Anda di halaman 1dari 5

JAWABAN MODUL AKUNTASI

BAB 3
DELIMA SURI
TIMBUL SUDARSONO

1. Biaya pekerjaan dengan menggunakan tariff overhead keseluruhan pabrik dan


departemen.
Tim Company menggunakan sistem perhitungan biaya pesanan normal. Perusahaan
memiliki dua departemen dimana hampir semua pekerjaan dip roses. Data anggaran dan
data actual yang diseleksi untuk tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Keterangan Departemen Departemen B


A
Overhead yang dianggarkan $ 100.000 $ 500.000
Overhead actual 110.000 520.000
Aktivitas yang diharapkan (Jam
TK Langsung) 50.000 10.000
Jam mesin yang dianggarkan 10.000 50.000
Jam tenaga kerja actual 51.000 9.000
Jam mesin aktual 10.500 52.000

Selama tahun berjalan, beberapa pekerjaan telah diselesaikan. Data yang berhubungan
dengan salah satu pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut:

Bahan baku langsung $ 20.000


Biaya Tenaga kerja Langsung:
Departemen A (5.000 jam @ $6 perjam) $ 30.000
Departemen B (1.000 jam @ $6 perjam) $ 6.000
30

Jam Mesin yang digunakan:


Departemen A 100 Jam
Departemen B 1.200 Jam
Unit yang diproduksi 10.000 unit.

Tim Company menggunakan tariff overhead keseluruhan pabrik ayng dianggarkan,


untuk membebankan overhead ke pekerjaan. Jam tenaga kerja langsung digunakan
untuk menghitung tariff overhead yang dianggarkan.

Diminta:
1. Hitunglah tariff overhead yang dianggarkan!
2. Dengan menggunakan tariff yang dianggarkan, hitunglah biaya produksi perunit
pekerjaan tersebut!
3. Hitunglah kembali biaya produksi perunit pekerjaan dengan menggunakan tariff
overhead departemen. Gunakan jam tenaga kerja langsung untuk Depatemen A dan
jam mesin untuk Departemen B. Jelaskan mengapa pendekatan ini lebih
memberikan biaya perunit yang akurat.

2. Perhitungan Biaya Proses


Pay Company menggunakan metode rata-rata tertimbang, memproduksi suatu produk
melewati dua departemen pencampuran dan pemasakan. Dalam departemen
pencampuran semua bahan ditambahkan pada awal proses. Infut manufaktur lainnya
ditambahkan secara tidak seragam. Informasi berikut berkaitan dengan departemen
pencampuran pada bulan Februari:
a. BWIP, 1 Februari: 100,000 pon, 40% diselesaikan dengan biaya konversi. Biaya-
biaya dibebankan pada pekerjaan ini adalah seabgai berikut:
1. Bahan baku $ 20,000
2. Tenaga Kerja $ 10,000
3. Overhead $ 30,000

b. EWIP, 28 Pebruari:50,000 pon, 60 persen diselesaikan dengan biaya konversi.


c. Unit-unit yang diselesaikan dan ditransfer keluar; 370,000 pon. Biaya-biaya berikut
ditambahkan selama bulan berjalan:

Bahan baku $ 211,000


Tenaga kerja $ 100,000
Overhead $ 270,000
31
Diminta :
a. Siapkan laporan aliran fisik
b. Siapkan laporan unit ekuivalen
c. Hitunglah biaya perunit ekuivalen
d. Hitunglah biaya yang ditransfer keluar dan biaya persediaan akhir barang dalam
proses.
e. Siapkan rekonsiliasi biaya.

3. Pertanyaan Esai
1. Apakah perbedaan antara pemrosesan berurutan dan pemrosesan parallel?
Jawaban : Menurut saya perbedaanya terdapat pada metode yang di gunakan pada
teknik tekniknya. Karena, teknik keduanya merupakan sesuatu yang bisa dikatakan sama
karena, mereka meliki tujuan yang sama, tetapi menggunakan cara yang berbeda. Secara
defenisi pemrosesan paralel adalah sebuah langkah yang memerlukan beberapa pengolah
data yang menjadi sebuah sistem yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah instruksi
secara bersama sama. Sedangkan berurutan adalah sebuah kemampuan dimana satu
pengolah data mampu mengeksekusi beberapa data secara bersamaan.

2. Jelaskan perbedaan antara perhitungan biaya proses dan biaya pesanan!


Jawaban :
a. Perhitungan Biaya Pesanan :
- Produk sangat bervariasi
- Biaya diakumulasi berdasarkan pesanan kerja
- Biaya per unit dihitung melalui pembagian jumlah biaya pekerjaan dengan unit
yang diproduksi untuk pekerjaan tersebut
b. Perhitungan Biaya Proses :
- Produk bersifat homogen
- Biaya diakumulasi berdasarkan proses atau departemen
- Biaya per unit dihitung melalui pembagian biaya proses satu periode dengan unit
yang diproduksi selama periode tersebut

