Anda di halaman 1dari 12

Pengertian Appraisal, Appraisal BK, Tujuan dan Manfaat Appraisal BK

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Appraisal Konseling

Oleh Kelompok 1

Anggry Novia (B93217074)

Tarasevtia Rahmanda A. (B93217108)

Dosen Pengampu

Amriana, S.Sos.I, M.Pd.

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2019
KATA PENGANTAR

Ucapan syukur kami haturkan kepada Alloh SWT karena berkat rahmat,
taufik serta hidayah-Nyalah kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini
dengan judul “Pengertian Appraisal, Appraisal BK, Tujuan dan Manfaat
Appraisal BK”. Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas dari mata
kuliah “Appraisal Konseling” dengan dosen pengampunya Ibu Amriana
semoga dengan adanya makalah ini, mampu menambah referensi terkait
dengan pengertian appraisal, appraisal BK, tujuan dan manfaat appraisal BK
serta mampu mempermudah mahasiswa dalam memperoleh ilmu yang
bermanfaat Amin Ya Rabbal Alamin.

Kami sadar makalah yang kami susun ini masih sangat jauh dari kata
sempurna, mohon dimaklumi adanya sebab kami masih dalam proses
pembelajaran untuk dapat menyusun makalah yang lebih baik lagi, di
kemudian hari. Maka dari itu diperlukan saran dan kritik yang bersifat
membangun. Akhir kata mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan
dalam penulisan makalah ini, sebab tidak ada suatu hal pun di dunia ini yang
benar-benar sempurna.

Surabaya, September 2019

ii
DAFTAR ISI

COVER....................................................................................................................i

KATA PENGANTAR............................................................................................ii

DAFTAR ISI.........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang......................................................................................1

B. Rumusan Masalah.................................................................................1

C. Tujuan Penulisan...................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Appraisal............................................................................2

B. Appraisal Bimbingan dan Konseling...................................................2

C. Tujuan Appraisal Bimbingan dan Konseling.....................................4

D. Manfaat Appraisal Bimbingan Konseling...........................................6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...............................................................................................7

B. Saran.........................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................8

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kegiatan Appraisal berupaya menggambarkan dan menunjukkan
nilai sebuah obyek pada situasi saat itu. Gambaran atau nilai pada suatu
obyek tidak selalu sama, hasil appraisal akan membantu seseorang dalam
mengambil keputusan selanjutnya.
Maka appraisal dalam bimbingan dan konseling secara sederhana
dapat diartikan sebagai kegiatan penilaian dan penaksiran oleh seorang
konselor (yang sudah ahli) terhadap konseli yang meliputi berbagai
kondisi pribadi, keluarga serta lingkungan sekitarnya dalam rangka
membantu pelaksanaan layanan-layanan bimbingan dan konseling
Dalam makalah ini juga akan dijelaskan mengenai tujuan dan
manfaat dari appraisal bimbingan dan konseling. Hal ini berguna untuk
mengetahui appraisal bimbingan dan konseling secara lebih jelas dan
mendalam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian appraisal ?
2. Apa pengertian appraisal bimbingan dan konseling ?
3. Apa tujuan appraisal dalam bimbingan dan konseling ?
4. Apa manfaat appraisal dalam bimbingan dan konseling ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian tentang appraisal.
2. Untuk Mengetahui pengertian tentang appraisal bimbingan dan
konseling.
3. Untuk mengetahui tentang tujuan appraisal dalam bimbingan dan
konseling.
4. Untuk mengetahui tentang manfaat appraisal dalam bimbingan dan
konseling.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Appraisal

Appraisal berasal dari bahasa Latin appretiare yang artinya menilai.


Menurut bahasa Indonesia kata appraisal mempunyai arti penilaian, penafsiran
dan pengharapan. Menurut Wikipedia, orang yang melakukan appraisal disebut
appraiser (penilai) merupakan sebuah profesi yang memiliki kualifikasi,
pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman melakukan kegiatan penilaian,
sesuai dengan keahlian dan profesionalisme yang dimiliki dengan mengacu
pada standar penilaian yang berlaku.1
Kegiatan appraisal berupaya menggambarkan dan menunjukkan nilai
sebuah obyek pada situasi saat itu. Gambaran atau penilaian pada suatu obyek
tidak selalu sama dengan penilaian pada umumnya di tempat dan waktu yang
berbeda. Hasil dari penilaian atau appraisal akan membantu seseorang dalam
mengambil keputusan selanjutnya.

Jadi, appraisal adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk melakukan


penilaian kepada seseorang, dilakukan oleh seseorang yang sudah ahli di
bidangnya dan mempunyai standar penilaian masing-masing.

