Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

KONSEP DASAR MANUSIA


MOBILISASI DAN IMOBILISASI

DISUSUN OLEH :

RINI SEPRIANTI
NPM : 201922079

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM
2019/2020

KATA PENGANTAR
Bissmillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur senantiasa penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
hanya atas rahmat, karunia serta ridho-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah konsep dasar manusia,
makalah ini berisi mengenai pembahasan tentang konsep mobilisasi dan imobilisasi..

Dalam menyusun makalah ini kami sebagai penyusun banyak sekali menghadapi
berbagai kendala, namun berkat Do’a, kerja keras serta bimbingan dari berbagai pihak,
penyusun akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati penyusun mengucapkan terimakasih kepada pihak yang
membantu menyelesaikan makalah ini.

Penyusun menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini,
penyusun mohon maaf atas segala kekurangan dan tidak lupa penyusun mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak.

DAFTAR ISI
COVER………………………………………………………………i

KATA PENGANTAR………………………………………………ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.......................................................................... 1

1.3 Tujuan ........................................................................................... 1

1.4 Manfaat Penulisan……………………………………………….. 2

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi........................................................................................... 3

2.2 prinsip mekanika tubuh................................................................... 6

2.3 gangguan mobilisasi.................................................. …………… 6

2.4 askep pasien imobilisasi...................................................................7

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

1.1 Kesimpulan....................................................................................... 9
1.2 Saran……………………………………………………………….10

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................11

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah,
teratur, mempunyait u j u a n m e m e n u h i k e b u t u h a n h i d u p s e h a t , d a n p e n t i n g u n t u k
k e m a n d i r i a n ( B a r b a r a K o z i e r, 1 9 9 5 ) . S ebaliknya keadaan imobilisasi adalah suatu
pembatasan gerak atau keterbatasan !isik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam
berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah satunya disebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan
gravitasi berkurang seperti saat duduk atau berbaring. Mobilisasi secara garis besar dibagi
menjadi 2, yaitu mobilisasi secara pasif dan mobilisasi secara aktif.
Mobilisasi secara pasi! Yaitu mobilisasi dimana pasien dalam menggerakkan tubuhnya
dengan cara dibantu dengan oranglain secara total atau keseluruhan. Mobilisasi aktif yaitu
dimana pasien dalam menggerakkan tubuh d i l a k u k a n s e c a r a m a n d i r i t a n p a b a n t u a n
d a r i o r a n g l a i n M o b i l i s a s i s e c a r a t a h a p d e m i t a h a p s a n g a t berguna untuk
membantu jalannya penyembuhan pasien.Secara psikologis mobilisasi akan memberikan
kepercayaan pada pasien bahwa dia mulai merasa sembuh. Perubahan
g e r a k a n d a n p o s i s i i n i h a r u s diterangkan pada pasien atau keluarga yang
menunggui pasien dan keluarga akan dapat mengetahui manfaat mobilisasi, sehingga akan
berpartisipasi dalam pelaksanaan mobilisasi
.
B.Tujuan
a . T u j u a n K h u s u s U ntuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kebutuhan Dasar
Manusia
b.Tujuan umum
 Untuk mengetahui hal yang berhubungan dengan kebutuhan aktivitas.
 Untuk mengetahui posisi tidur yang baik dan manfaatnya.
 Untuk mengetahui cara memindahkan pasien dari satu posisi ke posisi lain

