Anda di halaman 1dari 12

WAWASAN KEBANGSAAN

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2014 adalah tentang : ( Desa )

2. Partai Politik adalah :

A. Organisasi yang bersifat nasional dan integrative dibentuk oleh sekelompok warga negara
Indonesia secara bersama-sama atas dasar kesamaan kehendak visi, misi dan cita-cita untuk
memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara,
serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
B. Organisasi yang bersifat menyeluruh dan dibentuk oleh rakyat Indonesia secara sukarela atas
dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan
politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan NKRI.
C. Organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara
sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela
kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
D. Organisasi yang bersifat nasional dan mandiri dibentuk oleh sekelompok warga negara
Indonesia secara bersama-sama atas dasar kesamaan cita-cita untuk memperjuangkan dan
membela anggota, masyarakat, bangsa, Negara, Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Berapa kali UUD 1945 di amandemen? ( 4 Kali )

4. DPR memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, hal ini diatur dalam pasal
( 20A UUD 1945 )

5. Berikut adalah hak-hak DPR


- Hak Interpelasi
- Hak Angket
- Hak Menyatakan Pendapat

6. Dibawah ini merupakan kewenangan dari Mahkamah Konstitusi


- Menguji UUD RI Tahun 1945
- Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD
RI Tahun 1945
- Memutus pembubaran Parpol, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilu

7. Berikut ini adalah definisi Pendidikan Politik, Pendidikan yang paling tepat adalah : ( Pendidikan
Politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab
setiap anggota Partai Politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. )

8. Menurut Pasal 1 UUD 1945 amandemen, MPR tidak lagi melakukan sepenuhnya kedaulatan
rakyat, karena ( Kedaulatan berada di tangan Legislatif dan Presiden/Wapres yang
dilakukan melalui mekanisme pemilihan langsung. )
1
9. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu
yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan Pemilu, yang terdiri atas :
(PPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU.)

KEWILAYAHAN

10. Hari jadi Kabupaten Mojokerto (9 Mei 1293 )

11. Batas-batas wilayah Kabupaten Mojokerto adalah sebagai berikut, kecuali :


Batas Utara : Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik
Batas Timur : Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan
Batas Selatan : Kabupaten Malang, Kota Batu
Batas Barat : Kabupaten Jombang

12. Jumlah Kecamatan di Kabupaten Mojokerto, adalah : ( 18 Kecamatan dan 304 Desa )

13. Jumlah anggota PPK di seluruh Kabupaten Mojokerto untuk pelaksanaan Pemilihan Umum
2019 adalah : ( 90 orang )

14. Jumlah anggota PPS di seluruh Kabupaten Mojokerto untuk pelaksanaan Pemilihan Umum
2019 adalah : ( Orang )

15. Jika jumlah TPS di Kabupaten Mojokerto sebanyak 3.225 TPS, maka Jumlah anggota KPPS
diseluruh Kabupaten Mojokerto adalah : ( Orang.)

16. Struktur KPU Kabupaten Mojokerto :


Ketua : Muslim Bukhori
Anggota : Anis Andayani | Vikie Risdianto | Jainul Arifin | Akhmad Arief

KEPEMILUAN

17. PPK adalah : Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) adalah panitia yang dibentuk oleh KPU/KIP
Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di tingkat kecamatan atau nama lain.

18. Anggota PPK diangkat dan diberhentikan ole : ( KPU Kabupaten/Kota )

19. Komposisi keanggotaan PPK memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit : { 30% (tiga
puluh persen)}

20. Dalam menjalankan tugasnya, PPK dibantu oleh sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris dari : (
Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan )

21. PPS berkedudukan di : ( Desa atau sebutan lain/Kelurahan.)

2
22. Anggota KPPS diangkat dan diberhentikan oleh ? ( PPS atas nama Ketua KPU Kabupaten/Kota.)

