Anda di halaman 1dari 28

TUGAS PROJECT FARMAKOTERAPI

“DISLIPIDEMIA”

Disusun Oleh :

Kelas : Pagi C

Razan Mahda Lina 1943700128

Maria Calista Inarti 1943700156

Devi Ayu Prameswari 1943700160

Dewi Rani Oktavia 1943700214

Dosen :

Dr. Aprilita Rina Yanti Eff, M. Biomed., Apt.

FAKULTAS FARMASI PROFESI APOTEKER

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945

2019

1
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DISLIPIDEMIA
DI RPTRA KAMPUNG INDAH LESTARI KELURAHAN SUNTER AGUNG

Pokok bahasan : Dislipidemia

Sasaran : Warga diatas 20 tahun

Hari / Tanggal : 24 November 2019

Waktu : 12:00 WIB

Tempat : Taman RPTRA Kampung Indah Lestari

Penyuluhan : Mahasiswa Prodi Apoteker Universitas 17 Agustus

1. LATAR BELAKANG
Penyakit utama pada kelompok lanjut usia di Indonesia adalah penyakit tulang
dan sendi, kardiovaskuler, infeksi saluran pernapasan dan gangguan metabolisme. Data
dirumah sakit maupun di masyarakat menunjukkan penyakit kardiovaskuler yang terdiri
dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensi dan stroke adalah penyebab utama
kematian pada kelompok lanjut usia. Penelitian – penelitian menunjukan bahwa salah satu
faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kardiovaskuler adalah gangguan kadar
lemak dalam darah (dislipidemia). Dislipidemia adalah gangguan/ perubahan pada kadar
lemak dalam darah gangguan itu dapat berupa peningkatan kadar total kolesterol atau
hiperkolesterol, penurunan kadar Higt Density Lipoprotein (HDL), peningkatan kadar Low
Density Lipoprotein (LDL), atau peningkatan kadar ttrigliserida dalam darah
(hipertrigliserida).

2. PERMASALAHAN
Masih banyaknya penduduk di RPTRA Indah Lestari Kelurahan Sunter Agung yang belum
menyadari betapa pentingnya permasalahan mengenai dislipidemia.

2
3. TUJUAN
Penyuluhan bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai dislipidemia kepada
masyarakat sehingga dapat tercapainya status kesehatan masyarakat yang lebih baik serta agar
dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang dislipidemia dengan segala faktor
risikonya.

4. MANFAAT
a. Bagi Penyuluh
Melatih kemampuan dalam memberikan penyuluhan dan melatih kemampuan
dalam berinteraksi dengan masyarakat.
b. Bagi Sasaran
Memperoleh pengetahuan seputar DISLIPIDEMIA mulai dari pengertian hingga
pengobatan dan pencegahannya, sehingga dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-
hari agar tercapai status kesehatan masyarakat yang baik.

5. METODE
Metode yang dipergunakan adalah metode sokratik, dimana sasaran diberikan
kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mengemukakan pendapat
sehingga mereka dapat turut berperan aktif dalam penyuluhan tersebut dan terbiasa
komunikasi dua arah.

6. MEDIA
a. Cetak : leaflet tentang dislipidemia dan Keusioner tentang dislipidemia

7. SASARAN
Warga yang berusia kurang lebih 40 tahun.

8. PELAKSANAAN
Hari/ Tanggal : Minggu / 24 November 2019
Waktu : Pukul 12.00 WIB - selesai
Tempat :Taman RPTRA Kampung Indah Lestari Kelurahan Sunter Agung

3
PROSES PELAKSANAAN
No Tahapan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan - Mengucapkan salam - Membalas salam
kegiatan - Perkenalan sebagai penyaji memperhatikan
pertemuan penyuluhan sambutan dan
- Pembagian lembar kuisioner pre menyimak penjelasan
penyuluhan yang diberikan.
- Penjelasan tujuan program - Peserta membaca
penyuluhan yang akan dilakukan lembar kuesioner dan
mengisi pertanyaan
kuesioner
2. Pemberian - Pembagian leaflet tentang - Menyimak dan
penyuluhan dislipidemia memperhatikan
- Penjelasan tentang definisi penjelasan yang
dislipidemia diberikan serta
- Penjelasan tentang gejala mencari keterangan
dislipidemia yang diberikan pada
- Penjelasan tentang pengobatan leaflet yang telah
dislipidemia dibagikan sebelum
- Penjelasan tentang pencegahan penyuluhan
dislipidemia - Peserta megisi lembar
- Pembagian lembar kuisioner post kuisioner post
penyuluhan penyuluhan setelah
penjelasan yang
diberikan
3 Tanya jawab Memberi kesempatan pada peserta Memberikan cukup banyak
untuk mengajukan pertanyaan pertanyaan mengenai materi
yang sudah dijelaskan.
4 Penutup - Menyimpulkan semua materi yang Menyimak dan membalas
telah dijelaskan salam.
- Salam penutup

