Anda di halaman 1dari 12

TEMPLATE PENGEMBANGAN KURIKULUM KEARIFN LOKAL

KOMPONEN YANG DIKEMBANGKAN CATATAN

JUDUL: kurikulum Pembelajaran STEM Berbasis Proyek pemanfaatan barang


bekas untuk mengembangkan karakter

Sekolah : MI Iskandar Sulaiman

Kelas : SD Kelas Tinggi 4 semester:1

Alamat : Jl. Raya Arhanud Pendem Junrejo Kota Batu

A. ANALISIS SITUASI/LINGKUNGAN:

Pak Kusen adalah penjaga sebuah sekolah di MI Iskandar Sulaiman. Setiap hari
beliau menyapu halaman dan membakar sampah yang sudah terkumpul. Untuk
sampah plastis selalu ditimbun tanah di belakang sekolah. Hal itu sudah dilakukan
selama berbulan-bulan sejak menjadi penjaga sekolah. Suatu hari pak Kusen akan
menanam pohon pepaya di belakang sekolah. Pada saat sedang menggali tanah
dia kaget, ternyata tanah tersebut banyak sampah plastiknya. Dari mana sampah
plastis tersebut? Ternyata dia baru ingat kalau selama ini selalu menimbun sampah
plastic ke dalam tanah,dan tidak bisa hancur atau tetap utuh di dalam tanah.
Sehingga dia tidak bisa menanam pohon papaya tersebut.Tanpa disadar pak
Kusen, Koko siswa kelas 4 memperhatikan apa yang dilakukan pak Kusen pada hari
itu.Karena Koko termasuk anak yang pandai dia bisa mengerti apa yang ada
dipikiran pak Kusen. Kemudian Koko melapor pada Guru apa yang sudah dilihat.
Koko : ‘’Pak guru saya tadi melihat pak Kusen mau menanam pohon
pepaya di belakang sekolah.
Pak Guru : “Memangnya kenapa Ko?”
Koko : “Setiap tanah yang digali ternyata banyak sampah plastiknya pak”
Pak Guru : “ Terus pohon pepayanya di tanam dimana?”
Koko : “Gak tau Pak Kusennya kebingungan mau menanam dimana ”.
Pak Guru : “Menurutmu bagaimana?”
Koko : “Kita harus bantu Pak Kusen, Pak?”
Pak Guru: “Caranya?”

Kemudian Pak Guru berdiskusi dengan Koko tentang sampah plastik tersebut.
Salah satu penaggulangan terhadap masalah sampah plastik adalah dengan cara
memanfaatkan kembali sampah plastik tersebut menjadi barang-barang yang
bermanfaat. Untuk menentukan barang yang tepat untuk dibuat, Pak Guru
membahas pula kebiasaan kurang baik siswa ketika makan di sekolah. Jika dilihat
ketika siswa jajan banyak yang makan sambil berdiri. Fenomena tersebut sangat
bertentangan dengan budaya Indonesia yang membiasakan makan sambil duduk.
Nah, karena itu kita biasa memilih sampah plastik berupa botol bekas minuman yang
akan dibuat menjadi tempat duduk siswa.
Jika tempat duduk sudah dibuat tempat duduk dari botol bekas, maka siswa akan
terbiasa makan sambil duduk di tempat duduk yang ia buat sendiri.

B. TUJUAN :
Alasan dan manfaat bagi pengembangan karakter :

- Peduli terhadap masalah sosial yaitu penanggulangan sampah plastik


- Pembiasaan makan sambil duduk
- Memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang bermanfaat
Kewajiban mejaga keseimbangan lingkungan

PPKn

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menganalisis hak dan kewajban warga sekolah terhadap sampah dengan
tepat.

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menerapkan hak dan kewajban warga sekolah terhadap sampah dengan
tepat.

IPS

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menelaah interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan
ekonomi dengan tepat.

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menceritakan aktivitas manusia dalam interaksi manusia dengan
lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi dengan tepat.

IPA

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menyebutkan upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekolah dengan
tepat.

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat mendesain produk dari bahan sampah plastik dengan tepat.

MATEMATIKA

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan bagun tabung
dengan tepat.

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menyebutkan bangun ruang yang terbentuk dari beberapa bangun tabung
dengan tepat.

SBdP

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat menyebutkan bentuk tiga dimensi dengan tepat.

