Anda di halaman 1dari 40

METODE PELAKSANAAN

I. PENDAHULUAN

Penyampaian metode pelaksanaan pekerja ini adalah merupakan


suatu penyampaian pemikiran kami tentang tata cara pelaksanaan
phisyk dan administrasi yang akan diterapkan pada saat pekerjaan
ini dilaksanakan.

Dengan tersajinya metode ini maka diharapkan pada saat


pelaksanaan tidak terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerja, dan
pemantauan terhadap pengendalian mutu dapat terlaksana dengan
baik.

II. MANAJEMEN PELAKSANAAN PROYEK.

Dalam suatu sistim manajemen pelaksanaan kegiatan proyek,


tahapan implementasi kegiatan dibagi dalam :

 IMPLEMENTASI TEKNIS.
 IMPLEMENTASI ADMINISTRASI.

Secara skematik diperlihatkan pada skema dibawah ini,

SISTIM MANAJEMEN PROYEK

IMPLEMENTASI TEKNIS IMPLEMENTASI ADMINISTRASI

Implementasi teknis dan implementasi administrasi adalah kegiatan yang saling


terkait dimana segala kegiatan pelaksanaan harus dicatat dan disahkan masing-
masing pihak, dengan demikian segala proses dokumen kontrak dapat
dilaksanakan dengan baik, disamping itu implementasi administrasi adalah
merupakan pecatatan pengendalian terhadap pelaksanaan phisyk.
A. TAHAPAN IMPLEMENTASI TEKNIS.

Pemahaman terhadap tahapan implementasi teknis terdiri dari implementasi


perencanaan dan pelaksanaan teknis ( metode pelaksanaan ) serta pengendalian
pelaksanaan pekerjaan, hal ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

IMPLEMENTASI TEKNIS

METODE PELAKSANAAN PROYEK vs PENGENDALIAN PROYEK

 TEKNIK DAN METODE.  RENCANA KERJA DAN SYARAT


(RKS DAN DOKUMEN KONTRAK).
 SCHEDULE PELAKSANAAN.  MONITORING KEMAJUAN FISIK.
 SCHEDULE SUMBER DAYA  MOBILISASI SUMBER DAYA
TENAGA. TENAGA.
 SCHEDULE MATRIAL DAN ALAT  MOBILISASI MATERIAL DAN
ALAT
 METODOLOGI PELAKSANAAN TEKNIS PEKERJAAN.

TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN FISIK.

Pek. Persiapan

Pek. Pengukuran dan


Bouwplank

Pek. Pondasi

Pek. Beton

Pek. Rangka Kayu & Kusen

Pek. Dinding

Pek. Rangka Atap & Penutup


Atap

Pek. Plafond

Pek. D. Pintu, D. Jendela &


Pek. Kunci & Penggantung

Pek. Sanitasi

Pek. Instalasi Listrik

Pek. Lantai

Pek. Finishing

Uraian terhadap tata cara pelaksaan kegiatan diatas adalah sebagai berikut :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN.

 Pekerjaan Papan Nama dan Direksi Keet

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

 Pelaksanaan pekerjaan dibuat dari papan triplek 4  RKS


mm, dirangkai dengan kayu kaso dan tiang dari
kayu balok 6/12 cm .
 Penulisan pada papan nama terdiri dari :
- Nama pekerjaan, nomor dan tanggal kontrak
- Lokasi Pekerjaan
- Pemilik dan Pelaksana Pekerjaan
- Masa Pelaksanaan dan Pemeliharaan
- Nilai Pekerjaan
 Pengadaan Direksi dilokasi akan dilaksanakan
dengan penyewaan ruangan atau bangunan dari
warga setempat.
 Direksi keet akan difungsikan sebagai tempat
tenaga kerja, dan gudang material.

 Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

MOBILISASI PERALATAN :  RKS


 Notulen Pra
 Truck kap. 5 m3 Pelaksanaan
 Mesin Giling Tiga Roda kap. 10 – 12 ton  Laporan Harian
 Baby Roller
 Stamper
 Pompa Air
 Pengki
 Pacul
 Belincong
 Linggis
 Sekop
 Gerobak

MOBILISASI TENAGA KERJA :

 Pekerja
 Tukang Batu
 Mandor

2. PEKERJAAN PENGUKURAN DAN BOUWPLANK


LINGKUP KEGIATAN : BAHAN :

 Penentuan Kesikuan Bangunan. - Kaso 5/7


 Penentuan as-as bangunan. - Papan Bekisting
- Paku
METODE PELAKSANAAN : - Cat kayu warna merah
dan kuas
 Pengukuran dilakukan oleh Surveyor dibantu - Benang
pelaksana dan mandor, sedangkan pembersihan
lokasi, penyediaan patok dan pemasangan baouwplank PERALATAN :
dilakukan oleh mandor dan pekerja.
 Patok disiapkan dari kaso uk 5/7 cm, Panjang 50 cm - Martil : 2 bh
yang salah satu ujungnya diruncingkan. - Gergaji : 2 bh
 Semua lokasi rencana pembangunan rumah contoh - Parang / badik : 3 bh
dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan atau material lain - Cangkul : 3 bh
yang menghalangi rencana pembangunan. - Pengki : 3 bh
 Sebelum pengukuran terlebih dahulu diserahkan - Gerobak : 1 bh
sertifikat kalibrasi alat Theodlith T2 kepada Direksi. - Theodolit : 1 unit
 Berdasarkan petunjuk Direksi ditentukan titik refrensi - Meteran 5m : 2 bh
ketinggian dan kesikuan bangunan, biasanya kesikuan
diambil terhadap as badan jalan yang ada didepan
rencana rumah yang akan dibangun ( titik 1 –2 ), TENAGA KERJA :
sedang ketinggian diambil dari dari elevasi salah satu
titik di as jalan ( titik 2 ). - Tk. Kayu : 1 org
 Alat Theodolit T2 diberdirikan dititik (1), kemudian - Pekerja : 3 org
diarahkan ketitik (2) dimana bak ukur diberdirikan, - Mandor : 1 org
dilakukan pembacaan ketinggian pembidik dan bacaan - Surveyor : 1 org
sudut terhadap bak ukur. - Pelaksana : 1 org
 Alat Theodolit T2 diberdirikan dititik (1), kemudian
diarahkan ketitik (2) dimana bak ukur diberdirikan,
dilakukan pembacaan ketinggian pembidik dan bacaan
sudut terhadap bak ukur.
 Alat Theodolit T2 diberdirikan dititik (1), kemudian
diarahkan ketitik (2) dimana bak ukur diberdirikan,
dilakukan pembacaan ketinggian pembidik dan bacaan
sudut terhadap bak ukur.
 Alat Theodolit T2 tetap diberdirikan dititik (1),
kemudian diarahkan ketitik (3) dengan sudut bacaan
ditambah atau dikurangi 900 dari bacaan ketitik (2),
kemudian diberi patok dititik (3) dan dilakukan
pembacaan ketinggian dan memberi cat dipatok
sebagai ketinggian 0.00 lantai bangunan.
 Alat Theodolit T2 diberdirikan dititik (3), kemudian
diarahkan ketitik (1) dilakukan pembacaan sudut,
kemudian dengan sudut bacaan ditambah atau
dikurangi 900 dari bacaan ketitik (1), alat diarahkan ke
titik (4)dan (5) kemudian dilakukan pembacaan
ketinggian dan memberi cat dipatok sebagai
ketinggian 0.00 lantai bangunan.
 Antara titik (4) dan titik (5) ditarik benang, yang
menjadi bantuan kelurusan pemasangan patok
bouwplank diantara titik (4) dan (5), patok bouwplank
dipasang per-jarak 2 meter dan 1 meter dari rencana
galiaan pondasi, kemudian pada patok dipasang papan
bouwplank yang kelurusan pemasangannya tetap
dipandu dengan alat.
 Penentuan as-as bangunan dilakukan pada papan
bouwplank dengan pemakuan sesuai gambar kerja,
setelah dipandu kelurusannya dengan alat theodolit
dan kontrol jarak as-as dengan meteran baja 50
meter.
 Tata cara yang sama dilakukaan dari titik (3) ke titik
(6), serta dari (6) ke titik (7) dan titik (8).

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepadaa Direksi Teknik


berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Sertifikat Kalibrasi Theodolith.
 Laporan Harian
 B.A Pengukuran

SKETSA : 5 b 8
1

a
as jalan
bouwplak
Jalan existing
4 7

2 3 6
Denah Rencana Rumah

Titik Refrensi
1 ( bak ukur )
2 3 ( bak ukur )

theodolith T2
3. PEKERJAAN PONDASI

LINGKUP KEGIATAN : BAHAN :

 Galian Tanah - Pasir Urug


 Urugan Pasir dibawah Pondasi tb. 10 cm - Pasir Pasang
 Pasang Batu kosong - Batu belah/kali
 Pasang Pondasi & Pasang Angkur - Semen
 Urugan Tanah kembali - Besi angku dia. 12 mm
- Air bersih
METODE PELAKSANAAN :
PERALATAN :
Galian Tanah :
 Penggalian dilakukan oleh tukang gali / pekerja - Sendok Tukang batu
dipandu oleh mandor dan pelaksana. - Cangkul : 3 bh
 Pengambaran as-as rencana pengalian dilakukan - Belincong : 2 bh
dengan memberi garis pada permukaan tanah, - Pengki : 3 bh
kelurusan dan ketepatan penarikan garis dipandu - Gerobak : 1 bh
benang yang ditarik dari as-as yang sesuai dengan - Meteran 5m : 2 bh
gambar kerja berupa paku yaaang diberi nomor as - Theodolit : 1 unit
pada papan bouwplank. - Beton Molen : 1 unit
 Pengalian dilakukan dengan belincong dan cangkul - Pompa Air : 1 unit
berbentuk trapesium dengan ukuran lebar dasar 50 - Tangki air 500 L : 1 bh
cm dan lebar atas 100 cm, kedalaman diukur dengan - Ember kecil secukup-
meteraan 3,00 meter dari elevasi atas papan nya
bouwplank ( 0.00 ) ke arah dasar penggalian sampai
94,5 cm.
 Tanah disingkirkan dengan pengki, ditumpuk disisi kiri TENAGA KERJA :
dan kanan penggalian sedemikian rupa sehingga tidak
longsor kembali ke lubang penggalian. - Pekerja : 5 org
- Tk. Gali : 2 org
Urugan Pasir : - Tk. Batu : 2 org
 Urugan pasir dilaksanakan oleh pekerja dipandu oleh - Mandor : 1 org
mandor dan pelaksana. - Surveyor : 1 org
 Pada dasar galian yang telah rapi, ditebar pasir urug
dengan pengki.
 Pasir diratakan dan dipadatkan dengan alat stamper,
kemudian diukur ketebalannya dengan cara
pengukuran dari permukaan atas bouwplank sampai
permukaan atas urugan pasir. Pengukuran harus
menunjuk angka 84,5 cm pada meteran.
 Pengangkutan material dilakukan dengan gerobak ,
penebaran dilakukan dengan pengki, perataan
dilakukan dengan cangkul, pemadatan dilakukan
dengan stamper.

