Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN DISKUSI

BIMBINGAN DAN KONSELING

OLEH KELOMPOK 2:

1. DEWI OMPUSUNGGU (17129018)


2. EGA WAHYUNI (17129320)
3. HUSNI WULANDARI (17129142)
4. JAMAIKA DWI PUTRI(17129146)
17 BKT 09

DOSEN PEMBIMBING :
Dra. RAHMATINA, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TP : 2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diskusi adalah sebuah kegiatan bertukar pikiran untuk mendapatkan suatu


keputusan maupun untuk memecahkan suatu permasalahan. Semua yang terlibat baik
pembicara, moderator, maupun peserta dituntut untuk menanggapi permasalahan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari diskusi ini diharapkan
sebuah permasalahan yang telah dibahas oleh penyaji mampu memberikan manfaat
tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat dalam diskusi. Dengan judul “Latar
Belakang Perlunya Bimbingan dan Konseling bagi Siswa”

B. Tujuan Diskusi

Pelaksanaan diskusi kali ini bertujuan untuk :


1. Memberikan pemahaman mengenai urgensi bimbingan dan konseling bagi
siswa dilihat dari aspek psikologis.
2. Memberikan pemahaman mengenai urgensi bimbingan dan konseling bagi
siswa dilihat dari aspek social budaya.
3. Memberikan pemahaman mengenai urgensi bimbingan dan konseling bagi
siswa dilihat dari aspek pendidikan.
4. Memberikan pemahaman mengenai urgensi bimbingan dan konseling bagi
siswa dilihat dari aspek IPTEK dan gllobalisasi
5. Melatih peserta diskusi untuk berpikir kritis dan menyampaikan
tanggapannya menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai.

C. Langkah-Langkah Persiapan Diskusi

Sebelum dilaksanakan diskusi, dilakukan beberapa tahapan yang dilalui, antara


lain :
a. Penentuan kelompok diskusi.
b. Penentuan tema diskusi.
c. Pengumpulan data.
d. Pelaksanaan diskusi.
BAB II
PELAKSANAAN DISKUSI

A. Pelaksana

Kelompok 2 :

1. Dewi Ompusunggu (17129018) : Moderator dan Penyaji 3


2. Ega Wahyuni (17129320 ) : Penyaji 1
3. Husni Wulandari (17129142) : Penyaji 2
4. Jamaika Dwi Putri (17129146) : Penyaji 4

B. Tempat dan Waktu

Tempat : Ruang I, PGSD UPP IV, Kamps V, UNP.


Waktu : Pkl. 14.00 – 15.40 WIB
Hari, tanggal : Senin, 3 Februari 2020

C. Peserta

Peserta diskusi adalah mahasiswa seksi 17 BKT 09.

D. Proses Diskusi
a. Penambahan
1. Annisa Ulkhairi

Latar Belakang Agama

2. Anggelia Putri

Latar Belakang Filosofis


b. Pertanyaan
1. Nama : Nurhayati Sri Mulyani
Kelompok : 3 (tiga)
Pertanyaan : Apa contoh tindakan bimbingan dari latar belakang
psikologis, social budaya, pendidikan dan IPTEK?
Yang menjawab : Husni Wulandari
Penambahan : Annisa Ulkhairi

2. Nama : Dewi Anjani Fahmi Nasution


Kelompok : 6 (enam)
Pertanyaan : Bagaimana contoh penerapan bimbingan karir bagi anak
Sekolah Dasar?
Yang menjawab : Ega Wahyuni

3. Nama : Anggelia Putri


Kelompok : 4 (empat)
Pertanyaan : Bagaimana contoh dari layanan yang bertitik tolak dari
keunikan masing-masing siswa?
Yang menjawab : Husni Wulandari

4. Nama : Konika Sabita Alhaqi


Kelompok : 7 (tujuh)
Pertanyaan : Apa contoh dari over choice?
Yang menjawab : Dewi Ompusunggu

5. Nama : Novyta Sari


Kelompok : 1 (satu)
Pertanyaan : Apa maksud menguatkan intensitas dan arah dorongan-
dorongan dan kekuatan-kekuatan individu?
Yang menjawab : Ega Wahyuni
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik
secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara
optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai
jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Perkembangan zaman (Globalisasi) menimbulkan perubahan dan kemajuan


dalam masyarakat. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam
keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah; guru sebagai salah satu
pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai
pendukung pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk
memiliki wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan
konseling di sekolah.

Bimbingan dari kata guidance yang berarti mengarahkan, memandu,


mengelola dan menyetir. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perlunya bimbingan
dan konseling, yaitu:

a. Latar belakang Psikologis


b. Latar belakang Sosial budaya
c. Latar belakang Pendidikan
d. Latar belakang Perkembangan IPTEK & Globalisasi

B. Saran
Agar pembaca mampu memahami bagaiman urgensi bimbingan dan konseling
bagi siswa apakah itu dilihat dari aspek psikologis, social budaya, pendidikan
maupun iptek dan globalisasi.