Anda di halaman 1dari 4

Sejarah dan Perkembangan Baby Incubator

Adamas bagas susanto


P22040118002
Sejarah dan perkembangan Baby Incubator
Baby Incubator adalah suatu alat yang digunakan untuk menghangatkan bayi yang baru
lahir dan sering digunakan pada bayi yang lahir secara prematur. Baby Incubator ini juga
berfungsi menjaga kehangatan, kelembaban tubuh bayi serta dapat mencegah terjadinya infeksi
pernapasan pada bayi dan untuk mengisolasi bayi yang baru lahir terutama bayi yang lahir secara
premature. Dengan kondisi tersebut diperlukan pengamatan atau monitoring terhadap bayi yang
berada di baby incubator. Pembuatan baby incubator dengan sistem monitoring sentral ini
digunakan untuk pemantauan kondisi lingkungan yang terdapat di ruang incubator. Baby
Incubator ini terdiri dari rangkaian arduino nano, rangkaian pengendali heater dan wireless serial
dengan modul kyl 1020. Prinsip kerja pemanasan menggunakan heater, yang dapat dikendalikan
sudut penyalaan dari heater tersebut. Pembuatan aplikasi monitoring suhu menggunakan
Microsoft Visual Studio. Hasil pengamatan disimpan pada database menggunakan microsoft
acces. Dari hasil percobaan yang dilakukan, jarak yang dapat dicapai untuk pengiriman data
dalam kondisi line of sight (LOS) adalah 0-220m sedangkan untuk Non-Line of sight (NLOS) adalah
180m. Pengujian suhu ruang baby incubator menggunakan termometer sebagai perbandingan
dengan nilai suhu yang dibaca pada alat. Dari pengukuran diperoleh tingkat perbedaan 0% pada
suhu 30⁰C dan 2,8% pada suhu 37⁰C. (Utomo et al., 2018)

Tahun 1888 menjadi tahun bersejarah bagi kehidupan bayi prematur. Terobosan
teknologi di bidang medis menemukan sebuah piranti yang diberi nama “tempat menetas”.
Pemberian nama ini didasarkan pada mekanismenya yang mirip dengan tempat penetasan telur
ayam. Alat yang kemudian dikenal sebagai "inkubator" tersebut dirancang oleh Allan M Thomas
dan William C Deming.

Edith Elanor Mclean adalah bayi prematur seberat 1 kg yang pertama kali menggunakan
piranti tersebut di State Emigrant Hospital, Ward Island, New York pada Tanggal 7 september
1888. Pada awal kemunculannya, inkubator sangat mengundang keingintahuan publik. Selain itu,
belum tersedianya bansal bagi pasien neonatal di rumah sakit menjadikan alasan dibukanya
pameran inkubator bayi di Coney Island pada tahun 1904. Terdapat 14 inkubator dengan bayi
prematur di dalamnya dipamerkan. Bayi-bayi tersebut adalah bayi prematur dari panti asuhan
atau keluarga miskin, yang dibiayai oleh tiket masuk pengunjung pameran. Pengunjung
diharuskan membayar $0,25 untuk melihat inkubator dengan bayi di dalamnya tersebut.
Inkubator diletakan sepanjang lorong terbuka dengan pagar pembatas untuk menjaga paparan
dengan pengunjung. Dan siapa yang menyangka, bahwa inkubator telah menyelamatkan banyak
nyawa. (Jual Alat Kesehatan | E Katalog Alat Kesehatan | PT. Medtek, n.d.)
Mengulik sedikit sejarah pada baby incubator didunia medis,awal penggunaan baby
incubator ini adalah pada tahun 1891 yang ditemukan oleh Dr. Alexander Lyon, pada tahun 1907
– Pierre Constant Budin merilis penelitian mengenai pengaruh temperature tubuh terhadap
mortalitas bayi. Pada tahun 1932 inkubator bayi mulai mendapatkan pengembangan dengan
memodifikasi dengan penambahan oksigen oleh Julius Hess. Blackfan dan yaglaw berpendapat
bahwa bayi yang baru lahir dapat bertahan pada lingkungan dengan kelembaban yang sesuai
dengan kondisi tubuhnya. Hal inilah merupakan langkah awal yang kemudian menjadi dasar
pengembangan incubator dalam bantu kehidupan bayi yang baru lahir. (Inkubator Bayi
Mendukung Kelangsungan Hidup Bayi | Medicalogy, n.d.)

