Anda di halaman 1dari 14

PENDEKATAN KONSELING KONTEMPORER

ART THERAPY

RPS 7

DISUSUN OLEH:

Kelompok 9

Afriyani (06071181722010)

EbinSaputra (06071281722020)

Maryati (06071181722004)

Rospelita Ssaragih (06071281722025)

DOSEN PENGAMPU : Dr. Yosef, M.A.

Fadhlina Rozzaqyah, M.Pd

BIMBINGAN KONSELING
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2019/2020
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...........................................................................1
B. Rumusan Masalah..........................................................................1
C. Tujuan................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Art Therapy....................................3


B. Macam-Macam Art Art Therapy..........................................................................4
C. Terapi Menggambar atau Melukis atau Seni
Visual..............................................................5
D. Cara Pelaksanaan Art Therapy..................................6
E. Manfaat Art Therapy.......................................................7

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA................................................................................8

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Semakin maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak usia dini baru-baru ini
membuat miris berbagai lapisan masyarakat. Kasus ini layaknya gunung es, hanya terlihat
sedikit di bagian atasnya padahal jauh di bawahnya terdapat gunungan lebih besar. Pelaporan
kasus itu pun semakin hari semakin bertambah. Artinya, semakin banyak korban kekerasan
seksual dan masih banyak kasus yang belum terungkap sehingga korban tidak mendapatkan
penanganan psikologis. Hal ini akan menyebabkan korban mengalami trauma berat setelah
kejadian yang mereka alami. Tidak hanya korban yang mengalami trauma, bahkan anak kecil
yang mendengar berita di televisi pun sampai takut pergi ke kamar mandi dan menahan
keinginannya untuk buang air kecil.

Kekerasan seksual akan berdampak buruk bagi psikologis korban. Rasa malu dan
introvert akan menutup pintu masa depan anak. Anak akan merasa tertekan, merasa tidak
terima atas kenyataan, merasa tidak layak hidup, dll. Kesemuanya perasaan tersebut tentu
akan membunuh tugas-tugas perkembangan anak menuju tingkat optimal. Korban kekerasan
seksual mempunyai peluang besar untuk menjadi pelaku kekerasan seksual ketika mereka
dewasa. Hal ini banyak terjadi di Amerika. Oleh karena itu, perlu adanya bimbingan khusus
kepada korban kekerasan seksual untuk dapat berdikari setelah semua yang terjadi padanya
dengan menggunakan Art therapy (terapi seni). Terapi ini menfokuskan perhatian dan daya
imajinasi anak untuk berkreasi dalam seni rupa. Dengan demikian, anak akan banyak
melupakan apa yang telah menimpanya dan dapat berfikir progresif.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Art Therapy?
2. Apa saja macam-macam art therapy?
3. Cara pelaksanaan art therapy?
4. Apa manfaat dari art therapy?
D. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu art therapy.
2. Untuk mengetahui apa saja macam-macam art therapy.
3. Untuk mengetahui cara pelaksanaan art therapy.
4. Untuk mengetahui manfaaft art therapy.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Art Therapy

Art Therapy adalah perpaduan dua disiplin keilmuan yaitu kesenian dan psikologi
yangmenghasilkan suatu teknik yang menarik. Integrasi yang dihasilkan dua teori ini lebih
berfokus padabagaimana dan mengapa art therapy berguna sebagai intervensi primer dan
sebagai modalitas. Arttherapy dapat dinilai sebagai suatu bentuk bahasa visual individu untuk
mengekspresikan pikiran danperasaan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Selain itu art
therapy dapat menjadi cara dalammengkomunikasikan pengalaman yang sulit untuk
diverbalisasi, seperti kekerasan fisik atau seksual,trauma, kesedihan, serta pengalaman
emosional yang komplek.

Menurut The American Art Therapy Association (Malchiodi: 2003) art therapy adalah
sebuahproses penyembuhan yang dilakukan dengan membuat sebuah karya seni yang kreatif.
Prosespenyembuhan ini berguna dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Art therapy sangat
membantudalam mengatasi gangguan emosi, menyelesaikan konflik, menambah wawasan,
mengurangi perilakubermasalah, serta meningkatkan kebahagiaan hidup.

