Anda di halaman 1dari 40

PENGANTAR KULIAH, Asal-usul

Gempa, Kerusakan akibat Gempa,


Ukuran dan Parameter Dasarnya
Dicky Imam Wahjudi

Kampus ITS Manyar, Jl. Menur 127 Surabaya 60116


Telp. : 031 5947637, 5927419
Fax 5938025
E-mail d3manyar@its.ac.id
 Mata kuliah ini adalah mata kuliah dasar keahlian, yaitu gugus penyusun aspek
penguasaan pengetahuan penciri program studi. Mata kuliah ini menjelaskan
mekanisme terjadinya gempa, akibat-akibat yang ditimbulkannya, menghitung
beban-beban gempa, dan pengaruhnya pada bangunan ( khususnya ) gedung.

 Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme terjadinya gempa dan akibat yang


ditimbulkannya
 Mahasiswa dapat melakukan analisis struktur SDOF dan MDOF
 Mahasiswa mampu melakukan perhitungan analisis struktur dengan beban gempa
secara dinamik, yaitu : riwayat waktu dan spektrum respons secara linier
 Mahasiswa mampu melakukan perhitungan analisis struktur dengan beban gempa
statik ekwivalen
 Mahasiwa mampu menjelaskan prinsip-prinsip dalam perencanaan bangunan tahan
gempa di Indonesia

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 2
Satuan Acara Perkuliahan
Minggu Materi
1 Pengantar Kuliah, Satuan Acara Perkuliahan & Evaluasi, Definisi MK
2 Perilaku Respons Bangunan terhadap Gempa, Mekanika Getaran Umum
3 Mekanika Getaran Umum ( Lanjutan )
4 Evaluasi I
5 Respons SDOF pada Beban Gempa secara Numerik
6 Respons SDOF pada Beban Gempa secara Numerik ( Lanjutan )
7 Spektrum Respons Gempa
8 Evaluasi II
9 Dinamika Struktur – MDOF – Waktu Getar Alamiah & Ragam Normal
10 MDOF – SAP2000 – Beban Spektrum Respons
11 MDOF – SAP2000 – Beban Riwayat Waktu
12 Evaluasi III
13 Analisis Struktur Rangka dengan Beban Statik Ekwivalen
14 Analisis Struktur Rangka dengan Beban Statik Ekwivalen ( Lanjutan )
15 Prinsip Perencanaan Struktur Tahan Gempa
16 Evaluasi IV
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 3
Cara Perhitungan Penilaian
 Evaluasi I - 25 %
 Evaluasi II - 25 %
 Evaluasi III - 25 %
 Evaluasi IV - 25 %

Daftar Kepustakaan :
1). Badan Standarisasi Nasional : “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Ba-
ngunan Gedung dan Non-Gedung ( SNI 1726-2019 )”
2). Blume, J.A., Newmark, N.M. & Corning, L.H. : “Design of Multistory Reinforced Con-
crete Building for Earthquake Motions”, PCA, 1961.
3). Clough, R.W. & Penzien, J. : “Dynamics of Structures”, McGraw-Hill, 1982.
4). Dowrick, D.J. : “Earthquake Resistant Design”, John Wiley & Sons, 1977.
5). Muto, K. : “Aseismic Design Analysis”, Maruzen, 1974.
6). Naeim, F. (Editor) : “The Seismic Design Handbook”, Van Nostrand - Reinhold, 1989.
7). Paz, M. & Manu, A.P. : “Dinamika Struktur”, Erlangga, 1990.
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 4
(Menurut Prof. Donald E. Hudson) :
Rekayasa gempa bertujuan mencegah kejadian-kejadian gempa menjadi bencana. Untuk
mencapai maksud tersebut, upaya-upaya dapat dilakukan melalui cara-cara :
(a). Menghindari sejauhnya dari kemungkinan timbulnya korban jiwa
(b). Menekan sekecil mungkin kerugian harta benda akibat kerusakan-kerusakan bangunan

Pokok-pokok Bahasan dalam Rekayasa Gempa :


1. Seismisitas dan Statistika Gempa
Menyangkut upaya-upaya pencatatan sebaran peristiwa-peristiwa gempa secara
geografis, lengkap dengan data waktu, magnitudo, kerusakan dan akibat-akibat lokal
yang diderita oleh daerah-daerah yang terkena pengaruh gempa

2. Evaluasi Bencana Gempa


Menyangkut cara-cara pengolahan data gempa secara statistikal sehubungan dengan
informasi geologis, prakiraan nilai-nilai intensitas dan perioda ulang yang mungkin
akan terjadi pada gempa-gempa yang akan datang sebagai dasar perencanaan.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 5
3. Karakteristik Gerakan Tanah Kuat
Dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai rekaman gerakan tanah gempa di
masa yang lalu akan dapat diprakirakan karakteristik untuk kejadian di masa yang
akan datang sehingga bisa dipakai sebagai pertimbangan dalam perencanaan.