4
9. MATERI PENYULUHAN
PENGERTIAN

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan


maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Beberapa kelainan fraksi lipid yang utama
adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan atau trigliserida, serta penurunan
kolesterol HDL

Tabel Klasifikasi kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserid menurut
NCEP ATP III 2001 (mg/dl).

Interpretasi Kolesterol total LDL

Ideal < 200 < 130

Batas tinggi 200-239 130-159

Tinggi ≥ 240 ≥ 160

ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


Kadar lipoprotein, terutama LDL meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.
Pada keadaan normal pria memiliki kadar LDL yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause
kadarnya pada wanita lebih banyak. Faktor lain yang menyebabkan tingginya kadar lemak
tertentu (VLDL dan LDL) adalah : Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia, Obesitas, Diet
kaya lemak, Kurang melakukan olah raga, Penyalahgunaan alkohol, Merokok sigaret,
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, Hipotiroidisme, Sirosis.

GEJALA KLINIS
Dislipidemia sendiri tidak menimbulkan gejala tetapi dapat mengarah ke penyakit
jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh
arteri perifer. Trigliserid tinggi dapat menyebabkan pankreatitis akut. Kadar LDL yang
tinggi dapat menyebabkan xanthelasma kelopak mata.

5
Dislipidemia sering disertai dengan keadaan lain yang tergabung dalam sindroma
metabolik. Keadaan-keadaan tersebut antara lain :

-. Obesitas sentral

-. Resistensi insulin atau intoleransi glukosa

-. Peningkatan tekanan darah (130/85 mmHg atau lebih).

Penyebab dasar dari keadaan ini adalah overweight/obesitas, inaktivitas fisik, dan
faktor genetik. Plak aterosklerosis menyebabkan tiga jenis utama penyakit kardiovaskular:

- Penyakit arteri koroner: Plak Stabil di angina penyebab jantung arteri (nyeri dada saat
aktivitas). Plak pecah tiba-tiba dan pembekuan otot penyebab jantung mati. Ini adalah
serangan jantung, atau infark miokard.
- Penyakit Cerebrovascular: Ruptur plak di arteri otak menyebabkan stroke.
- Penyakit arteri perifer: Penyempitan pada arteri-arteri dari kaki yang disebabkan oleh plak.
Penyakit arteri perifer menyebabkan sirkulasi yang buruk. Hal ini menyebabkan nyeri dan
penyembuhan luka berjalan lama. Pada penyakit berat dapat menyebabkan amputasi.

Xanthoma adalah kondisi kulit dimana lemak tertentu ada di bawah permukaan kulit.
Xanthomas yang umum, khususnya di kalangan dewasa yang lebih tua dan orang dengan
lipid darah tinggi.

PENATALAKSANAAN

a. TERAPI NON-FARMAKOLOGIS
 Terapi nutrisi. Pasien dengan kadar kolesterol LDL dan dan kolesterol total yang tinggi
dianjurkan untuk mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh (saturated fatty
acid), dan meningkatkan asupan lemak tidak jenuh rantai tunggal dan ganda (mono dan
poly unsaturated fatty acid). Dan pada pasien yang kadar TG-nya tinggi perlu
mengurangi asupan karbohidrat, alcohol, dan lemak.
 Aktifitas fisik. Sebelum melakukan aktifitas hendaknya dinilai dulu kemampuannya
dan kondisinya. Untuk orang tua, sebaiknya jalan santai cukup membantu
memperbaiki dislipidemia. Sedangkan pada pasien dengan hipertensi berat sebaiknya

6
tidak melakukan olah raga berat. Dari beberapa penelitian terbukti bahwa aktifitas fisik
yang teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan apoA1, menurunkan kadar
TG dan kolesterol LDL, meningkatkan sensitifitas insulin, memperbaiki toleransi
glukosa, meningkatkan kebugaran, serta menurunkan berat badan.

Pada sindroma metabolic sebaiknya berat badannya harus segera dikurangi dengan
latihan fisik, terapi nutrisi medic, dan obat penurun berat badan seperti orlistat dan
sibutramin dengan pemantauan 4-6 bulan dengan perubahan gaya hidup. Pada DM atau
PJK, mulailah dengan terapi farmakologis.

b. TERAPI FARMAKOLOGIS

Apabila 6 bulan menjalani terapi non farmakologis maka dilakukan evaluasi.


