Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Makalah ini membahas mengenai Hight Alert Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik
yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita sekalian.

Padang, Maret 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................... i


Daftar Isi .................................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................. 3
1.2. Rumusan Masalah............................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian High Alert................................................................................................... 5
2.2 Tujuan High Alert......................................................................................................... 5
2.3 Daftar Obat Yang Perlu Diwaspadai........................................................................... 6
2.4 Identifikasi Area Yang Membutuhkan Elektrolit Konsentrat..................................... 6
2.5 Peresepan Dan Instruksi Medis.................................................................................... 6
2.6 Penyimpanan............................................................................................................... 7
2.7 Pemberian Label........................................................................................................... 8
2.8 Penyiapan Obat High Alert.......................................................................................... 8
2.9 Pemberian Obat Perlu Diwaspadai................................................................................ 9
3.0 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan................................................................................ 10

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan...................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 latar belakang

Keputusan penggunann obat selalu mengandung pertimbangan antaramanfaat dan resiko.


Tujuan pengkajian farmakoterapi adalah mendapatkan iuran klinik yang dapat dipertanggung
jawabkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasiendengan risiko minimal.untuk mencapai
tujuan perlu adanya perubahan paradigm pelayanan kefarmasian yang menuju kearah
pharmaceutical care. Focus pelayanan ke farmasian bergeser dari kepedulian terhadap obat
(drug oriented) menuju pelayanan optimal setiap individu pasien tentang penggunaan obat
(patient oriented).Untuk mewujudkan pharmaceutical care dengan risiko yang minimal pada
pasien pada pasien dan petugas kesehatan paerlu penerapan manajemen risiko.Manajemen
risiko adalah yang mendasar dari tanggungjawab apoteker.

Dalam upaya mengendalikan risiko, praktek konvensi farmasi telah berhasilmenurunkan


biaya obat tapi belum menyelesaikan masalah sehubungan dengan penggunaan obat.
Pesatnya perkembangan teknologi farmasi yang menghasilkanobat-obat baru juga
membutuhkan perhatian akan kemungkinan terjadinya risiko pada pasien.Laporan dari IOM
( Institute of Medicine) 1999 secara terbuka menyatakan bahwa paling sedikit 44.000 bahkan
98.000 pasien meninggal di rumah sakit dalamsatu tahun akibat dari kesalahan medis (medical
errors) yang sebetulnya bisadicegah. Kuantitas ini melebihi kematian akibat kecelakaan lalu
lintas, kanker payudara dan AIDS.Berdasarkan Laporan Peta Nasional Insiden Keselamatan
Pasien (KonggresPERSI Sep 2007), kesalahan dalam pemberian obat menduduki peringkat
pertama(24.8%) dari 10 besar insiden yang dilaporkan.

High alert medications memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menyebabkan komplikasi,
efek samping, atau bahaya. Hal ini dapat dikarenakan adanya rentang dosis terapeutik dan
keamanan yang sempit atau karena insidens yang tinggi akan terjadinya kesalahan.
Metode untuk meminimalisasi kesalahan ini meliputi beberapa strategi seperti:
a. Menyediakan akses informasi mengenai high alert medications
b. Membatasi akses terhadap high alert medications
c. Menggunakan label dan tanda ‘peringatan’ untuk high alert medications
d. Menstandarisasi prosedur instruksi / peresepan, penyimpanan, persiapan, dan
pemberian high alert medications
e. Melakukan prosedur pengecekan ganda untuk obat-obat tertentu

obat-obatan jenis baru dan informasi keselamatan tambahan lainnya akan ditinjau
ulang dalam audit dan revisi high alert medications oleh Komite Farmasi dan Terapeutik