Melalui pembelajaran STEM tentang pemanfaatan botol bekas air mineral, siswa
dapat membuat bentuk tiga dimensi dengan tepat.

C. ISI/BAHAN :
1. PPKn
Kompetensi Dasar:
No KD Uraian Kompetensi Dasar
3.2 Mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga dalam
kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah
4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan
sehari-hari di rumah dan sekolah

Indikator kunci :
No Uraian indikator
Indikator
3.2.1 Mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga sekolah
terhadap sampah
4.2.1 Melaksanakan kewajiban sebagai warga sekolah dalam
membuang sampah

2. IPS
Kompetensi Dasar:
No KD Uraian Kompetensi Dasar
3.5 Memahami manusia Indonesia dalam bentuk-bentuk dan sifat
dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya,
dan ekonomi
4.5 Menceritakan secara tertulis hasil kajian mengenai aktivitas
manusia Indonesia dalam dinamika interaksi dengan
lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi

Indikator kunci :
No Uraian indikator
Indikator
3.5.1 Menelaah interaksi manusia dengan lingkungan alam, social,
budaya dan ekonomi
4.5.1 Menceritakan aktivitas manusia dalam interaksi dengan
lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
3. IPA
Kompetensi Dasar
No KD Uraian Kompetensi Dasar
3.8 Menjelaskan pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian
sumber daya alam di lingkungannya
4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber daya alam
bersama orang-orang di lingkungannya

Indikator kunci :
No Uraian indikator
Indikator
3.8.1 Menyebutkan upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekolah
4.8.1 Mendesain suatu produk dari bahan sampah plastic

4. Matematika
Kompetensi Dasar
No KD Uraian Kompetensi Dasar
Pengetahuan
dan
keterampilan
3.7 Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan dari
beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan volumenya
4.7 Mengidentifikasi bangun ruang yang merupakan gabungan dari
beberapa bangun ruang, serta luas permukaan dan
volumenya.

Indikator kunci :
No Uraian indikator
Indikator
3.7.1 Menjelaskan bangun ruang yang merupakan gabungan bangun
tabung
4.7.1 Menyebutkan bangun ruang yang terbentuk dari beberapa
bangun tabung

5. SBdP
Kompetensi Dasar
No KD Uraian Kompetensi Dasar
Pengetahuan
dan
keterampilan
3.1 Mengetahui gambar dan bentuk tiga dimensi
4.1 Menggambar dan membentuk tiga dimensi

Indikator kunci :
No Indikator Uraian indikator
3.1.1 Mengetahui bentuk tiga dimensi
4.1.1 Membuat bentuk tiga dimensi

D. STRATEGI/METODE :
1. PPKn
Kompetensi Dasar:

Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar

PPkn
i. Mengetahui hak dan
3.2 Mengetahui hak dan kewajiban kewajiban sebagai warga
sebagai warga dalam kehidupan sehari- sekolah terhadap sampah
hari di rumah dan di sekolah
4.2.1 Melaksanakan kewajiban
sebagai warga sekolah dalam
membuang sampah
4.2 Melaksanakan kewajiban sebagai
warga dalam kehidupan sehari-hari di
rumah dan sekolah
IPS

3.5 Memahami manusia Indonesia 3.5.1 Menelaah interaksi manusi


dalam bentuk-bentuk dan sifat dinamika dengan lingkungan alam,
interaksi dengan lingkungan alam, social, budaya dan ekonomi
sosial, budaya, dan ekonomi

4.5 Menceritakan secara tertulis hasil


kajian mengenai aktivitas manusia 4.5.1 Menceritakan aktivitas
Indonesia dalam dinamika interaksi manusia dalam interaksi
dengan lingkungan alam, sosial, dengan lingkungan alam,
budaya, dan ekonomi sosial, budaya, dan ekonomi

IPA

3.8 Menjelaskan pentingnya upaya 3.8.1 Menyebutkan upaya menjaga


keseimbangan dan pelestarian sumber keseimbangan lingkungan sekolah
daya alam di lingkungannya

4.8 Melakukan kegiatan upaya


pelestarian sumber daya alam bersama 4.8.1 Mendesain suatu produk dari bahan
orang-orang di lingkungannya sampah plastic

MATEMATIKA

3.7 Menjelaskan bangun ruang yang 3.7.1 Menjelaskan bangun ruang yang
merupakan gabungan dari beberapa merupakan gabungan bangun tabung
bangun ruang, serta luas permukaan
dan volumenya

4.7 Mengidentifikasi bangun ruang yang 4.7.1 Menyebutkan bangun ruang yang
merupakan gabungan dari beberapa terbentuk dari beberapa bangun tabung
bangun ruang, serta luas permukaan
dan volumenya.

