Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perencanaan


- Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data,
dan keterangan konkret.
- Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan
pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
- Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-
tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu
kelancaran usaha.
2.2 Tujuan Perencanaan

Sebuah organisasi selalu memiliki tujuan yang akan dicapai. Dalam mencapai
tujuan tersebut perlu adanya perencanaan yang baik dan efisien serta
disesuaikan dengan bidang-bidang yang dibutuhkan dalam organisasi tersebut.
Menurut Albert Silalahi 1987:167 (dalam web dosenpendidikan.com)
menjelaskan bahwa tujuan perencanaan adalah sebagai berikut:

 Perencanaan ialah jalan atau cara untuk mengantifikasi dan merekam


perubahan ” a way to anticipate and offset change”.
 Perencanaan memberikan pengarahan “direction” kepada administrator-
administrator maupun non-administrator.
 Perencanaan juga dapat menghindari atau setidak-tidaknya memperkecil
tumpang-tindih dan pemborosan “wasteful” pelaksanaan aktivitas-aktivitas.
 Perencanaan menetapkan tujuan-tujuan dan standar-standar yang akan
digunakan untuk memudahkan pengawasan.

Sedangkan menurut Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan


banyak tujuan perencanaan (dalam web gurupendidikan.co.id) menjelaskan
bahwa tujuan adanya perencanaan adalah sebagai berikut:

1. Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan


nonmanajerial.
2. Untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat
rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan,
memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk
menghadapinya.
3. Untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan
terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi
pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat
mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan
inefesiensi dalam perusahaan.
4. Untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi
selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses
pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana
dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan
dapat menilai kinerja perusahaan.

Sehingga dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan adanya


perencanaan dalam suatu organisasi atau lembaga adalah sebagai berikut
(prezi.com):

a. Standar pengawasan
b. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya
c. Mengetahui siapa yang terlibat mendapatkan kegiatan yang sistematis
termasuk biaya dan kualitas pekerjaan
d. Meminimal kan kegiatan yang tidak produktif dan menghambat biaya,
tenaga dan waktu
e. Memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan
f. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan
g. Mendeteksi hambatan kesulitan yang ditemui
h. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
2.3 Unsur Perencanaan
a. Misi
Misi bagi suatu perusahaan akan menggambarkan bisnis apa yang sedang
dan akan dijalankan oleh perusahaan serta tujuan kualitatif apa yang ingin
dicapai perusahaan melalui keberadaannya di bidang bisnis tertentu
(Drucker, 2008).
b. Visi
Visi menunjukkan arah strategis perusahaan untuk mencapai berbagai hasil
di masa mendatang sehingga akan menuntun pengerahaan sumber daya
perusahaan bagi pencapaian berbagai tujuan tersebut. Visi yang dibuat oleh
perusahaan memiliki kaitan yang sangat erat dengan misi perusahaan
(Academia.edu).
c. Tujuan
Tujuan merupakan hasil akhir yang dicapai oleh perusahaan dalam jangka
waktu tertentu. Tujuan memiliki kriteria sebagai berikut:
 Dapat diukur (measurable)
 Spesifik (spesific)
 Sesuai (appropriate)
 Realistis (realistic)
 Tepat waktu (timely)
d. Strategi
Pada awalnya konsep strategi didefinisikan sebagai cara untuk mencapai
tujuan. Sejalan dengan perkembangan konsep manajemen strategik, strategi
tidak didefinisikan hanya semata-mata sebagai cara untuk mencapai tujuan
karena strategi dalam konsep manajemen strategik mencakup juga
penetapan berbagai tujuan itu sendiri yang diharapkan akan menjamin
terpeliharanya keunggulan kompetitif perusahaan (Academia.edu).
e. Kebijakan
Kebijakan merupakan suatu panduan umum yang akan mengarahkan
pembuat keputusan dan panduan dalam melakukan pengambilan keputusan.
Tujuan dibuatnya kebijakan tersebut adalah untuk mengurangi adanya
pertimbangan pribadi karena keputusan yang berbeda-beda
(Academia.edu).
f. Prosedur dan aturan
Prosedur merupakan metode atau cara yang baku untuk melaksanakan
pekerjaan tertentu (Allen, 1990). Prosedur diperlukan agar pelaksanaan
pekerjaan dilaksanakan menurut metode tertentu sehingga diperoleh hasil
yang seragam. Aturan merupakan keputusan tetap untuk diterapkan pada
masalah-masalah yang selalu berulang dan penting bagi suatu komponen
perusahaan.
g. Program
Program merupakan serangkaian kegiatan yang memiliki durasi tertentu
serta dibuat untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan
(Academia.edu).
h. Anggaran
Anggaran (budget) merupakan penerjemahan program ke dalam satuan
numerik. Anggaran tidak akan disusun dengan baik bila perusahaan tidak
memiliki program yang jelas. Hal tersebut disebabkan karena setiap rupiah
yang akan dikeluarkan dalam anggaran mengacu ke program yang akan
dikerjakan oleh perusahaan (Academia.edu).