Batu Kosong :
 Pemasangan pondasi dilakukan oleh Tukang batu
dibantu oleh Pekerja, dikontrol oleh Mandor dan
Pelaksana.
 Benang dipasang sebagai panduan kelurusan
pemasangan batu
 Tinggi pemasangan diukur dari permukaan atas
bouwplank kerencanan permukaan atas pasangan
pondasi
 Ketebalan Batu kosong disesuaikan dengan gambar
rencana dan digelar dengan rapi.

Pasang Pondasi & Angkur :


 Pemasangan pondasi dilakukan oleh Tukang batu
dibantu oleh Pekerja, dikontrol oleh Mandor dan
Pelaksana.
 Benang dipasang sebagai panduan kelurusan
pemasangan batu sesuai as-as bangunan pada
bouwplank, as bangunan ditentukan pada dasar
pasangan dengan unting-unting, kemudian diberi
patok bambo yang membentuk trapezium setelah
dihubungkan lebar atas dan lebar bawah.
 Tinggi pemasangan diukur dari permukaan atas
bouwplank kerencanan permukaan atas pasangan
pondasi, dimana meteran menunjuk angka 24,5 cm,
kemudian pada titik ini diikat potongan bamboo untuk
penempatan benang sebagai panduan lebar atas dari
pasangan pondasi.
 Pengadaan spesi untuk perekat pasangan batu kali
terbuat dari campuran 1PC : 4 Psr.
 Adukan dipersiapkan dengan membuat mock-up
perbandingan volume.
 Material semen dan pasir diaduk dengan alat beton
molen atau dengan tenaga orang dalam bak papan
sampai rata, kemudian diberi air bersih secukupnya
sehingga kekentalan adukan cukup baik menjadi
perekat pasangan.
 Adukan diangkut ke lokasi pemasangan pondasi
dengan ember-ember kecil.
 Setelah adukan ditebar pada permukaan pasir urug,
batu kali yang telah dipecah menjadi ukuran 15-20
cm, disusun satu persatu dengan rapi dan antara satu
batu kali dengan batu kali yang lain diberi perekat
adukan sehingga terbentuk seperti trapezium.
 Dimensi pasangan pondasi dibuat dengan lebar bawah
65 cm, dan lebar atas 30 cm.
 Pada bagian pondasi yang berhubungan dengan sloof
beton diberi angkur besi beton yang diberi
bengkokkan pada ujung-ujunnya, angkur dibuat dari
diameter 10 – 12 mm panjang 40 cm dengan jarak as
ke as angkur 101,5 cm

Urugan Tanah Kembali :


 Urugan Tanah Kembali menggunakan tanah bekas
galian setelah tanah yang tidak baik dan kotoran
dipisahkan.
 Pekerjaan dilakukan oleh Tukang Gali dibantu Pekerja
dan dikontrol oleh Mandor dan Pelaksana.
 Tanah urugan ditimbun disamping pondasi yang telah
mengeras dengan tebal per lapis 20 cm, kemudian
dipadatkan dengan stamper.
 Sisa tanah galian sebagai urugan kemudian diratakan
pada bagian bangunan yang lain serta dipadatkan
dengan stamper.
 Agar pemadatan baik maka pada tanah yang telah
mengering ditambahkan air secukupnya, sehingga
pemadatan dapat dilakukan dengan baik.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :


Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik
berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

As bangunan
SKETSA :

Bouwplank

As bangunan

Galian Tanah
a

Benang kontrol
As bangunan
angkur

Pas. Pond. menerus

Urugan Kembali
d

Urugan Pasir

4. PEKERJAAN BETON

LINGKUP KEGIATAN : BAHAN :

 Perakitan Bekisting - Pasir Pasang


 Perakitan Pembesian - Batu Pecah uk 2/3 cm
 Penyediaan dan Pengecoran Beton - Semen
- Air besih
METODE PELAKSANAAN : - Besi beton dia. 12 mm
- Multiplek tb 9 mm
Perakitan Bekisting : - Kayu Kaso uk. 5/7 cm
 Perakitan bekisting dilakukan oleh Tukang Kayu - Paku
dibantu oleh Pekerja dipandu oleh Mandor dan - Kawat Besi Beton
Pelaksana.
 Untuk Sloof uk. 15/20 cm, Kolom 12/12 cm, dan
Ringbalk 10/10 cm PERALATAN :
 Bekisting dibuat dari bahan Multiplek tebal 9 mm
sebagai dinding, sedangkan rangka dan tulangan - Sendok Tukang batu
penguat dibuat dari kayu kaso uk. 5/7 cm untuk 3 x - Cangkul : 3 bh
pakai. - Gerobak : 1 bh
 Multiplek dipotong dengan gergaji kayu, dirangkai - Meteran 5m : 2 bh
dinding triplek akan sesuai dengan lebar pondasi. - Beton Molen : 1 unit
 Semua sambungan material bekisting dilakukan - Pompa Air : 1 unit
dengan pemakuan. - Tangki air 500 L : 1 bh
 Bekisting dipasang disamping pondasi diberi penguat - Ember kecil secukup-
diatas dan disamping bekisting, sehingga bekisting nya
tidak bergeser pada saat pengecoran. - Gegep.
 Pemasangan bekisting dilakukan setelah pembesian.

TENAGA KERJA :
Perakitan Pembesian :
 Perakitan pembesian dilaksanakan oleh Tukang Besi - Pekerja : 5 org
dibantu Pekerja dipandu oleh Mandor dan Pelaksana. - Tk. Kayu : 1 org
 Tulangan pokok digunakan besi beton polos dia. 10 - Tk. Batu : 2 org
mm, sedangkan beugel digunakan besi polos dia. 8 - Tk. Besi : 1 org
mm – jaral 15 cm. - Mandor : 1 org
 Tulangan pokok dipotong berdasarkan panjang as-as
bangunan yang diberi sloof beton, dengan tekukan
ujung-ujungnya sebesar 4 d.
 Tulangan pokok diikatkan dengan beugel mengunakan
kawat besi beton berdiameter 1 mm, dimana jarak
antar beugel dibuat per 15 cm.
 Pembesian yang telah dirakit diletakkan diatas
pasangan batu kali setelah diberi beton decking diatas
pasangan pondasi dan sisi tegak pembesian,
kemudiaan dtutup dengan bekissting.

Pengecoran Beton & :


 Penyedian beton segar, pengecoran dan
pemeliharaannya dilakukan oleh Tukang Batu dibantu
oleh Pekerja, dikontrol oleh Mandor dan Pelaksana.
 Campuran beton dibuat dari Ad. 1 Pc 2 Ps 3 Krl.
 Bt. Pecah yang digunakan adalah batu pecah uk. 2/3
cm, hasil produksi stone crusher.
 Material semen, pasir, dan batu dicampur sampai rata
sesuai perbandingan diatas, kemudian diberi air bersih
secukupnya dengan perkiraan slump diatas.
 Beton yang sudah teraduk dengan merata diangkut
dengan ember-ember kecil ke lokasi pengecoran,
dituang ke dalam bekisting, dipadatkan dengan cara
mencucuk pakai besi dan memukul didnding bekisting
dengan hati-hati agar bekisting tidak bergeser.
 Pada beton yang masih segar ditanam angkur mur-
baut untuk penahan rangka dinding kayu, untuk
mengontrol jarak-jarak baut agar sesuai dengaan
rencana penempatan pada rangka kayu, maka
sebagai mal digunakan rencana kayu yang telah
dilobangi kemudian mur-baut dipasang dengan baik,
kemudian ditanam ke beton. Sedangkan pada
pertemuan-pertemuan kolom dan sloof diberi angkur
kolom dari besi plat strip 4/40 mm.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :


Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik
berupa :
 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
 B.A Test Laboratorium untuk Test uji slump & uji tekan
( PBI,71 ) bila dipersyarakat.