3
1.2 Rumusan Masalah
1. Menjelaskan Pengertian High Alert
2. Menjelaskan Tujuan High Alert
3. Mengetahui Daftar Obat Yang Perlu Diwaspadai
4. Menjelaskan Identifikasi Area Yang Membutuhkan Elektrolit Konsentrat
5. Mengetahui Lokasi Penyimpanan Obat dan Pemberian Obat Perlu Diwaspadai
6. Menjelaskan Peresepan Dan Instruksi Medis
7. Menjelaskan Penyimpanan
8. Menjelaskan Penyiapan Obat High Alert
9. Menjelaskan Pemberian Obat Perlu Diwaspadai
10. Menjelaskan Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

4
BAB II
PEMBAHASAN
2.5 Pengertian High Alert
Obat yang Perlu Diwaspadai (High-Alert Medications) adalah sejumlah obat-obatan
yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya yang besar pada pasien jika tidak
digunakan secara tepat (drugs that bear a heightened risk of causing significant patient harm
when they are used in error (ISMP - Institute for Safe Medication Practices).
Obat yang Perlu Diwaspadai (High-Alert Medications) merupakan obat yang
persentasinya tinggi dalam menyebabkan terjadinya kesalahan / error dan / atau kejadian
sentinel (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak
diinginkan (adverse outcome) termasuk obat-obat yang tampak mirip (Nama Obat, Rupa dan
Ucapan Mirip / NORUM, atau Look-Alike Sound-Alike / LASA), termasuk pula elektrolit
konsentrasi tinggi.
Jadi, obat yang perlu diwaspadai merupakan obat yang memerlukan kewaspadaan
tinggi, terdaftar dalam kategori obat berisiko tinggi, dapat menyebabkan cedera serius pada
pasien jika terjadi kesalahan dalam penggunaan.

2.2 Tujuan High Alert


1. Memberikan pedoman dalam manajemen dan pemberian obat yang perlu diwaspadai
(hight- alert medications) sesuai standar pelayanan farmasi dan keselamatan pasien
rumah sakit.
2. Meningkatkan keselamatan pasien rumah sakit
3. Mencegah terjadinya sentinel event atau adverse outcome
4. Mencegah terjadinya kesalahan / error dalam pelayanan obat yang perlu diwaspadai
kepada pasien
5. Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.

5
2.3 Daftar Obat Yang Perlu Diwaspadai
Obat yang perlu diwaspadai dapat dibedakan menjadi :
a. Kelompok obat yang memiliki rupa mirip (Look-Alike)
b. Kelompok obat yang memiliki nama mirip (Sound-Alike)
c. Kelompok obat elektrolit konsentrasi tinggi

2.4 Identifikasi Area Yang Membutuhkan Elektrolit Konsentrat


Berdasarkan pelayanan medis yang diberikan kepada pasien maka unit yang
dinilai membutuhkan penempatan elektrolit konsentrasi tinggi di unit pelayanan hanya
berada di : Intensive Care Unit (ICU)
Elektrolit konsentrat tidak boleh berada di ruang perawatan, kecuali di ruang
tersebut di atas, dengan syarat disimpan di tempat terpisah, akses terbatas, jumlah
terbatas dan diberi label yang jelas untuk menghindari penggunaan yang tidak disengaja.
Peresepan, penyimpanan, penyiapan, pemberian elektrolit konsentrat di ruangan
tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang manajemen obat yang perlu
diwaspadai (high-alert medications).

2.5 Peresepan Dan Instruksi Medis


Penulisan resep untuk obat yang termasuk kelompok obat yang perlu diwaspadai
(High-Alert Medications) harus sesuai dengan ketentuan penulisan resep yang baku serta
beberapa hal penting berikut :
a. Dokter memeriksa kelengkapan dan ketepatan resep : penulisanresep, indikasi,
ketepatan obat, dosis, rute pemberian
b. Penulisan obat yang termasuk kelompok obat LASA / NORUM harus
menggunakan huruf kapital semua serta mencantumkan dengan jelas dosis dan
satuan obat .
c. Instruksi lisan hendaknya dihindari, jika sangat terpaksa diperbolehkan dalam
keadaan emergensi yang diatur sesuai dengan pedoman komunikasi efektif dengan
tekhnik SBAR
d. Apoteker atau Asisten Apoteker yang menerima resep, harus melakukan konfirmasi
jika terdapat penulisan yang tidaksesuai (namaobat/sediaan, satuan, dll)