SDdB

3.1 Mengetahui gambar dan bentuk 3.1.1 Mengetahui bentuk tiga dimensi
tiga dimensi

4.1 Menggambar dan membentuk tiga


dimensi 4.1.1 Membuat bentuk tiga dimensi

Strategi Pelaksanan

1. Guru dan siswa mengamati video tentang sampah dan permasalahan yang
ditimbulkannya
2. Guru melakukan tanya jawab:
“Apa yang terjadi di lingkungan tersebut?”
3. Guru menampung jawaban siswa
4. Guru dan siswa melakukan kegiatan brainstorming:
“Setelah kalian mengamati video tersebut, apa yang menyebabkan lingkungan
tersebut? Apa dampak yang ditimbulkannya?” Bagaimana cara mengatasinya?”
5. Guru mengaitkan permasalahan tentang sampah dan pemanfaatannya dlam
rangka menjaga keseimbangan lingkungan:
“Anak-anak… Sampah menjadi masalah bagi manusia dan lingkungannya.
Sampah yang berasal dari masing-masing individu, rumah tangga, lembaga atau
instansi. Kita berusaha meminimalisir penggunaan barang yang menghasilkan
sampah dan sampah yang sudah dimanfaatkan untuk barang yang lebih
berguna.”
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
“Kali ini akan belajar tentang pemanfaatan botol bekas air mineral. Kita akan
mempelajari bagaimana memanfaatkan botol bekas air mineral, dan cara
membuatnya. Tujuan setelah kalian memahaminya, kalian akan lebih
meminimalsilir penggunaan samah, cara memanfaatkan sampah untuk kerajinan.”
7. Guru Menyampaikan agenda kegiatan yang akan dilakukan selama proses
pembelajaran:
“Selama kegiatan pembelajaran ini, kalian akan belajar membuat proyek yang nantinya
akan dgunakan untuk memecahkan masalah berkaitan dengan pemanfaatan botol
bekas air mineral dalam kehidupan sehari-hari.”

Tahapan Project Base Learning :


 Pertanyaan mendasar
1. Kelas dikondisikan menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri
dari 4 siswa
2. Setiap kelompok diberikan bahan bacaan tentang permasalahan sampah plastik
yang terjadi di suatu sekolah.
3. Kelompok menemukan akar permasalahan dengan cara menyusun daftar
pertanyaan tentang:
a. Mengapa permasalahan tersebut bisa terjadi?
b. Apa yang harus dilakukan oleh sekolah untuk menanggulangi sampah
tersebut?
c. Apa yang dibutuhkan oleh sekolah untuk mengatasi penumpukan sampah
plastik?
d. Bagaimana cara mewujudkannnya?
4. Setiap kelompok menentukan solusi yang akan diterapkan.

 Mendesain perencanaan program


1. Setiap kelompok berdiskusi menyusun rancangan produk yang telah disepakati
2. Guru memandu diskusi penyusunan rencana produk
3. Setiap kelompok memberikan kesempatan kepada masing-masing anggotanya
untuk menyampaikan pendapat mengenai:
a. Desain/ bentuk produk yang akan dibuat
b. Bahan dan alat yang dibutuhkan
c. Langkah-langkah pembuatan (gambar design)
4. Kelompok menentukan prototipe yang akan diselesaikan sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan

 Menyusun jadwal
1. Kelompok berdiskusi menyepakati jumlah pertemuan yang diperlukan dan
target/ progress yang harus dicapai di setiap pertemuan (format jadwal
terlampir)
2. Guru membimbing proses penyusunan jadwal
3. Guru meminta jadwal dan progress dari setiap kelompok sebagai panduan
dalam monitoring pembuatan produk

 Monitoring keaktifan dan perkembangan proyek


1. Setiap kelompok melaporkan perkembangan (progress report) ketercapaian
proyek di setiap pertemuan
2. Guru menanyakan perkembangan yang dicapai dan kendala yang dialami oleh
setiap kelompok
3. Guru membimbing dan memberikan bantuan jika ada kelompok yang belum bisa
mencapai target
4. Guru dan siswa mencatat hasil perkembangan proyek pada setiap kali
pertemuan
5. Setiap kelompok memastikan prototipe produk harus bisa diselesaikan sesuai
dengan jadwal yang telah ditentukan

