Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS PARAGRAF

A. Analisislah masing-masing paragraf di bawah ini. Analisislah:


1. Jenis paragrafnya (narasi, deskripsi, argumentasi, persuasi, eksposisi)
2. Kalimat utama/kalimat topik
3. Gagasan/ide pokok paragraf

Paragraf 1
Saat ini alat transportasi telah mengalami perkembangan yang luar biasa canggihnya. Pada
zaman dahulu, orang-orang bepergian dengan hanya berjalan kaki. Mereka berjalan dengan
menembus hutan, menyisiri sungai dan menjelajahi gurun untuk mencapai tujuannya yang
jauh. Setelah manusia bisa menjinakkan binatang, mereka mulai menggunakannya sebagai
alat transportasi. Binatang-binatang seperti kuda, unta, dan keledai menjadi binatang yang
berguna pada saat itu. Namun, penggunaan binatang ternyata tidak cukup efisien karena hanya
bisa menampung dua atau tiga orang saja. Setelah ditemukannya roda, manusia mulai bisa
bepergian dengan beramai-ramai. Mereka menciptakan gerobak dan kereta yang ditarik oleh
binatang-binatang tersebut. Penemuan roda tersebut, menjadi awal perkembangan alat
transportasi ke arah yang lebih modern. Manusia mulai menciptakan kendaraan yang
digerakkan oleh mesin-mesin dan bahkan kini mereka telah menciptakan pesawat dan kapal
laut yang bisa membawa mereka ke tempat tujuannya dengan sangat cepat dan mudah.

Paragraf 2
Sebelum terciptanya Negara Indonesia, negeri kita ini mengalami beberapa masa yang
dianggap penting dalam perjalanan sejarahnya. Yang pertama adalah masa penjajahan
Jepang. Negeri kita saat itu, harus tunduk di bawah kekuasaan kekaisaran Jepang selama 3,5
tahun. Tetapi sebelum Jepang, kita terlebih dahulu dijajah oleh Belanda. Mereka menguasai
sumber daya kita selama 3.5 abad lamanya. Inggris juga pernah menguasai Indonesia tetapi
kekuasaan mereka tidak bertahan lama karena harus menyerahkannya kepada Belanda. Jauh
sebelum itu, Indonesia merupakan sebuah kepulauan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan
besar seperti kerajaan Demak, samudera pasai dan lain-lain. Tetapi lebih jauh lagi sebelum
kerajaan-kerajaan itu, kerajaan Majapahitlah yang menguasai nusantara ini.

Paragraf 3
Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih. Bayi akan dibentuk
pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas dapat diisi dengan berbagai
hal sesuai dengan keinginan pemiliknya. Bila bayi dididik dengan baik maka akan seperti
kertas yang terisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jadi
membentuk kepribadian baik seorang anak ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang
bermanfaat.

Paragraf 4
Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada
saja rintangan seperti jalan yang membuat seseorang terjatuh. Ada pula semak belukar yang
sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula menuntut ilmu, seseorang akan
mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan
sebagainya. Apakah seseorang sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan
mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

Paragraf 5
Ternyata monyet merawat anaknya mirip dengan cara manusia merawat anaknya. Mereka
juga menyusui anaknya dan tentunya mereka juga selalu menggendong anaknya penuh belas
kasih. Induk monyet juga sangat menjaga anaknya dari marabahaya sama seperti ibu kita yang
juga selalu menjaga kita.

Paragraf 6
Dilihatnya sebuah jendela yang terbuka. Di bawah jendela, tampak sebuah meja guru yang
memakai taplak putih. Di atas taplak putih itu ada sebuah vas bunga dari kayu. Vas bunga
tersebut bergambar beberapa kuntum bunga matahari seperti bunga yang ada di dalamnya. Di
sebelahnya tergeletak sebuah agenda kelas yang terbuka dan kalender duduk. Arva lalu
memasuki ruang kelasnya dengan langkah yang lambat. Dia memalingkan pandangan ke arah
kanan. Tampak satu buah whiteboard yang bersih tanpa coretan. Di sebelah kiri whiteboard
tersebut, terpasang sebuah tempat spidol berwarna biru muda, serasi dengan dinding yang
bercatut biru tua. Dan di sebelah kanan whiteboard terpasang satu papan mading yang penuh
tulisan-tulisan karya siswa.

