Anda di halaman 1dari 24

Latihan soal-soal Pengelolaan Sediaan Farmasi

Perencanaan

1. Seorang Apoteker di suatu puskesmas akan membuat perencanaan kebutuhan captopril untuk
tahun 2108. Rata-rata pemakaian obat pada tahun 2017 adalah 900 tablet/bulan, sisa stok pada
bulan Desember 2017 adalah 1.200 tablet dan waktu tunggu pemesanan adalah selama 1 bulan.
Berapakah kebutuhan captopril yang tepat diadakan untuk tahun 2018?
a. 9.550 tablet d. 11.000 tablet
b. 10.050 tablet e. 11.500 tablet
c. 10.500 tablet

2. Seorang Apoteker di suatu puskesmas akan membuat perencanaan kebutuhan captopril untuk
tahun 2108. Rata-rata pemakaian obat pada tahun 2017 adalah 850 tablet/bulan, sisa stok pada
bulan Desember 2017 adalah 1.000 tablet dan waktu tunggu pemesanan adalah selama 1 bulan.
Berapakah kebutuhan captopril yang tepat diadakan untuk tahun 2018?
a. 9.350 tablet d. 11.050 tablet
b. 10.050 tablet e. 12.050 tablet
c. 10.200 tablet

3. Seorang Apoteker di suatu puskesmas akan membuat perencanaan kebutuhan captopril untuk
tahun 2108. Rata-rata pemakaian obat pada tahun 2017 adalah 680 tablet/bulan, sisa stok pada
bulan Desember 2017 adalah 1.300 tablet dan waktu tunggu pemesanan adalah selama 2 bulan.
Berapakah kebutuhan captopril yang tepat diadakan untuk tahun 2018?
a. 7.150 tablet d. 8.220 tablet
b. 7.450 tablet e. 9.520 tablet
c. 8.160 tablet

4. Seorang apoteker di apotek hendak merencanakan pengadaan sefadroksil 500mg untuk


kebutuhan bulan depan. Pemakaian sefadroksil 500 mg perbulan adalah 1.000 kapsul. Sisa stok
sefadroksil 500 mg adalah sebanyak 150 kapsul. Apoteker tidak menginginkan terjadi
kekosongan obat, sehingga ditetapkan jumlah stok pengaman sebanyak 100 kapsul. Berapakah
jumlah obat yang tepat untuk pengadaan sefadroksil 500 mg bulan depan?
a. 750 kapsul d. 1.150 kapsul
b. 950 kapsul e. 1.250 kapsul
c. 1.050 kapsul

5. Seorang apoteker di apotek hendak merencanakan pengadaan gemfibrozil kapsul 300 mg untuk
kebutuhan bulan depan. Rata-rata penjualan obat tersebut di apotek tersebut adalah 900
kapsul/bulan. Sisa stok di apotek sebanyak 75 kapsul. Apoteker tidak menginginkan terjadi
kekosongan obat maka ditetapkan jumlah stok pengaman sebanyak 100 kapsul. Berapakah
jumlah obat yang harus diadakan?
a. 825 kapsul d. 925 kapsul
b. 875 kapsul e. 975 kapsul
c. 900 kapsul

6. Seorang apoteker di suatu rumah sakit sedang membuat perencanaan pengadaan Antalgin tablet
untuk kebutuhan bulan April 2018. Penggunaan Antalgin Tablet selama bulan Maret 2018 adalah
18.000 tablet. Lead time pengadaan obat tersebut adalah selama 3 hari, dan sisa stok adalah 100
tablet. Antalgin tablet yang tersedia di PBF adalah 10 tab x 10 strip. Berapakah jumlah Antalgin
Tablet yang tepat diadakan untuk bulan April 2018 (30 hari)?
a. 237 Box d. 180 Box
b. 202 Box e. 165 Box
c. 197 Box

7. Seorang apoteker di puskesmas sedang menghitung kebutuhan tablet ethambuthol. Rata rata
pemakaian tablet etambutol di puskesmas per bulan 1.500 tablet. Lead time pengadaan
ethambuthol dari gudang farmasi kabupaten adalah 2 bulan. Buffrer stok yang ditetapkan
apoteker adalah 1.000 tablet dan sisa stok saat ini adalah 500 tablet. 1 Box Etambutol terdiri dari
100 tablet. Berapakah jumlah tablet etambutol yang harus diadakan untuk kebutuhan 10 bulan
yang akan datang?
a. 195 Box d. 165 Box
b. 185 Box e. 155 Box
c. 175 Box

8. Seorang apoteker di puskesmas sedang menghitung kebutuhan tablet ethambuthol. Rata rata
pemakaian tablet etambutol di puskesmas per bulan 2.500 tablet. Lead time pengadaan
ethambuthol dari gudang farmasi kabupaten adalah 1 bulan. Buffrer stok yang ditetapkan
apoteker adalah 5.000 tablet dan sisa stok saat ini adalah 3.000 tablet. 1 Box Etambutol terdiri
dari 100 tablet. Berapakah jumlah tablet etambutol yang harus diadakan untuk kebutuhan 1 tahun
yang akan datang?
a. 350 Box d. 285 Box
b. 320 Box e. 255 Box
c. 300 Box

9. Seorang apoteker di puskesmas sedang menghitung kebutuhan tablet ethambuthol. Rata rata
pemakaian tablet etambutol di puskesmas per bulan 1.100 tablet. Lead time pengadaan
ethambuthol dari gudang farmasi kabupaten adalah 1 bulan. Buffrer stok yang ditetapkan
apoteker adalah 1.300 tablet dan sisa stok saat ini adalah 800 tablet. 1 Box Etambutol terdiri dari
100 tablet. Berapakah jumlah tablet etambutol yang harus diadakan untuk kebutuhan 11 bulan
yang akan datang?
a. 180 Box d. 126 Box
b. 165 Box e. 111 Box
c. 145 Box

10. Seorang apoteker di apotek hendak merencanakan pengadaan alopurinol tab 100 mg untuk
kebutuhan bulan depan. Pemakaian obat tersebut di apotek tersebut adalah 500 tablet/bulan.
Sisa stok di apotek sebanyak 75 tablet. Apoteker tidak menginginkan terjadi kekosongan obat
maka ditetapkan jumlah stok pengaman sebanyak 100 tablet. Berapakah jumlah obat yang harus
diadakan?
a. 325 tablet d. 525 tablet
b. 475 tablet e. 675 tablet
c. 500 tablet

11. Seorang Apoteker di apotek sedang menghitung kebutuhan obat amlodipine. Rata-rata penjualan
amlodipine di apotek tiap bulannya (30 hari) adalah sebanyak 750 tablet. Waktu tunggu yang
dibutuhkan untuk sekali pemesanan adalah 3 hari. Apoteker harus memastikan tidak terjadi
kekosongan obat ini di apotek. Berapakah stok pengaman yang dibutuhkan agar ketersediaan
obat tetap terjaga?
a. 25 tablet d. 63 tablet
b. 37 tablet e. 75 tablet
c. 40 tablet

12. Seorang apoteker di apotek sedang menghitung kebutuhan obat captopril 12,5 mg. Rata-rata
permintaan captopril 12,5mg per bulan adalah 1.000 tablet. Waktu tunggu yang dibutuhkan untuk
sekali pemesanan 3 hari. Apoteker harus memastikan tidak terjadi kekosongan captopril 12,5 mg
karena merupakan obat pemakaian terbesar di apotek tersebut. Berapakah stok
pengaman/safety stock yang dibutuhkan agar ketersediaan obat tetap terjaga?
a. 100 tablet d. 500 tablet
b. 200 tablet e. 1.000 tablet
c. 330 tablet

13. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu rumah sakit sedang menghitung safety stock tablet
metoklopramid. Data saat ini menunjukkan bahwa sisa persediaan Metoklopramide tablet adalah
sebanyak 10.000 tablet, rata-rata penggunaan tiap bulan adalah 25.000 tablet, waktu tunggu
pengadaan adalah selama 3 bulan, dan periode pengadaan adalah tiap 6 bulan sekali.
Berapakah safety stock tablet metoklopramid tersebut?
a. 75.000 tablet d. 400.000 tablet
b. 150.000 tablet e. 600.000 tablet
c. 300.000 tablet

14. Seorang Apoteker di apotek sedang menghitung kebutuhan obat amlodipine. Rata-rata penjualan
amlodipine di apotek tiap bulannya (30 hari) adalah sebanyak 900 tablet. Waktu tunggu yang
dibutuhkan untuk sekali pemesanan adalah 2 hari. Apoteker harus memastikan tidak terjadi
kekosongan obat ini di apotek. Berapakah stok pengaman yang dibutuhkan agar ketersediaan
obat tersebut tetap terjaga?
a. 30 tablet d. 60 tablet
b. 40 tablet e. 70 tablet
c. 50 tablet

15. Seorang Apoteker di apotek sedang menghitung kebutuhan obat amlodipine. Rata-rata penjualan
amlodipine di apotek tiap bulannya (30 hari) adalah sebanyak 1.200 tablet. Waktu tunggu yang
dibutuhkan untuk sekali pemesanan adalah 2 hari. Apoteker harus memastikan tidak terjadi
kekosongan obat ini di apotek. Berapakah stok pengaman yang dibutuhkan agar ketersediaan
obat tetap terjaga?
a. 40 tablet d. 100 tablet
b. 60 tablet e. 120 tablet
c. 80 tablet

16. Seorang apoteker di Instalasi Farmasi suatu Rumah Sakit melakukan perencanaan pengadaan
infuse ringer laktat dengan metode konsumsi. Data penggunaan selama 6 bulan yang lalu
menunjukkan bahwa penggunaan ringer laktat adalah sebanyak 81.000 botol dan tidak terdapat
kekosongan obat. Diketahui rata-rata waktu tunggu pemesanan adalah 15 hari. Berapakah safety
stock untuk sediaan infus tersebut?
a. 3.250 botol d. 27.000 botol
b. 6.750 botol e. 40.500 botol
c. 13.500 botol

17. Seorang apoteker di suatu IFRS akan membuat perencanaan tetes mata Kloramfenikol dengan
cara yang sederhana. Penggunaan sediaan tersebut 3 tahun terakhir berturut-turut sebesar 990,
1010, dan 1000 botol. Rencana stok pengaman adalah sebanyak 300 botol, dan sisa stok saat ini
adalah 100 botol. Berapakah jumlah tetes mata kloramfenikol yang akan diadakan untuk tahun
depan?
a. 1000 botol d. 1300 botol
b. 1100 botol e. 1400 botol
c. 1200 botol

18. Sebuah apotek pada tahun sebelumnya menjual tablet antasida sebanyak 2.100 strip dalam
setahun. PBF dapat mengirimkan obat tersebut dengan waktu tunggu 2 hari. Diasumsikan hari
kerja dalam setahun adalah 350 hari. Apotek ingin menerapkan safety stock. Berapa reorder
point untuk obat tersebut?
a. 6 strip d. 48 strip
b. 12 strip e. 60 strip
c. 24 strip

19. Seorang apoteker di suatu IFRS akan mengoptimalkan persediaan sirup kering amoksisilin,
Pengadaan akan dilakukan tiap 6 bulan dengan waktu tunggu 2 bulan. Rata-rata konsumsi sirup
kering amoksisilin tiap bulan adalah 1.000 botol. Berapakah safety stock sediaan tersebut??
a. 200 botol d. 1.500 botol
b. 500 botol e. 2.000 botol
c. 1.000 botol

20. Seorang apoteker di suatu RSJ sedang melakukan perhitungan perencanaan kebutuhan obat
Chlorpromazin. Penggunaan rata-rata perbulan obat ini pada tahun 2017 adalah 3.000 tablet.
Periode pemesanan obat dilakukan tiap tiga bulan sekali. Berapakah jumlah stok kerja obat
tersebut pada tahun depan?
a. 6.000 tablet d. 24.000 tablet
b. 12.000 tablet e. 36.000 tablet
c. 18.000 tablet