4. Respons Bangunan-bangunan Alam dan Buatan terhadap Gempa


Menyelidiki perilaku respons lereng-lereng alam, bendungan (tipe gravitasi maupun
urugan), timbunan tanah (kalau pasir ada bahaya likwefaksi) dan bangunan-bangunan
gedung. Khusus untuk bangunan gedung, penyelidikan meliputi perilaku-perilaku
elastik & in-elastik serta efek interaksi antara bangunan dengan tanahnya.

5. Perencanaan Struktur Tahan Gempa


Penentuan cara-cara perencanaan bangunan yang memenuhi kriteria ketahanan
gempa pada taraf tertentu dengan tidak mengabaikan unsur ekonomisnya.

6. Peraturan dan Ketentuan Bangunan sehubungan dengan Gempa


Di dalam lingkup ini dibahas peraturan-peraturan yang harus dipersiapkan agar
diperoleh bangunan-bangunan yang dapat memberikan perlindungan maksimal
kepada penghuninya, termasuk mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan
penyelamat apabila terjadi bencana.
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 6
7. Pencegahan Bencana
Termasuk dalam lingkup ini adalah prediksi gempa dan studi mengenai faktor-faktor
sosiologis yang ditimbulkan oleh bencana gempa.

Salah satu cabang ilmu Rekayasa Gempa adalah Seismologi. Seimologi


adalah ilmu pengetahuan murni yang mempelajari kejadian-kejadian gempa dan
memanfaatkan fenomena-fenomena seismik untuk mempelajari alam.
Stasiun-stasiun pengamat gempa melakukan pencatatan dan perekaman
gerakan-gerakan tanah yang diakibatkan oleh gempa dan ledakan-ledakan nuklir
dari suatu sumber yang sangat jauh jaraknya. Darinya, seismologis menentukan
letak sumber (episentrum dan kedalaman fokus) berikut parameter-parameter
getaran lainnya (magnitudo, energi dlsb).
Dengan meningkatnya perhatian manusia pada masalah pelat tektonik,
seismologis juga melakukan pengukuran pada regangan-regangan dan deformasi
yang dialami lapisan kerak bumi (earth’s crust). Tak lupa, mereka juga melaku-
kan kajian-kajian teoretik tentang mekanisme sumber getaran, mekanika perpa-
tahan dan proses perambatan retak pada lapisan batuan kerak bumi.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 7
Damghan, Qumis, Iran : diperkirakan 200 000 orang meninggal, M = 7.9, MMI = X.

Chih-li (Hopei), Cina : diperkirakan 100 000 orang meninggal, M = 6.8, MMI = IX

Shaanxi, Cina : 830 000 orang meninggal, kerusakan meliputi 97 kabupaten dari 9 pro-
vinsi di Cina, M = 8

Edo (sekarang Tokyo), Jepang : 10 000 orang meninggal, M = 8.2

Lisbon, Portugal : 100 000 orang meninggal, M = 8.5 – 9.0, MMI = XI

Hindia Belanda (sekarang Indonesia) : Letusan G. Krakatau menghancurkan kira-kira


70% luas pulau, aktifitas seismik dirasakan s/d. Februari 1884, gelombang laut hingga
mencapai Cape Horn (Afrika Selatan), diperkirakan sebanyak 36 000 orang meninggal

Mino & Owari (Nagoya), Jepang : 7 000 meninggal, 200 000 rumah rusak, M = 8.0

Assam, India : kerusakan bangunan meliputi wilayah 400 000 km2, getaran gempa men-
capai daerah seluas 650 000 km2 dari Burma sampai Delhi, M = 8.0, MMI = X
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 8
San Francisco, California : gempa besar, 3 000 orang meninggal akibat gempa dan
kebakaran kota, M = 7.9, MMI = XI

