Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)

DI RUANG 11 IRNA IV RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Oleh :

TIM PKRS RUANG 11

IRNA IV

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SAIFUL ANWAR

MALANG

2019
LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Tentang BBLR

di Ruang 11 IRNA IV RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

Oleh :

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang

Prodi D4 Keperawatan Malang

Kelompok 1

Disetujui pada:

Hari :

Tanggal :

Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

( ) ( )

Mengetahui
Kepala Ruangan

( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN
BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)

Pokok Bahasan : BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)


Sasaran : Keluarga Pasien
Hari / tanggal : Kamis, 10 Oktober 2019
Tempat : Ruang 11
Waktu : 30 menit
I. Tujuan Institusional
Meningkatkan derajat kesehatan klien.

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan keluarga pasien di Ruang 11
mampu memelihara kesehatan dan terhindar dari faktor pemicu BBLR.
III. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan sasaran mampu :

1. Keluarga pasien dapat menyebutkan kembali mengenai pengertian BBLR


2. Keluargapasien dapat menyebutkan penyebab dari BBLR
3. Keluarga pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala BBLR
4. Keluarga pasien dapat memahami bagaimana penatalaksanaan BBLR
IV. Karakteristik Sasaran
Sasaran dalam penyuluhan ini adalah keluarga pasien di Ruang 11 RS dr. Saiful Anwar
Malang.

V. Manfaat
1. Manfaat bagi audiens/keluarga pasien
- Mengetahui pengertian BBLR
- Mengetahui penyebab BBLR
- Mengetahui mengenai tanda dan gejala BBLR
- Mengetahui bagaimana penatalaksanaan BBLR
- Mengetahui bagaimana agar terhindar dari BBLR
2. Manfaat bagi mahasiswa
- Memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, penatalaksanaan BBLR
- Meningkatkan public speaking.
VI. Pokok Bahasan
a. BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)

VII. MATERI PENGAJARAN


Terlampir.

VIII. ALOKASI WAKTU


Pembukaan : 5 menit
Penjelasan/uraian materi : 15 menit
Evaluasi : 7 menit
Rangkuman/penutup : 3 menit
Total : 30 menit

IX. STRATEGI PEMBELAJARAN


1. Menjelaskan materi-materi penyuluhan.
2. Menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah pemahaman sasaran.
3. Memberikan kesempatan bertanya pada sasaran.
4. Mengadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman.

X. SETTING TEMPAT

LCD

M P
OP

KP KP KP
L
N P

KP KP
P
F F
OB
OB
KETERANGAN :
L : LEADER
M : MODERATOR
P : PEMATERI
OP : OPERATOR
OB : OBSERVER
N : NOTULEN
F : FASILITATOR
KP : KELUARGA PASIEN

XI. KEGIATAN PENYULUHAN


Tahap KegiatanPendidik KegiatanPeserta Metode Waktu

Pra  Menyiapkan perlengkapan.


 Menyiapkan sasaran.
Kegiatan  Salam. Memperhatikan Ceramah 5 menit
Pembuka  Perkenalan.
 Presepsi kegiatan
peyuluhan. Memperhatikan Ceramah

 Penjelasan tujuan adanya


kegiatan.
 Kontrak waktu
Uraian Penjelasan isi materi : Memperhatikan Ceramah dan 15menit
materi  Pengertian BBLR dan Demostrasi
 Etiologi BBLR memperagakan
 Tanda dan gejala BBLR
 Penatalaksanaan BBLR
Penutup  Tanya jawab. Menjawab Tanya jawab 10 menit
 Menarik kesimpulan. pertanyaan
 Salam penutup.
Memperhatikan
Ceramah
Membalas salam