6
Contoh1 : R/ GLUCOPHAGE XR 500 no. XV harus jelas BEDA penulisannya
dengan R/ GLUCOPHAGE 500
Ş………….
__________________________ §
Contoh 2 : R/ GLUCOPHAGE XR 850 no. XV harus jelas BEDA penulisannya
dengan R/ GLUCOPHAGE 850
Ş………….
__________________________ §
Penulisan instruksi terapi oleh dokter dan perawat di rekam medis pasien (catatan
terintegrasi) juga sesuai dengan penulisan resep, yaitu :
a. Ditulis dengan huruf capital
b. Satuan tertentu harus ditulis lengkap
c. Dosis dan rute pemberian harus ditulis jelas
d. Pemberian elektrolit konsentrat hendaknya memberikan penjelasan untuk
mengingatkan perawat tentang dosis dan cara pemberiannya
e. Satuan obat yang harus ditulis lengkap
Misalnya : IU HARUS DITULIS International Unit

2.6 Penyimpanan
1. Lokasi Penyimpanan
Lokasi penyimpanan obat yang perlu diwaspadai berada di logistik farmasi dan
pelayanan farmasi, khusus untuk elektrolit konsentrasi tinggi terdapat juga di unit
pelayanan, yaitu ICU dan kamar bersalin (VK) dalam jumlah yang terbatas. Obat
disimpan sesuai dengan kriteria penyimpanan perbekalan farmasi, utamanya dengan
memperhatikan jenis sediaan obat (rak/kotak penyimpanan, lemari pendingin), sistem
FIFO dan FEFO serta ditempatkan sesuai ketentuan obat “High Alert”.
2. Penyimpanan Elektrolit Konsentrasi Tinggi
a. Asisten apoteker (logistik farmasi / pelayanan farmasi) yang menerima obat
segera memisahkan obat yang termasuk kelompok obat yang “High Alert” sesuai
Daftar Obat High Alert
b. Tempelkanstikermerahbertuliskan “High Alert” padasetiapkemasanobat high alert
c. Berikanselotipmerahpada sekeliling tempat penyimpanan obat high alert yang
terpisah dari obat lain

7
3. Penyimpanan obat lasa ( look alike)
a. LASA (Look Alike Sound Alike) merupakan sebuah peringatan (warning) untuk
keselamatan pasien (patient safety) : obat-obatan yang bentuk / rupanya mirip dan
pengucapannya / namanyamirip TIDAK BOLEH diletakkanberdekatan.
b. Walaupunterletakpadakelompok abjad yang sama harus diselingi dengan minimal
2 (dua) obatdengankategori LASA diantaraatauditengahnya.
c. Biasakanmengejanamaobat dengan kategori LASA saat memberi/menerima
instruksi

2.7 Pemberian Label


Label untuk obat yang perlu diwaspadai dapat dibedakan menjadi dua jenis :
a.“HIGH ALERT” untuk elektrolit konsentrasi tinggi, jenis injeksi atau infuse tertentu,
mis. Heparin, Insulin, dll.
- Penandaan obat High Alert dilakukan dengan stiker “ High Alert Double Check”
pada obat.
b. “LASA” untuk obat-obat yang termasuk kelompok LASA / NORUM
- Obat kategori Look Alike Sound Alike (LASA) diberikan penanda dengan stiker
LASA pada tempat penyimpanan obat.
- Apabila obat dikemas dalam paket untuk kebutuhan pasien, maka diberikan tanda
LASA pada kemasan primer obat.

