Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

PONOPHORESIS

“KRONIK TENNIS ELBOW TIPE 3 (VAS 7,6)”

Oleh:

Nama : Ayu Feratywi

Nim : PO714241181009

Kelas : D.IV A Fisioterapi/ Tk. II

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


JURUSAN FISIOTERAPI
TAHUN 2020
LAPORAN PRAKTIKUM PONOPHORESIS

PADA KASUS KRONIK TENNIS ELBOW TIPE 3 (VAS 7,6)

A. Patologi Kasus Kronik tennis elbow tipe 3 (VAS 7,6)


1. Definisi
Tennis elbow adalah nyeri dan peradangan pada sendi di sisi luar siku. Kondisi ini
terjadi akibat tekanan yang berlebihan pada otot dan jaringan ikat yang menghubungkan
otot dengan tulang (tendon) di lengan bawah sekitar siku. Penderita tennis elbow
merasakan nyeri saat meluruskan lengan, yang bisa menjalar dari siku hingga ke lengan
bawah. Ada beberapa jenis tipe tennis elbow yaitu: Tipe I, Tipe II, Tipe III, danTipe IV.
Jenis Tipe III, pada tipe ini, yang mengalami cedera yaitu tendon muscle junction otot-
otot ekstensor karpi radialis brevis. Akibat terjadi kerusakan pada perbatasan jaringan
otot dengan tendon, maka akan terjadi proses inflamasi yang disusul dengan proses
penyembuhan jaringan.

2. Etiologi
Tennis elbow disebabkan oleh ketegangan pada otot dan tendon lengan bawah di
sekitar siku, akibat aktivitas berlebihan yang dilakukan berulang-ulang. Kondisi tersebut
dapat mengakibatkan peradangan, dan robeknya otot serta tendon yang menghubungkan
otot lengan bawah ke tulang siku.

3. Patogenesis
Selain akibat cedera stres repetitif, tennis elbow juga dapat terjadi karena trauma
langsung. Kondisi ini sering ditemukan pada para pemain tenis, terutama pada mereka
yang tidak profesional, dan belum memiliki teknik bermain tenis yang baik. Epikondilitis
lateral terjadi karena kontraksi repetitif pada otot-otot extensor lengan bawah yang
mengakibatkan robekan mikro lalu degenerasi tendon, perbaikan yang imatur, hingga
menimbulkan tendinosis.

4. Tanda dan Gejala


Gejala yang umumnya dirasakan penderita tennis elbow adalah nyeri pada sisi
luar siku, yang menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan.
Gejala lainnya antara lain:
 Rasa sakit yang spesifik pada lengan yang sangat sakit ketika digerakkan atau
disentuh.
 Rasa panas terbakar dari siku kelengan.
 Rasa sakit terus berlangsung, bahkan ketika istirahat.
 Pegangan dapat melemah dan sulit untuk mengangkat, menggenggam barang,
atau melakukan hal-hal kecil seperti menulis atau menggosok.

B. Prosedur Pelaksanaan
1. Persiapan Alat : (mencakup persiapan operasional alat)

a) Hubungkan power cord unit ke adaptor kemudian hubungkan power adaptor ke


unit.
b) Tekan tombol on yang ada di belakang alat.
c) Kemudian menjalankan unit dengan menekan on/off yang ada di panel depan
layar (selama 3 detik)
d) Selanjutnya tekan tombol unit manual yang ada di depan unit us dan aturlah pada
US sesuai degan kondisi pasien
e) Jangan lupa sediakan gel untuk meminimalisi impedansi saat terapi dan tisu untuk
membersihkan transducer saat selesai digunakan.