E. EVALUASI :
 Menguji hasil
1. Pada waktu yang telah ditentukan, setiap kelompok membawa prototipe produk
untuk dipresentasikan
2. Presentasi kelompok meliputi:
a. Bahan dan alat yang dibutuhkan
b. Proses pembuatan produk
c. Pihak yang berperan dalam penyelesaian produk
d. Kelebihan yang dimiliki oleh produk yang telah dibuat
3. Guru membimbing proses uji keefektifan prototipe
4. Setiap kelompok melakukan uji coba prototipe produk
5. Sementara kelompok yang lain mengamati dan mencatat hasil yang diperoleh
(kelebihan dan kekurangannya)
6. Presentasi hasil pengamatan setiap kelompok

 Evaluasi pengalaman belajar


1. Guru memberikan masukan untuk perbaikan/ penyempurnaan prototipe
2. Setiap kelompok memperbaiki kelemahan/ kekurangan prototipe
Kelompok mendesain protipe final hasil revisi

F. SUMBER PUSTAKA
1. Buku 25 Kreasi Limbah Plastik Oleh Herianti
2. Vidio Bahaya Sampah Plastik, Sumber Youtube
3. Vidio Pemanfatan botol Plastik Sumber YouTube
4. Botol bekas air mineral dengan ukuran dan produk yang sama (10-20 botol)
5. Sampah plastik
6. Lakban hitam
7. Kain perca
8. Gunting
9. Jarum dan benang jahit
G. PENYUSUN:
Kepala Sekolah, Guru Kelas, Siswa, dan Komite Sekolah, Penjaga Sekolah/
Pengelola Kebersihan Sekolah

Perangkat kurikulum/Pembelajaran:

- Silabus
- RPP
- LKS
- Penilaian
PENILAIAN PROYEK.
1. Penilaian Keterampilan
a. Rubrik penilaian keterampilan
No Aspek Kriteria pensokran Ket

4 3 2 1

1 Ketepata Selalu tepat dalam Selalu tepat Tidak tepat Selalu salah
n memilih bahan memilih bahan memilih bahan dalam memilih
dan cekatan tetapi kurang dan kurang bahan dan
menggunakan alat cekatan cekatan lambat
menggunakan menggunakan menggunakan
alat alat alat

2 Kecermat Selalu cermat Pernah Banyak selalu salah


an dalam mengukur setiap mengulang mengulang saat mengukur
menguku komponen pengukuran pengukuran setiap
r prototipe dan tidak karena setiap komponen komponen
pernah mengalami karena banyak ptototipe/
mengulangi kesalahan melakukan selalu
kesalahan mengulang
mendasar

3 Kecepata Selalu Menyelesaikan Masih ada Tidak pernah


n menyelesaikan proyek sesuai beberapa target menyelesaikan
menyeles proyek melebihi dengan target di yang belum proyek sesuai
aikan target yang telah setiap tahapan terpenuhi di dengan target
proyek ditentukan di setiap tahapan yang telah
setiap tahapan ditentukan di
setiap tahapan

4 Kerapian Semua hasil yang Sebagian kecil Sebagian besar Setiap hasil
dalam diperoleh di setiap hasil yang hasil yang yang diperoleh
pembuat tahapan selalu diperoleh di diperoleh di setiap di setiap
an rapi setiap tahapan tahapan tidak rapi tahapan tidak
masih kurang pernah rapi
rapi

5 Ketelitian Selalu meninaju Meninjau Meninjau ulang Tidak pernah


ulang hasil yang sebagain besar sebagian kecil meninjau
diperoleh di setiap hasil yang hasil yang ulang hasil
tahapan diperoleh di diperoleh setiap yang diperoleh
setiap tahapan tahapan di setiap
tahapan