B.Tinjauan teori

A.Pengertian
Mobilisasi Merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur
dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannnya.
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai
tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat, dan penting untuk kemandirian (Barbara Kozier, 1995).
1.Jenis Mobilisasi ,Jenis mobilisasi ada dua yaitu sebagai berikut:
a.Mobilisasi Penuh : Bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi soal
dan menjalankan peran sehari-hari.
b.Mobilisasi Sebagian : Bergerak dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak dengan bebas
karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik pada area tubuhnyaHal ini dapat
dijumpai pada kasus cedera atau patah tulang.Mobilisasi sebagian ini dibagi menjadi dua jenis yaitu
1)Mobilitas Sebagian Temporer yaitu merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan
batasan yang sifatnya sementara.Hal itu dapat disebabkan oleh trauma pada
muskuloskeletal,contohnya adanya dislokasi sendi dan tulang.
2).Mobilitas Sebagian Permanen yaitu merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan
batasan yang sifatnya menetap. Hal tersebut disebabkan rusaknya sistem syaraf yang reversibel,
contoh: hemiplegia akibat stroke, paraplegi karena cedera tulang belakang.
2.Faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi ,Mobilitas seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor ,diantaranya:
a.Gaya Hidup. Perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas seseorang
karena gaya hidup berdampak pada perilaku atau kebiasaan sehari-hari.
b.Proses Penyakit atau cedera. Proses penyakit dapat mempengaruhi kemampuan mobilitas karena
dapat mempengaruhi fungsi sistem tubuh. Sebagai contoh, orang yang menderita fraktur femur
akan mengalami keterbatasan pergerakan dalam ekstremitas bagian bawah.
3.Kebudayaan. Kemampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi kebudayaan.contoh,
orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh, memiliki kemampuan mobilitas yang kuat
sebaliknya ada orang yang mengalami gangguan mobilitas karena adat dan budaya tertentu
dilarang untuk beraktivitas.
4. Tingkat Energi. Energi adalah sumber untuk melakukan mobilitas. Agar seseorang dapat
melakukan mobilitas yang baik dibutuhkan energi yang cukup.
5. Usia dan Status Perkembangan. Terdapat perbedaan kemampuan mobilitas pada tingkat usia
yang berbeda.hal ini dikarenakan kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan
perkembangan usia.
B.Imobilitas
1.Pengertian Imobilitas
Keadaan dimana individu tidak dapat bergerak dengan bebas karena kondisi yang
mengganggu pergerakan(aktivitas).misalnya trauma tulang belakang ,cedera otak berat disertai
fraktur pada ekstremitas dan sebagainya.Imobilisasi merupakan pembatasan gerak atau keterbatasan
fisik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah
satunya disebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan gravitasi berkurang seperti saat duduk
atau berbaring (Susan J. Garrison, 2004).
2.Jenis Imobilitas,Ada beberapa jenis imobilitas yaitu sebagai berikut
a.Imobilitas Fisik,merupakan pembatasan pergerakan secara fisik dengan tujuan mencegah
terjadinya gangguan komplikasi pergerakan,contohnya pada pasien hemiplegi,dan fraktur.
b.Imobilitas Intelektual, merupakan keadaan ketika seseorang mengalami keterbatasan daya pikir,
seperti pada pasien yang mengalami kerusakan otak akibat suatu penyakit.
c.Imobilitas Emosional, merupakan keadaan ketika seseorang mengalamim pembatasan secara
emosional karena adanya perubahan secara tiba-tiba dalam menyesuaikan diri,sebagai contoh