5. PEKERJAAN KUSEN

LINGKUP KEGIATAN : BAHAN :

 Perakitan & Pemasangan Kusen - Kayu Klas I 5/10


- Angkur
METODE PELAKSANAAN : - Plat Strip (4/40) mm
- Plat baja tb. 6 mm
 Perakitan kusen, dilakukan oleh Tukang Kayu dibantu - Skrup
oleh Pekerja dipandu oleh Mandor dan Pelaksana.
 Kusen, dibuat dari bahan Kayu Klas I 5/10. PERALATAN :
 Kayu dipotong dengan mesin potong sesuai dengan
ukuran-ukuran yang dibutuhkan dalam gambar kerja ( - Waterpass : 1 bh
shop drawing), dilaksanakan di work shop lapangan - Meteran 5m : 2 bh
pelobangan dengan bor listrik. - Kunci pas baut : 2 bh
 Semua sambungan yang siku diperiksa dengan - Unting-unting : 2 unit
penggaris siku, sedangkan yang membentuk sudut - Gergaji : 2 bh
dikontrol dengan mal multiplek yang dibuat khusus - Bor Listrik : 2 bh
untuk penggontrol ketepatan sudut. - Gegep : 2 bh
 Pemasangan dilakukan dengan panduan benang untuk - Martil : 2 bh
kerataan, dimana elevasinya telah diberi tanda pada
kaso penahan benang, kemudian kerataan diperiksa
kembali dengan waterpass, ketegakkan pemasangan TENAGA KERJA :
diperiksa dengan unting-unting besi, semua kerangka
dan kusen ditumpu oleh paku. - Pekerja : 5 org
 Hubungan kerangka dengan dinding yang telah diberi - Tk. Kayu : 2 org
angkur ,sehingga kerangka tidak bergeser lagi. - Mandor : 1 org

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa


:

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

SKETSA :
Benang pemandu water-pass kusen dan Dinding .

Kaso
penahan

Kusen Kolom

sloof

pondasi

Sloof
Angkur besi beton dia. 12 mm

Pondasi menerus

Detail Sambungan Pondasi, Pasangan Dinding .

6. PEKERJAAN DINDING.

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Pemasangan Dinding dan Plester aci
- Bata
TENAGA KERJA : - Pasir Pasang
- Semen
 Pekerja : 3 orang - Batu Andesit
 Tukang Batu : 2 orang
 Mandor : 1 orang PERALATAN :

- Waterpass : 1 bh
- Meteran 5m : 2 bh
METODE PELAKSANAAN : - Unting-unting : 2 unit
- Gegep : 2 bh
1. Pasangan Dinding Bata - Martil : 2 bh
- Sendok Tukang batu
 Lokasi yang akan dipasang dinding adalah dinding dari - Cangkul : 3 bh
bangunan baru. - Gerobak : 1 bh
 Refrensi elevasi ketinggian adalah hasil pengukuran - Meteran 5m : 2 bh
stacking-out. - Beton Molen : 1 unit
 Hubungan antara kolom existing dan pasangan dinding - Pompa Air : 1 unit
baru diberi stek besi beton dia. 8 mm yang berfungsi - Tangki air 500 L : 1 bh
sebagai perkuatan pada pemasangan dinding - Ember kecil secukup-
hebel/celcon, pemasangan stek besi beton untuk kolom nya
baja profil dihubungkaan dengan las listrik,sedangkan
untuk kolom beton akan diberi lobang terlebih dahulu
dengan cara dibor. Jarak antara stek dibuat per-tinggi TENAGA KERJA :
pemasangan 1,5 meter.
 Sebelum pemasangan maka pada dasar lantai existing - Pekerja : 5 org
terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, kemudian - Tk. Kayu : 2 org
dibasahi dengan air bersih. - Tk. Batu : 3 org
 Adukan untuk pemasangan dinding bata digunakan - Mandor : 1 org
campuran 1 PC :4 Psr serta campuran ! PC : 2 Psr untuk
tembok kamar mandi.
 Material dinding digunakan bata lokal.
 Material bahan dinding bata dan lainnya didatangkan dari
pabrik setelah disetujui Direksi.
 Pemasangan dinding dilakukan dengan panduan jidar yang
dipasang tegak lurus pada rencana lantai. Pemasangan
dilakukan secara bertahap dengan ketinggian maksimum
per-tinggi 1,5 meter.
 Kelurusan pemasangan dikontrol dengan pemasangan
benang yang dipasang antar jidar per-pemasangan 3 jalur,
kerataan pemasangan dikontrol alat waterpas.
 Adukan dicampur didalam beton molen yang telah
dicampur dengan air bersih dengan perbandingan sesuai
peruntukannya, akan digunakan sebagai perekat antar
bata sehingga pemasangan tidak roboh, dan setelah
mengering pemasangan ketinggian lanjutannya kemudian
dilaksanakan.

2. Plester dan Acian Dinding

 Sebelum diplester maka semua armatur sparing kabel


sudah tertanam dalam tembok.
 Dinding yang telah kuat kemudian dilakukan pelapisan
adukancampuran 1Pc : 4 Psr dan 1Pc : 2 Psr untuk kamar
mandi, yang akan digunakan untuk pekerjaan plesteran.
 Adukan dicampur didalam beton molen yang telah
dicampur dengan air bersih dengan perbandingan sesuai
peruntukannya.
 Dinding yang akan diplester terlebih dahulu diberi
kepalaan plesteran dari bahan mortar, ketebalan dan
ketegakan pemasangan kepala plesteran diperiksa dengan
unting-unting (lot).
 Permukaan dinding yang akan diplester terlebih dahulu
dibasahi dengan air bersih, kemudian dilanjutkan dengan
pemasangan plester dari mortar campuran yang sesuai
dengan menggunakan sendok tukang batu.
 Untuk luasan tertentu dan sebelum mortar mengeras,
maka permukaan plesteran diratakan dengan jidar besi,
sehingga kerataan dan ketegakan akan mengikuti kepala
plesteran.
 Permukaan plesteran dinding yang telah mengeras
kemudiaan dihaluskan dengan acian.
 Untuk bahan acian digunakan semen yang dicampur
dengan air bersih secukup sehingga kelekatan dengan
dinding baik.
 Permukaan plesteran yang akan diaci terlebih dahulu
dibasahi dengan air bersih, kemudian dilanjutkan dengan
pemasangan acian dari mortar dengan menggunakan
sendok tukang batu.
 Untuk luasan tertentu dan sebelum mortar mengeras,
maka permukaan acian diratakan dengan sendok tukang
batu kemudian dihaluskan dengan gosokan Kertas semen
sehingga kerataannya baik.

SKETSA :

Benang pemandu water-pass kusen dan dinding

Kaso penahan

Kusen kolom

sloof

Permukaan dinding

7. PEKERJAAN RANGKA ATAP & PENUTUP ATAP.

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Perakitan & Pemasangan Kuda-kuda.
 Pemasangan Listplank. - Baja Ringan Profil C
 Pemasangan Penutup Atap & Bubungan. - Reng Baja Ringan
- Baut/Skrup
METODE PELAKSANAAN : - Denabolt
- Metal Roof &
Perakitan & Pemasangan Kuda-kuda : Bubungan Metal Roof
 Perakitan dan pemasangan Kuda-kuda dilaksanakan oleh
Tukang kayu, dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh Mandor PERALATAN :
dan Pelaksana.
 Bahan Kuda-kuda terbuat dari Baja Ringan Profil C, sistim - Waterpass : 1 bh
penyambungan dengan baut/skrup. - Meteran 5m : 2 bh
 Baja Ringan dipotong sesuai dengan panjang masing- - Kunci pas baut : 2 bh
masing. - Unting-unting : 2 unit
 Perakitan dilakukan dengan penyambungan sesuai - Gergaji : 2 bh
dengan gambar kerja. - Bor Listrik : 2 bh
 Pemasangan kuda-kuda dilakukan dengan perletakan - Gegep : 2 bh
pada Ringbalk. - Martil : 2 bh
 Jarak antara kuda-kuda ke kuda-kuda lainnya Maks. 1,2
meter TENAGA KERJA :

Pemasangan Reng. - Pekerja : 5 org


 Perakitan dan pemasangan reng dilaksanakan oleh - Tk. Besi : 2 org
Tukang kayu, dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh Mandor - Mandor : 1 org
dan Pelaksana.
 Bahan untuk rangka atap terbuat dari Baja ringan bentuk
trapesium.
 reng dipasang diatas kuda-kuda dengan jarak-jarak sesuai
gambar kerja, penyambungan dilakukan dengan paku.
 Lisplank digunakan Papan Kayu Klas II, dipasang keliling
bangunan, dan pemasangannya dipandu dengan benang
waterpass untuk bagian-bagian yang datar.

Pemasangan Penutu Atap dan Bubungan.


 Perakitan dan pemasangan penutup atap dilaksanakan
oleh Tukang kayu, dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh
Mandor dan Pelaksana.
 Penutup atap dan bubungan Menggunakan Metal Roof.
 Metal roof dipasang satu persatu dari bagian bawah,
kemudian sebagai penutup akhir pada bagian atas diberi
bubungan Metal roof.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

8. PEKERJAAN RANGKA PLAFOND & PENUTUP PLAFOND.

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Perakitan & Pemasangan Rangka Plafond.
 Pemasangan Penutup Plafond. - Hollow 40x40 mm
- Hollow 20x40 mm
METODE PELAKSANAAN : - Gypsum 9 mm
- Kalsiboard tb. 3,5
 Perakitan dan pemasangan rangka dan penutup plafond mm
dilaksanakan oleh Tukang Kayu, dibantu oleh Pekerja, - Paku
dipandu oleh Mandor dan Pelaksana. - Skrup
 Bahan rangka plafond terbuat dari Besi Hollow, penutup
plafond dari Gypsum 9mm dan kalsiboard tebal 3,5 mm, PERALATAN :
sistim penyambungan dengan Paku.
 Hollow dipotong sesuai dengan panjang masing-masing - Waterpass : 1 bh
balok. - Benang
 Pemasangan dilakukan pada sisi pinggir, kemudian - Meteran 5m : 2 bh
dirangkai dengan rangka bagian dalam. - Gergaji : 2 bh
 Pemasangan dipandu dengan benang yang sudah - Bor Listrik : 2 bh
waterpass. - Gegep : 2 bh
 Jarak-jarak pemasangan kayu dilaksanakan sesuai dengan - Martil : 2 bh
gambar kerja.
 Rangka plafond yang telah terpasang ditutup dengan TENAGA KERJA :
kalsiboard 3,5 mm, pemasangan mengikuti pola rangka
plafond. Kalsiboad dipaku dengan rapi agar tidak - Pekerja : 5 org
melendut - Tk. Kayu : 2 org
- Mandor : 1 org
RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