21. Seorang apoteker di Instalasi Farmasi suatu Rumah Sakit sedang membuat evaluasi
perencanaan pengadaan Cotrimoxazole 400/80 mg tablet. Selama periode 6 bulan yang lalu,
penggunaan obat ini adalah 81.000 tablet dan terdapat kekosongan obat selama 1 bulan.
Apoteker melakukan perhitungan perencanaan menggunakan metode konsumsi. Berapakah rata-
rata penggunaan per bulan untuk obat tersebut?
a. 13.500 tablet d. 27.000 tablet
b. 16.200 tablet e. 81.000 tablet
c. 20.250 tablet

22. Seorang apoteker di instalasi farmasi sebuah rumah sakit sedang melakukan evaluasi
penggunaan obat. Apoteker tersebut mencatat bahwa penggunaan tablet kalsium laktat selama
tahun 2016 adalah sebanyak 2.500.000 tablet. Pada bulan Juli dan Oktober tidak ada
penggunaan obat tersebut yang disebabkan karena terjadinya kekosongan obat. Berapakah rata-
rata penggunaan tablet tersebut setiap bulannya?
a. 208.333 tablet/bulan d. 208.330 tablet/bulan
b. 2.500.000 tablet/bulan e. 20.833 tablet/bulan
c. 250.000 tablet/bulan

Pengadaan
23. Seorang petugas dari suatu PBF datang ke apotek mengantar pesanan obat amoxicillin
paracetamol, dan beberapa OTC yang dipesan apotek tadi pagi. Sebagai apoteker yang
bertugas, apakah langkah yang tepat dilakukan pertama kali pada saat menerima pesanan obat
tersebut?
a. Memeriksa obat yang datang sesuai dengan SP
b. Menanda tangani faktur yang menyertai pengiriman obat
c. Langsung membayar harga obat tersebut
d. Menyimpan obat sesuai dengan aturan penyimpanan
e. Menghitung dan memberi harga pada obat tersebut

24. Seorang apoteker di apotek akan mengadakan vitamin tulang sebanyak 1 box. Terdapat 5 PBF
yang mendistribusikan vitamin tersebut dengan kondisi pemesanan sebagai berikut:
PBF Pengiriman Harga Proses Order
A Sore hari di hari yang sama saat order Rp. 159.000,- (belum PPN), Via telpon, SP diambil saat pengiriman
diskon 3%
B Satu hari setelah order Rp. 159.000,- (setelah PPN) Via telpon, SP diambil saat pengiriman
C Satu hari setelah order Rp. 159.000,- (setelah PPN) No telpon sales dan kantor PBF sulit
dihubungi
D Sore hari di hari yang sama saat order Rp. 159.000,- (belum PPN) Via telpon, SP diambil saat pengiriman
E Sore hari di hari yang sama saat order Rp. 159.000,- (belum PPN) Via telpon, SP diambil saat pengiriman

PBF manakah yang tepat dipilih untuk pengadaan vitamin tulang tersebut?
a. PBF A d. PBF D
b. PBF B e. PBF E
c. PBF C

25. Seorang apoteker di instalasi farmasi sebuah rumah sakit bedah akan melakukan pengadaan
obat anestesi. Terdapat beberapa supplier/PBF (Pedagang Besar Farmasi) baru yang
mengajukan diri untuk melakukan proses pengadaan tersebut. Apakah yang harus
dipertimbangkan oleh apoteker rumah sakit dalam menghadapi hal tersebut?
a. Melakukan pengecekan kualitas SDM dari PBF tersebut
b. Melakukan pembelian dalam jumlah besar agar mendapat diskon
c. Melakukan pengecekan track record PBF dari institusi lainnya
d. Melakukan pembelian dalam jumlah kecil hanya obat vital saja
e. Langsung melakukan negosiasi harga dengan PBF

26. Seorang apoteker di sebuah rumah sakit swasta akan melakukan pengadaan perbekalan farmasi
untuk kebutuhan rumah sakit selama 1 tahun. Akan tetapi, terdapat beberapa kendala dari
fasilitas yang ada di rumah sakit, seperti ruangan gudang yang sempit, jumlah dana yang kurang
mencukupi, dan keterbatasan jumlah sumber daya manusia yang ada. Apakah teknik pembelian
yang tepat dilakukan oleh apoteker tersebut?
a. Annual purchasing d. Negosiation
b. Scheduled purchasing e. Tender
c. Perpetual purchasing

27. Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah sakit swasta akan melalukan pengadaan sediaan
nutrisi parenteral yang tidak terdapat dalam formularium. Sediaan tersebut akan diadakan dengan
nilai dana sebesar Rp. 100.000.000. Apakah cara pengadaan yang tepat dilakukan untuk sediaan
tersebut?
a. Lelang tertutup d. Sistem tender
b. Lelang terbuka e. Pembelian langsung
c. Kompetitif Nasional

28. Seorang Apoteker Pengelola Apotek menjalankan sistem perencanaan pengadaan just in time
untuk sirup kering amoksisillin. Sistem perencanaan tersebut hanya memesan obat pada saat
dibutuhkan untuk mengurangi persediaan di apotik, sehingga dapat mengurangi/menghilangkan
biaya penyimpanan. Apakah syarat utama yang harus dimiliki apotik untuk menerapkan sistem
pengadaan tersebut?
a. Lokasi apotek satu kota dengan PBF
b. Memiliki modal yang cukup
c. Memiliki petugas perencanaan dan pengadaan
d. Dipercaya oleh distributor
e. Hanya untuk obat yang fast moving

29. Seorang apoteker sedang melakukan analisis farmakoekonomi dari 5 obat calon obat untuk
penyakit Sindrom koroner akut (SKA) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam formularium
rumah sakit dengan data sebagai berikut:
Obat A Obat B Obat C Obat D Obat E
Harga obat 1 400.000 600.000 500.000 900.000 300.000
bulan (Rp)
% Pasien yang 70% 82% 80% 88% 70%
mengalami
perbaikan gejala
% kematian yang 80% 85% 90% 92% 80%
dapat dicegah

Apakah obat yang tepat dipilih untuk dimasukkan ke dalam formularium, jika yang dikehendaki
adalah obat yang memberikan outcome final yang paling baik?
a. Obat A d. Obat D
b. Obat B e. Obat E
c. Obat C

Metode Pengadaan Obat


30. Seorang apoteker di Puskesmas sedang membuat perencanaan obat untuk kebutuhan periode
mendatang. Salah satunya adalah kebutuhan obat program OAT Kombipak (Obat
Antituberkulosis) yang disesuaikan dengan jumlah angka kesakitan di wilayah tersebut. Apakah
metode perencanaan obat yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. Konsumsi d. Proxy konsumsi
b. Epidemiologi e. Budget service level
c. Kombinasi

31. Seorang apoteker di sebuah puskesmas akan melakukan perencanaan OAT-FDC untuk
memenuhi kebutuhan satu tahun ke depan. Pembuatan perencanaan obat tersebut dilakukan
berdasarkan prevalensi penyakit TB di puskesmas. Apakah metode perencanaan yang
digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Metode konsumsi d. Metode just in time
b. Metode epidemiologi e. Metode konsinyasi
c. Metode kombinasi

32. Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah sakit akan membuat perencanaan untuk pengadaan
obat glucosamin selama tiga bulan ke depan. Data yang tersedia dalam membuat perencanaan
hanyalah data jumlah penggunaan obat pada tahun lalu. Apakah metode perencanaan yang tepat
untuk digunakan?
a. Konsumsi d. Kombinasi konsumsi dan morbiditas
b. Morbiditas e. Kombinasi konsumsi dan epidemiologi
c. Epidemiologi

33. Dalam proses perencanaan pengadaan perbekalan farmasi di apotek, seorang apoteker
melakukan perhitungan kebutuhan tablet Amoxicillin 500 mg berdasarkan data penjualan bulan
yang lalu. Apoteker juga menghitung safety stock obat tersebut. Apakah metode perencanaan
yang digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Epidemiologi d. Metode Pareto
b. Kombinasi e. Metode VEN
c. Konsumsi

34. Seorang apoteker di suatu puskesmas akan membuat perencanaan pengadaan beberapa obat
antidiare, namun data pemakaian obat pada periode sebelumnya sangat fluktuatif. Oleh karena
itu, apoteker juga melihat data prevalensi penderita diare 1 tahun sebelumnya untuk membuat
perencanaan tersebut. Apa metode perencanaan yang digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Metode konsumsi d. Metode just in time
b. Metode epidemiologi e. Metode konsinyasi
c. Metode kombinasi

35. Seorang Apoteker di tim pengadaan RSUD melakukan pemesanan obat salbutamol nebulizer.
Setelah dilakukan pengecekkan, obat tersebut ternyata ada dalam formularium nasional dan dan
tercantum dalam e-catalog. Apakah metode pengadaan yang tepat dilakukan untuk obat
tersebut?
a. Open tender d. e-purchasing
b. Restricted tender e. Pembelian langsung
c. e- procurement

Penyimpanan
36. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian gudang instalasi farmasi suatu rumah sakit baru
saja menerima pesanan obat tablet ciprofloksasin 500 mg dan Levofloksasin 500 mg. Kedua obat
ini harus disimpan dengan menggunakan teknik khusus. Bagaimanakah cara/metode yang tepat
untuk penyimpanan obat tersebut?
a. Disimpan pada rak obat secara alfabetis
b. Disimpan dalam lemari khusus antibiotik
c. Disimpan dalam ruangan dengan suhu terkendali
d. Disimpan dengan pemberian stiker LASA dan HAM
e. Hanya disimpan di ICU

37. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian gudang instalasi farmasi suatu rumah sakit baru
saja menerima pesanan obat tablet diphenhydramine 25 mg dan tablet dimenydrinate 50 mg.
Kedua obat ini harus disimpan dengan menggunakan teknik khusus. Bagaimanakah cara/metode
yang tepat untuk penyimpanan obat tersebut?
a. Disimpan secara alfabetis tanpa penandaan
b. Disimpan dalam lemari khusus tanpa penandaan
c. Disimpan dengan penandaan stiker LASA
d. Disimpan dengan penandaan stiker HAM
e. Disimpan dengan penandaan stiker LASA dan HAM

38. Seorang apoteker di apotek sedang berusaha untuk melakukan penyimpanan obat sebagai
berikut:
- Methylergometrine maleat tablet
- Methylprednisolone tablet 4 mg
- Methylprednisolone tablet 8 mg
Apakah metode penyimpanan yang tepat untuk obat-obatan tersebut?
a. FEFO d. Stabilitas sediaan
b. FIFO e. LASA
c. Bentuk sediaan

39. Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah sakit baru saja menerima pesanan obat-obatan dari
PBF. Beberapa obat-obatan tersebut adalah tablet prenison tablet, prednisolon tablet, Piroksikam
tablet dan Primolut N tablet. Selain diurutkan secara alfabetis, penyimpanan obat-obatan tersebut
harus memperhatikan obat-obatan yang termasuk dalam kategori LASA. Bagaimanakah
penyimpanan yang tepat terhadap ke-4 obat tersebut?
a. Prednison tablet-Prednisolon tablet-Piroksikam tablet-Primolut N tablet
b. Prednisolon tablet-Prednison tablet- Piroksikam tablet-Primolut N tablet
c. Prednisolon tablet- Piroksikam tablet-Primolut N tablet-Prednison tablet
d. Piroksikam tablet-Prednisolon tablet-Prednison tablet- Primolut N tablet
e. Prednison tablet- Piroksikam tablet- Prednisolon tablet-Primolut N tablet

40. Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah sakit hendak melakukan penataan obat-obat berikut
ini: Amlodipin tablet 5 mg; Amlodipin tablet 10 mg; Atorvastatin tablet 10 mg; Atorvastatin 20 mg
dan Captopril tablet 12,5 mg. Apoteker hendak membuat sistem penyimpanan berdasarkan
alfabetis dan LASA (Look Alike Sound Alike). Bagaimanakah urutan yang tepat berdasarkan
sistem penyimpanan tersebut?
a. Amlodipin 5 mg-Amlodipin 10 mg-Atorvastatin 10 mg-Atorvastatin 20 mg-Captopril 12,5 mg
b. Atorvastatin 10 mg-Amlodipin 5 mg-Atorvastatin 20 mg-Amlodipin 10 mg-Captopril 12,5 mg
c. Amlodipin 5 mg-Captopril 12,5 mg-Amlodipin 10 mg-Atorvastatin 10 mg-Atorvastatin 20 mg
d. Atorvastatin 10 mg-Captopril 12,5 mg-Atorvastatin 20 mg-Amlodipin 5 mg-Amlodipin 10 mg
e. Amlodipin 5 mg-Atorvastatin 10 mg-Amlodipin 10 mg-Atorvastatin 20 mg-Captopril 12,5 mg

