Anda di halaman 1dari 7

Panduan Pelaksanaan Pendampingan Literasi

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL


Disusun sebagai bagian dari pengabdian masyarakat “Kemitraan Mahasiswa dan Masyarakat Dalam
Upaya Meningkatan Literasi Terhadap Jaminan Kesehatan Nasional”

Disusun oleh:
Nuzulul Kusuma Putri, S.KM., M.Kes.
Dr. Ernawaty, drg., M.Kes.
Diansanto Prayoga, S.KM., M.Kes.
Syifa’ul Lailiyah, S.KM., M.Kes.

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019
Daftar Isi

Daftar Isi .......................................................................................................................................... 2


Daftar Tabel..................................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN............................................................................................................................. 3
Latar Belakang ............................................................................................................................ 3
Tujuan .......................................................................................................................................... 3
Sasaran ....................................................................................................................................... 3
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN ............................................................................................. 4
Persiapan Pra Penerjunan ......................................................................................................... 4
Pelaksanaan Pendampingan ..................................................................................................... 4
PEMANTAUAN KINERJA PENDAMPINGAN .............................................................................. 5
JADWAL DAN LOKASI PENDAMPINGAN .................................................................................. 6
PENUTUP ....................................................................................................................................... 7

Daftar Tabel

Tabel 1 Sasaran pendampingan .............................................................................................. 3


Tabel 2 Jadwal dan lokasi pendampingan .............................................................................. 6

Daftar Gambar
Gambar 1 Indikator kinerja pendampingan .................................................................................. 5
PENDAHULUAN
Be the change you wish to see in the world. - Mahatma Gandhi

Latar Belakang
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014 dan
menandai berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN membawa perubahan massif dalam pengelolaan
pelayanan kesehatan di Indonesia. Pemerintah menargetkan bahwa melalui JKN, Indonesia akan mencapai
Universal Health Coverage pada akhir 2019. Hingga Februari 2019, BPJS Kesehatan telah mengklaim bahwa
217.549.455 penduduk Indonesia telah terdaftar dalam JKN. Namun sebagai kabupaten dengan luas wilayah
terluas di Pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi baru berhasil mendaftarkan 52,01% penduduknya pada JKN.
Sebagai upaya meningkatkan kepesertaan masyarakat Banyuwangi dalam JKN, Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi merilis program Gerakan Desa Urun
Bareng JKN (Gandrung JKN) pada September 2017. Program ini memberikan masyarakat memudahkan
pelayanan pendaftaran masyarakat sekaligus memberikan kesempatan bagi perangkat desa meningkatkan
cakupan kepesertaan di desanya. Selain sebagai upaya untuk meningkatkan kepesertaan, program Gandrung
JKN juga bertujuan untuk mengurangi antrian di Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Gandrung JKN pada Smart
Kampung (desa dengan konektivitas internet) memberikan kemudahan bagi masyarakat di Kabupaten
Banyuwangi untuk melakukan pendaftaran di Kantor Desa atau Kecamatan sehingga tidak perlu datang ke Kantor
BPJS Kesehatan.
Hingga Desember 2018, BPJS Kesehatan telah menerima registrasi peserta Peserta Bukan Penerima Upah
(PBPU) sejumlah 4.909 jiwa melalui Gandrung JKN. Namun sayangnya jumlah ini fluktuatif setiap bulannya dan
cenderung stagnan pada beberapa kecamatan termasuk pada Kecamatan Licin. Kecamatan Licin dihuni oleh
29.347 penduduk yang tinggal di 8 kecamatan. Walaupun kecamatan ini tidak berada di daerah perifer Kabupaten
Banyuwangi, BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi memprioritaskan peningkatan kepesertaannya. Penduduk
Kecamatan Licin juga belum banyak yang menggunakan program Gandrung JKN dalam melakukan registrasi
kepesertaan.
Pada pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh tim pada tahun 2014, tim menemukan bahwa
mayoritas mahasiswa masih memilik pengetahuan yang rendah tentang JKN. Sebagai calon Sarjana Kesehatan
Masyarakat, mahasiswa perlu memahami bagaimana sistem JKN dan apa kendala yang dihadapi oleh BPJS
Kesehatan dalam mengelola sistem ini. Kecamatan Licin merupakan daerah binaan dari PSDKU Banyuwangi.
Maka sudah seharusnya peran mahasiswa dapat dioptimalkan dalam membantu tercapainya tujuan JKN.

Tujuan
Pendampingan yang akan dilakukan pada pengabdian masyarakat ini disusun untuk meningkatan literasi dan
partisipasi mahasiswa dan masyarakat umum dalam Jaminan Kesehatan Nasional.

Sasaran
Pendampingan ini memiliki dua kelompok sasaran yang dijelaskan pada Tabel 1.

Tabel 1 Sasaran pendampingan

Peran Sasaran Aktivitas untuk sasaran

1. Pelatihan mahasiswa dan kader


Pendamping Mahasiswa 2. Mendampingi masyarakat untuk dapat mendaftarkan diri dalam JKN

Keluarga di 1. Sosialisasi oleh BPJS Kesehatan


Kecamatan Licin 2. Didampi oleh mahasiswa untuk membantu masyarakat mendaftar
Masyarakat
Kabupaten dalam JKN
Banyuwangi

Setiap kegiatan dalam pendampingan ini dilakukan dengan melibatkan Puskesmas, perangkat desa, serta
BPJS Kesehatan.
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN
Alone we can do so little; together we can do so much. – Helen Keller