Gansu, Cina : tanah longsor besar, 235 000 orang meninggal, M = 7.8, MMI = XII

Gempa Kanto di Yokohama, Jepang : 105 000 meninggal, M = 7.9 – 8.2, MMI = XI

Turki Utara : gempa dahsyat menghancurkan kota Erzincan, sekitar 33 000 orang
meninggal, 100 000 orang luka-luka, M = 7.8, MMI = XII

Peru : 70 000 meninggal, 50 000 luka2, 600 000 kehilangan tempat tinggal, kota Yungay
terkubur oleh longsoran salju, M = 7.9, MMI = VIII.

Pilipina : gempa dan gelombang pasang menyebabkan 8 000 orang meninggal di Moro,
Mindanao, M = 8.0, MMI = VIII

Meksiko Tengah dan Barat Daya meliputi Kota Meksiko : 2 gempa beruntun (M = 5.2
dan disusul M = 7.5) menyebabkan 45 000 mati dan 30 000 luka-luka, MMI = IX

Pantai San Francisco, California : kerusakan meluas pada gedung, jalan, jembatan dan
fasilitas lainnya, 63 orang meninggal, 3 750 luka-luka, M = 6.9 – 7.2, MMI = IX
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 9
Uttarkashi, India Utara : 2 000 meninggal, 1 800 luka-luka, 400 000 kehilangan tempat
tinggal, M = 6.8, MMI = IX

Flores, Indonesia : 2 500 orang mati dan 500 luka-luka oleh gempa dan gelombang laut
yang naik ke daratan (tsunami), M = 7.8, MMI = VIII

Hokkaido, Jepang Utara : total 230 meninggal (di Okushiri saja 163 mati dan hilang
akibat gempa, tsunami dan tanah longsor), M = 7.7, MMI = VIII

Gempa Northridge melanda Los Angeles, California : kerusakan yang meluas, 57 orang
meninggal, 8 700 luka-luka, M = 6.7, MMI = IX

Gempa Hanshin melanda Kobe, Jepang : 2 415 orang meninggal, 43 800 luka-luka dan
310 000 kehilangan tempat tinggal, M = 6.9, I = Shindo 7, PGA = 0.8 g

Gempa Chi-chi ( Ji-ji ) melanda Taiwan : 2 415 orang mati, 11 305 luka-luka, 29 hilang,
51 711 bangunan hancur, 53 768 rusak, M = 7.6 – 7.7, PGA = 1.92 g

Aceh & Sumatera Utara : gempa M = 8.90 setelah serentetan gempa-gempa kecil sebe-
lumnya. Gelombang laut masuk kota Meulaboh dan Banda Aceh sejauh 10 km dari
garis pantai. Di Aceh saja lebih dari 150 000 orang meninggal. Tsunami juga melanda
Thailand, India Timur, Srilanka dan Maladewa.
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 10
Haiti : gempa dan gelombang laut yang naik ke daratan (tsunami) menyebabkan kira-
kira 100 000 orang mati, 250 000 rumah & 30 000 bangunan komersial runtuh atau
rusak berat, M = 7.0, MMI = IX, PGA = 0.5 g.

Gempa Tohoku atau Gempa Sendai melanda Jepang : gempa dan tsunami, 15 900
meninggal, 6 150 luka-luka, 2 530 hilang, M = 9.0, MMI = IX, PGA = 2.99 g.

Bohol, Pilipina : total 222 meninggal, 8 hilang & 976 luka-luka, 73 000 bangunan rusak
dan 14 500 di antaranya rusak total, M = 7.2, I = PEIS VII

Nepal : 8 857 orang meninggal, 21 952 luka-luka dan 3 500 000 orang kehilangan
tempat tinggal, M = 7.8, MMI = VIII

Italia Tengah : 229 orang meninggal, 388 luka-luka dan 4 500 orang kehilangan tempat
tinggal, M = 6.2, MMI = IX

Lombok Tengah, Indonesia : 20 orang meninggal, 400 orang luka-luka, 10 000 orang
mengungsi, M = 6.4, MMI = VIII