9. PEKERJAAN PINTU, JENDELA, KUNCI & PENGGANTUNG.

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Perakitan & Pemasangan D. Pintu & Jendela.
 Pemasangan Kunci & Penggantung. - Kayu Klas I
- Kayu Klas II
METODE PELAKSANAAN : - Pintu Panel
- Triplek 4 mm
 Perakitan dan pemasangan kusen dilaksanakan oleh - Kaca polos 3 mm
Tukang Kayu, dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh Mandor - Engsel 4 “
dan Pelaksana. - Engsel 3”
 Bahan rangka pintu dan jendela terbuat dari papan kayu, - Sloot
penutup daun pintu adalah panel dan double triplek tebal - Hak angin
3 mm, penutup daun jendela adalah kaca polos tebal 3 - Kunci 2 slaag
mm. - Paku
 Papan dipotong dan diserut permukannya sampai halus
disambung setelah diberi lobang dengan pahat, kemudian PERALATAN :
diberi lem perekat dan pen kayu.
 Rangka pintu yang telah terakit ditutup dengan triplek, - Waterpass : 1 bh
sistim penyambungan dengan lem perekat dan pemakuan - Benang
dengan paku triplek. - Meteran 5m : 2 bh
 Pintu dihubungkan dengan kusen menggunakan engsel - Gergaji : 2 bh
ukuran 4“, dibuat dan dipasang pada bagian atas dan - Bor Listrik : 2 bh
bawah. - Gegep : 2 bh
 Pintu dilengkapi dengan kunci 2 slag. - Pahat : 2 bh
 Daun jendela yang telah terakit dipasang dengan - Martil : 2 bh
menghubungkan rangka terhadap kusen dengan
menggunakan engsel 3“, dan daun jendela dilengkapi TENAGA KERJA :
dengan slot dan hak angin.
 Daun jendela ditutup dengan kaca polos 3 mm - Pekerja : 5 org
- Tk. Kayu : 2 org
RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) : - Mandor : 1 org

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

10. PEKERJAAN LANTAI

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Pemasangan Pasir Urug
 Pemasangan Rabat Beton - Pasir Pasang
 Pemasangan Keramik. - Batu pecah uk ½ cm
- Semen
METODE PELAKSANAAN : - Keramik 30x30 cm
 Pekerjaan lantai dilaksanakan oleh Tukang Batu, dibantu - Keramik 20x20 cm
oleh Pekerja, dipandu oleh Mandor dan Pelaksana. - Keramik 20x25 cm
 Keramik yang digunakan adalah ukuran 30x30 cm. -
 Tanah dasar lantai diratakan dan dipadatkan dengan
stamper dan bila diperlukan akan diberi air sehingga PERALATAN :
pemadatannya lebih baik.
 Diatas tanah dasar ditebar pasir urug dengan ketebalan - Mesin potong keramik
10 cm, dipadatkan dengan timbres kayu. - Waterpass : 1 bh
 Diatas pasir urug dilakukan pengecoran beton rabat tebal - Meteran 5m : 2 bh
3 cm, beton rabat dibuat dari adukan dengan campuran - Martil : 2 bh
1PC : 3 Psr : 5 Bt. Pecah, diaduk dengan beton molen - Sendok Tukang batu
atau dengan tenaga orang. - Cangkul : 3 bh
 Diatas beton rabat yang telah mengeras, akan dipasang - Gerobak : 1 bh
lantai keramik. - Meteran 5m : 2 bh
 Pemasangan keramik dimulai dengan pembuatan pola - Beton Molen : 1 unit
pemasangan berupa kepala pemasangan pada semua - Pompa Air : 1 unit
ruangan yang akan dipasang keramik. - Tangki air 500 L : 1
 Pada saat pemasangan diatas beton rabat diberi adukan bh
sebagai perekaat keramik dengan spesi 1PC : 3 Psr - Ember kecil secukup-
dengan ketebalan 2 cm. nya
 Keramik dipasang satu persatu dengan panduan benang TENAGA KERJA :
untuk kelurusan sedangkan kerataannya diperiksa dengan
menggunakan waterpass. - Pekerja : 5 org
 Nat antar keramik diisi dengan bubur air semen. - Tk. Kayu : 2 org
 Las-lasan pemasangan keramik dibuat kesalah satu sisi - Mandor : 1 org
ruangan.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :


Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :
 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
11. PEKERJAAN INSTALASI

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Pemasangan Instalasi Listrik
 Pemasangan Instalasi Sanitasi dan Air Bersih. - Kabel NYY atau NYM
2,5 mm2
METODE PELAKSANAAN : - Stop kontak tunggal
dan double
PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK ; - Sakalr tunggal
- Panel
 Pekerjaan Instalasi Listrik dilaksanakan oleh Tukang - Pipa PVC dia. ½ “
Listrik, sedangkan Instalasi sanitasi dilaksanakan oleh - Pipa PVC dia. 2 “
Tukang Batu, dan dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh - Pipa PVC dia. 4”
Mandor dan Pelaksana. - Buis Beton dia. 1,0 m,
 Kabel listrik / penerangan mengunakan kabel NYY atau tinngi 50 cm tebaal 10
NYM 2,5 mm2. cm.
 Kabel toevur menggunakan Kabel NYM 4 x 6 mm. - Bata merah
 Arde Pertanahan NYA 6 mm. - Semen Pasir
 Penarikan jalur kabel mengikuti gambar kerja, meliputi - Batu Pecah uk ½ cm
teras, ruang tamu / keluarga, ruang tidur, kamar mandi - Besi Beton
dan teras belakang, semua kabel diberi sparing pipa pvc - Pipa Hawa
dia. 1/2 “. - Batu Kali
 Saklar dan stop kontak dipasang pada dinding dengan - Komposter kav. 60 l
ketinggian 1 meter dari lantai, atau tidak dapat dijangkau - Closet jongkok
anak kecil. - Bak air uk 75 x 75 x
 Stop kontak tunggal dipasang di ruang tidur, ruang 75 cm.
keluarga untuk teras belakang, kamar mandi, sedangkan
stop kontak double dipasang di ruang tamu untuk
pelayanan teras depan dan ruang tamu PERALATAN :
 Saklar tunggal dipasang di ruang tidur, ruang keluarga.
 Setelah selesai pemasangan kabel penerangan - Meteran 5m : 2 bh
dihubungkan dengan penel, yang berhubungan dengan - Martil : 2 bh
kabel daya listrik dari PLN - Sendok Tukang batu
 Test merger dilakukan untuk pengetesan pemasangan - Alat Tukang listrik
instalasi. - Cangkul : 3 bh
- Gerobak : 1 bh
PEMASANGAN INSATALASI SANITASI DAN AIR - Beton Molen : 1 unit
BERSIH. - Pompa Air : 1 unit
 Pekerjaan Instalasi sanitasi dan air bersih dilaksanakan - Tangki air 500 L : 1
oleh Tukang Gali dan Tukang batu, serta dibantu oleh bh
Pekerja, dipandu oleh Mandor dan Pelaksana. - Ember kecil secukup-
 Pemasangan instalasi air bersih dibuat dari pipa PVC dia. nya
3/4 & 1/2 “,dan air bekas pipa PVC dia.3” sedangkan pipa
air kotor dari pipa PVC dia. 4 “, asesories lain adalah kran
air, dan closet jongkok. TENAGA KERJA :
 Pipa air kotor ditanam dalam tanah dengan kedalam 60
cm. - Pekerja : 5 org
 Penyambungan pipa dilakukan dengan fiting sesuai - Tk. Listrik : 1 org
penempatan dalam gambar kerja, diberi lem PVC - Tk. Batu : 1 org
sehingga tidak bocor, sedangkan yang sistim drat, diberi - Tk. Gali : 2 orang
isolatip. - Mandor : 1 org
 Septinktank ( cubluk ) dibuat dari konstruksi buis beton
dia. 1,00 m tinggi 0,50 m tebal 10 cm, konstruksi cubluk
dilaksanakan dengan penggalian tanah sedalam 1,60
meter secara perlahan kemudian diukuti penurunan buis
beton sesuai dalam penggalian.
 Setelah semua buis beton semua terpasang maka sisi nya
ditimbunan dengan tanah galian, sedangkan pada dasar
cubluk diberi lapisan batu pecah/kerikil uk. 2-3 cm.
 Tutup cubluk terbuat dari beton bertulang berukuran dia.
1,0 meter tebal 8 ccm dengan penukangan dia. 8 mm –
12,5 cm berupa tulangan pokok dan tulangan bagi,. Pada
saat pengecoran dari beton dengan spesi 1 PC : 2 PSR : 3
Bt. Pecah dipasang pipa hawa.
 Sumur repasan dibuat dari konstruksi pasangan bata
merah, dimana 2/3 bagian dari dasar dibuaat dengan
konstruksi pasangan bata berlubang sedangkan 1/3
bagian teratas dipasang dengan pasangan bata merah
penuh, kedalaman konstruksi sumur resapan dibuat 3,00
meter.
 Pada dasar sumur resapan diberi lapisan batu kosong dari
batu kali ukuran 10-15 cm, tebal 40 cm.
 Air permukaan maupun air limpasan atap disalurkan ke
sumur resapan melalui pipa pvc dia. 4 “, sedangkan
peluap yang dihubungkan dengan saluran
pembuang/saluran umum dibuang melalui pipa pvc dia. 4”
yang bagian luar diberi saringan kawat nyamuk.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

