Anda di halaman 1dari 8

LIST OF CONTENT

1. TEORI TEKTONIK LEMPENG
1. JENIS BATUAN
2. ROCK CYCLE
3. DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN
‐ SKALA WENWORTH 
1. HUKUM STRATIGRAFI
2. BATUBARA
A. DEFINISI
B. CARA TERBENTUK
C. MANFAAT
6. METODE SAMPLING
7. TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN
8. GEOLOGI STRUKTUR
JENIS BATUAN
1. BATUAN BEKU; TERBENTUK DARI PEMBEKUAN MAGMA
KLASIFIKASI BERDASARKAN SIFAT KIMIA ATAU KANDUNGAN SILIKA (SI02);
‐ BATUAN BEKU ASAM; BERWARNA TERANG TERDIRI DARI MINERAL FELSIK (SILIKA, FELDSPAR) SILIKA >66%; RIOLIT
‐ BATUAN BEKU INTERMEDIAT; SILIKA 52% ‐ 66%; DASIT
‐ BATUAN BEKU BASA; BERWARNA GELAP TERDIRI DARI MINERAL MAFIK (OLIVIN, AMPHIBOL, PITOKSIN)  SILIKA 45 ‐ 52
‐ BATUAN BEKU ULTRABASA; SILIKA <45%

2.. BATUAN SEDIMEN;  BATUAN YANG BERASAL DARI PENGENDAPAN MATERIAL2 HASIL PELAPUKAN ATAU EROSI YANG KEMUDIAN MENGALAMI PEMBATUAN (LITIFIKASI)
KLASIFIKASI BERDASARKAN PROSES PEMBENTUKANNYA;
A. SEDIMEN KLASTIK/MEKANIS (DARI PECAHAN/PELAPUKAN BATUAN SEBELUMNYA YANG TERTRANSPORTASI DAN TERENDAPKAN); SILTSTONE, CLAYSTONE, 
B. SEDIMEN NON KLASTIK (AKIBAT PROSES KIMIAWI ATAU ORGANIK;
‐ BATUAN SEDIMEN KIMIAWI (DARI PROSES KIMIA); GAMPING (MINERAL UTAMA KALSIT/KALSIUM KARBONAT CACO3)
‐ BATUAN SEDIMEN ORGANIK (PENGEDAPAN DARI BAHAN ORGANIK); BATUBARA