Palu, Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia : 4 340 orang meninggal, 10 679 luka-
luka, 667 hilang, 206 520 mengungsi, M = 7.5, MMI = IX
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 11
Kota Los Angeles terletak di atas bagian kerak
bumi yang tidak stabil, sehingga gempa sering
terjadi padanya. Kebanyakan dari gempa-
gempa itu hanya menimbulkan korban dan
kerugian yang tak seberapa. Tetapi pada 1971,
satu gempa yang berpusat di San Fernando,
sebelah utara kota, telah menyebabkan
kematian 58 orang dan kerugian material US$
511 juta. Pada 1987, gempa yang berpusat di
Whittier, sebelah timur kota, menyebabkan
matinya 8 orang dan rusaknya harta benda
senilai US$ 358 juta. Pada 17 Januari 1994,
satu lagi gempa kuat menghantam kota Los
Angeles. Pusat gempa terletak di dalam kota,
yaitu di daerah yang bernama Northridge,
yang terletak di cabang Lembah San Fernando.
Ini adalah gempa terkuat dalam sejarah kota,
yang menyebabkan kematian 57 orang dan
kerusakan harta benda senilai US$ 20 milyar.
Banyak ruas jalan bebas hambatan jatuh oleh
gempa ini, sehingga terpaksa ditutup untuk
beberapa bulan lamanya.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 12
Taiwan, 1999

Turki, 1999
Turki, 1999

Nias, 2004
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 13
Aceh, Indonesia, 2004
Serentetan gempa-gempa
susulan

Haiti, 2010
Gempa utama

Tsunami

Palu, Indonesia, 2018


Jepang, 2011

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 14
 Menimbulkan gangguan pada kondisi normal kehidupan yang
muncul secara mendadak, tak terduga dan meliputi daerah
yang amat luas
 Mempengaruhi kehidupan manusia, seperti jatuhnya korban
jiwa, luka-luka, problem kesehatan, dan beberapa jenis
penderitaan yang lain.
 Mempengaruhi struktur sosial, seperti kerusakan pada sistem
pemerintahan, bangunan-bangunan, sarana transportasi –
komunikasi dan beberapa fungsi layanan umum lainnya.
 Berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia, seperti
perumahan, makanan, pakaian, obat-obatan dan lain-lain.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 15
 Angin siklon, typhoon, hurricane
 Kekeringan
 Banjir
 Kebekuan
 Kebakaran
 Gempa bumi
 Letusan gunung berapi
 Tanah longsor
 Tsunami
 Wabah penyakit
 Dan lain-lain

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 16
60 Siklon
Kekeringan
50 Gempa
Banjir
40 Lain-lain

30

20

10

Sri Lanka
Bangla Desh

Pakistan
Jepang

Korea
Burma

China

India

Indonesia

Pilipina

Thailand
Nepal

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 17
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 18
Prof. Alfred Lothar Wegener, 1912
Sejak 50 tahun terakhir ini, teori tektonik lempeng telah diterima secara meluas,
karena ia dapat membantu menjelaskan banyak hasil pengamatan dari berbagai
disiplin ilmu yang berbeda dalam bidang earth sciences. Dengan teori ini dapat
dijelaskan asal-usul dari banyak kejadian gempa.

Kenyataan bahwa bentuk garis-garis batas benua yang (nampaknya) saling cocok
apabila dikumpulkan sangat mengherankan banyak orang, sehingga disusunlah
suatu teori yang menyatakan, bahwa dulunya benua-benua itu adalah satu
daratan yang kemudian mengalami disintegrasi dan bergerak saling menjauh
menuju konfigurasinya yang ada sekarang. Dalam publikasinya pada tahun 1910,
Prof. Wegener menyebutkan, bahwa benua-benua yang ada sekarang ini, dulunya
adalah satu super-benua yang besar, yang disebut Pangaea. Kecocokan itu tidak
hanya pada garis-garis pantainya saja, melainkan pada jenis-jenis lapisan
batuannya, umur geologisnya dan fossil-fossil yang dikandung di dalamnya.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 19
Rekonstruksi Teori