12. PEKERJAAN FINISHING

LINGKUP KEGIATAN :
BAHAN :
 Pengecatan dengan cat Tembok.
 Pengecatan dengan cat Kayu - Plamir
- Cat Tembok
METODE PELAKSANAAN : - Cat meni
- Cat kayu
 Pekerjaan pengecatan dilaksanakan oleh Tukang Cat, - Tinner
serta dibantu oleh Pekerja, dipandu oleh Mandor dan - Ampalas
Pelaksana.
 Pengecatan tembok dan plafond dilaksanakan dengan cat
tembok sedangkan untuk bahan kayu diberi cat kayu.
 Pengecatan tembok dan plafond dilaksanakan setelah PERALATAN :
semua permukaan tembok mengering, dan dibersihkan
dari kotoran dengan amplas. - Kuas Roll
 Permukaan tembok diberi plamir untuk mengisi pori-pori - Kuas 3”
tembok, kemudian diamplas sampai permukaannya halus, - Kain kasa
dan sebelum dicat dibersihkan debunya dengan kain kasa,
sedangkan permukaan triplek untuk plafond diberi cat TENAGA KERJA :
filler.
 Pengecatan untuk tembok dan plafond dilaksanakan - Pekerja : 3 org
dengan cat tembok sebanyak 3 x sapuan, dengan kuas rol - Tk. Cat : 1 org
dan kuas 3” sehingga permukaannya rata. - Mandor : 1 org
 Pengecatan daun pintu, daun jendela, dan lisplank
dilakukandengan cat kayu.
 Semua permukaan kayu yang akan dicat dibersihkan dan
dihaluskan dengan amplas.
 Cat dasar digunakan cat filler.
 Cat finishing digunakan cat kayu yang dincerkan dengan
tinner, kemudian semua permukaan kayu diberi cat kayu
sampai terlihat rata.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan

13. PEKERJAAN SUMUR JET POMPA.

a. a) Sistem kerja
 RKS
Pemboran dilakukan dengan sistem bor putar ( rotary
 BOQ
drilling ) yang menggunakan tenaga mesin. Tenaga mesin  Shop Drawing
sumur bor di dapat dari gerak putar hosrisontal mesin diesel  Notulen Pra
Pelaksanaan
yang dimodifikasi untuk menghasilkan tenaga putar tegak
 Ijin Pelaksanaan
lurus yang akan menjalankan stang bor dan mata bor.  BA Tahapan
b. b) Casing Bor & Fluida Pembilas Pelaksanaan
 Laporan Harian
Pengeboran dilakukan secara langsung tanpa menggunakan  Laporan
casing ( Open Hole Drilling ). Selama pelaksanakan Mingguan
pengeboran, unit bor akan menyediakan larutan bor/ larutan
pembilasan untuk membersihkan lubang bor dari kotoran /
sisa cutting.
c. c) Bak Sirkulasi
Untuk menampung fluida pembilas yang akan digunakan
dalam proses pengeboran, maka akan dibuat satu unit bak
sirkulasi ukuran p.200 cm x L.100 cm x T.100 cm. Berupa
galian ke dalam tanah yang dilapis dengan adukan semen
untuk mengurangi porositas / kebocoran bak.
Sebelum memulai penggalian bak, akan dilakukan pengecekan
terhadap gambar lokasi terhadap kemungkinan adanya kabel
pipa utulitas yang tertanam pada lokasi bak sirkulasi. Apabila
ada indikasi jalur pipa atau kabel maka akan diadakan
pemindahan lokasi galian bak sirkulasi atas persetujuan
bersama.
Apabila gambar detail untuk tujuan tersebut tidak tersedia,
maka pembuatan bak akan dimulai dengan galian kecil
sekeliling bak untuk mengurangi resiko rusaknya kabel atau
pipa yang tertanam.
d. d) Protective Casing
Protective casing atau pipa conductor ukuran 14’’ atau drum
ukuran 16’ akan dipasang sampai dengan kedalaman 6 meter (
atau lebih apabila diperlukan ) untuk melindungi lubang bor
dari longsornya tanah urugan atau tanah penutup di atas.
e. e) Bor Hole
Pelaksanaan pembuatan lubang bor dengan pekerjaan pilot
hole sampai dengan kedalaman sumur yang diinginkan.
Setelah pekerjaan pilot selesai, maka dilanjutkan dengan
pembuatan reaming hole, yaitu perbesaran lubang sepanjang
kedalaman pipa jambang sumur.

Untuk kesempurnaan penyelesaian sumur, lubang bor harus


lebih besar dari rencana ukuran casing yang akan dipasang.

Casing Size Bor Hole


dia.8” >12 inch
dia.6” >10 inch
dia.4” > 8 inch
dia.3” >6 inch

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
14. PEKERJAAN PENYAMBUNGAN LISTRIK.

a) Datang langsung ke Kantor Pelayanan PLN terdekat


dengan domisili/lokasi bangunan yang akan disambung  RKS
listriknya dengan membawa :  BOQ
 Shop Drawing
 Fotocopy kartu identitas pemilik/pengguna  Notulen Pra
bangunan (KTP/SIM) yang masih berlaku. Pelaksanaan
 Denah/peta lokasi bangunan (diperlukan untuk  Ijin Pelaksanaan
memudahkan dalam proses survey lapangan)  BA Tahapan
 Surat Kuasa bila pengajuan permohonan Pelaksanaan
diwakilkan  Laporan Harian
 Membayar Biaya Penyambungan  Laporan
Mingguan
b) Pengajuan permohonan sambungan baru juga dapat
dilakukan melalui saluran telepon Call Center PLN 123

Setelah persyaratan diatas dipenuhi, tahapan berikutnya


adalah :

 Pemberkasan administrasi permohonan


sambungan baru,
 Survey lapangan untuk mengetahui secara persis
kondisi kelistrikan dilapangan (kondisi teknis, jarak
dengan tiang terdekat, jarak dengan trafo
terdekat, dan informasi teknis lainnya).
 Calon pelanggan menyelesaikan proses admistrasi
di Kantor PLN. Proses pembayaran biaya
penyambungan hanya dapat dilakukan di Kantor
PLN dan atau melalui Bank yang ditunjuk.
 Menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga
Listrik (SPJBTL).
 PLN akan melakukan penyambungan listrik ke
bangunan pelanggan, setelah seluruh proses
administrasi terselesaikan dan secara teknis sudah
dapat dilakukan penyambungan.

RENCANA KENDALI MUTU ( RKM ) :

Penyampaian dokumen proyek kepada Direksi Teknik berupa :

 Shop Drawing
 Ijin Pelaksanaan
 Ijin Material
 Laporan Harian
 Laporan Mingguan
 B.A Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PSU

PEK. MOBILISASI

PEK. DRAINASE PEK. JALAN

PEK. PEMBUATAN SALURAN


TYPE S-2
1. Pek. Tanah
1. Pek. Perkerasan Akhir
- Pek. Galian Badan Jalan
Dapat berupa
2. Pek. Pasangan
- Pek. Perkerasan Beton K- 225
- Pek. Pasangan Batu kali
- Pek. Plesteran
- Pek. Cor Plat Deuker K175

PEK. PEMBERSIHAN AKHIR

SERAH TERIMA PEKERJAAN

2. TEKNIK DAN METODE.

A. UMUM.

A.1. PEKERJAAN PENGUKURAN DAN FOTO PROYEK

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

 Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pita ukur (  RKS


meteran ) 50 m, 5m dan patok bantu.  Ijin
 Titik refrensi ketinggian dan titik awal pengukuran Pelaksanaan
ditentukan oleh direksi.  BA. Pengu-
 Foto proyek sebagai dokumentasi dibuat dalam phase 0 %, kuran
50 % dan 100 %, berwarna dan disusun didalam album Stacking-out.
foto.

A.3. PEKERJAAN MOBILISASI DAN DEMOBILISASI

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

MOBILISASI PERALATAN :  RKS


 Notulen Pra
 Truck kap. 5 m3 Pelaksanaan
 Mesin Giling Tiga Roda kap. 10 – 12 ton  Laporan
 Excavator Harian
 Mesin Las
 Mesin Cutter beton
 Genset
 Concrete Mixer ( Beton Molen )
 Baby Roller
 Stamper
 Pompa Air
 Pengki
 Pacul
 Belincong
 Linggis
 Sekop
 Gerobak

MOBILISASI TENAGA KERJA :

 Pekerja
 Tukang Batu
 Mandor

ITEM PEKERJAAN :
PEKERJAAN PENGUKURAN PENGENDALIAN

BAHAN :  RKS
 Kayu kaso 5/7 cm p. 50 cm  Ijin
 Paku Pelaksanaan
 Cat besi  BA. Pengu-
kuran
ALAT : Stacking-out.
 Theodolit
 Waterpass
 Meteran 50 m
 Meteran 5 m
PERSONIL :
 Surveyor : 1 orang
 Ass. Tenaga Surveyor : 1 orang
 Mandor : 1 orang
 Pekerja : 2 orang

METODE PELAKSANAAN :

 Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pita ukur ( meteran ) 50


m, untuk mengukur luasan areal yang akan dikerjakan sesuai
dengan gambar kerja.
 Titik refrensi ketinggian dan titik awal pengukuran ditentukan oleh
direksi.
 Pengukuran elevasi dengan Theodolit To untuk menentukan titik
refrensi dan untuk menentukan elevasi titik nol lantai pada
bangunan yang ada/existing, dan elevasi ketinggian plat beton,
serta elevasi ketinggian.
 Alat didirikan pada area yang memungkin pembidikan kerarah
yang lebih banyak.
 Dengan Theodolith atau waterpass dilakukan pembidikan ke
rambu ukur di titik refrensi yang ditentukan oleh Direksi.
 Kemudian memindahkan elevasi tersebut ke bagian bangunan
tertentu atau ke patok-patok kayu yang berfungsi sebagai titik
refrensi sementara.
 Memberikan tanda dengan cat warna merah titik nol bangunan
pada bagian bangunan tertentu atau pada patok kayu.