Malchiodi (2003) berpendapat art therapy adalah bentuk terapi yang dilakukan
denganmenggunakan potensi manusia agar dapat menjadi lebih kreatif melalui proses
menghasilkan suatukarya seni. Pengertian dan ruang lingkup art therapy dipengaruhi oleh
berbagai aturan yang adadalam ke-sehatan mental dimana art therapy digunakan sebagai
bentuk intervensi Art therapy biladilihat berdasar pada historisnya digunakan sebagai fasilitas
perawatan kejiwaan Namun, seiringdengan perkembangan kebutuhan manusia art therapy
memiliki fungsi preventif yaitumengembangkan suatu sikap yang dapat meningkatkan suatu
kualitas hidup.

Benson (dalam Malchiodi, 2003) menyatakan bahwa gambar dapat membuat sensasi
kesenangan,ketakutan, kecemasan, atau rasa tenang, dan ada bukti bahwa mereka dapat
mengubah suasana hatidan bahkan menginduksi rasa kesejahteraan (keamanan, keselamatan,
ketenteraman). Terapis seni vijaLusebrink (dalam Malchiodi, 2003) mengamati bahwa
gambar yang "menjembatani antara tubuh danpikiran, atau antara tingkat kesadaran untuk
pengolahan informasi dan perubahan fisiologis dalamtubuh. Memandu pencitraan, proses
pengalaman di mana seorang diarahkan melalui relaksasi diikutidengan saran untuk
bayangkan gambar tertentu, telah digunakan untuk mengurangi gejala, mengubahsuasana
hati, dan melepaskan kapasitas penyembuhan tubuh.

Malchiodi (dalam Chibbaro & Camacho, 2011) menyatakan bahwa sketsa,


menggambar dan melukis dapat digunakan sebagai alat konselor karena memungkinkan
mahasiswa untuk secaraexpress visual dan melepaskan emosi mereka serta meningkatkan
keseluruhan kesehatan dankesejahteraan. Mahasiswa yang mengalami kesulitan berbicara
tentang kehidupan memalukan ataumengekspresikan peristiwa yang mengakibatkan trauma.
Seperti peristiwa kekerasan keluarga danpelecehan yang dialami oleh mahasiswa Menurut
Councill (Malchiodi, 2003) fungsi preventif arttherapy dilakukan dengan pengaturan yang
disesuaikan dengan intervensi kesehatan manusia yangdilakukan baik secara tradisional
maupun komplementer.

Para ahli biasanya melakukan art therapy dengan menggunakan teknik bermain,
kondisi inimembuat art therapy sangat sesuai digunakan dalam dunia anak-anak, namun
walaupun demikiantidak menutup kemungkinan art therapy juga dapat digunakan individu
orang dewasa, pasangan,dan keluarga Art Therapy menurut Malchiodi (2003) merupakan
salah satu teknik yang digunakandalam pengobatan, terutama dalam membantu konseli untuk
dapat mengeksternalisasi pengalamandan perasaannya melalui suatu bentuk karya visual.
Kegiatan membuat suatu karya visual dapatdilakukan dengan menggambar, melukis, serta
membuat patung. Hasil dari proses pembuatan suatukarya visual dapat berguna sebagai
tambahan informasi bagi konseli dan konselor.

B. Macam-Macam Art Therapy


Art therapy merupakan salah satu intervensi psikologis yang semakin berkembang
dalam kurunwaktu terakhir. Art therapy telah banyak digunakan dalam berbagai kasus medis
baik pada anakmaupun dewasa (Malchiodi, 2003). Tujuan art therapy bukan untuk
menghasilkan bentuk‐ bentukartistik, tetapi lebih menekankan kebebasan untuk
berkomunikasi melalui bentuk‐bentuk artistik.

Menurut Nordqvist 2009 dalam Fastari jenis-jenis art therapy bisa dibedakan kepada
music therapy,poetry therapy, dance therapy, drama therapy dan seni kriya. Music therapy
pernah digunakan untukmengurangi simtom depresi pada pasien depresi, membantu
mengurangi rasa sakit pada penderitapenyakit kronis. Menggambar, melukis, dapat
membantu pemulihan trauma pada korban bencanaalam. Penderita autisme terbantu dengan
art psychotherapy, mereka terlihat dapat berekspresidibandingkan ketika diajak
berkomunikasi secara lisan.

