Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

MANAJEMEN INVESTASI DAN ANALISIS PORTOFOLIO


“ANALISIS KONTRAK BERJANGKA FUTURES”

DOSEN PENGAMPU :
AHMAD FAUZAN FATHONI, SE,. M.SC

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 1

1. Amirah Handa Yani (1702110685)


2. Aulia Putri Febriani (1702113314)
3. Riescy Nanda Putri (1702111105)
4. Resi Oktaviana (1502111531)
5. Syarifah Aini (1702110632)
6. Tri Putri Nurdiansari (1702110788)
7. Velia Yafni (1702110638)
8. Zumaira Refni (1602114370)

PROGRAM S1 MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS RIAU
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas
limpahan karunia, rahmat, dan hidayah-Nya yang berupa kesehatan sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah Manajemen Investasi dan Analisis Portofolio yang berjudul
“Analisis Future” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini disusun sebagai tugas kelompok yang ditunjukan untuk memenuhi tugas
mata kuliah Manajemen Investasi dan Analisis Portofolio. Penulis mengucapkan terima kasih
kepada dosen pembimbing mata kuliah ini Bapak Ahmad Fauzan Fathoni, SE,.M.Sc. Penulis
berusaha menyusun makalah ini dengan segala kemampuan, namun kami menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun segi
penyusunan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun akan penulis terima dengan senang hati demi untuk menyempurnakan makalah
ini

Semoga makalah ini bisa memberikan informasi mengenai pemahaman tentang


Analisis Futures. Penulis juga berharap makalah ini dapat memberikan manfaat khusus bagi
mahasiswa/i dan umumnya bagi pembaca. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan
untuk membuat makalah ini penulis ucapkan terima kasih.

Pekanbaru, 5 Desember 2019

Penulis,

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. 2

DAFTAR ISI............................................................................................................. 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 4


1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 5
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kontrak Futures .......................................................................... 6


2.2 Sejarah dan Prinsip-prinsip dalam Futures .................................................... 8
2.3 Pelaku Perdagangan Futures ......................................................................... 9
2.4 Mekanisme dan Fungsi Perdagangan Futures................................................ 10
2.5 Manfaat Kontrak Future ................................................................................. 15
2.6 Penilaian Futures ............................................................................................ 16

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ................................................................................................................ 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 21

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bentuk sekuritas derivatif lain selain opsi yang cukup banyak dikenal investor adalah
futures (atau dalam istilah Indonesia lebih dikenal sebagai 'kontrak berjangka'). Perbedaan
mendasar antara karakteristik kontrak futures dengan karakteristik yang dimiliki opsi adalah
bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban untuk
melaksanakan kontrak tersebut, apa pun kenyataan yang terjadi di kemudian hari
(menguntungkan ataupun merugikan). Sedangkan dalam opsi, seperti telah dijelaskan dalam
sebelumnya, pembeli opsi hanya mempunyai hak (bukan kewajiban) untuk melaksanakan
kontrak opsi tersebut di kemudian hari. Jika misalnya pada saat jatuh tempo harapan investor
yang membeli opsi tidak bisa terwujud (merugikan) maka investor berhak untuk tidak
melakukan transaksi beli atau jual seperti yang telah disepakati dalam kontrak opsi, dan
hanya menanggung kerugian sebesar harga premi opsi yang telah dibayarkan pada awal
kontrak opsi. Dengan demikian, karakteristik keuntungan dan kerugian dalam kontrak futures
akan berbeda dengan karakteristik keuntungan dan kerugian dalam opsi. Dalam kontrak
futures, pembeli akan memperoleh keuntungan yang sama besar dengan jumlah peningkatan
harga futures, dan sebaliknya akan memperoleh kerugian yang sama besar pula dengan
adanya penurunan harga futures. Sedangkan dari sudut pandang penjual futures, hubungan
keuntungan (kerugian) dengan kenaikan (penurunan) harga futures merupakan kebalikan dari
hubungan yang terjadi dalam sudut pandang pembeli futures, di mana keuntungan (kerugian)
yang diperoleh penjual futures akan sama besar dengan penurunan (kenaikan) harga futures.

