Anda di halaman 1dari 7

UNIVERSITY OF SINGAPERBANGSA KARAWANG

TUGAS RESUME BAHASA INDONESIA


Bpk. Imam Muhtarom, S.S., M. Hum.

BAB II & BAB III

Nama : Putra Septiana


NPM : 1710631010159
Kelas : Hukum 1 - C
BAB II
MEMBACA KARYA TULIS ILMIAH
A. Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah dalam dunia akademis merupakan sarana untuk mengukur tingkat
keilmiahan karya tulis para insane akademisi. Dalam dunia akademisi karya tulis ilmiah
merupakan salah satu bentuk tanggung jawab intelektual di perguruan tinggi.
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian
dalam bidang ilmu tertentu yang ditulis secara sistematis kedalam bahasa yang benar. Karya tulis
yang tidak mengandung penelitian dalam bidang ilmu tertentu tidak dapat dikatagorikan sebagai
karya tulis ilmiah. Dengan demikian, karya tulis ilmiah harus memenuhi syarat:
1. hasil kajian dalam bidang ilmu pengetahuan
2. disusun secara sistematis
3. mengggunakan bahasa yang benar
4. disampaikan dalam bentuk tulisan
Ciri-ciri karya tulis ilmiah adalah:
1. mengandung koherensi yang artinya seluruh tulisan merupakan uraian yang diikat
oleh gagasan utama.
2. didukung fakta artinya tulisan bukan hasil khayalan melainkan berdasarkan fakta
3. sistematis berarti sebuah tulisan disusun secara sistematis sehingga tidak
menimbulkan keruwetan pembacannya.
4. konseptual berarti tulisan menggunakan kerangka konsep sesuai dengan bidang
keilmuan yang berkaitan.
5. objektif berarti sebuah analisis dalam tulisan hasil berpikir objektif dan bukan
hasil prasangka subjektif belaka.
6. komprehensif berarti pembahasan dalam tulisan bersifat menyeluruh dan tuntas.
7. logis berarti susunan tulisan duhubungkan dalam secara masuk akal.
8. bebas dan bertanggung jawab adalah sikap akademisi dalam menulis karya ilmiah
dilandasi kebebasan tanpa ada unsure paksaan dari pihak lain dan bisa
mempertanggungjawabkan secara ilmiah.

Page | 2
B. Tujuan dan manfaat karya tulis ilmiah
Adapun tujuan dari karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
1. karya tulis ilmiah disusun untuk menjelaskan suatu hal.
2. karya tulis ilmiah disusun untuk memaparkan sanggahan akan suatu hal.
3. karya tulis ilmiah disusun untuk membuktikan sebuah hipotesa.
4. karya tulis ilmiah disusun untuk member saran.
5. karya tulis ilmiah disusun untuk memberikan sanggahan atas sebuah gagasan
tertentu.
Sedangkan manfaat karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:
1. memperluas khasanah ilmu pengetahuan dengan adanya karya tulis karya tulis
ilmiah yang baru.
2. memperkaya jumlah bahan pustaka pada bidang ilmu pengetahuan tertentu.
3. memberikan sarana penelitian bagi penulisnya untuk menerapkan prosedur ilmiah
dan memperaktikannya.
4. penerapan penulisnya untuk mempraktekan menulis dan berfikir secara ilmiah.
C. Jenis karya tulis ilmiah.
1. makalah
Makalah merupakan jenis karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah
berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan secara empiris-objektif. Makalah digunakan
sebagai materi presentasi untuk memenuhi satu topic pembahasan tertentu dalam kegiatan
seminar.
2. laporan penelitian
Tujuan dari laporan penelitian adalah menyampaikan sebuah kenyataan objektif
di bidang tertentu. Dari laporan penelitian akan dilakukan keputusan atau kebijakan dari
pengguna sebuah laporan penelitian.
3. kertas kerja
Kertas kerja disusun dalam hubungannya dengan laporan sebuah kegiatan yang
telah dilakukan oleh penulisnya.
4. skripsi

Page | 3
Skripsi merupakan bukti seorang mahasiswa telah memahami teori tertentu
selama masa perkuliahan lalu menerapkannya dalam sebuah penelitian dalam bidang
tertentu.
5. tesis
Karakteristik penulisan tesis adalah:
a. focus kajiannya membahas isu dalam bidang ilmu tertentu.
b. pengujian empiric terhadap posisi teoritis dari bidang ilmu tertentu.
c. menggunakan data primer sebagai data utama dan dapat ditunjang
data sekunder.
6. disertasi
Disertasi memiliki cirri-ciri antara lain:
a. adanya temuan atau model baru dalam bidang tertentu.
b. pengembang dari teori yang selama ini dianut.
7. karya tulis ilmiah popular
Karya tulis ilmiah popular berupa opini atau artikel yang dimuat di media massa.
Penggunaan bahasa dalam opini atau artikel lebih segar. Namun demikian, opini dan
artikel tetap menggunakan kaidah penulisan ilmiah.