41. Seorang apoteker di apotek menerima pesanan obat berbentuk tablet dari PBF sebagai berikut :
Glimepiride tablet 1 mg, Parasetamol tablet 500 mg, Nifedipine tablet 10 mg, Valsartan tablet 80
mg, Chlorfeniramin maleat tablet 4 mg. Obat-obat tersebut harus disimpan dan diberikan
penandaan yang jelas sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek. Manakah
diantara obat tersebut yang disimpan dengan penandaan HAM (High Alert Medicines)?
a. Chlorfeniramin maleat 4 mg d. Parasetamol 500 mg
b. Glimepiride 1 mg e. Valsartan 80 mg
c. Nifedipin 10 mg

42. Seorang apoteker di Gudang Farmasi kabupaten baru saja menerima vaksin IPV dan
menyimpannya sesuai dengan tingkat stabilitas sediaan. Berapa suhu penyimpanan yang tepat
untuk vaksin tersebut?
a. -15 - (-25)°C d. 8°C – 15°C
b. 0°C - 2°C e. 15°C – 25°C
c. 2°C – 8°C

43. Apoteker Penanggungjawab Instalasi Farmasi di Rumah Sakit memerintahkan seorang Tenaga
Teknis Kefarmasian untuk menyimpan vaksin-vaksin yang ada di Instalasi Farmasi. Informasi
yang ada pada kemasan vaksin menyatakan bahwa vaksin tersebut harus disimpan pada tempat
yang dingin agar kualitas vaksin dapat terjaga dan tetap stabil selama proses penyimpanan.
Berapakah rentang suhu yang tepat untuk ruangan penyimpanan vaksin tersebut?
a. 18 – 25 °C d. 0 – 1 °C
b. 9 – 17 °C e. < 0 °C
c. 2 – 8 °C

44. Seorang apoteker Penanggungjawab Instalasi Farmasi Kabupaten sedang menerima Serbuk
Kering Vaksin BCG yang akan didistribusikan lebih lanjut ke puskesmas-puskesmas yang ada di
lingkungan kabupaten tersebut. Vaksin ini harus disimpan sesuai dengan spesifikasi
penyimpanannya agar tidak rusak. Berapakah rentang suhu yang tepat untuk penyimpanan
vaksin tersebut?
a. 18 – 25 °C d. 0 – 1 °C
b. 9 – 17 °C e. < 0 °C
c. 2 – 8 °C

45. Seorang Apoteker sedang mengelola penyimpanan vaksin di Gudang Farmasi Kabupaten. Salah
satu sediaannya adalah vaksin influenza tipe live attenuated. Kondisi penyimpanan sangat
penting untuk menjaga kualitas vaksin tersebut. Berapakah kisaran suhu yang tepat untuk
menyimpan vaksin tersebut?
a. ( -20 s/d -10) °C d. 15 s/d 30 °C
b. (2 s/d 8) °C e. 30 s/d 40 °C
c. (8 s/d 15) °C

46. Seorang apoteker penanggungjawab di sebuah puskemas membuat SPO cara penyimpanan
vaksin. salah satu vaksin yang simpan di puskesmas adalah vaksin polio. Berapakah suhu
penyimpanan vaksin tersebut yang tepat ditetapkan oleh apoteker dalam SPO tersebut?
a. -25 °C s/d -15 °C d. 8 °C s/d 15 °C
b. -10 °C s/d 0 °C e. 25 °C s/d 30 °C
c. 2 °C s/d 8 °C

47. Seorang apoteker yang bertugas di Gudang Farmasi suatu rumah sakit baru saja menerima
pesanan sediaan injeksi insulin glargine sebanyak 20 box. Sediaan insulin tersebut digunakan
untuk pasien diabetes mellitus dimana penyimpanannya harus pada tempat dengan suhu dingin.
Pada suhu berapa sediaan obat tersebut disimpan?
a. < 2°C d. 10-15°C
b. 2-8°C e. 15-30°C
c. 8-10°C

48. Seorang pasien di depo rawat jalan RS Sehat datang membawa resep sebagai berikut:
R/ Insulin glargine pen no I
S.1.d.d 10 unit
Pasien diketahui baru pertama kali menggunakan insulin tersebut. Apakah informasi tempat
penyimpanan yang tepat disampaikan kepada pasien?
a. Kotak Obat d. Tempat lembab
b. Lemari pendingin e. Freezer
c. Suhu ruangan

49. Seorang wanita datang ke apotek membawa sebuah resep yang berisi human insulin dengan
bentuk sediaan penfill cartridge dengan aturan pemakaian disuntikkan 3 kali sehari masing-
masing 10 IU. Apoteker memberikan informasi mengenai cara penyimpanan obat dan batas
waktu penggunaan obat kepada pasien. Apakah informasi yang tepat disampaikan?
a. Simpan dalam frezzer maksimal selama 90 hari
b. Simpan dalam lemari pendingin maksimal selama 14 hari
c. Simpan pada wadah tertutup dan sejuk maksimal selama 30 hari
d. Simpan dalam lemari pendingin maksimal selama 30 hari
e. Simpan pada tempat sejuk dan tertutup maksimal selama 14 hari

50. Seorang pasien anak, usia 9 bulan, mengalami diare akibat penyesuaian perubahan tekstur
makanan pendamping ASI. Dokter meresepkan probiotik yang mengandung Lactobacillus sp.
Untuk pasien. Apoteker menyerahkan probiotik tersebut kepada ibu pasien. Apakah informasi
penyimpanan obat yang tepat disampaikan kepada ibu pasien?
a. Disimpan di ruangan biasa
b. Disimpan di dalam lemari es
c. Disimpan di dalam freezer
d. Disimpan di dalam wadah yang tidak tembus cahaya
e. Disimpan di dalam kantong yang diberikan silica gel
51. Seorang pasien, perempuan, usia 25 tahun, mendapatkan resep dengan obat Bisakodil supp
No.III S1dd1 supp malam hari. Pasien mendapatkan informasi dari apoteker mengenai cara
penyimpanan sediaan obat tersebut. Apakah informasi yang tepat disampaikan kepada pasien?
a. Disimpan pada suhu kamar d. Disimpan dalam freezer
b. Disimpan pada suhu kamar terkendali e. Disimpan pada tempat yang aman
c. Disimpan pada lemari pendingin

52. Seorang apoteker di Puskesmas sedang melakukan pengelolaan penyimpanan obat-obatan,


diantaranya sediaan vaksin polio. Sediaan vaksin memerlukan kondisi penyimpanan tertentu
untuk mempertahankan stabilitasnya. Di puskesmas tersedia lemari pendingin 2 (dua) pintu untuk
penyimpanan sediaan farmasi dengan suhu tertentu. Di bagian manakah temapat yang tepat
untuk penyimpanan sediaan tersebut?
a. Freezer d. Rak tengah
b. Chiller e. Rak bawah
c. Pintu

53. Seorang apoteker di gudang Farmasi Kabupaten baru saja menerima droping vaksin BCG.
Vaksin tersebut harus disimpan pada tempat yang tepat agar tidak rusak dan menimbulkan
kerugian. Dimanakah tempat yang tepat untuk menyimpan vaksin tersebut?
a. Disimpan dalam freezer d. Disimpan dalam wadah tertutup
b. Disimpan dalam chiller e. Disimpan dipisahkan dari obat lain
c. Disimpan terlindung dari cahaya

54. Seorang apoteker di apotek baru saja menerima pesanan obat berupa Salbutamol Nebulizer
yang dipesan dari suatu PBF. Apoteker selanjutnya melakukan penyimpanan obat pada kondisi
yang sesuai dengan bentuk sediaan obat. Dimanakah tempat penyimpanan yang tepat untuk
obat tersebut?
a. Lemari pendingin suhu 2-8 °C d. Di dalam Freezer
b. Ruangan dengan suhu kamar e. Rak obat bebas
c. Ruangan suhu kamar terkendali

55. Seorang apoteker yang bekerja di bagian penyimpanan distributor farmasi (PBF) menerima obat
tablet parasetamol. Apoteker tersebut bertugas mengatur penempatan obat mengikuti sistem
FEFO. Apa tujuan dari penempatan obat di PBF dengan menggunakan sistem tersebut?
a. Mempermudah pengambilan obat dari gudang
b. Menghindari kekosongan obat
c. Melaksanakan standar penyimpanan dalam gudang
d. Menghindari resiko obat kadaluarsa selama penyimpanan
e. Mempermudah proses penerimaan obat

56. Apoteker di Puskesmas sedang melakukan stock opname sediaan vaksin. Salah satu indikator
untuk memantau kondisi vaksin menggunakan indikator vaccine vial monitor (VVM). Dalam
kegiatan tersebut, ditemukan satu buah vaksin dengan VVM warna segi empat berubah lebih
gelap tetapi masih lebih terang dari lingkaran di luarnya. Apakah makna dari perubahan warna
indikator tersebut?
a. Vaksin masih dapat digunakan karena belum kedaluwarsa
b. Gunakan vaksin tersebut lebih dahulu daripada vaksin lainnya
c. Kualitas vaksin tersebut masih sama dengan yang lain
d. Gunakan vaksin tersebut dalam waktu satu bulan
e. Vaksin tersebut tidak boleh digunakan lagi

Distribusi Obat
57. Seorang pasien, laki-laki, masuk UGD suatu rumah sakit karena terjatuh dari motor. Perawat dan
apoteker di depo UGD mengambil obat-obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk
pertolongan dan perawatan pasien tersebut dan selanjutnya mencatat obat-obatan tersebut
dalam kartu rekam medis pasien. Apakah system distribusi obat yang dipakai di depo UGD
tersebut?
a. Individual prescribing d. Unit Dose Dispensing
b. Ward Floor stock e. Once daily dose dispensing
c. Automatic dispensing

58. Sebuah rumah sakit memiliki keterbatasan dalam jumlah tenaga kefarmasian, sehingga di dalam
pelayanan resep pasien rawat inap yang akan pulang, pasien diminta untuk mengambil obat di
ruang instalasi farmasi rumah sakit. Pasien menebus resep obat ke instalasi farmasi untuk
dibawakan pulang yang terdiri atas kassa steril, hypavix, cefadroksil tablet, dan mederma.
Apakah metode distribusi obat yang dilakukan oleh instalasi farmasi rumah sakit tersebut?
a. Individual prescribing d. Unit dose dispensing
b. Ward floorstock e. Once daily dose dispensing
c. Automatic dispensing

59. Seorang apoteker sedang mendata obat-obatan emergensi di depo farmasi yang berada di dekat
ruang IGD. Stok obat-obatan yang ada didepo tersebut harus lengkap dan dapat dengan cepat
didistribusikan kepada pasien yang mengalami kondisi emergensi. Apakah sistem distribusi obat
yang tepat untuk depo tersebut?
a. Sentralisasi-individual prescription d. Desentralisasi-ward floor stock
b. Sentralisasi-ward floor stock e. Desentralisasi-unit dose dispensing system
c. Desentralisasi-individual prescreption

60. Seorang pasien rawat inap di sebuah rumah sakit, mendapat resep obat sebagai berikut:
R/ Furosemid inj ampl I
S I dd I

R/ Kaptopril 50 mg tab III


S 3 dd I
Apoteker mengemas obat dalam kemasan terpisah untuk penggunaan 1 kali dosis, yaitu
Furosemid 1 ampul dalam 1 kantong, dan Kaptopril 50 mg 1 tablet dalam 1 kantong. Apakah jenis
metode distribusi obat yang dilakukan oleh apoteker tersebut?
a. Individual prescribing d. Unit dose dispensing
b. Ward floor stock e. Once daily dose dispensing
c. Automatic dispensing