SKETSA :

Ket :
1 Titik 1.2.3.4.dst diberi patok kayu
as jalan
Jalan existing

15 m

2 3 4, dst

Rencana Jalan Baru & Saluran

Titik Refrensi
1 ( bak ukur )
2 3 ( bak ukur )

theodolith T2
1. PEKERJAAN PERKERASAN

ITEM PEKERJAAN :
PEKERJAAN PEK. GALIAN BADAN JALAN PENGENDALIAN

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

PERALATAN :  RKS
 BOQ
 Dump Truck 3,5 T  Shop
 Belincong Drawing
 Pacul  Notulen Pra
 Gerobak Pelaksanaan
 Ijin
MOBILISASI TENAGA KERJA : Pelaksanaan
 BA Tahapan
 Pekerja Pelaksanaan
 Mandor  Laporan
Harian
URUTAN PELAKSANAAN :  Laporan
Mingguan
 Pemasangan Bouwplank dengan kaso dan papan bekisting
dilaksanakan sesuai batas yang akan digali ( Badan Jalan ).
 Lokasi yang digali sesuai petunjuk direksi, batas sesuai
dengan marka yang dibuat dan volumenya sesuai dengan
BOQ.
 Galian terutama dilaksanakan untuk pembentukan agar
galian berbentuk sesuai bentuk konstruksi.
 Penggalian dilakukan dengan exavator.
 Sisa galian diangkut dengan truck kap. 3,5 m3 dan dibuang
kelokasi yang ditentukan oleh direksi.

ITEM PEKERJAAN :
PEKERJAAN PEK. PERKERASAN BETON ( RIGID PENGENDALIAN
PAVEMENT )

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

BAHAN :  RKS
 BOQ
 Beton K – 225  Shop
 Besi beton ex KS, JKS, CS Drawing
 Notulen Pra
PERALATAN : Pelaksanaan
 Ijin
 Water Pump Pelaksanaan
 Concrete Vibrator  BA Tahapan
 Pacul Pelaksanaan
 Sekop, 3 buah  Laporan
 Gerobak, 2 unit Harian
 Ember Kecil  Laporan
 Drum Air Mingguan
 Mesin Gerinda
 Gunting besi Beton
 Jidar Besi

MOBILISASI TENAGA KERJA :

 Pekerja
 Tukang Batu
 Mandor

URUTAN PELAKSANAAN :

 Bathcing plant adalah lokasi terdekat


 Pengadaan beton segar ( Ready mix ) dengan kualiatas K
225 sedangkan untuk B0 K - 100.
 Besi tulangan dowel U 12
 Sealant yang digunakan adalah aspal cair.
 Gelaran dilakukan dengan tenaga orang.
 Sebelum beton digelar terlebih dahulu dilakukan gelaran
plastik cor, penyetelan bekisting sesuai pola modul plat
beton, top bekisting diperiksa elevasinya sesuai dengan
gambar rencana. Bekisting dibongkar setelah 7 jam dari
pengecoran beton.
 Pemadatan dilakukan dengan vibrator concrete.
 Pencurahan dari talang truck ketinggiannya tidak lebih dari
1 m agar tidak terjadi segragasi.
 Beton yang telah dicurah dirapikan dengan tenaga orang,
perataan permukaan dilakukan dengan jidar besi, setelah
permukaan beton agak mengeras maka permukaan beton
dirapikan sampai rata dengan jidar kayu dan diberi garis
alur (groved).
 Beton yang telah mengeras, ditutupi dengan karung goni
dan disiram dengan air bersih selama 7 hari agar proses
pengerasan adukan beton dapat tercapai dengan baik.
 Setelah beton mengering dilakukan pemotongan melintang
menggunakan mesin cutter beton yang kemudian bekas
pemotongan diisi dengan aspal cair.
 Perawatan beton dilanjutkan selama 21 hari agar beton
mengeras dengan baik dan tidak dibebani kendaraan berat.
 Job Mix Formula diserahkan kepada direksi untuk referensi
ijin material, formulir berisi sifat rumus campuran, gradasi,
slump.
 Pemeriksaan lapangan terhadap kekentalan adukan ( slump
), pengambilan contoh kubus. dan setting time.
 Pemeriksaan laboratorium terhadap kuat tekan kubus.
 Pengukuran akhir dilakukan untuk memeriksa ketepatan
peil rencana.
 Sepanjang jalan Yang di cor diberi Garis Proyek/
pengaman.

2. PEKERJAAN DRAINASE

ITEM PEKERJAAN :
PEKERJAAN PASANGAN BATU PENGENDALIAN

ALAT :
 Pacul : sesuai kebutuhan
 Pengki : sesuai kebutuhan  Ijin pelaksa-
 Stamper : 1 unit naan
 Unting-unting : 3 bh  Ijin Material
 Waterpass Tukang : 3 bh  BA. Pengu-
 Benang : sesuai kebutuhan kuran
 Sendok Tukang Batu : sesuai dengan kebutuhan  RKS, BOQ dan
Shop Drawing
 Alat Tukang Besi : sesuai kebutuhan
 Laporan
 Molen Beton : 1 unit
Harian
 Vibrator beton : 1 bh
 Ember kecil : 10 bh
 Gerobak dua roda : 1 bh
 Gunting besi / mesin gerinda. : 1 bh
 Theodolith To & rambu : 1 unit

BAHAN :

 Kayu kaso
 Papan Bouwplank & Bekisting
 Paku
 Pasir Urug
 Pasir pasang / beton
 Batu bata
 Semen ex Padang, Tiga roda
 Besi beton ex KS, JKS, CS

TENAGA KERJA :

 Pekerja : 20 orang
 Tukang Batu : 10 orang
 Tukang Kayu : 2 orang
 Tukang Besi : 2 orang
 Mandor : 1 orang

METODE PELAKSANAAN :

1. Pek. Bouwplank / Pengukuran.

a. Dengan alat theodolit dilakukan pembidikan kelurusan as-as


bangunan.
b. Pada saat dilakukan pembidikan juga dilakukan pengukuran
jarak antar as dan diberi patok titik as pondasi.
c. Pembidikan dilakukan kearah saling tegak lurus antar as,
sehingga bangunan tegak lurus antar as.
d. Setelah titik – titk as ditentukan, pemasangan bouwplank
dilakukan dengan patok kayu kaso dan papan bouwplank yang
dipaku ke kaso yang telah dipancang.
e. Papan bagian atas bouwplank diberi tanda as dan merupakan
elevasi tertentu dari rencana kedalaman galian dan elevasi atas
pemasangan pondasi.

2. Perapihan Pek. Galian Cara Mekanis.

a. Penggalian tanah dilakukan sesuai batasan ukuran yang


ditentukan pada papan bouwplank, lebar dan kedalamannya
sesuai dengan gambar kerja.
b. Penggalian dilakukan sedikit demi sedkit dengan pacul, hingga
kedalaman yang ditentukan, tanah disingkirkan ke samping
rencana galian agar tidak longsor kedalam galian..

3. Pek. Urugan Pasir dan Pemadatan di Bawah saluran

a. Setelah penggalian mencapai dasar rencana pondasi


selanjutnya penebara pasir urug dilakukan.
b. Ketebalan pasir uruga 10 cm tebal padat sedangkan lebar
penebaran urugan pasir sesuai dengan gambar kerja.
c. Pasir urug diratakan dan dipadatkan dengan stamper agar
padat.
d. Pemadatan dilakukan sedemikian sehingga pasir urug betul-
betul padat.

4. Pek. Batu Belah/Kali

 Lokasi yang akan dipasang batu bata sesuai dengan gambar


kerja.
 Batu yang digunakan adalah batu bata lokal
 Adukan perekat antar batu digunakan adukan campuran 1 PC :
4 Psr.
a. Adukan dicampur dalam mesin molen secara merata, dengan
waktu aduk kurang lebih 15 menit.
b. Penuangan material kedalam batching molen diukur dengan
sistim volume.
c. Komponen material yang telah dimasukkan kedalam batching
mesin molen, diberi air secukupnya agar kekentalannya sesuai
dengan kebutuhan pemasangan.
d. Adukan yang telah merata pengadukannya dituang kedalam
bak kayu yang tersedia, kemudian diangkut pekerja ke lokasi
pekerjaan dengaan gerobak dua roda atau dengan ember kecil.
 Pemasangan batu dimulai setelah terlebih dahulu diberi adukan
perekat diatas permukaan urugan pasir.
 Batu disusun satu per-satu dan hubungan antara batu diberi
adukan sebagai perekat.
 Kelurusan pasangan dan agar dimensinya sesuai dengan
gambar maka pemasangan dipandu dengan benang.
i. Pengadukan Beton 1 Pc : 3 Psr : 5 Bt. Pecah

a. Beton diaduk pada mesin molen beton


b. Berturut-turut pasir dan semen dimasukkan kedalam
mixer beton molen, menurut perbandingan volume
adukan.
c. Campuran pasir dan semen diaduk sampai rata,
kemudian ditambahkan air bersih secukupnya, hingga
kekentalan adukan cukup.
d. Adukan yang sudah matang diangkut kelokasi
pembetonan dengan ember-ember kecil.

5. Plesteran.

 Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 5Psr dan


plesteran transram menggunakan aduka 1PC : 3Psr.
 Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan
lebar 5 cm, dengan alat bantu unting-unting untuk
loting, waterpass dan jidar alumunium
 Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding
sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar
 Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah
dibuat.