B. Appraisal Bimbingan dan Konseling

Menurut Frank W. Miller dalam Sofyan S. Wilis bimbingan adalah proses


bantuan terhadap individu guna mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan
untuk penyesuaian diri secara baik di sekolah, keluarga dan masyarakat.2
Bimbingan merupakan layanan dari konselor kepada konseli yang bersifat
preventif dan diberikan kepada individu agar dapat mandiri dengan
kehidupannya sendiri.

1
“Penilai, Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas”,
(https://id.wikipedia.org/wiki/Penilai). Diakses pada tanggal 10 September 2019.
2
Sofyan S. Wilis, Konseling individual: Teori dan Praktek, (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm 10.

2
Menurut Rochman Natawidjaja, konseling dapat diartikan sebagai
hubungan timbal balik antara dua individu, dimana seorang konselor berusaha
membantu konseli untuk mencapai pemahaman tentang dirinya sendiri dalam
hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan
datang. Konseling merupakan layanan dari konselor kepada konseli yang
bersifat kuratif dan bertujuan untuk memandirikan konseli.
Definisi appraisal dalam bimbingan konseling menurut para ahli :
1. Menurut Dewa Ketut Sukardi, Appraisal dalam bimbingan konseling
merupakan layanan pengumpulan data yakni suatu usaha yang dilakukan
oleh konselor untuk memperoleh informasi sebanyak dan selengkap
mungkin tentang diri konseli dan lingkungan yang relevan dengan
keperluan pengembangan individu .3
2. Menurut W.S Winkel, Appraisal dalam bimbingan konseling yaitu suatu
usaha untuk memperoleh data tentang peserta didik, menganalisis dan
menafsirkan data serta menyimpan data tersebut.4
Jadi dapat disimpulkan appraisal dalam bimbingan dan konseling adalah
suatu usaha yang dilakukan oleh konselor meliputi berbagai kondisi pribadi,
keluarga dan lingkungan sekitar konseli dengan tujuan untuk memperoleh data
dan informasi tentang konseli, dimana data tersebut digunakan untuk dianalisis
dan ditafsirkan serta disimpan oleh konselor.
Kegiatan layanan pengumpulan data tersebut adalah tahapan awal yang
harus dilakukan dalam mendukung suksesnya kegiatan bimbingan dan
konseling. Layanan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai macam
data yang berhubungan dengan segala aspek kepribadian dan kehidupan sehari-
hari individu serta lingkungan dan keluaraga yang selanjutnya akan dilakukan
kegiatan analisis dan penafsiran dari konselor.

3
Dewa Ketut Sukardi, Proses Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta,
1995), hlm. 77
4
W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Jakarta: Grasindo, 1991), hlm.
225.

3
Bentuk-bentuk layanan bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan
antara lain, 5yaitu:
1. Layanan pengumpulan data (appraisal)
2. Layanan pemberian informasi termasuk orientasi
3. Layanan bantuan penempatan dan penyaluran
4. Layanan konseling individu dan kelompok
5. Layanan pembelajaran
Layanan-layanan diatas tidak hanya berhubungan dan diberikan dengan
konseli di sekolah saja, tetapi orang tua atau anggota keluarga serta lingkungan
sekitar juga mungkin saja bisa menjadi sasaran dari pemanfaatan layanan
bimbingan dan konseling tersebut.

C. Tujuan Appraisal Bimbingan Konseling

Winkel menjelaskan tujuan dari Appraisal bimbingan konseling ialah


mendapatkan pengertian yang lebih luas, lebih lengkap, dan lebih mendalam
tentang konseli, serta membantu konseli memperoleh pemahaman tentang
dirinya.6 Hasil dari pengumpulan data akan membantu pelayanan bimbingan
dan konseling menjadi lebih ilmiah dan bersifat obyektif dibandingkan
dengan kesan-kesan subyektif dan spekulatif oleh konselor yang tanpa
disertai pengumpulan data.
Hood & Johnson menjelaskan bahwa appraisal dalam bimbingan dan
konseling memiliki beberapa tujuan yaitu :
1. Orientasi Masalah
Yakni pengumpulan data untuk membuat individu atau konseli mampu
mengenali dan menerima permasalahan yang dihadapinya, tidak
mengingkari bahwa ia bermasalah. Tes biasanya digunakan untuk
meningkatkan sensitivitas terhadap hal yang berpotensi menimbulkan
masalah pada konseli. Dengan peningkatan kesadaran mengenai
5
Prayitno, Pelayanan Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT Bina Sumber Daya, 1997), hlm. 35-
36
6
W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Jakarta: Grasindo, 1991), hlm.
225.