Jika dibandingkan dengan karakteristik keuntungan dan kerugian dalam opsi, akan
terlihat adanya perbedaan yang cukup mendasar. Hubungan simetris antara keuntungan
(kerugian) dengan perubahan harga sekuritas seperti dalam kasus futures di atas tidak akan
berlaku dalam kasus opsi. Dari sudut pandang pembeli opsi, kerugian yang akan ditanggung
pembeli opsi hanyalah sebesar harga premi opsi, dan keuntungan yang diperoleh juga tidak
sebesar perubahan harga saham, melainkan sebesar capital gain yang diperoleh dikurangi
dengan harga premi opsi yang telah dibayarkan. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang
penjual opsi, keuntungan maksimal yang bisa diperoleh hanyalah sebesar harga premi opsi.

4
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Futures ?


2. Apa saja Prinsip-prinsip dalam Futures?
3. Siapa saja pelaku Perdagangan Futures?
4. Bagaimana Mekanisme dan Fungsi Bursa Kontrak Futures?
5. Apa saja Manfaat Kontrak Futures?
6. Bagaimana Penilaian Futures?
1.4 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui apa itu futures
2. Mengetahui apa saja prinsip-prinsip dalam futures
3. Mengetahui siapa saja pelaku perdagangan futures
4. Mengetahui bagaimana mekanisme dan fungsi bursa kontrak futures
5. Mengetahui apa saja manfaat kontrak futures
6. Mengetahui bagaimana penilaian futures

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kontrak Futures


Kontrak berjangka (futures) merupakan salah satu bentuk sekuritas derivatif.
Perbedaan mendasar karakteristik kontrak futures dari opsi,adalah bahwa:

a. Baik pembeli maupun penjual futures mempunyai kewajiban untuk


melaksanakan kontrak tersebut, di kemudian hari yang ditentukan, baik dalam
keadaan untung ataupun rugi.

b. Pembeli opsi hanya mempunyai hak (bukan kewajiban) untuk melaksanakan


kontrak opsi di kemudian hari yang ditentukan.

Karakteristik keuntungan dan kerugian dalam kontrak futures akan berbeda


dengan karakteristik keuntungan dan kerugian dalam opsi. Baik dalam transaksi opsi
ataupun futures, keuntungan yang diperoleh oleh pembeli, merupakan kerugian
penjualnya.

Kontrak futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi hal-
hal berikut ini:

c. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset
tertentu) dari penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu,
dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak.

d. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada
pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas
waktu yang ditentukan dalam kontrak.

Dari pengertian di atas, kontrak futures bisa didefinisikan juga sebagai suatu
kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk melakukan
dan menerima penyerahan sejumlah aset/komoditi dalam jumlah, harga dan batas
waktu tertentu.

6
BERBAGAI JENIS KOMODITI UNTUK KONTRAK FUTURES DI AMERIKA

Komoditas Rincian

Biji-bijian Gandum, jagung, oats, minyak kedelai, barley, flaxseed, rapeseed, rye, dan canola

Hewandandaging Sapi (hidup maupun daging sapi) dan babi

Makanan Coklat, kopi, jus jeruk, dan gula

Serat Kapas

Logam Tembaga, emas, platina, perak, dan palladium

Minyak Bensin, minyak pemanas, minyak mentah, minyak gas

Kayu Kayu

Keuangan Rincian

Tingkat bunga Treasury bills, Treasury Notes, Treasury Bonds, Municipal bonds

Indeks pasar S&P 500 Index, NYSE Composite Index, KC Value LineIndex

Valuta Asing Pound Inggris, Dollar Kanada, Frank Swiss, Frank Perancis, Yen Jepang, Dollar

Terminology penting

1. Sesuatu (komoditi/aset) yang disetujui kedua pihak untuk dipertukarkan disebut


dengan underlying asset.

2. Tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi disebut dengan settlement date
atau delivery date.

3. Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang berkepentingan untuk
melakukan transaksi disebut dengan futures price.

7
4. Pihak yang menyetujui kontrak untuk membeli aset yang menjadi patokan di
kemudian hari disebut sebagai pemilik (owner) kontrak futures, atau dikatakan
mengambil posisi long futures atau long position.

5. Pihak yang menyetujui kontrak untuk menjual aset patokan tersebut di kemudian hari
disebut sebagai penjual (seller) kontrak futures, atau disebut juga berada pada posisi
short futures atau short position.

2.2 Sejarah dan Prinsip-prinsip dalam Futures

Latar belakang munculnya perdagangan futures pada dasarnya bisa dijelaskan dari teori
evolusi pasar. Bentuk perdagangan pertama kali dilakukan dengan system barter (pertukarang
langsung). Barter akan terjadi jika ada dua pihak yang memiliki kepentingan dan minat yang
sama untuk melakukan pertukaran barang. System perdagangan seperti ini seringkali
menemui kegagalan akibat tidak adanya dukungan informasi dan transportasi yang
memungkinkan pertemuan kepentingan pihak – pihak yang ingin melakukan barter.

