Anda di halaman 1dari 7

METODA PEKERJAAN

PPK : PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 2.5 PROVINSI JAWA BARAT

Nama Paket : PENANGANAN LONGSORAN JALAN SOREANG – RANCABALI - CIDAUN

Propinsi/Kabupaten : KABUPATEN CIANJUR

Penyedia Jasa : PT. TIGA PUTRA DHARMA MANDIRI

Berikut ini kami sampaikan Metoda Pelaksanaan untuk penyelesaian pekerjaan Penanganan
Longsoran Jalan Soreang - Rancabali - Cidaun, sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan tepat
waktu.

Jangka waktu pelaksanaan : 130(Seratus Tiga puluh ) hari kalender

TAHAPAN-TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN :

I. Pelaksanaan Mobilisasi dilaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut :


 Mobilisasi
 Peralatan
 Mobilisasi Personil
 Sewa Base Camp, laboratorium,Kantor, Barak, Bengkel dan Gudang Komunikasi Lapangan

 PEKERJAAN MOBILISASI
 Pembuatan Job Mix Design Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu
dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari quary yang berada di lokasi setempat atau
yang berdekatan dengan lokasi tersebut, diantanya: batu, pasir dan bahan Timbunan
Pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk diuji untuk mendapatkan Job Mix
Design sebagai acuan pembuatan Job Mix Formula (JMF) yang akan dipakai sebagai acuan
kerja dalam pelaksanaan proyek.
 Pengajuan Bahan yang akan digunakan pada pelaksanaan pekerjaan dan pengajuan
bahan ke Balai Pengujian untuk pembuatan Job Mix Design antara lain : Pengajuan Bahan
bahan, atau material yang akan digunakan dari lokasi yang telah disetujui.
 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp,
pembuatan Kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan
 Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas Untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila
diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu
lintas pada saat pelaksanaan.
 Rekayasa Lapangan Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas
yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang
terhadap rancangan kerja yang telah diberikan system dan tatacara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
 Material dan Penyimpanan Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus
menemui spesifikasi dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan diambil dari
Quary yang telah memenuhi syarat
 Manajemen dan Keselamatan lalu lintas
 Traffic manajemen bertujuan mengurangi gangguan efek pekerjaan konstruksi
terhadap lalu lintas ketingkat seminimal mungkin. Pengaturan lalu– lintas ini bertujuan
untuk tetap memberi kan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama proyek
berlangsung, sehingga sebelum dilaksanakan di lapangan, rencana pelaksanaan
pengaturan lalu lintas ini akan dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan pihak yang
berwenang.
 Mempersiapkan Rambu-rambu pengaman lalu lintas antara lain, Rambu panah
berkedip, Rambu Suar berkedip portable, Rambu portable informasi
pengalihan/pengaturan lalu lintas, Rambu-rambu penghalang lalu lintas jenis plastik,
rambu peringatan, rambu petunjuk, peralatan komunikasi, cone traffic, bendera dan
petugas yang melaksanakan.

 Manajemen Mutu
 Mempersiapkan pemeriksaan bahan, pembuatan JMD dan JMF, pemeriksaan
lapangan dan laporan kendali mutu pelaksanaan pekerjaan, Program mutu di dalam
manajemen mutu mempunyai dua komponen yaitu, Pengendali Mutu tanggung jawab
Penyedia Jasa, Jaminan Mutu – tanggung jawab Direksi Pekerjaan menurut Rencana
Jaminan Mutu Direksi Pekerjaan yang dalam hal ini sebagai Pengguna Jasa.
 Urutan Kerja, Penyedia setelah menerima SPMK mengusulkan personil Tenaga Ahli Mutu
Pekerjaan sebagai Manajer Kendali Mutu, Tenaga Ahli dibantu oleh Asisten Kendali Mutu
yang berpengalaman dibidangnya dan tenaga pendukung, Membuat RMK dan laporan
mutu yg disetujui PPK, Melakukan pengendalian mutu semua pekerjaan dan membuat
laporan secara berkala

 Rekayasa Lapangan (Dilaksanakan pada Masa Mobilisasi)


 Pengukuran memanjang dan melintang lokasi Pembangunan Jalan dan Exisiting Jalan yang
ada serta lokasi yang akan dilaksanakan dengan Perkerasan Berbutir dan Perkerasan
Aspal.
 Penetapan pengukuran daerah saluran, Pasangan S a l u r a n B e r b e n t u k U t i p e D S 3 ,
Lokasi Geotekstile Separator kelas 1,Geogrid Uniaxial type 3 bangunan pelengkap lainnya dan
rencana pengaliran air, serta pekerjaan lainnya.

 Perhitungan Volume seluruh pekerjaan yang akan dilaksanakan yang meliputi :


 Membuat Mutual Check Nol Persen yaitu Perhitungan seluruh volume pekerjaan setelah
dilaksanakan pengukuran sebagai acuan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
 Pembuatan Shop Drawing sebagai drawing acuan kerja di lapangan dengan dasar kontrak drawing.
 Pengajuan volume pekerjaan setelah pengukuran lapangan untuk disetujui bersama
Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa beserta konsultan Pengawas untuk dijadikan
perbandingan terhadap kontrak awal.
 METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN

 Saluran Berbentuk U Tipe DS 3 (Volume : 510,00 m1 )


 Siapkan bahan dan material, tetapi sebelumnya ajukan sampel bahan kepadapengawas/direksi.
 Setelah material dan bahan disetujui oleh pengawas/direksi lakukanpencampuran bahan menjadi
bahan adukan.
 Pemasangan saluran beton pracetak dilaksanakan sesuai dengan elevasi hasil pengukuran
(rekayasa lapangan) yang tertuang dalam shop drawing.
 Setelah selesai pemasangan Saluran beton pracetak maka dilanjutkan dengan pemasangan tutup
saluran, sesuai dengan gambar rencana.
 Pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis rencana.

Peralatan :
1. Beton Mixer
2. Water Tanker
3. Concrete Vibrator
4. APD (Alat Pelindung Diri)

 Galian Biasa (Volume : 4.860,08 m3 )


 Pekerjaan ini dilaksanakan secara mekanis dan manual, Sehari sebelum memulai pekerjaan ini
terlebih dahulu diajukan Request for work kepada Direksi Teknik atau yang mewakilinya di
lapangan
 Shop Drawing telah disetujui oleh Direksi Teknik
 Penetapan elevasi kedalaman yang akan digali
 Pembuatan Bowplank lokasi yang akan digali
 Tanah digali dengan alat excavator dan dimuat kedalam Dump Truck dan dibuang ke tempat
yang sudah tersedia.
 Setelah pengukuran dan patok-patok batas lokasi disertai data elevasi sudah terpasang maka
penggalian dapat dimulai.
 Galian biasa dilakukan dengan alat berat Excavator dimuat ke Dump Truck kemudian hasil
galian diangkut ke lokasi pembuangan yang sudah ditentukan sebelumnya atau untuk hasil
galian yang memenuhi spek untuk dijadikan bahan timbunan akan diangkut ke lokas..

Peralatan :
1. Excavator
2. Dump Truck
3. APD (Alat Pelindung Diri)

 Galian Batu Lunak (Volume : 4.860,08 m3 )


 Permukaan galian digali dengan menggunakan alat Excavator, Jack Hammer Compressor dan
dibantu dengan alat bantu berupa cangkul, singkup, belincong dan lain sebagainya.
 Tanah lunak (Cadas) digali menggunakan alat, lalu dimuat kedalam truk untuk diangkut ke lokasi
yang telah ditentukan.
 Sisa hasi galian dibersihkan dengan menggunakan Air Compressor.
 Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja sesuai dengan ukuran gambar rencana.

Peralatan :
1. Compressor
2. Jack Hammer
3. Wheel Loader
4. Excavator
5. Dump Truck
6. APD (Alat Pelindung Diri)
 Galian Batu (Volume : 2.430,04 m3 )
 Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan, personil kerja
dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan dan
Direksi sebelum pekerjaan dimulai.
 Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal dilakukannya
pelaksanaan pekerjaan (Request For Work)
 Permukaan galian digali dengan menggunakan alat Excavator, Jack Hammer Compressor dan
dibantu dengan alat bantu berupa cangkul, singkup, belincong dan lain sebagainya.
 Batu digali menggunakan alat, lalu dimuat kedalam truk untuk diangkut ke lokasi yang telah
ditentukan.
 Sisa hasil galian dibersihkan dengan menggunakan Air Compressor.
 Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja sesuai dengan ukuran gambar rencana.