3. BATUAN METAMORF; TERJADI KARENA PROSES METAMORFISME (META; PERUBAHAN. MORP; BENTUK) KARENA ADANYA PERUBAHAN P & T. (P; PENAMBAHAN BEBAN. 
T; INTRUSI MAGMA DAN GRADIENT GEOTHERMAL/SETIAP KEDALAMAN 100 M SUHU NAIK 2,5‐3 DERAJAD)
KLASIFIKASI BERDASARTKAN FAKTOR PEMBENTUK/TIPE METAMORFOSANYA;
‐ Batuan Metamorf Kataklastik: deformasi mekanis, yaitu dua blok batuan yang mengalami pergeseran satu dan lainnya di sepanjang zona sesar/patahan. Jenis ini jarang
dijumpai.
‐ Batuan Metamorf Kontak: terjadi di dekat intrusi magma atau batuan beku dengan suhu yang tinggi dan pada cakupan yang tidak luas. Batuan yang dihasilkan sering kali 
batuan berbutir halus tanpa foliasi.
‐ Batuan Metamorf Dinamo (Metamorfosis Regional): terbentuk akibat faktor tekanan dan waktu yang lama, misalnya terbentuk dari sedimen tanah liat yang tertimbun
batuan di atasnya dalam waktu yang lama. Contohnya batu sabak (slate), schist, dan gneisses.
‐ Batuan Metamorf Kontak Pneumatalitis: penambahan bahan lain pada saat perubahan batuan metamorf kontak dan dinamo. Conothnya kuarsa menjadi batu topaz.
ROCK CYCLE
Berikut ini merupakan rangkuman tahapan pola siklus batuan, antara lain:
a. Tahap Kristalisasi / Pembekuan Magma
Magma yang berasal dalam bumi mengalami penurunan suhu, sehingga mengeras,
mengkristal dan terbentuklah batuan pertama yang dikenal sebagai batuan beku.
b. Tahapan Pelapukan
Magma yang mengeras akan mengalami proses seperti terkena cahaya matahari,
pengaruh cuaca, pengaruh suhu, dan pengaruh organisme sehingga terjadi
pelapukan. (Baca Juga: Pengertian Pelapukan Dan Jenisnya Pada Batuan)
c. Tahapan Erosi
Butiran‐butiaran material dari pelapukan akan larut dan terbawa oleh berbagai media 
seperti aliran sungai, gletser, angin, dsb.
d. Tahapan Pengendapan
Butiran material halus yang terbawa oleh aliran sungai, gletser, angin, dll akan mengendap
di suatu tempat. Semakin lama endapan tersebut akan semakin menumpuk, mengeras dan 
menjadi batuan Sedimen. (Baca Juga: Pengertian Batuan Sedimen)
e. Tahapan Perubahan Bentuk Pada Batuan (Metamorf)
Batu sedimen bisa saja masuk kedalam perut bumi akibat proses pelipatan, dan tektonik, 
lalu mendapatkan pengaruh dari tekanan dan temperatur suhu sehingga berubah bentuk
menjadi batuan Metamorf. (Baca Juga: Pengertian Batuan Metamorf)
f. Tahapan Kembali Menjadi Magma
Batu yang masuk ke dalam perut bumi lalu terkena suhu panas yang tinggi akan kembali
mencair dan kembali menjadi magma.
DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN
1. WARNA
2. TEKSTUR;
‐ UKURAN BUTIR; SKALA WENWORTH
‐ BENTUK BUTIR; VERY ANGULAR, ANGULAR, SUB ANGULAR, SUBROUNDED, 
ROUNDED, VERY ROUNDED
‐ KEMAS; TERTUTUP (BUTIRAN SALING BERSENTUHAN) TERUBKA (BUTIRAN 
TDK BERSENTUHAN)
3. STRUKTUR SEDIMEN; LAMINAS, GRADDED BEDDING , RIPPLE MARK 
(LAMINASI BERGELOMBANG), CROSS BEDDING)
4. SORTASI (KESERAGAMAN BUTIR (WELL SORTED, MEDIUM SORTED, 
POORLY SORTED)
5. KEKERASAN; KERAS/KOMPAK, LUNAK, SPONGY
A. Hukum stratigrafi
konsep tentang susunan, aturan dan hubungan antar batuan dalam ruang dan 
waktu. Pengertian ruang dalam geologi adalah tempat dimana batuan itu
terbentuk sedangkan pengertian waktu adalah waktu pembentukan batuan
dalam skala waktu geologi.

1. Hukum superposisi; batuan yang berada dibawah umurnya lebih tua dibandingkan lapisan


diatasnya selama belum mengalami deformasi/gangguan
2. HUKUM HORISONTALITAS; BATUAN TERENDAPKAN SECARA HORISONTAL sebelum terkena
gaya/tekanan
3. Original continuity; batuan sedimen terendapkan secara menerus (continuity) di dalam
cekungan
4. Hukum Uniformitarianisme; peristiwa geologi yg terjadi sekarang juga terjadi pada masa 
lampau. Proses geologi sekarang adalah dasar untuk mempelajari proses geologi dimasa
lamoau
5. Cross‐cutting relasionship; batuan yang diterobos lebih tua daripada batuan yang 
menerobos
COAL
1. DEFINISI; BATUAN SEDIMEN YANG BERASALA DARI MATERIAL ORGANIK SISA2 TUMBUHAN
2. PROSES PEMBENTUKAN;
A. TUMBUHAN MATI; TIDAK TERJADI PEMBUSUKAN SEMPURNA KARENA BAKTERI AEROB DAN ANAEROB SEBAGAI PENGURAI 
TIDAK DAPAT HIDUP. KEMUDIAN SISA TUMBUHAN TERSEBUT AKAN MENJADI SEDIMENT FOSIL TUMBUHAN DAN AKAN 
MENGALAMI PERUBAHAN FISIK DAN BIOKIMIA AKIBAT PENGARUH WAKTU, P & T
3. TAHAP PEMBENTUKAN BATUBARA
‐ PEATIFIKASI; PROSES DARI SISA TUMBUHAN MENJADI GAMBUT. TERJADI PROSES BIOKIMIA AKIBAT REAKSI SISA TUMBUHAN DAN 
OKSIGEN YG MENGHASILKAN CO2, CH4, DLL.
‐ COALIFIKASI; DARI GAMBUT KE BATUBARA. TERJADI PROSES GEOKIMIA (FISIKA‐KIMIA) SEPERTI PERUBAHAN FISIK BATUBARA SCR 
BERTINGKAT DARI LIGNIT – ANTRASIT DAN PERUBAHAN MENINGKATNYA KANDUNGAN KARBON (C) DAN B BERKURANGNYA 
KANDUNGAN H DAN O2.