2. Persiapan Pasien :

a) Posisikan pasien dalam keadaan supine lying dan usahakan dalam keadaan
senyaman dan serileks mungkin agar tidak mengganggu jalannya terapi.
a) Kemudian ambil painkila/salep lalu oleskan bersama gel pada daerah tennis
elbow yang terdapat di sekitar epicondylus lateral
b) Posisikan ERA transducer US tegak lurus dengan kulit pada daerah yang telah
diolesi gel. Usahakan posisi ERA transducer tegak lurus dan rapat agar semua
gelombangnya dapat diabsorbsi dengan baik.
c) Sebelum memulai intervensi, terapist memberi penjelasan mengenai cara kerja
dan efek yang dapat ditimbulkan dari US.
3. Teknik Pelaksanaan :

Kasus Kronik Tennis Elbow Tipe 3


1. Posisi transducer : diletakkan di daerah ekstensor
Nilai VAS : 7,6 carpi radialis brevis, epicondylus lateral

2. Metode pengobatan : Metode langsung (Direct


Foto Method)

3. Pemilihan dosis :
a. ERA transducer US : 5 cm2

b. Bentuk US : 50% (1: 2)

c. Frekuensi US : 3 MHz (Superfisial)

d. Intensitas US : 1.0 W/cm2

e. Waktu : 1 menit x 2 (1+2) = 6 menit

C. Evaluasi
Terapis kemudian melakukan evaluasi sesaat dengan menanyakan keadaan pasien apakah
keluhannya menurun. Semestinya modalitas fisioterapi berupa Ultra Sound (US) memberikan
efek dominan terhadap penurunan nyeri yang dimana pada awal pasien merasakan sangat nyeri
pada beberapa waktu lalu, sehingga setelah menggunakan US, maka nilai VAS pada pasien
mulai turun sedikit demi sedikit.
KASUS-KASUS FISIOTERAPI :

1. Akut Sprain Ankle (VAS 8,6)


2. Kronik Sprain Ankle (VAS 5,3)
3. Akut Sprain Ligamen Collateral Medial Knee (VAS 9,3)
4. Kronik Sprain Ligamen Collateral Medial Knee (VAS 6,2)
5. Akut Strain Tendon Achilles (VAS 7,6)
6. Kronik tendinitis caput gastrocnemius (VAS 5,2)
7. Akut Strain Hamstrings (VAS 7,4)
8. Kronik tendinitis hamstrings (VAS 6,2)
9. Kronik cervical headache (VAS 5,8)
10. Akut Sprain Ligamen Cruciatum Anterior Knee (VAS 8,6)
11. Kronik Sprain Ligamen Cruciatum Anterior Knee (VAS 5,6)
12. Kronik Osteoarthritis Knee Joint (VAS 6,7)
13. Kronik Piriformis Syndrome (VAS 6,3)
14. Kronik Muscle soreness gastrocnemius (VAS 5,6)
15. Kronik Syndrome Tractus Iliotibial band (VAS 5,4)
16. Kronik Syndrome Pes Anserine Knee (VAS 6,2)
17. Kronik Tennis Elbow tipe 2 (VAS 6,3)
18. Kronik Tennis Elbow tipe 3 (VAS 7,6)
19. Kronik Tendinitis Infraspinatus (VAS 6,4)
20. Kronik Tendinitis Bicipitalis (VAS 5,7)
21. Akut Tendinitis Bicipitalis (VAS 7,4)
22. Kronik Tight Upper Trapezius (VAS 6,7)
23. Kronik Spondylosis Lumbal (VAS 6,4)
24. Kronik de Quervain’s Syndrome (VAS 6,2)
25. Kronik tendomyosis quadratus lumborum (VAS 7,2)
26. Akut sprain wrist (VAS 8,5)
27. Kronik sprain wrist (VAS 6,4)
28. Subakutcidera meniskus medial knee (VAS 7,4)
29. Kronik Frozen Shoulder (VAS 5,8)
30. Kronik Sacroiliaca joint dysfunction (VAS 6,5)
31. Kronik Tendinitis Supraspinatus (VAS 5,6)
32. Akut Tendinitis Supraspinatus (VAS 8,4)
33. Subakut Sprain Ligamen Collateral Lateral Knee (VAS 7,6)
34. Kronik cidera meniskus lateral knee (VAS 6,2)
35. Kronik tendinopathy patella (VAS 6,3)
36. Kronik fasciitis plantaris (VAS 6,1)
37. Kronik tendinitis ekstensor carpi ulnaris (VAS 5,8)

Catatan :
Pilihdua kasus di atas, kemudian kasus yang dipilih dikerjakan sesuai format laporan di atas.

Anda mungkin juga menyukai