Peralatan :
1. Compressor
2. Jack Hammer
3. Wheel Loader
4. Excavator
5. Dump Truck
6. APD (Alat Pelindung Diri)

 Timbunan Pilihan dari sumber galian (Volume : 2.020,80 m3 )


 Pekerjaan Timbunan Pilihan dari sumber galian adalah lapis akhir (top elevasi) untuk pekerjaan
pembukaan jalan yang baru.Kemudian pelaksanaan timbunan pilihan dapat dimulai dengan
tahapan pelaksanaan sebagai berikut :
 Pengangkutan Material Urugan dari sumber galian kelokasi pekerjaan menggunakan dump
truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan Wheel Loader. Pengecekan dan
pencatatan volume material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan
material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
 Penghamparan Material timbunan diterima dilapangan kemudian dihampar dengan
menggunakan motor grader ,dalam tahap penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut:
Kondisi cuaca yang memungkinkan, Panjang hamparan pada saat setiap section yang
didapatkan sesuai dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi
lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua tahapan pekerjaan
hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.,
Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang ditetapkan.
 Pemadatan setelah penghamparan selanjutnya pemadatan dilakukan dengan
menggunakan Vibro Roller, pemadatan dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah lintasan yang cukup untuk mencapai kepadatan timbunan yang
disyaratkan.
 Untuk penyesuaian kadar air tanah dibantu alat water tank untuk membasahi material
timbunan dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan Vibro Roller.
 Pembuatan Dokumentasi sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan pekerjaan

Peralatan :
1. Wheel Loader
2. Dump Truck
3. Motor Grader
4. Tandem
5. Water Tanker
6. APD (Alat Pelindung Diri)
 Jaring Kawat kuat tarik tinggi dilapisi galvan (Zn-AI) (Volume : 2.466,20 m3 )
 tambahkan fitting ke Terminal pos setelah pondasi beton mengeras dan
kemudianmasukkan rail and band serta Tension band dan jangan lupa menempatkan
terminal postcap
 Tempatkan Line basket di bagian ujung atas selain top
 Masukkan salah satu toples lewat lubang Line post cap terdekat dengan Terminal poslalu
masukkan ujung top railnya ke rail end dan baut ke rail end band
 Sambung top rail dengan top rail sleeve
 Ukur dan potong top rail dan masukkan ujung top rail kebagian rail dan baut end Band
 Tambahkan Tension wire (optional, bisa ditambahkan bisa tidak)

Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

 Net Kabel Kuat Tarik tinggi dilapisi galvan (Zn-Al) (Volume : 180,00 m3 )
 Untuk membuat alas duduknya, siapkan kabel kuat tarik dilapisi galvan (Zn-Al) yang sudah dibagi
menjadi delapan bagian. Setiap bagian kabel memiliki panjang masing-masing yg ditentukan.
 Setelah selesai membagi kabel, kemudian pasang masing-masing kabel pada kabel melintang
menggunakan simpul jangkar. Selanjutnya ambil empat kabel kemudian buat simpul
 Lakukan hal yang sama pada kabel berikutnya. Ikat kabel dengan simpul tersebut sampai bagian
bawah kabel. Jika sudah selesai menyimpulkan kabel, pasang kabel pada bagian bawah kabel
yang tersisa.

Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

 Angkur Pin dari Batang Baja Ulir (Threaded Bar) (Volume : 1.185,00 m3 )
 Pengujian besi dilaksanakan di dua tempat di lapangan dan di lab untuk pengujian besi di
lapangan, pengujian besi polos menggunakan sketsmatch, sedang untuk besi ulir / Deform
ditimbang berat per m kemudian dihitung dengan rumus 12,74 B Toleransi D.
 Ambil contoh minimal 1 1/2 m potong dari kedua ujung batang, tidak boleh dengan cara
pemasangan
 Hasilnya 5 % tidak boleh kurang dari s leleh baja
 Marking posisi angkur
 pemasangan angkur tidak boleh langsung dipaku tapi harus di bor.

Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

 Angkur Sling (Wire Rope Anchor) (Volume : 72,00 m3 )


 Siapkan kebutuhan pemasangan wire rope Anchor.
 Langkah awal adalah masukkan wire rope yang telah dipotong kedalam ferrule dan buat tekukan
dan masukkan pada lubang sisa di ferrule dan kencangkan
 Setelah wire rope terkunci pada ferrule, masukkan wire rope Anchor tersebut pada mesin press
 Operasikan mesin press dan ferrule yang diletakkan pada dice mesin press tersebut akan
menekan ferrule dan akan membuatnya mengunci wire rope menjadi wire rope Anchor
Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

 Bronjong dengan kawat yang dilapisi PVC (Volume : 330,00 m3 )


