Anda di halaman 1dari 2

Sejarah awal penyakit kusta

Sejak dahulu, kusta telah menjadi penyakit yang ditakuti. Penyakit ini pernah menyerang semua
benua, sehingga meninggalkan gambaran yang menyeramkan dalam sejarah manusia.

1. Penyakit kusta di Mesir

Catatan paling awal mengenai penyakit ini ditemukan di Mesir yang dipercaya ditulis sekitar
tahun 1550 Sebelum Masehi (SM). Lalu sekitar tahun 600 SM, sebuah dokumen berbahasa India
menjelaskan suatu penyakit yang mirip dengan kusta.

2. Penyakit kusta di Yunani

Di Eropa, catatan menyebutkan, kusta pertama kali muncul di Yunani kuno, saat tentara perang
Alexander Agung kembali dari India. Setelah itu, kusta kembali muncul pada tahun 62 SM,
bersamaan dengan kembalinya tentara Pompeii dari Asia Kecil.

3. Penyakit kusta di Eropa

Namun belum lama ini, telah ditemukan fakta baru seputar penyakit yang memiliki nama lain
lepra tersebut. Berbeda dari keyakinan sebelumnya bahwa kusta berasal dari kawasan Asia
maupun Afrika, pada penelitian ini, ditemukan bahwa ada kemungkinan kusta justru berasal dari
dataran Eropa.

Penelitian yang sama juga mengemukakan bahwa terdapat fakta, penularan kusta di Eropa
kemungkinan bermula dari tupai ke manusia. Pada abad pertengahan, bangsa-bangsa di Eropa
kerap melakukan penjualan bulu tupai, yang kemudian diduga menjadi penyebab penyebaran
kusta di Kawasan tersebut.

Bagaimana kusta bisa menular?


Kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.
Penyakit ini menular saat seseorang berkontak langsung dengan penderita kusta, dalam jangka
waktu yang lama dan berulang-ulang. Selain itu, kusta juga dapat ditularkan melalui jalur
pernapasan.

Masa perkembangan bakteri penyebab kusta di dalam tubuh memerlukan waktu yang cukup
lama, yaitu 2-5 tahun, bahkan lebih. Setelah 5 tahun, tanda dan gejala kusta seperti di bawah ini
akan mulai muncul.

 Kulit mengalami bercak putih, pada awalnya sedikit, namun lama kelamaan semakin
lebar dan banyak
 Bercak-bercak merah
 Rasa kesemutan di anggota tubuh, hingga mengganggu fungsinya
 Banyak benjolan di wajah
 Terdapat bagian tubuh yang tidak dapat menghasilkan keringat
 Wajah terasa tegang
 Wajah mulai mati rasa

Jika gejala kusta yang muncul tersebut tidak segera diobati, lama-kelamaan penyakit ini dapat
menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya, seperti perubahan bentuk anggota tubuh, hingga
kebutaan.

Perkembangan pengobatan penyakit kusta dari masa ke masa

Sejarah penyakit kusta dari sisi pengobatannya pun terus mengalami perkembangan, jika
dibandingkan dengan pertama kali penyakit ini ditemukan. Dahulu, penyakit kusta masih
dianggap sebagai kutukan atau penyakit keturunan.