Pada jaman Precambrian ( 700 juta tahun yang


lalu) hanya ada satu super-benua, Pangaea
namanya. Benua besar ini kemudian pecah-pecah
dan mengelompok menjadi dua super-benua
baru pada jaman Triassic ( 190 juta tahun yang
lalu). Kedua benua itu adalah Laurasia, yang
meliputi Amerika Utara, Tanah Hijau dan
Eurasia; dan Gondwana, yang meliputi Amerika
Selatan, Afrika, India, Australasia dan Antartika.
Pada jaman Cretacious ( 70 juta tahun yang
lalu), mereka pecah lagi, tetapi masih belum
berada pada posisinya seperti yang ada sekarang.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 20
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 21
(1) Subduksi, (2) Ekstrusi, (3) Transkursi, dan - (4) Akresi

Garis patahan Garis patahan

Sudut inklinasi

Asalnya

(c) Lateral-Normal Fault


(a) Normal Fault

(b) Lateral Fault

(d) Reverse Fault (e) Lateral-Reverse Fault

Sebagai contoh, P. Jawa mengalami subduksi dari Selatan oleh lempeng Indo-Australia

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 22
lebih dalam lagi pada

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 23
 divergent boundaries

 convergent boundaries

 transform fault boundaries

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 24
Menurut teori tektonik lempeng, cangkang luar bumi terdiri
dari banyak lempeng kaku yang secara tetap bergerak
lambat relatif satu terhadap yang lainnya. Selama 15 juta
tahun terakhir, Patahan San Andreas telah mejadi batas
antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.
Selama waktu itu, wilayah pantai California telah berpindah
sejauh 300 km ke arah Barat Laut terhadap Amerika Utara.
Pada saat ini, Patahan San Andreas bergerak dengan
kecepatan rata-rata 5 – 6 cm per tahun.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 25
Gempa Dangkal : h = 0 - 65 km
1000 Laut
900 Darat
800
700
600
500
400
300
200
100
0
Kalimantan

Irian
Sulawesi
Sumatera

Jawa

Maluku
Nusa Tgr.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 26
Gempa Menengah : h = 66 - 450 km
800 Laut
700 Darat

600

500
400

300

200
100

0
Kalimantan

Irian
Sulawesi
Sumatera

Jawa

Maluku
Nusa Tgr.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 27
Gempa Dalam : h > 450 km
70 Laut
Darat
60

50

40

30

20

10

0
Kalimantan

Irian
Sulawesi
Sumatera

Jawa

Maluku
Nusa Tgr.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 28
Beberapa Definisi
adalah suatu gerakan atau serentetan gerakan tiba-tiba dari tanah yang
bersifat transient yang bersumber dari suatu wilayah terbatas dan menyebar
dari titik tersebut ke segala arah
Getaran penyebab gempa bisa berasal dari :
 Tektonik → yang berasal dari proses tumbukan, geseran dan patahan pada
lapisan batuan kulit bumi
(a) Elastic-rebound, (b) Geseran tiba-tiba, (c) Pelipatan
 Vulkanik → yang berasal dari proses sekitar saat meletusnya gunung berapi
(a) Letusan, (b) Kristalisasi, (c) Perekahan tanah, (d) Penerobosan oleh magma,
(e) Penyumbatan aliran lava
 Tumbukan / Ledakan :
(a) Ledakan permukaan, (b) Tumbukan meteor, (c) Keruntuhan gua-gua,
(d) Longsoran
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 29
adalah alat pencatat/perekam getaran gempa
Adapun gambar/rekaman getaran yang dihasilkan disebut Seismogram.
Variasi lain dari seismograf adalah Accelerograf, yang khusus merekam
percepatan gerakan tanah, dan rekaman yang dihasilkan disebut
Accelerogram.

Seismograf - H

Seismograf - V

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 30
Getaran-getaran gempa merambat pada medium tanah dan batuan kerak
bumi (earth’s crust) sebagai gelombang yang berjalan dengan kecepatan
yang tertentu
Body  Gelombang – P (Primary) → perambatan berarah longitudinal
waves  Gelombang – S (Secondary) → perambatan berarah transversal
 Gelombang Love *)1 → perambatan berarah gabungan antara longitudinal
Surface dan transversal
waves
 Gelombang Rayleigh*)2 → perambatan berarah gabungan antara
longitudinal dan transversal
*)1 Augustus Edward Hough Love
*)2 John William Strutt Rayleigh Perambatan
gelombang
Kec. Gelombang (km/det) gempa
Medium
P S
Kerak Atas 5.57 3.36 Menentukan
Kerak Bawah 6.50 3.74 jarak pusat
Selimut 7.76 4.36 gempa
Lapisan Mohorovicic 5.60 3.20