Perkembangan lebih lanjut, seiring dengan kemajuan teknologi produksi dan transportasi
yang memungkinkan manusia untuk memproduksi produk secara massal dan selanjutnya
menukarkan produk tersebut dengan produk lainnya, mengakibatkan munculnya pusat –
pusat perdagangan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Seringkali, akibat kendala komunikasi dan transportasi yang belum memadai di antara
pembeli dan penjual, menyebabkan munculnya hambatan – hambatan dalam perdagangan.
Hal ini tentu saja bisa merugikan pihak pembeli maupun penjual. Barang yang terlalu lama
disimpan atau tidak laku akan bisa menyebabkan produk yang dijual membusuk ataupun
harganya menjadi sangat rendah. Kondisi seperti ini dahulu memunculkan inisiatif di Eropa
untuk menemukan suatu mekanisme perdagangan komoditi pertanian yang bisa mengatasi
masalah tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, selanjutnya menemukan suatu
mekanisme perdagangan dengan menggunakan instrument yang disebut kontrak forward.
Dalam kontrak forward ini, dua belah pihak penjual dan pembeli bernegosiasi dan
menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk
memperjualbelikan suatu komoditi dalam jumlah dan kualitas tertentu, pada tingkat harga
tertentu di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi risiko ketidakpastian
harga komoditi di masa datang. Tapi, permasalahan yang muncul selanjutnya adalah
seringnya ditemui kesulitan untuk menjual kembali komoditi tersebut pada pihak yang benar

8
– benar akan menggunakan komoditi setelah pelunasan kontrak (banyak pembeli kontrak
forward yang tidak menggunakan komoditi tersebut untuk keperluan sendiri). Di samping itu,
belum adanya standarisasi spesifikasi asset (karena spesifikasi merupakan produk negosiasi)
selanjutnya akan memunculkan masalah likuiditas dari kontrak forward itu sendiri.

Selanjutnya, untuk mengatasi masalah tersebut kontrak forward ini banyak


diperjualbelikan di pasar yang terorganisir sebagai bentuk sekuritas berharga yang bisa
diperjualbelikan, yang sudah memuat spesifikasi komoditi yang sudah terstandarisasi dan
terjamin mutunya. Bentuk perdagangan kontrak forward yang sudah memenuhi standar yang
ditetapkan melalui mekanisme pasar yang terorganisir ini selanjutnya menimbulkan bentuk
sekuritas derivative baru yang disebut sebagai kontrak futures.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam beberapa hal kontrak forward
dan kontrak futures memiliki kesamaan, meskipun bisa ditarik dua perbedaan yang mendasar.
Perbedaan pertama adalah bahwa kontrak forward merupakan kontrak yang dinegosiasikan
oleh kedua belah pihak (terkadang melibatkan perantara bank investasi), dan diperjualbelikan
di pasar non-reguler. Sedangkan, kontrak futures merupakan kontrak yang dilakukan oleh dua
pihak (juga melibatkan broker dan lembaga kliring) yang memuat spesifikasi yang
terstandarisir pada pasar regular yang terorganisir.

Perbedaan kedua terkait dengan bagaimana memperlakukan perubahan harga dan arus kas
yang terjadi. Pada kontrak forward, nilai dan arus kas ditentukan pada tanggal
penyerahan/pelunasan kontrak. Nilai ini bisa negative atau positif tergantung dari selisih
harga pasar komoditi tersebut pada saat jatuh tempo dengan harga komoditi yang disepakati
dalam kontrak forward. Sedangkan, pada kontrak futures, nilai futures dan arus kas
disesuaikan setiap hari sesuai dengan perubahan harga pasar komoditi yang terjadi setiap
harinya. Perlakuan seperti ini diistilahkan market-to-market .

2.3 Pelaku Perdagangan Futures


Pelaku perdagangan futures dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori yaitu:
1. Hedger
Produsen, konsumen, importir, eksportir aset komoditas dapat menjadi hedger, yaitu
mereka yang bertransaksi untuk tujuan lindung nilai. Seorang hedger membeli atau
menjual aset pada bursa pasar futures untuk melindungi dirinya dari risiko
perubahan harga sebuah komoditas di waktu mendatang.

