Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PENGAJARAN PROYEK

MATA KULIAH LANDASAN ILMU PENDIDIKAN

Disusun oleh

Kelompok 8 Pendidikan Matematika A

1. Ayu Nur Prajanti


2. Maskanur Rezky
3. Nurul Abidah
4. Villa Yane Onira

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2015

1 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 4
1.4 Manfaat 4

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Pengajaran Proyek 5


2.2 Tujuan Pengajaran Proyek 5
2.3 Perencanaan Metode Pengajaran Proyek 5
2.4 Pendekatan dalam Metode Pengajaran Proyek 6
2.5 Langkah – Langkah Pokok Pengajaran Proyek 7
2.6 Bentuk – bentuk Pengajaran Proyek 7
2.7 Contoh Penerapan Pengajaran Proyek 8
2.8 Kelebihan dan Kekurangan Pengajaran Proyek 9

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 12

2 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan merupakan suatu usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan
kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Suatu hal yang perlu
mendapat perhatian bahwa prestasi belajar siswa bukan hanya ditentukan oleh program di
sekolah, tetapi ditentukan pula oleh kegiatan belajar di luar sekolah atau di rumah. Pembelajaran,
menurut Usman ( 2000 : 4 ) “ … proses pembelajaran merupakan suatu proses yang
mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang
berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.”.
Proses pembelajaran merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat
dalam pembelajaran yang satu sama lain saling berhubungan dalam sebuah rangkaian untuk
mencapai tujuan. Menurut Sudjana ( 1989 : 30 ) yang termasuk dalam komponen pembelajaran
adalah “tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian “Metode mengajar yang digunakan guru
hampir tidak ada yang sisa-sia, karena metode tersebut mendatangkan hasil dalam waktu dekat
atau dalam waktu yang relatif lama.
Dalam proses pembelajaran yang diterapkan saat ini kebanyakan masih belum
menunjukkan hasil yang memuaskan, upaya guru ke arah peningkatan kualitas proses belajar
mengajar belum optimal, metode, pendekatan, dan evaluasi yang dikuasai guru belum beranjak
dari pola tradisional, dan hal ini berdampak negatif terhadap daya serap siswa yang ternyata
masih tetap lemah. Disamping itu, masih ada kenyataan yang menunjukkan bahwa pendidikan
kita dewasa ini lebih memaksakan kepada peserta didik, dan lebih melaksanakan informasi
tekstual dari pada mengembangkan kemampuan membudayakan belajar dan membangun
individu belajar. Hal ini menunjukkan bahwa guru merupakan pengendali dari aktivitas siswa
dalam belajarnya. Cara seperti ini, akan menghambat kreativitas siswa dalam melakukan
kegiatan, matematika misalnya, sehingga kegiatan pembelajaran dan evaluasi menjadi kurang
efektif, kurang efisien, kurang menantang, dan kurang dapat membangkitkan motivasi belajar
siswa. Untuk itu seorang guru harus menerapkan berbagai macam metode, strategi, maupun
model-model pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Salah satu metode
mengajar yang dapat digunakan adalah metode proyek.Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan yang semakin maju,dunia pendidikan dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan
tersebut.
Banyak ilmuwan yang telah meneliti berbagai metode dan model pembelajaran baru yang
diharapkan bisa mengikuti perkembangan ilmu pendidikan.Salah satu model pembelajaran yang
akhir-akhir ini banyak digunakan didunia pendidikan adalah model pembelajaran berbasis
proyek. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi yang besar untuk membuatkegatan
belajar yang lebih menarik untuk peserta didik, sehingga peserta didik terdorong lebih aktif dan
kreatif dalam belajar.

3 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud mengajaran proyek ?
1.2.2 Apa langkah – langkah atau hal yang dipersiapkan untuk melakukan pengajaran
proyek ?
1.2.3 Apa kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan pengajaran proyek ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui pengertian dari pengajaran proyek
1.3.2 Memahami langkah – langkah dalam pengajaran proyek
1.3.3 Mengetahui kelebihan dan kelemahan pengajaran proyek

1.4 Manfaat Makalah


1.4.1 Membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pembelajaran metode proyek.
1.4.2 Memberikan inovasi-inovasi agar tercipta proses pembelajaran yang kreatif dan efektif.

