp. 65.000
2. Dengan asumsi:
Setiap 1 indukan betina menghasilkan 5 anakan (per setengah bulan
karena) dalam sekali berkembangbiak dan dimisalkan hanya
berkembangbiak sebanyak 3 kali dan induk dijual setelah 2 bulan.
Pembesaran anakan hanya perlu 3 bulan. Persentase anakan kualitas bagus
30% dan kualitas cukup 70%. Harga ikan kualitas bagus adalah Rp
5.000,00 dan yang cukup Rp 2.000,00. Laba didapat setelah seluruh ikan
terjual (3,5 bulan)

3. Jadi: Omset Induk yang dijual sesuai harga semula = Rp 25.000,00


Total anakan yang dapat dijual 400 anakan.
Omset ikan kualitas bagus 30% x 400 x Rp 5.000 = Rp 600.000,00
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Ikan Golden Black Molly ini merupakan salah satu jenis ikan hybrid ataau
persilangan dari dua jenis ikan Molly yang berbeda. Yang pertama adalah
Molly dengan warna golden atau emas dan yang kedua adalah Molly
dengan warna hitam.
2. Pada budidaya ikan Golden Black Molly dapat dilakukan dengan persiapan
alat dan bahan, pemilihan induk, pemijahan, perawatan dan pemeliharaan.
DAFTAR RUJUKAN

Bayu S. 2008. Pembenihan Ikan Black Molly. Semarang: Universitas Pajajaran.

Daelami D. 2002. Agar Ikan Sehat. Jakarta: Swadaya.

Dewa. 2008. Teknik Budidaya Ikan Molly. Jakarta: Penebar Swadaya.

Fahri H. 2011. Pemulian Ikan Hias Mas Koki. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

Gusto T. 2009. Budidaya Ikan Molly Black Gold Dalam Aquarium Terkontrol.
Medan: Universitas Sumatra Utara.

Saanin. H. 1995. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bandung: Bina Cipta.