Anda di halaman 1dari 3

BAYI TIDAK KUNJUNG LAHIR

Datang seorang bidan ke IGD membawa pasien perempuan 18 tahun hamil 42 minggu dengan
G1P0A0 yang tampak letargis dan mata terlihat cekung. Pasien merasakan kenceng kenceng
teratur dan semakin sering sejak 26 jam yang lalu. Pasien mengatakan taksiran berat janin dari
hasil USG terakhir 4100 gram

STEP I TERMINOLOGI
1. G1P0A0 : g : gravida/kehamilan, artinya baru pertama kali hamil. P: partus/melahirkan dgn
kategori janin lahir > 20 mgg, belum pernah melahirkan. A: abortus/keguguran dgn kriteria
janin lahir < 20 mgg, belum pernah keguguran
2. Letargis : suatu keadaan dimana terjadi penurunan kesadaran, penurunan kesiagaan, lemah,
lesu dan nafsu tidur berlebihan. Keadaan seseorang mengalami kelelahan secara fisik dan
pikiran
3. Kenceng kenceng : kontraksi dari uterus yg dialami pada ibu hamil, kenceng teratur dan
makin kenceng menunjukan tanda asli persalinan / true labour sign
STEP II RUMUSAN MASALAH
1. Mengapa terjadi letargi dan mata cekung?
2. Apa penyebab bayi lahir diatas 42 mgg?
3. Apakah ada hub antara usia ibu dengan skenario?
4. Bagaimana cara mengetahui taksiran berat janin dan interpretasi dari berat janin pada
skenario?
5. Mengapa terjadi kenceng kenceng teratur dan makin sering dalam 26 jam?

STEP III HIPOTESIS


1. Beberapa kemungkinana yaitu: anemia pada saat kehamilan ibu membutuhkan hb lebih
banyak > 11% jika kurang dari angka tersebut dapat dikatakan anemia untuk
mengatasia anemia dapat diberikan zat besi, vit b12 dan asam folat, hiperemis
gravidarum yaiutu muntah pada awal kehamilan yaitu akibat tingginya hCG dalam
darah ibu, kurangnya asupan nutrisi pada periode tersebut daat menyebabkan anemia.
Kenceng kenceng pada skenario membutuhkan energi yg lebih banyak, bayi tak
kunjung keluar, karna metabolisme meningkat dapat menyebabkan berkurangnya
energi. Ibu hamil pada fase akhir membutuhkan energi lebih banyak lebih sering
mengalami heart burn, nyeri punggung dan dehidrasi. Karna usia masih muda ada
faktor stress. Mata cekung akibat dehidrasi karna pada usia 42 mgg terjadi tekanan pada
VU sehingga sering buang air kecil, jika intake cairan tidak adekuat maka dapat terjadi
dehidrasi. Letargi terjadi akibat kenceng kencengnya sudah terjadi 26 jam, janin yg
besar dapat menekan lambung sehingga makanan yang masuk dapat keluar dan
menyebabkan kurang energi.
2. His tidak adekuat, faktor janin (terlalu besar, presentasi tidak baik), faktor ibu (panggul
sempit). Ibu masih muda kemungkinan serviksnya belum matang. Bisa juga terjadi
kesalahan perhitungan usia hamil dan kelainan hormon. Dengan berat bayi yang > 4000
gr mengindikasikan lahirannya terlambat.
3. Usia 18 tahun (<20 tahun) dikategorikan ibu hamil beresiko tinggi kelompok 1 yang
membutuhkan perawatan normal dan rujukan dini berencana. Usia kehamilan > 42 mgg
dapat dikatakan serotinous menunjukan kehamilan risiko tinggi kelompok 2 yang
membutuhkan rujukan tepat waktu. Usia ibu 18 tahun fungsi reproduksi dan fisiologis
belum maksimal sehingga bisa terjadi kelainan hormonal dan psikologis yang dapat
menyebabkan bayi tidak kunjung lahir. Usia < 20 tahun juga bisa menyebabkan risiko
preeklamsia. Pada usia muda meningkatkan terjadinya serotinous dan makrosomoa.
Usia < 20 apertura pelvis superior diametrnya belum cukup lebar untuk dilewati janin.
4. Usg, parameter yang digunakan adalah biparietal diameter (BPD) panjang femur (FL)
abdominal circumferance (AC) cross sectional area of thigh 9
TFU, dipakai untuk menentukan usia kehamilan atau taksran berat janin dengan rumus
jhonson tausack denga rumus tbj= (tfu – n) x 155 dengan n = 12 bila kepala belom
masuk pap dan 11 bila sudah masuk masuk pap
Untuk interpretasi normal bila 2500-4000 gram. Pada skenariao berat janin 4100 gram
berarti diatas tbj normal/ makrosomia. Diagnosis makrosomia tidak dapat ditegakkan
bila hasilnya belum lahir. Kalau pakai USG harus > 4500 gram
5. Kenceng kenceng teratur merupakan kontraksi uterus ibu yang dipengaruhi hormon
progesteron, esterogen, prostagalndin dan oksitoksin. Tanda tanda pada skenario
merupakan tanda asli pada persalinan dimana kontraksi mulai teratur dan bersifat
progresif semakin sering dan semakin kuat. Utuk kehamilan 42 mgg merupakan batas
persalinan aterm dan posttern sehingga dapat dikataka normal dan ibu siap untuk
melahirkan. Pada skenario ibu berada pada kala I, fase laten dan fase aktif yang
membedakan kecepatan pembukaannya jika sudah mencaai 1,2 cm perjam sudah
masuk fase aktif. Pada skenario bisa terjadi fase laten yang memanjang karna > 20 jam
untuk nulipara. Bisa juga kala I sudah selesai namun apertura pelvis superiornya sempit
sehingga bayi sulit keluar juga janin cukup berat (>4000gr).
STEP IV PETA KONSEP

STEP V SASARAN BELAJAR


1. Definisi partus lama
2. Etiologi dan faktor risiko partus lama
3. Patofisiologi partus lama
4. Pemeriksaan fisik dan penunjang partus lama
5. Komplikasi partus lama
6. Tatalaksana partus lama
7. Edukasi partus lamass