Anda di halaman 1dari 6

Metode pelaksanaan pekerjaan ini akan diuraikan pada pelaksanaan pekerjaan

pekerjaan utama yang meliputi :

1. Pekerjaan Drainase , meliputi :


a. Galian untuk selokan drainase dan saluran air.
Pekerjaan ini dilakukan dengan cara manual dengan memperhatikan arah
kemiringan dasar saluran kearah saluran pembuang, supaya dapat berfungsi
dengan baik. Adapun langkah-langkah pekerjaannya adalah sebagai berikut :
1. Pasangan patok dan pengukuran Stacking Out
2. Pasangan bouwplank
3. Penggalian tanah sesuai dengan dimensi dan kedalaman rencana

b. Pekerjaan pasangan dengan batu mortar


Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan secara mekanis dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
1. Persiapan yang meliputi persiapan alat, bahan dan tenaga.
2. Matrial semen dan pasir dicampur dan diaduk menggunakan Concrete
Mixer
3. Batu belah sebelum dipasang dibasahi dulu permukaannya
c. Gorong-gorong pipa beton bertulang diameter dalam 45-75 cm
Pembuatan Gorong-gorong ini dilaksanakan secara pabrikasi dengan terlebih
dahulu dilaksanakan pengujian mutu beton sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan, Adapun pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan setelah terlebih
dahulu dilaksanakan pnggalian tanah sesuai dengan kemiringan dan dimensi
rencana, setelah itu dilaksanakan pekerjaan lantai kerja dengan
menggunakan beton K-125. setelah pekerjaan ini selesai baru pemasangan
gorong-gorong pipa beton bertulang diameter dalam 45-75 cm.
Padapelaksanaan kontruksinya akan dilakukan separuh-separuh supaya
aktivitas pengguna jalan tidak terhenti.
2. Pekerjaan Tanah, meliputi :
a. Galiang Biasa
Pekerjaan ini dilakukan cara manual dengan menggunakan alat Bantu.
Matrial pekerjaan diangkut dengan Dump Truck untuk dibuang kelokasi
yang telah ditentukan

3. Pekerjaan Berbutir, meliputi :


a. Lapisan Pondasi Aggregat Kelas
Pekerjaan ini dilaksanakan pada lokasi yang sesuai dengan rencana dimana
pelaksananan pekerjaannya dilakukan secara manual. Adapun Tahapan
pelaksanaan pekerjaannya sebagai berikut :
1. Persiapan lahan yang akan dikerjakan meliputi pembersihan dan
pembuatan
Rambu- rambu jalan sehingga pekerjaan ini tidak membahayakan dan
mengganggu pengguna jalan.
2. Matrial didatangkan dari Base Camp yang berlokasi di Bojonegoro yang
Diangkut dengan menggunakan Dump Truck.
3. Matrial tersebut pada lokasi –lokasi yang sempit dihampar secara
manual dengan ketebalan sesuai dengan rencana.
4. Setelah matrial terhampar dilakukan penyiraman dengan menggunakan
Water Tank Truck yang selanjutnya dipadatkan dengan menggunakan
Alat Pemadat yang sesuai dengan kebutuhan, jumlah lintasan pada
proses pemadatan disesuaikan dengan hasil percobaan ( Trial Paving).