9
Ada dua tipe hedging dalam perdagangan futures, pertama adalah Short Hedging.
Tipe pertama ini dilakukan saat harga aset di masa mendatang diperkirakan lebih rendah
daripada saat ini. Sementara itu, tipe kedua adalah Long Hedging. Posisi long hedging
digunakan ketika harga di masa depan diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan harga
saat ini.

2. Spekulator
Pelaku perdagangan futures lainnya adalah spekulator. Pelaku satu ini tidak bertujuan
untuk meminimalisir risiko, tapi ingin mendapatkan keuntungan dari perubahan harga di
pasar futures. Para spekulator membeli kontrak futures di harga rendah, agar bisa menjual
kontrak tersebut dengan harga tinggi di masa depan. Tidak seperti hedger, spekulator
sebenarnya tidak berminat untuk memiliki komoditas. Mereka akan masuk pasar untuk
mencari profit dari naik dan turunnya harga dengan membeli atau menjual kontrak.
Pihak-pihak yang menjadi spekulator pada perdagangan futures adalah trader, pengelola
investasi (Hedge Fund), dan market maker.

2.4 Mekanisme dan Fungsi Perdagangan Futures


Dalam perdagangan futures berbeda dengan perdagangan forward dimana
perdagangan futures melibatkan pihak intermediary antara pembeli dengan penjual yang
dikenal dengan sebutan Clearing House. Beberapa peranan dari Clearing House adalah
sebagai berikut:
a. Sebagai intermediary atau perantara antara pihak pembeli dengan penjual
b. Menjamin eksposure resiko dengan mensyaratkan initial margin, maintenance margin
dan marked to market accounting.
Mekanisme perdagangan kontrak futures lebih rumit daripada transaksi saham biasa.
Jika ingin melakukan pembelian saham, pialang bertindak sebagai perantara sehingga Anda
bisa membeli saham dari atau menjual saham kepada pihak lain melalui bursa saham. Akan
tetapi, di perdagangan futures, jual beli diselenggarakan tidak dilakukan oleh Bursa
Komoditas dan penyelesaian, transaksi jual beli dilaksanakan oleh central clearing house
yang di Indonesia dilaksanakan oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI) ataupun Kliring
Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Pembeli seolah-olah membeli produk dari clearinghouse dan penjual seolah-olah
menjual kepada clearinghouse yang pelaksanaannya lewat sistem jaringan perdagangan
terkomputerisasi yang secara integral dapat diakses oleh anggota bursa. Sistem perdagangan

10
dan sistem penyelesaian berada dalam satu sistem jaringan komputerisasi integral antara
Bursa Komoditas dan clearinghouse. Pembeli dan penjual menempatkan pesanan beli dan
pesanan jual lewat perantara (anggota bursa) dan transaksi jual beli berlangsung antaranggota
bursa melawan clearinghouse. Produsen, konsumen dan pedagang sebagai anggota bursa
mendapat perlakuan yang sama dalam transaksi jual beli, yaitu clearinghouse sebagai lawan
transaksi. Anggota Bursa Beli seolah-olah membeli dari clearing house dan Anggota Bursa
Jual seolah-olah menjual kepada clearing house.
Produsen, konsumen, pedagang, perantara dan clearinghouse membuka rekening pada
bank yang sama, sehingga memudahkan pemindahbukuan rekening dalam penyelesaian
transaksi. Investor tidak diwajibkan mempunyai rekening pada bank yang sama dengan
rekening bank anggota bursa, tetapi akan lebih baik jika investor juga memiliki rekening yang
sama dengan rekening bank anggota bursa. Jika investor memiliki rekening bank berbeda
dengan rekening bank anggota bursa (perantara), maka ada selisish waktu satu hari untuk
penyelesaian. Bahwasannya pihak-pihak produsen, konsumen, pedagang, perantara dan
clearinghouse wajib memiliki rekening bank yang sama, maka rekening tersebut disebut
rekening dana.
Di samping rekening dana, terdapat rekening efek atau rekening barang yaitu rekening
yang menunjukkan kepemilikan efek atau barang dari produsen, konsumen, pedagang, dan
investor yang tersimpan di central custodian. Investor tidak mempunyai hubungan langsung
dengan central custodian, tetapi hubungan itu ada lewat anggota bursa, perantara.
Kepemilikan efek atau barang atas nama perantara yang ada di central custodian tidak lain
adalah milik investor. Demi keamanan efek atau barang milik investor, rekening perantara
wajib selalu disertai nama sub. Rekening Investor. Pihak central custodian wajib
mengirimkan sedikitnya sebulan sekali konfirmasi tertulis tentang perubahan status efek atau
barang kepada investor, sehingga investor dapat selalu mengecek perubahan kepemilikannya.