keadaan stres berat dapat disebabkan karena adanya bedah amputasi ketika seseorang mengalami
kehilangan bagian anggota tubuh atau kehilangan sesuatu yang dicintai.
d.Imobilitas Sosial, keadaan individu yang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial karena
keadaan penyakitnya sehingga mempengaruhi perannya dalam kehidupan sosial.
3 .Perubahan Sistem Tubuh Akibat Imobilitas
Dampak dari imobilisasi dalam tubuh dapat mempengaruhi sistim tubuh ,seperti perubahan
padaa metabolisme tubuh,ketidakseimbangan cairan dan elektrolit,gangguan dalam kebutuhan
nutrisi,gangguan fungsi gastrointestinal,perubahan sistim pernapasan,perubahan
kardiovaskuler,perubahan sistem muskuloskeletal,perubahan kulit,perubahan eliminasi,dan
perubahan perilaku.
a. Perubahan Metabolisme
Perubahan Metabolisme imobilitas dapat mengakibatkan proses anabolisme menurun dan
katabolisme meningkat.keadaan ini dapat beresiko meningkatkan gangguan
metabolisme.Beberapa dampak perubahan metabolisme diantaranya adalah penurunan
kecepatan metabolisme dalam tubuh ( BMR ),kekurangan energi untuk perbaikan sel,dan
juga mempengaruhi gangguan oksigenasi sel.
b.Ketidakseimbangan Cairan Elektrolit ,Terjadinya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
sebagai dampak dari imobilisasi adalah menurunya persediaan protein men dan konsentrasi
prosein serum yang berkurang,juga berkurangnya perpindahan cairan dari intravaskuler ke
interstisial menyebabkan udema,sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
c.Gangguan Perubahan Zat Gizi,Terjadinya gangguan zat gizi disebabkan menurunya
pemasukan protein dan kaloridapat mengakibatkan pengubahan zat-zat makanan pada
tingkat sel menurun.
d. Gangguan Fungsi Gatrointestinal,Imobilitas dapat menurunkan hasil makanan yang
dicerna,sehingga penurunan jumlah masukan cukup dapat menyebabkan keluhan seperti
perut kembung, mual, dan nyeri lambung yang dapat menyebabkan gangguan eliminasi.
e.Perubahan Sistem Pernapasan,Imobilitas dapat menyebabkan terjadinya perubahan sistem
pernapasan.akibat imobilitas,kadar hemoglobin menurun ,sehingga menyebabkan aliran
oksigen dari alveoli ke jaringan menurun, sehinga mengakibatkan anemia.
e.Perubahan Kardiovaskuler ,Perubahan kardiovaskuler akibat imobilitas adalah hipotensi
ortostatik, kemampuan syaraf otonom yang menurun. Pada posisi tetap dan lama reflek
neovaskuler akan menurun menyebabkan vasokonstriksi, kemudian darah terkumpul pada
vena bagian bawah sehingga darah ke sistem sirkulasi pusat terhambat, sehingga jantung
akan meningkatkan kerjanya
f.Perubahan sistem Muskuloskeletal
1)Gangguan muskuler,yaitu menurunya massa otot sebagai dampak imobilisasi dapat
menurunkan kekuatan otot .
2) Gangguan skeletal,misal akan mudah terjadinya kontraktur sendi dan osteoporosis.
g.Perubahan sistem Integumen, yaitu terjadi penurunan elastisitas kulit karena penurunan
sirkulasi darah, terjadi iskemia serta nekrosis pada jaringan superficial dengan adanya luka
dekubitus sebagai akibat tekanan kulit yang kuat dan sirkulasi menurun ke jaringan.
h.Perubahan Eliminasi,yaitu misalnya penurunan jumlah urine yang mungkin disebabkan
oleh kurangnya asupan dan penurunan curah jantung sehingga aliran darah renal dan urine
berkurang.
i.Perubahan Perilaku, yaitu timbulnya rasa bermusuhan, bingung, cemas, emosional tinggi,
depresi, perubahan siklus tidur, menurunnya koping mekanisme, penurunan motifasi
belajar.terjadinya perubahan perilaku tersebut merupakan dampak dari imobilitas karena
dalam proses imobilitas seseorang akan mengalami perubahan peran,konsep diri,dan juga
kecemasan.