2.8 Penyiapan Obat High Alert


a. Apoteker/Asisten Apoteker memverifikasi resep obat high alert sesuai Pedoman
Pelayanan Farmasi penanganan High Alert
b. Garis bawahi setiap obat high alert pada lembar resep dengan tinta merah.
c. Jika apoteker tidak ada di tempat, maka penanganan obat high alert dapat
didelegasikan pada asisten apoteker yang sudah ditentukan.
d. Dilakukan pemeriksaan kedua oleh petugas farmasi yang berbeda sebelum obat
diserahkan kepada perawat.
e. Petugas farmasi pertama dan kedua, membubuhkan tanda tangan dan nama jelas di
bagian belakang resep sebagai bukti telah dilakukan double check.
f. Obat diserahkan kepada perawat/pasien disertai dengan informasi yang memadai dan
menandatangani buku serah terima obat rawat inap

8
2.9 Pemberian Obat Perlu Diwaspadai
1. Penyiapan Obat yang Perlu Diwaspadai (High Alert) di Ruang Perawatan
Penyiapan dan pemberian obat kepada pasien yang perlu diwaspadai termasuk
elektrolit konsentrasi tinggi harus memperhatikan kaidah berikut :
a. Setiap pemberian obat menerapkan PRINSIP 7 BENAR
b. Pemberian elektrolit pekat harus dengan pengenceran dan penggunaan label khusus.
c. Pastikan pengenceran dan pencampuran obat dilakukan oleh orang yang
berkompeten.
d. Pisahkan atau berijarak penyimpanan obat dengan kategori LASA
e. Tidak menyimpan obat kategori kewaspadaan tinggi di meja dekat pasien tanpa
pengawasan.
f. Biasakan mengeja nama obat dengan kategori obat LASA / NORUM (Look Alike
Sound Alike = Nama Obat Rupa Mirip), saat memberi / menerima instruksi.

2. Cara Pengenceran Obat yang Perlu Diwaspadai (High Alert) di Ruang Perawatan
a. KCl 7.46% injeksi (Konsentrasi sediaan yang ada adalah 1mEq = 1 mL) harus
diencerkan sebelum digunakan dengan perbandingan 1mL KCL : 10mL pelarut
(WFI/NaCl 0.9%). Konsentrasi dalam larutan maksimum adalah 10 mEQ/100mL.
Pemberian KCl melalui perifer diberikan secara perlahan-lahan dengan kecepatan
infuse 10mEQ/Jam (atau 10mEqKCl dalam 100mL pelarut/jam) Pemberian obat
KCL melalui central line (vena sentral) konsentrasi maksimum adalah
20mEq/100mL, kecepatan infuse maksimum 20mEq KCl dalam 100mL
pelarut/jam)
b. NaCl 3 % injeksi intravena diberikan melalui vena sentraldengankecepatan infuse
tidaklebihdari 100mL/jam
c. NatriumBicarbonat (Meylon vial 8.4%) injeksi, harus diencerkan sebelum
digunakan. Untuk penggunaan bolus, diencerkan dengan perbandingan 1 mL Na.
Bicarbonat : 1 mL pelarut WFI, untuk pemberian bolus dengan kecepatan
maksimum 10 mEq/Menit. Untuk penggunaan infuse drip, diencerkan dengan
perbandingan 0.5 mL Na. Bicarbonat : 1 mL Dextrose 5%, pemberian drip infuse
dilakukan dengan kecepatan maksimum 1 mEq/kg BB/jam.

3. Cek 7 (Tujuh) Benar Obat Pasien


Setiap penyerahan obat kepada pasien dilakukan verifikasi 7 (tujuh) benar untuk
mencapai medication safety :
1. Benar obat
2. Benar waktu dan frekuensi pemberian
3. Benar dosis
4. Benar rute pemberian

9
5. Benar identitas pasien
a) Kebenaran nama pasien
b) Kebenaran nomor rekam medis pasien
c) Kebenaran umur/tanggal lahir pasien
d) Kebenaran alamat rumah pasien
e) Nama DPJP
6. Benar informasi
7. Benar dokumentasi
4. Pemberian Obat yang Perlu Diwaspadai (High-Alert) di Ruang Perawatan
a. Sebelum perawat memberikan obat high alert kepada pasien maka perawat lain
harus melakukan pemeriksaan kembali (double check) secara independen :
1) Kesesuaian antara obat dengan rekam medik/instruksidokter.
2) Ketepatanperhitungandosisobat.
3) Identitas pasien.