23. Kampanye dapat dilaksanakan melalui, kecuali :


- Pertemuan terbatas; pertemuan tatap muka dan dialog; debat publik/debat terbuka antar
pasangan calon.
- Penyebaran bahan Kampanye kepada umum; pemasangan alat peraga; iklan media massa
cetak dan media massa elektronik.
- Kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

24. Dalam Kampanye dilarang, kecuali :


- Mengganggu keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum; mengancam dan menganjurkan
penggunaan kekerasan untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah.
- merusak dan/atau menghilangkan alat peraga Kampanye; menggunakan fasilitas dan anggaran
Pemerintah dan Pemerintah Daerah; menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.
- Mengajak masyarakat secara bersama sama membersihkan pasar dan tempat-tempat ibadah.

25. Tanggal pemungutan suara Pemilu 2019 dilaksanakan pada ( )

26. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur tentang : (
Penyelenggara Pemilu )

27. Pemilu pertama di Indonesia dilaksanakan pada tahun : ( 1955 )

28. Pemilihan Umum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 diatur
dalam : ( )

29. Berikut ini merupakan lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia yang bersifat
nasional, tetap dan mandiri dalam pelaksanaan Pemilu, adalah : ( Komisi Pemilihan Umum)

30. Pengaturan Penyelenggaraan Pemilu bertujuan untuk, kecuali :


- Memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis
- Mewujudkan Pemilu yang adil dan berintegritas
- Memberikan kepastian hukum dan memcegah duplikasi dalam pengaturan pemilu

31. Tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum dimulai paling lambat ......... bulan sebelum hari
pemungutan suara
A. 24 (dua puluh empat)
B. 22 (dua puluh dua)
C. 20 (dua puluh)
D. 12 (dua belas)

32. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, KPU
Kabupaten/Kota membentuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) paling lambat pada : { 6 (enam)
bulan sebelum penyelenggaraan pemilu }

33. Berikut ini merupakan tugas dari Panitia Pemungutan Suara (PPS)

34. Yang menjadi kewenangan Panitia Pemungutan Suara adalah :

35. Selain mempunyai tugas dan kewenangan PPS mempunyai kewajiban sebagai berikut, kecuali :
3
36. Pengambilan keputusan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dilakukan dalam rapat :

37. Jumlah anggota Panitia Pemilihan Kecamatan adalah : ( 5 Orang )

38. Berikut ini merupakan tugas dari Panitia Pemilihan Kecamatan, kecuali :
a. membantu KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran
data pemilih, daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih tetap;
b. membantu KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu;
c. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu di tingkat kecamatan yang telah
ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota;
d. menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota;
e. mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah kerjanya;
f. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada huruf e dalam
rapat yang harus dihadiri oleh saksi peserta Pemilu;
g. mengumumkan hasil rekapitulasi sebagaimana dimaksud pada huruf f;
h. menyerahkan hasil rekapitulasi suara sebagaimana dimaksud pada huruf f kepada seluruh
peserta Pemilu;
i. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan
wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kecamatan, dan KPU
Kabupaten/Kota;
j. menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwasl
Kecamatan
k. melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah
kerjanya;
l. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan
wewenang PPK kepada masyarakat;
m. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU, KPU
Provinsi, KPU Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
n. melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan. Pengertian Pemilu Menurut UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemil

39. Dalam melaksanakan tugasnya PPK berkewajiban, kecuali :


- Membantu KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pemilu
- Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya
- Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu
Kecamatan

40. Berikut ini yang bukan termasuk perlengkapan pemungutan suara adalah :
- Tempat pemungutan suara
B. Surat suara

C. Bilik pemungutan suara

D. Daftar Pemilih Tetap

74. Berdasarkan pasal 342 UU Nomor 7 Tahun 2017, Surat Suara untuk calon anggota Dewan

4
Perwakilan Daerah memuat :
A. Nomor dan nama provinsi
B. Pas foto diri terbaru dan nama calon anggota DPD
C. Lambang dari provinsi tempat calon terdaftar
D. Semua jawaban benar

75. Jumlah surat suara cadangan dalam pemilu tahun 2019 adalah :
A. 3 % dari jumlah DPT
B. 2,5 % dari jumlah DPT
C. 2 % dari jumlah DPT D.
1,5 % dari jumlah DPT

76. Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara meliputi, kecuali :