Poetry therapy diterapkan pada subjek anak dan remaja, antara lain pada kasus
kekerasan terhadapanak dan kasus bunuh diri pada anak/remaja. Poetry therapy juga pernah
diberikan pada kasus-kasuspernikahan, perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga,
dan lansia. Selain jenis-jenis artpsychotherapy yang telah disebutkan di atas, masih banyak
jenis art psychotherapy lain yang diterapkanpada beragam kasus klinis lainnya, yakni: dance
therapy, drama therapy, dan seni kriya. Kasus lain yangpernah ditangani dengan art
psychotherapy diantaranya: kasus penyalahgunaan narkotika dan obatobatanterlarang, klien
dengan keterbelakangan mental. Secara garis besar bertujuan mengurangisimtom-simtom
psikologis yang menjadi permasalahan klien.

Menurut March (2016) art therapy terbagi atas terapi menari, drama, bermain musik,
dan senivisual. Terapi gerakan tari (atau terapi tari) melibatkan penggunaan berbagai gaya
tarian dan gerakanyang berbeda. Terapi drama dilakukan dengan bermain peran tertentu
dalam situasi tertentu,membuat gerakan untuk mengekspresikan diri, pidato dengan suara
yang sulit ditirukan, bertindaktanpa berkata-kata, atau mengulangi perilaku yang
menyebabkan konseli mengalamai maslah di masalalu.

Art Therapy berikutnya menurut March (2016) adalah bermain musik dimana konseli
dimintabermain instrumen, menyanyi dan mendengarkan musik, mengganti lirik, bermain
alat musik serayaberfikir bagaimana hubungannya dengan orang lain. Variasi art therapy
yang terakhir adalah seni visual.Konseli disini diperbolehkan untuk mengambil objek/foto
terkait kenangan, membentuk benda daritanah liat atau menulis dan menggambar dengan cat
atau kapur.
C. Terapi Menggambar/Melukis/Seni Visual
Menurut Fastari dalam artikelnya berjudul Art Psychotherapy Gambar dijelaskan
bahwa terapimenggambar merupakan suatu proses terapeutik verbal-nonverbal yang terdiri
dari dua kegiatanyaitu kegiatan menggambar dilanjutkan dengan konseling. Kegiatan
menggambar Kegiatanmenggambar akan dilakukan pada sesi kedua sampai sesi keenam.
Setiap sesi menggambar akandilakukan berdasarkan instruksi dan tujuan masing-masing sesi.
Sarana-prasarana yang digunakanmasing-masing sesi akan berbeda antara satu sesi dengan
sesi lainnya. Peneliti/terapis berperansebagai fasilitator yang memandu subjek selama proses
terapi.

Konseling yang dilakukan merupakan bagian yang pokok yang menyertai art therapy
gambar.Pada bagian ini, terapis memberikan kesempatan kepada subjek untuk
mengekspresikan kondisipsikisnya melalui tulisan dan memberi konseling terhadap gambar
dengan menggunakan skillkonseling, antara lain probing, reflecting, paraphrasing, focusing,
clarifying, summarizing, dan supporting.

Melukis dapat meningkatkan konsentrasi/fokus, kemampuan visual, kemampuan


kinestetic(gerak) tubuh, mengekpresikan imajinasi/emosi secara positif, dan membuat konseli
lebih rileks.

Permasalahan yang dapat ditangani dengan penggunaan art therapy jenis ini antara
lain penilaiandiri yang rendah, menyalahkan/tidak bisa memaafkan diri sendiri, kehilangan
motivasi belajar,dependensi (ketergantungan), Mudah lelah, Inertia (malas melakukan
sesuatu).
D. Cara Pelaksanaan Art Therapy Gambar Bisa Digambarkan Sebagai Berikut