Paragraf 7
India merupakan negara penghasil beras pertama dunia yang memproduksi 54% beras dunia.
Indonesia juga memiliki andil yang cukup besar sebagai penghasil beras ketiga terbesar dunia
dengan menyumbang 8,5% beras dunia atas 51 juta ton. Sayangnya akhir-akhir ini Indonesia
mengalami penurunan, hingga Indonesia harus mengimpor beras hingga 1000 ton dari India,
Cina, maupun Thailand. Hal tersebut di pengaruhi oleh banyak faktor, seperti hama yang tidak
terkendali, kurangnya pengetahuan petani dalam mengolah lahan, kurang andilnya
pemerintah dalam usaha memajukan pertanian negeri dan banjir yang kerap kali terjadi,
kebanyakan petani mengalami gagal panen.

Paragraf 8
Sinar matahari dapat menguapkan air yang berasal dari permukaan laut dan tumbuhan. Setelah
air menguap terjadi penggumpalan uap air menjadi awan. Setelah kandungan uap air di awan
cukup banyak, air diturunkan dengan bantuan angin. Air yang turun meresap ke pori-pori
tanah, sebagian menjadi cadangan dalam tanah dan sebagian lagi menuju permukaan laut.
Kondisi ini terjadi berulang-ulang dengan cara yang sama.

Paragraf 9
Di teras gedung pengadilan megah itu berkerumun puluhan orang. Bahkan mungkin ratusan.
Kabarnya mereka akan menjadi supporter salah satu temannya yang akan diadili dalam kasus
korupsi. Sesaat di ruang sidang, hakim membuka persidangan. Gerombolan orang tadi
sebagian sudah memenuhi kursi dalam ruang yang sama. Gaduh sekali suasananya. Hakim
berusaha menenangkan suasana, tetapi mereka bergeming. Sidang diskors. Jaksa, hakim,
pengacara meninggalkan tempat menuju ruang khusus di lantai dua. Di sana saksi dan
terdakwa duduk gelisah.

Paragraf 10
Pendidikan adalah hal yang paling penting di dalam hidup ini, baik pendidikan formal atau
informal. Dengan pendidikan kita akan mendapatkan dan menjadi apa pun yang kita inginkan.
Pendidikan juga bisa mengarahkan kita ke kehidupan yang lebih baik. Pendidikan bisa kita
raih dengan belajar yang giat baik di sekolah, di rumah maupun di tempat-tempat lain. Jika
kita tidak belajar dengan serius dan giat, tentunya apa yang kita lakukan hanyalah sia-sia
karena tidak ada yang bisa dicapai dengan perbuatan yang tidak sungguh-sungguh. Akibatnya
kita tidak bisa menggapai cita-cita. Oleh karena itu, marilah belajar dengan giat dan sungguh-
sungguh agar kita dapat mencapai cita-cita.
B. Susunlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi sebuah paragraf (urutkan dulu nomornya
dan tulis paragraf yang benar) kemudian tentukan jenis paragrafnya dan tunjukkan
kalimat utama/topik dan ide/gagasan utamanya.

Paragraf 1
(1) Cara pembuatannya pun cukup gampang.
(2) Setelah semua bahan dan alat terkumpul, masukan teh bubuk atau celup ke dalam gelas
lalu siram dengan air panas.
(3) Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan alat dan bahan seperti gelas,
air panas, sendok, teh bisa bubuk atau teh celup dan gula secukupnya.
(4) Kemudian tambahkan gula sesuai selera Anda.
(5) Teh sangat baik untuk kesehatan manusia karena teh mengandung beberapa senyawa
yang baik.
(6) Angkat segera jika air sudah berwarna coklat karena akan sangat berbahaya bagi tubuh.
(7) Jika Anda menggunakan teh celup, jangan terlalu lama merendamnya di dalam air.
(8) Setelah mencampur gula, lalu aduk-aduklah menggunakan sendok hingga larut.
(9) Apabila teh sudah jadi, minumlah selagi hangat.

Paragraf 2
(1) Sebagian besar tenaga kerja yang mencari pekerjaan itu hanya berpendidikan Sekolah
Dasar.
(2) Rendahnya kualitas tenaga kerja merupakan masalah dalam dunia ketenagakerjaan.
(3) Sementara yang telah menamatkan pendidikan SLTP dan SMA belum menjamin
bahwa pendidikan yang mereka peroleh di bangku sekolah cocok dengan kebutuhan
tenaga kerja di lapangan.
(4) Bahkan banyak yang belum sempat menamatkan pendidikan Sekolah Dasar.
(5) Oleh sebab itu, mereka tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang
memadai sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.

Paragraf 3
(1) Sungai yang mengalir di tengah desa kering kerontang.
(2) Orang tampak berdesak-desakan menunggu giliran menimba.
(3) Sawah dan ladang seperti hangus ditimpa terik matahari.
(4) Sumur pun banyak yang sudah tidak berair lagi.
(5) Musim kemarau yang panjang dan kering tahun ini merupakan bencana bagi daerah
kami.

Anda mungkin juga menyukai