Anda di halaman 1dari 5

Tugas Terstruktur Dosen Pengampuh

Aqidah Islam Drs. H. Iskandar Arnel, MA

Review Artikel Jurnal

Dibuat Oleh :
ABDULLAH ARIEF

NIM
10951005565

Kelas
A (Semester I)

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
2009
SEKULARISASI DAN MASA DEPAN AGAMA

A. Pengertian Sekularisasi
Sekularisasi diartikan sebagai pemisah antara urusan negara (politik) dan urusan
agama, atau pemisah antara urusan dunia dan akhirat. Jadi sekularisasi adalah pembebas
diri manusia dari agama dan metafisik, artinya bahwa terlepasnya dunia dari pengertian-
pengertian religius yang suci, dari pandangan dunia semu, atau dari semua mitos supra-
natural. Sekularisasi tidak hanya melingkupi aspek-aspek kehidupan sosial dan politik saja,
tetapi juga telah mencangkup ke aspek kehidupan, karena proses tersebut menunjukkan
hilangnya pendekatan atau keyakinan manusia terhadap ada Tuhan itu.

B. Latar Belakang Timbulnya Sekularisasi


Suatu masyarakat adalah semua kegiatan manusia secara bertahap dalam hidup, dan
merupakan kenyataan yang tidak selamanya benar tetapi cenderung berubah, yang mana
selalu berubah selaras dengan pemikirannya. Begitu pula aktivitas manusia secara individu
merupakan kegiatan yang dapat berpengaruh pada penghasilan yang didapatkannya,
bahkan secara nyata dapat memainkan peranan mengubah dunia. Artinya dalam hal ini
manusia selalu dihadapkan pada masalah terhadap kenyataan hidup dan ia ingin selalu
memperbaiki diri dan bertaubat kepada lingkungannya. Apalagi jika manusia telah
dihadapkan pada kondisi yang membatasi kegiatan yang dikerjakannya maupun kebebasan
dalam berpikirnya, maka akan muncul reaksi yang merupakan pemicu dari munculnya
potensi untuk kemudian mendobrak apa yang telah mengekangnya.
Hal tersebut tak ada bedanya dengan apa yang telah terjadi pada masyarakat Kristen
Barat. Munculnya gerakan Protestantisme tidak lain merupakan reaksi terhadap kendali
religius saat itu, yakni Dominasi Gereja Katolik yang telah mengekangnya. Perspektif
semacam ini dimaksudkan untuk menyentuh sebuah gambaran pada masyarakat Kristen
Barat, karena gambaran situasi religius itulah yang merupakan latar belakang yang telah
meletakkan dasar bagi timbulnya sekularisasi.
Salah seorang filsuf Kristen, Jogues Maritain telah menguraikan tentang bagaimana
dunia Kristen dan dunia Barat melewati krisis gawat sebagai akibat peristiwa masa kini,
yang diiringi oleh kebangkitan nalar dan empirisme serta kemajuan ilmu dan teknologi.
Krisis semacam itulah yang dikatakan sebagai sekularisasi.
C. Masa Depan Agama
Sebelum penjelasan masa depan agama ke hal yang lebih jauh kita jelaskan terlebih
dahulu periodesasi sekuler. Periode sekulasisasi terbagi ke dalam 2 macam yaitu:
1. Periode pertama
Peride sekularisasi moderat, yaitu antara abad ke-17 dan ke-18. Pada
periode sekularisme moderat, agama dianggap sebagai masalah individu yang tidak
ada hubunganya dengan negara, tetapi meskipun demikian negara masih
berkewajiban memelihara gereja, khususnya bidang upeti atau pajak. Dalam
pengertian ini, dalam pemisahan antara negara dan gereja, tidak dirampas agama
Masehi sebagai agama sekaligus dengan nilai-nilai yang dimilikinya, meskipun ada
sebagian ajarannya ada yang diingkari, dan menuntut menundukkan ajaran-ajaran
Masehi kepada akal, prinsip-prinsip alam, dan perkembanganya.

2. Periode kedua
Periode sekularisme ektrem berkembang abad 19 jika pada periode
sekularisme moderat, agama masih diberi tempat dalam suatu negara, maka pada
periode ekstrem, agama tidak hanya menjadi urusan pribadi, akan tetapi negara
justru memusuhi agama. Begitu pula negara memusuhi orang-orang yang
beragama. Peiode kedua ini, atau periode sekularisme ekstrem pada abad 19 dan 20
merupakan periode materialisme atau disebut sebagai revolusi sekuler.
Dari dua periode tersebut agama bukan lagi hal yang sangat penting dan sedikit
diabaikan oleh mereka.

D. Hubungan Sekularisme Masa Depan Agama


Sekularisasi dalam hal ini mendudukkan agama sebagai aspek sentral dalam
membicarakan dan memberikan penilaian terhadap konsep-konsep tentang sekularisasi,
serta agama sebagai alat bantu untuk melihat proses atau peristiwa sekularisasi tesebut.
KESIMPULAN
Bahwa sekuler bagi masa depan agama sebagai motivasi bagi asas dasar pemikiran
alasannya bahwa:
1. Seperangkat alasan-alasan yang menjelaskan tingkah laku manusia.
2. Seseorang akan melakukan sesuatu apabila ada persamaan dengan yang lain,
dan alasan-alasan yang lain telah dibatasi.
3. Agama sebagai aspek sentral dalam penilaian tentang konsep sekularisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Pardoyo, Sekularisasi Dalam Polemik, Penerbit, PT. Pustaka Utama Grafiti, 1993.

Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler, Penerbit: PT. UII Press Yogyakarta, 2002.

Andrew M. Greeley, Agama suatu Teori Sekuler, Penerbit: PT. Erlangga, 1988.

Anda mungkin juga menyukai