Anda di halaman 1dari 3

[Type text]

A.Pengertian Keseimbangan Lingkungan dan Konsepnya


Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.
Ekosistem disusun atas dua komponen yaitu biotik dan abiotic. Kedua komponen saling
berinteraksi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Peristiwa rantai makanan dan jaring
makanan adalah contoh interaksi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Interaksi yang
saling membutuhkan antar komponen biotik dalam rantai makanan dan jaring makanan yang
seimbang menyebabkan tidak ada satupun komponen biotik yang jumlahnya terlalu banyak
atau sedikit.Interaksi terjadi pula antar komponen biotik dengan abiotic bila sesuai dan
berjalan baik.
Keseimbangan lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mengatasi tekanan
dari alam maupun dari aktivitas manusia, serta kemampuan lingkungan dalam menjaga
kestabilan hidupnya.keseimbangan lingkungan akan tercapai bila ada interaksi organisme
dengan factor lingkungan dan interaksi antarkomponen dalam suatu lingkungan dapat
berjalan dengan proporsional. Contoh lingkungan yang seimbang yaitu hutan, karena jumlah
masing-masing komponen biotik di hutan tidak saling mendominasi sehingga terbentuk
rantai dan jaring makanan.
Lingkungan tidak seimbang terjadi bila ada perubahan berupa pengurangan fungsi dari
komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai
dalam ekosistem. Adanya gangguan yang masuk ke dalam suatu lingkungan berada di luar
ambang batas toleransi.
[Type text]

Keseimbangan Ekosistem
Ekosistem tersusun dari komponen biotik dan komponen abiotik merupakan satu kesatuan
yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Keseimbangan ekosistem disebut juga dengan
homeostatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk dapat menahan berbagai perubahan dalam
sistem secara menyeluruh. Sistem yang dimaksud meliputi penyimpanan zat hara,
pertumbuhan dan perkembangan organisme yang ada, pelepasan zat hara di lingkungan,
reproduksi organisme dan juga meliputi sistem penguraian jasad-jasad makhluk hidup yang
telah mati. Ekosistem di katakan seimbang apabila komposisi di antara komponen-komponen
penyusun ekosistem (komponen biotik dan komponen abiotik) dalam keadaan seimbang atau
berada pada porsi yang seharusnya baik jumlah maupun peranannya dalam lingkungan.
Ekosistem yang seimbang, keberadaannya dapat bertahan lama atau kesinambungannya dapat
terpelihara. Keseimbangan ekosistem tersebut berdampak signifikan pada keselerasan serta
kesejahteraan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

Perubahan yang terjadi pada ekosistem dapat mempengaruhi keseimbangannya.


Ketidakseimbangan ekosistem dapat terjadi apabila salah satu komponen pada ekosistem
tersebut rusak. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya
dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru. Perubahan ekosistem
dapat terjadi secara alami atau dapat juga akibat aktivitas dan tindakan manusia.

Gambar 1 Piramida makanan dari jaring-jaring kehidupan

Contoh dari dampak ketidakseimbangan ekosistem dapat dijabarkan sebagai berikut:


seumpama katak pada contoh rantai makanan di atas dihilangkan, apa yang akan terjadi?
Kemungkinan yang terjadi adalah jumlah belalang akan meningkat karena tidak ada
pemangsanya. Kebalikannya jumlah ular akan berkurang karena tidak ada makanan. Yang
terjadi berikutnya adalah belalang pun akan banyak yang mati karena jumlah rumput tidak
bisa memenuhi kebutuhan makan belalang yang jumlahnya bertambah banyak.

Berdasarkan ilustrasi di atas, sebuah ekosistem akan seimbang dan terjaga kelestariannya
apabila jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen I, jumlah konsumen I harus
lebih banyak daripada konsumen II, dan seterusnya. Apabila kondisi tersebut digambarkan
maka akan terbentuk suatu piramida makanan. Contoh piramida makanan dari jaring-jaring
kehidupan dapat dilihat pada Gambar 1.

Pertahanan ekosistem sangat kuat terhadap perubahan. Biasanya, batas mekanisme


homeostatis dapat dengan mudah diterobos oleh kegiatan manusia. Misalnya, pembuangan
sampah beracun yang terlalu banyak di dalam perairan sungai sehingga melampaui batas
homeostatis alami sungai yang mengakibatkan kerusakan yang parah terhadap ekosistem
sungai. Contoh lainnya adalah penebangan hutan lindung yang melampaui batas homeostatis
sehingga dapat merusak mekanisme homeostatis ekosistem hutan.

Kita sebagai mahluk hidup senantiasa bergantung pada mahluk hidup lain. Seperti kalian
ketahui di atas, bahwa keseimbangan ekosistem sangat penting bagi kelangsungan hidup
mahluk hidup. Untuk itu, kita harus arif dan bijak dengan tidak melakukan perusakan
lingkungan demi keseimbangan alam dan kelangsungan hidup kita. Mari cintai lingkungan
hidup kita mulai dari yang terdekat dengan menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

Sumber:
[Type text]

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen


Pendidikan Nasional.