61. Apoteker di depo rawat inap bangsal penderita kanker suatu rumah sakit sedang menyiapkan
resep tiap pasien dalam unit dosis tunggal atau ganda untuk penggunaan satu kali dosis. Hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya medication error. Apakah metode distribusi yang dilakukan
oleh apoteker tersebut?
a. Individual prescribing d. Unit Dose Dispensing
b. Ward Floor stock e. Once daily dose dispensing
c. Automatic dispensing

62. Seorang apoteker, menjabat sebagai kepala IFRS sedang membuat perencanaan untuk kegiatan
akreditasi JCI. Salah satu parameter yang harus dipersiapkan adalah MPO (Manajemen
Pengelolaan obat). Rumah Sakit ingin membangun sistem distribusi dimana peran farmasis
(Apoteker) harus siap selama 24 jam di apotek/ satelit/ depo farmasi. Apakah sistem distribusi
obat yang tepat digunakan oleh IFRS untuk tujuan tersebut?
a. Ward floor Stock System d. Sentralisasi
b. Individual prescripcion e. Desentralisasi
c. Unit Dose Dispensing System

63. Seorang apoteker yang menjabat sebagai IFRS THT tipe C akan menetapkan sistem distibusi
obat untuk rumah sakit tersebut. Jumlah tempat tidur pasien 150 dan BOR 60%. Jumlah
kunjungan pasien rawat jalan 100 orang per hari. Akan tetapi, rumah sakit tersebut hanya
memiliki dua orang apoteker dan 5 orang TTK. Apakah sistem distribusi yang tepat untuk rumah
sakit tersebut?
a. Sentralisasi d. Floor Stock
b. Desentralisasi e. Kombinasi UDD dan Individual Prescribing
c. UDD (Unit Dose Dispensing)

64. Sebuah rumah sakit memiliki 200 buah tempat tidur rawat inap dengan BOR 80%. Kunjungan
pasien rawat jalan adalah 150 pasien/hari. Rumah sakit tersebut hanya memiliki 3 orang apoteker
untuk melayani keseluruhan pasien. Apakah jenis sistem distribusi yang tepat diberlakukan pada
rumah sakit tersebut?
a. Unit dose dispensing d. Sentralisasi
b. Individual prescribing e. Push distribution
c. Ward floor stock

65. Seorang apoteker di gudang suatu industri farmasi akan mengambil bahan baku Cefadroksil
untuk kebutuhan produksi dengan metode FEFO. Dalam gudang tersebut, terdapat 5 pack bahan
baku cefadroksil dengan waktu kadaluarsa berbeda, yaitu Cefadroksil A (ED: 17/03/2020),
Cefadroksil B (ED: 29/09/2021), Cefadroksil C (ED: 30/5/2020), Cefadroksil D (ED: 12/02/2020)
dan Cefadroksil E (ED: 25/12/2019). Apakah bahan baku yang tepat diambil dan digunakan
terlebih dahulu?
a. Cefadroksil A d. Cefadroksil D
b. Cefadroksil B e. Cefadroksil E
c. Cefadroksil C

66. Seorang apoteker di Instalasi Farmasi Rawat Jalan suatu rumah sakit menerima resep dari
seorang pasien sebagai berikut:
R/ Proneuron IV
S.t. dd. 1
Pasien mendapatkan obat sejumlah VI karena human error pada saat pembacaan resep.
Proneuron adalah kombinasi dari metamizol 500 mg dan diazepam 2 mg. Apakah tindakan yang
tepat dilakukan oleh Apoteker tersebut?
a. Membiarkan pasien mendapatkan obat tersebut
b. Konfirmasi kepada dokter dengan mengubah resep
c. Mengunjungi pasien dan mengambil kelebihan obat
d. Membuat berita acara terkait selisih pemberian obat
e. Membuat laporan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota

Pelaporan
67. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu rumah sakit sedang menghitung jumlah injeksi
luminal 50 mg/mL yang terdapat dalam seluruh resep dokter untuk pembuatan laporan
penggunaan obat. Apakah laporan yang sedang dibuat oleh apoteker tersebut?
a. Laporan penggunaan obat generik d. Laporan penggunaan prekusor
b. Laporan penggunaan narkotik e. Laporan penggunaan obat keras
c. Laporan penggunaan psikotropik

68. Apotek membuat pembukuan akhir tahun dan sekaligus merencanakan untuk menawarkan
apotek kepada investor lain karena pemilik apotek sedang membutuhkan biaya pengobatan untuk
penyakit kanker yang dideritanya. Agar mudah dievaluasi investor, apoteker harus membuat
laporan keuangan apotek. Apakah laporan tepat disiapkan untuk tujuan tersebut?
a. Laporan laba (rugi) d. Laporan penjualan
b. Laporan aliran kas e. Laporan harian
c. Laporan pembelian

69. Seorang apoteker yang bekerja di apotek wajib melakukan kegiatan administrasi pelaporan,
diantaranya adalah SIPNAP (Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika) secara online.
Setiap berapa periodekah laporan tersebut harus dibuat dan dilaporkan?
a. 1 bulan sekali d. 3 tahun sekali
b. triwulan sekali e. 5 tahun sekali
c. 1 tahun sekali

Pemusnahan
70. Seorang apoteker baru saja selesai melakukan pencampuran obat injeksi dobutamin-HCl 250
mg/ 5mL ke dalam 1.000 mL infus NaCl 0,9% secara aseptis dalam LAF untuk pasien gagal
jantung. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan dispensing secara iv admixture ini adalah wadah
ampul dopamine yang dibuang ke dalam kantong buangan tertutup untuk segera dilakukan
pemusnahan. Apakah metode yang tepat untuk pemusnahan limbah tersebut?
a. Disterilkan dengan autoclave dan didaur ulang
b. Disterilkan dengan autoclave dan dikubur
c. Dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir
d. Dibakar di Tempat Pembuangan Akhir
e. Dibakar dengan menggunakan insinerator

71. Suatu industri farmasi akan melakukan recall product (penarikan kembali produk) tablet
alprazolam, karena tidak memenuhi persyaratan dosis/kadar obat dalam produk. Produk tersebut
harus dimusnahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Bagaimanakah cara pemusnahan
yang tepat untuk produk obat tersebut?
a. Ditanam dalam tanah d. Dihancurkan, proses llimbah padat
b. Dibakar dengan insinerator e. Dibuang ditempat yang aman
c. Dilarutkan, proses limbah cair

72. Seorang apoteker di apotek akan melakukan pemusnahan terhadap obat yang telah kadaluarsa.
Apakah dokumen yang harus disiapkan oleh apoteker untuk melaksanakan proses tersebut?
a. Berita Acara d. Surat Pemesanan
b. Kartu Stok e. Buku Administrasi Apotek
c. Faktur Pembelian Obat Terkait

73. Seorang apoteker di puskesmas sedang mengisolasi tablet codein 10 mg dan 20 mg yang telah
kadaluarsa untuk segera dilaporkan dan dimusnahkan. Apakah instansi yang berwenang untuk
melakukan pemusnahan obat tersebut?
a. Balai Besar POM d. Dinas Kesehatan Propinsi
b. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota e. PBF Kimia Farma
c. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota

74. Seorang apoteker di rumah sakit akan memasukkan limbah medis ke dalam kantong plastic.
Pada kantong tersebut terdapat logo seperti di bawah ini:

Apakah limbah yang sedang dimasukkan oleh apoteker tersebut?


a. Limbah radioaktif d. Limbah jaringan tubuh manusia
b. Limbah sitostatika e. Limbah beracun
c. Limbah infeksius

ROI
75. Seorang apoteker pemilik apotek, melakukan pengembangan usaha dengan menjual produk
susu untuk balita, ibu hamil dan menyusui semenjak Januari 2017. Total dana yang
diinvestasikan adalah Rp. 25.000.000. Laporan keuangan apotek sampai akhir Desember 2017
menunjukkan bahwa laba bersih dari penjualan produk susu adalah Rp. 9.000.000. Berapakah
ROI dari pengembangan usaha produk susu tersebut?
a. 9% d. 50%
b. 18% e. 64%
c. 36%

ROE
76. Seorang apoteker di rumah sakit sedang melakukan analisis keuangan yang digunakan untuk
pengadan sediaan antineoplastik. Laba kotor sebelum pajak dari penjualan sediian tersebut
adalah Rp. 80 juta. Pajak yang harus dibayarkan atas penjualan obat tersebut adalah Rp. 7,5
juta. Modal awal yang disediakan adalah Rp. 150 juta. Berapakan nilai return of equity (RoE) dari
hasil penjualan sediaan antineoplastik tersebut?
a. 40,67 % d. 58,33%
b. 48,33 % e. 60,33%
c. 53,33%

77. Seorang apoteker di apotek sedang melakukan analisis keuangan yang digunakan untuk
pengadaan sediaan antineoplastik. Laba kotor sebelum pajak dari penjualan sediaan tersebut
adalah Rp. 250 juta. Pajak yang harus dibayarkan atas penjualan obat tersebut adalah Rp. 2,5
juta. Modal awal yang disediakan adalah Rp. 400 juta. Berapakan nilai return of equity (RoE) dari
hasil penjualan sediaan antineoplastik tersebut?
a. 40,67 % d. 58,33%
b. 48,33 % e. 61,87%
c. 53,33%

78. Seorang apoteker di apotek sedang melakukan analisis keuangan yang digunakan untuk
pengadaan sediaan antineoplastik. Laba kotor sebelum pajak dari penjualan sediaan tersebut
adalah Rp. 300 juta. Pajak yang harus dibayarkan atas penjualan obat tersebut adalah Rp. 3 juta.
Modal awal yang disediakan adalah Rp. 600 juta. Berapakan nilai return of equity (RoE) dari hasil
penjualan sediaan antineoplastik tersebut?
a. 40,50 % d. 58,25%
b. 49,50 % e. 60,00%
c. 52,25%

79. Berdasarkan analisis keuangan pada akhir tahun 2016, apoteker di suatu apotek membuat
laporan keuangan dan didapatkan Laba bersih apotek sebesar Rp. 40.000.000. Modal pemilik
adalah Rp. 125.000.000; Total aktiva Rp. 225.000.000 dan Total penjualan Rp. 6350.000.000.
Berapakah nilai Return on Equity apotek tersebut?
a. 22% d. 37%
b. 27% e. 42%
c. 32%
80. Berdasarkan analisis keuangan pada akhir tahun 2017, apoteker di suatu apotek membuat
laporan keuangan dan didapatkan Laba bersih apotek sebesar Rp. 28.000.000. Modal pemilik
adalah Rp. 90.000.000; Total aktiva Rp. 175.000.000 dan Total penjualan Rp. 500.000.000.
Berapakah nilai Return on Equity apotek tersebut ?
a. 16% d. 35%
b. 18% e. 51%
c. 31,1%

TOR
81. Apoteker di sebuah apotek melaporkan bahwa apoteknya pada akhir tahun lalu memiliki stok
opname sebesar Rp. 50.000.000. Sepanjang tahun ini, apoteknya melakukan pengadaan obat
dan alat kesehatan sebesar Rp. 375.000.000 dan pada akhir tahun ini, hasil stok opname yang
dilakukan sebesar Rp. 70.000.000. Berapakah Turn Over Ratio dari apotek yang dikelola oleh
Apoteker tersebut?
a. 2,75 kali/tahun d. 4,75 kali/tahun
b. 3,00 kali/tahun e. 5,92 kali/tahun
c. 3,50 kali/tahun

82. Seorang apoteker melaporkan bahwa apoteknya pada akhir tahun 2016 memiliki stok opname
sebesar Rp. 48.000.000. Sepanjang tahun 2017, apoteknya melakukan pengadaan obat dan alat
kesehatan sebesar Rp. 135.000.000 dan pada akhir tahun 2017, hasil stok opname yang
dilakukan sebesar Rp. 50.000.000. Berapakah Turn Over Ratio dari apotek yang dikelola oleh
Apoteker tersebut?
a. 2,00 kali/tahun d. 3,00 kali/tahun
b. 2,50 kali/tahun e. 3,25 kali/tahun
c. 2,71 kali/tahun

83. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan produk estetika dan
penyakit kulit. Hasil stock opname pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 70.500.000. Sepanjang
tahun 2017 apotek ini melakukan pembelian produk-produk tersebut sebesar Rp. 1.000.500.000
dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname yang dilakukan sebesar Rp 45.500.000. Berapa
nilai Turn Over Ratio (TOR) produk estetika dan penyakit kulit tersebut?
a. 14,67 x d. 17,68 x
b. 15,67 x e. 18,78 x
c. 16,33 x

84. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan produk estetika dan
penyakit kulit. Hasil stock opname pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 50.500.000,00. Sepanjang
tahun 2017 apotek ini melakukan pembelian produk-produk tersebut sebesar Rp.
800.500.000,00, dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname yang dilakukan sebesar Rp
45.500.000,00. Berapa nilai Turn Over Ratio (TOR) produk estetika dan penyakit kulit tersebut?
a. 14,67 x d. 17,60 x
b. 18,67 x e. 16,78 x
c. 8,33 x

85. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan produk estetika dan
penyakit kulit. Hasil stock opname pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 40.000.000. Sepanjang
tahun 2017 apotek ini melakukan pembelian produk-produk tersebut sebesar Rp. 985.500.000
dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname yang dilakukan sebesar Rp 52.000.000. Berapa
nilai Turn Over Ratio (TOR) produk estetika dan penyakit kulit tersebut?
a. 15,67 x d. 20,67 x
b. 17,67 x e. 21,16 x
c. 18,33 x

86. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan produk estetika dan
penyakit kulit. Hasil stock opname pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 55.500.000. Sepanjang
tahun 2017 apotek ini melakukan pembelian produk-produk tersebut sebesar Rp. 600.000.000
dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname yang dilakukan sebesar Rp 57.500.000. Berapa
nilai Turn Over Ratio (TOR) produk estetika dan penyakit kulit tersebut?
a. 10,58 x d. 16,67 x
b. 12,67 x e. 18,78 x
c. 14,33 x

BEP
87. Seorang apoteker di suatu industri farmasi sedang membuat perencanaan biaya untuk produksi
infus NaCl 0,9% yang dituangkan dalam studi kelayakan usaha. Dalam bulan pertama, apoteker
menghitung biaya tetap yang harus dikeluarkan, yaitu sebesar Rp. 50.500.000,- dan biaya
variabel sebesar Rp. 115.000.000,-. Sementara itu, total investasi yang disiapkan adalah sebesar
Rp. 150.000.000,- Berapakah omset yang ditetapkan sebagai Break Event Point (BEP) dari
penjualan infus NaCl 0,9% tersebut tiap bulannya?
a. Rp. 189.500.000 d. Rp. 216.460.000
b. Rp. 205.640.000 e. Rp. 234.640.000
c. Rp. 210.540.000

Reorder Point
88. Seorang apoteker di suatu klinik membuat reorder point pada pengadaan sirup parasetamol
untuk bulan Juli 2018. Data penjualan selama 3 bulan (90 hari kerja) berturut-turut adalah
sebagai berikut :
Penjualan
Bulan
(botol)
Mei 180
Juni 200
Juli 187

Safety stock yang ditetapkan adalah adalah 30 botol dan lead time pengiriman obat adalah 4 hari.
Berapakah reorder point yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. 54 botol d. 60 botol
b. 56 botol e. 62 botol
c. 58 botol

89. Seorang apoteker di suatu klinik membuat reorder point pada pengadaan sirup parasetamol
untuk bulan April 2018. Data penjualan selama 3 bulan (90 hari kerja) berturut-turut adalah
sebagai berikut :
Penjualan
Bulan
(botol)
Januari 98
Februari 85
Maret 103

Sisa stok saat ini adalah 8 botol dan lead time pengiriman obat adalah 10 hari. Berapakah reorder
point yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. 150 botol d. 30 botol
b. 95 botol e. 24 botol
c. 40 botol

90. Seorang apoteker di suatu klinik membuat reorder point pada pengadaan sirup parasetamol
untuk bulan Juli 2018. Data penjualan selama 3 bulan (90 hari kerja) berturut-turut adalah
sebagai berikut :
Penjualan
Bulan
(botol)
April 150
Mei 138
Juni 155

Safety stock yang ditetapkan adalah adalah 25 botol dan lead time pengiriman obat adalah 5 hari.
Berapakah reorder point yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. 100 botol d. 40 botol
b. 75 botol e. 25 botol
c. 50 botol

91. Seorang apoteker di suatu klinik membuat reorder point pada pengadaan sirup parasetamol
untuk bulan Juli 2018. Data penjualan selama 3 bulan (90 hari kerja) berturut-turut adalah
sebagai berikut :
Penjualan
Bulan
(botol)
April 230
Mei 220
Juni 240

Safety stock yang ditetapkan adalah adalah 30 botol dan lead time pengiriman obat adalah 4 hari.
Berapakah reorder point yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. 67 botol d. 60 botol
b. 68 botol e. 61 botol
c. 69 botol

92. Seorang apoteker di suatu klinik membuat reorder point pada pengadaan sirup parasetamol
untuk bulan Juli 2018. Data penjualan selama 3 bulan (90 hari kerja) berturut-turut adalah
sebagai berikut :
Penjualan
Bulan
(botol)
April 225
Mei 215
Juni 256

Safety stock yang ditetapkan adalah adalah 45 botol dan lead time pengiriman obat adalah 3 hari.
Berapakah reorder point yang tepat untuk pengadaan obat tersebut?
a. 45 botol d. 62 botol
b. 52 botol e. 68 botol
c. 57 botol

93. Seorang apoteker di suatu rumah sakit akan menetapkan reorder point untuk pemesanan
sefadroksil kapsul, karena obat ini termasuk dalam obat fast moving. Rata-rata penggunaan
Sefadroksil kapsul adalah 100 kapsul/hari dan safety stock yang ditetapkan adalah 200 kapsul.
Lead time pemesanan sefadroksil kapsul adalah 3 hari. Berapakah reorder point obat tersebut?
a. 100 kapsul d. 400 kapsul
b. 200 kapsul e. 500 kapsul
c. 300 kapsul

94. Seorang apoteker di suatu rumah sakit akan menetapkan reorder point untuk pemesanan
sefadroksil kapsul, karena obat ini termasuk dalam obat fast moving. Rata-rata penggunaan
Sefadroksil kapsul adalah 250 kapsul/hari dan safety stock yang ditetapkan adalah 400 kapsul.
Lead time pemesanan sefadroksil kapsul adalah 2 hari. Berapakah reorder point yang tepat untuk
obat tersebut?
a. 1.000 kapsul d. 500 kapsul
b. 900 kapsul e. 250 kapsul
c. 700 kapsul

Pareto-VEN
95. Sebuah rumah sakit akan melakukan pengadaan perbekalan kefarmasian. Diketahui bahwa
anggaran yang dialokasikan dalam pengadaan sebesar Rp 20 milyar. Ketika daftar pengadaan
perbekalan kefarmasian disusun, diketahui bahwa nilai pengadaan yang dibutuhkan oleh rumah
sakit adalah sebesar Rp 25 milyar. Berikut adalah daftar kategori obat PUT (Prioritas, Utama, dan
Tambahan):
KATEGORI PUT KATEGORI ABC NAMA OBAT
PRIORITAS A Insulin
PRIORITAS B Albumin
PRIORITAS C Infus KCL
UTAMA A Rifampisin
UTAMA B Isoniazid
UTAMA C Fenitoin
TAMBAHAN A Zat Besi
TAMBAHAN B Suplemen Jantung
TAMBAHAN C Suplemen Anak

Apakah obat yang dapat ditunda terlebih dahulu dalam pengadaannya berdasarkan analisis PUT
tersebut?
a. Insulin d. Zat Besi
b. Infus KCL e. Suplemen Anak
c. Rifampisin

96. Seorang apoteker di rumah sakit akan melakukan pengadaan obat, akan tetapi mengalami
kendala dalam pemenuhan anggaran, sehingga harus menentukan skala prioritas dalam
pengadaannya. Berikut adalah analisis ABC-VEN yang telah dilakukan oleh apoteker tersebut:
V E N
A Dekstrose 5% infus Amoksisilin Tablet Vitamin C
B Epinefrin injeksi Ceftriakson injeksi Vitamin B
C Cetirizine Tablet Dapson Tablet Vitamin A

Dari daftar obat tersebut, obat apakah yang dapat ditunda terlebih dahulu dalam pengadaannya?
a. Dekstrose 5% d. Vitamin A
b. Amoksisilin Tablet e. Epinefrin injeksi
c. Vitamin C

97. Seorang apoteker yang bertugas di instalasi farmasi RS X sedang melakukan pengendalian
persediaan farmasi menggunakan pendekatan analisis ABC-VEN. Berikut ini adalah data
persediaan farmasi yang dianalisis:

Nama obat Kategori ABC Kategori VEN


Amoksisilin kaplet 500 mg A E
Garam oralit 200 ml C V
Metampiron tablet 500 mg B E
Kalsium laktat tablet 500 mg C N
Klorokuin tablet 150 mg B V

Apakah obat yang tidak perlu dikendalikan secara ketat?


a. Amoksisilin kaplet 500 mg d. Kalsium laktat tablet 500 mg
b. Garam oralit 200 ml e. Klorokuin tablet 150 mg
c. Metampiron tablet 500 mg

98. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu rumah sakit memasukkan pengadaan infus NaCl
0,9% untuk pengadaan bulan ini sebanyak 750 botol walaupun sisa stok infus tersebut masih ada
sebanyak 1.000 botol. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan analisis Pareto dan VEN.
Termasuk ke dalam kelompok apakah infus tersebut?
a. Vital d. Betters
b. Essensial e. Always
c. Non Essensial

99. Seorang apoteker di bagian gudang suatu rumah sakit sedang mengelompokkan beberapa obat
dalam skala prioritas berdasarkan kepentingan pasien (patient oriented). Salah satu obat yang
dievaluasi adalah serum antibisa ular. Serum ini termasuk dalam kelompok yang jarang
digunakan di rumah sakit. Namun, berdasarkan ketetapan pemerintah, obat ini harus selalu
tersedia tersedia di rumah sakit. Apakah penggolongan yang tepat untuk obat tersebut?
a. Vital d. Slow moving
b. Esensial e. Fast Moving
c. Non esensial

100. Seorang apoteker sedang melakukan perencanaan pengadaan injeksi adrenalin 1 mg bolus.
Obat ini harus tetap terjaga tingkat ketersediaannya karena injeksi adrenalin merupakan life
saving drugs untuk cardiac arrest. Berdasarkan perspektif patient oriented, termasuk kedalam
golongan apakah obat tersebut?
a. Vital d. Prioritas
b. Esensial e. Utama
c. Nonesensial

101. Seorang apoteker yang bertugas di bagian gudang suatu rumah sakit sedang melakukan
evaluasi terhadap obat dan BMHP berdasarkan metode ABC-VEN. Berdasarkan hasil analisis
tersebut, apoteker selanjutnya menetapkan kelompok obat dan BMHP yang harus dikontrol
secara ketat dan harus menjadi prioritas utama untuk diadakan agar tidak terjadi kekosongan.
Apakah nama kelompok obat yang menjadi prioritas utama tersebut?
a. Obat kategori A dan Vital d. Obat kategori A dan non-essensial
b. Obat kategori B dan essensial e. Obat kategori B dan non-essensial
c. Obat kategori C dan Vital

102. Seorang apoteker di rumah sakit sedang melakukan analisis VEN-ABC dalam pengelolaan
persediaan obat yang diperlukan untuk pelayanan. Salah satu obat yang dievaluasi adalah
digoksin. Obat ini merupakan obat yang harus tersedia untuk keperluan emergensi, dan termasuk
dalam 70% dari nilai persediaan obat di rumah sakit. Termasuk dalam kategori/kelompok apakah
obat tersebut?
a. V-A d. E-C
b. V-C e. N-B
c. E-A

103. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu ramah sakit sedang melakukan pengendalian
persediaan obat dengan melakukan analisis VEN-ABC untuk Injeksi albumin 20%. Obat ini
merupakan salah satu obat penting untuk memperbaiki dan mempertahankan volume darah
tersirkulasi pasien. Selain itu, obat ini juga termasuk dalam 75% dari total nilai investasi
persediaan. Termasuk ke dalam kelompok apakah sediaan injeksi tersebut?
a. V-A d. E-B
b. V-B e. N-A
c. E-A