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 31
Gelombang gempa dalam perjalanannya bisa menjumpai
lapisan-lapisan medium yang berbeda dari massa bumi.
Dalam kondisi ini, sebagian gelombang akan diteruskan,
sebagian dipantulkan, dan sebagiannya lagi dibiaskan.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 32
Empat Jenis Gelombang

P - Wave S - Wave
Gelombang - P Gelombang - S

Love Wave
Rayleigh Wave
Gelombang Love Gelombang Rayleigh
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 33
adalah pusat gempa, yaitu tempat dari mana getaran-getaran gempa berasal
Letak fokus ditentukan melalui pengamatan gerakan tanah oleh gempa pada
titik-titik observasi/stasiun pengamat. Dari hasil pengamatan, didapatkan :
(a) Jarak dari stasiun ke pusat gempa, dan - (b) Besarnya (magnitudo) gempa

R3

Stasiun - 1 adalah proyeksi


Stasiun - 3
hiposenter pada
permukaan bumi.
Letak episenter
Letak Pusat kadang-kadang bisa
R1

Gempa
ditentukan dengan
pengamatan pada
daerah dengan tingkat
R2
kerusakan terparah
Stasiun - 2
Jejaring Stasiun
Gempa di Asia Tenggara

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 34
adalah ukuran kwantitatif besarnya (kekuatan) gempa, yang didapatkan dari
amplitudo terbesar pada seismograf standar (Wood-Anderson)
M = log A − log A0
dimana : M = magnitudo, dalam skala Richter
A = amplitudo terbesar dari seismograf
A0 = amplitudo seismograf standar

Terdapat hubungan antara magnitudo dengan energi, E, yang dilepaskan :


log E = 11.4 + 1.5M [ Ergs ]
atau :
log E = 4.8 + 1.5M [ Joules ]

Magnitudo dihitung dengan skala logaritmis, sehingga pada setiap pening-


katan satu satuan magnitudo terkandung pengertian energi gempa yang
sepuluh kali lebih kuat.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 35
adalah ukuran kwalitatif gempa, yaitu dengn meninjau dampak gempa
pada suatu daerah yang tertentu.
Intensitas menjadi ukuran yang relatif atas dasar pertimbangan :
(a) Seismisitas yang tinggi,
(b) Kepadatan penduduk daerahnya, dan –
(c) Banyaknya bangunan tua yang tidak direncanakan tahan gempa

(a) Antara magnitudo dengan frekwensi pemunculan gempa :


log N = A − B ⋅ M
dimana : N = banyaknya pemunculan gempa per-tahun
M = magnitudo gempa dalam skala Richter
A & B = konstanta-konstanta
Menurut hasil penelitian : A = 7.30 & B = 0.94 → untuk Indonesia
A = 5.37 & B = 0.94 → untuk P. Jawa

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 36
(b) Antara intensitas dengan percepatan tanah gempa :
log a = 0.33 × I − 0.50
dimana : a = percepatan tanah dalam cm/det2
I = intensitas gempa dalam MMI
Misalkan untuk : I = 8 ;
maka :
log a = 0.33 × 8 − 0.50 = 2.14
sehingga :
138
a = 10 2.14
= 138 cm/det2 = = 0.14 g
986
(c) Antara magnitudo, jarak fokus dan percepatan tanah :
a = 1080e 0.5 M (R + 25)
−1.32
 Donovan
atau :
a = 119e 0.81M (R + 25)  Matuscha
−1.15

dimana : a = percepatan tanah dalam cm/det2


M = magnitudo gempa dalam SR
R = jarak fokus dalam km
Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 37
Modified Mercalli Intensity - 1956
I Tak Terasa Tak terasa. Hanya teramati oleh seismograf-seismograf. <1
( cm/det2 )
II Sangat Ringan Terasa di lantai-lantai atas bangunan, khususnya oleh orang-orang yang sedang beristirahat. 1–2

III Ringan Terasa di dalam rumah. Getaran terasa seperti yang ditimbulkan oleh truk ringan yang lewat. 2–5

