Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL

ADMINISTRASI KEUANGAN
“PENGGUNAAN ANGGARAN”

Disusun Oleh:
Dita Aryanti (06)
Pipit Anggarenta (17)
Serika Fadya H (24)
Shinta Dwi A (26)

XI OTKP 3

SMK NEGERI 1 WONOSARI


Jl. Veteran Wonosari Gunungkidul 55812 Telp.(0274)391054
2018/2019
1. Pengertian Penggunaan Anggaran :
 Pengguna Anggaran adalah istilah yang digunakan pada peraturan
pengadaan barang dan jasa pemerintah Indonesia yang merujuk pada
pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran yang berada di
kementerian, lembaga, bagian dari satuan kerja perangkat daerah atau
pejabat yang disamakan pada institusi pengguna Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
 Penggunaan Anggaran adalah proses kegiatan merealisasikan
anggaran atau budget yang telah disusun secara sistematis untuk
memenuhi kebutuhan suatu perusahaan berdasarkan skala prioritas

2. Maksud dan tujuan penggunaan anggaran :


 Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran.
Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling
menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja,
tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar
betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan
pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi
penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa
menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan
produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga
pokok per unit produk demikian tinggi.
 Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya
ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget.
Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi
pemborosan-pemborosan.
 Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan.
Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan
perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana
manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun
mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa
makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana
yang terperinci (berupa budget) membantu manajer mengatasi masalah
itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara
kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
 Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha.
Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend
keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada
keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya
budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan
dunia usaha yang akan dihadapi.
 Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang
menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program
perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus
mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling
menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan.
Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang,
sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya
penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa
perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu
jauh di atas kemampuan penjualan atau produksi.
 Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah
rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-
kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.

3. Macam-Macam Penggunaan Anggaran :


 Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek
maupun jangka panjang serta pembelian aktiva tetap lainnya.
 Berbagai pembayaran untuk keperluan operasional perusahaan sehari-
hari seperti membeli material/bahan baku, membayar gaji, dan upah
tenaga kerja, berbagai biaya yang termasuk sebagai biaya overhead
pabrik (kecuali depresiasi/amortisasi yang tidak membutuhkan kas)
biaya-biaya penjualan dan biaya administratif.
 Pembayaran pada para kreditur, baik berupa bunga maupun
angsurannya.
 Penambahan berbagai aktiva tetap seperti pembelian aktiva tetap.
 Pembayaran pada pemilik modal, seperti pembayaran dividen atau
pengembalian modal.
 Pembayaran pada pemerintah seperti membayar pajak, cukai, meterai,
restitusi, Ipeda dan lain-lain
 Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian
kas perusahaan oleh pemilik perusahaan.
 Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek maupun utang
jangka panjang.
 Pembelian barang secara tunai, adanya pembayaran biaya opersi yang
meliputi upah dan gaji, pembelian supplies kantor, pembayaran sewa,
bunga, premi asuransi, advertensi, dan adanya persekot-persekot biaya
maupun persekot pembelian.
 Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen (bentuk pembagian laba
lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda-denda, dan
sebagainya.
 Adanya kerugian dalam operasi perusahaan. Terjadinya kerugian dalam
operasi perusahaan dalam mengakibatkan berkurangnya kas atau
menimbulkan utang yaitu bila diperlukan dana untuk menutup kerugian
tersebut. Timbulnya utang sebenarnya merupakan sumber dana tetapi
dana ini digunakan untuk menutup kerugian tersebut.

4. Prosedur Penggunaan Anggaran :


Pengeluaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan dua system yakni
system pengeluaran kas menggunakan cek dan system pengeluaran kas
dengan uang tunai melalui system dana kas kecil. Pengeluaran kas yang
tidak dapat dilakukan dengan cek ( biasanya karena jumlah relative kecil).
Dilaksanakan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dengan salah
satu diantara 2 sistem : fluctuating-fund-balance system dan imprest
system. Prosedur penggunaan anggaran adalah sebagai berikut:
a. Setiap pengeluaran kas dubuatkan bukti pengeluaran kas/bukti kas
keluar yang dilampiri bukti pendukung, seperti copy cek, kuitansi, faktur
pembelian tunai, dl
b. Bukti pengeluaran dicatat de dalam jurnal pengeluaran kas
c. Membuat perintah pengeluaran cek, jika pengeluaran kas memakai cek
d. Menulis cek untuk diberikan kepada debitur dan nomor ceknya dicatat
ke dalam bukti kas keluar maupun jurnal pengeluaran kas
e. Setelah debitur menguangkan cek dibang, maka bank akan mencatat ke
dalam rekening koran sebelah debit atas nama entitas.

5. Dokumen Penggunaan Anggaran :


 Bukti kas keluar
Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas dari
fungsi akuntansi kepada fungsi kas sebesar yang tercantum
dalam dokumen tersebut. Dalam sistem dana kas kecil,
dokumen ini diperlukan pada saat pembentukan dana kas
kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil.

 Cek
Dari sudut sistem informasi akuntansi, cek merupakan
dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank
melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau
organisasi yang namanya tercantum pada cek.

 Permintaan pengeluaran kas kecil


Dokumen ini digunakan oleh pemakai dana kas kecil untuk
meminta uang ke pemegang dana kas kecil. Bagi pemegang
dana kas kecil, dokumen ini berfungsi sebagai bukti telah
dikeluarkannya kas kecil olehnya. Dokumen ini diarsipkan
oleh pemegang dana kas kecil menurut nama pemakai dana
kas kecil.
 Bukti pengeluaran kas kecil
Dokumen ini dibuat oleh pemakai dana kas kecil untuk
mempertanggungjawabkan pemakaian dana kas kecil.
Dokumen ini dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas
kecil dan diserahkan oleh pemakai dana kas kecil kepada
pemegang dana kas kecil. Dalam sistem dana kas kecil
dengan imprest system, bukti pengeluaran kas kecil dilampiri
dengan dokumen pendukungnya disimpan dalam arsip
sementara oleh pemegang dana kas kecil untuk keperluan
pengisian kembali dana kas kecil. Dalam imprest system
tidak dilakukan pencatatan bukti pengeluaran kas kecil
dilampiri dengan dokumen pendukungnya diserahkan oleh
pemegang dana kas kecil kepada fungsi akuntansi untuk
dicatat dalam jurnal pengeluaran dana kas kecil.

 Permintaan pengisian kembali kas kecil


Dokumen ini dibuat oleh pemegang dana kas kecil untuk
meminta kepada bagian utang agar dibuatkan bukti kas
keluar guna pengisian kembali danakas kecil. Dalam sistem
dana kas kecil dengan imprest system, jumlah yang diminta
untuk pengisian kembali dana kas kecil adalah sebesar
jumlah uang tunai yang telah dikeluarkan sesuai yang
tercantum dalam bukti pengeluaran kas kecil yang
dikumpulkan dalam arsip pemegang dana kas kecil .