3. Apakah unit ekuivalen itu? Mengapa unit ini diperlukan dalam sistem
perhitungan biaya proses?
Jawaban : Unit ekuivalen merupakan jumlah unit selesai yang sama atau serupa
yang sudah dapat dihasilkan berdasarkan jumlah pekerjaan yang benar-benar
dilakukan atas unit-unit produk yang telah selesai maupun yang selesai sebagian.
Oleh karena itu kita membutuhkan Unit ekuivalen dalam perhitungan biaya
proses untuk memperhitungkan unit yang telah selesai dan selesai sebagian,
untuk mengukur jumlah pekerjaan produksi secara tepat yang dilakukan selama
periode tersebut ( pada akhir suatu periode akuntansi ).
4. Dengan metode rata-rata tertimbang, bagaimana biaya output periode sebelumnya
diperlakukan? Dan bagaimana memperlakukannya dalam metode fifo? 32
Jawaban : dalam metode perhitungan fifo, unit ekuivalen dan biaya produksi di
awal barang dalam proses tidak termasuk dalam perhitungan biaya per unit
periode berjalan. Metode ini mengakui bahwa pekerjaan dan biaya yang dibawa
dari periode sebelumnya adalah sah milik perriode tersebut.

5. Dalam kondisi apakah metode rata-rata tertimbang dan fifo pada intinya
memberikan hasil yang sama
Jawaban :
Ketika laba bruto yang diperoleh dengan cara rata-rata tertimbng akan
memberikan hasil yang mendekati dg metode fifo. Hal ini biasanya terjadi karena
pembelian barang dalam satu periode itu jumlahnya beberapa kali banyak dari
persediaaan awalnya. Sehingga harga rata- rata persediaan akhirnya sangat
dipengaruhi dengan harga-harga sekarang. Seperti dalam metode fifo, harga –
harga sekarang mempengaruhi nilai persediaan akhirnya.

6. Jelaskan mengapa biaya yang ditransfer masuk adalah jenis bahan baku khusus
untuk departemen penerimaan!
Jawaban : karena jumlah jumlah pesanan perusahaan yang beroperasi dalam
industri berdasarkan proses, memproduksi produk atau jasa yangbanyak dan
berbeda dengan lainnya. Maka setiap produk atau jasa dapat dikhususkan
menurut pelanggan tertentu.

7. Jelaskan bagaimana overhead dibebankan ke produksi apabila menggunakan


tariff overhead yang dianggarkan.
Jawaban : misalnya estimasi biaya overhead pabrik sebesar 300.000 dan
perusahaan merencanakan memperoduksi 250.000 satuan produk untuk periode
yang akan datang, maka untuk setiap satuan produk dibebani taris biaya overhead
pabrik sebesar 1,2 (300.000 : 250.000 unit) per satuan produk. Dasar
pembebanan satuan produk yang memproduksi satu macam produk, biaya
overhead pabrik dapat dibebankan ke setiap unit produksi atas dasar satuan berat
atau satuan tertentu lainnya, misalnya kg, liter, dll.

8. Mengapa ketentuan-ketentuan untuk perhitungan biaya pesanan lebih ketat dari


pada ketentuan perhitungan biaya proses?
Jawaban : karena perusahaan produksi dan perhitungan biaya pesanan,
beroperasi dalam industri berdasarkan jumlah pesanan, jadi harus lebih teliti
dalam memproduksi banyak jenis jasa atau produk yang dibuat menurut pesanan.

9. Berikan beberapa contoh perusahaan jasa yang mungkin menggunakan


perhitungan biaya pesanan dan jelaskan alasan penggunaannya!
Jawaban : percetakan, perabot, konstruksi, perbaikan mobil, jasa medis, dll.
Pada sistem produksi berdasarkan pesanan, biaya-biaya diakumulasikan33
berdasarkan pesanan kerja. Fungsi dari perhitungan biatya akuntansi untuk
perusahaan jasa ini adalah Untuk menyusun laporan eksternal (laporan keuangan)
bagi investor, kreditor, lembaga pemerintah untuk keperluan, seperti keputusan
investasi, evaluasi, aktivitas pemonitoran, dan ketentuan peraturan.

10. Apa hubungan perhitungan biaya pesanan dengan analisis tingkat laba?
Bagaimana hubungannya dengan penentuan harga?
Jawawaban : Hubungan dari perhitungan biaya pesanan dengan analisis laba
adalah apabila semakin banyak permintaan atau semakin besar biaya pemesanan
maka semakin besar pula keuntungan yang di dapat. Setiap badan usaha harus
menetapkan harga jualnya secara tepat karena harga merupakan satu-satunya
unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi
usaha tersebut. Pada hakekatnya badan usaha dalam menjual produknya harus
dapat mencapai keuntungan laba yang diharapkan, sehingga perusahaan dalam
menjual produknya harus menetapkan harga jual, Nah harga jual adalah harga
yang diperoleh dari penjumlahan biaya produksi, biaya non produksi serta laba
yang diharapkan. (Mulyadi, 2002:79)sedangkan (Warren, 2006:2 )
mendefenisikan laba adalah selisih antara jumlah yang diterima dari pelanggan
atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk
membeli sumber daya alam dalam mrnghasilkan barang atau jasa tersebut maka,
perhitungan biaya dan analisis tingat laba sangat berkaitan dengan penentuan
harga barang/jasa.