Anda di halaman 1dari 3

TUGAS UJIAN AKHIR STASE ANAK RSUD JOMBANG

Nama : Muhammad Azmi Hanief

NIM : 201810401011061

Kelompok : G30

Penguji : dr.Hakimah Maimunah, Sp.A

1. Koreksi Hiponatremia, Hipernatremia, dan Hipokalemia pada komplikasi diare

HIPONATREMIA

 Definisi : keadaan kadar darah Na < 130 mEq/L


 Kadar Na aman sekurangnya 125 mEq/L
 Koreksi diberikan bila terdapat gejala SSP (edema otak), atau kadar Na < 120 mEq/L

mEq Na = 125 – Na Serum x 0,6 x BB (kg)

 Rumus lainnya:[3]

Defisit Natrium = 0,6 x BB (kg) X (140 – Na serum)

Durasi penggantian = 2 x (140 – Na serum) [jam]

 Larutan NaCl 3% (513 mEq/L), NaCl 5% (855 mEq/L)


 Koreksi diberikan dalam 4 jam. Pemberian NaCl 3% dengan dosis 1 mL/kgbb diharapkan
dapat meningkatkan kadar Natrium sekitar 1,6 mEq/L. Larutan ini tidak untuk diberikan
pada keadaan hiponatremia yang asimptomatik. Kenaikan kadar natrium serum idealnya
tidak melebihi 1 mEq/jam
 NaCl 3% 1 mEq = 2 cc

HIPOKALEMIA

 Definisi : bila kadar K darah < 3,5 mEq/L


 EKG: depresi segmen ST dan gel T, ditemukan gelombang U
 Bila kadar K <2,5 mEq/L (dengan atau tanpa gejala) berikan KCl 3,75% i.v. dengan
dosis 3-5 mEq/kgbb, maksimal 40 mEq/Liter cairan
 Bila kadar K 2,5-3,5 mEq/L (dengan atau tanpa gejala) berikan KCl 75 mg/kg/hari p.o.
dibagi 3 dosis

Aspar-K ® mengandung K-L-aspartate, diminum setelah makan!, tablet salut film 300 mg

KSR ® mengandung KCl, jangan digerus/dikunyah, film coated tab 600 mg


Renapar ® mengandung K-L aspartat 300 mg, Mg L-aspartat 100 mg, untuk suplementasi K dan
Mg pada penyakit jantung dan hati, untuk hipokalemia dan hipomagnesemia akibat penggunaan
diuretik jangka panjang

HIPERNATREMIA

 Definisi : keadaan bila kadar Na darah > 150 mEq/L


 Pada keadaan dehidrasi berat disertai syok/presyok berikan NaCl 0,9% atau Ringer
Laktat atau Albumin 5%
 Setelah syok teratasi berikan larutan yang mengandung Na 75-80 mEq/L, misalnya NaCl-
dextrosa (2A) atau DG half strength sampai ada diuresis, kemudian berikan K 40 mEq/L
 Bila ada hipokalsemia berikan Ca glukonas sesuai kebutuhan
 Penurunan kadar natrium serum tidak melebihi 0,5 mEq/L/jam

Jumlah cairan: defisit cairan dikoreksi dalam 2 x 24 jam (sd 72 jam)

Hari ke-1: 50% defisit + kebutuhan rumatan (rumus Holliday Segar)

Hari ke-2: 50% defisit + cairan rumatan sda

Ideal TBW x 145 mEq/L = Current TBW x Current serum sodium

Current TBW = 0,6 x current weight (kg)

TBW = total body water

Perbedaan perhitungan ideal TBW dan current TBW memberikan perkiraan free water deficit.
Sisa volume dehidrasi yang mengandung elektrolit diasumsikan bahwa 60% kehilangan adalah
ekstraseluler (mengandung Natrium 140 mEq/L), dan 40% adalah intraseluler (mengandung
Kalium 150 mEq/L)

2. Komposisi KAEN 4B

 Tonisitas : 284 mOsm/L

 Kalori : 150 Kcal/L

 Na : 20 mEq/L

 K : 28 mEq/L

 Protein :-

 Kemasan : 500 ml
3. Dosis dan kandungan Kotrimoksasol

Trimetoprim 4 mg/kgbb dan sulfametoksasol 20 mg/kgbb po 2dd

4. Kandungann kalori SGM

65 kkal/100ml 0,65 kkal/cc

5. Manifestasi klinis edema paru

Takipnea, retraksi, efusi pleura, acites, edema periorbital atau jaringan lunak, sianosis, syok
irreversible, ronki, akral dingin