XII. MEDIA PENGAJARAN


Leaflet dan PPT

XIII. METODE PENGAJARAN


1. Ceramah
2. Tanya jawab

XIV. PENGORGANISASIAN
Penyaji : Khuriyatul Ummah Safitri
Moderator : Kusnia Alvionita
Fasilitator : Indah Hikmatul Qamariyah
Notulen : Ayu Eka Lestari
XV. EVALUASI
1. Evaluasi Terstruktur
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan
 Pelaksanaan penyuluhan sesuai yang telah dirumuskan pada SAP
 Audien hadir di ruang penyuluhan di Ruang 11 RSSA
 Kesiapan penyuluh termasuk kesiapan modul dan media yang akan digunakan
 Kesiapan audien meliputi kesiapan menerima penyuluhan
2. Proses
 Penyaji mampu menguasai materi penyuluhan yang diberikan dan mampu
menyampaikan materi dengan baik.
 Peserta mendengarkan ceramah dengan baik dan sangat berkonsentrasi terhadap materi
yang disampaikan oleh pemberi penyuluhan.
 Peserta antusias untuk bertanya mengenai materi dan menerima penjelasan dari penyaji.
 Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan penyuluhan selesai dilaksanakan.
 Tidak ada pasien/keluarga pasien yang mondar-mandir selama kegiatan penyuluhan.
3. Hasil
 Pre penyuluhan
10% peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyaji sebelum penyaji
menyampaikan materi penyuluhan, yang meliputi:
a. Pengertian BBLR
b. Penyebab BBLR
c. Tanda dan gejala BBLR
d. Penatalaksanaan BBLR
 Post penyuluhan
Peserta mampu menjawab pertanyaan dari penyaji yang meliputi:
a. Pengertian BBLR
b. Penyebab BBLR
c. Tanda dan gejala BBLR
d. Penatalaksanaan BBLR
LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian BBLR
Bayi Berat Lahir Renda ( BBLR ) merupakan bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir
kurang dari 2.500 gram (Prawironarjo,2006). BBLR Merupakan bayi (neonatus) yang lahir
dengan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram atau sampai dengan 2499 gram. (Hidayat,
2005).
Jadi dapat disimpulkan bahwa bayi berat lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat
badan kurang dari 2500 gram tanpa melihat apakah prematur atau dismatur yang dapat
menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan dan pematangan (maturitas) organ serta
menimbulkan kematian.
Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya bayi berat lahir rendah di bedakan dalam
:
a. BBLR = berat lahir 1.500-2.500 gram
b. BBLSR = berat lahir < 1.500 gram
c. BBLASR = berat lahir < 1.000 gram

2. Etiologi BBLR
A. Faktor ibu
Faktor ibu merupakan hal yang dominan dalam mempengaruhi kejadian prematur :
1. Toksemia gravidarum (pre- eclampsia
2. Riwayat kelahiran prematur sebelumnya,perdarahan antepartum dan malnutrisi,anemia
sel sabit
3. Kelainan bentuk uterus (misal : uterus bikurnis,inkompeten serviks)
4. Tumor (misal : mioma uteri,eistoma)
5. Ibu yang menderita penyakit antara lain :
6. Akut dengan gejala panas tinggi (misal : tifus abdominalis dan malaria ),kronis (misal :
TBC ,penyakit jantung,hipertensi,penyakit ginjal(glomerulonefritis aku
7. Trauma pada masa kehamilan
8. Kebiasaan ibu ( ketergantungan obat narkotika,rokok dan alkohol)
9. Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
10. Bekerja terlalu berat
11. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat
12. Perdarahan antepartum
B. Faktor Janin
Beberapa faktor janin yang mempengaruhi kejadian prematur antara lain :
b. Kehamilan ganda
c. Hidramnion
d. Ketuban pecah dini
e. Cacat bawaan
f. Kelainan kromosom
g. Infeksi (rubella,sifilis,toksoplasmosis)
h. Inkompatibilitas darah ibu dari janin (faktor rhesus,golongan darah A,B, dan O)
i. Infeksi dalam Rahim
C. Faktor Lain
Selain faktor ibu dan janin faktor lain adalah
j. Faktor plasenta
k. Plasenta privea
l. Solusi plasenta
m. Faktor lingkungan
n. Radiasi atau zat – zat beracun
o. Keadaan sosial ekonomi yang rendah
p. Kebiasaan ( pekerjaan yang melelahkan dan merokok)
Kehamilan pada umur lebih dari 35 tahun juga mempunyai resiko lebih tinggi untuk
terjadinya kelahiran BBLR sehubungan dengan alat reproduksinya telah berdegenerasi
dan terjadi gangguan keseimbangan hormonal. Fungsi plasenta yang tidak adekuat
sehingga menyebabkan kurangnya produksi progesterone dan mempengaruhi iritabilitas
uterus, menyebabkan perubahan-perubahan serviks yang pada akhirnya akan memicu
kelahiran prematur. Umur ibu hamil yang lebih tua juga dihubungkan dengan adanya
penyakit-penyakit yang menyertainya.
1. Tanda dan Gejala BBLR
Secara umum gambaran klinis pada bayi berat badan lahir rendah sebagai berikut:
1. Berat badan lahir< 2500 gram, panjang badan≤ 45 Cm, lingkar dada< 30 Cm, lingkar
kepala< 33 Cm.
2. Masa gestasi< 37 minggu.
3. Penampakan fisik sangat tergantung dari maturitas atau lamanya gestasi; kepala relatif
lebih besardari badan, kulit tipis, transparan, banyak lanugo, lemak sub kutan sedikit,
osifikasi tengkoraksedikit, ubun-ubun dan sutu lebar, genetalia immatur, otot masih
hipotonik sehingga tungkaiabduksi, sendi lutut dan kaki fleksi, dan kepala menghadap
satu jurusan.
4. Lebih banyak tidur daripada bangun, tangis lemah, pernafasan belum teratur dan sering
terjadi apnea, refleks menghisap, menelan, dan batuk belum sempurna
Manifestasi klinis yang lain yaitu :
a. Berat badan kurang dari 2.500 gram
b. Kulit tipis, transparan, lanugo banyak, ubun-ubun dan sutura lebar
c. Genetalia imatur, rambut tipis halus teranyam, elastisitas daun telinga kurang
d. Tangis lemah, tonus otot leher lemah.
e. Reflek moro (+), reflek menghisap, menelan, batuk, belum sempurna
f. Bila lapar menangis, gelisah, aktifitas bertambah
g. Tidak tampak bayi menderita infeksi/perdarahan intracranial
h. Nafas belum teratur
i. Pembuluh darah kulit diperut terlihat banyak
j. Jaringan mamae belum sempurna, putting susu belum terbentuk dengan baik
4. Penatalaksanaan BBLR
1. Penatalaksanaan Medis
Penanganan BBLR dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
 Mempertahankan suhu dengan ketat
 Mencegah infeksi dengan ketat
 Pengawasan nutrisi (ASI)
 Penimbangan ketat
2. Penatalaksanaan Keperawatan
Kementerian Kesehatan RI sendiri menjelaskan bahwa BBLR perlu mendapat perhatian
dan penanganan yang baik pada saat lahir, yaitu harus mendapat pelayanan neonatal
esensial yang terdiri atas:
 Persalinan yang bersih dan aman
 Stabilisasi suhu
 Inisiasi pernapasan spontan
 Pemberian ASI dini dan eksklusif
 Pencegahan infeksi dan pemberian imunisasi
5. Cara Merawat Bayi BBLR
- Pemberian ASI segera mungkin setelah bayi berumur 2 jam dan disusui sesering mungkin
- Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi
- Jika perlu dilakukan perawatan intensif di RS dengan perawatan menggunakan incubator
dan fasilitas medis lengkap yang dibutuhkan bayi
6. Cara Pencegahan BBLR
- Menjaga agar ibu hamil makan lebih banyak atau 1 kali lebih sering daripada sebelum
hamil
- Memeriksakan kehamilan secara teratur, minimal 4 kali selama hamil, yaitu 3 bulan
pertama kehamilan minimal 1 kali, 3 bulan kedua kehamilan minimal satu kali, dan 3
bulan ketiga kehamilan minimal 2 kali. Bila berat badan ibu naik di bawah 1 kg per bulan,
ibu perlu segera ke puskesmas
- Menghindari kerja berat yang melelahkan dan mendapat istirahat yang cukup selama
hamil.
7. Mempertahankan Suhu Tubuih BBLR
Bayi berat badan lahir rendah mudah mengalami hipotermia maka dari itu perlu
dipehatikan :