D. penulisan karya ilmiah


1. penentuan topic
Pada awal penulisan karya tulis ilmiah yang paling penting dimiliki seorang
penulis adalah adanya topic yang akan menjadi bahasan. Dengan adanya topic seorang
penulis memiliki pijakan untuk mengarahkan penulisan nya secara focus.
2. perumusan masalah
Dalam perumusan masalah idealnya terdapat 2 jenis perumusan, yaitu perumusan
teoritis dan perumusan operasional (ninuk kleden, 2015). Perumusan teoritis
didefinisikan dengan mempertentangkan 2 atau 3 gejala yang muncul dari topic yang
menjadi bahasan. Pengertian operasional disini adalah perumusannya dapat secara
langsung untuk mengetahui kenyataan berdasarkan penelitian lapangan atau penelitian
pustaka.
3. menyusun desain penelitian

Page | 4
Dari perumusan masalah operasional tersebut akan didapat gambaran apa yang
akan dilakukan ketika terjun ke lapangan atau riset pustaka untuk memperoleh data.
Seorang penulis akan dapat mempersiapkan segala sesuatu untuk menentukan apakah
penelitian nya tergolong penelitian kualitatif atau kuantitatif.
4. pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ada 2 cara yang ditempuh yaitu penelitian
lapangan dan penelitian pustaka. Kemudian dalam penelitian lapangan ada 2 cara yang
bisa ditempuh yaitu penelitian dengan menggunakan teknik wawancara dan teknik
penyebaran kuisioner.
5. analisis data
Analisis data ini tergantung dari model penelitian yang dilakukan.
6. kerangka penulisan ilmiah
Berikut kerangka yang bisa dibuat untuk menyusun tulisan karya ilmiah
(Endraswara, 2015) :
a. judul
b. pendahuluan
c. bahan dan metode
d. hasil penelitian
e. pembahasan hasil penelitian
f. sistematika karya tulis ilmiah
7. ciri bahasa untuk karya tulis ilmiah
Ciri umum bahasa karya tulis ilmiah adalah sesuai kaidah bahasa yang berlaku.
Ciri khusus karya tulis ilmiah antara lain cendekia, lugas dan logis, jelas, ringkas dan
padat, formal dan objektif, gagasan sebagai pangkal tolak, penggunaan istilah teknis, dan
konsisten.

Page | 5
BAB III

KARYA TULIS ILMIAH POPULER


A. Konsep karya tulis ilmiah popular
Persamaan dengan karya tulis ilmiah dalam penulisan popular tetap berlandaskan sebuah
riset pustaka atau riset lapangan. Perbedaan yang mendasarkan pada cara menyampaikan melalui
bahasa segar, hidup dan menarik. Dengan demikian, tulisan ilmiah popular memiliki
karakteristik berikut:
1. membahas topic yang sedang actual pada masa tertentu
2. gaya bahasanya segar.
3. menggunakan konsep tertentu dan atau akal sehat
4. sasaran pembacannya jelas.
5. ada batasan panjang tulisan.

B. Tujuan dan fungsi karya tulis ilmiah popular


1. tujuan
a. sarana untuk membahas isu yang hangat dimasyarakat.
b. sarana menambah wawasan mengenai sebuah topic masalah tertentu.
c. melatih kemampuan menulis bagi pengarangnya.
d. melatih kemampuan berpikir bagi penulis dan pembacanya.
2. fungsi
a. wadah bertukar pikiran dari pelbagai pihak di masyarakat.
b. menyumbangkan pemikiran sekaligus kepentingan praktis terkait topic
yang dibahas.
c. bermanfaat bagi penulis dalam mempraktikan kemampuan dalam bidang
atau keahlian kepada masyarakat.
d. jenis karya tulis ilmiah yaitu artikel dan opini.
e. langkah penulisan artikel
berikut langkah-langkah yang memudahkan seorang penulis dalam
menyusun sebuah karya tulis ilmiah popular.
o Tema

Page | 6
o Pengumpulan data
o Konsep dan teori
Dari teknik penulisan, langkah penulisan artikel dapat diuraikan sebagai berikut:
1. judul
Dalam sebuah artikel, judul yang dibuat menggambarkan isi tulisan sekaligus
menggugah calon pembaca.
2. nama penulis
Adanya nama penulis ini selain berfungsi sebagai informasi adanya pihak yang
membuat juga hak dan tanggungjawab yang melekat padanya.
3. bagian pembuka
Bagian pembuka sebagai upaya mengarahkan pembaca kepada pembahasan
melalui penjelasan berdasarkan konsep atau gejala berdasarkan data yang ada.
4. bagian pembahasan
Bagian ini merupakan isi dari artikel.
5. bagian penutup
Bagian penutup biasanya berisi simpulan yang berisi saran atau harapan dari
persoalan yang dijadikan bahasan. Penutup selalu merupakan simpulan dari hasil paparan
pada bagian pembahasan.
6. identitas penulis
Pencantuman identitas dimaksudkan sebagai informasi kepada pembaca mengenai
penulis, lazimnya identitas yang dicantumkan terkait profesi yang berhubungan dengan
masalah yang dibahas dalam tulisannya.

-selesai.

Page | 7

Anda mungkin juga menyukai