C. Asuhan Keperawatan Pada Masalah Mobilisasi Dan Imobilisasi


1. Pengkajian,Pengkajian pada masalah pemenuhan kebutuhan mobilitas dan imobilitas adalah
sebagai berikut:
a.Riwayat Keperawatan Sekarang, Pengkajian riwayat pasien meliputi alasan pasien yang
menyebabkan terjadi keluhan dalam mobilitas dan imobilitas, seperti adanya nyeri, kelemahan otot,
kelelahan, tingkat mobilitas dan imobilitas, daerah terganggunya, dan lama terjadinya gangguan
mobilitas.
b. Riwayat Keperawatan Dahulu ,Pengkajian Riwayat penyakit yang berhubungan dengan
pemenuhan kebutuhan imobilitas misal adanya riwayat penyakit sistem neurologis, riwayat
penyakit sistem kardiovaskuler,riwayat penyakit pernafasan dan juga riwayat penyakit
muskuloskeletal.
c. Kemampuan Fungsi Motorik ,Pengkajian fungsi motorik antara lain pada tangan kanan dan
kiri, kaki kanan dan kiri untuk menilai ada atau tidaknya kelemahan, kekuatan, atau spastis.
Mobilitas ,Pengkajian kemampuan mobilitas dilakukan dengan tujuan untuk menilai
kemampuan gerak untuk posisi miring, duduk, berdiri, bangun, dan berpindah tanpa
bantuan.
e. Kemampuan Rentang gerak ,Pengkajian rentang gerak yang dilakukan pada daerah seperti
bahu,siku,lengan,panggul,dan kaki.
f. Perubahan Intoleransi Aktifitas ,Pengkajian intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan
sistem pernapasan, antara lain suara napas,analisis gas darah,gerakan didnding
thorak,adanya mukus,batuk yang produktif diikuti panas,dan nyeri saat respirasi.Sedangkan
pengkajian berhubungan dengan sistem kardiovaskuler yaitu tanda vital,gangguan sirkulasi
perifer,adanya trombus,serta erubahan tanda vital setelah melakukan aktifitas.
g. Kekuatan otot dan gangguan koordinasi ,Dalam mengkaji kekuatan otot dapat ditentukan
kekuatan secara bilateral atau tidak.
h. Perubahan psikologis ,Pengkajian perubahan psikologis yang disebabkan oleh adanya
gangguan mobilitas dan imobilitas, antara lain perubahan perilaku, peningkatan emosi,
perubahan dalam mekanisme koping.

2.Diagnosa Keperawatan
a.Gangguan mobilitas fisik akibat trauma tulang belakang ,fraktur,dan keluhan lainya.
b.Gangguan penerunan curah jantung akibat imobilitas
c.Tidak efektifnya pola napas akibat menurunya ekspansi paru
d.Gangguan pertukaran gas akibat menurunya gerakan respirasi
e.Gangguan eliminasi akibat imobilitas
f.Retensi urin akibat gangguan mobilitas fisik
g.Inkontinensia urin akibat gangguan mobilitas fisik
h.Gangguan Interaksi sosial akibat imobilitas
i.Gangguan konsep diri akibat mobilitas
3.Perencanaan Keperawatan ,Perencanaan keperawatn ini dilakukan untuk tujuan sebaagai berikut:
a.Meningkatkan kekuatan,dan ketahanan otot,dan fleksibilitas sendi
b.meningkatkan fungsi kardiovaskuler
c.meningkatkan fungsi respirasi
d.Meningkatkan fungsi gastrointestinal
e.meningkatkan fungsi sistem perkemihan
f.Memperbaiki gangguan psikologis
4.Pelaksanaan tindakan keperawatan,Tindakan keperawatn yang dapat dilakukan adalah
pengaturan posisi tubuh sesuai kebutuhan pasien serta melakukan latihan ROM pasif dan aktif.
5.Evaluasi keperawatan,Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperwatan untuk mengatasi
gangguan mobilitas adalah sebagai berikut:
a.Peningkatan fungsi sistem tubuh
b.Peningkatan kekuatan dan ketahanan otot
c.Peningkatan fleksibelitas sendi
d.Peningkatan fungsi motorik,perasaan nyaman pada pasien,dan ekspresi pasien menunjukan
keceriaan.