4. MANFAAT
‐ PLTU
‐ DALAM INDUSTRI BAJA; SEBAGAI BAHAN CAMPURAN MEMISAHKAN ORE DENGAN IMPURITIES NYA
‐ DALAM INDUSTRI SEMEN; BAHAN BAKAR UNTUK MELELEHKAN CAMPURAN SEMEN SEPERTI LIMESTONE, SILIKA 
ENDOGEN DAN EKSOGEN
• BENTUK PERMUKAAN BUMI TIDAK RATA DISEBABKAN OLEH ADANYA GAYA 
ENDOGEN DAN EKSOGEN
1. TENAGA ENDOGEN; BERASAL DARI DALAM BUMI (PERGERAKAN 
TEKTONIK, VULKANISME)
2. EKSOGEN; DARI LUAR BUMI
‐ PELAPUKAN; PELAPUKAN MEKANIK (PERUBAHAN TEMPERATUR). 
PELAPUKAN ORGANIK (TUMBUHAN YANG TUMBUH DIBATUAN, AKTIFITAS 
MANUSIA). PELAUPUKAN KIMIA (HUJAN ASAM)
‐ EROSI
‐ SEDIMENTASI
‐ MASS WASTING (PERGERAKAN TANAH)
‐ DLL. MASIH ADA SAMBUNGANNYA. LIHAT DI BUKYU GEOLOGI DASAR X i
• Konglomerat adalah batu‐batu ataupun kerikil yang telah mengalami sementasi menjadi padat
• Breksi, sama dengan konglomerat tetapi butir‐butirnya runcing‐runcing tidak beraturan. Karena itu dapat ditafsirkan bahwa batuan
conglomerat telah terbawa jauh dari sumbernya, sedang breksi tidak jauh dari sumbernya.

• Komposisi mineral
• Komposisi mineral dari sedimen klastik dapat dibedakan menjadi
• (1. FragmenFragmen adalah bagian butiran yang berukuran lebih besar, yang berupa pecahan batuan, mineral, cangkang Fosil, 
ataupun ‐at organik.). 
• 2. MatriksMatriks adalah butiran yang berukuran lebih kecil dari ragmen dan terletakdiantaranya sebagai massa dasar dan 
mengisi sela sela diantara ragmen, sertadiendapkan bersama ragmen. Matrik dapat berupa pecahan batuan, mineral atau osil
. “
• 3. Semen Semen adalah material pengisi serta rongga pengikat antar butir sedimen, dapatberbentuk amor
atau kristalin. "emen, material halus yang berperan sebagaipengikat. "emen diendapkan setelah ragmen dan matrik. 
"emen umumnya berupasilika, kalsit, sul at, atau oksida besi. "emen terdiri dari material halus yang menjadipengikat antar butiran
dan mengisi rongga pori yang diendapkan setelah ragmendan matriks. “emen dapat berupa kalsit, silika, oksida besi ataupun sul
at. 
• Bahansemen yang la‐im adalah ( "emen karbonat seperti kalsit dan dolomit "emen silika seperti kalsedon dan kuarsa "emen oksida
besi seperti limonit, hematit, dan siderit