Apabila belum mencapai kadar LDL sasaran yang diharapkan, berarti intervensi
nonfarmakologis mesti ditingkatkan dan diintensifkan. Setelah 6 minggu sesudahnya
dilakukan evaluasi ulang. Apabila belum mencapai target maka diberikan terapi
farmakologis dengan tetap menjalankan terapi non farmakologis.

Efek obat hipolipidemi terhadap serum

Obat Kolesterol LDL (%) Kolesterol HDL (%) Trigliserid (%)

Statin ↓ 18-55 ↑ 5-15 ↓ 7-30

Resin ↓ 15-30 ↑ 3-5 -/↑

Fibrat ↓ 5-25 ↑ 10-20 ↓ 20-50

Asam nikotinat ↓ 5-25 ↑ 15-35 ↓ 20-50

Pengh. absorbsi
↓ 17-18 ↑ 3-4 -
kolesterol

Sumber: consensus perkeni 2004. Penatalaksanaan dislipidemia

Hiperkolesterolemia : statin atau resin atau kombinasi

Dislipidemia campuran : statin atau kombinasi statin dengan nikotinat

7
Hipertrigliseridemia : fibrat.

c. KOMPLIKASI

1. Atherosklerosis

2. Penyakit jantung koroner

3. Penyakit serebrovaskular seperti stroke

4. Kelainan pembuluh darah tubuh lainnya

5. Pankreatitis akut

d. PENCEGAHAN

Usaha pencegahan penyakit kardiovaskular sangat penting. Yang harus dilakukan adalah:

1. Mempertahankan pola makan yang sehat dan seimbang (meningkatkan porsi sayuran + buah
dan membatasi konsumsi lemak dan karbohidrat)
2. Melakukan kegiatan fisik yang sesuai dengan umur dan kemampuan
3. Mempertahankan berat badan sesuai dengan umur dan tinggi badan
4. Hentikan merokok.

10. KUESSIONER DAN HASIL DAN PEMBAHASN


A. KUESIONER

8
BIODATA Dislipidemia/kolestrol?
a. Ya
1. Nama Saudara :
b. Tidak
2. Umur Saudara :
2. Bila ya, Menurut Saudara
3. Status Saudara
Dislipidemia/kolestrol
a. Menikah
adalah..............
b. Tidak Menikah
4. Apakah Pekerjaan Saudara?
a. Penyakit karena kadar lemak
a. Pegawai negeri sipil / TNI/POLRI didalam darah berlebihan
b. Penyakit yang tidak dapat
b. Petani
disembuhkan

c. Karyawan Swasta / Buruh c. Penyakit yang disebabkan oleh virus

d. Wiraswasta 3. Kolestrol berasal dari?


a. Air
e. Pelajar
b. Lemak
f. Pensiunan / pengangguran / IRT c. Protein
4. Batas normal kolestrol di dalam
5. Pendidikan Terakhir Saudara ? tubuh kita?
a. Tidak Tamat SD / Buta Huruf a. >200mg/dl
b. Tamat SD b. <200mg/dl
c. Tamat SMP c. 240 mg/dl
d. Tamat SMA / SMK 5. Penyakit Dislipidemia/kolestrol
e. Akademi / D1 / D3/S.1 merupakan penyakit keturunan:
Tanda Tangan a. Ya
b. Tidak
( ) c. Tidak tahu
6. Berikut ini makanan yang dapat
Pengetahuan tentang penyakit menyebabkan Dislipidemia/kolestrol:
Dislipidemia/kolestrol a. Mengkomsumsi makanan tidak
1. Apakah Saudara mengenal penyakit sehat, merokok dan minum alkohol

9
b. Tidur berlebihan c. Stroke
c. Tidak tahu 9. Apakah saudara tahu salah satu obat
7. Pencegahan Dislipidemia/kolestrol Dislipidemia/kolestrol?
dapat dilakukan dengan cara: a. Iya
a. Cuci darah b. tidak
b. Operasi 10. jika ya, manakah dibawah ini salah
c. Diet sehat satu obat Dislipidemia/kolestrol dan
efek samping nya?
a. Simvastatin, efek samping nyeri otot
b. Amlodipine, efek samping nyeri
dada
c. Metformin, efek samping diare
d. Rifapicin, efek samping kencing
8. Jika Dislipidemia/kolestrol terlalu berwarna merah
tinggi dapat menyebabkan:
a. Dialisis atau cuci darah
b. Anemia