Menurut laporan World Health Organization (WHO) pada 2012 berjudul Born Too Soon, The
Global Action Report on Preterm Birth, secara global ada 15 juta bayi lahir prematur pada 2010
dari jumlah kelahiran 135 juta kelahiran atau 11,1 persen. Seorang bayi dapat dikategorikan
sebagai bayi prematur atau neonatus kurang bulan (NKB) ketika lahir sebelum usia kehamilan
mencapai 37 minggu. Sedangkan bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat kurang
dari 2.500 gram. Seorang bayi yang lahir dalam keadaan prematur punya risiko tinggi pada
kematian.

Tercatat lebih dari satu juta bayi meninggal karena komplikasi akibat lahir prematur. Bayi yang
hidup selamat pun banyak yang mengalami gangguan kognitif, penglihatan, dan pendengaran
karena tak ditangani dengan tepat. Kelahiran bayi prematur di negara yang berpenghasilan
rendah rata-rata sebanyak 11,8 persen. Lalu negara berpenghasilan menengah ke bawah 11,3
persen, negara berpenghasilan menengah 9,4 persen dan negara berpenghasilan tinggi hanya 9,3
persen dari setiap kelahiran. Dari laporan tersebut diketahui, Indonesia menempati peringkat
kelima negara untuk bayi prematur terbanyak di dunia, yakni 675.700 bayi. Peringkat pertama
diduduki India dengan jumlah 3,5 juta bayi, Lalu Tiongkok dengan 1,2 juta bayi, Nigeria 773.600
bayi, dan Pakistan sejumlah 748.100 bayi.

Sementara, menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat 10,2 persen BBLR lahir pada tahun
itu. Kecendrungan BLBR pada anak umur 0-59 bulan tertinggi dipegang provinsi Sulawesi Tengah
16,9 persen dan terendah di Sumatera Utara sebanyak 7,2 persen. Persentase BLBR pada bayi
perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki yakni 11,2 persen berbanding 9,2 persen. Sedangkan,
menurut jenis pekerjaan, persentase BBLR tertinggi pada anak balita dengan kepala rumah
tangga atau orang tua yang tidak bekerja paling tinggi sebesar 11,6 persen, persentase terendah
pada kelompok pekerjaan pegawai 8,3 persen. Terakhir, tercermin persentase BBLR di perdesaan
lebih tinggi daripada di perkotaan yakni 11,2 persen berbanding 9,4 persen. (Inkubator
Kehidupan untuk Para Bayi Prematur - Tirto.ID, n.d.)
DAFTAR PUSTAKA

Inkubator Bayi Mendukung Kelangsungan Hidup Bayi | Medicalogy. (n.d.). Retrieved February
17, 2020, from https://www.medicalogy.com/blog/inkubator-bayi-mendukung-
kelangsungan-hidup-bayi/
Inkubator Kehidupan untuk Para Bayi Prematur - Tirto.ID. (n.d.). Retrieved February 18, 2020,
from https://tirto.id/inkubator-kehidupan-untuk-para-bayi-prematur-cnkk
Jual Alat Kesehatan | E Katalog Alat Kesehatan | PT. Medtek. (n.d.). Retrieved February 18,
2020, from https://www.ptmedtek.com/news/sejarah_inkubator.html
Utomo, A. S., Satrya, A. B., & Tapparan, Y. (2018). MONITORING BABY INCUBATOR SENTRAL
DENGAN KOMUNIKASI WIRELESS. Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro Dan Ilmu
Komputer. https://doi.org/10.24176/simet.v9i1.2081