Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK RIVIEW

DOSEN PENGAMPU :Ricu Sidiq,S.Pd.M.Pd

Disusun Oleh :

Cindy mey sela :7181220009

Rana :7182220007

Siska nuersetia gultom :7183220022

Arif wahyudi :7183520035

Nadya rahma suwanti :7183220052

Nanda dwi aprilia :7183520053

Program Studi Pendidikan Akuntansi

Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan

2019
KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sebab
telah memberikan rahmat dan karuniaNya serta kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas “Critical Book Report”. Tugas ini di buat untuk memenuhi salah satu mata kuliah yaitu
“pendidikan pancasila”

Tugas critical book report ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan kita semua khususnya dalam hal pendidikan pancasila. kami menyadari bahwa tugas
critical book report ini masih jauh dari kesempurnaan, Apabila dalam tugas ini terdapat banyak
kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf karena sesungguhnya pengetahuan dan
pemahaman saya masih terbatas, karena keterbatasan ilmu dan pemahaman saya yang belum
seberapa. Karena itu saya sangat menantikan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya
membangun guna menyempurnakan tugas ini. Saya berharap semoga tugas critical book report
ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi kami khususnya, Atas perhatiannya saya
mengucapkan terimakasih.

Medan, 26 oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................


DAFTAR ISI................................................................................................................................
BAB I ...........................................................................................................................................
PENDAHULUAN .......................................................................................................................
A. Latar Belakang Pembuatan CBR ......................................................................................
BAB II..........................................................................................................................................
ISI BUKU ....................................................................................................................................
A. IDENTITAS BUKU .........................................................................................................
BAB III RINGKASAN ISI BUKU UTAMA ..............................................................................
BAB IV PEMBAHASAN............................................................................................................
PERBANDINGAN ISI BUKU ....................................................................................................
BAB V .........................................................................................................................................
PENUTUP....................................................................................................................................
KELEBIHAN ...........................................................................................................................
KELEMAHAN.........................................................................................................................
SARAN ....................................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembuatan CBR


Adapun latar belakang penulisan CBR dalam mengkritik buku pendidikan pancasila adalah
untuk memenuhi salah satu tugas dalam perkuliahan serta untuk menambah wawasan tentang hal
yang dibahas dalam buku ini.

A. Rumusan Masalah

1. Apa saja kelebihan buku ini


2. Apa saja kelemahan dari buku ini
3. Apa saja perbedaan buku pertama dengan buku pembanding

B. Tujuan Penulisan

Tujuan mengkritisi buku ini adalah untuk mengetahui dimana kekurangan dan
kelebihan buku ini dibandingkan buku pembanding demi perbaikan dimasa yang akan
datang.
C. Manfaat CBR

Critical Book Review ini bermanfaat bagi penulis karena mengasah daya ingat
dan mengasah kemampuan berpikir kritis terhadap hal hal yang dibahas di buku ini.
Manfaat lainnya adalah menjadikan buku ini lebih mudah di pelajari dan di baca oleh
semua orang
BAB II

ISI BUKU

A. IDENTITAS BUKU
Buku Utama
 Judul : Panduan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Dan Enam

Macam Penugasan dalam Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

 Penulis : Drs. Halking, M.Si., dkk.


 Penerbit : UPT MKWU UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
 Tahun Terbit : 2018
 ISBN : -
 Jumlah Halaman : vi+190 hlm
 Edisi :-

Buku Pembanding

 Judul : Mengorbankan Kembali Api Pancasila


 Penulis : Sayidiman Suryohadiprojo
 Penerbit : PT. Kompas Media Nusantara
 Tahun Terbit : 2014
 ISBN : 978-979-709-870-5
 Jumlah Halaman: viii+280 hlm
 Edisi : -
BAB III

ISI BUKU

BUKU UTAMA

Bab 1 Pendahuluan

A. Latar Belakang

Gerakan untuk merevitalisasi Pancasila semakin menunjukkan gejala yang


menggembirakan. Forum-forum ilmiah di berbagai tempat telah diselenggarakan baik oleh
masyarakat umum maupun kalangan akademis. Pancasila adalah dasar negara, namun semangat
untuk menumbuhkembangkan Pancasila perlu disambut baik. UU RI No 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi secara eksplisit juga menyebutkan bahwa terkait dengan kurikulum nasional
setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah Pancasila, Kewarganegaraan,
Agama dan Bahasa Indonesia.