4. Perkerasan Aspal
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah terlebih dahulu dilakukan perbaikan
permukaan jalan (Patching) dari lobang-lobang jalan atau kerusakan permukaan
lainnya.
Peleksanaan pekerjaan ini, setelah mengamati kondisi lalu lintas yang cukup
pada lokasi pekerjaan, dan pada jam-jam tertentu terjadi kemacetan terutama
pada siang hari karena dilokasi pekerjan lalulintas cukup tinggi, maka untuk
pekerjaan Aspal ini akan dilaksanakan pada malam hari hal ini dimaksudkan
untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang akan mengganggu aktivitas
pengguna jalan. Untuk pelaksanaanya nantiakan menggunakan alat-alat
penunjang yang cukup memadai seperti lampu penerangan dan rambu-rambu.
Pekerjaan Aspal meliputi :
a. Lapis perekat
Pekerjaan lapisan perekat ini dilaksanakan sebelum pekerjaan pengaspalan
dimulai. Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaannya adalah sebagai berikut :
1. Aspal dan minyak Fluk dicampur dan dipasangkan hingga menjadi
campur aspal cair.
2. Permukaan yang akan dilaksanakan pekerjaannya terlebih dahulu
dibersihkan dari debu dan kotoran dengan menggunakan Compresor.
3. Lapisan perekat disemprotkan dengan menggunakan Asphalt sprayer
b. Lataston Lapis Aus Aspal Beton ( AC-WC)
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah lapisan perekat, perkerasan jalan beton
untuk pelebaran dan asphalt treated base leveling (AC-BC) selesai
dilaksanakan . Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai
berikut :
1. Campuran Lapis Aus Aspal Beton (AC-WC) diproduksi dengan AMP di
Base Camp yang berlokasi di Curug-Bitung Tangerang, selanjutnya
diangkut kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck .
2. Selanjutnya campuran tersebut dihampar dengan menggunakan
Asphalt Finisher , Ketebalan hamper disesuaikan dengan tebal rencana.
3. Pada Temperatur antara 110 -130 C .Dilakukan pemadatan awal/
Break down denganmenggunakan Tendem Roller, Jumlah lintasan pada
proses pemadatan ini disesuaikan dengan hasil percobaan (Trial Paving).
4. Selanjutnya pada temperature antara 90-110 C. Dilakukan
pemadatan skunder dengan menggunakan Pneumatic Tyred Roller,
jumlah lintasan disesuaiakan dengan hasil percobaan (Trial Paving).
5. Sebagai tahap akhir / Finishing untuk pekerjaan ini adalah
pemadatan dengan Tandem Roller.
c. Asphalt Treated Leveling (AC-BC)
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah dilaksanakan pekerjaan lapis perekat
sebelum pekerjaan Lapis Aus Aspal Beton (AC-WC). Berfungsi untuk
Patching dan Levelling existing adapun tahapan pekerjaan ini adalah sebagai
berikut:
6. Campuran Lapis Antara Aspal Beton (AC-BC) diproduksi dengan AMP
diBase Camp yang berlokasi di Curug-Bitung Tangerang, selanjutnya
diangkut kelokasi pekerjaan dengan menggunakan Dump Truck.
7. Selanjutnya lapisan tersebut dihampar dengan menggunakan Asphalt
Finisher , ketebalan hamper disesuaikan dengan tebal rencana.
Penghamparan pada pelebaran yang relative sempit dikerjakan secara
manual.
8. Pada Temperatur antara 110 -130 C .Dilakukan pemadatan awal/
Break down denganmenggunakan Tendem Roller, Jumlah lintasan pada
proses pemadatan ini disesuaikan dengan hasil percobaan (Trial Paving).
9. Selanjutnya pada temperature antara 90-110 C. Dilakukan
pemadatan skunder dengan menggunakan Pneumatic Tyred Roller,
jumlah lintasan disesuaiakan dengan hasil percobaan (Trial Paving).
10. Sebagai Tahap akhir / Finishing untuk pekerjaan ini adalah
pemadatan dengan Tandem Roller.
5. Pekerjaan Struktur

a. Pasangan Batu
Pelaksanaan jalan ini dilakukan secara mekanis dengan langkah –langkah
sebagai berikut :
1. Persiapan meliputi persiapan alat, bahan dan tenaga.
2. Matrial semen dan pasir dicampur dan diaduk menggunakan Concrete
Mixer
3. Batu belah sebelum dipasang dibasahi dulu permukaannya
b. Perkerasan Jalan Beton
Tahapan yang harus dilakukan sebelum peleksanaan pekerjaan perkerasan
jalan beton :
1. Pemeriksaan
Mengajukan contoh bahan yang sesuai dengan kontrak
2. Mengajukan rencana campuran (JMF) dari masing-masing tipe beton
Faktor air semen, ukuran material dan cement
3. Pengerasan Porsi Campuran
Slam test, tes daya dukung/kuat tekan beton untuk umur 3 hari,7 hari
dan 28 hari
4. Pengajuan gambar

Tahapan – tahapan pelaksanaan pekerjaan Perkerasan Beton, antara lain :


1. Campuran beton K-350 dengan batching plant di Base Camp yang
berlokasi di Serpong Tangerang, selanjutnya diangkut kelokasi pekerjaan
dengan menggunakan mobil mixer beton.
2. Sebelum beton K-350 terhampar terlebih dahulu pembesian untuk
tulangan terpasang dan umur beton diri lantai kerja sudah tercapai
3. Selanjutnya campuran tersebut dihamparkan cara manual dengan
menggunakan alat Bantu, ketebalan terhampar disesuaikan dengan tebal
rencana. Penghamparan pada pelebaran yang relative sempit dikerjakan
secara manual.
4. Sebagai Tahap akhir / Finishing untuk pekerjaan ini adalah penutupan
perkerasan jalan beton dengan menggunakan karung goni basah dan
siang hari dilakukan penyiraman agar factor air semsn tetap terjaga.

c. Weat Lean Concreta


Tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan weat lean concrete antara lain :
1. Pastikan kepadatan lapis pondasi agregat kelas B telah tercapai sesuai
dengan spesifikasi kerja/teknik.
2. Campuran beton K-125 dengan batching plant di Base Camp yang
berlokasi pekerjaan dengan menggunakan mobil Mixer beton
3. Sebelum beton K-125 terhampar terlebih dahulu lahan yang akan dicor
digelar plastic agar air semen tidak terserap kedalam lapisan dibawahnya.
4. Selanjutnya campuran tersebut dihampar cara manual dengan
menggunakan alat Bantu, ketebalan hamparan disesuaikan dengan tebal
rencana. Penghamparan pada pelebaran yang relative sempit dikerjakan
secara manual.
5. Sebagai tahap akhir/finishing untuk pekerjaan ini adalah menutup
perkerasan jalan beton dengan menggunakan karung goni basah dan
siang hari dilakukan penyiraman agar factor air semen tetap terjaga.