Anda di halaman 1dari 2

Tugas Pasar dan Lembaga Keuangan

Question : Chapter 7

Kelompok 3: Clarissa A, Galerie L, Priscilla K, Stella A, Stephanie S

1. How can economies of scale help explain the existence of financial intermediaries?
Jawaban:
Perantara keuangan dapat mengambil keuntungan dari economies of scale dan
dengan demikian biaya transaksi dapat menjadi lebih rendah. Sebagai contoh, reksadana
memanfaatkan biaya komisi yang lebih rendah karena skala pembeliannya lebih besar
daripada skala pembelian yang dilakukan oleh seorang individu, sementara skala besar
bank memungkinkan mereka untuk menjaga biaya hukum dan komputasi per transaksi
rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa perantara keuangan sangatlah penting bagi
perekonomian karena melalui perantara ini economies of scale terjadi dan mampu
menurunkan biaya transaksi sehingga biaya transaksi tidak akan menghambat aliran dana
kepada orang-orang dengan peluang investasi yang produktif.

3. Would moral hazard and adverse selection still arise in financial markets if information
were not asymmetric? Explain.

Jawaban:
Moral hazard dan adverse selection adalah permasalahan yang diciptakan oleh
informasi asimetris. Moral hazard terjadi setelah transaksi terjadi sedangkan adverse
selection terjadi sebelum transaksi tersebut terjadi. Bila informasi yang ada tidak
asimetris di mana pemberi pinjaman memiliki informasi sebanyak yang diketahui oleh
pihak peminjam, maka pemberi pinjaman akan mampu menyaring dengan baik mana
yang merupakan kredit yang baik dan mana yang merupakan kredit macet sehingga
adverse selection tidak akan terjadi dan tidak akan merugikan pemberi pinjaman.
Demikian pula bila pemberi pinjaman tahu apa yang akan dilakukan peminjam, maka
bahaya moral hazard dapat dicegah karena pemberi pinjaman dapat dengan mudah
menghentikan peminjam terlibat dalam moral hazard.

4. How do standard accounting principles help financial markets work more efficiently?
Jawaban:
Standar akuntansi menciptakan metode yang seragam untuk menyajikan
informasi, sehingga laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang berbeda dapat
dibandingkan dengan lebih mudah. Timbulnya prinsip akuntansi yang berlaku umum
dapat dilihat dari peran akuntansi yaitu menyajikan informasi kepada berbagai pihak
secara khusus pihak di luar organisasi.
Prinsip akuntansi yang berlaku akan membuat verifikasi keuntugan dari suatu
perusahaan menjadi lebih mudah sehingga dapat mengurangi permasalahan adverse
selection dan moral hazard di dalam pasar keuangan dan dengan demikian dapat
beroperasi dengan lebih baik. Standar akuntansi juga mempermudah investor untuk
menyaring perusahaan-perusahaan yang baik dari perusahaan buruk sehingga mengurangi
adverse selection di pasar keuangan. Selain itu standar ini juga membuat lebih sulit bagi
seorang manager untuk mengubah profit menjadi lebih rendah sehingga mengurangi
moral hazard dan principal-agent problem. Dengan kata lain adanya sekumpulan aturan
ini akan mengurangi kesempatan berbagai pihak untuk melakukan kecurangan dalam
pencatatan akuntansi perusahaan.