11
Mekanisme Perdagangan Berjangka
Keterangan Gambar:
a) Anggota bursa berjangka juga menjadi anggota central clearinghouse.
b) Sistem perdagangan terintegrasi dengan sistem setlemen.
c) Anggota bursa berdagang di antara mereka dengan pihak lawan central clearing.
d) Masyarakat investor berdagang lewat perusahaan perantara.
e) Investor berhubungan dengan perantara. Perantara melakukan order investor dengan
cara bergdagang di antara anggota bursa di Bursa Komoditas.
f) Anggota bursa (perantara) meyelesaikan pembayaran dan penyerahan barang lewat
central clearing.

Ada beberapa langkah dalam kontrak futures


1) Pembukaan Kontrak
Dalam perdagangan berjangka, investor dapat membuka kontrak jual lebih dahulu,
kemudian diselesaikan dengan kontrak beli, untuk dapat menghitung laba rugi transaksi
berjangka. Hal ini berbeda dengan perdagangan di bursa efek (spot marketing) yang
mengharuskan memiliki saham lebih dahulu sebelum dapat menjual. Jika transaksi awal
ambil kontrak beli, maka penyelesaiannya dengan ambil kontrak jual sebagai penutupan
rekening. Penutupan rekening (closed out of account) dapat dilaksanakan harian sebelum
tanggal jatuh tempo tiba (daily settlemen) atau dilaksanakan pada tanggal jatuh tempo (final
settlemen).

12
Setiap investor yang ingin menjadi nasabah suatu perusahaan perantara wajib mengisi
formulir isian yang disediakan oleh perusahaan perantara. Jika sudah mendapatkan
persetujuan sebagai nasabah, maka nasabah wajib membayar dana awal (initial margin)
untuk setiap akan melakukan transaksi, baik beli maupun jual. Besaran initial margin
ditentukan oleh anggota bursa kepada nasabahnya. Tujuan initial margin adalah sebagai dana
jaminan jika investor mengalami kerugian, maka kerugian itu harus dapat ditutup dari initial
margin. Makin banyak jumlah transaksi yang diambil, makin besar jumlah initial margin
yang wajib dibayar sebelum transaksi dilaksanakan.
Selama jontrak berjalan, sebelum jatuh tempo tiba selalu ada kenaikan atau penurunan
harga, sehingga menimbulkan keuntungan atau kerugian harian yang disebut marking to
market. Initial margin dan marking to market dibukukan ke dalam rekening nasabah yang
disebut margin account. Margin account dilarang negatif, bahkan harus terpelihara suatau
jumlah minimum yang harus selalu ada, misalnya 75% dari initial margin. Apabila saldo
margin account di bawah 75% dari initial margin, maka nasabah wajib setor dana tambahan.
Selama jam perdagangan berlangsung jika saldo margin account di bawah jumlah minimum.

2) Penutupan Kontrak
Penutupan kontrak berarti kontrak selesai dilaksanakan. Terdapat dua style mengenai
penutupan kontrak (closed out) atau likuidasi (liquidation). Yaitu (1) European style dan (2)
American style. Menurut European style, kontrak wajib diselesaikan pada tanggal jatuh
tempo. Menurut American style, kontrak dapat diselesaikan setiap saat sebelum tanggal jauh
tempo. Kontrak diselesaikan dengan cara mengambil posisi lawan (offsetting position),
artinya kontrak beli (long position) ditutup dengan mengambil posisi kontrak jual (short
position), sedangkan kontrak jual ditutup dengan mengambil posisi kontrak beli.

3) Cara penyerahan
Terdapat dua metode penyerahan, yaitu penyerahan secara fisik barang (physical
delivery) dan penyerahan secara cash (cash delivery) dari hasil penghitung untung rugi. Cash
delivery yang dimaksudkan adalah suatu penyelesaian transaksi dengan cara penghitungan
untung rugi saja. Pihak yang merugi wajib membayar uang kepada pihak yang beruntung,
berarti transaksi selesai. Physical delivery berarti pembeli menyelesaiakan transaksi dengan
cara membayar harga yang telah disepakati (strike price) dan penjual menyerahkan barang
secara fisik pada tanggal jatuh tempo.