2.4 Sifat Perencanaan


1. Melihat jauh kedepan
Seseorang akanmembuat asumsi tentang apa yang akan terjadi di masa
depan, asumsi tersebut bisa bersifat kualitatif maupun kuantitif.
2. Sederhana jelas/ lugas
Dalam membuat perencanaan pemakaian kata-kata harus jelas serta mudah
dipahami pelaksana sehingga tidak menimbulkan banyak presepsi. Maka
untuk menghindari kesimpangsiuran penerimaan yang disebabkan karena
salah penafsiran, maka kemungkinan pertama, merumuskan rencana yang
disusun kedalam bentuk kalimat yang sudah dimengertioleh calon pelaksana.
3. Fleksibel
Dalam merencanakan sesuatu perencanaan tersebut harus dapat mengikuti
perkembangan kemajuan di masyarakat, perubahan situasi dan kondisi
sehingga perencanaan dapat diubah dan disempurnakan sesuai keadaan yang
terjadi. Jadi, perencanaan tersebut tidak bersifat kaku yang harus berjalan
sesuai perencanaan awal tanpa mengikuti perkembangan yang ada.
4. Stabil
Rencana harus mempunyai stabilitas yang tinggi¸itu artinya bahwa rencana
tersebut tidak dirubah-rubah dan sampai jangka waktu tertentu. Sehingga
perencanaan dapat dikatakan belum atau tidak merupakan sebuah proses
pemikiran yang matang.
5. Ada dalam keseimbangan
Dalam membuat perencaan masalah waktu harus seimbang dengan
kebutuhan yang ada. Penentuan waktu, faktor-faktor, ataupun fasilitas-
fasilitas yang diperlukan dan unsur organisasi seimbang dengan macam dan
eksistensi kegiatan yang akan dilaksanakan. Contohnya dalam
merencanakan jangka panjang, harus melihat banyaknya kebutuhan yang
akan diperlukan untuk merealisasikan perencanaan tersebut, sehingga
antarnya keduanya harus benar-benar seimbang.
6. Tersedia sumber-sumber untuk pelaksanaan
Perencanaan mengandung maksud bahwa harus meliputi semua yang
dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan yang hendak dicapai. Misalnya saja
dalam perencanaan memerkukan SDM, SDA, alat-alat, bahan, dsb, maka
dalam pencapaian tujuan juga harus menyediakan aspek-aspek tersebut guna
untuk mencapai tujuan yang sudah dibuat.