4 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Pengajaran Proyek


Istilah proyek diambil dari manual arts (pekerjaan tangan), dimana siswa harus
menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu yang disebut proyek. Yang pokok dalam metode
proyek ialah “the active purpose of the learner”. Siswa itu sendiri harus menerima
proyek itu dan melaksanakannya. Kalau siswa sedang membuat jembatan atas perintah
guru, itu bukan suatu proyek. Sebaliknya jika siswa membaca buku didorong oleh
keinginan mencari atau memahami sesuatu, itu termasuk proyek.
Menurut Ahmadi dan Prasetya (1997: 70) mengemukakan bahwa metode proyek
(unit) adalah suatu metode mengajar dimana bahan pelajaran diorganisasikan sedemikian
rupa sehingga merupakan suatu keseluruhan atau kesatuan bulat yang bermakna dan
mengandung suatu pokok masalah.
Sedangkan menurut Roestiyah (1994: 81) metode proyek berarti rencana, suatu
problem atau kesulitan, dan bentuk pengajaran dimana murid mengelola sendiri.
Menurut J. Mursell (Sugimal, 2006: 13) metode proyek mempunyai empat aspek dalam
pelaksanaannya:
1. Menentukan tujuan.
2. Merencanakan.
3. Melaksanakan.
4. Menilai.
Keempat aspek itu terdapat dalam kegiatan siswa guna mencapai tujuannya. Siswa dapat
memilih proyek sebagai bagian dari persyaratan-persyaratan atau sebagai pekerjaan
pengayaan dalam suatu pelajaran. Penugasan (proyek) merupakan tugas yang
menyenangkan sekaligus menantang, karena dalam melaksanakan proyek tersebut siswa
perlu menuangkan segala kemampuan yang dimilikinya serta pengalaman belajar yang
dapat menunjang pelaksanaan proyek tersebut. Dengan mengerjakan proyek,
pengetahuan siswa akan meningkat. Selain itu, kreativitas siswa akan berkembang.
Dalam melaksanakan proyek siswa secara berkelompok dan bekerjasama dengan rekan
sekelompoknya. Dengan demikian, hubungan sosial dan rasa solidaritas dengan sesama
siswa dapat terlatih. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode proyek akan
menghasilkan suatu hasil proyek yang dapat diamati secara langsung (nyata).
Siswa akan melaporkan penemuannya dengan tertulis, lisan atau dalam beberapa
bentuk penyajian lain di depan kelas, kelompok belajar atau guru. Metode ini
memberikan kesempatan kepada siswa untuk sangat kreatif, selain itu, dengan
mempresentasikan laporan hasil proyek, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik
dalam berkomunikasi.

5 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


2.2 Tujuan Pengajaran Proyek
Tujuan dari pembelajaran berbasis proyek yaitu mengaktifkan anak didik dalam
kegiatan belajar mengajar serta membiasakan anak untuk berinteraksi kepada lingkungan.
Pengajaran proyek sangat memberikan kesempatan pada anak untuk mau bekerja dan
secara produktif menemukan berbagi pengetahuan. Guru hanya mengamati dan
memantau jalannya kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

2.3 Perencanaan Metode Pengajaran Proyek


Dalam perencanaan metode proyek terdapat tiga hal yang perlu dipertimbangkan :
- Kemampuan Pengelolaan
Jika siswa diberikan kebebasan yang luas, mereka akan mendapatkan kesulitan dalam
memilih topik yang tepat. Mereka mungkin memilih topik yang terlalu luas sehingga
sedikit informasi yang dapat ditemukan. Mereka mungkin juga kurang tepat untuk
memperkirakan waktu pengumpulan data dan penulisan laporan.
- Relevansi
Guru harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pada
pembelajaran agar proyek dijadikan sebagai sumber bukti.
- Keaslian
Guru perlu mempertimbangkan seberapa besar petunjuk atau dukungan yang telah
diberikan pada siswa.

2.4 Pendekatan dalam Metode Pengajaran Proyek


Ada beberapa pendekatan dalam mencapai pembelajaran berbasis proyek, antara lain
1. Pendekatan Konstruktivisme
Pendekatan pembelajaran proyek ini didukung oleh teori belajar konstruktivisme.
Teori belajar ini berdasarkan pada ide bahwa anak didik dapat membangun
pengetahuannya sendiri dalam konteks pengalaman. Pendekatan pembelajaran proyek
ini dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan penciptaan lingkungan belajar
yang dapat mendorong anak membangun pengetahuan dan keterampilan secara
personal. Mereka akan memahami bahan kajian dengan menggunakan bahasa mereka
sendiri berdasarkan apa yang mereka lihat, temukan, dan alami.
2. Pendekatan Inkuiri
Pendekatan yang melibatkan keterampilan pemperolehan berbagai konsep
pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan nilai-nilai yang dilakukannya sendiri
melalui sejumlah proses, seperti mengamati, mencari, dan menemukan.
3. Pendekatan Children Centre
Pendekatan pembelajaran proyek ini beranggapan bahwa pusat kegiatan pembelajaran
bertitik tolak pada aktivitas anak. Anak didik memiliki kemampuan sendiri melalui
berbagai aktivitas dalam mencari, menemukan, menyimpulkan serta

6 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


mengkomunikasikan sendiri berbagai pengetahuan, keterampilan, srta nilai-nilai yang
telah diperolehnya.