13
Pihak yang diberi untuk menentukan metode delivery adalah penjual, yaitu pemilik
short position. Pemilik short position mengirim notice of intention to deliver kepada bursa,
dan pihak bursa akan memilih pihak yang memiliki long position untuk menerimanya.
Harga dari suatu kontrak futures ditetapkan melalui persaingan terbuka antara pelaku
pasar/anggota bursa melalui dua cara:

1) Penetapan harga dilakukan dengan sistem lelang terbuka (open out cry) di lantai bursa
2) Penetapan harga dilakukan melalui sistem perdagangan elektronik (electronic trading
system) dengan menggunakan teknologi komputer.

Semua aktivitas dalam transakasi kontrak futures yang sudah terstandarisir dilakukan
dalam bursa yang terorganisir, dengan bantuan sebuah lembaga kliring. Dengan
demikian, perdagangan dalam bursa kontak futures akan berfungsi sebagai berikut:

1) Transfer risiko ( risk transfer)


Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana oleh para hedger (pihak yang melakukan
hedging misal: petani, produsen atau eksportir) untuk mengalihkan risiko harga yang
melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada pihak spekulator yang melakukan
perhitungan risiko untuk mendapatkan keuntungan.
2) Pembentukan harga (price discovery)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang transparan
dan terbuka karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang terbuka. Harga yang
terbentuk nantinya juga akan mencerminkan kekuatan tarik menarik antara permintaan
dan penawaran dari komoditi yang menjadi aset patokan.
3) Stabilitas keuangan (financial stability)
Para hedger yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan
patokan akan lebih mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya, karena
dalam perdagangan di bursa kontrak futures, kepastian pencapaian nilai dari aset yang
akan dijualsudah dilindungi nilainya (hedging).
4) Pengawasan mutu (quality control)
Spesifikasi tentang mutu aset patokan yang tercantum secara spesifik dalam kontrak
futures akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuain mutu aset secara fisik
dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.
5) Pengumpulan informasi yang efisien (eficient information gathering)

14
Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antarpelaku pasar yang ingin
bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah, dan sekaligus murah).

2.5 Manfaat Kontrak Future

Perkembangan transaksi future yang sangat pesat di Amerika menunjukkan betapa


sekuritas derivative ini sudah menjelma menjadi alternative investasi yang cukup menarik
dan banyak dipilih investor. Pada dasarnya ada dua motivasi utama dari para investor yang
melalukan investasi dalam bentuk transasi kontrak future yang terkait dengan manfaat yang
ditawarkan oleh sekuritas ini yaitu :

1. Future sebagai Lindung Nilai


Salah satu manfaat utama yang bisa diberikan kontrak future adalah untuk
melindungi nilai (hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko
ketidakpastian perubahan harga di masa depan.
Pihak yang melakukan transaksi delam kontrak future untuk tujuan lindung nilai
disebut juga sebagai para hedger. Para hedger ini bisa melakukan kegiatan perdangan
komoditi secara fisik dan juga memanfaatkan kontrak future untuk mengurangi risiko
perubahan harga di masa depan. Para hedger ini biasanya terdiri dari para produsen,
maupun para pedagang komoditi. Misalnya, bagi seorang eksportir komoditi, lindung
nilai bisa dilakukan dengan mengeksplor (posisi menjual) komoditi secara fisik ke luar
negeri, dan pada saat bersamaan sekaliigus mengambil posisi yang sebaliknya (membeli)
pada kontrak future atas komoditi bersangkutan. Tujuannya adalah untuk memperkecil
kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi dalam kegiatan eksplor yang akan
dilakukannya.
Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa dalam penggunaan future sebagai
lindung nilai investor harus mengambil posisi yang berlawanan dengan posisi investor
bersangkutan pada perdagangan aset secara fisik. Oleh karena ini ada dua alternative
posisi hedging yang bisa dilakukan investor adalah sebagai berikut :
a. Short Hedge (menjual future). Investor yang mengambil posisi ini mempunyai
komoditi atau aset yang menjadi underlying dalam kontrak future yang akan
dijualnya secara fisik. Dengan menjual future maka investor akan terlindung dari
risiko penurunan harga yang mungkin akan terjadi di masa depan. Alternative
posisi ini biasanya dilakukan oleh para petani yang bertujuan untuk mendapatkan
kepastian harga sesuai dengan yang diharapkannya.