104. Seorang Apoteker Pengelola Apotek sedang melakukan stok opname pada persediaan obat.
Data hasil stok opname menyimpulkan bahwa jumlah obat-obat sistem kardiovaskuler adalah
sebesar 30% dari total persediaan obat di apotek dan nilainya menyerap dana sebesar 15% dari
total modal obat-obatan yang ada di apotek. Berdasarkan analisis Pareto, termasuk kedalam
kategori apakah obat-obatan sistem kardiovaskuler tersebut?
a. A d. D
b. B e. E
c. C

Penetapan Harga Jual Obat


105. Seorang apoteker baru saja menerima pesanan cetirizine kapsul dari sebuah PBF Harga obat
yang tertulis dalam faktur untuk 1 box (30 kapsul) adalah Rp. 31.500 (sudah termasuk PPN).
Berapakah harga netto per kapsul obat tersebut?
a. Rp. 940 d. Rp. 1.030
b. Rp. 955 e. Rp. 1.050
c. Rp. 1.000

106. Seorang apoteker di apotek membeli siprofloksasin kapsul sebanyak 1 box (isi 10 blister) ke
sebuah PBF dengan harga Rp 97.000,00 (sudah termasuk PPN 10 %). Indeks penjualan yang
ditetapkan untuk obat tersebut adalah 1,15. Berapakah harga jual obat tersebut tiap 1 blister?
a. Rp. 11.000 d. Rp. 12.400
b. Rp. 11.200 e. Rp. 12.500
c. Rp. 12.000

107. seorang apoteker di apotek membeli siprofloksasin kapsul sebanyak 1 box (isi 10 blister) ke
sebuah PBF dengan harga Rp 100.000,00 (sudah termasuk PPN 10 %). Apotek mengambil
keuntungan sebesar 20 %. Berapakah harga jual obat tersebut tiap 1 blister?
a. Rp. 10.000 d. Rp. 13.000
b. Rp. 11.000 e. Rp. 14.000
c. Rp. 12.000

108. Seorang apoteker di apotek membeli siprofloksasin kapsul sebanyak 3 box (isi 10 blister) ke
sebuah PBF dengan harga Rp 93.500 (sudah termasuk PPN 10 %). Apotek mengambil
keuntungan sebesar 25 %. Berapakah harga jual obat tersebut tiap 1 blister?
a. Rp. 11.000 d. Rp. 12.500
b. Rp. 11.700 e. Rp. 12.700
c. Rp. 12.000

109. Seorang apoteker menerima pesanan obat stesolid rectal tube yang baru diorder tadi pagi.
Harga yang tertera dalam faktur adalah Rp. 150.000 untuk 5 rectal tube dengan ketentuan +PPN
10%. Keuntungan penetapan margin untuk obat tersebut adalah 25%. Berapakah harga jual
sediaan obat tersebut untuk 1 tube?
a. Rp. 32.250 d. Rp 45.250
b. Rp 38.250 e. Rp. 48.250
c. Rp 41.250

110. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu rumah sakit membeli obat cefixim ke PBF dengan
harga Rp. 48.550/box (sudah termasuk PPN). Satu box cefixim berisi 30 kapsul dan rumah sakit
menetapkan margin = 25%. Berapakah harga jual obat yang tepat untuk obat tersebut?
a. Rp. 550/kapsul d. Rp. 1.850/kapsul
b. Rp. 600/kapsul e. Rp. 2.000/kapsul
c. Rp. 1.800/kapsul

111. Seorang apoteker di apotek baru saja menerima pesanan obat sirup antibiotik dari sebuah
PBF. Harga obat pada faktur adalah Rp. 25.435/botol (sudah termasuk PPN). Apotek
menetapkan margin sebesar 25% dan memberikan diskon sebesar 5% kepada pasien.
Berapakah harga jual yang tepat ditetapkan untuk obat tersebut?
a. Rp. 28.500 d. Rp. 30.200
b. Rp. 29.250 e. Rp. 30.500
c. Rp. 29.800

112. Seorang apoteker di apotek baru saja menerima pesanan obat dari sebuah PBF dengan obat
berupa sirup antibiotik. Harga obat pada faktur adalah Rp. 25.435/botol (sudah termasuk PPN).
Apotek menetapkan margin sebesar 15% dan memberikan diskon sebesar 2,5% kepada pasien.
Berapakah harga jual yang tepat ditetapkan untuk obat tersebut?
a. Rp. 28.500 d. Rp. 31.000
b. Rp. 29.250 e. Rp. 32.200
c. Rp. 29.800

113. Seorang apoteker di apotek ingin membeli obat serbuk injeksi ampisilin 500 mg/vial sebanyak
10 vial dengan harga Rp.50.000/vial exlusife PPN. Berapakah harga beli obat tersebut untuk 10
vial?
a. Rp. 450.000 d. Rp. 550.000
b. Rp. 475.000 e. Rp. 600.000
c. Rp. 500.000

114. Seorang pasien, laki-laki, usia 58 tahun ke apotek dengan membawa resep dokter yang berisi
glucobay tablet No. XXX. Harga netto glucobay Rp. 5.000,- tiap tablet dan apotek mengambil
keuntungan 25%. Berapa harga obat yang harus dibayar oleh pasien tersebut?
a. Rp 150.000 d. Rp. 198.000
b. Rp 166.500 e. Rp. 206.250
c. Rp 187.500

115. Seorang pasien, laki-laki, usia 58 tahun ke apotek dengan membawa resep dokter yang berisi
glucobay tablet No. XXX. Harga netto glucobay Rp. 5.000,- tiap tablet dan apotek mengambil
keuntungan 15%. Berapa harga obat yang harus dibayar oleh pasien tersebut?
a. Rp 165.500 d. Rp. 172.500
b. Rp 170.000 e. Rp. 202.500
c. Rp 185.000

116. Seorang apoteker di apotek baru saja menerima pesanan tetes mata kloramfenikol dari
sebuah PBF dengan harga Rp. 34.500/botol (belum termasuk PPN). Margin yang ditetapkan
apotek untuk obat tersebut adalah 12%. Berapakah harga jual yang tepat untuk obat tersebut?
a. Rp. 41.500 d. 44.500
b. Rp. 42.500 e. 45.500
c. Rp. 43.500

117. Seorang laki-laki, usia 50 tahun, datang ke apotek membawa salinan resep berisi:
R/ Captopril tab. 25 mg No. LX det. XX
S.2. dd. 1 tab.
Pasien bermaksud akan menebus semua sisa obat. Harga tablet Captopril adalah Rp.
1.000/tablet. Biaya tuslah dan embalase pelayanan resep adalah Rp. 5.000. Berapakah harga
resep obat yang harus dibayar pasien tersebut?
a. Rp. 40.000 d. Rp. 55.000
b. Rp. 45.000 e. Rp. 65.000
c. Rp. 50.000

118. Seorang apoteker di apotek menetapkan margin keuntungan penjualan produk obat yang
berisi asam mefenamat 500 mg sebesar 30%. Apoteker membeli obat tersebut dari PBF sebesar
Rp. 900 per tablet (belum termasuk PPn). Penjualan obat tersebut juga memperhitungkan pajak
penghasilan final 1%. Berapakah harga jual obat yang ditetapkan untuk obat tersebut?
a. Rp. 1.000/tablet d. Rp. 1.400/tablet
b. Rp. 1.200/tablet e. Rp. 1.500/tablet
c. Rp. 1.300/tablet

119. Seorang apoteker di apotek melakukan penetapan harga Betason Cream 5 gr. Harga yang
tertera dalam faktur adalah Rp 250.000,- (belum dikenai PPN 10%) untuk 10 tube. Apotek
menetapkan margin sebesar 25% untuk obat tersebut. Berapakah harga jual yang tepat untuk
obat tersebut?
a. Rp 37.375/tube d. Rp 34.375/tube
b. Rp 36.750/tube e. Rp 33.750/tube
c. Rp 35.375/tube

120. Seorang apoteker penanggung jawab apotek membeli lanzoprazol 30 mg generik dari
distributor dengan harga Rp. 30. 000 /box sudah termasuk PPN. 1 box berisi 20 tablet. Apoteker
menjual tablet tersebut dengan harga Rp. 1.900, 00/ tablet. Berapakah margin keuntungan
lanzoprazol yang ditetapkan oleh apoteker tersebut?
a. 1,20 d. 1,27
b. 1,22 e. 1,30
c. 1,25

121. Seorang apoteker penanggung jawab apotek membeli lanzoprazol 30 mg generik dari
distributor dengan harga Rp. 32.500 /box sudah termasuk PPN. 1 box berisi 20 tablet. Apoteker
menjual tablet tersebut dengan harga Rp. 2.200/ tablet. Berapakah margin keuntungan
lanzoprazol yang ditetapkan oleh apoteker tersebut?
a. 1,25 d. 1,32
b. 1,27 e. 1,35
c. 1,30

122. Seorang apoteker di suatu IFRS membeli injeksi luminal sebanyak 5 ampul dari sebuah PBF
dengan harga Rp. 65.000,-/ampul (sudah termasuk PPN). Harga jual obat yang ditetapkan IFRS
rumah sakit adalah Rp. 82.500,- /ampul. Berapakah margin yang ditetapkan oleh IFRS tersebut?
a. 26,9% d. 20,0%
b. 26,6% e. 17,5 %
c. 22,5%

123. Seorang apoteker di suatu IFRS membeli injeksi luminal sebanyak 5 ampul dari sebuah PBF
dengan harga Rp. 75.000,-/ampul (sudah termasuk PPN).. Harga jual obat sebelum yang
ditetapkan IFRS rumah sakit sebelum ditambah jasa pelayanan resep dan embalase adalah Rp.
90.000,- /ampul. Berapakah margin yang ditetapkan oleh IFRS tersebut?
a. 25% d. 10%
b. 20% e. 5 %
c. 15%

124. Seorang apoteker di instalasi farmasi suatu rumah sakit membeli injeksi leuprorelin asetat
dengan harga Rp. 1.825.000/vial (sudah termasuk PPN). Apoteker tersebut menetapkan harga
jual obat sebesar menjual dengan harga Rp. 2.044.000/vial. Berapakah margin keuntungan yang
ditetapkan apoteker untuk obat tersebut?
a. 11% d. 14%
b. 12% e. 15%
c. 13%

125. Sebuah apotek membeli swinghaler dengan harga Rp. 110.000 (belum termasuk PPN).
Swinghaler tersebut dijual dengan harga Rp. 145.200 kepada pasien. Berapa margin yang
ditetapkan oleh apotek tersebut?
a. 10% d. 25%
b. 15% e. 30%
c. 20%

126. Seorang apoteker penanggung jawab apotek membeli tablet multivitamin dari distributor
dengan harga Rp. 99.000,00 /box sudah termasuk PPN. 1 box berisi 30 tablet. Apoteker menjual
tablet tersebut dengan harga Rp. 4.500, 00/ tablet. Berapakah persentase keuntungan yang
diperoleh apotek?
a. 10 % d. 25 %
b. 15 % e. 30 %
c. 20 %

127. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke apotek membeli obat asam mefenamat tablet.
Harga jual asam mefenamat adalah Rp 1.250,00/tablet. Sedangkan harga yang tertera dalam
faktur pembelian adalah Rp 1.000,00/tablet. Berapa laba yang diambil apotek dalam menjual obat
tersebut?
a. 20% d. 35%
b. 25% e. 40%
c. 30%
128. Seorang apoteker di apotek memesan obat tablet parasetamol dari sebuah PBF sebanyak
110 box dengan harga Rp. 50.000,-per box. PBF tersebut memberikan diskon 5 % untuk setiap
pembelian 10 box. Berapa diskon yang diperoleh apotek?
a. Rp. 375.000,- d. Rp. 225.000,-
b. Rp. 325.000,- e. Rp. 175.000,-
c. Rp. 275.000,-

129. Seorang pasien, laki-laki, usia 50 tahun, datang ke apotek membawa salinan resep berisi:
R/ Metformin tab. 500 mg No. LX det. XXX
S.3. dd. 1 tab.
Pasien bermaksud akan menebus semua sisa obat. Harga tablet Metformin adalah Rp.
2.000,/tablet. Berapakah harga obat yang harus dibayar pasien?
a. Rp. 40.000 d. Rp. 70.000
b. Rp. 50.000 e. Rp. 80.000
c. Rp. 60.000