- Bayi harus tetap berpakaian atau diselimuti setiap saat agar tetap hangat
- Jangan meletakkan bayi dekat dengan benda dingin atau permukaan dingin
- Ganti popok setiap kali basah
- Jangan dimandikan cukup diseka dengan waslap bersih dan air hangat
- Gunakan metode kanguru
- Timbang dan catat berat badan setiap hari
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI & ICA.1997. Buku Kesehatan Ibu dan Anak.Jakarta


Ladewig,es,dkk.2006.Asuhan Ibu dan Bayi Baru Lahir.
Suriadi,dkk.2001.Asuhan keperawatan pada anak.Jakarta:Sagung Seto
Anik Maryunani.2014.Asuhan Neonatus,Bayi,Balita dan Anak Pra-Sekolah.Bogor: IN MEDIA
Sharon J.Reeder.dkk.2008.Keperawatan Maternitas vol.1.EGC
Lia Yulianti,dkk.2008.Asuhan Neonatus.Jakarta : Trans info Media
Irene M. Bobak. 2014. Keperawatan Maternitas edisi 4.EGC
Betz, C.L., Sowden, L.A. 2003. Keperawatan Pediatrik. Edisi 3. Jakarta: EGC.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak I. Jakarta: Salemba Medika
Meddow, R. 2005. Luctere notes Pediatrika.Erlangga
Muslihatun, Wafi Nur. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya
DAFTAR HADIR PKRS
HARI/TANGGAL : KAMIS, 10 OKTOBER 2019
TOPIK : BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
TEMPAT : RUANG 11 RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

NO NAMA ALAMAT TTD

Pembimbing PKRS Ruang 11

(.............................................)
DAFTAR HADIR PKRS
HARI/TANGGAL : KAMIS, 10 OKTOBER 2019
TOPIK : BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)
TEMPAT : RUANG 11 RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

NO NAMA ALAMAT TTD

Pembimbing PKRS Ruang 11

(.............................................)