15
b. Long Hedge (membeli future). Pada posisi ini investor tidak memiliki komoditi
atau aset yang menjadi underlying pada kontrak future yang akan dibelinya. Hal
ini dilakukan investor yang berkeinginan untuk memiliki komoditi atau aset
tersebut di masa datang, sehingga dengan cara membeli kontrak future terhadap
komoditi atau aset tersebut, maka investor dapat terlindung dari risiko kenaikan
harga di masa yang akan datang, seperti para eksportir atau pemakai bahan baku
untuk menjaga kontinuitas persediaannya.

2. Future sebagai Sarana Spekulasi


Manfaat utama lain yang bisa diperoleh dari transaksi kontrak future adalah sebagai
ajang spekulasi untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi. Pihak-
pihak yang melakukan transaksi kontrak future untuk tujuan spekulasi sering disebut
juga sebagai para speculator. Para speculator ini secara sukarela menanamkan modalnya
dalam transaksi kontrak future yang berisiko untuk memperoleh keuntungan secara
cepat. Bagi seorang speculator salah satu cara tercepat untuk memperoleh keuntungan
adalah dengan cara membeli pada saat harga rendah dan menjual ketika harga tinggi.
Peran para speculator ini tidak selamanya tekesan negative, karena justru dengan adanya
peran speculator ini pasar akan menjadi lebih likuid. Dalam kenyataanya para speculator
memang hanya mengejar return dari pergerakkan harga di masa depan saja, sehingga
mereka jarang melakukan transaksi pada perdagangan komoditi atau aset yang menjadi
underlying pada kontrak future secara fisik.

2.6 Penilaian Futures

Salah satu hal utama yang perlu dipahamidalam kontrak futures adalah bagaimana
menentukan harga future. Dalam penentuan harga future ini, kita juga harus memperhatikan
strategi yang dipakai oleh pihak pihak yang melakukan transaksikontrak future. Ada tiga
komponen utama yang harus diperhatikan dalam penentuan harga future yang wajar (fair)
dalam posisi ekuilibrium, sebagai berikut:

 Harga aset yang menjadi patokan (underlying asset) di pasar;


 Yield yang bisa di peroleh sampai dengan settlement date;
 Tingkat suku bunga untuk meminjam atau menabung dana sampai dengan
settlementdate. Dalam periode pemegangan kontrak futures, ada kemungkinan bahwa

16
pihak pihak yang terlibat dalam transaksi kontrak futures meminjam sejumlah dana
untuk memenuhi margin minimal yang harus dipertahankan (maintenance margin),
yang telah melewati batas minimum, atau menabung kelebihan dana yang
diperolehnya dari maintenance margin.

Untuk menyederhanakan pembahasan, komponen komponen diatas akan dilambangkan


dengan notasi sebagai berikut:

r = suku bunga pinjaman

y = yield (%)

P = harga dipasar (Rp)

F = harga future (Rp)

Seperti telah disebutkan di depan, investor yang melakukan transaksi kontrak futures
bisa menerapak beberapa strategi. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah dengan
mengkombinasikan tindakan berikut:

1) Menjual kontrak future sebesar harga F


2) Membeli aset dengan harga P
3) Meminjam sebesar P pada tingkat bunga sebesar r sampai dengan settlement date
Dengan strategi itu, pendapatan pada saat settlement date adalah:
1) Dari settlement kontrak futures
Aliran kas dari penjualan aset (sesuai kontrak futures) F
Yield yang diperoleh dari investasi aset sampai dengan settlement date yP
Total aliran kas masuk F + yP
2) Dari pinjaman
Perlunasan pinjaman pokok P
Pembayaran bunga pinjaman rP
Total aliran kas keluar P + rP

Dengan demikian, keuntungan (profit) yang diperoleh dari strategi tersebut


adalah:
Profit = (F + yP) – (P + rP)

17
Pada posisi ekuilibrium, maka harga futures adalah harga dimana profit yang
diperolehdari strategi arbitrase tersebut sama dengan nol, sehingga:
(F + yP) – (P + rP) = 0
Dari persamaan tersebut maka kita dapat menentukan harga futures adalah sebesar:
F = P + P (r – y)
Dengan kata lain, pada kondisi ekuilibrium, futures prices adalah fungsi dari
harga aset dipasar, biaya pembelanjaan dan yield yang diperoleh dari investasi pada aset.
Disamping alternatif diatas, investor juga mungkin menerapkan alternatif strategi
berikut ini.
1) Membeli kontrak future sebgai harga F
2) Menjual aset dengan harga P
3) Menabung sebesar P pada tingkat r sampai dengan settlementdate
Dengan strategi tersebut, pendapatan pada saat settlement date adalah:
1) Dan settlement kontrak futures
Biaya pembelian aset (sesuai kontrak future) F
Pembayaran Yield yP
Total aliran arus kas keluar F + yP
2) Dari tabungan
Tabungan P
Pendapatan bunga rP
Total aliran kas masuk P + rP
Dengan demikian, profit yang akan diperoleh dari strategi tersebut akan sama
dengan persamaan berikut:
Profit = (P + rP ) – (F + yP)
(18.5)
Pada posisi ekuilibrium maka harga futures adalah harga dimana profit yang
diperoleh dari strategi arbitrase adalah nol, sehingga harga futures sama dengan
sebelumnya, yaitu:
F = P + P (r – y)
Sebagai gambaran dari penjelasan di atas, berikut ini akan diberikan contoh
sebuah kontrak futures dengan menggunakan underlying aset XYZ, dengan asumsi
sebagai berikut.
1) Aset XYZ dijual dipasar dengan harga Rp 1.000