2.5 Tipe Perencanaan

Pengklasifikasian perencananan telah banyak dilakukan oleh para ahli,


perencanaan saling terkait satu dengan perencanaan lainnya . beberapa tipe-tipe
perencanaan yang dimaksud antara lain.
1. Perencanaan berdasarkan jangkauan dibagi menjadi 2 yaitu:
 Rencana stategis
Adalah rencana yang diterapkan secara keseluruhuan dan
menetapkan tujuan sebuah organisasi. Rencana strtaegis
dipandang secara umu yang menggambarkan pengalokasian
sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah yang dilakukan
untuk mencapai tujuan stategis
 Rencana operasioanal
Rencana yang melipiti area operasional tertentu dari sebuah
organisasi
2. Perencanaan berdasarkan kerangka waktu terbagi menadi 2 yaitu:
 Rencana jangka panjang adalah rencana yang mempunyai
jangka-waktu dari 3 tahun.
 Rencana jangka pendek adalah rencana yang berjangka waktu
kurang dari 1 tahun
3. Perencanaan berdasarkan spesifikasi terdiri dari 2 yaitu:
 Rencana spesidik adalah rencana yang didefinisikan secara jelas
dan tidak memberikan ruang bagi interpretasi
 Rencana fleksibel yang menentukan panduan umu, memberikan
fokus tetapi tidak membatasi manajer pada tujuan spesifikasi
atau serangkaian tindakan
4. Perencanaan berdasarkan frekuensi pengunaan, dibagi menjadi 2
yaitu:
 Rencana sekali pakai adalah rencana yang spesifik didisain
untuk memenuhi kebutuhan dalam situasi unik
 Rencana siaga adalah rencana berkelanjuran yang memberikan
panduan untuk aktivitas yang dilakukan

Dalam diskusi yang dilakukan saat mempresentasikan hasil yang telah


didiskusikan oleh kelompok kami, dengan tambahan beberapa saran oleh
dosen tipe perencanaan dalam manajemen hanya ada perencanaan
berdasarkan kerangka waktu yaitu
1. Jangka panjang
2. Jangka pendek

2.6 Proses Perencanaan

Ada 5 proses perencanaan, yaitu :

1. Penetapan Tujuan Organisasi

Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau


kebutuhan organisasi. Jadi, organisasi harus menetapkan tujuan yang jelas
yang bersifat kuantitatif agar penggunaan sumber daya dalam organisasi
dapat berjalan dengan efektif.

2. Mendefinisikan Situasi Sekarang

Pemahaman akan kondisi organisasi sekarang dan tujuan yang hendak


dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian
tujuan adalah hal yang sangat penting, karena tujuan dan rencana
menyangkut waktu yang akan datang. Pemimpin atau manajer harus
menyadari bahwa situasi dan keadaan sekarang sangat dipengaruhi oleh
situasi dan kondisi sebelumnya, jadi sebaiknya rencana akan akan dilakukan
harus berjalan dengan efektif agar situasi yang akan datang tidak mengalami
kendala yang sangat serius. Posisi sekarang juga mempengaruhi situasi dan
kondisi yang akan datang. Suatu organisasi harus mengetahui apakah
tujuannya tercapai atau tidak dan faktor-faktor yang mempengaruhi tujuan
tersebut.

3. Mengenal Dukungan dan Kendala

Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu


diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan
ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya, atau yang
mungkin menimbulkan masalah. Sebaikna pemimpon atau manajer lebih
memusatkan perhatiannya kepada berbagai kemungkinan terjelek dari pada
memusatkan kepada kemungkinan terbaik.

4. Mengembangkan Premis Perencanaan

Premis merupakan asumsi tentang lingkungan dimana organisasi itu berada.


Lingkungan organisasi yang sedang berubah akan sangat mempengaruhi
aaktivitas organisasi, memaksa adaptasi operasi yang sedang berjalan dan
memerlukan peninjauan yang lebih tentang tatanan yang ada dalam
organisasi. Menajer harus lebih pintar dan ahli dalam memanfaatkan sumber
informasi yang tersedia gunanya untuk mengantisipasi dan merenanakan
metode yang tepat dan sesuai dengan lingkungan organisasi tersebut.

5. Mengembangkan Metode Pengawasan Operasi Rencana

Sebelum perencanaan dilaksanakan metode pengawasan harus ditetapkan


terlebih dahulu. Metode ini berguna untuk memperhitungkan berbagai
permasalahan dan kendala di lapangan serta berbagai cara
menanggulanginya.