2.5 Langkah-langkah Pokok Pengajaran Proyek


Pada dasarnya ada 3 langkah pokok, yaitu persiapan, kegiatan belajar, dan pameran
1. Persiapan
Termasuk dalam langkah ini ialah penetapan masalah yang akan dibahas. Dalam
langkah ini guru merangsang anak-anak agar mereka dapat memikirkan, mengusulkan
dan mendiskusikan apa yang perlu mereka pelajari. Setelah masalah itu ditetapkan
persiapan-persiapan lebih lanjut dilakukan, seperti menetapkan jenis-jenis kegiatan
yang akan dilakukan, siapa-siapa yang akan melakukan kegiatan itu masing-masing,
peralatan yang di perlukan, jedwal kegiatan. Persiapan ini perlu disusun dalam bentuk
rencana yang nyata, lengkap, dan jelas sangkut paut kegiatan yang satu dengan yang
lainnya. Dalam menyusun persiapan ini perlu di praktekkan metode ilmiah berupa
penyusunan hipotesis dan pengajuan alternatif terdahulu
2. Kegiatan Belajar
Kegiatan ini pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah disiapkan
terdahulu itu. Kegiatan dapat diawali dengan perjalanan sekolah, karyawisata,
peninjauan, atau pengamatan suatu objek, membaca buku, majalah dan membuat
catatan tentang apa yang diamati atau di baca itu. Berdasarkan hasil kegiatan seperti
diskusi, membuat karangan, menyusun model, menjawab pertanyaan, menyusun
diagram, membuat laporan dan sebagainya. Kegiatan belajar ini pada dasarnya
merupakan usaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau hipotesis-
hipotesis yang telah dikemukakan terdahulu
3. Penilaian
Bentuk penilaian yang sering dilakukan ialah dengan mengadakan pameran. Semua
hasil kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di pamerkan. Seluruh warga kelas
memperhatikan apa yang di pamerkan itu, memberikan tanggapan, kritik, menambah
hal-hal yang dirasa masih kurang, dan sebagainya. Pada akhir kegiatan suatu proyek,
anak-anak diminta membuat catatan pada buku proyeknya masing-masing. Buku
proyek ini sifatnya perorangan sehingga bentuk dan isi buku proyek anak satu dapat
berbeda dengan anak yang lain.

2.6 Bentuk-Bentuk Pengajaran Proyek


2.6.1 Proyek Total
Bentuk ini menghendaki setiap bidang studi (pengembangan) melebur
menjadi satu menunjukan keterkaitan dengan bidang studi lain membentuk
satu kesatuan yang utuh.

7 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


2.6.2 Proyek Parsial
Bentuk pengajaran proyek kedua adalah pengajaran proyek parsial
(bagian). Dalam bentuk ini terdapat penggabungan antara bidang studi
(pengembangan) yang berdiri sendiri dengan bidang studi yang saling
berhubungan. Bidang studi yang berdiri sendiri diberikan dengan model
pengajaran yang lama (biasa) sedangkan bidang studi yang saling berkaitan
diberikan dalam bentuk proyek.
2.6.3 Proyek Okasional
Bentuk proyek seperti ini hanya dilaksanakan pada saat-saat tertentu saja
yang memungkinkan dilaksanakan pengajaran proyek , baik secara total maupun
parsial. Proyek okasional dapat dilaksanakan sebagai salah satu bentu alternatif
untuk menanggulangi kejenuhan anak dalam mengikuti model pengajaran pada
sekolah lama. Proyek ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu sebulan sekali,
pertengahan semester, atau satu semester sekali.

Dalam mendesain pengajaran proyek, tentukan secara jelas terlebih dahulu tema
atau pokok masalah yang akan menjadi pusat minat bagi anak. Dengan didasarkan pada
minat anak, diharapkan anak mempunyai motivasi serta keingintahuan yang besar
terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Berdasarkan tema atau pokok masalah
inilah dalam bidang-bidang studi dikaitkan sama lainnya. Penentuan pusat minat anak itu
hendaknya didasarkan pada :
1. Adanya ketertarikan anak pada tema atau pokok masalah yang ditentukan.
2. Tema atau pokok masalah hendaknya didasarkan pada perkembangan anak.
3. Tema atau pokok masalah hendaknya ditentukan berdasarkan keadaan lingkungan
yang disekitar anak.
4. Tema atau pokok masalah dapat juga ditetapkan berdasarkan isi masing-masing mata
pelajaran.