Konselor/guru/terapis Konseli/klien Keterangan


1. Mempersiapkan alat 1. Menggambar bebas Memberikan kesempatan
dan bahan (kertas dengan krayon dan katarsis, membantu
gambar, pensil dan alat kertas subjek memahami emosi
mewarnai) yang dialami,
menstimulasi agar bisa
mengambil alih kendali
dan memfasiitasi
pemahaman dan motivasi
baru.
2. Mengecek catatan 2. Menggambar
riwayat konseli (jika dengan tema
ada) menggunkan
krayon dan kertas
3. Indentifikasi faktor atau 3. Menggambar
kondisi yang dengan tema
menyebabkan kontra menggunakan cat
indikasi aklirik dan kanvas
4. Pembinaan raport 4. Menggambar
dengan tema
menggunkan
krayon dan kertas
5. Penjelasan kegiatan
(tujuan, prosedur,
waktu)
6. Memberikan
kesempatan bertanya
7. Menanyakan
perasaan/keluhan saat
ini
8. Membant konseli
mengatur pada posisi
nyaman pembagian
alat lukis
9. Identifikasi jenis
pilihan gambar/lukisan
10. Anjurkan konseli
menggambar sesuai
keinginan
11. Berikan umpan positif
dan apresiasi
12. Setelah selesai berikan
kesempatan
menjelaskan
gambar/lukisannya
13. Beri kesempatan
konseli untuk melukis
kembali bila konseli
ingin melukis
14. Evaluasi hasil kegiatan
(kenyamanan klien)
15. Simpulkan hasil
kegiatan
16. Berikan umpan balik
positif
17. Kontarak pertemuan
selanjutnya
18. Terminasi

Pada terapi ini juga dimungkinkan bentuk kegiatan lain yaitu untuk mengambil
objek/fototerkait kenangan, membentuk benda dari tanah liat atau menulis dan
menggambar dengan cat ataukapur.

E. Manfaat Art Therapy


Berdasar pada konteks art therapy yang memanfaatkan aktivitas tubuh secara
langsung makaMalchiodi (2003) mengambil suatu kesimpulan bahwa art therapy memiliki
manfaat yang antara lainadalah sebagai berikut:
a. Memberikan informasi yang lebih bernilai pada proses terapi karena menyediakan
karya senikonseli yang dapat digunakan sebagai dasar penilaian perkembangan
konseli.
b. Sebagai sarana dalam pelepasan emosi (katarsis) dimana hal ini sebagai pelepasan
pengalamanyang meyakitkan dan menganggu.
c. Mengurangi tingkat stress dan menginduksi respon relaksasi fisiologis melalui
pengubahansuasana hati.
d. Menambah wawasan tentang kompleksitas hubungan antara fisiologis, emosi, dan
gambarsebagai bagian dari intervensi efektivitas yang telah dilaksanakan.
BAB III
PENUTUP

Art therapy adalah sebuahproses penyembuhan yang dilakukan dengan membuat


sebuah karya seni yang kreatif. Prosespenyembuhan ini berguna dalam meningkatkan
kualitas kehidupan. Art therapy sangat membantudalam mengatasi gangguan emosi,
menyelesaikan konflik, menambah wawasan, mengurangi perilakubermasalah, serta
meningkatkan kebahagiaan hidup.

Tujuan art therapy bukan untuk menghasilkan bentuk‐ bentukartistik, tetapi lebih
menekankan kebebasan untuk berkomunikasi melalui bentuk‐bentuk artistik.

Jenis-jenis art therapy bisa dibedakan kepada music therapy,poetry therapy, dance
therapy, drama therapy dan seni kriya.

Manfaat dari art therapy yaitu Memberikan informasi yang lebih bernilai pada proses
terapi karena menyediakan karya senikonseli yang dapat digunakan sebagai dasar penilaian
perkembangan konseli, Sebagai sarana dalam pelepasan emosi (katarsis) dimana hal ini
sebagai pelepasan pengalamanyang meyakitkan dan menganggu, Mengurangi tingkat stress
dan menginduksi respon relaksasi fisiologis melalui pengubahansuasana hati, Menambah
wawasan tentang kompleksitas hubungan antara fisiologis, emosi, dan gambarsebagai bagian
dari intervensi efektivitas yang telah dilaksanakan.

\
DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.


Aniek Wirastania. 2016. Penggunaan Clay Therapy Dalam Program Bimbingan Untuk
Peserta Didik.
Sholihah, Isna Ni’matus. Kajian teoritis penggunaan art therapy dalam pelaksanaan layanan
bimbingan dan konseling SMK. Proceedings i internasional conference (2017), pp. 173-182.
Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Fokus Konseling Volume 2 No. 1.Chibbaro, JS. & Camacho,
H. 2011. Counseling: Using the Visual Expressive Arts as an Intervention.GSCA Journal.
Farozin, Muh, dkk. 2016. Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling
SekolahMenengah Kejuruan (POP BK SMK). Jakarta: Dirjen GTK.
https://arumsari-tjokrohamijoyo.blogspot.com/2014/07/essay-ilmiah-mengenai-art-
therapy.html