Anda di halaman 1dari 8

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN


HIV DALAM KEHAMILAN

Disusun oleh :

SISKA RISDAYANTI
NIM. G0A017062

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2019

Satuan Acara Penyuluhan


SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN
HIV DALAM KEHAMILAN

A. PENGANTAR
Sub Pokok Bahasan : HIV dalam Kehamilan
Hari / Tanggal : Kamis / 19 Desember 2019
Waktu : 10.00 – 10.30 WIB
Sasaran : Keluarga Tn.M
Tempat : Rumah Keluarga Tn.M, Muktiharjo Kidul
Penyuluh : Mahasiswa D3 Keperawatan UNIMUS

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan mengetahui
dan mengenal tentang konsep pencegahan dan penanganan HIV
2. Tujuan Khusus
Setelah melakukan kegiatan penyuluhan selama 30 menit diharapkan
peserta dapat :
1) Menjelaskan apa pengertian dari HIV
2) Menyebutkan cara penularan HIV
3) Menjelaskan penularan HIV dari ibu hamil ke janin
4) Menjelaskan pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayinya

C. SUB POKOK BAHASAN


1. Pengertian HIV
2. Cara ppenularan HIV
3. Penularan HIV dari ibu hamil ke janin
4. Pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayinya

Satuan Acara Penyuluhan


D. PERENCANAAN PENYULUHAN
Waktu : 10.00-10.30 WIB
Hari/Tanggal : Kamis , 19 Desember 2019
Tempat : Rumah keluarga Tn.M kelurahan Muktiharjo Kidul
Sasaran : Keluarga Tn.M
Metode : Ceramah dan diskusi
Media : Lembar balik

E. KEGIATAN PENYULUHAN

Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Waktu

Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab Ceramah 5


2. Memperkenalkan diri salam menit
3. Menyampaikan tujuan 2. Mendengarkan
pokok materi
Pelaksanaan Menjelaskan materi 1. Mendengarkan Ceramah 20
tentang: 2. Menanyakan Diskusi menit
a. Pengertian HIV materi yang
b. Cara ppenularan belum
HIV dimengerti
c. Penularan HIV dari
ibu hamil ke janin
d. Pencegahan
penularan HIV dari
ibu ke bayinya
Penutup 1. Sesi tanya jawab dan 1. Menjawab Tanya 5
evaluasi pertanyaan jawab menit
Menyebutkan gejala hiv 2. Menjawab (diskusi)
2. Menutup penyuluhan salam
(salam)

Satuan Acara Penyuluhan


F. MATERI PENYULUHAN
(TERLAMPIR)

G. EVALUASI
1. Evaluasi Struktural
a. Kesiapan peserta penyuluhan
b. Kesiapan tempat pelaksanaan penyuluhan
c. Kesiapan penyaji
d. Kesiapan materi penyaji
e. Kesiapan media (Lemabar Balik)
2. Evaluasi Proses
a. Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan (individu)
b. Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab
c. Peseryta memperhatikan materi yang disampaikan
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b. 85% target peserta bisa menjawab pertanyaan yang diberikan

H. REFERENSI
1. Djuanda, Adi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : Balai
Penerbit FKUI
2. Grace, Edward, dkk. 2007. Praktik Kebidanan Kesehatan Masyarakat.
Jakarta : EGC
3. Novel, Sinta Sasika. 2011. Ensiklopedi Penyakit Menular dan Infeksi.
Yogyakarta : Familia
4. Prawirohardjo. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : EGC
5. Varney, Helen. 2007. Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC
6. Widoyono. 2005. Penyakit Tropis. Semarang : Erlangga
7. YBP-SP. 2010. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :
YBP-SP

Satuan Acara Penyuluhan


LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini
menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada
pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan
penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama,
sehingga bisa menjalani hidup dengan normal. Dengan diagnosis HIV dini dan
penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS.
AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan
tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. Apabila ibu baru
terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS, kemungkinan bayi terinfeksi
sebanyak 20 % sampai 35 %, sedangkan jika gejala AIDS sudah tampak jelas
maka kemungkinannya akan meningkat mencapai 50%

B. Cara Penularan HIV


HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh
manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi.
Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah,
dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.
Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi
menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman
dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.
Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:
1. Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan
atau menyusui.
2. Melalui seks oral.
3. Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
4. Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
5. Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah
terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Satuan Acara Penyuluhan


C. Penularan dari Ibu Hamili ke Janin
Penularan HIV dari ibu hamil ke janinnya dapat terjadi dalam 3 periode
1. Masa kehamilan
Selama kehamilan, kemingkinan bayi tertular HIV sangat kecil. Hal ini
disebabkan karena terdapatnya plasenta yang tidak dapat ditembus oleh
virus itu sendiri. Oksigen, makanna, antibody dan obat-obatan memang
dapat menembus plasenta, tetapi tidak oleh HIV. Plasenta justru
melindungi janin dari infeksi HIV.
2. Persalinan normal
Pada periode ini, resiko terjadinya penularan HIV lebih besar jika
dibandingkan periode kehamilan. penularan terjadi melalui transfuse
fetomaternal atau kontak antara kulit atau membrane mukosa bayi
dengan darah atau sekresi maternal saat melahirkan, semakin lama
proses persalinan, maka semakin besar pula resiko penularan terjadi
3. Menyusui
Cara penularan ini yang di maksudkan adalah penularan melalui ASI.
Berdasarkan data penelitian De Cock, dkk (2000), diketahui bahwa ibu
yang menyusui bayinya mempunyai resiko menularkan HIV sebesaar
10-15 % dibandingkan ibu yang tidak menyusui bayinya.

D. Langkah Pengobatan bagi Penderita HIV


Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi
langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan
yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa
menjalani pola hidup yang sehat.
Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang
berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-
obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari.

Satuan Acara Penyuluhan


Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat,
tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus
lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit
berbahaya. Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang
HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang
membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium
akhir atau AIDS.

E. Cara Pencegahan HIV


Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks
secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa
pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum
atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV.

Satuan Acara Penyuluhan


PENUTUP

A. Kesimpulan
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus
ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan
tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.
Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan
hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan
menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom
dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV.

B. Saran
Untuk ibu yang sedang hamil dan akan melakukan persalinan ataupun
yang sudah melakukan persalinan diharapkan untuk lebih aktif mencari
informasi untuk menambah pengetahuannya tentang HIV.

Satuan Acara Penyuluhan