Persiapan Pra Penerjunan


Dalam kegiatan persiapan pra penerjunan, aktivitas mahasiswa adalah:
1. Mendapatkan pembekalan dari BPJS Kesehatan yang berisi:
a. Materi tentang Jaminan Kesehatan Nasional (mahasiswa sekaligus akan mengisi pre dan post-test)
b. Daftar nama masyarakat yang belum terdaftar pada Jaminan Kesehatan Nasional (tentatif sesuai
keberadaan data di BPJS Kesehatan & desa)
2. Menyelenggarakan pertemuan dengan bidan Poskesdes dan perangkat desa untuk:
a. Konfirmasi daftar nama masyarakat yang belum terdaftar pada Jaminan Kesehatan Nasional
b. Mendiskusikan teknis pendampingan meliputi: pendataan sasaran, penetapan jumlah masyarakat
yang harus didampingi, tata cara pendaftaran ke JKN untuk masyarakat yang sudah didampingi
c. Mendata aktivitas masyarakat yang akan dilakukan sebulan ke-depan (mahasiswa dapat
menggunakan aktivitas ini untuk sekaligus memberikan one-to-many socialization)
3. Merencanakan dan menyiapkan sosialisasi dari BPJS Kesehatan pada masyarakat (peserta, tempat dan
peralatan/perlengkapan, dll). Jadwal sosialiasi dilaksanakan setelah kegiatan persiapan pra penerjunan
selesai dan disepakati oleh BPJS Kesehatan.

Pelaksanaan Pendampingan
Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa kepada keluarga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Satu
mahasiswa minimal mendampingi 5 (lima) keluarga.
1. Home visit 1 (2 minggu pertama)
a. Mengidentifikasi penyebab mengapa keluarga tidak terdaftar dalam JKN. Prognosis awal dari
identifikasi ini antara lain:
i. Keluarga tidak bersedia mendaftar
ii. Keluarga tidak mampu mendaftar
1. Karena alasan ekonomi
2. Karena alasan tidak mengerti cara mendaftar
iii. Keluarga tidak tahu
1. Tidak tahu apa itu JKN
2. Tidak tahu cara mendaftar
b. Hasil dari home visit 1 didiskusikan kepada perangkat desa untuk diberikan solusinya
c. Kunjungan ke rumah warga dalam home visit 1 dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan
kebutuhan.
OUTPUT:
- Alasan tidak mendaftar teridentifikasi
- Rencana tindak lanjut tersusun

2. Home visit 2 (2 minggu terakhir)


a. Mengunjungi keluarga yang telah diidentifikasi pada home visit 1
b. Menyampaikan rencana solusi kepada keluarga sesuai masukan perangkat desa dan bidan
desa
c. Mengunjungi keluarga untuk membantu mengumpulkan persyaratan administrasi pendaftaran
ke JKN
d. Berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak terkait dalam proses pendaftaran
OUTPUT:
- Persyaratan administrasi untuk pendaftaran terkumpul
- Keluarga yang didampingi terdaftar dalam JKN atau diproses untuk terdaftar di JKN

3. Sosialisasi di tingkat desa


Selama masa pendampingan, mahasiswa juga akan mengkoordinasikan adanya kegiatan sosialisasi
yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dengan sasaran masyarakat di desa yang didampingi. Kegiatan
sosialisasi ini dapat ditautkan pada kegiatan desa yang telah teridentifikasi pada tahap pra
pendampingan.
OUTPUT:
- Kegiatan sosialisasi terlaksana
PEMANTAUAN KINERJA PENDAMPINGAN
Never worry about numbers. Help one person at a time and always start with the person nearest you. - Mother Teresa
Pemantauan kinerja pendampingan ini dilakukan terhadap ketida komponen utama dalam pelaksanaan
pendampingan.

• Pengetahuan tentang • Pengetahuan tentang


JKN (pre-post test JKN (pre-post
sosialisasi, pre-post test pendampingan)
pendampingan) • Interaksi masyarakat-
• Interaksi mahasiswa- mahasiswa
masyarakat-perangkat • Aksi untuk dapat
desa (koordinasi, terdaftar pada JKN
kolaborasi)
• Kunjungan rumah
(frekuensi, durasi)
Mahasiswa Masyarakat
pendamping sasaran

Perangkat
Kader JKN
desa

• Interaksi mahasiswa- • Pengetahuan tentang


perangkat desa JKN (pre-post test
• One-to-many sosialiasi)
intervention yang • Rencana kerja dan aksi
difasilitasi oleh yang dilakukan dalam
perangkat desa tugasnya sebagai kader
JKN

Gambar 1 Indikator kinerja pendampingan


JADWAL DAN LOKASI PENDAMPINGAN
The time is always right to do the right thing. -Martin Luther King Jr.
Rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam pendampingan ini disusun berdasarkan tujuan capaian setiap aktivitas.
Tabel 2 Jadwal dan lokasi pendampingan
Kegiatan Durasi Waktu Peserta
Sebelum penerjunan
Mahasiswa
mahasiswa
Kader dari Desa C & Desa
Pelatihan mahasiswa dan kader 1 hari
D
Minggu ke-1 Agustus

Selama masa
6 desa selain kontrol
pendampingan. Mahasiswa
berkoordinasi dengan
1. Desa A
perangkat desa dan BPJS
2. Desa B
Sosialisasi oleh BPJS Kesehatan 1 hari Kesehatan untuk kegiatan
3. Desa C
sosialisasi ini.
4. Desa D
5. Desa E
Minggu ke-2 Agustus
6. Desa F
Pendampingan kader untuk
Agustus- September
membantu masyarakat 1 bulan Desa C & D
mendaftarkan diri
Pendampingan mahasiswa untuk
Agustus- September
membantu masyarakat 1 bulan Desa E & F
mendaftarkan diri
PENUTUP
If there is no struggle, there is no progress. -Frederick Douglass
Pendampingan masyarakat ini merupakan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Airlangga bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Mari bersama kita berperan nyata dalam Health for All.