Sketsa :

Pekerjaan Bouwplank
Benang bantu

Pekerjaan Pasangan Batu


3. PEKERJAAN PLAT BETON AKSES RUMAH

ITEM PEKERJAAN :
PEKERJAAN PLAT DEUKER DAN AKSES RUMAH PENGENDALIAN

METODE PELAKSANAAN PENGENDALIAN

BAHAN :  RKS
 BOQ
 Beton K – 175  Shop
 Besi beton ex KS, JKS, CS Drawing
 Notulen Pra
PERALATAN : Pelaksanaan
 Ijin
 Water Pump Pelaksanaan
 Concrete Vibrator  BA Tahapan
 Pacul Pelaksanaan
 Sekop, 3 buah  Laporan
 Gerobak, 2 unit Harian
 Ember Kecil  Laporan
 Drum Air Mingguan
 Mesin Gerinda
 Gunting besi Beton
 Jidar Besi

MOBILISASI TENAGA KERJA :

 Pekerja
 Tukang Batu
 Mandor

URUTAN PELAKSANAAN :

i. Pekerjaan Pembesian.

1. Pembesian dilakukan dari besi beton polos ukuran


dia. 10 – 150 mm, dipotong dengan gunting besi
dibengkok sesuai dengan bar-bending yang telah
disetujui oleh Direksi.
2. Agar pembesian tidak bergeser maka pertemuan
antar besi diikat dengan kawat beton.
3. Pembesian yang telah terakit dipasang dilokasi,
pada permukaan plat dueker .
4. Pekerjaan dilakukan oleh tukang besi dibantu oleh
pekerja.

ii. Pekerjaan Bekisting

a. Bekisting dibuat dari papan bekisting yang diberi


tulangan pekuatan dari kayu kaso 5/7 cm
b. Bekisting dibuat untuk menutupi pembesian dan
pembebtukan pondasi sesuai gambar kerja.
c. Bekisting dirakit menutupi pembesian.
d. Pekerjaan dilakukan oleh tukang kayu dibantu oleh
pekerja.

iii. Pengadaan beton segar ( Ready mix ) dengan kualitas


K 175

 Setelah pembesian dan bekisting selesai dilaksanakan, maka


sebelum pembetonan dilakukan terlebih dahulu diberi beton
decking pada sisi pembesian yang diperlukan, serta bagian
yang akan dibeton dibersihkan dari segala kotoran dan
permukaan lantai kerja disiram dengan air bersih.
 Pembetonan dilakukan dengan mencurahkan beton K -175.
 Beton dipadatkan dengan vibrator beton dan permukaan
atasnya dirapikan.
 Bagian permukaan atas beton ditutupi dengan karung goni
yang selalu dibasahi sampai umur beton 3 – 7 hari.
 Setelah beton berumur 3 hari bekisting dapat dibongkar
dengan hati-hati agar tidak merusak permukaan beton.
 Pekerjaan pembetonan dikerjakan tukang batu dibantu
pekerja.

6. Urugan Tanah Kembali.

 Pondasi yang telah mengeras dan sudah rapi, kemudian diurug


dengan sisa tanah galian pondasi, dengan pacul oleh pekerja.
 Urugan tanah dipadatkan dengan stamper.
 Sisa tanah galian dibuang ke lokasi yang ditentukan oleh Direksi

LINGKUP PROYEK

1.1 Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor
pelaksana adalah pekerjaan fisik yang meliputi pekerjaan–pekerjaan
sebagai berikut:
a. Pekerjaan Konstruksi Rumah Khusus
b. Pekerjaan Instalasi Listrik
c. Pekerjaan Septictank

1.2 Definisi Pekerjaan


1.2.1 Pekerjaan Konstruksi Rumah Khusus
Pekerjaan persiapan yang dilakukan sebelum proses konstruksi
dimulai, dengan tujuan untuk mempersiapkan seluruh sarana
dan prasarana yang nantinya dapat menunjang pelaksanaan
pekerjaan konstruksi. Pekerjaan pembuatan struktur rangka
Rumah, dimana untuk mendirikan sebuah bangunan diperlukan
sistem struktur yang meliputi struktur pondasi, kolom, balok dan
pelat.
1.2.2 Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan instalasi listrik meliputi semua pekerjaan yang
berhubungan dengan instalasi tenaga listrik (power supply),
saklar dan Lampu
1.2.3 Konsep Pekerjaan Septictank
Pekerjaan yang meliputi Galian dan Urugan, Pekerjaan
Pasangan & Plesteran, dan Pekerjaan Beton dan Beton
Bertulang.
Pekerjaan pemasangan Listrik PLN minimal 900 watt.
2.4 Uraian Struktur Pekerjaan
Struktur Pekerjaan diperlukan untuk menjabarkan detail
pekerjaan yang menjadi ruang lingkup pekerjaan yang harus diselesaikan
oleh kontraktor. Pekerjaan yang menjadi ruang lingkup tersebut akan
dijabarkan menjadi lebih detail dan terperinci untuk mengurangi resiko
hilangnya suatu kegiatan dalam proyek. Kemudian detail yang sudah ada
tersebut disusun menjadi suatu urutan aktivitas pekerjaan berdasarkan
logika ketergantungannya. Secara umum struktur pekerjaan yang
digunakan untuk proyek pekerjaan pembangunan rumah khusus yaitu :

Pembangunan Rumah

Pek. Konstruksi Pek. Instalasi Pek. Septictank Pek.


Rumah Listrik Pemasangan
Listrik PLN
Pek.
Pemasangan
Listrik PLN

Persiapan Struktur dan 1. Galian&Urugan


Arsitektural : Septictank dan
1. Galian&Urugan Resapan
2.Pasangan & 2. Pasangan
Pleseran &Plesteran
3.Beton&Beton Septictank dan
Bertulang Resapan
4.Atap&Plafond 3. Beton&Beton
5. Lantai& Plafond Bertulang
6.Sanitasi Septictank dan
7.Cat Resapan

Gambar-1. Work Breakdown Structure (WBS)


1.4 Struktur Organisasi Proyek

Dalam organisasi proyek tim khusus, organisasi akan membentuk


tim yang bersifat independen. Tim ini bisa direkrut dari dalam dan luar
organisasi yang akan bekerja sebagai suatu unit yang terpisah dari
organisasi induk. Seorang manajer proyek full time akan ditunjuk dan
diberi tanggung jawab untuk memimpin tenaga-tenaga ahli yang terdapat
dalam tim.

Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek


tim khusus yakni tim akan terbentuk dengan bagian-bagian yang lengkap
dan memiliki susunan komando tunggal sehingga tim proyek memiliki
wewenang penuh atas sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran
proyek, sangat dimungkinkan ditanggapinya perubahan serta dapat
diambil sebuah keputusan dengan tepat dan cepat karena keputusan
tersebut dibuat oleh tim dan tidak menunda hierarki, status tim yang
mandiri akan menumbuhkan identitas dan komitmen anggotanya untuk
menyelesaikan proyek dengan baik, jalur komunikasi dan arus kegiatan
menjadi lebih singkat, mempermudah koordinasi maupun integrasi
personil serta orientasi tim akan lebih kuat kepada kepentingan
penyelesaian proyek. Personil disebar sesuai penempatan lokasi yang
ditentukan.

Project Manajer

Site Manajer 1 orang

Estimator
1 orang

Pelaksana
1 orang

Gambar-2. Struktur Organisasi Proyek


MANAJEMEN KOMUNIKASI

Manajemen Komunikasi Proyek meliputi proses-proses yang diperlukan


untuk memastikan bahwa informasi dalam proyek dibuat dengan tepat dan
cepat, baik dalam segi pengumpulan, diseminasi, penyimpanan dan disposisi. Hal
ini menciptakan hubungan yang penting antara orang-orang, ide, dan informasi
yang diperlukan supaya proyek berakhir dengan kesuksesan. Setiap orang yang
terlibat dalam proyek ini harus siap untuk mengirim dan menerima komunikasi
dan harus memahami bagaimana komunikasi dilakukan di mana mereka terlibat
sebagai individu dan bagaimana komunikasi dapat mempengaruhi proyek secara
keseluruhan. Manajemen komunikasi secara umum terbagi menjadi 4 (empat)
tahap sebagai berikut:

5.1. Perencanaan Komunikasi (Communications Planning)


Menetapkan informasi dan kebutuhan komunikasi dari para pemangku
kepentingan (stakeholders), yang membutuhkan informasi apa, kapan dan
bagaimana hal itu akan diberikan. Komunikasi yang efektif akan
menciptakan iklim kerja yang kondusif dalam organisasi, koordinasi dalam
organisasi merupakan salah satu fungsi penting dalam suatu proyek.

5.2. Distribusi Informasi (Information Distribution)


Pembuatan informasi yang diperlukan dan tersedia bagi pemangku
kepentingan (stakeholder) proyek secara tepat waktu. Komunikasi dalam
proyek dapat dilakukan dengan komunikasi secara tidak langsung formal
dan informal, komunikasi langsung formal dan informal.
Menurut frekuensi kejadian pertemuan dalam komunikasi dapat
diklasifikasikan sebagai: rapat pra-pelaksanaan, rapat koordinasi
mingguan dan rapat evaluasi strategi bulanan. Sedangkan bentuk/macam
komunikasi yang umum digunakan dalam proyek adalah:
 Komunikasi langsung, seperti: presentasi, forum rapat dan telepon
 Komunikasi tidak langsung, seperti: surat, memo, laporan & audio
visual, dengan distribusi via e-mail dan diskusi dengan aplikasi web.

