Anda di halaman 1dari 2

Narasumber: Mbak Risti Nur Vina A.

Instansi: KPP PMA Kalibata.

Ikhtisar:

KEWAJIBAN

a. Menaati ketentuan jam kerja dan tata tertib kantor


1. Pegawai menaati jam pulang dan datang dengan tepat?
Banyak yang iya. Tapi ada juga yang tidak. Namun pastinya lebih banyak yang patuh.
Perbandingannya 90:10. Kalaupun ada yang telat, paliiing maksimal telatnya hanya satu jam.
Kalau misalnya ada kasus khusus (misal, macet karena hari tertentu, macet karena banjir, dll)
terlambatnya bisa sampai dua jam. Namun kalau karena kasus khusus tersebut diberikan
dispensasi.
2. Jika ada yang tidak, alasannya karena apa?
Karena kasus khusus tadi ada. Namun seringnya sih karena urusan rumah tangga dan
keluarga, misal mengantar anak, mengurus keperluan rumah dulu, dan lain sebagainya.
3. Yang dilakukan pegawai untuk mendisiplinkan jam kerja?
Nggak ada. Karena mereka mempunyai alasan untuk tidak disiplin. Ada yang terlambat
karena mengantar anak sekolah, mengurus rumah tangga, dll. Tapi ada juga sih sedikiiiit
yang kesiangan karena terlambat bangun. Kalo karena kesiangan bangun, solusinya dengan
bangun lebih pagi untuk esok harinya. Ada juga yang terlambat karena masalah transportasi.
Kalau karena alasan tersebut, solusinya cari alternatif angkutan lain.
4. Konsekuensinya?
Pemotongan tunjangan. Kalau telat lebih dari 5 jam dalam sebulan, sanksinya berupa sanksi
teguran. Tapi, dilihat juga alasan keterlambatannya. Biasanya kalau terlambat para pegawai
membuat surat pernyataan terlambat dengan disertai alasan terlambatnya. Kalau terlambat
dengan alasan, istilahnya, masih diberi lampu hijau. Kalau terlambat tanpa alasan, istilahnya,
diberi lampu kuning. Intinya sih asal bikin surat saja. Lalu, kalau di PMA sih belum ada yang
parah banget. Terus, konsekuensi bagi pelanggar ang parah banget itu adalah ditunda naik
jabatan, dan sebagainya.

b. bersikap, berpenampilan, dan bertutur kata sopan


1. Ketentuan pakaian kerja?
Ada KMKnya, untuk pakaian setiap harinya ditentukan. Kantor PMA pastinya mengikuti KMK
tersebut.
2. Pegawai sudah mengikuti ketentuan yang berlaku?
Secara keseluruhan sudah. Semua berusaha untuk mengikuti. Di KPP PMA kalaupun ada
yang aneh (pria berambut panjang yang tergerai indah), itu mah memang karena orangnya
eksentrik saja. Orang tersebut juga terkadang tidak mengikuti aturan KMK (misal hari ini
ketentuannya mengenakan baju biru namun beliau mengenakan batik). Namun, berhubung
karena hal tersebut tidak mengganggu kinerja beliau, orang-orang pun yaaa...hmm ya sudah
selaw aja sih.
3. Jika ada yang belum, apa alasannya?
Sudah terjawab di poin 2.
Tambahan: di setiap instansi ada unit yang mengatur kepatuhan internal, tugasnya adalah
memantau kedisiplinan, mengecek prosedur surat menyurat apakah surat-surat tersebut
sudah diotorisasi atau belum, mengecek surat tugas, penggunaan mobil dinas, dan lain
sebagainya. Intinya, unit ini adalah unit yang memantau seputar prosedur lah.
Oh iya, di tiap instansi ada yang namanya whistle blowing. Sistem pengaduan secara anonim.
Semua boleh mengadukan pelanggaran internal, asal ada buktinya.
4. Dalam berkomunikasi menggunakan bahasa apa?
Bahasa Indonesia. Walaupun di PMA, WP ikut berbahasa Indonesia. Kalau Wpnya tidak bisa
berbahasa Indonesia, ada konsultannya yang menggunakan bahasa Indonesia.
5. Penggunaan tutur kata sopan?
Sudah baik. Standar lah.

LARANGAN

a. Menyalahgunakan fasilitas kantor


1. Fasilitas kantor?
Di ruangan, ada meja, kursi, komputer. Layaknya standar kantor-kantor pada umumnya lah.
Tidak wah tapi menunjang.
2. Penggunaan fasilitas?
Untuk keperluan kerja.
3. Fasilitas digunakan untuk tujuan selain pekerjaan?
Kalau komputer, dipakai internetan kalau ada waktu luang. Internetnya nggak terlalu cepet.
Printer kadang dipakai untuk hal lain tapi tidak terlalu banyak. Paling hanya untuk ngeprint
tiket.
4. Pengawasan penggunaan fasilitas tersebut?
Tidak ada. Kalau keterlaluan barulah diperingatkan. Namun sejauh ini tidak ada yang
keterlaluan. Karena semua orang sadar diri.
5. Konsekuensi?
Tidak ada. Paling sanksi sosial saja, disindir gitu.

b. Menerima segala pemberian


1. Pernah diberikan imbalan?
Tidak pernah. Karena yang biasanya diberi imbalan adalah pejabat semisal kepala kantor.
Kalu pelaksana, hngg buat apa juga.
2. Rekan kerja?
Kepala kantor pernah. Tapi dikembalikan lagi.
Tambahan: Ada berbagai pendapat tentang pemberian sesuatu dari WP. Yang pertama,
boleh menerima pemberian sesuatu karena wajar. Contoh: diberi aqua. Yang kedua, tidak
menerima sekecil apapun pemberian dari WP. Kalau mau aman sih, lebih baik tidak
menerima pemberian sama sekali. Begitu.