2.7 Contoh Penerapan Metode Proyek


Berdasarkan langkah-langkah penerapan metode proyek yang telah dipaparkan
diatas, penulis membuat suatu program pembelajaran yaitu tentang Pemanfaatan Biogas,
cara pengelolaannya dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah
penerapan program pembelajaran tersebut dapat dijelaskan dibawah ini, yaitu :
a) Penyelidikan dan observasi.
Awalnya guru memancing minat peserta didik dengan bertanya. Pertanyaan yang
diajukan harus berkaitan dengan materi pembelajaraan yang akan disampaikan. Sebagai
contoh, guru bertanya : “Apakah ada yang mengetahui apa itu biogas?” Setelah itu,
peserta didik diberi tugas untuk meneliti hal tersebut dengan cara terjun langsung ke
masyarakat.

8 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


b) Penyajian bahan baru.
Guru atau narasumber menjelaskan tentang pemanfaatan biogas, cara pengelolaannya dan
dampaknya secara garis besarnya saja.
c) Pengumpulan keterangan.
Peserta didik berusaha mencari keterangan dan mengumpulkan bahan yang berkaitan
dengan pemanfaatan biogas. Seperti mencari tentang pengertian biogas, manfaat biogas,
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
d) Mengorganisasikan data.
Setelah peserta didik mendapatkan informasi dari berbagai sumber, baik dari fakta-fakta
maupun dari media, peserta didik menggolongkan data-data tersebut untuk menarik
sebuah kesimpulan dan membuat sebuah laporan kegiatan.
e) Mengungkapkan data.
Pada tahap terakhir ini, peserta didik berdiskusi yang dimoderatori oleh guru tentang
makalah pemanfaatan biogas yang telah disusun berdasarkan hasil observasi tersebut.
 Guru dapat melakukan penilaian terhadap :
a) Keaktifan saat berbicara dengan narasumber.
b) Makalah yang dibuat.
c) Keaktifan dalam diskusi.

2.8 Kelebihan dan Kekurangan Metode Proyek


1. Kelebihan :
 Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan
menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam
kehidupan.
 Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis
dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
 Pengetahuan yang diperoleh fungsional.
 Anak-anak belajar bersungguh-sungguh dalam bekerja bersama.
 Anak-anak bertanggung jawab penuh pada pekerjaannya

2. Kekurangan :
 Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun
horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
 Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan
memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum siap untuk
ini.
 Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup
fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.

9 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


 Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit
yang dibahas.

10 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Metode Proyek ini cocok bagi pengembangan peserta didik terutama dimensi kognitif,
sosial, motorik, kreatif dan emosional. Oleh karena itu, metode proyek merupakan salah satu
bentuk kegiatan dalam pemecahan masalah bersama yang mempunyai nilai praktis yang
sangat penting bagi pengembangan pribadi anak, serta mengembangkan ketrampilan
menjalani kehidupan sehari-hari.
Pada pembelajaran proyek, peserta didik dilibatkan dalam memilih topik-topik
pembelajaran yang menarik perhatian dan ingin diketahui lebih dalam dapat dilakukan secara
individu maupun kelompok. Pendekatan proyek bahwa pembahasan mendalam tentang topik
tertentu yang dipilih anak dapat dilakukan oleh satu orang anak atau lebih.

3.2 Saran
Dalam menyusun makalh tentang Pengajaran Proyek ini, tentunya masih jauh dari
sempurna. Maka kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca makalah ini agar
kedepannya dapat kami kembangkan lebih baik lagi.

11 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8


DAFTAR PUSTAKA

- http://dianhardiantii.blogspot.co.id/2014/12/makalah-metode-proyek-aud.html
- http://hudaita.blogspot.com/2009/04/peningkatan-mutu-pembelajaran-dengan.html (di akses
tanggal 20 april 2011) (Oleh: Akhmad Huda, S.Pd) ( Guru MTs Ma'arif Sunan Giri Prigen
Kab. Pasuruan)
- Meilani, Sri Martini. 2009. PIP. Jakarta: UNJ
- http://panduanguru.com/jenis-metode-pembelajaran-metode-proyek/

12 LIP PENGAJARAN PROYEK KELOMPOK 8