 Bronjong terdiri dari anyaman kawat yang membentuk anyaman dengan diameter kawat
pengikat adalah 2,7 mm. Ukuran Lebar bukaan 80 x 100 mm berbentuk kotak bronjong dengan
panjang (P) = 2 M dan Lebar (L) = 1 M serta tinggi (T) 0,5 M sesuai dengan gambar. Keranjang
bronjong harus mempunyai rangka yang diikat erat dengan anyaman pada pinggir keranjang.
 Bahan baku bronjong berupa kawat Digalvanis berdasarkan SNI 03-6145-1999 Kawat Bronjong
dan Batu yang akan digunakan untuk mengisi bronjong harus kokoh, bentuk anyaman
bersagonal dengan lilitan ganda dan harus simetri. Lilitan harus erat dan tidak terjadi
kerenggangan hubungan antara kawat sisi dan kawat anyaman dililit minimum 4 kali sehingga
bronjong kawat mampu menahan beban dari segala jurusan.
 Sebelum membuat bronjong, terlebih dahulu harus membuat contoh bronjong dilapangan
untuk diperiksa oleh Direksi dan mendapatkan persetujuan. Semua pekerjaan selanjutnya
harus sesuai dengan contoh elevasi yang tercantum dalam gambar rencana atau sesuai
dengan petunjuk Direksi.
 Sebelum dipasang pada tempatnya, bronjong harus direntangkan supaya mencapai ukuran
yang sebenarnya dan semua pinggirnya harus diikat dengan kawat sesuai dengan petunjuk
Direksi. Tiap jajaran bronjong harus diikat dengan kawat terhadap jajaran sebelahnya pada
pinggir bagian atas dan bawah dan pada sudutnya.
 Bila dibutuhkan bentuk yang khusus, maka bronjong harus dipotong dengan rapi dan ujung
potongannya harus diikat erat-erat dengan kawat bersama-sama dengan bagian mana saja
yang memungkinkan dari ujung bronjong yang bersambungan dengannya. Pada bagian dalam
dari lengkungan yang tidak nampak dari penglihatan, maka lubang anyaman akan mengkerut
dan harus diikat erat–erat supaya menghasilkan bentuk yang dikehendaki. Sambungan
diantara Bronjong harus seragam berselang-seling dengan bagian yang teratur yang disetujui
oleh Direksi.
 Permukaan tanah tempat bronjong yang akan dibangun harus diratakan sebelum keranjang
bronjong dipasang. Tiap bronjong harus diisi dengan batu dengan tangan secara cermat
menggunakan tenaga manusia, sehingga penempatannya memperkecil volume rongga
diantara batu dalam keranjang yang telah terisi penuh. Bronjong harus diisi sampai 25 mm
melebihi sisi bagian atas sehingga tutupnya dapat merenggang erat diatas batu sebelum ikatan
kawatnya mengendor, jajaran bronjong yang berdampingan harus diisi sampingnya tidak
menonjol. Haruslah dijaga agar supaya bronjong tidak berubah bentuknya selama diisi.
 Begitu seterusnya lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang telah
ditentukan

Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

 Rel Pengaman (Volume : 160,00 m3 )


 Pekerjaan pemasangan pagar pengaman jalan di awali denganpekerjaan pembersihan
lokasi pekerjaan
 Setelah lokasi bersih maka selanjutnya dilakukan pengukuran danpenentuan titik awal
dan titik akhir pemasangan tiang pagarpengaman jalan, termasuk penentuan jarak
guardrail dari garis tepi jalan titik titik penentuan posisi tiang pagar pengaman
jalansangat diperlukan untuk menentukan galian pondasi tiangmengikuti lengkungan
jalan
 Setelah posisi tiang-tiang pagar pengaman jalan telah ditentukanmaka dilakukan
pekerjaan galian pondasi tiang pagar pengaman.#imensi galian pondasi tiang pagar
pengaman mengikuti dimensiyang telah ditetapkan dalam gambar teknis peren!anaan
 Setelah galian pondasi tiang pagar pengaman siap maka dilakukanperakitan pagar
pengaman jalan. Perakitan dilakukan dengankondisi baut -baut pada posisi longgar untuk
memudahkanpenyetelan dan penyesuaian struktur pagar pengaman
 Selanjutnya dilakukan penyetelan pagar pengaman mengikuti posisikaki pagar pengaman.
dan setelah posisi struktur pagar dianggapsesuai maka dilakukan pekerjaan penge!oran
kaki pagarpengaman. Selanjutnya ditunggu sampai !or pondasi tiang pagarpengaman
benar benar kering dan kuat.
Peralatan :
1. Dump Truck
2. APD (Alat Pelindung Diri)

Demikian kami sampaikan metode pelaksanaan untuk pekerjaan Penanganan Longsoran Jalan Soreang -
Rancabali - Cidaun

Jakarta, 18 Juli 2019


PT. TIGA PUTRA DHARMA MANDIRI

Limbong Mulana Wijaya Siagian,SH


Direktur