IV Sedang Benda-benda yang tergantung bergoyang-goyang. Getaran terasa seperti yang ditimbulkan oleh 5 – 10
truk berat yang lewat atau kejutan yang disebabkan oleh benda berat yang menumbuk dinding.
Kendaraan-kendaraan yang terparkir bergerak-gerak seperti gergaji. Pintu, jendela dan
gerabah berderak-derak.
V Agak Kuat Terasa di luar rumah. Orang-orang yang sedang tidur terbangun. Benda-benda kecil yang tak 10 – 20
terikat berpindah atau terguling. Pintu-pintu membuka dan menutup sendiri. Pigora dinding
berayun-ayun. Bandul lonceng tiba-tiba berhenti dan berayun sendiri atau berubah kecepatan.
VI Kuat Orang sulit untuk berjalan. Pintu, jendela dan gerabah pecah/rusak. Benda-benda kecil dan 20 – 50
buku jatuh dari raknya, lukisan jatuh dari dinding, meubelair berpindah atau terguling, retak-
retak pada plaster dan bangunan-bangunan sederhana, lonceng-lonceng kecil berbunyi sendiri.
VII Sangat Kuat Terasa oleh pengendara mobil dan penumpangnya. Meubelair rusak. Bangunan-bangunan 50 - 100
sederhana rusak berat, dan kadang-kadang juga pada bangunan yang agak baik. Cerobong
asap rusak pada atapnya. Plaster, tembok bata ringan, pasangan, genteng dan rak-rak rusak
atau runtuh.
VIII Merusak Terasa sulit untuk mengemudikan mobil. Rusak sangat berat pada bangunan-bangunan 100 - 200
sederhana dan beberapa bangunan yang agak baik, sebagiannya runtuh. Rusak kecil pada
bangunan-bangunan yang baik. Stucco terlepas. Cerobong asap, monumen, menara dan tanki-
tanki tumbang. Dinding-dinding yang lemah terlempar, dahan-dahan lepas dari pohonnya,
perubahan aliran atau temperatur pada sumber-sumber air, perubahan pada muka air sumur,
dan tanah basah atau lereng yang curam retak-retak.

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 38
Modified Mercalli Intensity - 1956
( Lanjutan )
IX Sangat Merusak Kepanikan umum. Bangunan-bangunan sederhana hancur. Kerusakan berat pada bangunan 200 - 500
yang agak baik, kadang-kadang sampai runtuh. Rusak berat juga pada bangunan yang lebih
baik. Rangka bangunan terlepas dari pondasinya, atau runtuh. Struktur-struktur pemikul dari
beton bertulang retak-retak. Pipa-pipa dalam tanah meledak. Tanah merekah. Pada daerah
dengan tanah berlalluvial - air, pasir dan lempung terpompa keluar.
X Sangat Merusak Hampir semua bangunan pasangan batu dan kayu hancur. Gedung-gedung dan jembatan 500 – 1000
Sekali beton bertulang rusak berat, beberapa di antaranya hancur. Rusak sangat berat pada tebing,
dan bendungan (besar maupun kecil). Terjadi longsor besar. Air sungai, saluran dan danau (1000 = 1g)
bergoyang-goyang menghantam dinding dan tebing-tebingnya. Rel baja terbengkokkan.
XI Bencana Semua bangunan runtuh. Bahkan jembatan-jembatan besar yang dibangun dengan baik meng- 1g – 2g
alami runtuh atau rusak berat. Hanya sedikit gedung yang masih selamat. Rel baja sangat ter-
bengkokkan dan bergeser dari tempatnya semula. Kabel dan pipa dalam tanah putus.
XII Bencana Besar Terjadi perubahan besar pada struktur tanah dasar. Sungai dan aliran-aliran air di dalam tanah > 2g
berubah arah arusnya. Terbentuk air terjun-air terjun baru. Danau-danau rusak pada tebing-
tebingnya. Aliran sungai berubah arah.

Catatan :
1 g = 1 x Perc. Gravitasi = 980,665 m/det2 ≈ 1000 cm/det2 = 1000 gal
Disamping MMI di atas, di dunia dikenal skala-skala intensitas yang lain, yaitu :
(a) RF ( = Rossi-Forel ),
(b) MSK ( = Medvedev-Sponheuer-Karnik ), dan
(c) JMA ( = Japan Meteorological Agency )

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 39
El Centro, 18 Mei 1941, Komponen : U-S

Materi - 1 DS & RG VC191419 Program S. Tr. TRPPBS Dep. TIS FV-ITS Dicky Imam Wahjudi 40