A. Pemilik kartu tanda penduduk yang terdaftar pada daftar pemilih tetap di TPS yang
bersangkutan
B. Pemilik kartu tanda penduduk elektronik yang terdaftar pada pemilih tambahan

C. Pemilik kartu tanda penduduk elektronik yang tidak terdaftar pada pemilih tetap dan daftar
pemilih tambahan
D. Penduduk yang memiliki paspor dan/atau SIM

77. Berdasarkan pasal 351 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, pelaksanaan pemungutan suara
disaksikan oleh saksi partai politik. Agar saksi bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, maka saksi
dilatih oleh :
A. Komisi Pemilihan Umum
B. Badan Pengawas Pemilu
C. Partai Politik
D. Pemantau Pemilu

78. Sebelum melaksanakan pemungutan suara, KPPS melakukan hal-hal sebagai berikut kecuali :
A. Mengidentifikasi dan menghitung jenis dokumen dan peralatan
B. Memeriksa keamanan di sekitar TPS

C. Mmemeriksa keadaan seluruh surat suara

D. Menandatangani surat suara yang diigunakan oleh pemilih

5
79. Jumlah kotak suara yang akan digunakan pada Pemilihan Umum tahun 2019 adalah :
A. 3 buah
B. 4 buah
C. 5 buah
D. 6 buah

80. KPPS wajib menyerahkan berita acara hasil perolehan suara di TPS kepada :
A. Pemantau Pemilu
B. Pengawas TPS

C. Saksi peserta pemilu

D. PPK melalui PPS

81. Pemungutan suara di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas

TPS menemukan hal-hal sebagai berikut, kecuali :

A. Petugas KPPS meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani, atau menuliskan
nama atau alamat pada surat suara yang sudah digunakan
B. Pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan
menurut tata cara yang ditatapkan dalam ketentuan perundang-undangan
C. Pemilih yang tidak memiliki kartu tanda penduduk elektronik dan tidak terdaftar di daftar
pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan
D. Pemilih yang tidak membawa surat pemberitahuan (C6)

82. Pemungutan suara ulang di TPS dilaksanakan paling lama ................. setelah hari pemungutan
suara berdasarkan keputusan KPU Kabupaten/Kota.
A. 7 (tujuh) hari

B. 10 (sepuluh) hari

C. 15 (lima belas) hari

D. 30 (tiga puluh) hari

83. Pemungutan suara ulang diusulkan oleh ................... dengan menyebutkan keadaan yang
menyebabkan diadakannya pemungutan suara ulang.
A. Pengawas TPS
B. Pemantau TPS
C. KPPS
D. KPU Kabupaten

6
84. Pemungutan suara ulang yang dimaksud pada soal di atas boleh dilakukan :
A. 1 (satu) kali
B. 2 (dua) kali

C. 3 (tiga) kali

D. Sampai semua pihak menerima hasil pemungutan

85. Penghitungan suara di TPS dapat diulang dengan ketentuan sebagai berikut, kecuali :
A. Kerusuhan yang mengakibatkan penghitungan suara tidak dapat dilanjutkan.
B. Penghitungan suara dilakukan secara tertutup.

C. Penghitungan suara dilakukan di tempat lain di luar tempat dan waktu yang telah ditentukan.
D. Adanya saksi yang tidak hadir pada saat penghitungan suara

86. Pemantau Pemilu dalam melaksanakan tugasnya, berada di :


A. Pintu masuk TPS
B. Dalam TPS
C. Di luar TPS
D. Pintu keluar TPS

87. Sebelum melaksanakan penghitungan suara, KPPS menghitung hal-hal sebagai berikut, kecuali :
A. Jumlah pemilih yang memberikan suara berdasarkan salinan Daftar Pemilih Tetap
B. Jumlah surat suara yang tidak terpakai

C. Sisa surat suara cadangan

D. Jumlah saksi yang hadir

88. Panitia Pemilihan Kecamatan membuat Berita Acara penerimaan kotak hasil penghitungan
perolehan suara dari :
A. KPPS
B. PPS
C. Saksi peserta Pemilu

D. Wali Nagari

89. PPK melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta pemilu dalam rapat yang
dihadiri oleh :
A. Camat dan Wali Nagari