b. Instrumen penilaian keterampilan

No Aspek Penilaian Keterampilan Kriteria pensokran Ket

4 3 2 1

1 Ketepatan
2 Kecermatan

3 Kecepatan

4 Kerapian

5 Ketelitian

c. Pedoman pensokran

Skor Perolehan
X 100
Skor Maksimal

d. Kriteria penilaian keterampilan

No Rentang Kriteria Predikat

1 17-20 Sangat baik A

2 13-16 Baik B

3 9-12 Cukup C

4 5-8 Kurang D

2. Penilaian Produk (hasil karya)


a. Rubrik
No Aspek Kriteria Penskoran Ket
Penilaian 4 3 2 1
1 Perencanaan Setiap Sebagian besar Sebagian kecil Tidak ada
komponen komponen komponen produk persiapan sama
produk produk dibuat dibuat dengan sekali dalam
menggunakan dengan perencanaan membuat
perencanaan perencanaan semua
matang komponen
produk
2 Kesesuaian Semua langkah- Sebagian besar Sebagian kecil Semua langkah-
dengan langkah dalam langkah-langkah langkah-langkah langkah dalam
petunjuk pembuatan dalam dalam pembuatan pembuatan
mengacu pada pembuatan mengacu pada tidak ada yang
petunjuk mengacu pada petunjuk pembuatan mengacu pada
pembuatan petunjuk petunjuk
pembuatan pembuatan
3 Pemilihan Semua bahan Sebagian kecil Sebagian besar Semua bahan
bahan diperoleh bahan sulit bahan sulit diperoleh sulit diperoleh di
dengan mudah diperoleh di di lingkungan sekitar lingkungan
di lingkungan lingkungan sekitar
sekitar sekitar
4 Penggunaan Menggunakan Menggunakan Menggunakan Menggunakan
alat semua alat yang sebagian besar sebagian alat yang sebagian kecil
tersedia alat yang tersedia tersedia
alat yang
tersedia
5 Kesesuaian Produk yang Produk yang Produk yang Tidak
konsep dihasilkan dihasil dihasilkan mengakomodasi
STEM dan mengakomodasi mengakomodasi mengakomodasi satupun konsep
tepat guna semua konsep sebagian besar sebagian kecil mapel
mapel konsep mapel konsep mapel
6 Kepraktisan bentuknya kecil/ bentuknya kecil/ bentuknya besar dan bentuknya
ringkas dan ringkas tetapi membutuhkan besar dan tidak
mudah sulit untuk bantuan alat untuk bisa pindahkan
dipindahkan/ dipindahkan/ memindahkan
dibawa dibawa

7 Kreativitas Menggunakan Menggunakan Menggunakan salah Bentuk standar


perpaduan perpaduan satu perpaduan tidak ada
bentuk, warna, bentuk atau (warna, bentuk, atau perpaduan
dan bahan (3 bahan saja (2 bahan saja)
atau lebih perpaduan)
perpaduan)
8 Kemenarikan Produk sangat Produk rapi tetapi Prduk kurang rapi Produk tidak
rapi dan kurang menarik dan kurang menarik rapi dan tidak
menarik menarik
9 Hasil Uji Hasil uji coba Hasil uji coba Hasil uji coba Hasil uji coba
coba dan tanpa dengan sedikit dengan banyak harus merevisi
keefektifan perbaikan/ revisi perbaikan (1-2 perbaikan (lebih dari semua
dan tepat untuk revisi) dan tepat 2 revisi) dan tepat komponen dan
memecahkan untuk untuk memecahkan tidak tepat
masalah memecahkan masalah memecahkan
masalah masalah
10 Ketepatan Produk slesai Produk selesai Masih ada beberapa Sebagian besar
waktu sebelum waktu pada wajtu yang komponen produk komponen
yang telah telah ditentukan yang belum selesai produk tidak
ditentukan selesai hingga
batas waktu
yang telah
ditentukan

b. Instrumen Penilaian produk

No Aspek Penilaian Kriteria Penskoran Jumlah


4 3 2 1
1 Perencanaan
2 Kesesuaian dengan petunjuk
3 Pemilihan bahan
4 Penggunaan alat
5 Kesesuaian konsep STEM dan tepat guna
6 Kepraktisan

7 Kreativitas
8 Kerapian dan Kemenarikan
9 Hasil Uji coba dan keefektifan
10 Ketepatan waktu
Jumlah Perolehan

c. Pedoman penskoran

Skor Perolehan
X 100
Skor Maksimal

d. Kriteria penilaian

No Rentang Kriteria Predikat


1 34-40 Sangat baik A
2 26-33 Baik B
3 18-25 Cukup C
4 10-17 Kurang D