C.Prinsip mekanika tubuh


1. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung kesehatan dan
mencegah kecacatan.
2. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk
mengankat, memindahkan dan mengubah posisi pasien.
3. Ketika merancanakan untuk memindahkan pasien, atur untuk bantuan yang
adekuat. Gunakan alat bantu mekanika jika bantuan tidak mencukupi.
4. Jaga punggung, leher, pelvis dan kaki lurus. Cegah terpelintir.
5. Fleksikan lutut : buat kaki tetap lebar.
6. Dekatkan tubuh tenaga kesehatan dengan pasien (objek yang akan diangkat).
7. Gunakan lengan dan tungkai bukan pungggung.
8. Tarik pasien kearah penariknya menggunakan seprai yang dapat ditarik.
9. Rapatkan otot abdomen dan gluteal untuk persiapan bergerak.
10. Seseorang dengan beban yang sangat berat diangkat bersama, dengan dipimpin
seorang dengan menghitung sampai tiga.

Mekanika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat
kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung
kesehatan dan mencegah kecacatan. Adapun prinsip yang digunakan dalam body
mekanik adalah:
1. Gravitasi
Merupakan prinsip utama yang harus diperhatikan dalam melakukan mekanika
tubuh dengan benar, yaitu memandang gravitasi sebagai sumbu dalam pergerakan
tubuh. Terdapat 3 faktor yang perlu diperhatikan dalam gravitasi,yaitu:
• Pusat gravitasi (center of gravitasi), titik yang berada dipertengahan tubuh
• Garis gravitasi (line of gravitasi), merupakan garis imaginer ventrikel melalui pusat
gravitasi.
• Dasar tumpuan (base of suport) merupakan dasar tempat seseorang dalam
keadaan istirahat untuk menopang atau menahan tubuh.
2. Keseimbangan ,Keseimbangan dalam penggunaan mekanika tubuh dicapai dengan cara
mempertahankan posisi garis gravitasi diantara pusat gravitasi dan dasar tumpuan.
3. Berat ,Dalam menggunkan mekanika tubuh yang sangat diperhatikan adalah berat atau
bobot benda yang akan diangkat karena berat benda akan mempengaruhi mekanika tubuh.
Beberapa gerakan dasar yang harus dipertahankan:
a.Gerakan (ambulating),Yaitu gerakan yang benar-benar dapat membantu dalam
mempertahankan keseimbangan tubuh.contoh orang berdiri dan orang berjalan.
b.Menahan (squating),Yaitu mempertahankan posisi dalam posisi tertentu.contoh orang
duduk dan orang jogkok.
c.Menarik (pulling),Yaitu menarik yang benar-benar akan memudahkan dalam
memindahkan benda. contoh:
1. Letak pasien berada di depan kita(perawat)
2. Posisi kaki dan tubuh saat menarik
3. Mengangkat (lifting),gunakan otot besar dari kulit ,contohnya mengangkat benda berat.
4. Memutar (pivoting),Yaitu memutar posisi tubuh ,contoh dari posisi kanan atau posisi
kiri atau sebaliknya.
BAB III PENUTUP
AKesimpulan
Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur,
mempunyait u j u a n memenuhi kebutuhan hidup sehat, dan penting untuk
kemandirian (Barbara K o z i e r, 1 9 9 5 ) . Sebaliknya keadaan imobilisasi adalah suatu
pembatasan gerak atau keterbatasan fisik dari anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam
berputar, duduk dan berjalan, hal ini salah satunya disebabkan oleh berada pada posisi
tetap dengan gravitasi berkurang seperti saat duduk atau berbaring (susan J garrison, 2004).
B . S a r a n
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi
p o k o k b a h a s a n d a l a m makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dankurangnya rujukan atau re ferensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran
yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dalam penulisan makalah di
kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca
pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. 2008. Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba
Medika
Alimul ,Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.
Potter and perry volume 2. 2006. Fundamental of Nursing . Jakarta : EGC