18
2) Aset XYZ akan membayar kepada pemiliknya Rp 200 selama setahun dan
dibayar secara triwulan, sehingga setiap tiga bulan pemilik aset XYZ akan
memperoleh Rp 50
3) Settlement datekontrak futures tersebut adalah tiga bulan dari sekarang
4) Tingkat suku bunga triwulanyang berlaku adalah 8% per tahun
Dengan menggunakan asumsi asumsi tersebut harga futures yang dianggap fair
adalah:
F = 1.000 + 1.000 (0,02 – 0,05) = 990
Jika harga futures yang terjadi tidak sesuai dengan harga fair tersebut, maka seorang
arbitrator dapat memanfaatkan kesalahan penentuan harga tersebut unutk memperoleh
keuntungan. Misalnya harga futures ditentukan sebesar Rp 1.050, jika investor
menggunakan alternatif strategi yang pertama sebagai berikut.
1) Menjual kontrak futures pada Rp 1.050
2) Membeli aset XYZ dengan harga RP 1.000

19
BAB III

KESIMPULAN

Kontrak futures adalah suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli
dan penjual) untuk melakukan dan menerima penyerahan sejumlah aset atau komoditi dalam
jumlah, harga, dan batas waktu tertentu.
Perbedaan mendasar antara karakteristik kontrak futures dengan karakteristik opsi
adalah bahwa dalam kontrak futures, pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban
untuk melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yang akan terjadi dikemudian hari
(menguntungkan / merugikan). Sedangkan dalam opsi, pembeli opsi hanya mempunyai hak
(bukan kewajiban) untuk melaksanakan kontrak opsi tersebut dikemudian hari.
Kontrak futures mempunyai jarak waktu dengan settlement date yang berbeda satu
dengan lainnya, ada yang sangat dekat, sedang ataupun jauh. Kedua belah pihak dalam
kontrak futures dapat menunggu pelaksanaan kontrak futures sampai dengan settlement date,
atau bisa juga keluar dari posisinya (melikuidasi posisi) sebelum settlement date dengan cara
mengambil posisi yang berlawanan pada kontrak futures yang identik. Dalam arti, pihak
pembeli atau penjual tidak bisa begitu saja membatalkan kontrak dan melarikan diri dari
kewajibannya.
Mekanisme perdagangan kontrak futures lebih rumit daripada transaksi saham biasa.
Di perdagangan futures, jual beli diselenggarakan tidak dilakukan oleh Bursa Komoditas dan
penyelesaian, transaksi jual beli dilaksanakan oleh central clearing house yang di Indonesia
dilaksanakan oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI) ataupun Kliring Penjaminan Efek
Indonesia (KPEI).
Pada dasarnya ada dua motivasi utama dari para investor yang melalukan investasi dalam
bentuk transasi kontrak future yang terkait dengan manfaat yang ditawarkan oleh sekuritas
ini yaitu :
3. Future sebagai Lindung Nilai
Salah satu manfaat utama yang bisa diberikan kontrak future adalah untuk melindungi
nilai (hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian
perubahan harga di masa depan.
4. Future sebagai Sarana Spekulasi
Manfaat utama lain yang bisa diperoleh dari transaksi kontrak future adalah sebagai
ajang spekulasi untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi.

20
DAFTAR PUSTAKA

Mohamad samsul, 2010. Pasar Berjangka Komoditi Dan Derivatif. Jakarta: salemba empat.

Tandelilin, Eduardus. 2010. “Portofolio dan Investasi : Teori dan Aplikasi”. Edisi. Pertama.
Yogyakarta : Kanisius.

21