b. Obat high alert infus harus dipastikan :


1) Ketepatan kecepatan pompa infus (infuse pump).
2) Jika obat lebih dari satu, tempelkan label nama obat pada syringe pump dan
di setiap ujung jalur selang.
3) Obat high alert elektrolit konsentrasi tinggi harus diberikan sesuai
perhitungan standar yang telah baku, yang berlaku di semua ruang perawatan.
4) Setiap kali pasien pindah ruang rawat, perawat pengantar menjelaskan kepada
perawat penerima pasien bahwa pasien mendapatkan obat high alert, dan
menyerahkan formulir pencatatan obat.
5) Dalam keadaan emergency yang dapat menyebabkan pelabelan dan tindakan
pencegahan terjadinya kesalahan obat high alert dapat mengakibatkan
tertundanya pemberian terapi dan memberikan dampak yang buruk pada
pasien, maka dokter dan perawat harus memastikan terlebih dahulu keadaan
klinis pasien yang membutuhkan terapi segera (cito) sehingga double check
dapat tidak dilakukan, namun sesaat sebelum memberikan obat, perawat
harus menyebutkan secara lantang semua jenis obat yang diberikan kepada
pasien sehingga diketahui dan didokumentasikan dengan baik oleh perawat
yang lainnya.

3.0 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan


1. Setiap depo farmasi, ruang rawat, poliklinik harus memiliki daftar obat High alert
2. Setiap tenaga kesehatan harus mengetahui penanganan khusus untuk obat high
Alert

10
3. Prosedur peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai dilakukan mulai dari
peresepan, penyimpanan, penyiapan di farmasi dan ruang perawatan dan pemberian
obat
4. Obat high alert disimpan ditempat terpisah, akses terbatas, diberi label High alert
5. Pengecekan dengan 2 (dua) orang petugas yang berbeda untuk menjamin kebenaran
obat high alert yang digunakan
6. Tidak menyimpan obat kategori kewaspadaan tinggi di meja dekat pasien tanpa
pengawasan

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Obat yang Perlu Diwaspadai (High-Alert Medications) adalah sejumlah obat-obatan


yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya yang besar pada pasien jika tidak
digunakan secara tepat (drugs that bear a heightened risk of causing significant patient harm
when they are used in error (ISMP - Institute for Safe Medication Practices).
Obat yang Perlu Diwaspadai (High-Alert Medications) merupakan obat yang
persentasinya tinggi dalam menyebabkan terjadinya kesalahan / error dan / atau kejadian
sentinel (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak
diinginkan (adverse outcome) termasuk obat-obat yang tampak mirip (Nama Obat, Rupa dan
Ucapan Mirip / NORUM, atau Look-Alike Sound-Alike / LASA), termasuk pula elektrolit
konsentrasi tinggi.
Adapun Tujuan High Alert : Memberikan pedoman dalam manajemen dan pemberian
obat yang perlu diwaspada (hight- alert medications) sesuai standar pelayanan farmasi dan
keselamatan pasien rumah sakit, Meningkatkan keselamatan pasien rumah sakit, Mencegah
terjadinya sentinel event atau adverse outcome, Mencegah terjadinya kesalahan / error dalam
pelayanan obat yang perlu diwaspadai kepada pasien, Meningkatkan mutu pelayanan rumah
sakit.

12
DAFTAR PUSTAKA

http://marlinaazwar.blogspot.co.id/2014/06/
http://bigbossehat.blogspot.co.id/2017/07/peningkatan-keamanan-obat-yang-perlu.html
http://www.ismp.org/tools/highalertmedications.pdf
https://datenpdf.com/download/pedoman-peningkatan-keamanan-obat-yang-perlu
diwaspadai

13