4
kondisi dan permasalahan pada dirinya, konseli dapat tergugah untuk
mengatasi masalah tersebut.
2. Identifikasi Masalah
Yakni membantu konselor dan konseli dalam mengetahui masalah
yang dihadapi konseli secara mendetail. Tes dapat membantu
menjelaskan masalah yang dimiliki konseling secara lebih mendetail.
Misalnya ceklist pada alat ukur masalah dapat mengukur tipe dan
kedalaman masalah konseli, atau buku harian akan mengidentifikasi
situasi hati konseli dan kondisi penyebab dari permasalahan yang ada.
Identifikasi masalah ini akan membantu konselor dalam meningkatkan
komunikasi dengan konseli.
3. Memilih Alternatif Solusi
Tes sebagai salah satu bentuk teknik appraisal dapat membantu konseli
mengidentifikasi beberapa alternatif solusi untuk memecahkan
masalahnya. Misalnya hasil tes minat akan dapat memberikan
informasi kepada individu tentang alternatif pilihan karir yang lebih
tepat sesuai dengan minatnya. Kesesuaian pekerjaan dan minat
individu akan meningkatkan perkembangan dan kinerjanya.
4. Pembuatan keputusan alternatif
Pelaksanaan appraisal dapat juga dilakukan untuk mencari pemecahan
masalah yang paling tepat dan menguntungkan dengan
mempertimbangkan konsekuensi yang paling rendah.
5. Verifikasi
Yakni untuk menilai apakah layanan bimbingan dan konseling yang
telah dilakukan sudah berjalan efektif dan telah mengatasi masalah
konseli atau belum. Hal ini dapat diukur dengan memberikan pre-test
kepada konseli pada awal perlakuan dan post-test diakhir perlakuan,
melalui hasil tes yang objektif, konseli dan konselor dapat melihat
dengan jelas seberapa besar keberhasilan atau kegagalan perlakuan
(treatment) yang selama ini telah dijalani oleh konseli.

5
D. Manfaat Appraisal Bimbingan Konseling
Appraisal sangat bermanfaat dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling serta dapat juga dijadikan sebagai dasar untuk menentukan tindak
lanjut penilaian maupun layanan selanjutnya.
Bimo Walgito menyatakan bahwa pengumpulan data merupakan suatu hal
yang penting dalam bimbingan dan konseling, kegiatan bimbingan dan
konseling baru dapat diberikan secara baik dan tepat jika data atau keterangan
individu yang akan diberikan layanan telah diketahui secara lengkap.7

7
Bimo Walgito, Bimbingan Konseling Studi Karir, (Yogyakarta : Andi Offset, 2010), hlm.61

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Appraisal adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk melakukan
penilaian kepada seseorang, dilakukan oleh seseorang yang sudah ahli
di bidangnya dan mempunyai standar penilaian masing-masing.
2. Appraisal dalam bimbingan dan konseling adalah suatu usaha yang
dilakukan oleh konselor meliputi berbagai kondisi pribadi, keluarga
dan lingkungan sekitar konseli dengan tujuan untuk memperoleh data
dan informasi tentang konseli, dimana data tersebut digunakan untuk
dianalisis dan ditafsirkan serta disimpan oleh konselor.
3. Tujuan appraisal bimbingan konseling membantu pelayanan
bimbingan dan konseling menjadi lebih ilmiah dan bersifat obyektif
dibandingkan dengan kesan-kesan subyektif dan spekulatif oleh
konselor yang tanpa disertai pengumpulan data.
4. Manfaat appraisal bimbingan konseling membantu pengumpulan data
karena kegiatan bimbingan dan konseling baru dapat diberikan secara
baik dan tepat jika data atau keterangan individu yang akan diberikan
layanan telah diketahui secara lengkap

B. Saran
Setelah menyusun makalah ini, penulis semakin bertambah wawasannya
mengenai Appraisal Konseling, dengan begitu penulis merasa harus lebih
banyak lagi mempelajarinya. Begitu juga dengan para pembaca yang
sudah bersedia membaca makalah kami, saran kami agar mempelajari
lebih banyak lagi buku tentang materi tersebut yang sebenarnya sangat
luas ilmunya, dan kemudian hari dapat bertukar fikiran dan wawasan yang
lebih luas lagi dengan kami dan orang lain. Sehingga ilmu kita semakin
bertambah luas dan tidak henti- hentinya untuk terus belajar

7
DAFTAR PUSTAKA

“Penilai. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas”.


(https://id.wikipedia.org/wiki/Penilai). Diakses pada tanggal 10 September
2019.
Prayitno. 1997. Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT Bina Sumber
Daya.
Sukardi, Dewa Ketut. 1991. Proses Bimbingan dan Konseling di Institusi
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Wilis, Sofyan S. 2007. Konseling Individual Teori dan Prakterk. Bandung:
Alfabeta.
Winkel, W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta:
Grasindo.
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan Konseling Studi Karir. Yogyakarta: Andi
Offset.

Anda mungkin juga menyukai