10
B. Hasil

Jenis Nilai Nilai Nilai


No Pasien Usia Status Pekerjaan
Klamin pre-test post-test Rata- Rata
1 Lastri Perempuan 42 Menikah - 70 100 85
2 Sri nani Perempuan 36 Menikah - 50 100 75
Sri
3 Perempuan 33 Menikah IRT 70 100 85
Nuraeni
Eva
4 Perempuan 41 Menikah IRT 70 90 80
Nurpani
5 Yanti Perempuan 42 Menikah IRT 70 80 75
Tidak
6 Ishan Laki -Laki 20 Pelajar 80 100 90
Menikah
7 Samroh Perempuan 40 Menikah Wiraswasta 70 90 80
8 Surni Perempuan 51 Menikah IRT 90 100 95
Rosana Perempuan Tidak Karyawan
9 23 80 100 90
Menikah Swasta
Indra Perempuan
10 56 Menikah - 30 80 55
Ningsih
Jumlah Rata- Rata 68 94 81

C. Grafik Hasi kuesioner

Nilai Pasien
94
100
80 68
60
40
20
0
Nilai Pre-test Nilai Pos-test

11
D. PEMBAHASAN
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan
maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang paling utama adalah
kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kenaikan kadar trigliserida serta penurunan
kadar HDL.Kolesterol dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah arteri,
sehingga dipembuluh darah terjadi penyempit dan proses ini disebut ate-rosklerosis.
Penyempitan pembuluh darah ini akan menyebabkan aliran darah menjadi lambat bahkan
dapat tersumbat sehingga aliran derah pada pembuluh derah koroner yang fungsinya memberi
oksigen ke jantung menjadi berkurang. Kurangnya oksigen akan menyebabkan otot jantung
menjadi lemah, sakit dada, serangan jantung bahkan kematian.
Pada penilitian ini yang dilakukan sebanyak 10 responden, dan didapat nilai rata-rata pada
soal pre test 69, sedangkan nilai rata-rata pada soal post test 94. Yang berarti bahwa hasil
diatas menunjukan, semua jawaban responden benar semua setelah diberi penyuluhan, yang
menandakan berhasil dalam penyampaian penyuluhan mengenai dislipidemia.

11. Kesimpulan
Dari hasi penyuluhan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa penyuluhan terkait
penyakit dislipidemia yang dilakukan di Taman RPTRA kepada 10 responden berhasil. Hal
ini dapat dilihat dari jumlah total hasil pengisian kuesioner yaitu responden sebelum dilakukan
edukasi mendapat nilai rata-rata sebesar 69, sedangkan responden setelah dilakukan edukasi
mendaat nila rata-rata sebesar 94.

12. HASIL KEGIATAN


1. Sebagian besar peserta penyuluhan antusias mendengarkan penyuluhan yang disampaikan
oleh Mahasiswa Prodi Apoteker Universitas 17 Agustus 1945 yang sedang melakukan
Penyuluhan ke RPTRA Indah Lestari Kelurahan Sunter Agung
2. Kesan penyuluhan menarik, karena banyaknya pertanyaan yang diutarakan oleh peserta
penyuluhan kepada tim penyaji. Peserta cukup memahami materi yang disampaikan.
3. Lampiran materi penyuluhan terlampir.

12
13. SUMBER MATERI YANG DIBERIKAN

1. Anwar Bahri. Dislipidemia Sebagai Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner. 2004.
Available at http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3503/1/gizi-bahri3.pdf.
accessed on September 05, 2013.

2. Aru W. Sudoyo, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid III. Jakarta : Balai
Penerbitan FKUI : 2006.
3. Adam JMF, Soegondo S, Semiardji G, Adriansyah H. Petunjuk praktis penatalaksanaan
dislipidemia. 2004. FKUI: PB PERKENI.
4. National Heart Lung and Blood Institute. Cholesterol Guidelines. 2004. Available at
http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/cholesterol/index.htm. accessed on September 05,
2013.
5. Price, Sylvia A. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit jilid 2. 4th ed. Jakarta:
EGC. 1995.
6. US National Library and Medicine. 2012. Available at http://www.nlm.nih.gov/. accessed
on Se[tember 05, 2013.

13
LAMPIRAN

14
15
Lampiran Leaflet

16
Lampiran Kuisioner PRE TEST

17
18
19
20
21
22
Lampiran Kuisioner POS TEST

23
24
25
26
27
28