Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara

bebas,mudah,dan teratur yang bertujuan untuk memenhi kebutuhan hidup

sehat. Mobilisasi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan, memperlambat

proses penyakit kriteria hasil ususnya penyakit degeneratif dan untuk

aktualisasi. Mobilisasi menyebabkan perbaikan sirkulasi, membuat nafas

dalam dan menstiulasi kembali fungsi gastrointestinal normal, dorong untuk

menggerakan kaki dan tungkai bawah sesegera mungkin, biasanya dalam

waktu 12 jam (Mubarak,2011).


Immobilisasi adalah ketidakmampuan untuk bargerak bebas yang

disebabkan oleh kondisi dimana gerakan terganggu atau dibatasi secara

teraupetik (Potter & Perry, 2006).


Adapun konsep dasarnya mobilisasi, yatu mobilisasi atau kemampuan

seseorang untuk bergerak bebas merupakan salah satu kebutuhan dasar

manusia yang harus terpenuhi. Dimana mobilisasi ini sangta dipengaruhi oleh

sistem neuromuskular, karena untuk melakukan mobilisasi memerluukan

kekuatan dan keseimbangan yang kokoh untuk menopang tubuh. Aapabila

keseimbangan tubuh tidak tercapa maka dapat menimbulkan cidera sehingga

tubuh mengalami gangguan mobilisasi. Mobilisasi itu adalh kemampuan

untuk bergerak secara bebas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan

1
2

hidup sehat yang dapat meinggkatkan dan mempertahankan kesehatan

serta menghambat proses penyakit degeneratif dan untuk aktualisasi.


Menurut hasil observasi pada Ny.W dengan diagnosa medis Fraktur

femur dextra pasien mengatakan mengeluh tidak dapat menggerakan kaki

kanan dibagian paha akibat terjatuh saat dirumah saat mengambil minum saat

malam hari dengan tanda-tanda vital TD:150/90 mmHg, N: 100 kali

permenit, Suhu: 36, RR: 20 kali permenit. Dengan kekuatan otot tangan

kanan 4, tangan kiri 4, kaki kanan 4, dan kaki kiri 2. Activity daily living

pasien bergantung pada orang lain atau tidak mampu.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang dan tinjauan kasus diatas penulis dapat mengambil

judul pada pasien dengan “Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilisasi Fisik

pada Ny.W dengan Fraktur Femur Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II

dr.Soedjono”

C. Tujuan
1. Tujuan umum
Tujuan penulisan ini adalah dapat memahami tentang Asuhan

Keperawatan Gangguan Mobilisasi Fisik pada Ny.W dengan Fraktur Femur

Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono


2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui definisi,etiologi,patofisiologi,phatways,manifestasi

klinis,komplikasi,pemeriksaan penunjang,dan penatalaksanaan klinis

gangguan mobilitas fisik.


b. Melakukan pengkajian pada Ny.W dengan Fraktur Femur Dextra di

Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


c. Melakukan pengelompokan data pada Ny.W dengan Fraktur Femur

Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


3

d. Melakukan analisa data pada Ny.W dengan Fraktur Femur Dextra di

Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


e. Merumuskan diagnosa keperawatan pada Ny.W dengan Fraktur Femur

Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


f. Melakukan rencana keperawatan pada Ny.W dengan Fraktur Femur

Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


g. Mengevaluasi tindakan keperawatan pada Ny.W dengan Fraktur

Femur Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.


h. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada Ny.W dengan Fraktur

Femur Dextra di Ruang Edelweiss RST tk.II dr.Soedjono.

D. Manfaat
Manfaat yang dapat didapatkan pada gangguan mobilitas fisik antara lain :
1. Bagi pasien
Memberi pengetahuan tentang gangguan mobilisasi fisik pada pasien dan

masyarakat
2. Bagi penulis
Mendapatkan pengetahun dan wawasan tentang keperawatan yang telah

didapat dalam praktikum


3. Bagi intistusi pendidikan
Sebagai bahan kepustakaan atau referensi dalam menambah wawasan dan

sumbangan pikiran dalam bentuk tulisan dengan menerapkan asuhan

keperawatan dengan gangguan fisik pada kasus fraktur femur dextra.


4. Bagi lahan praktek
Untuk memberi masukan pengetahuan tentang tindakan keperawatan dan

meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien.