Anda di halaman 1dari 11

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau
keduanya yang berdasarkan kesepakatan bersama bukan pemaksaan. Pada masa awal sebelum
uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan
barang. Perdagangan antardaerah merupakan kegiatan tukar menukar barang yang dilakukan
daerah yang satu dengan daerah yang lainnya dengan maksud mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dan memperoleh manfaat dari kegiatan tukar menukar barang tersebut.
Perdagangan antardaerah ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan sumberdaya, baik sumber
daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap daerah sehingga produk
atau komoditi yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhan setiap daerah yang sangat
beragam. Oleh karena itu timbul suatu keterkaitan antardaerah dimana tidak semua input yang
dibutuhkan untuk memproduksi output ataupun tidak semua output untuk dikonsumsi tersedia
di dalam daerah sendiri sehingga dibutuhkan dukungan dari daerah lain.
Selain karena keterkaitan antardaerah yang bersangkutan dalam melakukan
perdagangan, ada beberapa faktor-faktor yang mendorong timbulnya perdagangan antardaerah
tersebut. Dilakukannya pertukaran barang antardaerah dimaksudkan untuk mencapai tujuan
yang hendak dicapai. Perdagangan antardaerah juga memiliki manfaat bagi daerah yang
bersangkutan. Tetapi perlu diketahui bahwa perdagangan antardaerah yang merupakan
perdagangan dalam negeri juga harus memiliki prosedur sehingga perdagangan yang terjadi
dapat berjalan efektif dan efisien dan tujuan dari perdagangan tersebut dapat dicapai secara
optimal. Pemberlakuan kebijakan perdagangan antardaerah dimaksudkan adalah supaya
perdagangan yang terjadi tidak merugikan salah satu pihak atau pihak manapun yang terkait.
Yang perlu diketahui bahwa kebijakan perdagangan yang dibuat oleh pihak yang bersangkutan
tentunya adalah untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dan mendatangkan hal-hal
positif bagi pihak-pihak yang bersangkutan.
Disamping untuk mencapai tujuan yang tidak merugikan pihak-pihak yang
bersangkutan, namun pada kenyataannya dalam perdagangan antardaerah ini juga memiliki
hambatan-hambatan yang mungkin menjadi penghalang bagi produsen dalam melakukan
perdagangan antardaerah.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan perdagangan dan apapula perdagangan daerah tersebut ?
2. Faktor-faktor apa saja yang mendorong timbulnya perdagangan antar daerah itu?
3. Apa manfaat dari perdagangan antar daerah tersebut ?
4. Kebijakan apa saja yang terdapat dalam perdagangan antar daerah ?
5. Hambatan apa saja yang terdapat dalam perdagangan antar daerah ?

Hal 1
C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan perdagangan dan perdagangan daera
tersebut.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong timbulnya perdagangan antar
daerah.
3. Untuk mengetahui manfaat dari perdagangan antar daerah tersebut.
4. Untuk mengetahui kebijakan yang terdapat dalam perdagangan antar daerah.
5. Untuk mengetahui hambatan yang terdapat dalam perdagangan antar daerah.

Hal 2
BAB 2
PEMBAHASAN

A. PERDAGANGAN DAN PERDAGANGAN DAERAH


Didalam kehidupan sehari-hari tentu kita tak asing lagi dengan istilah perdagangan dan
dalam lingkup sederhana juga kita pernah menjadi salah satu dari pelaku kegiatan
perdagangan , misalnya sebagai pembeli atau sebagai pedagang. Perdagangan adalah kegiatan
atau proses pertukaran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Kegiatan perdagangan dan
pemasaran mempunyai peranan penting terhadap perkembangan suatu daerah. Usaha
perdagangan dapat mempertinggi nilai suatu barang, mempertinggi tingkat konsumsi
masyarakat dalam jenis dan kualitas barang, serta memperluas pergaulan hidup antar manusia,
antar daerah dan antar negara.

Jenis-jenis perdagangan meliputi:


1. Perdagangan Internasional
2. Perdagangan Nasional

B. PERDAGANGAN NASIONAL (DAERAH)


Perdagangan antar wilayah atau daerah adalah perdagangan yang dilakukan dalam
suatu wilayah tertentu yang telah disepakati bersama. Perdagangan antar wilayah juga salah
satu bentuk kegiatan distribusi yang menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada
konsumen atau produsen lain antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain didalam
negara yang sama untuk mendapatkan keuntungan. Dan untuk meningkatkan perdagangan
daerah ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijaksanaan.
a. Mengindentifikasi barang-barang yang di butuhkan masyarakat
b. Menyederhanakan prosedur perdagangan
c. Mengawasi arus mobilitas barang
Perdagangan daerah juga di bedakan menjadi 2 yaitu :
1. perdagangan lokal antar wilayah dalam satu pulau
2. perdagangan interinsuler yang dilakukan dari satu pulau ke pulau lain.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TIMBULNYA PERDAGANGAN


ANTAR DAERAH .
Ada kalanya sebuah daerah tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan dari permintaan
konsumen wilayahnya sendiri sehingga wilayah tersebut melakukan perdagangan antar daerah
dan sebaliknya suatu daerah kelebihan memproduksi kebutuhan konsumen di wilayah tersbut.
Dan beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan antar wilayah antara lain:

Hal 3
a. Perbedaan tingkat kejarangan (scarcity)
Apabila suatu daerah atau bangsa, tingkat scarcitynya lebih rendah dari pada negara
lain, maka dari wilayah ini akan mengalir barang-barang ke wilayah lain di mana tingkat
kejarangannya lebih tinggi. Perdagangan antar daerah dan perdagangan internasional akan
terus berlangsung selama adanya perbedaan tingkat kelangkaan (scarcity) ini.
Perbedaan faktor produksi
Perbedaan faktor produksi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, akan
menyebabkan daerah-daerah itu menjadi daerah surplus dan daerah yang minus. Perbedaan-
perbedaan faktor produksi itu pada kelanjutannya akan menimbulkan perbedaan tingkat
produktivitas tiap daerah yang mungkin dicapai.
Perbedaan komparatif dari harga barang
Selama ada perbedaan komparatif harga-harga barang, selama itu pula akan timbul arus
ekonomi yang mengalir antar daerah atau bangsa. Perbedaan harga komparatif (Perbedaan
harga yang diperbandingkan) adalah perbandingan harga barang A dengan harga barang B di
suatu daerah, diperbandingkan dengan harga barang A dan B di daerah lain.

b. Suatu daerah tidak mampu memproduksi semua barang yang dibutuhkan


masyarakatnya
Ada kalanya suatu daerah tidak mampu memenuhi semua barang dan jasa yang menjadi
kebutuhan penduduk, sehingga untuk memenuhinya suatu daerah perlu mengimpor barang dan
jasa tersebut dari luar wilayah atau pulau . Dengan demikian kebutuhan produk dapat
dipenuhi.
c. Perbedaan sumber daya alam
Perbedaan sumber daya alam mendorong setiap daerah menghasilkan produk yang
berbeda. Hal ini mendorong terjadinya perdagangan di antara wilayah yang memiliki produk
berbeda.
d. Perbedaan kemampuan sumber daya manusia
Kemampuan sumber daya manusia antara wilayah satu dengan wilayah yang lain berbeda.
Contoh ada daerah yang sudah mampu dan ada yang belum mampu untuk memproduksi padi
dengan cepat dengan menggunakan bantuan mesin dan daerah lain masi menggunakan tenaga
manusia atau kerbau dalam membajak sawah, sedangkan hampir seluruh wilayah
membutuhkannya untuk makanan pokok.

D. MANFAAT PERDAGANGAN ANTAR DAERAH


Sebuah daerah melakukan perdagangan atau pertukaran hasil produksi yang dihasilkan
dengan daerah lain ditujukan untuk memperoleh manfaat/keuntungan tambahan. Dalam
melakukan perdagangan, kedua belah pihak harus merasakan dampak positif dan tidak merasa
dirugikan dengan dilakukannya perdagangan antardaerah tersebut. Jadi, dorongan atau motif
melakukan perdagangan adalah adanya kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan tersebut

Hal 4
(gains from trade). Adapun beberapa tujuan yang dapat kami jelaskan mengapa sebuah negara
melakukan perdagangan antardaerah adalah sebagai berikut :

a. Memperluas Jangkauan Pasar


Perdagangan antardaerah memungkinkan pemberian kesempatan bagi produsen untuk
memperluas daerah pemasaran produknya. Bagi produsen, untuk mencapai keuntungan yang
optimum diperlukan daerah pemasaran yang luas pula untuk memperkenalkan produk dan
menjual produksinya. Maka perdagangan antardaerah menjadikan pemasaran yang luas bagi
produsen.

b. Memperoleh Hasil Produksi yang Tidak Diproduksi di Sebuah Daerah


Sebuah daerah memiliki potensi yang berbeda-beda dalam menghasilkan hasil
produksi. Maka dari itu peran perdagangan antardaerah sangat diperlukan. Misalnya, daerah
Sidikalang terkenal dengan kopi Sidikalang karena memang daerah tersebut dikenal baik
dalam mengolah tanaman kopi sehingga menghasilkan produksi kopi yang berkualitas.
Sementara, daerah Sidamanik terkenal dengan perkebunan teh dan pabrik teh yang beroperasi
di wilayah tersebut dan sangat baik pula dalam menghasilkan produk olahan daun teh menjadi
bubuk teh yang baik dan berkulitas. Maka dalam hal ini, daerah Sidikalang dan Sidamanik
bisa melakukan pertukaran hasil olahan dari daerahnya masing-masing dan melakukan
perdagangan antardaerah.

c. Menambah Kemakmuran Suatu Daerah


Perdagangan antardaerah dalam negeri juga mampu menambah kemakmuran daerah
tertentu karena produksi barang yang tidak ada di daerah lain pun mampu di pasok.

d. Membuka Lapangan Pekerjaan


Dengan semakin banyaknya daerah yang menjadi tempat penjualan, maka tentunya
produksi barang juga akan semakin besar. Hal ini tentu akan mendorong untuk membuka
lapangan pekerjaan baru lagi lantaran kebutuhan akan tenaga kerja yang lebih besar.

e. Meningkatkan Keuntungan
Disamping memperoleh hasil produksi yang tidak dapat diproduksi oleh sebuah daerah,
tujuan dari perdagangan antardaerah adalah untuk memperoleh keuntungan yang lebih bagi
seorang produsen. Dimana, akan berbeda keuntungan yang diperoleh ketika produsen hanya
memasarkan hasil produksinya di satu daerah dibandingkan dengan produsen yang menjual
dan memasarkan produksinya diberbagai daerah.

Hal 5
f. Bisa Mencegah Terjadinya Krisis
Dalam hal ini krisis yang dimaksud adalah krisis hasil produksi. Ketika sebuah daerah
dilanda bencana alam, yang menjadikan daerah tersebut tidak mampu menghasilkan hasil
produksi untuk sementara waktu akibat bencana alam yang terjadi akan memaksa daerah
tersebut untuk membeli hasil produksi di daerah lain sebagai kebutuhan utama untuk
memenuhi kebutuhan hidup di daerahnya . Misalnya ketika daerah A mengalami kerusakan
lahan pertanian akibat banjir yang melanda daerah tersebut dan menjadikan daerah tersebut
tidak mampu menanam dan mengolah tanaman padi menjadi beras sebagai kebutuhan pokok,
maka daerah tersebut akan membeli beras didaerah B untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

E. KEBIJAKAN PERDAGANGAN ANTAR DAERAH


Kebijakan adalah keputusan yang menggambarkan tujuan, menetapkan sesuatu yang
dapat dijadikan pedoman/acuan, atau sebagai dasar suatu tindakan, dan tindakan tersebut
diambil untuk menerapkan keputusan itu, atau kebijakan dapat diartikan rangkaian konsep dan
asas yang menjadi garis besar dan dasar recana dalam pelaksanaan satu pekerjaan, hasil dari
sebuah kepemimpinan dalam sebuah pemerintahan atau sebuah organisasi (Holsti, di dalam
Rudi, 1993: 17).Sedangkan Grifith (2002: 95) mendefinisikan kebijakan sebagai susunan
strategi yang digunakan oleh pemerintah untuk memandu tindakan mereka dalam bidang
tertentu (yang di dalamnya terdapat pelbagai alternatif yang sebelumnya telah disusun
bersama).
Jhingan (1990) menjelaskan, bahwa kebijakan perdagangan sebagai suatu kebijakan yang
dapat menopang percepatan laju pembangunan ekonomi dengan:
a.Memungkinkan negara tebelakang memperoleh bagian lebih besar dari manfaat
perdagangan.
b. Meningkatkan laju pembentukan modal
c. Meningkatkatkan industrialisasi.
d. Menjaga keseimbangan neraca pembayaran (Ikbar, 1995: 148)

F. PERDAGANGAN ANTAR PULAU


pengertian perdagangan antar pulau yaitu perdagangan yang dilakukan oleh orang perorang
atau badan usaha dari suatu pulau ke pulau lainnya dalam lingkup satu wilayah negara.
Tujuan Perdagangan Antarpulau
Perdagangan antar pulau bisa dilakukan secara tradisional yaitu dengan menggunakan kapal-
kapal atau perahu sederhana yang bisa menjangkau satu pulau dengan lainnya. Atau dengan
cara modern melalui jaringan komunikasi seperti telepon dan internet dengan dukungan kapal-
kapal mesin yang modern sehingga mempercepat arus perdagangan antar pulau. Perdagangan
antar pulau mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Memperluas jangkauan pasar

Hal 6
Perdagangan antarpulau akan memberikan kesempatan akan memberikan kesempatan bagi
produsen untuk memperluas daerah pemasaran produknya. Misalnya: Minyak kelapa sawit
diproduksi di pulau Sumatera, maka untuk memperluas daerah pemasaran minyak kelapa
sawit tersebut bisa dijual di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan pulau-pulau lain.
b. Mendapatkan keuntungan
Dengan luasnya daerah pemasaran dari sebuah produk akan meningkatkan jumlah penjualan
sehingga bisa meningkatkan jumlah Keuntungan yang diperoleh oleh produsen. Selain itu
dengan perbedaan tempat akan memunculkan berbedaan harga yang lebih tinggi, perbedaan
harga itu bisa meningkatkan jumlah keuntungan.

Faktor Pendorong Perdagangan Antarpulau


a. Perbedaan harga antarpulau
Harga barang dan jasa yang ada disetiap pulau bisa berbeda, pada suatu pulau suatu barang
bisa murah sedangkan di pulau lain bisa mahal. Perbedaan harga ini akan mendorong
pedagang untuk menjual produknya ke pulaulain karena mengejar keuntungan yang lebih
besar.

b. Perbedaan Kepemilikan Faktor Produksi


Setiap Pulau mempunyai perbedaan sumber daya alam sehingga mereka juga memiliki faktor
produksi yang berbeda. Misalnya Pulau Kalimantan mempunyai sumber daya tambang
batubara, sedangkan di pulau Jawa terdapat pembangkit tenaga listrik yang membutuhkan
pasokan batubara, maka dari itu batubara yang ada di Kalimantan harus dikirim ke pulau Jawa.

Manfaat Perdagangan Antar pulau


a. Memperbanyak lapangan kerja untuk masyarakat
Perdagangan antarpulau akan mendorong peningkatan jumlah produksi, produksi yang
meningkat akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Maka dari itu akan mengurangi
jumlah pengangguran dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
b. Memenuhi kebutuhan konsumen
Dengan perbedaan sumber daya alam yang ada maka setiap pulau memiliki kelebihan dan
kekurangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya : pulau Jawa merupakan
penghasil beras, sedangkan pulau Kalimantan merupakan penghasil kayu, maka beras
diperdagangkan ke Kalimantan dan sedangkan kayu diperdagangkan ke Jawa.
c. Meningkatkan produktivitas penduduk
Dengan adanya perdagangan antarpulau akan meningkatkan jumlah permintaan barang dan
jasa. Hal tersebut akan mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi barang dan jasa.
Tenaga kerja yang ada akan meningkat juga produktivitasnya.

Hal 7
Adapun instrumen-instrumen oleh kementrian perdagangan (kemendag) tentang perdagangan
antar pulau antara lain :
1. menjaga keseimbangan antara daerah surplus dan defisit, serta memperkecil harga
antardaerahdalam rangka stabilisasi harga komoditas.
2. menciptakan pasar lelang,
3. mengambil kebijakan distribusi bahan pokok,
4. pengelolaan stok dan ekspor-impor,
5. pemasaran produk unggulan daerah,
6. serta mencegah beredarnya barang selundupan dan meniadakan hambatan perdagangan
antarpulau.
7. sistem resi gudang (SRG). Gudang merupakan bagian dari jaringan utama antara produsen
dan konsumen yang digunakan untuk menyimpan persediaan selama proses logistik
berjalan. SRG berperan penting sebagai sarana penyimpanan logistik dalam proses
produksi, distribusi
kebijakan-kebijakan yang dibuat adalah dalam rangka pengaturan kegiatan perdagangan antar
pulau. Pengaturan kegiatan perdagangan antarpulaubertujuan untuk integrasi pasar di dalam
negeri.
Selain itu Pengaturan kegiatan perdagangan antarpulaudiarahkanuntuk:
a. Menjaga keseimbangan antardaerah yang surplusdan daerah yang minus;
b. Memperkecil kesenjangan harga antardaerah;
c. Mengamankan distribusi barang yang dibatasiperdagangannya;
d. Mengembangkan pemasaran produk unggulansetiap daerah;
e. Menyediakan sarana dan prasarana PerdaganganAntarpulau;
f. Mencegah masuk dan beredarnya barang selundupan di dalam negeri;
g. Mencegah penyelundupan barang keluar negeri;

G. HAMBATAN DALAM PERDAGANGAN DAERAH


Disamping memiliki banyak manfaat, perdagangan antar daerah juga harus dilakukan
sesuai dengan regulasi dan prosuder yang telah ditetapkan dalam kebijakan perdagangan antar
daerah yang dibuat oleh pemerintah. Namun meskipun telah ada kebijakan didalam
perdagangan antar daerah, bukan berarti kegiatan perdagangan tersebut berjalan sangat lancar
sesuai ekspektasi yang diharapkan. Banyak hambatan-hambatan yang terjadi yang
menghalangi pencapaian tujuan dalam kegiatan perdagangan antar daerah tersebut.
Adapun beberapa hambatan yang terjadi dalam perdagangan antar daerah adalah
sebagai berikut :
1. Infrastruktur
Infrastruktur adalah fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh suatu
daerah untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan
limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan sosial

Hal 8
dan ekonomi. Berdasarkan pengertian infrastruktur tersebut maka infrastruktur merupakan
sistem fisik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial
dan ekonomi. Salah satu yang menghambat perekonomian antar daerah saat ini adalah
lambatnya pembangunan infrastruktur . Hal ini ditandai dengan kurangnya kualitas dan
kuantitas infrastruktur atau prasarana disuatu daerah.

2. Ego antar daerah

Yang dimaksud dengan ego daerah adalah dimana daerah tersebut hanya mementingkan
daerah sendiri contohnya daerah A hanya melakukan perdagangan didaerahnya sendiri
sehingga hanya meningkatkan pendapatan asli daerah tersebut (PAD) tapi mematikan
perdagangan antardaerah.

3. Bahan baku

Bahan baku adalah bahan yang diolah menjadi produk bahan jadi dan pemakaian dapat
diindentifikasikan secara langsung atau diikuti jejaknya atau merupakan integral dari produk
tertentu.
Dalam perdagangan antar daerah, bahan baku juga menjadi salah satu hambatan dikarenakan
adanya sifat ketergantungan bahan baku dari suatu daerah ke daerah lain.
Banyak perusahaan secara mendadak tidak dapat berproduksi disebabkan karena
persediaan bahan bakunya tidak cukup, sehingga perusahaan terpaksa harus mengeluarkan
biaya ekstra untuk pembelian bahan baku agar supplier segera mengirimkan bahan baku yang
dipesan tersebut. Sebaliknya jika perusahaan mempunyai persediaan bahan baku yang
berlebihan dibanding pemakaiannya, akan terjadi penumpukan persediaan berarti adanya dana
yang tidak dioperasikan secara efisien. Adanya persediaaan yang besar akan membutuhkan
biaya-biaya penyimpanan dan pemeliharaan yang tinggi disamping biaya-biaya modal kerja
yang ditanamkan didalamnya. Persediaan bahan yang berlebihan akan mengurangi keuntungan
atau menambah kerugian. Bahkan hal tersebut bisa menyebabkan hambatan pada perdagangan
antar daerah.

Hal 9
BAB 3
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Menurut kelompok kami kesimpulan yang terdapat dalam makalah ini bahwa
Perdagangan antar daerah merupakan kegiatan tukar menukar barang yang dilakukan daerah
yang satu dengan daerah yang lainnya dengan maksud mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dan memperoleh manfaat dari kegiatan tukar menukar barang tersebut. Perdagangan
antardaerah ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan sumberdaya, baik sumber daya alam
maupun sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap daerah sehingga produk atau komoditi
yang dihasilkan tidak dapat memenuhi kebutuhan setiap daerah yang sangat beragam.
Oleh karena itu timbul suatu keterkaitan antardaerah dimana tidak semua input yang
dibutuhkan untuk memproduksi output ataupun tidak semua output untuk dikonsumsi tersedia
di dalam daerah sendiri sehingga dibutuhkan dukungan dari daerah lain. Perdagangan
antardaerah juga memiliki manfaat bagi daerah yang bersangkutan tapi dalam melalukan
perdangan antardaerah juga harus memiliki prosedur sehingga perdagangan yang terjadi dapat
berjalan efektif dan efisien dan tujuan dari perdagangan tersebut dapat dicapai secara optimal.

B. SARAN
Adapun saran menurut kelompok kami yaitu bahwa perdagangan antar daerah ini masi
memiliki hambatan yang tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Contohnya saja
infrastruktur yang masi kurang memadai sehingga dalam proses perdagangan antar daerah ini
para produsen masi mengalami penghalang guna pencapaian tujuan dalam kegiatan
perdagangan antar daerah tersebut dan sebaiknya peran pemerintah dalam penyediaan
infrastruktur sarana dan prasarana lebih ditingkatkan untuk memfasilitasi agar para pelaku
perdagangan tersebut lebih mudah dalam pencapaian perdagangan antar wilayah tersebut
secara optimal guna meningkatkan hasil dari produksi dalam negri.

Hal 10
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/document/326272511/Laporan-penelitian-Kerjasama-Antar-Daerah-
Di-Bidang-Perdagangan-Sebagai-Alternatif-Kebijakan-Peningkatan-Perekonomian-
Daerah
https://www.bappenas.go.id/files/7713/5230/0987/03yeremiastkeban__20091014131110__22
58__0.pdf
http://kumpulanmakalahilmiah.blogspot.co.id/2012/11/pengendalian-persediaan-bahan-baku-
pada.html
http://industri.bisnis.com/read/20150319/12/413444/perdagangan-antarpulau-terhambat-
infrastruktur
http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/aNroGeEb-ini-dia-tujuan-kemendag-atur-
perdagangan-antar-pulau.

Hal 11