Pelaporan
130. Seorang apoteker penanggung jawab apotek sedang menyusun laporan bulanan narkotika
dan psikotropika dengan menggunakan SIPNAP. Apakah data yang dilaporkan dalam pelaporan
tersebut?
a. Jumlah persediaan awal dan akhir bulan
b. Tanggal, nomor dokumen, dan sumber pemasukan
c. Tanggal, nomor dokumen, dan tujuan penggunaan
d. Nomor batch dan kadaluarsa setiap pemasukan
e. Nomor batch dan kadaluarsa setiap penggunaan

131. Seorang pasien, laki-laki, usia 29 tahun, datang ke apotek menyerahkan resep obat yang
berisi Allopurinol 300 mg 3x1, Parasetamol 500 mg 3x1, multivitamin mengandung kalsium 1x1.
Setelah resep diterima, apoteker kemudian mencatat data pasien dan mencatat obat yang telah
diberikan kepada pasien. Apakah nama kegiatan yang dilakukan oleh apoteker tersebut pada
proses dispensing?
a. Prepare and Label d. Counsel and Supply
b. Record and Endorse e. Receive and Confirm
c. Verify Patient, Drug, Dose

Laporan Keuangan
132. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan apotek tahun 2017.
Penjualan apotek tahun 2017 tersebut adalah Rp. 1.580.000.000 dan HPP (Harga Pokok
Penjualan) selama tahun tersebut adalah Rp. 1.140.000.000. Pengeluaran apotek selama 1
tahun adalah Rp. 250.000.000. Berapakah laba bersih sebelum pajak yang didapatkan oleh
apotek tersebut?
a. Rp. 190.000.000 d. Rp. 310.000.000
b. Rp. 200.000.000 e. Rp. 440.000.000
c. Rp. 240.000.000

133. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan bulanan. Total omset
penjualan obat dan perbekalan farmasi pada bulan tersebut adalah Rp. 100.000.000 dengan rata-
rata margin sebesar 1,25. Total biaya tetap yang dikeluarkan pada bulan tersebut adalah sebesar
Rp. 10.000.000. Berapakah laba bersih apotek yang diperoleh pada bulan tersebut?
a. Rp. 25.000.000 d. Rp. 10.000.000
b. Rp. 20.000.000 e. Rp. 5.000.000
c. Rp. 15.000.000

134. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan apotek tahun 2017.
Penjualan apotek tahun 2017 tersebut adalah Rp. 1.850.000.000 dan HPP (Harga Pokok
Penjualan) selama tahun tersebut adalah Rp. 1.240.000.000. Pengeluaran apotek selama 1
tahun adalah Rp. 210.000.000 . Berapakah laba bersih sebelum pajak yang didapatkan oleh
apotek tersebut?
a. Rp. 396.000.000 d. Rp. 600.000.000
b. Rp. 398.000.000 e. Rp. 610.000.000
c. Rp. 400.000.000

135. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan apotek tahun 2017.
Penjualan apotek tahun 2017 tersebut adalah Rp. 1.610.000.000 dan HPP (Harga Pokok
Penjualan) selama tahun tersebut adalah Rp. 1.180.000.000. Pengeluaran apotek selama 1
tahun adalah Rp. 180.000.000. Berapakah laba bersih sebelum pajak yang didapatkan oleh
apotek tersebut?
a. Rp. 250.000.000 d. Rp. 380.000.000
b. Rp. 275.000.000 e. Rp. 430.000.000
c. Rp. 300.000.000

136. Seorang apoteker pengelola apotek menghitung laba kotor untuk HV pada bulan November
2017. Omset apotek pada bulan itu untuk obat bebas sebesar Rp 40.000.000,00 dengan index
1,1. Berapakah laba kotor obat HV apotek tersebut pada bulan November 2017 tersebut?
a. Rp 3.600.000 d. Rp 3.900.000
b. Rp 3.700.000 e. Rp. 4.000.000
c. Rp 3.800.000

137. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan apotek tahun 2017.
Penjualan apotek tahun 2017 tersebut adalah Rp. 550.000.000 dan HPP (Harga Pokok
Penjualan) selama tahun tersebut adalah Rp. 440.000.000. Berapakah keuntungan kotor yang
didapatkan oleh apotek tersebut?
a. 20% d. 40%
b. 30% e. 45%
c. 35%

138. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan obat-obatan
kardiovaskuler. Hasil stock opname produk obat tersebut pada akhir tahun 2016 adalah sebesar
Rp 70.500.000. Sepanjang tahun 2017, apotek melakukan pembelian obat-obat kardiovaskuler
sebesar Rp. 1.000.500.000 dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname adalah sebesar Rp
45.500.000 Berapa Harga Pokok Penjualan (HPP) produk kardiovaskuler selama tahun 2017?
a. Rp 805.500.000 d. Rp 1.130.500.000
b. Rp 1.025.500.000 e. Rp 1.140.000.000
c. Rp 1.125.500.000

139. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan obat-obatan
kardiovaskuler. Hasil stock opname produk obat tersebut pada akhir tahun 2016 adalah sebesar
Rp 105.500.000. Sepanjang tahun 2017, apotek melakukan pembelian obat-obat kardiovaskuler
sebesar Rp. 1.110.500.000 dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname adalah sebesar Rp
95.500.000. Berapakah Harga Pokok Penjualan (HPP) produk kardiovaskuler tersebut selama
tahun 2017?
a. Rp 995.500.000 d. Rp 1.120.500.000
b. Rp 1.005.500.000 e. Rp 1.130.000.000
c. Rp 1.115.000.000

140. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan obat-obatan
kardiovaskuler. Hasil stock opname produk obat tersebut pada akhir tahun 2016 adalah sebesar
Rp 95.500.000. Sepanjang tahun 2017, apotek melakukan pembelian obat-obat kardiovaskuler
sebesar Rp. 1.200.000.000 dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname adalah sebesar Rp
75.500.000. Berapakah Harga Pokok Penjualan (HPP) produk kardiovaskuler selama tahun
2017?
a. Rp 1.005.500.000 d. Rp 1.114.500.000
b. Rp 1.025.500.000 e. Rp 1.117.500.000
c. Rp 1.110.500.000

141. Seorang apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan penjualan obat-obatan
kardiovaskuler. Hasil stock opname produk obat tersebut pada akhir tahun 2016 adalah sebesar
Rp 50.500.000,00. Sepanjang tahun 2017, apotek melakukan pembelian obat-obat
kardiovaskuler sebesar 800.500.000,00, dan pada akhir tahun 2017, hasil stock opname adalah
sebesar Rp 45.500.000,00. Berapa Harga Pokok Penjualan (HPP) produk kardiovaskuler selama
tahun 2017?
a. Rp 805.500.000,00 d. Rp 96.000.000,00
b. Rp 851.000.000,00 e. Rp 805.000.000,00
c. Rp 704.500.000,00

Monitoring dan Evaluasi


142. Apoteker di suatu rumah sakit menemukan 13 item obat mengalami kadaluarsa dengan nilai
kerugian sebesar Rp 10.000.000,-. Salah satu obat yang kadaluarsa adalah injeksi furosemide.
Setelah ditelusuri diketahui bahwa obat-obatan tersebut banyak tersimpan di bangsal-bangsal
rawat inap, sehingga lost monitoring. Apakah tahap manajemen pengelolaan obat yang harus
diperbaiki oleh instalasi farmasi?
a. Seleksi d. Distribusi
b. Perencanaan e. Penggunaan
c. Pengadaan

143. Seorang apoteker yang menjabat sebagai Kepala Instalasi Farmasi mendapat teguran dari
Direktur Rumah Sakit terkait permasalahan peningkatan pengeluaran dana pengadaan obat
jerawat dan perawatan kulit. Setelah mengidentifikasi permasalahan, diketahui bahwa obat yang
diadakan banyak yang tidak sesuai dengan formularium rumah sakit. Apakah konsep manajemen
"Drug Cycle" yang harus dievaluasi oleh Kepala Instalasi tersebut?
a. Selection d. Distribution
b. Procurement e. Use
c. Storage
144. Seorang Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit mendapat teguran dari PFT terkait
permasalahan stock out injeksi Furosemid selama 1 minggu. Apakah fase "Drug Management
Cycle" yang perlu dievaluasi oleh Kepala Instalasi tersebut?
a. Selection d. Distribution
b. Procurement e. Use
c. Storage

145. Seorang Kepala Instalasi Farmasi di suatu Rumah Sakit mendapat laporan dari dokter poli
jantung bahwa semua pasien dengan diagnosis Pulmonary Hypertension tidak dapat
memperoleh tablet Sildenafil dari Instalasi Farmasi Rawat Jalan di Rumah Sakit tersebut
dikarenakan terjadinya stock out selama 2 minggu. Apakah bagian dari manajemen "Drug Cycle"
yang harus dievaluasi oleh Kepala Instalasi tersebut?
a. Selection d. Distribution
b. Procurement e. Use
c. Storage

146. Seorang apoteker yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit
melakukan evaluasi mutu layanan kefarmasian di instalasi rawat jalan. Apoteker tersebut menilai
apakah kegiatan pemeriksaan obat yang disiapkan sesuai resep dokter telah dilakukan dengan
baik oleh apoteker yang bertugas menyerahkan obat kepada pasien. Apakah fungsi manajemen
yang dilakukan oleh apoteker tersebut?
a. Planning d. Leading
b. Organizing e. Controlling
c. Actuating

147. Seorang apoteker yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas menjalankan kegiatan
Imunisasi Nasional untuk mencapai target " Indonesia Bebas Polio". Apoteker tersebut dan
stafnya bekerja keras agar sasaran dapat tercapai. Namun, ada beberapa hambatan yang terjadi
sehingga beberapa posyandu tidak memenuhi target dalam pelaksanaan program tersebut
karena kekurangan vaksin. Apakah fungsi manajemen yang kurang dioptimalkan oleh apoteker
dalam melaksanakan program tersebut?
a. Planning d. Organizing
b. Controlling e. Actuating
c. Budgeting

148. Seorang apoteker di bagian gudang suatu rumah sakit menemukan antibiotik eritromisin
sudah tidak pernah diresepkan oleh dokter rumah sakit selama 3 bulan terakhir sehingga obat
tersebut menumpuk di gudang dan berpotensi mengalami kadaluarsa. Obat tersebut dicatat dan
dimasukkan ke dalam daftar obat yang perlu dievaluasi. Apakah nama daftar obat yang dimaksud
oleh apoteker tersebut?
a. Slow moving d. Over stock
b. Death stock e. Stock control
c. Out of stock

149. Pada saat audit, apoteker bagian QA suatu industri farmasi menemukan bahan baku serbuk
INH yang bersifat higroskopis di gudang penyimpanan bahan baku. Sebagai Apoteker yang
mengetahui resiko tersebut berinisiatif menyusun dokumen untuk penanganan bahan baku
tersebut agar petugas yang mengerjakan dapat lebih waspada dan mengetahui cara penanganan
bahan baku tersebut. Apakah dokumen yang harus dibuat oleh apoteker tersebut?
a. Standard Operating Procedure d. Quality Manual
b. Working Instruction e. Site Master File
c. Record and Form

Farmakoekonomi
150. Seorang apoteker dari suatu rumah sakit melakukan evaluasi terhadap sediaan injeksi obat
kanker untuk pasien anak menggunakan metode farmakoekonomi dalam rangka pemilihan obat
yang akan dimasukkan ke dalam formularium rumah sakit. Outcome terapi yang diukur berupa
biaya harian yang harus dikeluarkan oleh pasien. Apakah metode farmakoekonomi yang tepat
digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Cost-Quality Analysis d. Cost-Effectiveness Analysis
b. Cost-Benefit Analysis e. Cost-Minimization Analysis
c. Cost-Utility Analysis

151. Seorang apoteker di suatu rumah sakit memperoleh data hasil kajian farmakoekonomi dari 5
obat untuk eradikasi infeksi, sebagai berikut:
Obat A Obat B Obat C Obat D Obat E
Harga obat 1 bulan (Rp) 400.000 600.000 500.000 900.000 300.000
% Pasien yang mengalami 70% 82% 80% 88% 70%
perbaikan gejala
% kematian yang dapat dicegah 80% 85% 90% 92% 80%

Apakah metode farmakoekonomi yang tepat digunakan untuk memilih obat untuk pengadaan jika
yang tersedia di Indonesia hanya obat A dan obat E?
a. Cost benefit analysis d. Cost minimization analysis
b. Cost effectiveness analysis e. Cost utility analysis
c. Cost of ilness analysis

152. Seorang apoteker di rumah sakit akan memilih salah satu obat golongan statin diantara 2 obat di
bawah ini untuk dimasukkan ke dalam formularium rumah sakit dengan melakukan kajian
farmakoekonomi dengan data sebagai berikut:
Nama obat Harga Outcome
Atorvastatin Rp 5.000 ↓ LDL 20 mg/dl
Simvastatin Rp 700 ↓ LDL 15 mg/dl
Berdasarkan analisis tersebut, obat yang dipilih apoteker adalah simvastatin. Apakah metode
farmakoekonomi yang digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Cost benefit analysis d. Cost minimization analysis
b. Cost effectiveness analysis e. Cost utility analysis
c. Cost of illness analysis

153. Seorang apoteker di rumah sakit ingin memilih di antara 2 obat antihiperkolesterolemia untuk
dimasukkan ke dalam formularium rumah sakit dengan data sebagai berikut:
Nama obat Harga Outcome
X Rp 5.000 ↓ LDL 20 mg/dL
Y Rp 2.500 ↓ LDL 20 mg/dL
Berdasarkan data tersebut, selanjutnya apoteker memilih obat Y untuk dimasukkan ke dalam
formularium. Apakah metode farmakoekonomi yang digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Cost benefit analysis d. Cost minimization analysis
b. Cost effectiveness analysis e. Cost utility analysis
c. Cost of illness analysis

154. Seorang Apoteker yang ditugaskan di Panitia Farmasi dan Terapi sedang menganalisis dan
membandingkan biaya beberapa jenis peralatan penunjang terapi oksigen. Peralatan penunjuang
yang akan diadakan adalah peralatan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dengan harga
yang paling murah. Apakah metode farmakoekonomi yang digunakan oleh apoteker tersebut?
a. Cost of Illness d. Cost Effectiveness Analysis
b. Cost Minimization Analysis e. Cost Utility Analysis
c. Cost Benefit Analysis

155. Seorang apoteker di suatu rumah sakit memasukkan Enoxaparin ke dalam Formularium RS
selain heparin untuk pengobatan AMI (Acute Myocardiac Infarc). Hasil analisis farmakoekonomi
menunjukkan bahwa penggunaan Enoxaparin dapat menghemat biaya sebesar Rp 40.000.000,-
/QALYs bagi rumah sakit dibandingkan Heparin. Apakah jenis analisis farmakoekonomi yang
digunakan oleh apoteker tersebut?
a. CUA (Cost Utilization Analysis) d. CEA (Cost Effectiveness Analysis)
b. CBA (Cost Benefit Analysis) e. CCA (Cost Consequences Analysis)
c. CMA (Cost Minimization Analysis)

156. Seorang apoteker kepala IFRS sedang membandingkan 3 terapi untuk pengobatan kanker
payudara yang sudah metastasis melakukan Cost Utility Analysis. Tiga terapi yang dianalisis
adalah Best Supportive Care (BSC), pengobatan dengan Oncoplatin dan Oncotaxel. Outcome
yang diukur merupakan gabungan antara mortalitas dan morbiditas. Apakah satuan outcome
yang tepat ditetapkan dalam analisis tersebut?
a. Jumlah hari bebas gejala dalam setahun
b. Skala nyeri yang dirasakan pasien
c. Jumlah hari tidak masuk kerja dalam setahun
d. QALY (Quality Adjusted Life Year)
e. Penyebaran sel kanker yang dialami oleh pasien

157. Seorang apoteker kepala IFRS sedang membandingkan Best Supportive Care (BSC),
pengobatan dengan Oncoplatin dan Oncotaxel untuk pengobatan kanker payudara yang sudah
metastasis dengan melakukan Cost Utility Analysis. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Komponen BSC Oncoplatin Oncotaxel
Biaya (Rp.) 8.000.000 10.000.000 7.000.000
Utility 0,6 0,35 0,45
Survival (tahun) 0,5 0,8 0,6
Berapakah nilai QALY untuk Oncoplatin?
a. - 0,20 d. 0,65
b. 0,12 e. 1,33
c. 0,28

158. Seorang apoteker kepala IFRS sedang membandingkan Best Supportive Care (BSC),
pengobatan dengan Oncoplatin dan Oncotaxel untuk pengobatan kanker payudara yang sudah
metastasis dengan melakukan Cost Utility Analysis. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Komponen BSC Oncoplatin Oncotaxel
Biaya (Rp.) 8.000.000 10.000.000 7.000.000
Utility 0,6 0,35 0,45
Survival (tahun) 0,5 0,8 0,6
Berapakah nilai QALY untuk Oncotaxel?
a. - 0,15 d. 1,05
b. 0,27 e. 1,33
c. 0,75

159. Di rumah sakit dilakukan penelitian terkait biaya dan efektivitas terapi dari Azithromycin
dibandingkan dengan Sefotaksim dalam pengobatan CAP (Community Acquired Pneumonia).
Data menunjukkan bahwa rata-rata biaya medis langsung terapi dengan Azithromycin sebesar
Rp 6.000.000,- dan rata-rata lama rawat inap selama 3 hari. Rata-rata biaya medis langsung
terapi dengan Sefotaksim sebesar Rp 4.000.000,- dengan rata-rata lama rawat inap 5 hari.
Berapakah nilai ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) Azithromycin?
a. Rp 20.000.000,-/efektivitas d. Rp 2.000.000,-/efektivitas
b. Rp 18.000.000,-/efektivitas e. Rp 1.000.000,-/efektivitas
c. Rp 10.000.000,-/efektivitas

160. Seorang apoteker sedang melakukan analisis farmakoekonomi untuk obat Fondaparinusx
sebagai antikoagulan untuk pasien sindrom koroner akut untuk dimasukkan ke dalam formularium
rumah sakit. Antikoagulan sebelumnya adalah Heparin. LOS pasien jika menggunakan obat
Fondaparinusx adalah 3 hari, sedangkan LOS Heparin adalah 5 hari. Total biaya yang diperlukan
jika menggunakan obat Fondaparinux adalah Rp. 1,2 juta, dan Heparin adalah Rp. 1 juta.
Berapakah nilai Average Cost Effective Ratio Fondaparinusx tersebut?
a. Rp. 200.000 d. Rp. 1.000.000
b. Rp. 300.000 e. Rp. 1.200.000
c. Rp. 400.000

161. Seorang apoteker di IFRS sedang melakukan analisis farmakoekonomi untuk


mempertimbangkan tablet Nilotinib dimasukkan dalam formularium rumah sakit untuk terapi pada
pasien CML (Chronic myelogenous leukemia). Data perbandingan Nilotinib dan Imatinib yang
saat ini adalah: Biaya terapi dengan Nilotinib Rp 20.000.000,- per tahun dengan overall survival
500 hari. Sementara itu, Biaya terapi dengan Imatinib Rp 10.000.000,- per tahun dengan overall
survival 450 hari. Berapakah nilai ICER Nilotinib dibandingkan dengan Imatinib?
a. Rp 20.000,- d. Rp 200.000,-
b. Rp 22.220,- e. Rp 222.200,-
c. Rp 100.000,-

162. Seorang apoteker di suatu rumah sakit melakukan analisis farmakoekonomi penggunaan
Nilotinib tablet dibandingkan dengan imatinib tablet dengan data sebagai berikut: Biaya terapi
dengan nilotinib Rp 20.000.000,- per tahun dengan overall survival 500 hari. Sementara itu, Biaya
terapi dengan imatinib Rp 10.000.000,- per tahun dengan overall survival 450 hari. Jika
dibandingkan dengan imatinib, bagaimanakah hasil analisis biaya dan outcome nilotinib?
a. Nilotinib menghasilkan outcome sama besar, namun biayanya lebih besar
b. Nilotinib menghasilkan outcome lebih kecil, namun biayanya lebih kecil
c. Nilotinib menghasilkan outcome lebih kecil, namun biayanya lebih besar
d. Nilotinib menghasilkan outcome lebih besar, namun biayanya lebih kecil
e. Nilotinib menghasilkan outcome lebih besar, namun biayanya lebih besar

163. Seorang apoteker melakukan studi farmakoekonomi untuk membandingkan Carbapenem


versus Sefalosporin untuk terapi sepsis. Nilai ICER Carbapenem terhadap Sefalosporin sebesar
Rp. 250.000.000. Nilai cost-effectiveness threshold (ambang penerimaan program) yang
digunakan di Indonesia adalah 3 GDP (1 GDP = Rp 50.000.000). Apakah kesimpulan yang tepat
dari studi farmakoekonomi tersebut?
a. Carbapenem sangat cost effective dibandingkan dengan Sefalosporin
b. Carbapenem cost effective dibandingkan dengan Sefalosporin
c. Carbapenem tidak cost effective dibandingkan dengan Sefalosporin
d. Carbapenem mendominasi Sefalosporin
e. Carbapenem didominasi oleh Sefalosporin

164. Seorang pasien, laki-laki,usia 37 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan nyeri
pinggang dan punggung. Diagnosa dokter adalah nephrolitis, dan pasien mendapatkan resep
dengan obat ciprofloxacin 500 mg (S.2. dd) dan Tramadol (S.3. dd) untuk penggunaan 10 hari.
Harga ciprofloxacin Rp. 2500/tablet; tramadol Rp.7500/tablet; jasa dokter Rp.150.000;
administrasi RS Rp. 50.000; pemeriksaan laboratorium Rp. 200.000. Berapa total direct medical
cost yang harus dibayarkan pasien tersebut?
a. Rp. 475.000 d. Rp. 775.000
b. Rp. 575.000 e. Rp. 875.000
c. Rp. 675.000

165. Seorang pasien, perempuan, dengan tindakan appendiktomi mendapatkan ceftriaxone 1 G IV


sebagai profilaksis dan ceftriaxone 1 G per 12 jam selama 3 hari sesudah operasi. Biaya tindakan
appendiktomi Rp. 5.000.000; harga ceftriaxone 1 G Rp. 50.000/vial; biaya kamar Rp.250.000/hari;
Biaya obat diluar antibiotika Rp. 1.000.000; Administrasi RS Rp, 20.000/hari; Pemeriksaan
laboratorium Rp.200.000; Penggunaan BHP selama dirawat Rp.350.000. Berapa direct medical
cost untuk penggunaan obat pasien tersebut ?
a. Rp. 1.050.000 d. Rp. 1.350.000
b. Rp. 1.150.000 e. Rp. 1.450.000
c. Rp. 1.250.000

SDM
166. Seorang apoteker kepala instalasi farmasi rumah sakit sedang melakukan analisis kebutuhan
apoteker di bangsal rawat inap. Rumah sakit tersebut memiliki 300 bed untuk pasien rawat inap.
Nilai BOR (Bed Occupancy Rate) sebesar 80%. Jumlah apoteker yang bertugas di rawat inap
sebanyak 4 orang, sehingga pelayanan kefarmasian di bangsal pasien kanker yang meliputi
pencampuran obat kanker masih dilayani oleh perawat. Berapakah jumlah apoteker yang
seharusnya direkrut lagi oleh rumah sakit untuk bangsal rawat inap?
a. 4 orang d. 10 orang
b. 6 orang e. 12 orang
c. 8 orang

167. Seorang apoteker yang menjabat Kepala IFRS di rumah sakit tipe C sedang merencanakan
untuk menambah tenaga apoteker untuk memenuhi persyaratan IFRS sesuai dengan Permenkes
RI no.58 Tahun 2014 untuk ditempatkan di depo rawat inap. Saat ini, apoteker yang bertugas di
depo rawat inap adalah sebanyak 2 orang. Berapakah jumlah minimal apoteker yang harus
direkrut oleh kepala instalasi tersebut?
a. 1 orang d. 4 orang
b. 2 orang e. 5 orang
c. 3 orang