Pancasila adalah dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Namun, gejala yang terjadi pada
berbagai kelompok masyarakat, kalangan generasi muda, bahkan politisi dan aparatur negara
saat ini yang cenderung lupa tentang nilai-nilai Pancasila. Penyebabnya adalah sebagai berikut.

1. Pancasila pernah dijadikan sebagai alat legitimasi kekuasaan oleh Orde Baru maka
ketika orde baru tumbang banyak orang mempertanyakan apakah Pancasila masih perlu
dipertahankan atau tidak.

2. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila terlambat mengikuti perubahan yang berlangsung


sangat cepat sehingga nilai-nilai tersebut kurang aktual dan kontekstual.

3. Tidak ada lagi lembaga yang secara khusus melestarikan, mengembangkan dan
mensosialisasikan Pancasila.

4. Terjadinya inkonsistensi pada tataran nilai praktis, hal ini ditengarai dengan perilaku
penyelenggara negara, pemimpin pemerintahan dan tokoh-tokoh masyarakat yang tidak
sesuai atau bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

5. Pembelajaran Pancasila tidak eksplisit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional


sehingga berdampak pada kurang dikenalnya Pancasila oleh peserta didik dan
miskinnya pengkajian Pancasila secara akademik.

B. Landasan Dan Dasar-Dasar Pendidikan Pancasila

 Dasar filosofis

Ketika RI diproklamasikan pasca Perang Dunia II dimana ideologi melahirkan sistem


kenegaraan yang berbeda. Paham individualisme melahirkan negara-negara kapitalis yang
mendewakan kebebasan setiap warga sehingga menimbulkan perilaku dengan superioritas
individu. Sedangkan paham kolektivisme melahirkan negara-negara komunis yang otoriter
dengan tujuan untuk melindungi kepentingan rakyat banyak dari eksploitasi segelintir warga
pemilik kapital. Namun pendiri RI merumuskan pandangan baru yaitu Pancasila dimana
berperan sebagai penjaga keseimbangan antara dua ideologi yang bertentangan.

 Dasar sosiologis

Secara sosiologis telah mempraktikan Pancasila karena nilai-nilai yang terkandung di


dalamnya merupakan kenyataan-kenyataan yang ada dalam masyarakat Indonesia.
Kenyataan objektif ini menjadikan Pancasila sebagai dasar yang mengikat setiap warga
negara untuk taat pada nilai-nilai instrumental yang berupa norma atau hukum tertulis.

 Dasar Yuridis

Peraturan perundang-undangan ke tingkat yang lebih rendah pada esensinya adalah


pelaksanaan dari nilai dasar Pancasila yang terdapat pada pembukaan dan batang tubuh
UUD NRI Tahun 1945 sehingga perangkat peraturan perundangundangan dikenal sebagai
nilai instrumental Pancasila.

C. Kerangka Konseptual Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila memiliki peranan yang sangat penting dalam meletakkan fondasi yang
kuat dalam Pendidikan Tinggi di Indonesia. Mata kuliah Pendidikan Pancasila tidak hanya secara
kognitif mengajarkan materi-materi ke-Pancasila-an saja tetapi juga membangun karakter secara
intelektual terdidik sebagaimana asas pendidikan tinggi tersebut.

D. Tujuan dan Capaian Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Pancasila

Secara spesifik tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah:

1. Memperkuar implementasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi


bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila
kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia serta membimbing
untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.

3. Memperisapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap


berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui
sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI tahun 1945
4. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa serta
penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan dan bermartabat
berlandaskan Pancasila untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan
eksternal bangsa Indonesia.

5. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai


ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa serta
penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan dan bermartabat
berlandaskan Pancasila.

Bab II Substansi Materi Kajian Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

A. Pengertian Dan Pentingnya Pendidikan Pancasila

1. Pengertian Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

Mata kuliah Pendidikan Pancasila merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar mahasiswa secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan, kepribadian dan keahlian sesuai
dengan program studinya masing-masing.

2. Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan Pancasila

Seiring perkembangan zaman di era globalisasi saat ini turut mengiringi adanya trend
yang semakin dinamis dan selalu diwarnai oleh ketiodakteraturan dan ketidakpastian. Kondisi ini
memunculkan kecenderungan permasalahan baru yang semakin beragam dan multi dimensional.
Teknologi yang berkembang cepat membawa dampak yang menguntungkan dan merugikan.
Dampak teknologi informasi berimplikasi secara langsung pada perubahan berbagai aspek
kehidupan termasuk terhadap karakter generasi muda. Persoalan karakter anak muda kini
menjadi sorotan tajam dalam masyarakat.

Dalam menghadapi masalah yang rumit ini maka perlu pendidikan karakter yang dibangun
melalui Pendidikan yang melibatkan berbagai elemen bangsa terlebih sebagai pemangku
kepentingan seperti Pendidikan Pancasila. Pendidikan Pancasila sangatlah penting agar dapat
terbentuk karakter yang unggul dan berakhlak mulia.

3. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik Pendidikan Pancasila


a. Sumber Historis Pendidikan Pancasila

Pengertian dari istilah Historia Vitae Magistra yang bermakna sejarah memberikan
kearifan. Istilah lain adalah sejarah merupakan guru kehidupan dimana implikasinya
dalam Pendidikan Pancasila adalah mengambil sejarah dari peristiwa sejarah baik secara
nasional maupun sejarah bangsa lain.

b. Sumber Sosiologis Pendidikan Pancasila

Soekanto menegaskan bahwa dalam perspektif sosiologi suatu masyarakat pada suatu
waktu dan tempat memiliki nilai-nilai yang tertentu melalui pendekatan sosiologis
diharapkan dapat mengkaji struktur sosial termasuk perubahan sosial dan masalah-
masalah sosial.

c. Sumber Yuridis Pendidikan Pancasila

Pendekatan yuridis merupakan salah satu pendekatan utama dalam


pengembangan atau pengayaan materi Pendidikan Pancasila. Urgensi pendekatan
yuridis ini adalah dalam rangka menegakkan UU yang merupakan salah satu kewajiban
negara yang penting.

d. Sumber Politik Pendidikan Pancasila

Materi Pendidikan Pancasila berasal dai fenomena kehidupan politik bangsa


Indonesia tujuannya mampu mendiagnosa dan mampu memformulasikan saran-saran
tentang upaya usaha mewujudkan kehidupan politik yang ideal.

B. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia

Pengertian Pancasila adalah sebagai berikut.

1. Pancasila merupakan produk otentik pendiri negara Indonesia

2. Nilai-nilai Pancasila bersumber dan digali dari nilai agama, kebudayaan dan adat istiadat

3. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa dan dasar filsafat kenegaraan

Pentingnya Pendidikan Pancasila dalam sejarah bangsa Indonesia adalah:

a. Betapapun lemahnya pemerintahan suatu rezim, tetapi Pancasila tetap bertahan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.

b. Betapapun ada upaya untuk mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa, tetapi terbukti
Pancasila merupakan pilihan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.
c. Pancasila merupakan pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia karena bersumber dan digali dari
nilai-nilai agama, kebudayaan dan adat istiadat yang hidup dan berkembang di Indonesia.

C. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara berarti sendi-sendi ketatanegaraan pada Negara Republik
Indonesia harus berlandaskan dan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Urgensi Pancasila
sebagai dasar negara yaitu:

1. Agar para pejabat publik dalam menyelenggarakan negara tidak kehilangan arah

2. Agar partisipasi aktif seluruh warga negara dalam proses pembangunan dalam berbagai
bidang kehidupan bangsa dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila

Adapun fungsi Pancasila sebagai ideologi Nasional yang menetap seluruh dinamika sosial
budaya dan politik yang terjadi dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi
pertumbuhan kesejahteraan bangsa.

D. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Unsur ideologi ada 3 yaitu:

a. Keyakinan dalam arti bahwa setiap ideologi menunjuk adanya gagasan-gagasan vital yang
telah diyakini kebenarannya untuk dijadikan dasar dan raha strategi bagi tercapainya tujuan
yang telah ditentukan.

b. Mitos dalam arti bahwa setiap konsep ideologi selalu memitoskan suatu ajaran yang secara
optimik dan setermistik pasti akan tercapainya tujuan melalui cara-cara yang telah
ditentukan pula.

c. Loyalitas dalam arti bahwa setiap ideologi selalu menuntut keterlibatan optimal atas dasar
loyalitas dari para subjek pendukungnya.