B. Saksi peserta pemilu dan panwascam


7
C. KPU Kabupaten/Kota

D. Pemuka masyarakat yang ada di kecamatan tersebut

8
90. Setelah melakukan penghitungan perolehan suara, selanjutnya rekapitulasi dilaksanakan di :
A. PPS
B. PPK

C. KPU Kabupaten/Kota

D. Semua jawaban benar

91. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) wajib menyerahkan kepada KPU Kabupaten/ Kota hal-hal
sebagai berikut, kecuali :
A. Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD dalam
kotak suara tersegel
B. Berita Acara hasil penghitungan perolehan suara

C. Sertifikat hasil penghitungan perolehan suara peserta pemilu di tingkat PPK yang dilampiri

Berita Acara pemungutan suara dan hasil penghitungan suara di TPS

D. Hasil temuan Panwascam atas dugaan pelanggaran pelaksanaan rekapitulasi di tingkat PPK

92. Dalam hal terdapat perbedaan jumlah suara pada sertifikat hasil penghitungan suara dari TPS
dengan sertifikat hasil penghitungan suara yang diterima oleh PPK dari, saksi peserta pemilu tingkat
kecamatan, saksi peserta pemilu di TPS, Panwaslu Kecamatan, Paswaslu Kelurahan/Desa atau
pengawas TPS, maka PPK melakukan :
A. Langsung melakukan perbaikan

B. Penghitungan suara ulang di TPS yang bersangkutan

C. Membiarkan saja, dan selanjutnya dilakukan perubahan pada rekapitulasi di tingkat KPU
Kabupaten/ Kota
D. Berkonsultasi ke KPU Kabupaten/ Kota

93. Apabila terjadi pelanggaran administratif pemilu yang meliputi pelanggaran tata cara, prosedur
atau mekanisme yang berkaitan dengan mekanisme pelaksanaan pemilu dalam setiap tahapan
penyelenggaraan pemilu, maka akan diputus oleh :
A. Pengadilan Tata Usaha Negara

B. Bawaslu

C. DKPP

D. Mahkamah Konstitusi

9
94. KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota wajib menindaklanjuti putusan Bawaslu, Bawaslu
Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota paling lama ................... kerja sejak tanggal putusan
dibacakan :
A. 3 hari
B. 5 hari
C. 7 hari
D. 10 hari

10
95. Apabila terjadi pelanggaran kode etik oleh penyelenggara, maka pelanggaran tersebut akan
diputus oleh :
A. KPU RI
B. DKPP
C. Bawaslu

D. MK

96. Untuk sengketa hasil pemilihan umum, peserta pemilu dapat mengajukan gugatan ke :
A. Mahkamah Agung
B. Komisi Yudisial

C. Mahkamah Kontitusi

D. Bawaslu RI

97. Jumlah Hakim Mahkamah Konstitusi adalah :


A. 5 (lima) orang
B. 7 (tujuh) orang

C. 9 (sembilan) orang

D. 11 (sebelas) orang

98. Untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana Pemilu, Bawaslu, Kepolisian

Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia membentuk :


A. Hakim Pemilu
B. Gakkumdu

C. Lembaga Peradilan Pemilu

D. Semua benar

99. Setiap orang yang dengan sengaja merusak atau menghilangkan hasil pemungutan suara yang
sudah disegel dipidana dengan pidana penjara selama :
A. Paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 18.000.000,- (delapan belas juta
rupiah)
B. Paling lama 12 (dua belas) bulan dan denda paling banyak Rp. 12.000.000,- (dua belas juta
rupiah)
C. Paling lama 3 (tiga ) tahun dan denda paling banyak Rp. 36.000.000,- (tiga puluh enam juta
rupiah)
D. Paling lama 18 (delapan belas) bulan dan denda paling banyak Rp. 18.000.000,- (delapan belas
juta rupiah) 11
100. Setiap anggota PPS yang tidak mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari
seluruh TPS di wilayah kerjanya dipidana penjara kurungan selama :
A. 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah)

B. 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah)

C. 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupian)
D. 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 36.000.000,- (tiga puluh enam juta rupiah).

20

Anda mungkin juga menyukai