5.3. Pelaporan Kinerja (Performance Reporting)


Mengumpulkan dan menyebarkan informasi kinerja, termasuk didalamnya
laporan status, pengukuran kemajuan dan peramalan (forecasting). Untuk
setiap pelaksanaan pekerjaan proyek diwajibkan untuk selalu
menyampaikan kinerja pelaporan secara harian, mingguan dan bulanan,
dimana untuk setiap penyampaian laporan kinerja proyek selalu
disampaikan berupa salinan (copy) kepada pihak-pihak yang terlibat
dalam proyek.
5.4. Mengelola Pemangku Kepentingan (Stakeholders)
Mengelola & mengatur komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan
memecahkan masalah dengan para pemangku kepentingan
(Stakeholders). Mengatur stakeholders secara aktif dapat meningkatkan
kemungkinan bahwa proyek tersebut tidak akan menyimpang dari
rencana sehubungan dengan masalah yang susah terpecahkan selama
proyek berlangsung dan meningkatkan kemampuan personil untuk
bekerja secara sinergis, serta mengurangi gangguan pada saat proyek
berlangsung.

KUALITAS PROYEK

Sasaran mutu yang ditetapkan dalam pelaksanaan proyek pembangunan


Rumah Khusus ini dimaksudkan untuk menjamin dan memastikan bahwa semua
pekerjaan yang dijanjikan selama masa pelaksanaan dan masa pemeliharaan
diselesaikan sebagaimana mestinya, sehingga pengguna jasa maupun pihak-
pihak yang berkepentingan terpenuhi harapannya. Terdapat tiga proses pada
manajemen mutu proyek, yang menjadi prinsip dalam pelaksanaannya. Proses
tersebut adalah:

 Perencanaan Mutu (Quality Plan)


Tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan sebuah rencana mutu
(Quality Plan) yang dapat mendeskripsikan bagaimana proyek akan
mencapai mutu sesuai kebutuhan atau persyaratan. Sehingga rencana
mutu dapat memiliki dua sasaran, yaitu: sebagai sebuah rencana dan juga
sebagai alat komunikasi pihak-pihak yang terkait dalam proses
manajemen mutu.

 Pengendalian Mutu (Quality Control)


Untuk pengendalian mutu dalam proyek pembangunan Rumah Khusus
melalui Dokumentasi, meliputi:
a. Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu
b. Manual Mutu
c. Prosedur terdokumentasi yang diperlukan.
d. Dokumentasi yang diperlukan untuk memastikan perencanaan,
operasi dan pengendalian yang efektif dan proses-prosesnya.
e. Catatan Mutu yang diperlukan.

A. Perlengkapan Lain.

Perkengkapan lain adalah untuk keperluan Keselamatan Kerja dan obat-


obatan bantuan pertama akan disediakan di bedeng kerja.

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK


(RK3K).

UMUM

Sebagai bagian dari program Kementerian Tenaga Kerja dan


Transmigrasi berupa keselamatan tenaga kerja, perlu adanya perhatian untuk
penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). K3 ini tidak hanya
ditujukan pada tenaga kerja saja, melainkan seluruh penghuni dan
lingkungan kerja.
Dalam bidang konstruksi, ada beberapa peralatan yang digunakan
untuk melindungi seseorang dari kecelakaan ataupun bahaya yang kemungkinan
bisa terjadi dalam proses konstruksi. Peralatan ini wajib digunakan oleh
seseorang yang bekerja dalan suatu lingkungan konstruksi.

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah dua hal yang sangat


penting. Oleh karenanya, semua perusahaan kontraktor berkewajiban
menyediakan semua keperluan peralatan/ perlengkapan perlindungan diri atau
personal protective Equipment (PPE) untuk semua karyawan yang bekerja,
yaitu :

 Tujuan pemakaian pakaian kerja adalah melindungi badan


manusia terhadap pengaruh-pengaruh yang kurang sehat atau yang
bisa melukai badan. Megingat karakter lokasi proyek konstruksi yang
pada umumnya mencerminkan kondisi yang keras maka selayakya
pakaian kerja yang digunakan juga tidak sama dengan pakaian yang
dikenakan oleh karyawan yang bekerja di kantor.

 Sepatu kerja (safety shoes) merupakan perlindungan terhadap


kaki. Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang
tebal supaya bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh
benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah.
Bagian muka sepatu harus cukup keras supaya kaki tidak terluka kalau
tertimpa benda dari atas.
 Kacamata pengaman digunakan untuk melidungi mata dari debu
kayu, batu, atau serpih besi yang beterbangan di tiup angin.
Mengingat partikel-partikel debu berukuran sangat kecil yang
terkadang tidak terlihat oleh mata. Oleh karenanya mata perlu
diberikan perlindungan. Biasanya pekerjaan yang membutuhkan
kacamata adalah mengelas.

 Sarung tangan sangat diperlukan untuk beberapa jenis


pekerjaan. Tujuan utama penggunaan sarung tangan adalah
melindungi tangan dari benda-benda keras dan tajam selama
menjalankan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang memerlukan
sarung tangan adalah mengangkat besi tulangan, kayu. Pekerjaan
yang sifatnya berulang seperti medorong gerobag cor secara terus-
meerus dapat mengakibatkan lecet pada tangan yang bersentuhan
dengan besi pada gerobak.

 Helm (helmet) sangat penting digunakan sebagai pelindug kepala,


dan sudah merupakan keharusan bagi setiap pekerja konstruksi untuk
mengunakannya dengar benar sesuai peraturan. Helm ini diguakan
untuk melindungi kepala dari bahaya yang berasal dari atas, misalnya
saja ada barang, baik peralatan atau material konstruksi yang jatuh
dari atas.

 Sudah selayaknya bagi pekerja yang melaksanakan kegiatannya


pada ketinggian tertentu atau pada posisi yang membahayakan wajib
mengenakan tali pengaman atau safety belt. Fungsi utama talai
pengaman ini dalah menjaga seorang pekerja dari kecelakaan kerja
pada saat bekerja, misalnya saja kegiatan erection baja pada
bangunan tower.

 Pengaman telinga digunakan untuk melindungi telinga dari


bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh mesin yang memiliki volume suara
yang cukup keras dan bising. Terkadang efeknya buat jangka
panjang, bila setiap hari mendengar suara bising tanpa penutup
telinga ini.

 Masker pelidung bagi pernapasan sangat diperlukan untuk pekerja


konstruksi mengingat kondisi lokasi proyek itu sediri. Berbagai
material konstruksi berukuran besar sampai sangat kecil yang
merupakan sisa dari suatu kegiatan, misalnya serbuk kayu sisa dari
kegiatan memotong, mengampelas, mengerut kayu.

 Kotak P3K disediakan dan akan digunakan apabila terjadi


kecelakaan kerja baik yang bersifat ringan ataupun berat pada pekerja
konstruksi, sudah seharusnya dilakukan pertolongan pertama di
proyek. Untuk itu, pelaksana konstruksi wajib menyediakan obat-
obatan yang digunakan untuk pertolongan pertama.

A. PEKERJAAN AKHIR DAN PEMERIKSAAN PEKERJAAN


1. Pekerjaan Akhir
Pada akhir pekerjaan kontraktor harus :
a. Membongkar semua bangunan-bangunan sementara dan
mengeluarkan dari lokasi pekerjaan, kecuali terhadap sesuatu yang
dinyatakan lain oleh Direksi
b. Melakukan perapihan seperti membersihkan lapangan dari sisa
bahan bangunan, sisa bongkaran bangunan sementara, sampah
dan lain-lain sesuai petunjuk Direksi
c. Kontraktor harus melakukan perbaikan-perbaikan atau cacat dan
harus sudah selesai sebelum masa Kontrak dan harus selalu
menjaga kerapihan lapangan sampai batas waktu masa
pemeliharaan selesai.
d. Kontraktor diwajibkan membuat As Built Drawing pekerjaan dan
mendapat persetujuan dan Pemberi Tugas.

2. Pemeriksaan Pekerjaan
a. Pemeriksaan yang dilakukan Direksi :
1) Direksi akan melaksanakan pengawasan setiap hari dan
mencatat semua kegiatan pekerjaan pada Buku
Harian Lapangan.
2) Pada waktu pekerjaan akan diserahkan kepada Pihak
Pertama. Direksi akan mengadakan Pemeriksaan akhir untuk
pekerjaan tersebut.

b. Pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Serah Terima


Pekerjaan (TPSTP) :
1) Sebelum diadakan Serah Terima Pertama Pekerjaan, Tim
Pemeriksa
Serah Terima Pekerjaan (TPSTP) akan mengadakan
pemeriksaan hasil
pekerjaan tersebut.
2) Apabila setelah diadakan Evaluasi Pemeriksaan oleh TPSTP
masih ditemukan kekurangankekurangan sesuai dengan
syarat-syarat teknis yang telah ditentukan
3) Segala keperluan peralatan/biaya yang dikeluarkan untuk
keperluan pemeriksaan hasil pekerjaan dan segala akibat
yang timbul dalam hal pemeriksaan ini menjadi tanggung
jawab kontraktor.

B. PENJELASAN KHUSUS
Dalam pelaksanaannya setiap tahapan pekerjaan harus disetujui
pengawas teknis sebelum berlanjut ke tahapan berikutnya. Diwajibkan
untuk menyampaikan usulan bahan pekerjaan (soft material maupun hard
material) kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan dapat digunakan
apabila telah ada persetujuannya Bila perlu dilanjutkan dengan membuat
contoh langsung pekerjaan di lapangan (MOCK UP) untuk disetujui
pengawas teknis dan Pejabat Pembuat Komitmen, setelah disetujui
pelaksanaan dapat dilanjutkan
C. PENUTUP
Demikian Metode Pelaksanaan ini dibuat untuk digunakan sebagai
pedoman teknis dalam Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan.

Jakarta, 07 Mei 2018


PT. PUTRI DUTA TEKNIK

Imerlyn B. Endah Siagian, ST


Direktur