Terdapat 2 fungsi utama ideologi adalah sebagai berikut.

1. Tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh masyarakat.

2. Sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang
terjadi di masyarakat.

E. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Sistem Filsafat


Pendekatan yang berkembang dalam pengertian filsafat Pancasila yaitu genetivus objectivus
dan genetivus subjectivus. Kedua pendekatan ini saling melengkapi karena yang pertama
meletakkan Pancasila sebagai aliran atau objek yang dikaji oleh aliran-aliran filsafat lainnya
sedangkan yang kedua meletakkan Pancasila sebagai subjek yang mengkaji aliran-aliran filsafat
lainnya.

Pentingnya Pancasila sebagai sistem filsafat ialah agar dapat diberikan pertanggungjawaban
rasional dan mendasar mengenai sila-sila dalam Pancasila sebagai prinsip-prinsip politik, agar
dapat dijabarkan lebih lanjut sehingga menjadi operasional dalam penyelenggaraan negara, agar
dapat membuka dialog dengan berbagai perspektif baru dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.

F. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Sebagai Etika

Pancasila sebagai etika adalah cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk
mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pentingnya
Pancasila sebagai sistem etika bagi bangsa Indonesia ialah menjadi rambu normatif untuk
mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

G. Pengertian Dan Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu artinya kelima sila Pancasila merupakan
pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya
Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu bagi mahasiswa adalah untuk memperlihatkan
peran Pancasila sebagai rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di
Indonesia.
BAB III

PEMBAHASAN
A. Kelebihan Isi Buku

B. Kelemahan Isi Buku

1. Keterkaitan Antar Bab

 Keterkaitan antar bab pada buku utama “Panduan Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik
Dan Enam Macam Penugasan dalam Mata Kuliah Pendidikan Pancasila” sudah cukup berkaitan
dan saling mendukung. Sehingga tidak terdapat kekurangan untuk keterkaitan antar bab.
 Keterkaitan antar bab pada buku pembanding “Mengorbankan Kembali Api Pancasila” tidak
saling terkait, karena pada Bab 1 dijelaskan tentang Pancasila secara umum, sedangkan Bab 2
membicarakan politik, bab 3 membicarakan ekonomi, bab 4 masalah social budaya, dan bab 5
masalah kepemimpinan.

2. Kemuktakhiran Isi Buku


 Teori yang ditawarkan oleh buku utama sudah cukup mendukung untuk setiap materi yang ada,
hanya saja terdapat kekurangan pada Bab 2 yaitu tidak mengikutsertakan pendapat para ahli
untuk beberapa pengertian yang seharusnya dapat menambah wawasan si pembaca.
 Teori yang ditawarkan oleh buku pembanding sudah sangat bagus. Disertai contoh kejadian
yang nyata untuk mendukung bukti pada materi seperti : “Reformasi Kedua Sebagai Restorasi
Pancasila” Sehingga tidak terdapat kekurangan pada isi buku setiap bab nya.

3. Keterkaitan Isi Buku dengan Bidang Ilmu


 Keterkaitan isi buku dengan bidang ilmu pada buku “Panduan Pembelajaran Berbasis
Pendekatan Saintifik Dan Enam Macam Penugasan dalam Mata Kuliah Pendidikan Pancasila”
sudah sangat terkait. Khususnya terkait pada ilmu Pendidikan dan sejarah. Disertai bukti dan
teori yang mendukung. Sehingga tidak terdapat kekurangan keterkaitan isi buku dengan bidang
ilmu.
 Ketrkaitan isi buku dengan bidang ilmu pada buku “ Mengorbankan Kembali Api Pancasila”
sudah sangat lengkap disertai bukti-bukti. Ilmu yang terkait adalah Ilmu Sejarah disertai bukti
memenangkan pancasila, Ilmu Ekonomi disertai bukti Sistem Ekonomi Nasional, Ilmu Politik
disertai dengan Pancasila dan Partai Politik, Ilmu Sosial disertai dengan Faktor Budaya dalam
Masyarakat , dan Kepemimpinan. Sehingga tidak terdapat kekurangan isi buku dengan bidang
ilmu.
BAB IV

PENUTUP
A. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai